Home » Hwang Jung Eum » Sinopsis Lucky Romance Episode 15 – 1

Sinopsis Lucky Romance Episode 15 – 1

Sinopsis Lucky Romance Episode 15 – 1, bercerita tentang Bo Nui yang memutuskan pergi dari Soo Ho, karena merasa bersalah atas semua bencana yang menimpa Soo Ho. Mengetahui kalau orang yang sudah merusak pikiran Bo Nui dengan hal-hal tahayul adalah Tuan Koo, Soo Ho pun langsung menemui Tuan Koo. Dia menyalahkan Tuan Koo atas semua yang terjadi dan Tuan Koo hanya bisa diam, tak bisa menjawab. Ingin tahu cerita lengkapnya? Yuk baca sinopsisnya….

Sinopsis Lucky Romance Episode 14 – 1

Sinopsis Lucky Romance Episode 14 – 2

Sinopsis Lucky Romance Episode 15 – 1

Karena melindungi Bo Nui, Soo Ho pun tertabrak mobil dan Bo Nui shock melihatnya. Bukannya menolong, Bo Nui malah ketakutan dan langsung berlari pergi meninggalkan Soo Ho yang sudah tak sadarkan diri. Sekarang, Soo Ho sudah berada di rumah sakit dan sudah mendapat perawatan.

Ketika Soo Ho dibawa pergi untuk dilakukan pemeriksaan, Bo Nui masuk kamar Soo Ho dan menulis tulisan “Katak dan Ular” di kertas lalu menyimpannya di bawah bantal Soo Ho. Saat dia mendengar ada yang mau masuk ruangan, Bo Nui langsung keluar.

Di depan pintu, Bo Nui melihat Soo Ho di bawa masuk dan Soo Ho masih belum sadarkan diri.

Di rumah, Bo Nui menangis melihat foto Soo Ho dan Soo Ho sendiri masih belum sadarkan diri. Paginya, Soo Ho sadarkan diri dan nama yang dia sebut pertama kali adalah “Shim Bo Nui”. Namun orang yang ada di sampingnya saat itu bukanlah Bo Nui, melainkan Seol Hee. Ternyata yang menelpon Seol Hee dan memintanya datang untuk menemani Soo Ho adalah Bo Nui. Tentu saja Soo Ho terlihat kecewa karena Bo Nui tak ada di sampingnya ketika kondisinya seperti itu. Seol Hee pun bertanya tentang apa yang terjadi sebenarnya? Seol Hee ingin tahu kenapa Bo Nui bersikap seperti itu. Tapi karena tak ada jawaban dari Soo Ho, Seol Hee pun berkata kalau dia harus pergi sekarang untuk menemani Gun Wook wawancara. Setelah wawancara selesai, Seol Hee berjanji akan kembali menemui Soo Ho. Namun Soo Ho berkata kalau Seol Hee tak perlu datang lagi. Bukan Seol Hee kalau dia menurut begitu saja, dia menjawab kalau dia akan melakukan apapun yang dia anggap benar.

Setelah Seol Hee pergi, Soo Ho langsung mencari ponselnya dan kemudian menelpon Bo Nui, namun sayang nomor Bo Nui sudah tak aktif lagi. Soo Ho pun hendak keluar kamar, tapi tepat disaat itu kedua orang tuanya datang.

Dengan panik, Mool Po bertanya keadaan Soo Ho dan memeriksa tubuh Soo Ho. Hee Ae menghentikan Mool Po melakukan hal itu, karena tubuh Soo Ho sedang dipenuhi banyak luka. Soo Ho sendiri hanya bisa terdiam melihat Mool Po begitu khawatir padanya.

Hee Ae bertanya tentang apa yang terjadi sebenarnya. Dia mendengar kalau Soo Ho kecelakaan karena menyelamatkan seseorang, namun Soo Ho membantah, dia berkata kalau dia kecelakaan saat menyebrang jalan. Soo Ho juga mengaku kalau dia baik-baik saja, jadi dia menyuruh kedua orang tuanya pulang, karena Soo Ho sudah terbiasa sendiri. Tentu saja Hee Ae menolak.

“Kau juga dulu mengatakan hal yang sama. Kau bilang kau bisa pergi ke Amerika sendirian Meskipun profesormu akan menjagamu… Meskipun kau bilang tidak apa-apa, tidak seharusnya ibu… Mengirimmu kesana sendirian, kau masih terlalu muda,” ucap Hee Ae menyesal dan Soo Ho berkata kalau hal itu sudah lama sekali. Hee Ae pun meminta maaf, karena selama ini selalu membiarkan Soo Ho sendiri dan meminta Soo Ho untuk mengingat perkalian.

Karena sudah mengetahui keadaan Soo Ho, Mool Po pun mengajak Hee Ae pulang. Sebelum Mool Po keluar, dia berpesan pada Soo Ho untuk lebih berhati-hati ketika berkendara dan menyebrang jalan. Soo Ho kemudian memanggil sang ayah dan meminta sang ayah untuk tidak menjual tempat penangkapan ikannya.

“Hanya ada air di tempat itu, tidak ada alasan untuk tinggal di sana. Tidak ada yang mau tinggal di sana kalau mereka tahu lingkungannya,” jawab Mool Po.

“Tapi ayah menyukai tempat itu. Ayah harus mempertahankannya,” pesan Soo Ho dan Mool Po terkejut mendengarnya.

Keluar dari kamar rawat, Mool Po menangis sambil jalan dan Hee Ae terkejut melihatnya. Walaupun sudah ketahuan sedang menangis, Mool Po tetap membantah kalau dia sedang menangis.

Sendirian di kamar, Soo Ho kembali menelpon Bo Nui. Karena nomor Bo Nui masih tak aktif, Soo Ho pun meninggalkan pesan suara untuknya.

“Ta-da! Ini aku. Kau terkejut, benarkan? Aku hanya terluka sedikit. Aku hanya sedikit sekali terluka. Aku tidak mau gadis pengecutku khawatir. Cepatlah datang, kau harus menuliskan kalimat itu pada perbanku. Cepatlah datang kesini. Bo Nui. Aku merindukanmu,” pesan Soo Ho untuk Bo Nui.


loading...

Bo Nui baru keluar dari kamar rawat Bo Ra. Dia menyalakan ponselnya dan melihat banyak panggilan tak terjawab dari Soo Ho dan Dal Nim. Bo Nui kemudian menelpon Dal Nim dan meminta Dal Nim membersihkan mejanya karena dia akan berenti dari Ze Ze, sebab kontraknya sudah berakhir. Tentu saja Dal Nim bingung dan penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, karena sebelumnya Bo Nui begitu senang karena akan di lamar Soo Ho, tapi sekarang Bo Nui malah mau keluar dari Ze Ze. Tapi Bo Nui tak bisa menceritakan semuanya sekarang, dia berjanji pada Dal Nim, kalau dia akan menceritakan semuanya nanti.

Bo Nui menemui Bo Ra dan mengatakan kalau apa yang baru saja terjadi, sama persis seperti kejadian dua tahun yang lalu, karena keegoisan Bo Nui yang hanya ingin memaksakan selama diri beberapa menit, mengakibatkan orang yang Bo Nui sayangi jadi celaka.

Dal Nim menemui Ryang Ha dan memberitahu tentang Bo Nui yang memutuskan untuk berhenti dari Ze Ze, padahal sebelumnya Bi Nui terlihat sangat senang, karena Soo Ho akan melamarnya. Dal Nim pun meminta Ryang Ha untuk memberitahunya jika dia mendapat kabar dari Soo Ho.

Gun Wook melakukan wawancara ditemani Seol Hee dan dia mengaku senang bisa bekerja sama dengan Ze Ze. Gun Wook juga menambahkan kalau IF akan tetap dirilis dalam waktu dekat dan berharap Soo Ho akan segera kembali ke Ze Ze.

Selesai melakukan wawancara, Seol Hee bertanya tentang hubungan Bo Nui dan Soo Ho akhir-akhir, tentu saja Gun Wook menjawab kalau hubungan mereka semakin lengket saja. Tapi setelah Seol Hee bercerita tentang Bo Nui yang meminta dia menjaga Soo Ho karena Soo Ho mengalami kecelakaan, Gun Wook pun mulai mengerti penyebab Bo Nui bersikap seperti itu, namun dia tak memberitahu Seol Hee.

Gun Wook langsung pergi ke rumah Bo Nui dan tepat disaat itu Bo Nui sedang mengepak semua barang-barangnya. Saat mendengar Bo Nui menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi pada Soo Ho, Gun Wook emosi, namun dia tetap tak bisa mengubah keputusan Bo Nui untuk pergi, jadi Gun Wook pun menawarkan diri untuk mengantarnya.

Ryang Ha menemui Soo Ho dengan panik. Saking paniknya, dia sampai menangis. Saat mendengar kalau Bo Nui berhenti bekerja, Soo Ho langsung panik dan minta kunci mobil Ryang Ha. Karena menyetir dalam kondisi sakit dan panik, Soo Ho hampir menabrak orang. Setelah menenangkan dirinya, Soo Ho mengemudikan mobilnya lagi. Sekarang Bo Nui sudah bersama Gun Wook menuju rumah sakit.

Tanpa mereka sadari, mobil yang mereka kendarai saling melewati.

Soo Ho sampai di rumah Bo Nui dan kondisi rumah Bo Nui sudah kosong. Soo Ho juga pergi ke rumah sakit yang merawat Bo Ra dan Bo Ra juga sudah tak ada di kamar rawatnya. Tepat disaat itu, Perawat Lee masuk untuk mengganti sprei tempat tidur yang sebelumnya di gunakan Bo Ra. Soo Ho pun bertanya pada Perawat Lee tentang Bo nui, namun perawat Lee hanya menjawab kalau Bo Nui membawa Bo Ra pagi-pagi sekali.

Flashback!
Bo Nui menemui Perawat Lee dan berkata kalau dia akan membawa Bo Ra, selain itu Bo Nui meminta si perawat untuk merahasiakan kemana dia pergi pada Soo Ho.

Keluar dari kamar rawat Bo Ra, Soo Ho teringat pada kata-kata Bo Nui sebelum kecelakaan itu terjadi. Saat itu Bo Nui menangis dan berharap kalau semua itu tidak benar. Mengingat hal itu, Soo Ho pun bisa menebak kalau Bo Nui berpikir seperti itu pasti karena Tuan Koo. Tanpa membuang waktu lama, Soo Ho langsung menemui Tuan Koo dan bertanya apa yang sebenarnya Tuan Koo katakan pada Bo Nui.

“Aku harus tahu apa yang kau katakan… Untuk menghilangkan kutukan itu, itu sebabnya aku datang. Simpul yang terikat di sini, Harus dilepaskan di sini juga,” ucap Soo Ho dan Tuan Koo menjawab kalau rahasia besar tidak boleh di bocorkan. Dia juga mengaku kalau dia hanya mengatakan apa yang dia lihat dan dia dengar. Untuk urusan apa yang orang lakukan setelah mendengar ramalan darinya, itu urusan mereka sendiri.

Soo Ho tersenyum tipis dan kemudian bertanya, “Apa yang kau dengar? Apa aku akan mati kalau bersamanya? Apakah itu takdirku? Siapa yang menentukan itu?”

Tuan Koo pun hanya bisa mengatakan kalau dia menyesal, namun dia sendiri tak bisa mengabaikannya karena semua itu adalah karma Tuan Koo sendiri. “Aku tidak pernah mendoakan sesuatu yang buruk akan terjadi padanya. Aku ingin dia hidup,” aku Tuan Koo.

“Kalau kau ingin dia hidup, kau seharusnya memberikan jalan untuk hidup. Tapi kau mengatakan padanya dia penyebab kesialan, masalah dan iblis. Kau masih ingin dia hidup? Jangan mempermainkan hati dengan menggunakan teori sampah itu. Kata-kata cerobohmu membuat hidupnya berada di tepi jurang. Dan dia adalah… Segalanya bagiku,” teriak Soo Ho dengan emosi dan kemudian pergi.

Soo Ho kembali ke kamar rawatnya dan di bawah bantai dia melihat kertas yang bertuliskan “Katak dan Ular”. Melihat itu, Soo Ho pun bisa tahu kalau itu dari Bo Nui.

Bersambung ke part 2

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis doctors episode 15
  • episode ciuman bo nui dan soo ho
  • lucky romance ep 15
  • sinopsis drama lucky romance
  • sinopsis drama lucky romance soo ho pucat
  • sinopsis lucky romance ep 22
  • sinopsis lucky romance episode 15
  • sinopsis tertabrak mobil

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *