Home » Kim Sae Ron » Sinopsis Mirror of The Witch Episode 4 – 1

Sinopsis Mirror of The Witch Episode 4 – 1

Sinopsis Mirror of The Witch Episode 4 – 1 bercerita tentang Yeon Hee yang akhirnya tau tentang kutukan yang ada pada dirinya, semua itu Ia ketahui dari Ibu Poong Yeon dan demi Poong Yeon, Yeon Hee pun ingin pergi ke kuil Chungbing agar bisa menyelamatkan Poong Yeon. Di istana, Putra Mahkota belum sadarkan diri sehingga membuat Hong Joo pergi menemui Hyun Seo dan menanyakan keberadaan Putri, tapi Hyun Seo tak memberitahunya. Ingin baca cerita lengkapnya? Hyuuuk baca sinopsis dibawah ini:

Sinopsis Mirror of The Witch Episode 3 – 2

Sinopsis Mirror of The Witch Episode 4 – 1

Joon menyelamatkan Yeon Hee dari pencarian Hong Joo. Ketika Joon bertanya kenapa Yeon Hee bisa sampai ke tempat itu, Yeon Hee malah melihat Joon seperti Poong Yeon. Ia bahkan memanggil Joon dengan sebutan “kakak” tapi setelah itu Yeon Hee pingsan. Tepat disaat itu Poong Yeon muncul dan melihat mereka berdua.

Yeon Hee sudah digendong oleh Poong Yeon dan Joon bertanya kenapa dia membawa Yeon Hee ke istana? Apa Yeon Hee sakit? Karena tubuhnya dingin dan dia terlihat sedikit pucat. Joon bahkan menyarankan agar Poong Yeon membawa Yeon Hee ke tabib. Tapi Poong Yeon tak mengindahkan saran dari Joon, dia bahkan menatap ke arah Joon dengan tatapan tak senang karena Joon memakai pakaian wanita. Di lihat seperti itu, Joon pun langsung menjelaskan kalau yang dia pakai adalah seragam kerja untuknya. Namun Poong Yeon tak mau tahu akan hal itu, dia lebih penasaran tentang apa Joon mengenal Yeon Hee dan Joon menjawab tidak.

“Bagaimanapun, terima kasih telah membantunya. Aku akan merawatnya, jadi kau bisa segera pergi,” ucap Poong Yeon dan kemudian membawa Yeon Hee pergi.

Joon berganti pakaian dan dia senyum-senyum sendiri karena sudah ada orang yang melihat aneh pada kostum kerjanya. Joon menyebut Poong Yeon adalah pria yang kaku dan dia sangat tidak mirip dengan Yeon Hee.

“Tapi aku penasaran, apa gadis itu akan baik-baik saja? Dia tampaknya benar-benar tidak sehat. Oh, terserahlah! Sekarang harusnya aku mengkhawatirkan diriku sendiri,” ucap Joon sambil jalan pulang.

Tepat disaat itu, dia melihat dua orang pria membawa pergi ibunya. Tentu saja Joon langsung mengejarnya, namun tiba-tiba dia di pukul dari belakang dan pingsan. Joon juga dibawa pergi oleh orang-orang itu.

Kertas mantra yang melindungi rumah Yeon Hee terbakar semua dan bayangan hitam dengan mudah masuk ke dalam rumah Yeon Hee. Bayangan itu pun langsung masuk ke dalam tubuh Yeon Hee dan itu membuat Yeon Hee kesakitan.

Yeon Hee kejang-kejang dan dibawa terbang ke udara. Saat itu rambut Yeon Hee berubah putih dan tanda kutukannya berubah merah. Apa yang terjadi pada Yeon Hee juga terjadi pada Putra Mahkota, diwaktu yang bersamaan Poong Yeon mutah darah dan pingsan. Di bagian belakang telinganya tiba-tiba muncul gambar kutukan seperti milik Yeon Hee.

Melihat itu Hyun Seo pun langsung pergi ke rumah Yeon Hee, untuk memeriksa keadaaan Yeon Hee. Di rumah, Yeon Hee sudah tak sadarkan diri, namun setelah Hyun Seo memanggilnya beberapa kali, Yeon Hee pun sadar. Ketika sadar, Hal pertama yang Yeon Hee tanyakan adalah kenapa semua ini terjadi padanya.

“Aku sangat takut, Ayah. Tolong selamatkan aku Ayah,” pinta Yeon Hee dan Hyun Seo pun langsung memeluknya.

Di istana, Ratu Shim mengelap keringat Putra Mahkota yang masih belum sadarkan diri. Ibu Suri bertanya pada Hong Joo, kenapa hal itu bisa terjadi pada Putra Mahkota namun Hong Joo tak bisa menjawab.

Ratu Shim melihat tanda kutukan dan diapun bertanya, “Bukankah kau bilang dia akan baik-baik saja? Bukankah kau bilang tidak akan terjadi sesuatu padanya? Lalu, apa ini? Selamatkan dia, sekarang juga! Selamatkan dia! Selamatkan!” teriak Ratu Shim pada Hong Joo dan Hong Joo masih terdiam. Ibu Suri menyuruh dayang untuk membawa Ratu Shim keluar, namun Ratu Shim menolak. Dia ingin berada di samping Putra Mahkota dan terus memintanya bangun. Saking sedihnya, Ratu Shim tak kuat dan diapun pingsan.

Melihat semua yang terjadi, Hong Joo pun yakin kalau semua itu karena ulah Choi Hyun Seo.

Joon sadar dan dia sudah berada di sebuah hutan. Dia hendak menyelamatkan ibunya, namun dia langsung dipegangi oleh beberapa pria agar tak bisa kemana-mana. Tepat disaat itu, Ibu Heo Ok muncul dan berkata kalau dia ingin mendidik Joon malam ini, agar Joon sadar dimana posisinya. Apa yang akan Nyonya Sohn lakukan? Ternyata dia menyuruh orang untuk memukuli ibu Joon di depan mata Joon langsung. Ibu Joon dipukuli sampai berdarah-darah.

Melihat itu, tentu saja Joon meronta-ronta minta dilepaskan agar bisa menyelamatkan sang ibu, namun dia tak berdaya karena dia tak punya kekuatan untuk melawan mereka semua.

“Aku minta maaf! Aku sangat menyesal! Jadi tolong, beritahu mereka untuk menghentikannya! Tolong, beritahu mereka untuk menghentikannya! Aku mohon! Aku mohon! Biarkan dia hidup! Aku mohon! Biarkan dia hidup!” mohon Joon pada Nyonya Sohn dan akhirnya Nyonya Sohn menyuruh anak buahnya untuk berhenti.

“Ku dengar, kau bekerja keras untuk membeli berkas kepemilikan ibumu. Joon. Ada satu hal yang disalah pahami orang saat mereka menjalani hidup. Jikalau bekerja keras, mereka bisa melarikan diri dari situasi buruk dalam kehidupan mereka. Namun, tidak peduli seberapa keras kau bekerja, kau tidak bisa menghindari satu hal ini. Kau tahu apa? Itu adalah orangtuamu. Orang tua yang makmur bisa menyediakan hidup mewah untuk anaknya. Namun, satu-satunya hal yang orang tua miskin bisa sediakan pada anak-anak mereka adalah sifat menyedihkan hidup mereka. Karena orang tua mewarisi kualitas hidup mereka pada anak-anak mereka. Kau seharusnya tidak dilahirkan. Kau seharusnya tidak dilahirkan ke dunia ini! Tidak dilahirkan pasti yang terbaik untukmu dan ibumu. Tapi, siapa yang bisa kau salahkan sekarang? Kau hanya bisa menyalahkan kehidupan terkutuk dirimu sendiri dilahirkan oleh ibu seperti itu. Jangan melakukan apapun. Jangan mencoba untuk menghindari nasib burukmu. Dan juga, jangan mencoba melawannya. Hidup sajalah seolah-olah kau sudah mati. Itu satu-satunya cara kau dan ibumu bisa bertahan hidup. Mengerti?” ucap Nyonya Sohn dan Joon mengiyakan.

Nyonya Shon hendak berjalan pergi namun dia berbalik lagi melihat Joon membuka karung yang membungkus ibunya dan ternyata yang ada di dalam karung itu, bukanlah ibu Joon melainkan seekor binatang.

“Indahkanlah perkataanku. Jika kau tidak mengerti apa yang ku katakan hari ini lain kali, ibumu akan benar-benar berada di sana,” ucap Nyonya Sohn dan pergi.

Joon pulang dan dia melihat sang ibu sedang menjemur baju. Ibunya dalam kondisi sehat wal afiat. Tanpa berkata apa-apa, Joon membantu ibunya menjemur. Joon kemudian melihat memar yang ada di tangan sang ibu, namun dia tak bisa berkata apa-apa. Ia menahan air matanya dan melanjutkan menjemur.

“Ibu. Ayo kita lari dari tempat ini,” ajak Joon dengan menangis dan ibu hanya diam.

 

Kondisi Poong Yeon semakin parah. Wajahnya biru dan ketika sang ibu memberikan obat, Poong Yeon malah muntah darah. Poong Yeon membuka mata dan dia melihat hantu dengan wajah seram di belakang sang ibu. Sontak Poong Yeon bangun dan ketakutan. Sang ibu yang tak melihat apa-apa hanya bisa berusaha menenangkan Poong Yeon saja.

Yeon Hee bangun dan rambutnya masih berwarna putih. Dia pun hendak mengambil cermin, tapi cermin itu malah terpental dan pecah. Yeon Hee kemudian mendengar suara-suara aneh dan itu membuatnya ketakutan. Saking takutnya, Yeon Hee mencerit dan karena jeritannya, semua barang-barang di sekitar Yeon He jadi hancur.

Yo Gwang masuk karena mendengar teriakan Yeon Hee, dia melihat kamar Yeon Hee yang sudah berantakan dan tiba-tiba Yeon Hee pun pingsan.


loading...

Hyun Seo kemudian melakukan pertemuan dengan teman-temannya. Dia diberitahu kalau Yeon Hee pingsan gara-gara belum bisa mengontrol kekuatannya. Selain itu Mantra di Hutan Hitam mulai hancur, jadi mereka harus secepatnya memindahkan Yeon Hee. Tapi yang menjadi permasalahannya sekarang adalah Hong Joo datang ketika mereka akan memindahkan Yeon Hee dan kalau itu terjadi maka semuanya benar-benar sudah berakhir. Namun jika mereka membiarkan Yeon Hee terus berada di rumah itu, maka hal itu akan membahayakan untuk Poong Yeon dan juga Putra Mahkota.

Yoh Gwang memberesi kamar Yeon Hee dan dia menyuruh Yeon Hee untuk tidak khawatir karena Hyun Seo akan mengatasi semuanya. “Kita bisa mengembalikan semuanya jika kita pergi ke Kuil Chungbing,” ucap Yoh Gwang.

“Kuil Chungbing? Tempat apa itu?” tanya Yeon Hee.

“Itu… akan ku beritahukan padamu ketika kita sampai di sana, jadi tunggulah.”

“Aku yakin sekarang Ayah membenciku.”

“Apa maksudmu?”

“Ini terjadi karena aku tidak patuh padanya. Jadi aku yakin sekarang dia membenciku,” tebak Yeon Hee dan Yog Gwang langsung membantahnya. Dia memberitahu Yeon Hee kalau Yeon Hee sangat berharga bagi Hyun Seo.

“Aku yakin dia sangat kesulitan sekarang. Karena ini berdampak bukan hanya dirimu, tapi Guru Muda Poong Yeon, juga,” ucap Yoh Gwang keceplosan. Mendengar itu Yeon Hee pun langsung bertanya, apa yang terjadi pada Poong Yeon dan Yog Gwang kebingungan menjawabnya.

Di rumah Poong Yeon sang ibu sedang melakukan ritual mengusir setan dengan bantuan seorang dukun. Saat sedang menari-nari melakukan ritual, si dukun melihat penampakan setan dan itu langsung membuatnya pingsan.

Tak jauh dari tempat ritual, ada Yeon Hee dan Yoh Gwang disana. Yoh Gwang takut terjadi masalah, jadi dia mengajak Yeon Hee pulang, namun Yeon Hee tidak mau. Dia memohon pada Yoh Gwang untuk membiarkan dirinya bertemu dengan Poong Yeon sebentar saja.

“Kita berdua berada dalam kesulitan jika Ayahmu tahu! Tidak bisa,” ucap Yoh Gwang.

“Tapi, jika aku tidak melihatnya hari ini aku tidak tahu kapan aku akan bisa melihatnya lagi,” mohon Yeon Hee dan Yoh Gwang pun melunak, dia mengizinkan Yeon Hee menemui Poong Yeon, tapi hanya sebentar saja, lalu pergi. Karena jimat yang Yeon Hee pakai tidak akan bertahan lama.

Dengan jalan mengendap-endap, Yoh Gwang membawa Yeon He ke kamar Poong Yeon. Di kamar, Yeon Hee sedih melihat kondisi Poong Yeon.

“Kakak. Bagaimana bisa akhirnya kau seperti ini? Bangunlah, kakak!” ucap Yeon Hee dan menitikkan air matanya. Tepat disaat itu Poong Yeon bangun dan dia melihat Yeon Hee dengan wajah setan, jadi Poong Yeon pun reflek mendorong Yeon Hee menjauh. Melihat Poong Yeon takut padanya, tentu saja Yeon Hee kaget dan sedih melihatnya. Yeon Hee tidak tahu kalau Poong Yeon melihat dirinya dengan wajah setan. Poong Yeon ketakutan dan menangis, dia meminta Yeon Hee pergi karena dia ingin hidup.

Yoh Gwang pun menghampiri Yeon Hee yang diam terpaku melihat Poong Yeon, dia ingin mengajak Yeon Hee pulang. Namun sebelum Yeon Hee beranjak dari duduknya, Ibu Poong Yeon muncul dan terkejut melihat Yeon Hee.

“Dasar jalang. Beraninya kau datang ke sini!” ucap sang Ibu dengan emosi pada Yeon Hee. Ibu pun menghampiri Poong Yeon dan kemudian berkata kalau Poong Yeon seperti itu karena Yeon Hee.

“Poong Yeon. Ini karenamu! Ini semua karena kutukanmu! Dan Poong Yeon menjadi begini karena kau dan kutukanmu! Inilah sebabnya aku tak bisa menyayangimu sebagai putriku sendiri, Yeon Hee! Kau seharusnya tidak dilahirkan. Kau seharusnya tidak lahir ke dunia ini!” ucap Ibu Poong Yeon dengan penuh emosi dan dia kemudian menggenggam tangan Yeon Hee. “Aku akan berlutut memohon, seperti ini. Jadi tolong, menghilanglah. Tolong pergi jauh, menjauhlah dari Poong Yeon! Aku mohon!” ucap Ibu Poong Yeon dan dia benar-benar bersujud di depan Yeon Hee. Yeon Hee sendiri hanya bisa menangis melihatnya.

Tepat disaat itu Hyun Seo dan teman-temannya masuk. Dia pun kemudian menyuruh Yo Gwang untuk membawa Yeon Hee pergi. Baru keluar rumah Hyun Seo, Yeon Hee menghentikan langkahnya. Dengan tatapan sedih, dia bertanya pada Yo Gwang tentang cara pergi ke Kuil Chungbing.

“Aku akan pergi ke sana. Aku akan melakukan apa pun yang diperintahkan. Jadi tolong, selamatkan kakakku,” ucap Yeon Hee dan Yo Gwang tak bisa menjawab.

Salah satu teman Hyun Seo berkata kalau mereka harus segera membawa Yeon Hee ke kuil Chungbing, karena mereka tidak bisa menundanya lebih lama lagi. Tepat disaat itu, seorang pelayan masuk dan memberitahu Hyun Seo kalau ada seseorang dari istana datang mencari Hyun Seo. Sebelum menemui orang itu, Hyun Seo menyuruh teman-temannya untuk pergi ke kuil Chungbing bersama Yeon Hee dan dia sendiri akan menyusul dengan dengan membawa buku kutukan Grimoire.

Siapa yang datang mencari Hyun Seo? Ternyata orang itu adalah Hong Joo. Dia datang untuk meminta maaf, karena sudah meremehkan Hyun Seo.

“Siapa yang bisa aku salahkan? Ini semua salahku. Ketika kau langsung setuju membunuh sang putri 17 tahun yang lalu aku seharusnya tidak membiarkan diriku begitu mudah tertipu olehmu. Bagaimanapun juga, kau Choi Hyun Seo.”

“Apa yang ingin kau katakan?” tanya Hyun Seo.

“Dimana sang putri? Kau tidak membunuhnya. Mungkin karena kau merasa simpati atau kasihan terhadap anak itu, aku sangat mengerti. Tapi, sekarang kau harus memberitahuku dimana kau menyembunyikan sang putri?” tanya Hong Joo dan Hyun Seo menjawab kalau sang putri sudah mati. Dia sudah dibakar 17 tahun yang lalu dan Hong Joo melihatnya sendiri.
“Ah. Jadi ini jawabanmu?” tanya Hong Joo lagi, karena dia sangat yakin Hyun Seo sedang berbohong padnaya. “Aku mengerti sepenuhnya. Kalau begitu, aku pergi,” ucap Hong Joo dan pergi.

Saat hendak keluar rumah, Hong Joo melintasi kamar Poong Yeon dan disana dia melihat kondisi Poong Yeon dari pintu. Hyun Seo muncul dan menunjukkan jalan keluar pada Hong Joo.

“Tuan. Jika sang putri sebenarnya masih hidup kau akan terang-terangan bersalah tak mematuhi Ibu Suri. Merenggut kehidupan Putra Mahkota, dan akan diadili untuk semua kejahatan itu. Dan orang yang kutukannya sudah ditransferkan, akan sakit selama 14 hari, sebelum mati,” ucap Hong Joo dan ibu Poong Yeon shock mendengarnya. “Tapi, aku yakin itu tidak akan terjadi…Bukan begitu? Tentunya kau tidak melakukan hal itu, sebagai seseorang yang berharga dari negara ini. Bukan begitu?” ucap Hong Joo dan kemudian berjalan pergi.

Ibu Poong Yeon menyusul Hong Joo dan memanggilnya. Mendengar itu Hong Joo tersenyum, karena apa yang dia rencanakan berhasil. Dia berencana memancing Ibu Poong Yeon untuk memberi putunjuk pada dirinya.

Joon diam-diam pergi ke sebuah rumah dan mengetuk pintunya. Seorang kakek membukakan pintu dan berkata kalau dia sudah tutup. Dengan hati-hati, Joon bertanya tentang tiket ke China dan sebelum menjawab si kakek menoleh kiri dan kanan untuk memeriksa keadaan.

“Kau datang ke tempat yang salah. Kami tak menjual tiket yang kau bilang tadi,” jawab si kakek dan hendak menutup pintu, namun Joon mencegahnya.

“Aku kemari dari Cheondong. Aku butuh dua tiket perahu menuju China. Aku mohon,” pinta Joon dan si kakek kemudian menyuruh Joon untuk pergi ke stan dalam dua jam. Harga tiketnya adalah 200 nyang. Setelah mengatakan itu. Si kakek masuk kembali ke dalam rumah.

Bersambung ke Sinopsis Mirror of the Witch Episode 4 – 2

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis korea muntah
  • sinopsis drama korea berdarah
  • sinopsis dorama pingsan
  • mirror of the witch sinopsis
  • gambar muntah darah parah
  • Foto: JTBC Mirror of the Witch sinopsis yeon hee pingsan
  • drama lee yo won darah muntah
  • drama korea pucat
  • drama korea muntah sakit
  • drama korea cowok nya muntah darah
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *