Home » IU » Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 13 – 2

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 13 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 13 – 2, bercerita tentang pemberontakan Yo yang bisa ditangani dan ternyata Wook berpihak pada Putra Mahkota. Setelah kembalinya Putra Mahkota ke istana, dia langsung di angkat menjadi Raja. Walaupun Wook berpihak pada Putra Mahkota, Soo memutuskan untuk menjaga jarak dengan Wook, karena Wook berencana membunuh So untuk menjadi Raja. Di akhir episode, So berhasil menikam Yo dan Yo pun jatuh ke jurang. Walaupun yang sudah dia bunuh adalah pengkianat, tetap saja hal tersebut membuat So sedih dan terpukul.

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 13 – 1

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 13 – 2

sumber konten dan gambar dari SBS

Ratu Hwangbo hendak menutupi jenazah Raja namun di larang oleh Ratu Yoo, karena Ratu Yoo masih ingin terus melihat sang Raja. Dia berkata kalau Raja sekarang adalah miliknya, jadi Ratu Hwangbo tak boleh menyentuhnya. Mendengar ucapan Ratu Yoo, Ratu Hwangbo pun berkata kalau Raja pasti tidak akan menyukai sikap Ratu Yoo yang seperti itu.

“Apa yang kau tahu? Apa kau pernah dicintai olehnya?” tanya Ratu Yoo dan Ratu Hwangbo tetap ingin menutupi jenazah Raja. Berbeda dari sebelumnya, kali ini Ratu Hwangbo berani melawan Ratu Yoo, bahkan dia berani mendorong Ratu Yoo sampai terjatuh.

“Jangan terjebak dalam emosimu dan menyebabkan keributan,” ucap Ratu Hwangbo dan tepat disaat itu, So masuk untuk menemui Raja. Melihat So bisa masuk ke kamar Raja, Ratu Yoo pun langsung menanyakan keberadaan Yo dan Jung.

Tanpa menjawab pertanyaan ibunya, So langsung berjalan menghampiri jenazah sang ayah. Ji Mong kemudian ikut masuk dan memberitahu pesan terakhir yang di katakan Raja.

“Kata terakhirnya adalah…hidup itu singkat. Dia mengatakan hidup itu singkat dan sekilas. Dan sekilas,” ucap Ji Mong dan So menahan tangisnya.

Flashback!
[2 tahun sebelumnya, Shinju]
So mendapat kiriman topeng dari Raja dan Ji Mong yang memberikan padanya dan ternyata Raja memang selalu mengirimkan topeng pada So setiap tahunnya, sebagai tanda kasih sayangnya pada So. Selain mengirimkan topeng, ternyata Raja juga datang walau tak bisa menemui So secara langsung. Raja hanya duduk di tandunya yang berada tak jauh dari tempat So berdiri. Tentu saja So terlihat senang melihat Raja walau dari jauh.
Flashback End!

So menutupi jenazah Raja dan Ratu Yo tak berani melarang seperti sebelumnya. So kemudian bertanya pada Ji Mong tentang jumlah pasukan dan senjata yang Cheondeokjeon miliki? Dia minta Ji Mong untuk memeriksa semuanya bersama Panglima Park, karena setelah matahari terbit, Yo dan Wook akan mulai memberontak. So ingin melaksanakan keinginan Raja yaitu menjadikan Putra Mahkota sebagai Raja, jadi Ji Mong pun langsung mengerjakan apa yang So perintahkan. Mendengar itu, tentu saja kedua Ratu kaget. Ratu Hwangbo hanya diam setelah memastikan Wook hendak memberontak dan Ratu Yoo seperti biasa selalu membela Yo, dia mengatakan kalau Yo melakukan semua itu untuk menyelamatkan dirinya, karena dia di kurung di kediaman Raja.

“Jangan membahayakan Yo. Jika kau menyentuh satu rambut di tubuhnya, Aku akan membunuhmu sendiri,” ancam Ratu Yoo pada So.

“Kau berharap dia hidup setelah melakukan pengkhianatan? Kau terlalu serakah,” jawab So dan pergi. Tak terima Ratu Yoo terus berteriak dan Ratu Hwangbo menyuruhnya diam, semua itu untuk kebaikan anak-anak mereka.

Baek Ah pergi bersama Woo Hee dan karena luka di tubuh Baek Ah belum sembuh benar jadi Woo Hee pun mengajaknya istirahat sejenak, karena menurut Woo Hee mereka tetap bisa sampai lebih awal. Mereka berdua kemudian duduk bersama di depan api agar tetap hangat. Mereka juga sama-sama meminta maaf karena tak mengatakan jati diri mereka masing-masing saat pertama kali bertemu.

“Aku bisa menjadi musisi dan kau bisa menjadi gisaeng. Aku ingin tahu seperti apa itu jika itu benar. Jika iya… akankah kita memiliki hubungan yang berbeda?” tanya Baek Ah, namun Woo Hee tak menjawabnya, dia hanya berkata kalau mereka harus istirahat sejenak, kemudian hanya perlu menyebrangi satu gunung lagi, baru mereka akan sampai di Hubaekje. Setelah besok mereka tak akan bertemu lagi, karena Woo Hee tak punya alasan lagi untuk bertemu dengan Baek Ah.

Karena mereka tak akan bertemu lagi satu sama lain besok, maka Baek Ah ingin melakukan apapun yang dia ingin lakukan. Apa yang ingin Baek Ah lakukan? Ternyata dia ingin mencium Woo Hee dan diapun langsung mempraktekkannya.

Paginya, pasukan yang di pimpin oleh Yo dan Wook sudah berbaris rapi didepan istana. Mereka siap menyerang dan mereka optimis bisa menang, karena sebagian pasukan istana pergi bersama Putra Mahkota. Sebelum mulai, Wook meminta Yo berjanji untuk membunuh So, tentu saja Yo dengan senang hati mengiyakan permintaan itu.

Dan ternyata di dalam istana, So sudah siap dengan pasukan istana yang tersisa. Dia dan Panglima Park yang memipin pasukan. Di belakang para prajurit berbaris, Wook melihat Soo disana. Soo sengaja datang untuk menyaksikan semuanya. Wook terlihat sedikit gemetar, namun perasaannya untuk menjadi Raja lebih besar, jadi dia tak mengurungkan rencana memberontaknya.

“Kau berani membawa pasukan ke tempat raja tinggal? Ini pengkhianatan!” ucap panglima Park.
“Ibuku ada di sana selama lebih satu hari. Aku perlu tahu kebenaran di balik mengapa Cheondeokjeon telah ditutup,” jawab Yo dan Panglima Park berkata kalau Raja butuh istirahat.

“Kau pikir aku akan percaya itu? Keluarkan ibuku sekarang atau aku harus menganggap kau mendorong keluar Putra Mahkota. Dan kau berencana untuk mengambil alih tahta,” ucap Yo. Wook dan So langsung mengeluarkan pedang mereka. Mereka berdua bertarung di tengah, tentu saja Soo khawatir melihatnya.

Tepat disaat itu, tiba-tiba beberapa prajurit muncul dari atap gedung dan memanah beberapa anak buah Yo. Tak lama kemudian Putra Mahkota muncul bersama Baek Ah dan prajurit istana yang ikut bersamanya.

Melihat Putra Mahkota datang, Yo langsung menyuruh Wook untuk pergi ke Cheondeokjeon sekarang, namun Wook tak mau melakukannya, dia malah menghunuskan pedangnya pada Yo. Ya, Wook sudah mengkhianati Yo, dia memilih untuk berpihak pada Putra Mahkota. Sebagai antisipasi agar tak di cap sebagai pengkianat, Wook pun ternyata sudah menceritakan apa yang Yo rencanakan pada Putra Mahkota.

“Aku sudah dengar rencanamu dari Wook. Aku sedang dalam perjalanan kembali setelah menerima surat. Wook, kau membuktikan kesetiaanmu saat ini,” ucap Putra Mahkota dan Yo akhirnya sadar kalau pertempuran itu adalah jebakan untuk menangkapnya. Panglima Park kemudian memberi kode pada prajuritnya untuk menangkap Yo.

Tepat disaat itu, Ji Mong muncul dan mengumumkan kalau Raja baru saja meninggal, “Beliau telah meninggalkan keputusan yang menyatakan bahwa Putra Mahkota Moo akan menjadi raja berikutnya. Ratu telah mengakui dan menerima keputusan tersebut. Aku menyampaikan pesan ini kepadamu, Yang Mulia!” ucap Ji Mong.

loading...

Mendengar ayahnya meninggal, Putra Mahkota langsung hendak melihatnya, namun langkahnya langsung di hentikan oleh Wook yang berlutut padanya dan berkata, “Salam untuk raja baru, Yang Mulia. Panjang umur raja! Panjang umur raja!”

So juga melakukan hal yang sama, dia berlutut dan berkata, “Salam untuk raja baru, Yang Mulia. Panjang umur raja! Panjang umur raja!”

Apa yang di lakukan Wook dan So langsung di ikuti oleh yang lainnya. Putra Mahkota sendiri tak tahu harus berbuat apa, dia masih shock karena mendapat kabar ayahnya meninggal dan sekarang dia juga diangkat sebagai Raja. Bukan hanya Putra Mahkota saja yang sedih, Baek Ah pun meneteskan air matanya.

Ratu Yo keluar dengan rambut yang sudah tergerai. Dia terduduk lemas menyaksikan anak kesayangannya di tangkap dengan tuduhan memberontak.

Para pangeran berikut juga Yeon Hwa, masuk ke kamar Raja dan melihat jasad Raja. Hanya Eun yang tak ikut melihat Raja untuk yang terakhir kalinya. Melihat jasad Raja, dalam hati Yeon Hwa berkata, “Tunggu dan lihat, Yang Mulia. Kau selalu berpikir bahwa aku ambisius. Aku, Yeon Hwa, akan menjadikan kerajaan ini milikku.”

Kemana Eun? Ternyata dia tak diperbolehkan oleh Seon Deok untuk pergi melayat Raja, semua itu demi kebaikan Eun sendiri. Menurut Seon Deok, ketika Raja baru telah dipilih, maka dia akan membunuh semua saudara laki-lakinya dan keponakannya, agar tak ada satupun diantara mereka yang merebut tahtanya. Mendengar hal itu, Eun langsung cegukan, dia takut dan cemas.

“Kau harus tetap sebagai diam seperti tikus jika kau ingin hidup. Kau harus membuat raja baru benar-benar lupa tentang kita,” ucap Seon Deok dan menyuruh Eun memakai baju besi miliknya, tentu saja Eun tak mau, dia tak mau mamakai baju istrinya.

“Mari kita… tetap hidup. Hidup dan mati adalah masalah keberuntungan. Aku lebih suka tidak mati bersama-sama. Kita sudah menikah, jadi kita tidak harus mati sendirian,” ucap Eun dan Seon Deok langsung memeluknya, karena senang.

Soo sudah bersama Wook dan dia bertanya kenapa Wook harus berbohong, padahal dia ada di pihak Putra Mahkota. “Kau sengaja melakukannya, kan? Kau menguji aku,” tanya Soo dan Wook menjawab kalau akhirnya Soo tetap pergi pada So. mendengar itu, Soo pun bisa menebak kalau Wook sebenarnya berencana membunuh So.

“Itu bukan kebohongan yang aku rencanakan untuk menjadi raja. Tak ada hal buruk yang datang dari menyingkirkan orang-orang yang akan menghalangiku nanti,” jawab Wook dan Soo terkejut mendengarnya.

“Aku… Aku penyebab kematian Dayang Oh. Kau tahu berapa banyak rasa sakitku. Namun, kau akan memanfaatkanku untuk membunuh Pangeran Ke-4? Kau sudah berubah. Kau bukan orang yang aku kenal,” ucap Soo.

“Bagaimana denganmu? Kenapa kau sembunyikan kebenaran dariku? Aku ingin kau katakan padaku bahwa raja telah meninggal. Tidakkah kau peduli jika aku meninggal atau tidak?” tanya Wook.

“Raja memintaku untuk membantu Putra Mahkota menjadi raja berikutnya. Itu hal yang logis. Aku tidak bisa membantah dan… Pangeran Ke-4 telah berjanji bahwa ia tidak akan membunuhmu,” jawab Soo dan Wook terlihat tak senang mengetahui kalau Soo memohon untuk hidupnya pada So.

Soo kemudian mengajak Wook pergi dari Songak seperti rencana mereka sebelumnya, karena jika mereka meminta hal itu pada Raja baru sekarang, pasti dia akan mengabulkannya, namun sekarang Wook tak mau melakukannya. Mendengar penolakan Wook, So pun melangkah mundur.

“Sekarang… Aku tak bisa memiliki perasaan yang sama untukmu seperti yang aku lakukan di masa lalu, Yang Mulia. Aku ingin menjaga jarak darimu,” ucap Soo dan Wook bertanya apa semua itu karena So?

“Bahkan untuk satu saat… Pernahkah kau yakin tentang perasaanku padamu? Apa kau sungguh mempercayai aku?” tanya Soo balik dan Wook tak bisa menjawabnya. Tapi dia berjanji akan membuat Soo kembali padanya, namun Soo menjawab kalau hal itu tak akan mudah.

Yo melarikan diri ke hutan dan dikejar oleh para prajurit. So dan Wook juga ikut dalam pengejaran. Yo akhirnya berhenti karena dia mendapatkan jalan buntu, di depannya ada jurang. Tak punya pilihan lain, Yo pun berusaha mengalahkan para prajurit.

Disaat Yo sibuk bertarung, Wook mengganti pedangnya dengan busur panah dan hendak memanah Yo, namun So mencegahnya. “Jangan memburunya seolah dia binatang,” ucap So dan Wook pun menurunkan panahnya.

Tak lama kemudian Jung datang dan berkata kalau dia bisa meyakinkan Yo untuk menyerahkan diri, namun So mencegahnya, karena dia yakin Jung tak akan bisa menangani Yo sampai akhir, karena Yo adalah kakaknya.

Yo sudah berhasil mengalahkan beberapa prajurit dan sekarang giliran So yang maju untuk mengalahkannya. So berhasil menendang dada Yo dan menyuruhnya untuk menyerah, namun Yo tak mau. Karena Yo tak mau menyerah, So pun terpaksa mengeluarkan pedangnya. Baru beberapa detik bertarung, So sudah berhasil menancapkan pedangnya ke dada Yo dan Soo pun terus mendoron Yo sampai ke pinggir tebing. Walaupun sudah di tusuk, Yo tetap tak menyerah, dia mematahkan pedang So. Tak punya pilihan lain, So langsung mengayunkan pedangnya dan kembali melukai Yo. Mendapat luka untuk kedua kalinya, Yo ambruk dan karena dia ada di pinggir jurang, jadi Yo langsung jatuh ke jurang. So hendak menangkapnya, namun tak berhasil.

Jung shock dan langsung berlari mendekat, namun mereka sudah tak lagi melihat keberadaan Yo. So sendiri terdiam dan gemetar. Dia berjalan pergi dan saat di samping Wook, So sempat berhenti sejenak namun dia tak berkata apa-apa.

Jung memberitahu ibunya tentang apa yang terjadi pada Yo, tentu saja sang ibu tak bisa terima dan hendak pergi untuk mencari Yo. Ratu Yoo lagi-lagi menyalahkan So atas semua yang terjadi. Ratu Yoo histeris dan Jung langsung memeluknya. Dia berusaha menenangkan sang ibu dengan berjanji kalau dia akan selalu berada di samping ibunya.

So duduk di pinggir danau sendirian dan tak lama kemudian Soo menghampirinya. Melihat mata So berkaca-kaca, So pun bertanya ada apa?

“Jika aku datang kepadamu, aku tidak berpikir kau akan memaafkanku. Tapi aku pikir kau akan mengerti. Aku… menikam kakakku,” aku So dan menangis. Melihat So terpukul dan menangis, Soo pun menepuk-nepuk pundaknya. Karena So semakin menangis, Soo pun memeluknya dengan lembut. Hmmm.. so sweet….
Bersambung ke sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo episode 14

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *