Home » Man To Man » Sinopsis Man To Man Episode 3 – 2

Sinopsis Man To Man Episode 3 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Man To Man Episode 3 – 2, bercerita tentang Sul Woo yang akhirnya punya rencana untuk membuat Woon Gwang kembali bekerja, Sul Woo menggunakan nama Mi Eun dan berhasil. Diapun akhirnya bisa ke rumah Ketua Victor berkat Woon Gwang dan sampai disana, dengan bantuan Dong Hyun Sul Woo akan melakukan aksinya yaitu mengambil ukiran kayu. Namun masalah terjadi karena Woon Gwang tak mau pisah dari Sul Woo.

Sinopsis Man To Man Episode 3 – 1

Sinopsis Man To Man Episode 3 – 2

sumber gambar dan konten dari jtbc

Di kamarnya, Sul Woo menelpon Dong Hyun dan membahas rencana mereka. Sul Woo pun berkata kalau dia harus mencari cara agar Woon Gwang mau bekerja lagi. Tepat disaat itu Sul Woo mendengar suara orang masuk rumah. Ingin tahu siapa yang masuk, Sul Woo pun mematikan telepon dan melihat rekaman CCTV. Ternyata yang datang adalah Do Ha, dia datang dalam keadaan mabuk dan dia berjalan menuju kamar Sul Woo. Sebelum Do Ha membuka pintu, Sul Woo dengan cepat mengunci pintunya.

Tapi keinginan Do Ha untuk masuk kamar sangat kuat, dia membuka pintu dengan menggunakan anting-antinya dan cara itu berhasil. Sepertinya Do Ha lupa kalau kamar itu sudah digunakan Sul Woo. Dia juga tak melihat Sul Woo sudah berbaring di atas tempat tidur, sampai-sampai dia langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur dan mengira tubuh Sul Woo adalah bantal. Sul Woo sendiri hanya terdiam walau dia merasa kesakitan karena perutnya ditiduri Do Ha.

Do Ha masuk kamar itu untuk bercerita dengan semua gambar Woon Gwang. Dia berkata kalau dia minum banyak hari ini karena ayahnya muncul lagi dalam hidupnya dan mengancamnya. Do Ha kemudian berkata kalau dia seharusnya mati saja ketika kakeknya meninggal 7 tahun yang lalu.

Flashback!

7 Tahun lalu dimana kakek Do Ha meninggal dan ayahnya masuk penjara, para kreditor malah mendatangi Do Ha dan memukulinya. Saat itu Do Ha benar-benar merasa ingin ikut mati dengan kakeknya, tapi dia bertemu dengan Woon Gwang.

“Aku berbohong pada Penjaga Kim kalau aku menyelamatkan hidupmu…. tapi sebenarnya, kaulah yang menyelematkan hidupku. Jika aku tidak bertemu denganmu saat itu, aku…” ucap Do Ha dan tak bisa meneruskannya lagi. Menurut Do Ha, dia dan Woon Gwang memang ditakdirkan untuk bertemu, karena mereka berdua bertemu pada masa yang paling menyedihkan.

“Kupikir… aku memberikanmu kekuatan untuk menjalani terapi fisik. Tapu aku tidak menyangka itu semua karena wanita itu,” keluh Do Ha dan kemudian tidur disamping Sul Woo. Mendengar kalimat Do Ha yang terakhir, Sul Woo pun akhirnya punya cara untuk membuat Woon Gwang mau kerja lagi.

Sul Woo menemui Woon Gwang yang sedang menonton TV. Woon Gwang tahu kalau Do Ha masuk kamar Sul Woo dan diapun memberitahu Sul Woo kalau Do Ha memang suka seperti itu kalau mabuk. Dia selalu masuk ke kamar yang Sul Woo gunakan sekarang. Ingin langsung melakukan rencananya, Sul Woo pun mengajak Woon Gwang makan ayam dan minum bir. Mendengar itu, Woon Gwang langsung setuju, karena orang yang selalu melarang dia makan ayam dan minum soju saat ini sedang tidak sadarkan diri.

Pada Sul Woo, Woon Gwang pun mengaku kalau dia sebenarnya merasa takut berada di depan kamera setelah mengalami 2 kecelakaan yang sama. Akibat kecelakaan pertamanya, kaki Woon Gwang patah dan diapun harus menjalani terapi fisik yang menyakitkan. Dia bisa melalui semua itu karena rasa benci dan amarahnya.

“Ada seorang wanita yang sangat kucintai. Tapi saat hari kecelakaan itu, dia meninggalkanku. Kami bukan hanya berpisah saja, tapi dia sudah menikah. Rasa sakit akibat pengkhianatan itu… menghantamku dengan kuatnya,” cerita Woon Gwang, namun dia menyuruh Sul Woo melupakan apa yang baru saja dia ceritakan itu.

Sul Woo kemudian menggunakan kesempatan itu untuk mengaku sesuatu, dia memberitahu Woon Gwang kalau dia bekerja sebagai pengawal Woon Gwang karena diutus oleh Mi Eun. Woon Gwang cukup terkejut mendengarnya, setelah diam sejenak Woon Gwang kemudian bertanya Sul Woo milik Songsan atau milik dia. Tentu saja Sul Woo menjawab kalau dia milik Woon Gwang.

Sul Woo pergi dan Woon Gwang masih berada di tempat yang sama, dia seperti sedang memikirkan sesuatu. Setelah apa yang Sul Woo katakan semalam, besoknya Woon Gwang pun bersiap kerja lagi.

Melihat Woon Gwang sudah berada di ruanganya, Se Hoon pun senang karena Woon Gwang akhirnya memutuskan untuk kerja lagi. Namun senyum Se Hoon langsung hilang saat Woon Gwang membahas tentang Mi Eun yang merupakan pemilik saham terbesar di Chewing.

Kita beralih ke Mi Eun yang saat ini sedang bersama Sharon Kim, dia bertanya keadaan Woon Gwang pada Sharon Kim dan Sharon menjawab kalau Woon Gwang baik-baik saja. Sharon Kim kemudian bertanya sampai kapan Mi Eun bersikap seperti itu pada Woon Gwang, padahal Sharon Kim punya segalanya dan Woon Gwang sama sekali tak menghargai Mi Eun.

“Aku tidak perduli itu. Dia juga tidak boleh tahu,” jawab Mi Eun yang menambahkan kalau hal itu sampai hal-hal yang ingin dia lindungi aman semua.

Ketahuan sudah menutupi kalau dia bekerja pada Mi Eun, Se Hoon pun langsug berlutut untuk meminta maaf, namun Woon Gwang malah bertambah marah karena mendengar alasan Se Hoon bekerja pada Mi Eun. Se Hoon beralasan karena Mi Eun adalah satu-satunya orang yang bisa menolong Woon Gwang saat itu. Saking marahnya, Woon Gwang berkata kalau mereka tak perlu lagi bertemu. Woon Gwang memutuskan untuk keluar dari Chewing.

Woon Gwang pergi dan Do Ha juga ikut marah pada Se Hoon. Sama seperti Woon Gwang, Do Ha juga memutuskan keluar dari Chewing.

Woon Gwang kembali ke rumah dan dia mengumumkan pada timnya kalau dia akan kembali bekerja, namun dia sudah memutuskan kerja samanya dengan Se Hoon. Sedangkan untuk yang lain, Woon Gwang menyerahkan keputusannya pada mereka, mau ikut keluar dari Chewing atau tidak.

Woon Gwang kemudian membahas jadwalnya dimana urutan pertamanya adalah menghadiri pesta ulang tahun Ketua Victor. Mendengar Woon Gwang memutuskan datang ke Rusia, Sul Woo pun tersenyum lega karena rencananya berhasil.

Sul Woo sudah berada di Rusia dan dia menelpon Dong Hyun. Dia memberitahunya kalau dia dan rombongan akan segera pergi ke rumah Ketua Victor. Ternyata Dong Hyun juga sudah berada di hotel itu dan dia menyamar sebagai seorang pilot untuk diam-diam memberikan sebuah koin besar pada Sul Woo.

loading...

Setelah Dong Hyun pergi, Sul Woo kemudian dibuat terpesona dengan penampilan Do Ha yang mengenakan gaun berwarna putih. Saat Do Ha mengeluh kalau dia merasa aneh mengenakan gaun itu, Sul Woo langsung berkomentar kalau Do Ha cantik.

Tak hanya Sul Woo yang beranggapan kalau Do Ha cantik, Woon Gwang juga berpikir hal yang sama, bahkan dia sampai berpura-pura tak melihat Do Ha, karena yang dia lihat saat ini adalah wanita yang sangat cantik. Dipuji cantik oleh Woon Gwang membuat Do Ha senang dan malu-malu.

Keamanan di rumah Ketua Victor memang sangat ketat, penjaga dimana-mana. Untuk masuk gerbangnya saja, mobil yang ditumpangi rombongan Woon Gwang harus di periksa dengan alat sensor. Tak jauh dari rumah Ketua Victor, sudah ada Dong Hyun disana dengan semua alat pelacak.

Kita kembali ke korea dimana Ki Chul memberitahu Tuan Baek kalau saat ini Dong Hyun sudah berada di Rusia.

Bukan hanya mobilnya yang diperiksa, setiap orangnya juga harus diperiksa saat akan masuk ke dalam rumah. Mereka harus melewati pintu sensor seperti yang biasa di pasang di bandara dan juga tidak diperbolehkan membawa ponsel. Tak hanya itu, kartu undangannya juga harus diperiksa dengan teliti untuk memeriksa keahliannya.

Saat melewati pintu sensor, Sul Woo menimbulkan bunyi dan saat diperiksa sensor itu menyala karena koin yang Sul Woo bawa. Merasa kalau koin itu tidak berbahaya, penjaga pun membiarkan Sul Woo membawanya.

Sul Woo sudah masuk dan Dong Hyun mulai menyalakan peralatannya. Ternyata koin yang mengakibatkan sensor menyala, bisa dibuka dan didalamnya terdapat permen yang bisa digunakan untuk alat komunikasi antara Sul Woo dan Dong Hyun. Sul Woo juga sudah memasang kamera pada Woon Gwang tanpa Woon Gwang sadari. Jadi, Dong Hyun bisa mendapatkan rekaman gambar dari kamera yang Sul Woo bawa dan juga yang dipasang pada Woon Gwang. Sul Woo kemudian melihat kesekeliling ruangan agar bentuk rumah Ketua Victor itu bisa tergambar di laptopnya.

Tanpa diduga, Seung Jae dan Mi Eun juga ada di pesta itu dan mereka menyapa rombongan Woon Gwang. Kebetulan bertemu dengan Mi Eun, Woon Gwang pun langsung memberitahunya kalau dia sudah keluar dari Chewing dengan alasan dia tak suka pada pemegang sahamnya. Do Ha ikutan bicara dengan bertanya sampai kapan Mi Eun akan merahasiakan semua itu, tapi dengan nada dingin Mi Eun menjawab kalau semua itu bukan urusan Do Ha. Membela Do Ha, Woon Gwang langsung merangkul pinggal Do Ha dan berkata kalau mulai sekarang semua itu adalah urusan Do Ha karena Do Ha sudah menjadi CEO dari agensi baru yang Woon Gwang bentuk.

Tak mau kalah, Seung Jae juga merangkul pinggang Mi Eun dan berkata kalau mereka sedang berada di tempat yang tak cocok untuk berdiskusi panjang lebar. Tentu saja Woon Gwang merasa tak suka Seung Jae memamerkan kemesraannya, sehingga dia menjawab kalau pembicaraan mereka sudah selesai, karena yang ingin dia lakukan bukannya berdiskusi melainkan hanya ingin memberitahukan saja.

Woon Gwang dan rombongan pergi. Seung Jae langsung bertanya apa Mi Eun merasa bingung dan Mi Eun menjawab tidak, dia hanya merasa semua itu terlalu mendadak sekali.

Tuan Baek masih bersama Ki Chul dan Ki Chul merasa kalau Ketua Victor di Moscow punya salah satu ukiran kayu yang mereka cari-cari selama ini. Mendengar itu, Tuan Baek pun berpendapat kalau Ki Chul hanya harus membiarkan Dong Hyun dan agennya mengambil ukiran kayu tersebut, setelah mereka berhasil maka tugas Ki Chul adalah mengambil ukiran tersebut dari mereka.

“Orang yang memilikinya pada akhirnya adalah pemilik sejati. Pastikan orang itu aku, bukan Songsan. Paham?” ucap Tuan Baek dan Ki Chul mengerti. Tuan Baek kemudian mengaku kalau dia tak mau lagi membungkuk pada Seung Jae.

Ketua Victor muncul dan dia langsung menghampiri Woon Gwang, dia bahkan memanggil Woon Gwang dengan sebutan “My Dark Death” dan juga mengatakan selogan yang selalu Woon Gwang katakan dalam filmnya yaitu, “Yang terparah yang pernah ada.”

Beralih ke Sul Woo yang teringat pesan Dong Hyun kalau dia punya waktu saat lampu di padamkan ketika pemotongan kue. Lagu ulang tahun dinyanyikan sekitar empat menit, jadi dengan waktu selama itulah dia harus mengambil ukiran kayu dari ruang rahasia. Sedangkan untuk urusan sistem keamanannya, Sul Woo bisa menggunakan koin besar itu yang ternyata bisa di bagi dua dan bisa dimasukkan ke dalam kontrol sistem keamanan, sehingga mereka bisa mengendalikan sistem rumah Ketua Victor secara eksternal.

Ketua Victor kemudian menghampiri Seung Jae dan Seung Jae langsung mengajak Ketua Victor untuk membicarakan soal apa yang pernah Seung Jae negosiasikan dengan Songsan di Siberia. Ketua Victor mengerti dan diapun langsung mengajak Seung Jae pergi.

Do Ha pergi ke toilet dan kesempatan itu langsung Mi Eun gunakan untuk menghampiri Woon Gwang. Mi Eun mengingatkan Woon Gwang, kalau Woon Gwang keluar dari Chewing maka dia akan kehilangan segalanya, namun Woon Gwang tak perduli.

“Kau itu siapa, terlibat dalam hidupku?” tanya Woon Gwang kesal dan Mi Eun berkata kalau selama ini Woon Gwang baik-baik saja, dia hanya bodoh karena harga dirinya. Woon Gwang yang merasa kalau Mi Eun selalu melihat dirinya begitu menyedihkan, jadi Woon Gwang pun ingin Mi Eun untuk jauh-jauh dari dihidupnya. Tanpa Mi Eun sadari, Seung Jae melihat apa yang dia lakukan dari atas.

Dong Hyun sudah tahu dimana ruang rahasia milik Ketua Victor, dimana ruang itu ada di ruang bawah tanah dan Sul Woo langsung melihat kesekeliling untuk mengetahui kondisinya, dimana saja ada pengawalnya dan dimana saja ada kamera CCTV-nya.

Untuk masalah Woon Gwang yang tak mau ditinggal jauh oleh Sul Woo, Sul Woo berkata kalau dia bisa bergerak saat Woon Gwang di ajak Ketua Victor foto bersama di ruangannya dan menurut Dong Hyun, Sul Woo punya waktu selama 3 menit untuk mengambil ukiran kayu itu. Tiga menit bukanlah waktu yang mustahil untuk Sul Woo, jadi diapun memutuskan akan mengambil ukiran kayu itu saat itu juga.

Waktunya berfoto dan Woon Gwang diajak sekretaris Ketua Victor untuk pergi bersama menemui Ketua Victor. Sul Woo pun ikut untuk mengantarkannya. Mengetahui kalau Sul Woo sedang mengantarkan Woon Gwang, Dong Hyun pun langsung memberitahu Sul Woo kalau Sul Woo punya waktu 3 menit mulai dari sekarang.

Namun hal yang tidak terduga terjadi, Woon Gwang ingin Sul Woo ikut bersamanya, karena dia tak bisa pisah dari Sul Woo. Karena itu permintaan Woon Gwang, Ketua Victor pun mengabulkan padahal seorang presiden bahkan tak masuk ke ruang rahasia Ketua Victor dengan pengawalnya. Sul Woo benar-benar dalam kebingungan antara masuk atau tidak, Woon Gwang mengajak masuk sedangkan Dong Hyun terus menyuruhnya untuk tidak boleh masuk. Tak punya pilihan lain, Sul Woo pun menyuruh Dong Hyun untuk melakukan plan B.

bersambung

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *