Home » Kim Sae Ron » Sinopsis Mirror of The Witch Episode 3 – 2

Sinopsis Mirror of The Witch Episode 3 – 2

Sinopsis Mirror of The Witch Episode 3 – 2 bercerita tentang Yeon Hee yang akhirnya keluar dari rumahnya dan pergi ke pasar untuk melihat festival lentera bersama Poong Yeon dan efek yang diakibatkan oleh keluarnya Yeon Hee dari rumah sangat fatal. Kutukan Yeon Hee muncul dan yang terkena imbasnya, bukan hanya Yeon Hee, tapi Poong Yeon dan Putra Mahkota yang menderia. Poong Yeon bisa kena kutukan itu karena Poong Yeon mencintai Yeon Hee dan Yeon Hee sendiri juga sepertinya mulai merasakan hal yang sama. Ingin tau cerita lengkapnya, yuk baca sinopsisnya.

Sinopsis Mirror of The Witch Episode 3 – 1

Sinopsis Mirror of The Witch Episode 3 – 2

Hyun Seo menemukan buku “Kitab Pengusir Roh Jahat” dimana cara untuk mencabut kutukan adalah dengan menyalakan 108 lilin di altar yang ada di gua itu dan kemudian mereka harus memanjatkan doa. Hyun Seo langsung berusaha menyalakan lilin-lilin itu dengan menggunakan kekuatannya, namun tak mau menyala. Diapun menebak kalau lilin-lilin itu bukan lilin biasa, sehingga tak bisa sembarangan untuk menyalakannya dan cara untuk menyalakan lilin-lilin itu, mereka memerlukan jiwa sejati.

“Ada masalah apa?” tanya Yo Gwang.

 

 

 

“Untuk memulai doa mencabut kutukan, semua lilin harus dinyalakan, sebelum bintang utara menghilang. Jika kita tak bisa mencabut kutukan sebelum bintang utara menghilang, orang yang berusaha mencabut kutukannya akan mati,” jelas Hyun Seo.

“Tuan. Masih ada 5 hari sebelum bintang utara menghilang. Jika kita menyatukan kekuatan dan membantu Yeon Hee, kita bisa melindunginya,” ucap Yo Gwang dan Hyun Seo meminta pada teman-temannya untuk membantu dirinya melindungi Joseon dan Yeon Hee. Hal pertama yang harus mereka lakukan adalah membawa Yeon Hee ke gua itu.

Poong Yeon sedang berjalan-jalan di pasar sambil membawa lentera milik Yeon Hee. Melihat keramaian pasar, banyak orang-orang berdatangan untuk merayakan perayaan lentera, Poong Yeon pun teringat pada Yeon Hee dan dia langsung melihat catatan keinginan milik Yeon Hee.

“Jika aku bisa melihat dunia luar sekali saja..” isi catatan milik Yeon Hee.

Di rumah Yeon Hee berusaha melihat apa yang terjadi di pasar, karena dia tahu festival lentera akan segera dimulai. Yeon Hee kemudian melihat layang-layang miliknya dan berkata kalau layang-layang itulah yang harus menggantikan dirinya untuk memandang dunia luar. Tepat disaat itu Poong Yeon datang dan mengajak Yeon Hee untuk melihat festival. Awalnya Yeon Hee ragu dan takut dimarah Hyun Seo, tapi karena Poong Yeon mengatakan padanya untuk tidak cemas sebab dia yang akan mengurus semuanya. Yeon Hee pun jadi berani untuk keluar dari pagar. Ketika Yeon Hee keluar, kertas mantra kuning itu terlihat bersinar.

Yeon Hee dan Poong Yeon sudah berada di pasar. Mereka menonton pertunjukkan yang ditampilkan. Yeon Hee tentu saja merasa senang dan Poong Yeon ikut senang melihat Yeon Hee bisa tersenyum senang.

Malamnya festival lentera pun dimulai dan Yeon Hee senang akan menerbangkan lenteranya sendiri. Yeon Hee lalu bertanya apa harapan Poong Yeon, namun Poong Yeon tak mau mengatakannya.

“Jangan sampai menyebabkan nasib buruk ‘kan?” ucap Poong Yeon dan dalam hati dia berkata, “Aku ingin kau berjalan di jalan yang penuh dengan bunga sepanjang waktu. (Bahagia) Tak tersakiti atau mendapat kesulitan. Selalu melangkah ke dalam kebaikan dan semua yang indah sehingga saat kau memandang kembali jalan yang kau lalui, kuharap akan harum dan manis.”

Sambil melihat langit, Yeon Hee bertanya pada Poong Yeon, apa dia sudah terlahir dimana tak seharusnya dia lahirkan. “Aku ingin tahu kalau itu alasan ayah menyembunyikanku jauh di dalam hutan,” aku Yeon Hee panasaran.

“Bukan begitu. Aku juga tak paham, namun yang pasti ayah melakukannya untuk kebaikanmu,” jawab Poong Yeon dan Yeon Hee mengerti. Mereka berdua kembali melihat lentera yang beterbangan, namun Yeon Hee tiba-tiba mengatakan kalau dia merasa aneh, melihat pemandangan indah itu bersama Poong Yeon. Mereka berdua kemudian saling melihat dengan tatapan canggung.

“Pasti karena ini pertama kalinya aku pergi keluar,” ralat Yeon Hee akhirnya, karena dia tak mau memikirkan hal yang lain. Tepat disaat itu seorang pria menghampiri mereka dan menyalakan api untuk lentera milik Yeon Hee. Setelah lentera milik Yeon Hee mengembang, Poong Yeon pun bersiap menerbangkannya. Sekilas kita melihat mata Yeon Hee sedikit berubah dan setelah Poong Yeon menerbangkan lentera milik Yeon Hee, dia sudah tak melihat Yeon Hee lagi di depannya. Yeon Hee menghilang.

Di istana, Hong Joo melakukan pertunjukan, dia seperti sedang melakukan tarian untuk pemujaan. Tak jauh dari tempat pertunjukan, kita melihat Joon dan Dong Rae sedang mengendap-endap untuk menjual obat mereka lagi. Joon berhenti sejenak dan dia melihat Hong Joo menari. Joon kemudian menyadari kalau pecahan perisai yang dia ingin jual tak dibawanya, jadi dia kembali ke tempat bajunya di simpan untuk mengambil. Namun Joon tak menemukan pecahan perisai itu. Tak mau ambil pusing, Joon pun memutuskan kembali menyusul Dong Rae.

Dari kejauhan kita melihat Yeon Hee muncul dan sepertinya dia jalan sampai ke istana tanpa sadar. Karena setelah dia sadar, dia bingung bagaimana bisa dia berada di tempat itu. Dia pun terus memanggil-manggil Poong Yeon.

Beralih ke rumah Yeon Hee, dimana kertas mantra yang paling besar tiba-tiba terbakar dan gosong. Ternyata kedatangan Yeon Hee ke istana membawa efek pada Hong Joo, Hong Joo yang sedang menari tiba-tiba jatuh dan memutahkan darah. Menyadari ada yang salah, Hong Joo pun langsung berlari ke panggung dan melihat leher Putra Mahkota. Yang ditakutkan Hong Joo benar-benar terjadi, di leher Putra Mahkota kembali mendapat tanda kutukan dan tepat disaat itu petir terus menyambar.


loading...

Hyun Seo pergi ke rumah Yeon Hee dan melihat kertas mantranya sudah terbakar. Dia mencari Yeon Hee ke dalam rumah dan Yeon Hee masih belum pulang, dia tak ada di rumah. Di istana, Hong Joo keluar untuk mencari penyebab semuanya. Hujan pun turun. Dari celah pintu yang sedikit terbuka, dia seperti melihat Yeon Hee dan diapun langsung berjalan kearah Yeon Hee.

Yeon Hee yang tak tahu dia berada di mana, bukannya pergi menjauh, dia malah masuk ke dalam istana. Tepat disaat itu, Joon keluar dan dia menemukan pecahan perisainya. Dari pintu Joon melihat Hong Joo yang hendak berjalan keluar. Hong Joo akhirnya sudah berada di luar dan dia tak melihat siapa-siapa disana. Kemana Joon dan Yeon Hee, ternyata mereka sudah sembunyi berdua. Melihat Joon, Yeon Hee malah membayangkan Poong Yeon.

“Kakak,” ucap Yeon Hee dan kemudian pingsan. Tepat disaat itu Poong Yeon muncul dan melihat mereka berdua.

Hyun Seo keluar dan berkata pada teman-temannya kalau mereka sudah tak punya banyak waktu lagi. Kutukan Yeon Hee akan segera dimulai, jadi mereka harus menemukan Yeon Hee secepatnya. Hyun Seo juga menyuruh salah satu dari mereka untuk pergi ke istana dan mengawasi Putra Mahkota dan pergerakan Hong Joo. Selagi mereka mencari Yeon Hee, Hyun Seo akan mencari Poong Yeon.

Yeon Hee dan Poong Yeon sudah berada di pondok-an. Yeon Hee pun sadarkan diri dan bertanya apa yang sudah terjadi padanya. Poong Yeon pun menjawab kalau Yeon Hee pingsan karena kehujanan.

“Mau kemana kau sendirian? Kau tahu betapa cemasnya aku?” ucap Poong Yeon dan Yeon Hee hanya bisa meminta maaf. “Kau tak berbuat salah. Semua salahku. Tak seharusnya aku berpaling darimu. Aku minta maaf,” aku Poong Yeon dan kemudian memberikan sebuah lonceng pada Yeon Hee.

“Kalau kau tersesat lagi, seperti hari ini, pada saat itu, saat kau dengar suara ini, “ ucap Poong Yeon dan membunyikan lonceng. “Cari aku. Aku juga, akan mendengarkan suara itu untuk menemukanmu,” jelas Poong Yeon yang juga membeli lonceng untuk dirinya sendiri juga dan Yeon Hee pun mengiyakan.

Hyun Seo pulang dan Poong Yeon masih belum pulang. Yo Gwang dan kawan-kawan muncul, dia berkata kalau Yeon Hee tak ditemukan dimana-mana.

“Tuan. Jika kutukan Yeon Hee sudah mulai ketika ada orang di dekatnya…,” ucap Yo Gwang khawatir, Hyun Seo pun juga khawatir akan hal itu.

Poong Yeon mengantarkan Yeon Hee pulang, namun sebelum sampai rumah, Yeon Hee menghentikan langkahnya. Melihat itu, Poong Yeon pun bertanya apa Yeon Hee tidak mau pulang dan Yeon Hee menjawab kalau dia ingin pulang sendiri. Poong Yeon pun tak bisa melarang, namun sebelum mereka berpisah, Poong Yeon memberi bunga pada Yeon Hee. Mendapat bunga dari Poong Yeon membuat Yeon Hee manangis.

“Yeon Hee-a.”

“Aku minta maaf, kak. Tiba-tiba… Tiba-tiba keluar begitu saja… Aku tak paham mengapa tapi tiba-tiba aku merasa seperti ini. Jangan cemas,” ucap Yeon Hee.

“Lain kali aku datang, akan kubuatkan layangan untukmu. Yang bisa terbang lebih tinggi. Kau paham?” janji Poong Yeon dan Yeon Hee mengangguk. “Sampai saat itu, kau harus semakin cantik dan menjaga kesehatanmu,” ucap Poong Yeon dan tetap mengantarkan Yeon Hee pulang.

Hyun Seo tambah khawatir dan meminta teman-temannya untuk terus mencari Yeon Hee. Tepat disaat itu Poong Yeon pulang dan sang ibu terlihat lega melihat Poong Yeon pulang dalam kondisi baik-baik saja.

“Poong Yeon, kau! Kenapa kau berbuat begitu? Kenapa kau berbuat begitu?” ucap sang ibu dengan nada marah dan Poong Yeon terlihat bingung. Dia tak paham dengan apa yang sudah terjadi. Hyun Seo bertanya apa Poong yeon baik-baik saja dan Poong Yeon mengiyakan. Dia kemudian bertanya keberadaan Yeon Hee dan Poong Yeon menjawab kalau Yeon Hee sudah berada di rumah.

“Ayah…,” ucap Poong Yeon dan tiba-tiba dia mutah darah. Hyun Seo kemudian melihat dibagian belakang telinga Poong Yeon dan disata terdapat tanda seperti tanda yang Yeon Hee punya. Poong Yeon pun pingsan.

Bayangan hitam kembali menuju rumah Yeon Hee dan di dalam rumah, Yeon Hee duduk ketakutan sambil memegang lonceng pemberian Poong Yeon. Dua serigala penjaga Yeon Hee kembali muncul dari kertas mantra yang sudah terbakar. Namun bayangan hitam dengan mudah mengalahkannya, karena kekuatan kedua serigala itu tak seperti sebelumnya, saat kertas mantranya belum terbakar.

 

Bayangan hitam masuk ke dalam rumah dan kemudian masuk ke dalam tubuh Yeon Hee. Setelah bayangan itu masuk ke dalam tubuh Yeon Hee, reflek Yeon Hee kesakitan dan memberontak. Lagi-lagi kita diperlihatkan pada scene kuku patah sama seperti saat Hae Ran di rasukin banyangan hitam.

Yeon Hee dibawa terbang dan tanda kutukan yang ada di belakang telinga Yeon Hee bercahaya. Tak lama kemudian rambut Yeon Hee berubah putih. Yeon Hee kembali kejang-kejang. Apa yang dialami Yeon Hee ternyata juga dialami oleh Putra Mahkota, rambutnya berubah putih dan juga kejang-kejang di udara. Ratu Shim dan Ibu Suri shock melihatnya. Hong Joo datang dan dia juga terkejut melihat Putra Mahkota seperti itu. Putra Mahkota pingsan dan kemudian terjatuh.

Bersambung ke sinopsis Mirror of the Witch episode 4

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis lets fight ghost
  • sinopsis mirror of the witch episode 3 part 2
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *