Home » Kim Sae Ron » Sinopsis Mirror of the Witch Episode 1 – 2

Sinopsis Mirror of the Witch Episode 1 – 2

 

Di tengah gelapnya malam, terlihat beberapa orang menyelinap masuk. Mereka diam-diam melompati pagar. Di sebuah ruangan khusus, Hong Joo sedang melakukan sebuah ritual. Setelah mengucapkan “Abra… kadabra… Abra… kadabra…” Hong Joo mengeluarkan rambut milik Hae Ran.

Belum selesai ritual di lakukan, tiba-tiba muncul seseorang yang menghunuskan pedang pada Hong Joo dan orang itu adalah Hyun Seo.

“Apa cuma kau yang kemari mau menghentikanku?” tanya Hong Joo.

“Masih belum cukup memberhentikan raja sebelumnya?”

“Sudah tugasku mengganti raja yang sudah lelah fisik dan emosinya. Kenapa kau kecewa dengan penggantian raja-raja itu? Itu sebabnya akan kucoba ciptakan raja dengan kedua tanganku kali ini.”

“Kau tak sadar dengan kemungkinan akibat dari sihir hitam itu?” tanya Hyun Seo.

“Tidak, aku sangat sadar dengan risikonya karena bisa saja nyawaku juga berakhir akibat sihir hitam. Jangan tipu dirimu dengan menganggap cuma kau yang ingin lakukan kebaikan untuk negeri ini. Kupertaruhkan hidupku sekarang demi kebaika negeri ini.”

“Maksudmu kau, yang paling membenci negeri ini?” tanya Hyun Seo lagi.

“Kau mau apa? Mau mengusirku, seperti lima tahun silam? Atau mau gunakan pedang itu untuk membunuhku?” tanya Hong Joo dan Hyun Seo memintanya untuk menghentikan mantra yang sudah dia baca. Namun Hong Joo tidak mau, dia lebih bersedia dibunuh daripada menghentikan mantra.

Hyun Seo hendak mengayunkan pedannya ke leher Hong Joo, namun tiba-tiba terdengar suara yang memerintahkannya untuk berhenti dan orang yang menyuruh berhenti itu adalah Ibu Suri sendiri.

“Beraninya kau masuk istana ini! Kusuruh kau menjauh dari sini!” ucap Ibu Suri dan Hong Joo terlihat senang karena pembelanya sudah datang. Hyun Seo berusaha membujuk ibu Suri untuk menghentikan ritual itu, namun dia tidak mau.

“Menciptakan pewaris takhta adalah yang terbaik yang bisa dilakukan demi kerajaan. Dan menentangnya termasuk pengkhianatan. Itukah yang kau lakukan saat ini? Mengkhianati negerimu?” tuduh Ibu Suri dan langsung menyuruh penjaga untuk menangkap Hyun Seo.

Awalnya, Hyun Seo melakukan perlawanan. Tapi karena dia kalah jumlah, diapun kalah. Setelah kondisi aman dan Hyun Seo tak bisa lagi mengganggu, Hong Joo pun melanjutkan ritualnya. Hong Joo memasukkan rambut Hae Ran dan juga bajunya ke dalam tungku api. Dia kemudian mengangkat tangannya dan saat itulah keluar bayangan hitam dari dalam tungku api. Bayangan hitam itu kemudian keluar ruangan dan Hyun Seo langsung mengejarnya.

Bayangan hitam itu masuk ke kamar Hae Ran, dimana saat itu Hae Ran sedang pulas tertidur. Kemudian bayangan hitam itu masuk ke tubuh Hae Ran sehingga membuat Hae Ran kesakitan. Hae Ran bahkan di bawa terbang dan setelah meronta-ronta kesakitan, Hae Ran akhirnya pingsan. Saat itulah bayangan hitam keluar dari tubuh Hae Ran dan itu membuat Hae Ran terjatuh kembali ke tempat tidurnya. Bayang hitam itupun keluar dari kamar Hae Ran.

Hyun Seo sudah berada di luar dan karena dia tak tahu harus berbuat apa, diapun menyalakan tanda bahaya, agar teman-temannya bisa mulai beraksi untuk membantunya. Dengan menggunakan perisai, teman-teman Hyun Seo memantulkan cahaya bulan dan mengarahkannya ke kamar Ratu Shim. Apa yang mereka lakukan berhasil membuat bayangan hitam tak bisa masuk kesana, disaat itulah Hong Joo tiba-tiba memuntahkan darah. Bukan hanya memutahkan darah, tangan Hong Joo berubah hitam-hitam.

Menyadari apa yang sudah terjadi, Hong Joo pun menaburkan bubuk hitam ke dalam tungku api dan membaca mantra. Apa yang Hong Joo lakukan membawa efek pada sinar bulan, bulannya seperti ditutupi awan sehingga tak bisa memberikan sinar yang terang. Saat itu juga, anak buah Hong Joo mulai beraksi, mereka memanahi semua teman-teman Hyun Seo.

Salah satu teman Hyun Seo jatuh dan perisai yang dia bawa pecah. Satu perisai pecah membuat perisai yang lain ikut pecah. Teman Hyun Seo yang jatuh tadi bernama Yoh Gwang. Karena misi mereka untuk menggaggalkan rencana Hyun Seo sudah berhasil, semua anak buah Hong Joo pun langsung pergi.

Hyun Seo pergi ke gedung istana milik Ratu Shim dan disana dia melihat bayangan hitam itu mengelilingi gedung Ratu Shim. Melihat bayangan itu, Hyun Seo pun teringat kalau sebelumnya, Ratu Shim pernah berkata kalau dia bermimpi ada bayangan hitam yang masuk ke dalam perutnya.

Di dalam kamar, Ratu Shim sudah bersiap. Dia baring dengan bagian perut yang sudah ditempel kertas mantra. Tak lama kemudian, bayangan hitam muncul dan langsung masuk ke dalam tubuh Ratu Shim. Sama seperti yang Hae Ran rasakan tadi, saat ini Ratu Shim juga merasakan rasa sakit dan kemudian pingsan.

Di luar gedung, Hyun Seo terduduk lemas karena dia tak berhasil menggaggalkan rencana Hong Joo. “Apa semua ditakdirkan seperti ini? Apa aku sungguh tak mampu menghentikan ini?” ucap Hyun Seo dalam hati dan saat itu dia langsung dihunus banyak pedang olehn para pengawal.

Pagi tiba dan Ratu Shim langsung dinyatakan hamil oleh tabib. Ibu Suri terlihat sangat senang dan langsung memuji Hong Joo, dia bahkan berjanji akan memberikan hadiah untuk Hong Joo.

“Terima kasih banyak, Yang Mulia. Bagaimanapun… ini belum berakhir,” ucap Hong Joo dan ucapan itu membuat Ibu Suri terkejut.

Hae Ran terbangun dan mendapati tubuhnya hitam-hitam dan kuku patah. Melihat itu, Hae Ran pun bisa dengan cepat menebak kalau dia sudah kena sihir hitam. Hae Ran jadi histeris dan terus berteriak.

Di kamarnya, Ratu Shim sedang merapikan pakaian untuk buah hatinya nanti. Dia terlihat sedih merasakan ada bayi di dalam perutnya namun itu bukan anaknya sendiri. Ratu Shim kemudian beranjak dari duduknya dan keluar.

Di ruangan yang gelap, terlihat seorang wanita memakai pakaian serba hitam mendatangi kamar Hae Ran dan kemudian menancapkan pedangnya ke tempat tidur Hae Ran. Dia pikir Hae Ran sedang tidur dan ditutupi selimut, tapi ternyata sesuatu yang ada di tempat tidur itu bukanlah Hae Ran. Hae Ran kemudian keluar dari persembunyian dan menyerang waita itu, tapi tentu saja Hae Ran tak bisa melawan wanita itu, karena orang yang ingin dia lawan adalah seorang pendekar.

Wanita tadi kemudian menghunuskan pendangnya ke arah Hae Ran dan tak lama kemudian Hong Joo bersama anak buahnya masuk.

“Jangan melawan, ikuti aku. Jika iya, akan kudoakan kau masuk surga,” perintah Hong joo dan akhirnya Hae Ran sadar kalau Hong Joo bukanlah orang yang baik.

“Ketua Dukun, yang harusnya lindungi negeri ini malah mengotori istana ini dengan sihir hitam! Ketua tidak takut dengan akibatnya? Bencana akan menimpa Joseon akibat sihir hitammu. Raja akan mati setelah berjuang melawan penyakitnya dan istana akan dipenuhi dengan darah setelah kerajaan tidak ada kuasa sama sekali!” ucap Hae Ran dengan marah.

“Sepertinya kau masih punya energi, masih sanggup mengoceh. Bunuh dia!” perintah Hong Joo dan Hae Ran pun melarikan diri.

Di luar, Hae Ran tak sengaja menabrak Ratu Shim dan diapun meminta pertolongan pada Ratu Shim untuk menyelamatkannya, karena kalau dia mati, tidak akan ada yang mengurus ibu dan adiknya.

“Jangan khawatir dengan keluargamu. Mereka akan ada tepat di belakangmu,” jawab Hong Joo dan tepat disaat itu, anak buah Hong Joo membawa ibu dan juga adik Hae Ran. Tanpa basa basi lagi, anak buah Hong Joo langsung mengayunkan pedang mereka dan menebas ibu dan adik juga Hae Ran. Hae Ran shock melihat ibu dan adiknya dibunuh tepat di depan matanya sendiri. Ratu Shim juga tak kalah shock-nya namun dia tak bisa berbuat apa-apa untuk menolong Hae Ran.


loading...

Hae Ran menangis meratapi kematian ibu dan adiknya dengan cara yang sadis. Dengan penuh emosi dia berkata, “Ibu dan adikku kau bunuh karena ingin bermain-main dengan sihir hitam? Beraninya kau!”

Hae Ran berlari ke arah Hong Joo dan menyudutkannya ke dinding, saking cepatnya Hae Ran berlari, tanpa Hong Joo sadari dia menjatuhkan belati yang sudah dia simpan di bajunya.

“Matilah, kau jalang! Mati!” teriak Hae Ran dan mencekik Hong Joo lalu mengangkatnya. Anak buah Hong Joo hendak menyelamatkan Hong Joo, namun Hae Ran mengibas mereka sehingga membuat mereka semua terpental.

“Peraturannya, kau bisa ramalkan masa depan orang lain, tapi bukan masa depanmu. Kuyakin pasti sama saja untukmu! Biarkan aku memberimu pencerahan. Sihir hitammu akan jadi kematianmu! Dan tubuhmu akan tercabik-cabik! Kau akan mati seperti itu, tanpa meninggalkan bekas sedikit pun! Matilah, kau jalang! Mati!” teriak Hae Ran dan tiba-tiba dia di tusuk dari belakang. Di luar dugaan, orang yang menusuk Hae Ran adalah Ratu Shim.

Hae Ran tentu saja shock mengetahui kalau ternyata Ratu Shim terlihat dengan semuanya. Dengan menggunakan sisa-sisa tenaganya, Hae Ran menghampiri Ratu Shim dan saking takutnya, Ratu Shim sampai terjatuh. Tepat disaat itu Hae Ran mendengar suara bayi menangis.

“Selamat, Yang Mulia. Yang Mulia hamil anak kembar,” ucap Hae Ran dan meraba perut Ratu Shim. “Tapi… saat usia anakmu 17 tahun, mereka akan mati. Dan jika melarikan diri dari kematian… hidup mereka akan lebih menyakitkan daripada menahan kematian itu! Semua yang jatuh cinta pada anak itu akan mati! Dan yang disukai anak itu juga akan mati!” kutuk Hae Ran dan diapun langsung ditusuk lagi oleh Hong Joo, agar tak mengucapkan kutukan lagi. Setelah mendapat tusukan ke dua ini, Hae Ran langsung mati dan yang lebih mengejutkan dari mata Hae Ran keluar darah.

Hyun Seo berada di penjara dan dia mendengar suara petir yang terus menyambar. Mendengar itu Hyun Seo pun bisa tahu kalau ada sesuatu yang sudah terjadi.

Beberapa bulan kemudian, Ratu Shim melahirkan. Awalnya dia melahirkan bayi laki-laki dan dia terlihat sangat senang melihat putra pertamanya. Tak lama kemudian Ratu Shim merasa kesakitan dan ternyata dia melahirkan bayi lagi. Bayi kedua Ratu Shim adalah anak perempuan. Menyadari dirinya melahirkan anak kembar, Ratu Shim langsung shock dan minta dipanggilkan Hong Joo.

Kedua anak Ratu Shim sudah tertidur nyenyak disaat Hong Joo datang menghadap. Ratu Shim terlihat sangat ketakutan karena apa yang di katakan Hae Ran benar, dia sudah melahirkan anak kembar. Yang menjadi permasalahannya sekarang adalah Hae Ran juga berkata kalau kedua anak Ratu Shim akan mati saat mereka berusia 17 tahun.

Hong Joo memperhatikan kedua anak tersebut dan dibalik telinga mereka terdapat tanda. Hong Joo pun berkata kalau kedua anak itu sudah mendapat kutukan. Mendengar hal tersebut, Ratu Shim tambah panik dan bertanya cara untuk menyelamatkan anak-anaknya.

“Kutukannya harus dipindahkan ke satu anak saja, dan bunuh mereka,” jawab Hong Joo dan Ratu Shim tak bisa melakukannya. Dia tidak tega membunuh salah satu anaknya sendiri. Hong Joo pun berkata karena yang diinginkan Ratu Shim dan juga Ibu Suri adalah Putra Mahkota maka mereka bisa membunuh Putri, agar Putra Mahkota bisa naik tahkta.

“Yang Mulia harus putuskan: mau kehilangan keduanya, atau menyelamatkan Pangeran Mahkota?” ucap Hong Joo memberi pilihan. Ratu Shim pun hanya bisa menangis, meratapi nasib putrinya yang harus dibunuh padahal dia baru saja lahir ke dunia.

Hong Joo sudah membawa kedua bayi ke tempat ritual dan setelah Hong Joo memindahkan kutukan Putra Mahkota pada Putri, Ibu Suri muncul untuk bertanya. Ibu Suri sangat setuju dengan keputusan Putri dibunuh, karena itu demi kebaikan Putra Mahkota. Namun Hong Joo berkata kalau putri tidak akan mudah dibunuh karena dia sudah terkena kutukan dan yang bisa membunuh Putri adalah kembarannya sendiri yaitu Putra Mahkota.

“A-a-apa katamu? Tapi Pangeran Mahkota baru saja dilahirkan! Sungguh tak ada cara lain?” tanya Ibu Suri.

“Kita bisa membakarnya dengan ritual pembersihan. Tapi yang bisa melakukannya hanya biarawan Taoist. Di antara mereka, hanya Choi Hyun Seo yang bisa melakukannya,” jawab Hong Joo.

Hyun Seo dikeluarkan dari penjara dan Hong Joo kemudianmenemuinya. Dia memberikan sang Putri pada Hyun Seo dan berkata kalau tubuh putri sudah terkena kutukan.

“Apa katamu? Pada akhirnya, kau… Bukannya sudah kubilang sihir hitammu hanya akan berakibat buruk?” ucap Hyun Seo mengingatkan.

“Seseorang harus mengorbankan sesuatu untuk meraih yang luar biasa dan kami butuh bantuanmu untuk mengakhiri kutukan itu,” jawab Hong Joo dan kemudian meminta Hyun Seo untuk membunuh Putri.

Flashback disaat Hong Joo sedang bersama Ibu Suri.
Ibu Suri bertanya apa Hyun Seo akan benar-benar membunuh Putri. Dengan yakin Hong Joo mengiyakan, karena menurut sepengetahuannya Hyun Seo adalah orang yang selalu mengutamakan kesejahteraan negeri.

“Jika dia sungguh Choi Hyun Seo yang kukenal, dia takkan bisa menolaknya,” ucap Hong Joo dengan yakin.

Flashback End

Hong Joo memberitahu Hyun Seo kalau Putri tidak dibunuh dan kutukannya benar-benar terjadi maka Putra Mahkota juga akan ikut mati. “Jika kau tetap keras kepala seperti lima tahun silam kau hanya membuat keluarga kerajaan tidak memiliki pewaris. Anak ini harus mati, demi bangsa ini,” bujuk Hong Joo.

Mereka sekarang sudah berada di tempat ritual pembersihan dan Hyun Seo bersedia membunuh Putri. Hyun Seo membawa Putri ke tempat pembakaran dan meletakkannya di tumpukan jerami. Melihat wajah Putri, Hyun Seo terlihat ragu melakukannya, namun dia tetap harus membakar sang Putri.

Hyun Seo kemudian menyentuh jerami dan jeraminya pun mulai terbakar. Berada di tengah-tengah api, tentu saja sang Putri menangis karena merasa kepanasan. Hyun Seo kemudian turun dari tempat pembakaran dengan wajah sedih.

Terdengar suara wanita bernarasi, “Katanya tidak ada yang seharusnya tidak lahir. Itu kata kakakku. Siapa pun kau, atau dari keluarga apa pun atau apakah kau terlahir dengan penyakit atau tidak… Semua akan membantu dunia ini dengan kehadirannya, dan sebaliknya.”

Saat kita mendengar suara itu, kita juga diperlihat pada wanita muda yang sedang memanjat pohon dan sambil bermain layang-layang. Disisi lain, ada dua orang pria muda sedang berkuda dan memanah.

Seorang pria berkata, “Yeon Hui. Semua yang terlahir ke dunia ini dilahirkan dengan tujuan membantu dunia ini, dan sebaliknya.”

Sang wanita menjawab “Dan menemukan tujuan itu, itulah hidup. Jadi, jangan sedih. Karena kuyakin ada alasan kenapa kau juga dilahirkan.

Sang pria kembali menjawab, “Aku tak pernah sedih, karena akan kutemukan alasan itu. Apapun….”

Disaat mendengar suara-suara itu, kita melihat seorang pria terjatuh dari tebing namun dia tiba-tiba mengambang. Di dalam air kita melihat ada seorang wanita muda dengan rambut serba putih dan wanita muda dengan wajah yang sama sedang bermain layang-layang di atas pohon. Wanita muda tersebut memiliki tanda kutukan seperti Putri.

Di dasar tebing tempat pria muda tadi terjatuh ada wanita muda itu juga dan disana dia sedang bermain layang-layang.

 

Apa yang sebenarnya terjadi? Tunggu si sinopsis selanjutnya ya…
Sinopsis Mirror of The Witch episode 2

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis mirror of the witch
  • sinopsis drama mirror of the witch
  • sinopsis lengkap the mirror of the
  • Sinopsis mirror of the witch episode 1 sinopsis drama net part 2

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *