Home » Hwang Jung Eum » Sinopsis Lucky Romance Episode 9 – 2

Sinopsis Lucky Romance Episode 9 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Lucky Romance Episode 9 – 2 bercerita tentang Soo Ho dan Bo Nui yang semakin dekat saja. Bahkan Soo Ho sudah bisa menerima semua kebiasaan Bo Nui yang suka menyebar garam agar terhindar dari kesialan. Di akhir episode Bo Nui mengakui perasaannya tapi dia juga mengaku kalau dia tak boleh punya perasaan suka pada Soo Ho. Ingin tahu keseruan-keseruan pada episode 9 ini? Yuk baca sinopsis lengkapnya di bawah ini:

Sinopsis Lucky Romance Episode 9 – 1

Sinopsis Lucky Romance Episode 9 – 2

Paginya, Soo Ho bersiap-siap pergi. Dia bergumam kalau cuacanya terlalu bagus. Di tempat lain, Gun Wook dengan semangat mencuci mobilnya sendiri. Selain menyiapkan mobil, Gun Wook juga sudah menyiapkan tiket. Pada boneka burung hantu dia berkata, “Noona, ayo kita piknik dan terimalah permintaanku.”

Soo Ho dengan semangatnya menuju mobil dan langsung pergi. Begitu juga dengan Gun Wook. Mereka berdua mengendarai mobil mereka menuju rumah Bo Nui. Siapa yang akan duluan sampai rumah Bo Nui?

Di rumah, Bo Nui sedang menerima telepon dari Dal Nim yang bertanya apa Bo Nui benar-benar tak ingin ikut workshop. Tentu saja Bo Nui tetap pada pendiriannya. Setelah Bo Nui menutup telepon, bel pintu rumah Bo Nui bunyi. Siapa yang datang? Kita tak langsung diperlihatkan, karena kita dialihkan pada rombongan pegawai Ze Ze sudah siap berangkat. Tiba-tiba Seol Hee datang dan langsung bergabung dengan mereka semua.

Bo Nui sekarang sudah bersama Soo Ho yang mengajaknya pergi ke tempat workshop. Karena jimatnya yang mengajak, tentu saja Bo Nui tak bisa menolak lagi. Tepat disaat mereka sudah berada di perjalanan, Gun Wook menelpon dan bertanya keberadaannya. Jujur Bo Nui menjawab kalau dia sedang bersama Soo Ho dan menuju ke tempat workshop. Tentu saja Gun Wook merasa amat kecewa mengetahui Bo Nui pergi bersama Soo Ho, apalagi Gun Wook sudah menyiapkan tiket untuk mereka berdua.

Setelah menutup telepon dari Gun Wook, Bo Nui langsung menyebar garam dan kacang merah di mobil Soo Ho. Walaupun sebenarnya Soo Ho tak suka karena dia baru mencuci mobilnya, tapi dia tak bisa melarang Bo Nui untuk melakukan hal tersebut.

Bo Nui kemudian membuka jendela mobil untuk menikmati udaranya, melihat itu Soo Ho kemudian memberikan kacamata hitam karena menurut ajaran Ryang Ha, kaca mata hitam sangat wajib jika mereka sedang jalan-jalan.

Mendapat begitu banyak perhatian dari Soo Ho, Bo Nui pun dengan berani bertanya apa Soo Ho menyukainya. Mendengar pertanyaan itu, Soo Ho langsung gugup sampai-sampai mobilnya oleng.

“Apa kau bilang?” tanya Soo Ho kesal.

“Tidak, kan?”

“Tiba-tiba saja tanya begitu! Hampir kecelakaan ini!”

“Soalnya aneh, kau selalu datang kerumah… selalu mengajakku makan padahal kau jarang makan. Kau juga memperkerjakan bos Won. Sampai-sampai ikut workshop hanya demi aku. Belum lagi, kau mau jadi jimatku,” jelas Bo Nui

“Tidaklah! Kau gampang sekali salah paham! Kau itu bug bagiku. Bug pembawa virus takhyul. Sebagai bos waras yang bermoral, aku tak bisa diam saja,” jawab Soo Ho membantah tentang perasaannya dan Bo Nui mengerti, dia bertanya seperti tadi karena Tuan Won yang memberitahunya. Soo Ho kemudian bertanya baik pada Bo Nui, apakah Bo Nui benci atau suka pada Soo Ho. Mendapat pertanyaan seperti itu membuat Bo Nui diam dan diamnya Bo Nui membuat Soo Ho tambah gugup. Jadi dia menarik kembali petanyaannya.

“Baiklah, benci aku sesukamu! Kita bisa terang-terangan saling membenci, kita sama,” ucap Soo Ho kesal dan langsung membuka jendela mobil karena merasa panas.

Rombongan pegawai Ze Ze sampai di tempat workshop dan Seol Hee merasa kesal karena dia baru diberitahu kalau Soo Ho tak ikut workshop. Tepat disaat itu Ryang Ha muncul mengagetkan mereka semua, Ryang Ha sudah duluan sampai di tempat itu.

Tak lama kemudian Gun Wook datang dengan mobinya dan Seol Hee langsung bertanya kenapa dia datang, padahal dia harus istirahat untuk acara besok. Tak menjawab pertanyaan Seol Hee, Gun Wook malah balik bertanya kenapa Seol Hee juga ikut, padahal Seol Hee tak suka dengan pedesaaan.

“Tentu saja! Apa yang lebih penting daripada kumpul bersama pengembang game-mu?” jawab Seol Hee.

Ketika mereka semua hendak masuk ke dalam rumah, Soo Ho dan Bo Nui sampai. Dal Nim shock melihat Soo Ho datang bersama Bo Nui, tapi dia tak terlalu memperlihatkan rasa tak senangnya itu. Dal Nim pun langsung pergi sebelum Ryang Ha menggodanya di depan Soo Ho.

Bo Nui sudah bersama Gun Wook dan bertanya kenapa Gun Wook datang ke acara workshop. Gun Wook menjawab memangnya dia dilarang datang, bukan kah IF adalah game tentang dirinya,

“Besok kau siaran, kan? Bagaimana jika terjadi sesuatu saat kau di perjalanan, kau kan tak tahu jalan,” jawab Bo Nui khawatir dan Gun Wook berusaha meyakinkan Bo Nui kalau dia tidak membawa sial untuk Gun Wook.

“Sejak aku tiba di Korea, dibandingkan cawat merah atau burung hantu… noona lebih membawa keberuntungan. Karena itu, temani aku,” pinta Gun Wook namun Bo Nui tetap menjawab tak bisa dan itu membuat Gun Wook merasa kecewa. Gun Wook pun langsung pergi dan Bo Nui mengejarnya. Tanpa mereka sadari, dari kejauhan Soo Ho melihat mereka berdua.

Waktunya bermain MPV dan Soo Ho sibuk dengan kameranya. Dia terlihat fokus mengambil gambar Bo Nui, tapi rasa senangnya langsung berubah jadi kesal ketika dia menyadari kalau Bo Nui sedang memperhatikan Gun Wook yang di larang bermain MPV oleh Seol Hee.

Semua orang sudah bersiap bermain MPV kecuali Seol Hee dan sebelum mereka semua berangkat, Bo Nui dengan cepat menyebar garam di MPV mereka semua, agar mereka bermain dengan selamat. Gun Wook kemudian mengajak Soo Ho taruhan, siapa yang finish duluan akan dikabulkan semua permintaannya. Sebenarnya Soo Ho tak mau, karena dia tak butuh apa-apa dari Gun Wook, tapi dia tak bisa menolak tantangan Gun Wook.

Merekapun mulai bermain dan semuanya sangat menikmati perjalanan mereka, kecuali Soo Ho karena Soo Ho sepertinya tidak terlalu mahir mengendarai MPV. Di tempat peristirahatan, Seol Hee melihat permainan Gun Wook dari ponseknya. Dia ternyata sudah memasang cctv di MPV Gun Wook.

Satu persatu mereka kemudian kembali dan mengejutkan, Soo Ho sudah tak lagi mengendarai MPV-nya sendiri, dia ikut MPV yang di kendarai Bo Nui. Melihat itu tentu saja Seol Hee tak senang. Turun dari MPV, Soo Ho langsung meminta SIM milik Bo Nui dan bertanya dimana Bo Nui belajar menyetir.

“Bos sendiri, membuang motor… ke parit karena pandai menyetir?” tanya Bo Nui dan dengan kesal Soo Ho menjawab kalau motor yang dia kendarai rusak. Bo Nui pun mulai berani meledek Soo Ho dengan mengatakan kalau motornya pasti rusak karena merasa lelah gara-gara mendengar ocehan Soo Ho.

“Kau menyindirku, kan?” tanya Soo Ho dan Bo Nui membenarkan.

“Di dunia khayalan dan imajinasi, kaulah yang terbaik,” ucap Bo Nui dan Soo Ho merasa senang mendengarnya karena dia mengganggap Bo Nui sedang memujinya.

Tepat disaat itu Gun Wook baru datang dan dia langsung bertanya keberadaan Bo Nui pada Seol Hee. Ketika Gun Wook melihat ke arah Bo Nui dan di sana juga sudah ada Soo Ho yang tersenyum senang karena dia sudah sampai lebih dulu dari Gun Wook. Soo Ho tertawa seperti itu karena dia sudah memenangkan taruhan yang Gun Wook inginkan.

Selesai bermain MPV, waktunya makan siang dan Ryang Ha bertugas memanggang daging berbeque. Soo ikut bergabung dan Seol Ha langsung mempersiapkan kursi yang ada di sampingnya, namun Soo Ho tak ingin duduk di samping Seol Hee, dia lebih memilih kursi lain yang kosong. Tentu saja hal itu membuat Seol Hee kecewa.

Karena mereka semua sudah berkumpul, mereka pun bermain True and Dare. Botol di putar dan Dae Kwon sengaja mengarahkan botol pada Bo Nui. Peraturan dalam permainan ini adalah siapa yang tidak bisa menjawab dalam waktu 3 detik maka orang itu harus minum sebagai hukumannya.

“Zeze factory tidak hebat,” tanya Dae Kwon.

“Tidak,” jawab Bo Nui dan Soo Ho tersenyum mendengarnya.

“Bos Je suka emosi,” tanya Sung Hyun.

“Iya,” jawab Bo Nui dan senyum Soo Ho yang tadi mengembang langsung hilang.

“Hari ini kau senang?” tanya Dal Nim.

“Iya,” jawab Bo Nui dan semuanya bersorak.

“Kau punya pacar,” tanya pegawai Ze Ze yang lain dan mendengar pertanyaan itu, Soo Ho dan Gun Wook terlihat menunggu jawaban Bo Nui.

“Tidak,” jawab Bo Nui.

“Ada yang sedang kau dekati,” tanya Seol Hee dan Soo Ho terlihat begitu menunggu semua jawaban Bo Nui, namun dia menutupi ekspresi wajanya dengan terus minum.

loading...

“Tidak ada. Aku tidak mendekati siapapun. Tidak punya waktu,” jawab Bo Nui dan tepat disaat itu Ryang Ha muncul lalu mengajak Soo Ho pergi karena dia kesal, dia berada di sana hanya untuk menanggang daging sendiri.

Setelah Soo Ho pergi, Dae Kwon bertanya apa Bo Nui sudah diam-diam pacaran dengan Soo Ho. Dengan cepat Bo Nui menjawab tidak. Setelah mendapat jawaban itu, Sung Hyun langsung meminta bayaran taruhan mereka. Ternyata tujuan mereka melakukan permainan itu, hanya untuk mendapatakan jawaban tadi dari Bo Nui karena mereka lagi-lagi membuat taruhan.

Matahari sudah terbenam dan malam pun tiba. Seol Hee menghampiri Soo Ho yang sedang jalan sendirian. “Saat di Amerika, kau tidak berani mendekati kolam,” ucap Seol Hee.

“Itukan dulu,” jawab Soo Ho.

“Ow… kau berubah ya. Lebih dewasa.”

“Aku bukan anak-anak lagi, kan? Sudah 30 tahun,” ucap Soo Ho dan Seol Hee bertanya kenapa Soo Ho masih jomblo di umur segitu.

“Ryang Ha bilang. Katanya dia mengajari segalanya… Kecuali mendekati wanita,” ucap Seol Hee dan kemudian dia berdiri di depan Soo Ho. “Bagaimana denganku? Dulu, aku satu-satunya wanitamu. Bukan?” tanya Seol Hee.

Kita beralih pada Gun Wook yang di telpon ibunya tentang kabar Gun Wook yang mencari ayahnya. Sang ibu tak senang dan tak memperbolehkan Gun Wook mencari ayahnya. Bo Nui mendengar pembicaraan Gun Wook dan sang ibu, setelah ibu Gun Wook menutup telepon, Bo Nui pun menghampirinya.

Mengetahui beban berat yang Gun Wook pikul, Bo Nui pun mengubah keputusannya. Bo Nui bersedia menemani Gun Wook untuk acara TV besok. Tapi dia tak bisa pulang bareng dengan Gun Wook, dia mempersilahkan Gun Wook pulang duluan malam ini dan Bo Nui akan pulang besok pagi. Tentu saja Gun Wook merasa senang dan lega, karena Bo Nui akan menemaninya besok.

Seol Hee masih bersama Soo Ho dan tiba-tiba Seol Hee menjerit ketakutan karena ada ngengat yang mengikutinya. Karena Seol Hee berlindung padanya Soo Ho, pun langsung mengusir ngengat itu dan Seol Hee pun merasa lega.

“Aku paling benci dengan ngengat. Aku tidak suka di pedesaan,” ucap Seol Hee.

“Lalu kenapa ikut…,” ucap Soo Ho dan kemudian melihat kupu-kupu hinggap di kepala Seol Hee. Sifat usil Soo Ho muncul, dia berkata kalau ada ngengat di kepala Seol Hee dan itu tentu saja membuat Seol Hee ketakutan dan terus berteriak.

Bo Nui mendengar teriakan Seol Hee dan ketika melihat Soo Ho dekat dengan Seol Hee, Bo Nui terlihat tak senang. Tapi Bo Nui tak mengatakan apa-apa, dia langsung masuk ke vila.

Dalam perjalanan pulang, Gun Wook bertanya situasi di agensi mereka dan Seol Hee menyuruh Gun Wook untuk tidak khawatir. Dia menjamin Gun Wook akan tetap tampil di TV dan dia yang akan bertanggung jawab atas semuanya.

Para pegawai pria Ze Ze sedang asik minum-minum dan sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu. Bo Nui ingin ikut bergabung dengan mereka, tapi karena dia melihat Dal Nim tidur di bawah meja, jadi diapun langsung memapahnya masuk ke vila.

Setelah Bo Nui membawa Dal Nim pergi, Soo Ho muncul dan para pegawai Ze Ze langsung menghampirinya.

Bo Nui membawa Dal Nim ke tempat tidur dan sepertinya Bo Nui salah masuk kamar karena di samping Dal Nim tidur ada Ryang Ha yang sudah tidur duluan. Tepat disaat itu Sung Hyun menghampiri Bo Nui dan mengajak Bo Nui menyaksikan sesuatu yang seru.

Dari dalam vila, Sung Hyun mengajak Bo Nui menyaksikan Soo Ho di lempar ke kolam oleh semua pegawai pria Ze Ze. Mengetahui Soo Ho akan di lempar ke kolam, Bo Nui langsung keluar untuk menyelamatkan Soo Ho. Namun sayang, Bo Nui terlambat. Ketika dia sampai kolam, Soo Ho sudah di lempar ke dalam kolam.

Karena memang kolamnya tidak dalam, Soo Ho bisa langsung berdiri dan keluar kolam. Tapi Soo Ho terus batuk-batuk dan membuat Bo Nui panik. Saking paniknya, Bo Nui sampai memarahi semua rekan kerjanya. Keempat pegawai Ze Ze bingung melihat Bo Nui marah seperti itu. Tapi mereka tak mendapat jawaban atas rasa penasaran mereka, karena Soo Ho dan Bo Nui langsung pergi.

Bo Nui mengikuti Soo Ho pergi. Ingin sendiri, Soo Ho menyuruh Bo Nui pergi, “Aku hanya perlu tidur. Jangan membuat keributan. Aku tidak ingin orang lain tahu,” ucap Soo Ho dan Bo Nui mengajak Soo Ho ke rumah sakit, tapi Soo Ho menolak.

“Kenapa kau seperti ini?” tanya Bo Nui kesal. “Akui saja, kenapa disembunyikan? Kenapa sok kuat? Kenapa menahannya seorang diri? Kau seperti payung bagiku. Sudah seperti jimatku sendiri. Biarkan aku melakukannya juga,” ucap Bo Nui dan Soo Ho tak bisa menjawabnya lagi.

Mereka sekarang sudah berada di mobil dan Bo Nui membawakan dua minuman. Soo Ho memilih untuk meminum air mineral saja. Bo Nui kemudian bersiap-siapa menjalankan mobil karena mereka akan kembali ke Seol.

“Aku harus memeriksa SIMmu dulu,” ucap Soo Ho.

“Berhentilah bercanda.”

“Akan kuperjelas. Ini adalah traumaku. Tidak ada hubungannya denganmu,” ucap Soo Ho.

“Bos… kau membenci ayahmu?” tanya Bo Nui.

“Ayah.”

“Aku memintamu jadi anak yang baik tanpa tahu apapun. Maaf sudah cerewet.”

“10 tahun. Aku keluar negeri di usia 11. Jadi aku hidup bersamanya selama 10 tahun. Meski tanpa kejadian itu, Tidak lama, aku tinggal dengannya,” cerita Soo Ho.

“Kau pergi sendirian? Umur 11? Masih anak-anak, kan?”

“Tidak ada bedanya. Tak ada yang peduli padaku saat itu. Aku seperti monyet di kebun binatang. Semua orang melihatku dengan aneh. Seperti benda yang dipertontonkan. Tidak buruk juga sih. Aku benci manusia… yang tersenyum didepan kita, tapi menggosip dibelakang,” aku Soo Ho.

“Pasti kesepian. Seperti anak kecil yang terjebak di gua. Takut dan kesepian,” ucap Bo Nui.

“Kubilang tidak apa-apa, kenapa malah terjebak di gua?”

“Kukira bos itu… orang yang paling beruntung di dunia. Sangat pintar, berkompeten, dan menarik. Dan orang tuamu juga sehat. Jadi kupikir kau sangat berbeda denganku.”

“Lalu?” tanya Soo Ho dan Bo Nui hanya tersenyum. Tepat di saat itu Soo Ho mual dan langsung keluar mobil untuk muntah. Soo Ho merasa tak nyaman Bo Nui melihat dia muntah, jadi dia menyuruh Bo Nui pergi. Tapi Bo Nui tak mau, karena Soo Ho juga pernah dimutahi Bo Nui. Soo Ho tersenyum mendengar hal itu.

“Seharusnya kau tidak melihat ini.”

“Oh, tersenyum. Artinya sudah baikan, kan?” ucap Bo Nui lega ketika melihat senyuman di wajah S

“Namanya juga hidup. Sekarang kita impas,” ucap Bo Nui dan Soo Ho kembali mual.

Soo Ho sekarang sudah berada di rumahnya dan Bo Nui masih ada di sana untuk merawatnya. Karena sibuk mengurus Soo Ho, Bo Nui tak mendengar bunyi sms dari Gun Wook. Setelah mengompres wajah Soo Ho dengan lap basah, Bo Nui kemudian menulis sesuatu di tangan Soo Ho.

“Hatiku sangat sakit. Tapi tidak tahu dimana yang salah. Aku tidak mengerti. Bos sudah banyak membantuku. tapi aku tidak pernah melakukannya,” ucap Bo Nui dan ternyata Bo Nui menulis kata Kodok dan ular di tangan Soo Ho. “Pertanyaan tadi siang. Bos, aku tidak membencimu. Kau itu orang baik, bagaimana bisa aku membencimu? Apapun yang dikatakan orang lain. Bagiku bos itu, bersahabat… dan baik hati… padaku. Kuharap aku juga, bisa menjadi orang seperti bos. Tapi tidak bisa… dan juga tidak boleh. Jadi… Jangan sakit ya,” pinta Bo Nui dan ketika dia hendak pergi, Soo Ho menangkap tangannya dan minta Bo Nui tidak pergi. Soo Ho membuka matanya. Hmm… ternyata tadi Soo Ho mendengar apa yang Bo Nui katakan.

Bersambung ke sinopsis Lucky Romance episode 10

Truth or Dare
Kau percaya pada takdir?

MPV milik Soo Ho masuk parit dan susah di tarik keluar. Kesal, Soo Ho pun berkata, “Kalau takdir itu ada, Tolong kirimkan bantuan,” ucapnya sambil mendangak ke arah langit. Tapi dia berkata itu dengan setengah hati, karena dia masih tak percaya dengan yang namanya takdir, bahkan dia menyebut dirinya sudah mulai ketularan oleh virus Bo Nui.

Tepat disaat itu, Bo Nui datang dan membantu Soo Ho.

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis the doctors episode 9
  • sinopsis lucky romance episode 9
  • sinopsis lucky romance ep 9
  • sinopsis drama korea lucky romance episode 9
  • Sinopsis lucky romance episode 9 part 2

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *