Home » Kim Sae Ron » Sinopsis Mirror of The Witch Episode 4 – 2

Sinopsis Mirror of The Witch Episode 4 – 2

Sinopsis Mirror of The Witch Episode 4 – 2 bercerita tentang Hong Joo yang akhirnya menemukan Yeon Hee dan ingin menangkapnya. Namun hal itu tak begitu saja dibiarkan oleh Hyun Seo dan kawan-kawan. Bahkan mereka sedia mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyelamatkan Yeon Hee dan membawanya ke kuil Chungbing. Di akhir episode kita melihat Joon mempertaruhkan nyawanya juga untuk Yeon Hee. Tapi karena tak ada yang melindungi Yeon Hee lagi, akhirnya Yeon Hee juga terkena panah dan terjebur ke danau. Ingin tau cerita lengkapnya, yuk baca sinopsisnya…

Sinopsis Mirror of The Witch Episode 4 – 1

Sinopsis Mirror of The Witch Episode 4 – 2

Ibu Joon sedang berkemas-kemas ketika Joon datang. Merasa kabur adalah sesuatu yang berbahaya, sang ibu pun mengajak Joon untuk mengurungkan niat mereka, namun Joon tak mau, dia tetap pada pendiriannya, karena dia sudah lelah selalu merendahkan diri pada keluarga Heo Ok.

“Setidaknya, ayo kita menjalani hidup dengan melakukan apa yang ingin kita lakukan, mulai dari sekarang,” ucap Joon dan membawa sang ibu keluar rumah. Saat mereka berjalan keluar, ada beberapa orang melihatnya, sepertinya itu adalah anak buah Nyonya Sohn.

Heo Ok sedang bersenang-senang di rumah Gisaeng bersama teman-temannya. Dia kemudian ditawari cincin yang berhasil di impor dari Cina. Karena suasana hati Heo Ok sedang sangat bagus, diapun membelikan cincin untuk semua temannya, masing-masing satu cincin.

Tepat disaat itu, anak buah Nyonya Sohn masuk dan membisikkan tentang apa yang dia lihat. Disisi lain, Joon sudah sampai ke tempat penampungan orang-orang yang akan menyebrang ke China. Dia menyuruh sang ibu menunggu di tempat itu, sedangkan Joon akan pergi untuk mendapatkan tiket perahunya.

Sang Ibu hendak mengejar Joon dan memintanya untuk tak jadi pergi, namun tak jadi karena ibu Joon teringat penderitaan yang Joon alami semenjak tinggal di rumah Heo Ok. Joon menemui ahjussi yang bernama Tuan Kapachi dan memberikan uang untuk membeli tiket.

“Aku menjual tiket kepada orang hanya sekali. Kau tahu kenapa? Karena orang-orang di atas perahu juga ingin selamat menuju Cina atau mereka menjadi makanan ikan karena perjalanan mereka yang kurang baik. Atau karena mereka ditangkap. Kau tahu, bagaimana kebanyakan orang berakhir? Mereka tertangkap. Orang yang mengejarmu cukup jahat dan gigih. Jika kau tertangkap, kau mati dengan cara terburuk. Tapi jika tidak, kau harus melarikan diri selama sisa hidupmu. Ini kesempatan terakhir yang kau miliki untuk mengubah pikiranmu. Kau masih ingin pergi?” tanya Tuan Kapachi.

Joon menjawab kalau dia masih tetap ingin naik perahu itu tak peduli apapun yang terjadi. Tuan Kapachi pun memberitahu Joon kalau perahu akan berangkat jam 1 pagi, jadi Joon tidak boleh terlambat semenitpun.

Hyun Seo mengeluarkan buku yang dia ambil dari kuil dan kemudian merobek selembar buku itu lalu meletakkan sobekan itu dalam peti. Hyun Heo lalu berjalan pergi dengan membawa buku pelepas kutukan itu. Sebelum keluar rumah, Ibu Poong Yeon menghampirinya dan bertanya apa Hyun Seo akan menemui Yeon Hee.

“Istriku. Aku tidak punya waktu untuk menjelaskannya sekarang. Aku akan memberitahumu segalanya setelah aku kembali,” jawab Hyun Seo dan ibu Poong Yeon memintanya untuk tidak pergi, karena menurutnya semua sudah berakhir. Tentu saja Hyun Seo terkejut mendengarnya. Ternyata ibu Poong Yeon sudah memberitahu Hong Joo tentang keberadaan Yeon Hee dan Hong Joo bersama anak buahnya sekarang sedang dalam perjalanan menuju rumah Yeon Hee.

Semua itu Ibu Poong Yeon lakukan karena dia tahu Poong Yeon menjadi seperti itu gara-gara kutukan Yeon Hee dan Sang ibu percaya pada kata-kata Hong Joo, yang berkata kalau Yeon Hee mati maka Poong Yeon bisa selamat.

“Dia berjanji dia akan menutupi segalanya jika kau tidak lagi ikut campur dalam hal ini. Jadi aku mohon, jangan pergi,” pinta ibu Poong Yeon dan itu membuat Hyun Seo bingung.

Yo Gwang selesai mengemasi barang-barang Yeon Hee dan ketikan mereka akan keluar, anak buah Hong Joo langsung melepaskan anak panah mereka ke arah Yeon Hee. Untungnya salah satu teman Hyun Seo bisa mengetahui serangan itu, jadi diapun langsung menghalau anak panah itu dan kemudian rumah Yeon Hee di tutup kembali.

Yo Gwang menyuruh Yeon Hee diam di dalam rumah karena di luar mereka sudah dikepung oleh Hong Joo dan anak buahnya.

“Cabang Tao Kerajaan bekerja sama untuk menyembunyikan anak terkutuk itu? Kalian masih menyebut diri kalian sosok yang setia terhadap tahta? Tangkap mereka,” perintah Hong Joo dan merekapun mulai bertarung. Yo Gwang bersama yang lain berusaha menghadapi anak buah Hong Joo, tapi karena mereka kalah jumlah, mereka pun jadi mudah di kalahkan. Mereka semua dibunuh, hingga hanya Yo Gwang yang tersisa.

“Dasar Bajingan. Apa kau tahu apa kutukan anak itu? Kau sedang sekarat seperti ini, semua karenanya,” ucap Hong Joo ketika melihat Yo Gwang sudah tak berdaya juga karena ditebas pedang. Ketika Hong Joo memberi instruksi pada anak buahnya untuk membunuh Yo Gwang, Yeon Hee keluar dan bertanya maksud ucapan Hong Joo.

“Apa maksudmu, semuanya itu karena aku?” tanya Yeon Hee.

 

“Menyedihkan. Apa tak ada yang memberitahumu soal kutukanmu itu? Semua orang yang kau cintai akan mati. Dan semua orang yang mencintaimu akan mati juga. Itu kutukanmu,” ucap Hong Joo dan Yeon Hee melihat ke arah Yo Gwang yang mulai batuk-batuk. Hong Joo mendekati Yeon Hee dan memeluknya, “Apa kau sedih?Apa kau sengsara? Jadi, kenapa kau harus dilahirkan? Tidak ada seorangpun yang menginginkanmu. Kau ingin menyelamatkan hidup semua orang? Kalau begitu, kau hanya perlu mati. Kau,” ucap Hong Joo dan kemudian memberi intruksi pada anak buahnya untuk membunuh Yeon Hee.

Tepat disaat itu Hyun Seo muncul dan langsung melindungi Yeon Hee. “Hentikan. Kau tak boleh membawanya pergi!”


loading...

“Jangan menghalangi jalanku, Tuan. Aku tidak bisa memaafkan campur tanganmu lagi, bahkan jika itu kau! Tuan, menyingkirlah.” Teriak Hong Joo dan menyuruh anak buahnya untuk mengambil Yeon Hee namunYo Gwang langsung maju melindungi mereka. Dia melindungi mereka dengan sisa-sisa kekuatan yang dia punya. Yo Gwangpun menyuruh Hyun Seo membawa Yeon Hee pergi.

“Kejar dia dan sang putri! Kalian tidak boleh kehilangan mereka!” perintah Hong Joo.

“Kau harus melangkahiku terlebih dahulu! Siapa yang ingin menjadi orang pertama yang menuju akhirat bersamaku?” jawab Yo Gwang, tapi karena dia kalah jumlah dan memang sudah sekarang, Yo Gwang pun kalah. Dia mendapat banyak tusukan. Setelah Yo Gwang tak bisa melawan lagi, Hong Joo dan semua anak buahnya langsung pergi mengejar Hyun Seo dan Yeon Hee.

Hyun Seo dan Yeon Hee berhasil kabur dari Hong Joo. Mereka bersembunyi di samping batu besar. Sebelum tempat persembunyian mereka ketahuan, Hyun Seo pun meminta Yeon Hee mendengar apa yang dia ucapkan baik-baik.

“Yeon Hee. Mulai sekarang, dengarkan aku baik-baik,” ucap Hyun Seo dan kemudian memberikan sebuah bungkus berwarna merah. “Jika mereka menangkapku, Kau harus berlari lurus kedepan! Jangan melihat ke belakang, dan larilah lurus ke depan,” pesan Hyun Seo, namun Yeon Hee tak mau.

“Tidak, aku tidak mau! Ini semua salahku. Aku lebih baik mati daripada membiarkan orang yang tak bersalah mati!” jawab Yeon Hee.

“Tidak. Tidak boleh, Yeon Hee! Kau tidak boleh mati! Kau harus hidup! Kau harus pergi ke Kuil Chungbing dan mematahkan kutukan ini! Itu satu-satunya cara agar kita semua bisa bertahan hidup! Kau harus pergi ke Kuil Chungbing. Aku minta maaf, Yeon Hee. Aku tahu ini terlambat, tapi selamat ulang tahun,” ucap Hyun Seo dan kemudian lari meninggalkan Yeon Hee. Hyun Seo sengaja berlari sendiri dan mengambil rute yang berlawan dengan kuil Chungbing, agar Hong Joo dan anak buahnya tidak mengejar Yeon Hee.

Hyun Seo terus berlari dan menghindari kejaran panah dari anak buah Hong Joo, sampai akhirnya kakinya terkena pisau terbang yang juga dilayangkan oleh anak buah Hong Joo. Dengan kaki terluka Hyun Seo tak bisa melanjutkan larinya, sehingga diapun di kepung oleh anak buah Hong Joo.

Masih di tempat persembunyian, Yeon Hee membuka bungkusan merah yang diberikan Hyun Seo dan ternyata isinya adalah buku yang bisa mematahkan kutukan. Melihat buku itu, Yeon Hee pun teringat pada pesan Hyun Seo untuk tetap bertahan hidup dan pergi ke kuil chungbing untuk mematahkan kutukan, karena itulah satu-satunya cara bagi mereka semua untuk bisa bertahan hidup.

Ternyata semua anak buah Hong Joo tak semuanya mengejar Hyun Seo, ada beberapa diantara mereka yang masih berada di atas tebing. Ketika Yeon Hee keluar dari persembunyian, merekapun langsung mengejarnya.

Hong Joo menghampiri Hyun Seo dan bertanya dimana putri. Tentu saja Hyun Seo tidak mau memberitahu, dia menjawab kalau dia tidak tahu keberadaan Yeon Hee.

“Bagaimanapun juga, dia ditakdirkan untuk mati. Jadi bagaimana bisa kau membuang segalanya untuk anak itu?” tanya Hong Joo dan Hyun Seo langsung mencabut pisau yang menancap di kakinya. Hyun Seo berdiri dan menjawab kalau Yeon Hee harus hidup karena itu adalah kehendak langit.

“Kehendak langit? Apa tepatnya itu? Menyerahkan nasib yang sangat tidak adil sebelumnya? Apa itu “kehendak langit” yang kau bicarakan? Dilahirkan sebagai bukan siapa-siapa, dan menjadi target untuk mereka yang makmur? Membungkuk bahkan sebelum mereka menginjak-injak atau menertawakan? Apa itu kutukan “kehendak langit” yang kau bicarakan?” tanya Hong Joo.

“Mereka yang menyembah langit memiliki tugas! Memuluskan jalan kehendak langit adalah tugas kami.”

“ Tidak, aku tidak akan hidup seperti itu lagi. Aku akan menjadi orang yang menginjak-injak mereka sekarang,” jawab Hong Joo yang sepertinya punya cerita sebelum dia menjadi saham seperti sekarang.

“Hong Joo. Aku tahu betul yang kau rasakan. Namun, kau salah jalan. Faktanya semua yang terjadi hari ini, itu semua salahku. Ayo kita kembali ke istana bersama-sama. Ayo kita hentikan, dan tebus dosa-dosa kita. Jangan jatuh lebih jauh ke dalam kehancuran, Hong Joo!” ajak Hyun Seo dan diapun berjalan pergi.

Namun tiba-tiba Hong Joo menusuknya dari belakang.

“Aku menyesal, inilah caraku membayarmu kembali untuk apa yang telah kau ajarkan padaku. Aku tidak percaya langit, mulai hari ini. Mulai sekarang, kehendakku akan menjadi kehendak langit,” ucap Hong Joo dan menarik lagi pedangnya dari tubuh Hyun Seo. Hyun Seo pun ambruk dan Hong Joo langsung menyuruh anak buahnya untuk menangkap Yeon Hee bagaimanapun caranya.

Joon sedang dalam perjalanan kembali ke penampungan, namun dia langsung bersembunyi ketika melihat beberapa anak buah Hong Joo melintasinya. Joon kemudian melihat Yeon Hee berlari dari kejaran anak Hong Joo.

Yeon Hee terus berlari sampai akhirnya dia tak bisa berlari lagi karena ada jurang. Ingin berbalik mencari jalan lain, namun sudah tidak mungkin, karena anak buah Hong Joo sudah berada tepat di belakangnya. Joon melihat anak buah Hong Joo mengarahkan panahnya ke arah Yeon Hee, reflek Joon langsung berlari dan melindungi Yeon Hee. Anak panah itu pun menancap ke dada Joon dan membuat Joon tak sadarkan diri.

Melihat pengorbanan Joon, Yeon Hee pun teringat saat Joon pertama kali menyebut namanya. Yeon Hee juga teringat pada perkataan Hong Joo yang berkata kalau dia harus mati karena tak ada seorang pun yang menginginkan dirinya. Tepat disaat itu, anak buah Hong Joo kembali melepaskan anak panahnya dan kali ini tepat mengenai Yeon Hee.

Yeon Hee terjatuh dan tercebur ke sebuah danau. Melihat itu, semua anak buah Hong Joo pun memutuskan pergi. Ketika Yeon Hee masuk ke danau itu, tiba-tiba permukaan air danau mengeras seperti es, sehingga membuat Yeon Hee tak bisa keluar dari sana.

Mereka bilang tidak ada orang yang seharusnya tidak dilahirkan. Tidak peduli orang macam apa, semua orang yang dilahirkan terlahir dengan tujuan untuk membantu membentuk dunia ini, entah bagaimana caranya,” ucap Yeon Hee ketika dia mengobrol dengan Joon.

Kau ingin menyelamatkan mereka? Kalau begitu, kau hanya perlu mati. Kau….,” ucap Hong Joo pada Yeon Hee.

Semuanya salahku. Aku lebih baik mati sebagai gantinya,” ucap Yeon Hee pada hYun Seo dan saat itu Hyun Seo menjawab kalau Yeon Hee tidak boleh mati.

Karena permukaan air menjadi es, Yeon Hee tak bisa keluar dari air dan diapun tak sadarkan diri. Apa yang akan terjadi pada Yeon Hee setelah ini? Jangan kemana-mana ikuti terus kelanjutan sinopsisnya di Sinopsisdrama.net

loading...

Yang banyak dicari

  • episode uncrontollably fond neul kepasar

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *