Home » Hwang Jung Eum » Sinopsis Lucky Romance Episode 13 – 2

Sinopsis Lucky Romance Episode 13 – 2

Sinopsis Lucky Romance Episode 13 – 2, bercerita tentang Ze Ze Factory yang berhasil merilis IF Game, namun kejadian yang tak terduga terjadi. Dalam IF terdapat virus dan semua gadget yang di gunakan untuk meng-unduh rusak. Tentu saja semua pengunduh langsung melakukan protes pada Ze Ze Factory dan semua pemegang saham menuntut Soo Ho untuk bertanggung jawab. Langkah yang Soo Ho ambil untuk bertanggung jawab adalah berhenti dari Ze Ze Factory dan menyerahkan semua aset yang dia miliki untuk membayar ganti ruginya. Ingin baca cerita lengkapnya? Yuk baca sinopsisnya dibawah ini:

Sinopsis Lucky Romance Episode 13 – 1

Sinopsis Lucky Romance Episode 13 – 2

Karyawan Ze Ze yang pernah berkhianat kembali mendatangi Ze Ze dengan menyamar menjadi tukang listrik. Dia menghampiri Tuan Won yang sedang berjaga dan memberikan minuman. Hmmm… dari ekspresi pria itu sepertinya pria itu sudah memasukkan sesuatu ke dalam minuman yang dia berikan pada Tuan Won.

Ketika pria itu membahas tentang acara yang akan di adakan besok. Tuan Won dengan semangat berkata kalau dialah pembuat IF Game dan kemudian memamerkan kunci master untuk masuk ke semua ruangan termasuk ruangan pengembangan Ze Ze. Tentu saja Pria itu merasa senang dan kemudian mengaku kalau dia mengalami kesulitan dalam akses masuk, padahal dia harus memperbaiki kabel yang rusak.

Tak menaruh rasa curiga sedikitpun, Tuan Won mengantarkan pria itu masuk ke kantor pengembangan Ze Ze dan tepat setelah mereka masuk ruang pengembangan, Tuan Won mengeluh sakit perut sehingga diapun meninggalkan pria itu sendirian. Euuum.. sepertinya Tuan Won sakit perut karena efek minuman yang pria itu berikan.

Bo Nui sampai kantor dan dia kaget melihat pria asing ada di ruangan pengembangan. Tapi karena Tuan Won berkata kalau pria itu datang untuk memperbaiki listrik, jadi Bo Nui pun tidak menaruh rasa curiga sedikitpun.

Bo Nui kemudian berterima kasih pada Tuan Won karena IF game tidak akan di kembangkan kalau bukan karena Tuan Won. Selain itu, berkat Tuan Won juga Bo Nui bisa bekerja di Ze Ze Factory dan bisa merilis IF. Tepat disaat itu perut Tuan Won kembali sakit dan dia meninggalkan Bo Nui sendiri.

Seol Hee dan Dal Nim sudah bersama pasangan kencan buta mereka. Saat mereka akan jalan-jalan dengan pasangan masing-masing, Ryang Ha muncul dengan tiba-tiba dan memberitahu pasangan kencan Dal Nim kalau dia dan Dal Nim sudah pernah menghabiskan malam bersama.

“Jangan pernah lakukan ini. Jangan pernah kencan buta lagi,” ucap Ryang Ha dan langsung membawanya berlari.

Di rumah, Bo Nui sedang berdoa dan berterima kasih karena besok IF akan di rilis. Dia berharap agar acara besok terhindar dari semua nasib buruk. Sambil melihat foto Soo Ho, Bo Nui berkata kalau dia lebih berharga dari dirinya sendiri, jadi dia minta agar sang dewa melindungi Soo Ho dari bahaya apapun. Tepat disaat itu, Bo Nui mendapat sms dari Soo Ho yang meminta Bo Nui datang ke atap.

Ternyata Soo Ho sudah mengubah atap gedung apartemen menjadi tempat yang romantis. Soo Ho juga muncul dengan membawa bunga dan berkata agar Bo Nui bergantung padanya karena dia akan melindungi Bo Nui. Soo Ho kemudian memeluk Bo Nui dari belakang dan mengeluh kalau lengannya terasa kram karena menyiapkan tempat itu. Bo Nui terharu dan menangis. Soo ho pun memeluknya.

Hari perilisan IF pun tiba, semua orang sudah bersiap mendownload-nya termasuk beberapa reporter yang sudah datang ke Ze Ze Factory. Ternyata bukan hanya kondisi di Ze Ze yang heboh dengan perilisan IF, di rumah sakit para perawat juga heboh menunggu perilisan IF.

Setelah tombol download muncul, mereka semua pun secara kompak langsung mendownload IF. Saking penasarannya pada IF, pendownload game tersebut sampai sekitar 100.000 orang. Tentu saja semua pegawai Ze Ze senang, termasuk Soo Ho dan Bo Nui.

Ji Hoong mengajak semua rekannya makan di 01 Fried Chicken sambil menunggu hasil download-an. Sedangkan Bo Nui dan Soo Ho harus di wawancara oleh seorang reporter yang di bawa oleh Ryang Ha. Pada si reporter, Soo Ho memperkenalkan Bo Nui sebagai pendiri IF, jadi dia meminta reporter untuk menulis nama Bo Nui di artikel.

Download-an selesai dan semua orang langsung membuka game, tapi tiba-tiba video game macet dan muncul virus. Virus itu pun merusak semua gadget yang di gunakan pendownload. Mendapati hal itu, semua reporter langsung mencari Soo Ho untuk meminta penjelasan.

Soo Ho dan Bo Nui dengan santai pergi ke restoran Tuan Ahn, namun belum sempat mereka masuk restoran, Tuan Ahn langsung keluar dan menghampiri Soo Ho. Dia memberitahu apa yang terjadi dengan IF game.

Mengetahui hal itu, Soo Ho langsung bertanya siapa yang berada di ruang kendali. Bo Nui menjawab ada Dal Nim dan Dae Kwon. Soo Ho pun menyuruh mereka untuk memberitahu Dal Nim dan Dae Kwon untuk memutuskan kabel yang tersambung ke server. Soo Ho dengan cepat langsung berlari menuju ruang pengembangan. Namun di lobi, dia harus melewati para reporter yang sudah menunggu konfirmasi dari Soo Ho.

Di kantor, Soo Ho berusaha mengatasi virus tersebut dan Bo Nui menemaninya. Tepat disaat itu Bo Nui tak sengaja menyenggol vas kaktus yang dia berikan pada Soo Ho dan vas itupun pecah. Melihat hal itu, Bo Nui pun merasa tambah panik.

Semua pegawai Ze Ze datang dan mereka bertanya tentang kondisi yang terjadi akibat virus itu. Dae Kwon menjawab kalau 100.000 yang terhubung dan 300.000 yang mengunduh, gadget mereka semua terinfeksi. Mendengar situasinya, mereka pun panik. Mereka panik semua pendowload meminta ganti rugi uang.

Soo Ho keluar dari ruangannya dan berkata kalau mereka sudah di peras, karena para pendownload meminta 5 juta dolar.

“Kita tidak punya pilihan lain selain untuk mengetahui kode akses dalam dua hari,” ucap Soo Ho dan Ji Hoong berkata kalau hal itu tidak akan mungkin. Mereka membutuhkan waktu lebih dari 100 tahun untuk menyelesaikannya. Soo Ho tahu, jadi mereka harus meminta maaf dulu dan mengatakan kalau Ze Ze akan mengambil tindakan.

Tepat disaat itu Ryang Ha muncul dengan beberapa polisi yang di tugaskan untuk menggeledah dan mencari siapa pelaku yang sudah mengacaukan IF Game. Bo Nui terus melihat ke arah Soo Ho dengan ekspresi khawatir dan Soo Ho hanya memperlihatkan wajah biasa saja. Tapi sepertinya dia sedang menyembunyikan rasa cemasnya.

Siang malam Soo Ho terus berada di depan komputer untuk mencari password untuk mengatasi virus tersebut, tapi masih belum berhasil juga. Melihat apa yang terjadi, Soo Ho pun bisa menebak kalau mereka tidak di hack secara online tapi secara pribadi.

Pak detektif yang menangani kasus-nya mengiyakan tebakan Soo Ho. Mereka juga sudah memeriksa kamera cctv dan orang yang masuk ruang pengembangan adalah Tuan Won bersama pria misterius.

Bo Nui baru membeli beberapa bungkus makanan dan dia mendatangi tempat jaga Tuan Won. Ternyata Tuan Won sudah berhenti kerja sebagai satpam. Menurut rekan kerjanya, Tuan Won berhenti karena dia sudah memenangkan jackpot.

Bo Nui pergi ke atap kantor dan melihat garamnya habis. Dia kemudian teringat pada apa yang Tuan Koo katakan kalau nasib buruk Bo Nui belum hilang, jadi Bo Nui harus hati-hati. Tak lama kemudian Soo Ho datang dan bertanya apa yang Bo Nui lakukan di tempat itu. Melihat ekspresi Bo Nui, Soo Ho tahu kalau dia sedang cemas. Soo Ho pun memeluk Bo Nui dan berkata kalau semua itu bukanlah salah Bo Nui. Bo Nui pun mengangguk mengerti.


loading...

Ryang Ha masuk ruangan Soo Ho dan membawa jas untuknya. Mereka berdua harus pergi ke rapat pemegang saham utama. Mengetahui kalau Soo Ho tak bisa mengatasi virus itu, Ryang Ha pun lemas karena Soo Ho saja tidak bisa, berarti tak ada satu orangpun di Korea yang bisa mengatasi masalah tersebut.

“Apa yang harus kita lakukan?” tanya Ryang Ha sedih.

“Kita harus mencari cara lain untuk mengatasinya,” jawab Soo Ho dan berjalan pergi ke ruang rapat. Di depan ruang rapat, Ryang Ha meminta Soo Ho untuk menyerah dengan IF untuk saat ini.

“Kita perlu menenangkan mereka dulu. Uang yang masuk ke Genius II dan IF, Uang yang kita belanjakan untuk proyek ini… Dan kompensasi untuk kerusakan. Semua biayanya,” ucap Ryang Ha.

“Jika kita bisa menyelesaikan masalah ini dan mendapatkan uang, Kita pasti bisa menyelamatkan IF,” jawab Soo Ho dan Ryang Ha bertanya darimana mereka akan mendapatkan uangnya.

Tepat disaat itu Seol Hee dan Gun Wook muncul. Mereka tak jadi pergi ke Kanada karena apa yang terjadi pada IF. Seol Hee juga datang dengan membawa kabar kalau IM Sport memutuskan untuk menuntut Soo Hee. Mendengar itu, Ryang Ha semakin putus asa. Seol Hee berjanji akan membantu Soo Ho, dia akan melakukan segalanya agar IM Sport tidak menuntut. Gun Wook ikut menawarkan bantuannya, dia akan menemui dewan direksi dan memberitahu mereka kalau dia bersedia melakukan konferensi pers atau apapun. Namun Soo Ho menolak semua tawaran itu, dia berkata kalau dia yang akan mengurus semuanya. Walaupun begitu dia tetap berterima kasih atas tawaran bantuan yang Seol Hee dan Gun Wook tawarkan.

Semua pegawai Ze Ze penasaran dengan hasil rapat pemegang saham. Mereka semua takut akan di pecat. Ji Hoon mendapat pesan kalau orang-orang yang mendownload IF akan mengajukan klaim atas kerusakan yang mereka alami. Pendownload yang sudah terkumpul sekitar 250.000, selain itu IM Sport juga akan menuntut mereka.

Kita beralih ke ruang rapat, dimana semua pemegang saham menyalahkan Soo Ho atas semua yang terjadi dan mereka meminta pertanggung jawaban dari Soo Ho. Soo Ho kemudian berdiri dan berkata, “Aku minta maaf. Aku akan bertanggung jawab penuh.”

Salah satu pemegang saham bertanya bagaimana cara Soo Ho akan bertanggung jawab atas masalah yang terjadi.

“Hari ini aku mengundurkan diri dari posisi presiden,” jawab Soo Ho dan Ryang Ha shock mendengarnya. Pemegang saham yang lain bertanya apa Soo Ho sedang mencoba untuk melarikan diri.

“Aku akan menyerahkan semua yang aku miliki… Dari saham serta aset pribadiku. Semuanya!” jawab Soo Ho dengan yakin.

Keluar dari ruangan rapat, Ryang Ha berusaha membujuk Soo Ho untuk tidak melakukan semua itu, karena semua itu juga bukan sepenuhnya salah Soo Ho, jadi Soo Ho tidak harus bertanggung jawab untuk semuanya. Tak jauh dari mereka berdiri, ada Bo Nui yang menunggu Soo Ho. Melihat Bo Nui, Soo Ho tersenyum senang, dia tak menjawab pertanyaan Ryang Ha.

Soo Ho dan Bo Nui sekarang duduk di bangku taman. Melihat wajah cemas Bo Nui, Soo Ho pun meminta tangan Bo Nui untuk dia genggam dan bahu Bo Nui. Tapi ketika Bo Nui memberikan bahunya untuk Soo Ho bersandar, Soo Ho malah menarik Bo Nui dan merangkulnya.

“Kau dilarang khawatir. Kau dilarang ragu-ragu. Percayalah padaku tidak peduli apapun,” pinta Soo Ho dan Bo Nui pun mengiyakan.

Soo Ho memberesi barang-barangnya dari ruang Presdir Ze Ze dan ketika akan pergi, dia melihat botol garam milik Bo Nui dan Soo Ho-pun membawanya. Soo Ho keluar ruangan dan melihat semua pegawainya sibuk mendapatkan kata sandi dan juga menjawab semua telpon yang berisi keluhan atas apa yang terjadi pada IF.

“Tulislah siaran pers tentang aku… aku mengundurkan diri dari posisiku dan bertanggung jawab atas kejadian ini,” ucap Soo Ho pada semuanya. “Aku menyerahkan posisiku, saham dan asetku,” tambah Soo Ho dan semua pegawainya berpendapat kalau Soo Ho tidak perlu melakukan semua itu, karena Ze Ze Factory tidak akan ada tanpa Je Soo Ho.

“Kenapa tidak bisa? semuanya, Ini Zeze Factory. kalian semua bekerja sama untuk membangun perusahaan ini. aku percaya bahwa…kalian akan melakukan pekerjaan yang baik dengan IF,” ucap Soo Ho dan pergi.

Bo Nui menemui Hee Ae dan Hee Ae bertanya apa yang terjadi pada Ze Ze. Hee Ae mengaku kalau dia terkejut ketika melihat beritanya di sauna. Dia khawatir karena semua orang bilang Soo Ho dan Ze Ze factory yang bersalah. Bo Nui pun menjawab kalau Soo Ho akan menyelesaikannya, jadi Hee Ae tidak perlu khawatir.

Hee Ae kemudian menitipkan kertas mantra lagi pada Bo Nui. Dia mengaku kalau dua pergi menemui Tuan Koo terlebih dahulu sebelum datang menemui Bo Nui. Mendengar itu, Bo Nui pun penasaran pada apa yang di katakan Tuan Koo.

“Dia bilang itu ulah rakun. Rakunlah penyebabnya, aku sangat marah sekarang, Bo Nui,” ungkap Hee Ae kesal.

“Jadi dia bilang penyebabnya adalah karena rakun?” tanya Bo Nui dan Hee Ae meminta tolong pada Bo Nui, karena semenjak pertemuan mereka berempat kemarin, Hee Ae memutuskan untuk berhenti posesif pada Soo Ho. Tapi karena keadaannya darurat, jadi Hee Ae tidak bisa berhenti untuk tidak ikut campur urusan Soo Ho.

Bo Nui pulang dan ketika dia hendak masuk rumah, dia mendapat telepon dari Dal Nim yang mengabarkan kalau Soo Ho berhenti dari Ze Ze. Bukan hanya berhenti, Soo Ho juga menjual semua asetnya. Mengetahui hal itu, Bo Nui langsung pergi menemui Tuan Koo dan Tuan Koo berkata kalau Bo Nui sangat ceroboh.

“Kalau kau menaburnya sambil memegang pisau, Sama saja kau cari mati. Membiarkan si korban tetap hidup… Selalu berakhir bencana, harusnya kau menghabiskan satu malam dengan dia,” ucap Tuan Koo.

“Tolong beritahu aku bahwa itu tidak benar. Katakan semua itu tidak benar. Katakan bukan aku penyebabnya. Aku datang untuk mendengarnya langsung,” pinta Bo Nui.

“Kau konyol. Kalau kau cuma mau mendengar apa yg ingin kau dengar, Keluarlah”

“Itu tidak benar. Bo Ra kembali sadar, dan semuanya baik-baik saja sekarang. Kau bilang… Semuanya baik-baik saja sekarang. Katakan saja bahwa itu bukan karena aku. penyebabnya bukan karena nasibku yg buruk. Apa susahnya mengatakannya?”

“Jadi kau sudah memberikan hatimu padanya,” ucap Tuan Koo dan kemudian merasakan sesuatu lalu bertanya apa yang harus mereka lakukan sekarang.

Dalam perjalanan pulang, Bo Nui mendapat telepon dari Soo Ho yang menanyakan keberadaannya. Soo Ho sendiri masih berada di depan gedung Ze Ze. Dengan suara riang, Soo Ho memberitahu Bo Nui kalau sekarang dia sudah menjadi pengangguran. Bo Nui bingung karena Ze Ze adalah segalanya bagi Soo Ho, tapi sekarang dia harus melepaskannya. Soo Ho membenarkan kalau Ze Ze adalah segalanya, tapi sekarang Bo Nui lah yang berarti segalanya bagi Soo Ho. Dia akan merasa baik-baik saja, asal ada Bo Nui di sampingnya. Soo Ho kemudian mengaku kalau dia sangat merindukan Bo Nui, jadi dia akan menemui Bo Nui.

Bo Nui duduk di pinggir jalan sambil menghitung daun sambil berkata, “Jangan” dan “Tidak apa-apa.” Daun terakhir meengatakan, “Jangan”.Tepat disaat itu Soo Ho datang dengan sepedanya dan Bo Nui melihat Soo Ho dengan mata berkaca-kaca.

Truth Or Dare
~Harga untuk memberikan hatimu~


Soo Ho kesal karena sudah pagi dan harus berangkat kerja, dia ingin masih ingin bersama dengan Bo Nui. Melihat tingkah Soo Ho seperti itu, Bo Nui pun menyebut Soo Ho dengan sebutan bos yang aneh, dia sendiri melarang karyawannya bolos kerja, tapi sekarang dia malah malas berangkat bekerja.

Melihat Bo Nui kesulitan memakai kalungnya sendiri, Soo Ho pun beranjak dari tidurnya dan membantu Bo Nui. Sambil memakaikan kalung, Soo Ho berkata kalau Bo Nui terlihat sangat cantik ketika memakainya.

Setelah memakainya kalung, Soo Ho mengecup bibir Bo Nui sebagai bonusnya dan Bo Nui langsung membalasnya. Mereka berdua tertawa dan saling berbelukan.

“Jadi kau sudah memberikan hatimu padanya. Bagaimana ini?” ucap Tuan Koo.

“Bahkan kalau kau cuma menakut-nakutiku, Aku tidak akan bergeming,” ucap Bo Nui.

“Dia mempercayakan segalanya padamu jadi dia rela kehilangan segalanya. Jika ia memiliki ketenaran,semuanya akan tercemar. Jika dia kaya, dia akan kehilangan semua kekayaannya. Saat ia kehilangan segalanya, ketenarannya serta hartanya… Dan yang tersisa hanyalah tubuhnya… bahkan hal terakhir yang dia milikipun akan hancur… Karena nasib burukmu,” jawab Tuan Koo dan Bo Nui hanya bisa menangis.

Bersambung ke sinopsis Lucky Romance Episode 14

loading...

Yang banyak dicari

  • drama korea sakit perut
  • sinopsis drama korea perutnya sakit
  • sinopsis drama korea sakit perut
  • sinopsis drama korea sakit perut perut
  • sinopsis drama sakit perut
  • sinopsis idrama sakit perut
  • sinopsis lucky romance ep13
  • sinopsis posesif boss ep 11 part2
  • sinopsis sakit perut

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *