Home » IU » Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 13 – 1

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 13 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 13 – 1, bercerita tentang Raja yang jatuh sakit dan agar Woo Hee tak menjawab pembunuh Raja, Baek Ah pun menggunakan tubuhnya untuk menahan pedang dari Woo Hee. Karena saat itu, Putra mahkota sedang pergi dengan beberapa prajurit, jadi Ji Mong dan Panglima Park menyembunyikan kematian Raja dari para pangeran dengan tujuan agar para pangeran terutama Yo dan Wook tidak melakukan pemberontakan untuk menyerang Cheondeokjeon. Bagaimana cerita lengkapnya? Yuk baca sinopsis dibawah ini:

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 12 – 1

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 12 – 2

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 13 – 1

Sumber gambar dan konten dari SBS

Raja pingsan dan Baek Ah menghadang pedang Woo Hae yang hendak di tusukkan ke Raja dengan tubuhnya. Melihat itu, Won langsung bertanya pada Yo tentang apa yang harus mereka lakukan sekarang dan Yo kemudian menyuruh Won untuk mencari Wook. Sadar dia sudah menusuk Baek Ah, Woo Hae menjatuhkan pedangnya dan Baek Ah langsung menedang jauh pedang milik Woo Hae. Semua orang fokus menyelamatkan Raja dan mereka tak tahu kalau Baek Ah tertusuk pedang. Sebelum semua orang tahu apa yang sudah Woo Hae lakukan, Baek Ah menyuruh Woo Hae pergi.

Raja sadarkan diri dan bertanya apa seperti ini caranya dia akan pergi? Dan Panglima Park langsung meminta Raja untuk tidak berkata hal-hal seperti itu.

“Betapa pendek dan singkatnya itu. Apa yang telah aku perbuat selama hidup di dunia ini?” tanya Raja dan Ji Mong menjawab kalau Raja sudah mendirikan sebuah kerajaan.

“Kerajaan? Apakah Goryeo akan bertahan selamanya? Apa aku membuat keputusan yang tepat dengan memilih Putra Mahkota Moo?” tanya Raja.

“Kita bisa memastikan kau membuat keputusan yang tepat, Yang Mulia. Putra Mahkota akan naik tahta,” jawab Panglima Park dan Raja merasa senang karena dia mempunyai teman-teman yang sangat baik.

“Perangku berakhir sekarang. Sekarang, pertempuranmu dimulai. Awasi Putra Mahkota… dan juga Pangeran Ke-4,” pesan Raja dan Panglima Park menangis mendengarnnya.

Soo teringat kembali pada permintaan So yang ingin menikah dengannya. So mengajaknya menikah karena ingin membuat Soo terbebas dari istana.

Yo bersama Won dan Wook pergi ke istana dan Yo berpesan pada ke dua adiknya kalau Putra Mahkota tak boleh tahu tentang siituasi yang terjadi sekarang. Wook menambahkan kalau semua jalan keluar dari Songak sudah di tutup.

“Saat raja meninggal kita harus amankan keputusan terakhirnya dan ambil kesempatan untuk kemenangan,” ucap Yo dan tepat disaat itu Jung muncul. Dia bertanya pada Wook tentang keadaan Raja dan belum sempat Wook menjawab, tiba-tiba beberapa prajurit datang dan berbaris di depan para pangeran. Panglima Park-lah yang memimpin para prajurit itu.

Panglima Park menyuruh semua pangeran pergi dan dia akan berjaga di tempat itu sampai Raja mengeluarkan keputusan terakhirnya. Tak ada satupun pangeran yang di perbolehkan menemui Raja, semua itu dilakukan sebagai antisipasi agar keputusan akhir Raja tak berubah.

Won kemudian memberitahu Yo kalau dia tak melihat So dimana-mana. Tentu saja Yo terkejut mendengarnya. Panglima Park menambahkan kalau siapapun yang masuk ke Cheondeokjeon tanpa izin Raja, maka dia akan di cap sebagai penjahat dan bersalah atas pengkhianatan. Jadi, semua pangeran harus segera pergi sekarang juga. Mendengar itu, Yo pergi terlebih dahulu dan diikuti oleh pangeran lain.

Kedua Ratu juga ingin melihat Raja, namun Ji Mong menghalanginya. Melihat semua Ratu dan Pangeran di larang menemui Raja, Ratu Yoo pun bisa menyadari kalau Raja melakukan semua itu sampai Putra Mahkota Mong datang.

Berbeda dengan Ratu dan para pangeran, Soo diperbolehkan masuk ke ruang Raja. Soo diminta membuatkan teh untuk Raja. Mencium aroma teh yang Soo buat, Raja bangun dan dia berkata kalau aroma teh yang Soo buat sama persis dengan buatan Soo Yeon ( dayang Oh ).

“Apa kau baik-baik saja?” tanya Soo dan Raja menjawab kalau dia akan segera meninggal, jadi dia minta untuk dipanggilkan Putra Mahkota. Putra Mahkota harus datang sebelum terlambat. Mendengar itu, Soo pun hendak mencari orang untuk memanggilkan Putra Mahkota, namun Raja melarangnya. Raja minta Soo sendiri yang memanggilkan Putra Mahkota, karena tak boleh satupun orang di kerajaan tentang kematian Raja sebelum Putra Mahkota tiba.

“Setelah kau meninggalkan ruangan ini, seseorang akan mendekatimu. Orang itu akan menanyakanmu tentang kondisiku. Untuk orang yang bertanya bagaimana kondisiku… beritahu orang itu bahwa aku meminta lebih banyak teh. Untuk orang yang bertanya apa aku mati, kau perlu berhati-hati. Orang itu mengejar tahta,” ucap sang Raja dan Soo langsung pergi keluar. Di luar, Panglima Park hanya saling tatap dengan Soo sejenak. Karena melihat Soo seperti sedang terburu-buru, jadi Panglima Park pun membiarkannya pergi.

“Cepat pergi. Kau tidak boleh mempercayai siapapun. Nasib Kerajaan Goryeo bertumpu pada bahumu. Itu mungkin alasan kau ada di sini,” sambung Raja.

So berkuda dengan cepat dan dia tiba-tiba berhenti karena beberapa orang menghadangnya. Orang-orang itu adalah orang suruhan Yeon Hwa. Yeon Hwa menghadang So karena tak membolehkan So pergi dari Songak. Melihat Yeon Hwa yang menghadangnya, So pun tahu kalau itu adalah perintah dari Wook.

“Kecurigaanku benar. Tadi malam, aku lihat Wook mengenakan baju besinya. Aku melihat dengan sangat jelas di bawah lengan bajunya. Aku heran mengapa ia diam-diam memakai baju besi di istana.Apa ia berencana membunuh rajapada pertemuan perdamaian?” ucap So.

Soo terus berjalan dengan kakinya yang masih sakit, tak lama kemudian seseorang memanggilnya dan orang itu adalah Wook. Melihat Wook menghampirinya, Soo terlihat bingung. Wook kemudian bertanya Soo mau kemana dan Soo menjawab kalau Raja minta lebih banyak teh, jadi dia akan pergi ke Damiwon. Wook pun mengangguk ngerti dan dia kemudian membahas tentang ajakan So untuk menikahi Soo. Karena Wook berkata kalau dia tak tahu So dan Soo punya hubungan seperti itu, Soo pun hendak menjelaskan tentang hubungan dia dan So yang sebenarnya, namun Soo tak menyelesaikan kata-katanya, karena dia teringat pada tugas Raja yang diberikan padanya. Jadi, Soo memutuskan pergi dan akan bicara dengan Wook nanti.

Ssaat Soo hendak pergi, dia terlihat ragu dan memutuskan untuk mengatakan sesuatu pada Wook. Namun sebelum sempat Soo berkata, Wook terlebih dahulu menanyakan sesuatu padanya, Wook bertanya apa Raja sudah meninggal? Mendengar pertanyaan itu, Soo terkejut karena menurut Raja, jika ada orang yang menanyakan apa Raja sudah mati, maka orang itu menginginkan tahta. Soo pun tertunduk lemas dan kemudian dia berkata, “Yang Mulia.. Apakah kau… ingin menjadi raja?”

Belum ada jawaban dari Wook, kita langsung dialihkan kembali pada Yeon Hwa dan So, dimana Yeon Hwa menjawab kalau acara tadi malam tidak penting. “Raja pingsan sekarang. Pertanyaannya, siapa yang akan duduk di atas tahta?” ucap Yeon Hwa.

“Penerus raja adalah Putra Mahkota Moo. Itu kehendaknya,” jawab So dan Yeon Hwa bertanya apa yang sebenarnya So inginkan? Apa So ingin menjadi Raja?

Pertanyaan Yeon Hwa sama dengan yang Soo ajukan pada Wook dan Wook masih terdiam.

Mendengar pertanyaan Yeon Hwa, So tersenyum dan bertanya apa menjadi Raja adalah sesuatu yang begitu mudah di dapatkan, sehingga mereka bisa jadi apa yang mereka inginkan. Yeon Hwa pun menjawab kalau dia bisa membantu So untuk menjadi Raja, jika So mau. Karena kalau Hwangbo dan Yeon Hwa mendukung So, maka So akan bisa jadi Raja.

Itulah tadi jawaban So dan sekarang kita beralih pada Wook untuk mendengar jawabannya dan Wook menjawab, “Saat aku kehilanganmu… Aku tidak bisa melakukan apapun dengan kekuatan terbatas yang aku miliki. Dalam rangka untuk melindungi orang-orang yang aku sayangi di dalam tempat ini Aku menyadari bahwa aku perlu menjadi yang paling kuat.”

Kembali lagi pada So yang bertanya pada Yeon Hwa tentang apa yang bisa dilakukan jika mereka jadi Raja? Yeon Hwa menjawab kalau dunia akan menjadi milik So dan semuanya akan menjadi milik So. Mendengar jawaban itu, So kemudian bertanya lagi apa hal itu termasuk dalam urusan memiliki hati seseorang?

loading...

Belum ada jawaban dari Yeon Hwa, kita kembali beralih pada Wook yang berkata, “Kau bertanya apa aku akan menjadi raja. Aku akan menjadi raja.” Mendengar pernyataan itu, Soo terkejut.

So berkata pada pada Yeon Hwa, jika dia menjadi Raja bisa mendapatkan hati orang yang disukai, maka mau melakukannya. “Aku akan… menjadi Raja,” ucap So.

Kedua Ratu berhasil masuk ke kamar Raja dan Raja pun membuka matanya. Namun yang di bayangkan oleh Raja malah Dayang Oh, Raja melihat Dayang Oh dengan rabut terurai dan pakaian putih berjalan sambil membawa beberapa bunga. Dayang Oh terlihat sangat cantik. Karena membayangkan Dayang Oh, Raja pun menyebut namanya dan Ratu Yoo terkejut mendengarnya, sampai dia tak bisa berkata-kata lagi. Setelah menyebut nama dayang Oh, Raja menghembuskan nafas terakhirnya. Raja mangkat di depan kedua Ratu. Mendengar Raja mangkat, Ji Mong terlihat kaget dan cemas.

Ratu Yoo tak bisa menerima kenyataan kalau Raja meninggal, dia menangis dan meminta Raja kembali. Dia tak mau di tinggal oleh Raja dengan cara seperti itu.

Kembali pada Wook yang berkata kalau dia ingin menjadi Raja demi Soo. Dia juga mengaku kalau besok, dia akan menyerang Cheondeokjeon bersama Yo. Tentu saja Soo langsung berkata kalau Wook tak boleh melakukan hal itu, karena Wook nanti akan dicap sebagai pengkhianat.

Wook langsung memegang lengan Soo, “Soo! Putra Mahkota tak akan bisa kembali. Berebut kursi kosong adalah pertempuran atas tahta. Jadi, jangan katakan pada siapapun. Kau hanya perlu bersembunyi dan menunggu aku. Kau bisa melakukannya, kan?” tanya Wook dan Soo terlihat bingung. “Aku akan bertanya sekali lagi. Apakah raja telah meninggal?” tanya Wook lagi dan jawaban Soo masih sama seperti tadi, dia menjawab kalau Raja meminta lebih banyak teh.

Mendengar jawaban itu, Wook langsung melepaskan Soo dan Soo pun hendak pergi. Langkah Soo terhenti karena mendengar Wook mengatakan kalau Putra Mahkota sekarang ada di Chahyeon. Namun Soo tak akan bisa membawa putra Mahkota ke istana. Walaupun begitu, Soo tetap meneruskan langkahnya untuk menemui Putra Mahkota.

Yeon Hwa mendesah karena mendengar So ingin menjadi Raja dengan alasan untuk mendapatkan hati seseorang. “Tahta bukan untuk duduk meremehkan dengan cara itu,” ucap Yeon Hwa dan So tetap beranggapan seperti itu, jadi dia meminta Yeon Hwa untuk membukakan jalan baginya. Namun Yeon Hwa tak bisa melakukannya, dia mengaku kalau dia menghentikan orang-orang dari bepergian untuk mencegah pengkhianat sementara Raja sakit.

“Aku tidak dapat membuka jalan bagi seseorang ketika aku tidak tahu siapa yang akan dia bawa kembali. Tak ada pengecualian. Silahkan kembali,” ucap Yeon Hwa.

Baek Ah menemui Woo Hee dan Woo Hee menyebut Baek Ah sudah mengacaukan semuanya. Kalau bukan karena Baek Ah, Woo Hee pasti sudah berhasil membunuh Raja. Dengan marah Baek Ah bertanya kenapa Woo Hee melakukan semua itu, dendam seperti apa yang membuat Woo Hee bertindak nekad begitu? Woo Hee kemudian mengungkapkan kalau Raja sudah membunuh semua keluarga Woo Hee dan hanya Woo Hee saja yang tersisa.

Mendengar itu Baek Ah terdiam sejenak dan kemudian bertanya apa itu sebabnya, Woo Hee punya bekas luka di pergelangan tangannya dan Woo Hee terdiam. Baek Ah kemudian meminta maaf pada Woo Hee atas nama Raja. Woo Hee menangis dan Baek Ah memeluknya, Baek Ah kembali minta maaf dan kali ini dia meminta maaf karena menjadi anak Raja, anak dari orang yang sudah menghabisi semua keluarga Woo Hee.

Yo berkata kalau dia akan mengasumsikan bahwa Raja sudah meninggal atau hampir mati. Mendengar itu, Won pun bertanya apa Putra Mahkota akan segera kembali. Tepat disaat itu, Jung datang dan Won langsung bertanya apa Jung punya berita tentang Cheondeokjeon? Apa Raja sudah meninggal?

“Jangan bicara sembarangan. Dia pasti punya banyak energi setelah meminum teh dari Damiwon,” jawab Jung dan Won pun bertanya-tanya kenapa Raja menyandera kedua Ratu. Oh… pantes kedua Ratu dibiarkan masuk, semua itu karena Panglima Park dan Ji Mong tak bisa membiarkan kedua Ratu memberitahu anak-anaknya kalau Raja sudah meninggal. Karena kalau semua pangeran tahu ayahanya meninggal dan di istana tak ada Putra Mahkota maka mereka semua akan saling bunuh untuk mendapatkan tahta.

Yo kemudian bertanya dari mana Jung tahu tentang Raja yang menginginkan banyak teh dari Damiwon dan Jung pun menjawab kalau Hae Soo yang memberitahunya. Karena dari kemarin, Soo lah yang membuatkan teh untuk Raja. Mendengar itu, Yo langsung memerintah kedua adiknya untuk mencari Soo, karena hanya Soo satu-satunya orang yang keluar dari istana raja dan tahu kondisi raja. Sebelum Soo menemui Putra Mahkota, mereka harus mencegahnya.

Soo sudah berada di ruang baca dan dia tak menemukan Putra Mahkota disana. Soo terus berlari mencari Putra Mahkota. Tepat disaat itu Won muncul dan bertanya pada prajurit tentang keberadaan Soo. Untung saja Soo melihat lebih dulu jadi dia sempat bersembunyi dari Won. Tepat disaat itu, So muncul dan menarik Soo agar tak terlihat oleh Won.

Pada So, Soo langsung berkata kalau Raja sudah meninggal, tentu saja So terkejut mendengarnya. Ternyata… walau Soo terus menolak So, dia lebih percaya So daripada Wook. Soo pun menceritakan semuanya, mulai dari perintah Raja untuk memberitahu Putra Mahkota kalau Raja sudah meninggal sampai rencana Yo yang ingin menyerang istana Raja besok hari. So kemudian memberitahu Soo kalau Putra Mahkota ada di Hubaekje, tapi semua jalan menuju ke sana sudah diblokir. Mendengar nama Hubaekje, Soo pun tahu dengan orang yang tahu jalan ke sana.

Siapa orangnya? Soo tak mengatakannya, tapi kita langsung diperlihatkan kembali pada Baek Ah dan Woo Hee. Woo Hee hendak pergi namun Baek Ah mencegahnya, dia ingin Woo Hee tetap diistana, lagi pula tak akan ada yang mengenalinya.

 

 

“Apakah salah untuk memintamu melupakan semuanya dan bersamaku?” tanya Baek Ah dan belum sempat Woo Hee menjawab, Soo muncul dan langsung memanggil Woo Hee. Mendengar Soo menanyakan tentang Hukbaekje, Baek Ah langsung menarik Woo Hee kebelakangnya dan bertanya kenapa Soo menanyakan hal itu. Soo pun menjawab kalau mereka harus segera membawa Putra Mahkota kembali.

“Bagaimana bisa aku percaya gadis ini?” tanya So melihat Woo Hee.

“Dia temanku. Kau bisa percaya padanya,” jawab Soo dan Woo Hee terkejut mendengarnya.

“Aku tidak tahu apa itu, tapi dia baik,” tambah Baek Ah dan Woo Hee tak menyangka orang-orang yang baru dia kenal, sangat mempercayainya, padahal dia datang ke istana untuk membunuh Raja. So kemudian memberitahu Baek Ah kalau Raja sepertinya sudah meninggal, mendengar itu Woo Hee hampir terjatuh lemas, untungnya Baek Ah cepat menangkapnya.

Selain kabar Raja meninggal, So juga memberitahu Baek Ah tentang rencana Yo dan Wook yang ingin menyerang Cheondeokjeon untuk mengejar tahta. Jadi, So akan tetap di Songak untuk menghentikan mereka dan Baek Ah yang harus keluar dan membawa Putra Mahkota, walaupun harus memerlukan waktu lama karena Wook sudah memblokir semua jalan keluar. Mendengar itu, Woo Hee pun akhirnya berkata kalau dia tau satu jalan yang bisa digunakan untuk keluar masuk dari Songak ke Hukbaekje.

Wook memberitahu Yeon Hwa kalau So pergi dari Songak pasti dia akan membawa Putra Mahkota dan Wook sendiri masih belum tahu apakah Raja masih hidup atau sudah meninggal, karena dia belum mendengar kabarnya dari sang ibu. Mendengar itu Yeon Hwa menyarankan agar Wook menyerang kediaman Raja dengan alasan menyelamatkan ibu mereka, setelah itu mereka bisa mengumumkan kalau Wook lah yang menjadi Raja. Tentu saja Wook tak mau, karena dia tak mau menjadi Raja dengan cara memberontak. Dia ingin menjadi raja yang tanpa cacat sedikitpun.

“Aku tidak tahu apa maksudmu sebenarnya. Kau mengenakan baju besimu saat kau memasuki istana kemarin. Aku kira kau ada di pihak Yo tapi kau tidak akan membunuh Putra Mahkota. Aku bingung,” ucap Yeon Hwa.

“Aku memprioritaskan. Siapa yang lebih menguntungkan untuk diserang terlebih dahulu? Putra Mahkota atau kakak ketigaku? Atau… Aku tidak boleh membuat kesalahan di jalanku menuju tahta,” jawab Wook dan Yeon Hwa senang karena kakaknya telah berubah. Wook sudah lebih ambisius mendapatkan tahta dibanding Yeon Hwa, jadi Yeon Hwa pun tak usah bersusah payah lagi untuk menyeret Wook ke kursi Raja. Wook pun menjawab kalau situasinya tidak berubah, maka dialah yang harus berubah.

“Hal yang paling membuatku cemas… adalah pengkhianatan dari satu orang,” aku Wook dan orang yang Wook maksud adalah Soo dan kitapun langsung dialihkan pada Soo yang sekarang sudah berada di depan singgasana Raja.

So menghampirinya dan bertanya apa Soo mau duduk disana, tentu saja Soo menjawab tidak, karena dia tak suka. Demi duduk di tempat itu, semua orang membahayakan diri mereka, bahkan Raja harus membuang Dayang Oh yang notabennya adalah orang yang dia cinta hanya untuk mempertahankan kursinya. Selain itu, So juga harus melawan saudara-saudaranya, jadi Soo pun beranggapan kalau itu adalah kursi yang menakutkan.

Soo kemudian bertanya apa So akan menyakiti semua saudaranya dalam peperangan besok? Mendengar pertanyaan itu, So pun tahu kalau yang dikhawatirkan Soo adalah Wook. Soo pun bertanya balik, apa Soo masih menganggap Wook sebagai kerabatnya? Kalau memang begitu, kenapa Soo malah datang pada So dan mengatakan semua permintaan Raja.

“Dia bilang ini demi aku. Dia marah karena tak bisa melakukan apapun ketika aku diusir dari istana. Dia tidak dapat menolong dan meninggalkan aku. Dia bilang ingin kekuatan yang lebih,” jawab Soo dan So tahu akan hal itu, karena dia juga merasakan hal yang sama.

“Raja mengatakan kepadaku untuk menjalani hidupku rasional dan sesuai dengan alasan. Itu sebabnya aku berpihak pada Putra Mahkota. Tapi bila Pangeran Ke-4 terluka… Aku akan takut selamanya,” aku Soo dan So pun berjanji kalau dia akan berusaha untuk tidak melukai Wook dalam pertempuran besok. Karena So juga tak mau Wook meninggal.

“Aku juga bisa meninggal. Kau tidak mencemaskan aku?” tanya So dan Soo dalam hati menjawab kalau Soo tak akan meninggal karena So adalah Gwangjong dan dia punya sejarah panjang di depannya.

“Kau akan baik-baik saja, Yang Mulia. Aku tidak tahu yang lain, tapi aku yakin tentang itu,” ucap Soo yakin dan So sedikit tersenyum.

Bersambung ke sinopsis Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo Episode 13 – 2

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis moon lovers episode 13
  • scarlet heart ryeo cap 13
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *