Home » IU » Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Haert Ryeo Episode 16 – 1

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Haert Ryeo Episode 16 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Haert Ryeo Episode 16 – 1, bercerita tentang Eun dan Deok yang benar-benar mati. Namun kejadian yang sebenarnya sangat berbeda dengan apa yang dibayangkan dan di takutkan Soo selama ini. Ternyata alasan So membunuh Eun, karena Eun sendiri yang minta sebagai hadiah ulang tahun yang sebelumnya So pernah janjikan. Saat itu So berjanji akan melakukan sesuatu yang hanya dia yang bisa melakukannya untuk Eun. Dengan alasan tak mau membiarkan Deok pergi sendiri dan karena lebih memilih mati di tangan So dari pada Yo, Eun pun meminta So untuk membunuhnya.

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Haert Ryeo Episode 15 – 2

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Haert Ryeo Episode 16 – 1

Sumber konten dan gambar dari SBS

Eun dan Soon Deok melawan para penjaga dan dari atas Yo menonton mereka. Soon Deok terluka dan Eun memohon pada Yo untuk membiarkan mereka pergi. Jika Yo membiarkan mereka pergi, mereka berjanji tidak akan pernah kembali ke Goryeo lagi. Namun Yo tak mengabulkan permohonan Eun, dia bahkan memberi kode penjaga untuk membunuh mereka berdua.

Soon Deok melihat penjaga yang hendak menebaskan pedangnya, jadi diapun langsung memasang badan untuk melindungi Eun. Soon Deok kena tebas dan langsung terjatuh. Eun menghampirinya dan berkata kalau semuanya akan baik-baik saja. Namun baru kelang beberapa detik, Deok langsung menutup matanya. Dia meninggal.

Disaat Eun sedang meratapi kepergian istrinya, Yo dengan sadisnya memanah tangan Eun. Karena anak panahnya belum berhasil membuat Eun mati, Yo kembali mengarahkan anak panahnya pada Eun. Tepat disaat itu, Yo muncul dan menghalangi Yo melakukan semua itu. Jung dan Soo juga muncul dan Jung juga ingin menolong Eun, namun di hadang penjaga.

Saat So sedang sibuk mengalahkan seorang penjaga yang hendak menebak Eun, Yo kembali memanah Eun dan tepat di dadanya. Semuanya tercengang melihat kejadian itu. So pun langsung menghampiri Eun.

“Apakah kau ingat saat ulang tahunku? Kau bilang kau akan memberiku hadiah apapun yang ku inginkan. Apa kau ingat itu? Aku diberitahu ada hadiah yang hanya bisa diberikan olehmu. Dia memanipulasi aku,” ucap Eun dengan terbata-bata dan kemudian melihat ke arah Deok. “Gadis itu… Aku tak bisa membiarkan dia pergi sendiri,” sambung Eun dan melihat Yo kembali memasang anak panahnya.

“So hyungnim…. Aku lebih suka jika kau hanya… Ini adalah hadiah yang hanya kau yang bisa memberinya padaku,” pinta Eun dan So benar-benar merasa emosi karena hal itu. Namun dia tak punya pilihan lain, lagi pula Eun juga akan mati di tangan Yo, kalau dia tak membunuhnya.

So berdiri dan menebaskan pedangnya ke tubuh Eun. Dalam sekejap Eun pun roboh dan dengan sedikit sedikit kekuatan yang dia punya, dia hendak meraih Deok namun tak bisa karena dia terlanjur menghembuskan nafas terakhirnya.

Jung menyingkirkan pengawal dan langsung menghampiri Eun. So tertawa dan menangis karena sudah membunuh saudaranya sendiri. Melihat itu, Soo pun kembali teringat pada gambaran masa depan yang selalu menghantuinya. Soo terduduk lemas.

So menatap marah ke arah Yo, namun Yo tak mau ambil pusing. Dia memilih pergi dari tempat itu. So pun ikut pergi.

Melihat Eun yang tergeletak tak bernyawa, Soo pun teringat kembali hari-harinya bersama Eun.

So berjalan dengan membawa pedang yang sudah berlumur darah. Dia berpapasan dengan Panglima Park. Namun tanpa berkata sepatah katapun, So meneruskan langkahnya. Panik, Panglima Park langsung pergi ke tempat kejadian.

Panglima Park senyum tak percaya melihat Deok sudah tak bernyawa, “Aku pernah berkata padanya. Pangeran Ke-13 itu tampan. Pangeran Ke-13 itu tampan. Aku menyuruhnya untuk menikah dengan salah satu dari mereka. Namun, gadis ini bersikeras menikahi Pangeran Ke-10. Dia bilang dia adalah cinta pertamanya. Jika aku tahu ini akan terjadi, aku akan menghentikannya. Aku kira dia akan tetap menikahinya bahkan jika ia tahu ini akan terjadi. Soon Deok-ku adalah gadis seperti itu. Dia selalu percaya pada dirinya dan tidak tahu caranya mengubah itu,” ucap Panglima Park dan kemudian dia bertanya pada Soo apakah Deok mendapatkan banyak cinta dari Eun.

“Banyak. Sangat banyak. Mereka saling mencintai,” jawab Soo.

“Ya sudah, kalau begitu. Ya sudah. Itu cukup. Maaf, Soon Deok. Sekarang, ayahmu… Sekarang, ayahmu tidak bisa berbuat apa-apa untukmu. Soon Deok,” ucap Panglima Park sedikit merasa lega.

Jung emosi dan langsung mengambil pedang. Dia berniat untuk membunuh So sebelum So membunuh semua orang, namun Soo menghalanginya. Dia menangkap tangan Jung, agar Jung tak pergi.

“Dia yang menginginkan itu. Pangeran Eun menginginkan itu. Ini bukan salahnya. Dia mengalami waktu yang sulit juga,” ucap Soo dengan menangis dan memegangi tangan Jung. Jung pun langsung membuang pedangnya, dia menangis dan berteriak.

So sudah berada di depan istana dan Ji Mong menghampirinya. Pada Ji Mong, So pun berkata, “Aku harus menjadi anjing yang membunuh. Seekor anjing yang menggigit pemiliknya dan mengambil alih rumah pemiliknya. Aku akan menjadi anjing serigala rabies.”

So berjalan pergi dan kemudian berhenti sejenak, dengan tatapan penuh amarah, So dalam hati berkata, “Aku, Wang So, akan menjadi Raja Goryeo.”

Yo memberitahu Wook kalau Eun dan Deok sudah mati. Mendengar itu, tangan Wook gemetar, namun dia menahannya. Dia tak memperlihatkannya pada Yo.

“Eun sudah mati. Dia dan istrinya sudah meninggal. Dengan ini, Pemberontakan Wang Gyu bukanlah buatan, tapi fakta,” ucap Yo dan Wook pun dengan berat hati mengucapkan selamat pada Yo.

Yo kemudian berencana memindahkan ibu kota ke Seokyeong dalam waktu dekat ini, semua itu agar Wang Sik Ryeom merasa senang.

Baek Ah menemui So dan mengatakan kalau Eun dan Deok tidak akan di makamkan, karena mereka sudah diberi label pengkhianat. Mereka semua juga tak akan mengenakan pakaian berkabung mereka, karena Eun tidak bisa dimakamkan di pemakaman keluarga kerajaan. Mayat Eun dan Deok, akan di buang ke luar benteng, ke dalam hutan untuk menjadi makanan burung gagak. Jadi Baek Ah dan Jung secara diam-diam mengurus mayat mereka berdua dan menguburkannya. Namun anak panah dalam tubuh Eun tak bisa dilkeluarkan, jadi Jung mematahkan panahnya.

“Eun…masih mengingat ulang tahun itu. Bahkan aku sudah lupa tentang hal itu. Dia bilang itu adalah hadiah yang hanya aku yang bisa memberikannya,” ucap So sedih.

loading...

“Eun akan berterima kasih atas apa yang kau lakukan untuknya saat ini,” jawab Baek Ah dan Ji Mong menghampiri mereka dengan membawa surat yang Soo tinggalkan untuknya. Ji Mong baru menemukannya sekarang. Dalam surat itu, Soo memberitahu kalau Eun ada di Damiwon.

Soo berdiri di pinggir danau, dia disana menunggu So. Dia berdiri sampai kakinya pegal. Tak lama kemudian So datang dengan wajah serius, sehingga membuat Soo tanpa sadar melangkah mundur. Melihat itu, So pun bertanya apa Soo sekarang melihat dia seperti monster, karena sudah membunuh Eun.

“Itu keputusan yang sulit untuk dibuat. Aku tahu itu,” jawab Soo.

“Mengapa kau menyembunyikan fakta bahwa ia berada di Damiwon? Kau tidak percaya aku, bukan? Kau tidak mengatakan apapun karena khawatir aku mungkin akan membunuh Eun,” tanya So dan Soo mengiyakan.

“Benar. Aku mengkhawatirkan Pangeran Ke-10. Aku takut sesuatu akan terjadi yang akan menyebabkan rasa sakit yang hebat untukmu juga. Aku pikir menghindari situasi akan baik-baik saja, tapi aku terlambat menyadarinya bahwa itu dapat menyakiti perasaan masing-masing. Itu sebabnya aku meninggalkan surat itu. Aku percaya padamu. Aku tahu butuh beberapa waktu, tapi aku sungguh percaya padamu. Aku menyadari bahwa perasaanku untukmu adalah cukup untuk mempercayaimu tak peduli apapun,” aku Soo.

“Tapi… sekarang aku tidak merasa seperti itu. Ketika aku melihatmu… Aku hanya akan ingat apa yang terjadi karena kurangnya kepercayaan yang kau miliki dalam diriku. Eun meninggal karenamu. Aku akan ingat bagaimana aku harus membunuhnya. Dalam rangka menyelamatkanmu.. Aku menjadi anjing raja dan perasaanku padamu tetap tidak berubah. Sekarang itu telah berubah. Mari berhenti sekarang,” jawab So dan hendak pergi. Namun Soo tak percaya pada apa yang So katakan. So kemudian mengingatkan Soo kalau mereka berdua sebelumnya sudah pernah berjanji untuk tidak saling berbohong, jadi dia tak mau lagi bersama Soo yang tak mempercayai dirinya.

So pergi dan Soo merasa sedih. Matanya berkaca-kaca.

So pergi ke perpustakaan dan saat menaiki tangga, So hampir ambruk. Ternyata apa yang dia katakan tadi hanyalah kebohongan agar Soo benci dan menjauhi dirinya. Semua itu demi kebaikan Soo sendiri.

Keesokanharinya, dihadapan para menteri, Yo memberi hadiah pada So atas jasanya membunuh Eun dan Deok.

“Pangeran Ke-4 Wang So, saudara yang aku sayangi, telah mengeksekusi pengkhianat Eun dan istrinya Park Seon Deok. Oleh karena itu, aku memberinya sepuluh ribu bidang tanah di dekat Songak untuk pertanian dan membangun rumah. Dan, karena energi kehidupan Songak telah habis, ibukota akan dipindahkan ke Seokyeong.Dia akan menjadi pengawas konstruksi di sana sebagai orang kepercayaanku,” ucap Yo dan Panglima Park terlihat tak senang mendengarnya.

“Aku akan mengabdikan diriku dan membayarmu untuk kepercayaanmu, Yang Mulia,” jawab So.

Ruangan sudah sepi hanya tinggal Yo dan Jung disana. Jung bertanya apa Yo tak merasa takut setelah melakukan pertumpahan darah seperti kemarin. Yo dengan santai menjawab kalau akan sulit duduk di atas tahta tanpa melakukan pertumpahan darah. Jadi, Jung harus mulai hati-hati sekarang ini. Jung menjawab kalau dia akan pergi ke perbatasan dan tak akan kembali ke istana.

“Kau lakukan itu. Bagaimanapun, pikirkan Ibu dan hindari garis depan. Tetap dalam keselamatan pasukanmu,” pesan Yo sebagai kakak yang baik.

“Aku telah hidup seperti pengecut berkali-kali, jadi aku tidak bisa melakukan itu. Aku akan lihat seberapa lama garis hidupku sebenarnya. Aku harus membayar untuk beberapa kejahatanmu. Ini dari Eun,” ucap Jung dan kemudian meninggalkan anak panah yang dia patah dari tubuh Eun.

Melihat anak panah itu, Yo tiba-tiba terngiang suara Eun yang meminta pengampunan darinya. Takut, Yo pun langsung meminta kasimnya untuk menaruh sesajen baru untuk orang mati di Gaeguksa.

Keluar dari istana, Panglima Park sengaja menyindir So yang akan menjadi sangat kaya karena diberi tanggung jawab membangun benten baru. “Kau sudah menjadi sangat kaya juga. Dia punya semua ini karena menangkap dan membunuh putri dan menantuku. Aku harap kau berumur panjang, sangat panjang,” ucap Panglima Park dan pergi.

Para menteri yang berjalan di belakang Panglima Park, ikut-ikutan mengejek So yang tega membunuh adiknya sendiri. Wook yang ada di samping So, hanya diam dan sejenak melihat ke arah So lalu berjalan pergi.

Flashback!
Malam dimana Ji Mong memberitahu So kalau Soo ternyata sudah menulis surat untuk mereka yang berisi pemberitahuan keberadaan Eun. Setelah itu, mereka menemui Panglima Park yang membahas keinginan So untuk menjadi Raja.

“Dukun di sana telah mengatakan itu sejak lama. Dia berkata bahwa dia melihat bintang raja untukmu, Yang Mulia. Itulah yang ayahmu, mendiang Raja Taejo, katakan juga. Jadi, dia mengirimmu kepadaku. Itu sebabnya dia ingin aku mengajarkan seni bela diri. Itu karena hal itu,” jelas Panglima Park. Namun So ingin menjadi Raja bukan karena dia memiliki bintang Raja, karena dia tak pernah percaya dengan hal-hal seperti itu. Melainkan karena dia merasa dia harus menjadi Raja.

“Jika aku harus dipaksa untuk membunuh karena kursi tersebut… Aku akan menjadi pemilik kursi itu dan menghentikan itu,” ucap So.

“Kau ingat apa yang mendiang raja katakan sebelumnya? Demi bangsa dan keluarga kerajaan… raja harus rela untuk membuang semua orang. Ini adalah kursi yang membuatmu membuang segalanya,” ingat Panglima Park yang kemudian bertanya siapa yang akan So buang, setelah dia tahu siapa yang akan So buang, Panglima Park baru akan memutuskan akan membantu So atau tidak.
Flashback End!

So sedikit tersenyum mengingat kembali apa yang Panglima Park katakan, lalu dia pun berjalan pergi dengan langkah gontai.

Baek Ah memberitahu Soo kalau So sudah berangkat ke Seokyeong dan tak akan kembali dalam waktu yang lama. Mendengar itu, Soo langsung pergi ke pinggir danau dan dia tak menemukan So disana. So benar-benar pergi tanpa menemui Soo. Tentu saja Soo sedih karenanya.

Beberapa musim telah lewat dan waktu dua tahun pun berlalu tanpa terasa. Namun Soo masih sering pergi ke pinggir danau, berharap So datang menemuinya. Chae Ryung sudah menjadi dayang tinggi dan dengan tergesa-gesa dia menemui Soo untuk memberitahukan kalau orang yang Soo tunggu selama 2 tahun ini sudah datang ke istana. Mendengar itu, Soo langsung berlari untuk menemui orang tersebut.

Soo masuk ke Damiwon, namun dia langsung terlihat lemas karena orang yang datang bukanlah orang yang selama ini dia tunggu. Orang yang datang adalah Jung, bukan So. Walaupun merasa sedikit kecewa, Soo tetap menyambut kedatangan Jung dengan senyum.

Soo kemudian menyajikan teh untuk Jung dan Jung merasa senang karena dia tak menyesal datang dua hari lebih cepat, sehingga dia bisa menikmati teh buatan Soo. Selain itu, dia juga harus berkunjung ke makam Eun untuk pamer pada Deok kalau dia sudah melakukan lebih banyak dari apa yang pernah Deok lakukan.

“Kau jenderal sekarang. Rasanya sedikit rendah darimu,” ucap Soo dan tersenyum.

“Aku khawatir kau mungkin meninggalkan istana sementara aku pergi,” ucap Jung.

“Kemana aku akan pergi?” tanya Soo dan Jung kemudian membahas tentang pernikahan. Dia bertanya apa Soo tidak akan menikah? Karena seorang gadis dari keluarga yang baik dapat meninggalkan istana jika dia menikah.

“Haruskah aku menikah dan menjalani hidupku dengan mengurus seseorang?” tanya Soo yang kemudian mengaku kalau dia akan pensiun ketika dia semakin dan kemudian pergi berlibur di suatu tempat yang jauh.

“Aku akan pergi ke gurun untuk naik unta dan pergi ke lautan jauh. Aku sudah menabung semua uang dari hasilku bekerja,” ungkap Soo dan Jung tertawa mendengarnya.
Bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis moon lover eps 16
  • sinopsis moon lovers episode 16
  • sinopsis scarlet heart episode 16
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *