Home » IU » Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Haert Ryeo Episode 15 – 2

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Haert Ryeo Episode 15 – 2

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Haert Ryeo Episode 15 – 2, bercerita tentang Soo yang masih tak bisa percaya pada So untuk memberitahukan keberadaan Eun, padahal So berkata kalau dia akan menyelamatkan Eun, semua itu karena Soo melihat bayangan So membunuh Eun. Tapi karena keputusan Soo untuk menyembenyikan Eun, malah membuat semuanya semakin runyam. Di akhir episode, Eun ketahuan bersembunyi di damiwon dan para penjaga langsung menyerbu damiwon untuk menangkapnya.

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Haert Ryeo Episode 15 – 1

Sinopsis Moon Lovers: Scarlet Haert Ryeo Episode 15 – 2

sumber gambar dan konten dari SBS

 

So menemui Ji Mong dan Ji Mong berkata kalau bintang kembar Pangeran ke 10 sudah naik ke atas Istana, jadi So harus segera mencarinya. So menjawab kalau dia sudah mencari dimana-mana namun dia tak menemukannya, Eun juga tak ada di Damiwon. Mendengar itu, Ji Mong sedikit tak percaya.

“Aku harus percaya padamu seberapa persen di saat seperti ini? Apa kau sudah tahu Moo Hyungnim akan mati seperti itu? Apa kau sudah tahu saudara ketigaku akan menjadi raja?”tanya So.

“Apa kau bisa membayangkan bagaimana rasanya menjadi diriku yang tahu semuanya tapi tidak ingin terlibat? Beginilah hukuman bagi orang yang bisa membaca bintang. Namun, perubahan takdir Pangeran ke-3 juga membuatku terkejut. Dia hanya lahir dengan bintang pengkhianat. Pasti ada variabelnya. Ada yang salah. Apa yang telah berubah sehingga Pangeran ke-3 menjadi raja? Aku penasaran,” jawab Ji Mong.

Di ruangannya Wook berusaha menelaah tentang peringatan Soo yang menyuruhnya untuk hati-hati pada So. Tepat disaat itu Yeon Hwa muncul dan Wook kemudian memberitahunya tentang apa yang sedang dia pikirkan.

“Begitulah yang dikatakan Hae Soo padaku. Berhati-hatilah terhadap Pangeran ke-4. Dia bilang aku tidak boleh menghalanginya. Sama seperti yang dia katakan. Dia merampas segalanya. Seberapa kerasnya usahaku…So merampas segalanya dariku. Kenapa demikian? Apa yang harus kulakukan?” ucap Wook.

Jung datang ke Damiwon dan mencari Soo, dia bertanya pada dayang yang ada disana dan si dayang tak tahu keberadaan Soo. Dia kemudian bertanya pada dayang lain yang melintas, namun si dayang kedua yang ditanya tak mau menjawab dan berbalik menghadap. Kenapa demikian? Karena dayang yang Jung tanya adalah Seok Deok.

Tapi karena Jung menyebutnya tak sopan, Seon Deok pun hanya sedikit menoleh dan dengan suara pelan meminta maaf pada Jung. Saat Seon Deok hendak berbalik lagi, gelas yang ada di nampannya terjatuh dan dengan cepat dia menangkapnya. Melihat dayang yang ada di depannya bisa dengan cepat menangkap cangkir, Jung pun bisa dengan tepat menebak kalau wanita yang ada di depannya itu adalah Seon Deok.

Karena Jung sudah tahu, jadi dia pun diajak untuk berdiskusi membicarakan rencana bagi Eun untuk keluar dari Songak. Seon Deok bingung dia dan Eun harus keluar lewat mana karena semua pintu keluar di jaga ketat oleh penjaga. Karena faktanya bahwa kakak kandungnya sendiri yang kejam, Jung pun mengaku malu punya kakak seperti dia. Eun kemudian berharap kalau mereka punya alat terbang milik Ji Mong atau paling tidak punya lubang di tanah. Mendengar pernyataan Eun, Soo jadi ingat kalau ada gua yang menghubungkan damiwon keluar.

Selesai berdiskusi, Soo keluar dan Seon Deok mengikutinya. Seon Deok bertanya apa dia bisa bertemu ayahnya melalui Ji Mong, karena dia ingin berpamitan sebelum pergi. Namun Soo tak mengizinkannya, karena Ji Mong selalu bersama So.

“Aku penasaran selama ini. Kenapa kau tidak percaya pada Pangeran ke-4? Bukannya kalian punya hubungan spesial?” tanya Seon Deok dan Soo menjawab kalau dia punya alasan sendiri. Seon Deok pun berterima kasih, kalau alasan Soo itu adalah demi dia dan Eun. Namun dia tetap merasa ada yang aneh, karena Soo tak percaya pada So.

“Aku tahu ada rumor buruk tentang Pangeran ke-4. Dia tidak akan menangkap orang tanpa alasan. Jika dia tak pernah mengkhianatimu…bukankah kau harus percaya pada orang yang kausukai?” tanya Seon Deok

Soo kemudian teringat pada pesan Raja yang berkata: “Jangan terlalu terpaku pada masa depan sampai kau merelakan semua yang kaumiliki sekarang.”

“Kau benar. Kau benar, Nyonya. Aku bodoh. Dia selama ini tak pernah berbuat salah padaku. Aku akan menemui Ahli Perbintangan,” ucap Soo dan kemudian hendak pergi menemui Ji Mong di perpustakaan. Namun dia tak menemukannya disana. Jadi Soo pun menunggu sambil menulis sesuatu di meja.

Seon Deok dan Jung pergi ke gua untuk memindahkan batu-batu yang menutupi pintu gua. Melihat Seon Deok kepanasan karena rambutnya mengenai leher, Jung pun kemudian meminjamkan jepit rambut kepadanya. Melihat Jung membawa jepit rambut wanita, Seon Deok pun jadi penasaran dan bertanya kenapa Jung membawanya? Namun Jung tak mau menjawab, dia hanya menyuruh Seon Deok mengembalikan lagi padanya.

“Kelihatannya, ini bukan barang baru. Apa ini punya orang yang kau cintai?” tanya Seon Deok dan melihat Jung tersenyum, Seon Deok pun berkata kalau dia kira Jung hanya tau soal bertarung saja dan tak akan pernah memikirkan wanita. Karena sifat Jung yang seperti itu, Seon Deok pun jadi penasaran wanita seperti apa yang Jung sukai.

“Dia seseorang yang mengorbankan hidupnya untukku. Dia mempertaruhkan hidupnya untuk menyelamatkanku,” cerita Jung dan kita diperlihatkan kembali saat Soo berusaha menolong Jung dari preman yang hendak memotong tangannya.

Kita juga diperlihatkan saat Soo bernyanyi saat acara ulang tahun Eun.

“Awalnya, saat aku melihat dia bernyanyi. Saat itulah aku tahu. Suatu hari, aku ingin dia beryanyi hanya untukku. Aku mulai berharap itu akan terjadi. Perasaan seperti itu…apa itu artinya menyukai seseorang?” tanya Jung yang tak mengatakan siapa wanita yang dia sukai pada Seon Deok.
“Aku yakin akan hal itu,” jawab Seon Deok karena dia juga pernah merasakan hal seperti itu.

Flashback!
Seon Deok kecil melihat sedih pada kakaknya yang sedang berlari-larian bersama teman-temannya.
“Waktu kakak perempuanku terpilih menjadi istri raja….semua anak perempuan keluarga penguasa berkumpul bermain bersama. Bahkan saat itu, aku jauh lebih nyaman memakai baju bajaku. Menurut anak-anak lain, aku orang yang berbeda,” ucap Seon Deok bercerita.

“Aku lebih suka berada di medan perang,” ucap Seon Deok kecil saat melihat kakaknya bermain dengan anak perempuan lainnya.

Tak lama kemudian muncul seorang anak laki-laki yang memberinya bunga dan berkata, “jangan menangis” pada Seon Deok. Seon Deok yang diberi bunga, tak langsung menerimanya, dia malah melihat terus ke arah anak laki-laki, sampai si anak laki-laki bertanya, “Bukannya kau suka bunga ini?”

Mendengar itu, Seon Deok pun baru sadar kalau anak laki-laki itu bisa berkata seperti itu karena melihat motif bunga yang ada di bajunya. Menyadari itu, Seon Deok malah menyembunyikan tangannya ke belakang badan.

“Aneh. Biasanya semua anak perempuan cantik suka bunga. Kau juga akan suka bunga ini, ‘kan?” tanya anak laki-laki itu dan Seon Deok tersenyum mendengarnya. Hmm… ternyata anak laki-laki itu adalah Eun kecil.
Flashback End!

“Jika kau memang menyukai seseorang, kau tidak akan pernah bingung soal itu. Jangan khawatirkan hal itu dan perjuangkan perasaanmu. Aku akan menyemangatimu. Buktinya cinta pertamaku jadi kenyataan. Karena aku akan menyemangatimu… …aku tahu cintamu juga akan terwujud,Yang mulia,” ucap Seon Deok dan Jung pun jadi mulai yakin dengan perasaannya.

“Hwai… ting!” ucap Jung menyemangati dirinya sendiri.

Yeon Hwa datang ke istana dan memberi salam pada Yo sebagai Raja baru. Melihat Yeon Hwa datang dengan mengenakan cincin darinya, Yo pun tertawa mengejek. Kebetulan Yeon Hwa datang sebelum di panggil, Yo pun langsung mengatakan rencananya tentang pernikahan Yeon Hwa. Mendengar itu, Yeon Hwa tersenyum penuh harap, namun senyumnya langsung menghilang saat Yo berkata kalau dia akan mengirim Yeon Hwa ke Khitan.


“Mendiang raja akhir menjanjikan putrinya, namun Putri Kyung Hwa dinikahkan dengan So. Oleh karena itu, aku juga telah setuju mengirim anggota kerajaan. Selamat atas pernikahanmu, Yeon Hwa,” ucap Yeon Hwa.

“Kenapa semua orang yang duduk di takhta selalu mengancamku dengan pernikahan? Entah itu ayahku atau saudaraku. Kalian semua sama saja. Apa kalian percaya bahwa pernikahan satu-satunya cara mengendalikan wanita? Aku kecewa padamu,” ucap Yeon Hwa.

“Apa jangan-jangan kau masih serakah ingin menjadi ratu, ya? Kakakmu mengkhianatiku dan kau berpihak padanya. Aku tidak bisa….menerima keluargamu sebagai iparku,” ungkap Yo dengan sikap Yeon Hwa selama ini padanya.

Yeon Hwa keluar ruangan raja dengan langkah gontai. Dia marah dan kesal, bahkan dia langsung membuang cincin dari Yo. Di dalam kemarahannya itu, dia kembali teringat pada pernyataan So yang berkata kalau dia menyukai Soo dan tanpa Soo, dia tak punya masa depan. Yeon Hwa menangis karena di tolak oleh dua orang pria sekaligus.

Di kamar, Eun merasa bosan karena dia tak bisa kemana-mana selain di kamar itu, padahal dulu dia adalah pangeran yang suka berkeliaran kemana-mana. Melihat Eun yang begitu kesal terkurung di kamar, Seon Deok pun mengajaknya ke tempat pemandian, karena Soo tidak mengizinkan dayang junior masuk malam-malam ke tempat itu.

Berada di tempat pemandian, mereka berdua malah sama-sama canggung. Eun ragu membuka bajunya dan saat dia hendak membuka baju Seon Deok terlebih dahulu, Seon Deok terus menghindar.


loading...

Karena tak mandi, akhirnya mereka hanya bermain disana. Eun membuat berbagai bentu dengan menggunakan handuk, setelah itu membuat kapal-kapalan yang mereka gunakan untuk bertanding. Untuk urusan mengipas, Seon Deok unggul namun sebelum sampai ke tempat finish, dia sengaja memelankan kapalnya, agar Eun senang karena menang.

Yang kalah tangannya harus dipukul, namun ketika Eun hendak memukul tangan Seon Deok, dia terdiam karena melihat tangan Seon Deok merah-merah.

“Tanganku jadi sakit karena sering memukulmu,” ucap Eun sebagai alasan tak mau memukul tangan Seon Deok.

Seon Deok kemudian memberikan ketapel milik Eun yang sempat dia bawa ketika mereka kabur. Dia membawanya karena itu adalah barang kesukaan Eun. Tentu saja Eun senang kembali memegang ketapelnya.

“Pangeran apanya… Aku malah ingin membuka toko mainan terbesar di Songak. Itulah impianku,” ucap Eun sedih karena merasa keinginannya itu tak akan tercapai.

“Kau bisa melakukannya. Kita bisa pergi ke Tamra dan kau bisa buka toko mainan disana, Yang Mulia. Sedangkan aku, aku akan jadi guru bela diri disana,” jawab Seon Deok.

Eun kemudian memberikan kantong wewangian untuk Seon Deok, karena Yeon Hwa pernah mengatakan padanya kalau Seon Deok tak punya jadi dia membelikannya satu untuk Seon Deok. Karena awalnya Seon Deok mengira kantong wewangian itu untuk Soo, jadi diapun terdiam saat tahu kalau kantong wewangian itu untuk dirinya.

“Kau tidak suka, ya?” tanya Eun karena Seon Deok masih terdiam. “Aneh. Biasanya semua perempuan cantik menyukainya,” ucap Eun dan Seon Deok teringat kalau kata-kata itu pernah Eun katakan juga padanya saat mereka berdua masih kecil.

Seon Deok menoleh dan Eun langsung berusaha menjelaskan kalau maksudnya bukan untuk mengatakan bahwa Seon Deok cantik, hanya saja dia merasa kalau akhir-akhir ini, Seon Deok tak terlalu jelek. Mendengar hal itu, Seon Deok langsung mengecup bibir Eun dan berkata kalau dia mengerti maksud ucapan Eun.

“Bunga jelek pun….tetap saja bunga ‘kan?” ucap Seon Deok.

“Aku ingin punya 2 anak laki dan 2 anak perempuan. Tidak boleh komplain,” ungkap Eun dan Seon Deok langsung terlihat bingung.

“Apa berciuman akan membuatku hamil?” tanya Seon Deok bingung dan terus memegangi bibirnya.

“Alangkah lebih baik kalau kita hidup seperti ini sejak awal,” gumam Eun ketika melihat Seon Deok bingung. Eun kemudian mengajak Seon Deok kembali ke kamar sambil bergandengan tangan. Mereka meninggalkan mainan mereka di tempat pemandian begitu saja.

Pagi tiba dan Soo menemukan handuk yang sudah dibentuk seperti kelinci. Melihat itu, Soo bisa tahu kalau semuanya adalah kerjaan Eun. Namun dia hanya tersenyum senang, tanpa berpikir kalau semua orang bisa curiga dengan semua hal itu.

Tak lama kemudian Chae Ryung datang bersama dayang yang lain untuk membersihkan tempat pemandian. Melihat kapal-kapalan yang ada di kolam pemandian, Chae Ryung pun bertanya pada Soo, apa di tempat itu ada hantunya atau semalam ada orang yang datang ke pemandian.

Soo tersenyum dan menjawab kalau dia lah yang membuat semuanya. Dia pikir Damiwon akan lebih indah jika di dekorasib seperti itu, dengan handuk yang dibentuk dengan banyak bentuk.

Tepat disaat itu, Yeon Hwa muncul dan dia datang untuk berbicara dengan Soo. Karena melihat Soo meletakkan handuk yang dia pegang, pandangan Yeon Hwa pun langsung teralihkan pada handuk-handuk yang lain, yang sudah dibentuk dengan banyak bentuk. Melihat semua itu, sepertinya Yeon Hwa langsung memikirkan sesuatu.

Soo menyajikan minuman untuk Yeon Hwa dan Yeon Hwa pun langsung mengatakan maksud kedatangannya. Dia datang untuk menyuruh Soo meninggalkan So.

“Aku tahu apa yang kau lakukan dengan Kakak Wook. Aku tahu kau belum memberitahu Kakak So, dan sekarang dia tersihir olehmu. Aku tidak rela melihat perilaku senonoh itu lagi, jadi tinggalkanlah dia terlebih dulu. Maka aku juga takkan menyebabkan masalah. Tujuanmu untuk menikah adalah meninggalkan Istana. Aku akan melakukannya untukmu. Aku bisa menikahkanmu dengan keluarga…..penguasa yang statusnya sama dengan pangeran,” ucap Yeon Hwa.

“Pernikahan mungkin tujuanmu, Yang Mulia, tapi tidak bagiku. Dia bahagia karena aku. Dia membuatku berharga, dan itulah sebabnya aku ingin menikah. Jika dia tetap teguh atas perasaannya…aku pun tidak akan berubah. Aku tidak akan meninggalkan dia,” jawab Soo.

“Sekarang aku akhirnya mengerti kenapa aku selalu membencimu. Bagimu, perasaan dan pernikahan…semua hanyalah permainan konyol. Bagimu, 2 hal itu bukan hidup dan mati. Jangan terlalu percaya diri kalau kau juga tidak akan berubah. Tidak ada orang yang berkata seperti itu di Istana. Kau akan menyesalinya nanti. Aku berjanji aku akan membuatmu menyesal hari ini,” ucap Yeon Hwa dan pergi.

Wook memberitahu Yo kalau Panglima Park sebagai kekuatan militer dan Ji Mong sebagai kekuatan agama sama-sama mendukung So, jadi Yo harus menyingkirkan So secepatnya. Namun Yo tak bisa melakukannya dengan tergesa-gesa, karena dia baru saja membuat Wang Gyu menjadi pengkhianat dan selain itu, So dan dia merupakan saudara satu ibu.

“Kalau begitu kau harus memisahkan Park Soo Kyung dan Choi Ji Mong,” saran Wook dan tepat disaat itu, Yeon Hwa menerobos masuk.

“Aku ingin mempermudah semuanya untuk kalian berdua,” ucap Yeon Hwa. “Sebagai imbalannya….jika rencanaku berhasil, batalkanlah pernikahanku dengan keluarga Khitan,” tawar Yeon Hwa dan Raja sepertinya mulai memikirkan tawaran itu.

So menemui Yeon Hwa dan bertanya dimana Eun berada, karena dia mendengar dari orang-orang kalau Yeon Hwa tahu keberadaannya.

“Dayang Hae Soo dari Damiwon selama ini menyembunyikan Eun dan istrinya di Damiwon,” jawab Yeon Hwa santai.

“Darimana kau tahu itu semua? Apa kau melihatnya sendiri?” tanya Soo.

“Eun selalu suka membuat prakarya dari handuk sejak dia masih kecil. Anjing, burung… Dia juga suka melipat kertas dan membuatnya jadi perahu. Damiwon penuh mainan kecil yang dibuat oleh Eun. Aku yakin itu,” jelas Yeon Hwa dan So langsung bergegas pergi setelah mendengarnya.

Di Damiwon, Eun dan Seon Deok sudah bersiap pergi. Soo menyuruh mereka untuk mengikuti jalan keluar gua dan di luar gua, Jung sudah menunggu mereka. Dia akan mengawal mereka sampai ke kapal. Selain itu, Soo juga sudah mempersiapkan daging untuk mereka kalau mereka merasa lapar di jalan.

“Oh ya, bagaimana dengan ayahku?” tanya Seon Deok.

“Aku sudah menulis surat. Pasti dia akan menemuimu di jalan nanti,” jawab Soo dan saat mereka berdua hendak pergi, tiba-tiba terdengar suara orang bertarung. Tak lama kemudian Jung muncul dan menyuruh mereka bertiga keluar dari Damiwon karena penjaga kerajaan ada dimana-mana. Sedangkan dia sendiri akan berusaha menghadang para penjaga.

Seon Deok, Eun dan Soo langsung berlari ke arah sebaliknya. Namun di pintu lain mereka mendengar seseorang berkata kalau mereka datang untuk menangkap Eun. Tak punya pilihan lain, Seon Deok langsung menyuruh Soo membawa Eun keluar, sedangkan dia akan berusaha melawan penjaga. Dengan yakin Seon Deok berkata pada Eun kalau para penjaga tidak akan membunuh dirinya, karena mereka takut pada Panglima Park.

Setelah Seon Deok pergi, Soo berusaha membawa Eun keluar, namun Eun tak mau. Dia memilih untuk menyusul Seon Deok. Soo melarang, tapi Eun tetap yakin untuk menyusul Seon Deok. Karena Eun tak mau Seon Deok terluka karena dirinya.

“Yang Mulia!” bujuk Soo.

“Mau bagaimana lagi? Aku orang yang dikaguminya sekarang. Hanya aku yang dia punya,” jawab Eun dan melepaskan tangan Soo lalu pergi.

Bersambung ke sinopsis Moon Lovers Scarlet Haert Ryeo Ep 16

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis moon lovers episode 15 bagian kedua
  • sinopsis moon lovers ep 15 part 2
  • moon lovers sinopsis ep15 part2
  • EPSD 15 MOON LOVERS SCRLET HAERT SINOBSIS
  • synopsis moon lovers eps 15
  • sinopsis scarlet episode 15
  • sinopsi moon lovers scarlet eps 14
  • Sinop scarlet heart ep 15 part 2
  • moon lovers seon deok
  • kata kata yang si ucapkan pada raja yang baru naik tahta di drama korea
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *