Home » Hwang Jung Eum » Sinopsis Lucky Romance Episode 13 – 1

Sinopsis Lucky Romance Episode 13 – 1

Sinopsis Lucky Romance Episode 13 – 1, bercerita tentang Soo Ho yang memberitahu semua pegawai Ze Ze tentang hubungannya dengan Bo Nui. Tentu saja semua pegawai Ze Ze terkejut, tapi mereka mendukung hubungan mereka berdua. Bahkan Seol Hee dan Gun Wook juga mulai mendukung hubungan mereka berdua. Beralih dari kisah romantis Soo Ho dan Bo Nui, kita juga akan melihat Ryang Ha dan Dal Nim yang mulai salah tingkah jika bertemu. Mereka berdua mulai saling menyukai satu sama lain. Ingin tahu cerita lengkapnya? YUk baca sinopsisnya di bawah ini:

Sinopsis Lucky Romance Episode 12 – 1

Sinopsis Lucky Romance Episode 12 – 2

Sinopsis Lucky Romance Episode 13 – 1

Ryang Ha dan Soo Ho pulang ke hotel dan Ryang Ha langsung menguasai tempat tidur. Tak perduli, Soo Ho langsung berkata kalau dia akan check out malam ini. Tentu saja Ryang Ha bingung karena penerbangan mereka di jadwalkan besok. Soo Ho menjawab kalau dia sudah menukar dengan penerbangan lebih awal karena dia harus cepat pulang.

“Demi Bo Nui?” tanya Ryang Ha dan Soo Ho tersenyum dengan senyuman khasnya. Ryang Ha kesal dan melempar Soo Ho dengan bantal.

Soo Ho tiba di bandara Incheon dan ketika dia berjalan keluar dia mendapat sms dari Bo Nui yang mengucapkan selamat malam padanya. “Tidak, aku’tidak akan tidur,” gumam Soo Ho sambil terus berjalan.

Soo Ho sampai di depan gedung apartemen Bo Nui dan langsung menelpon Bo Nui yang sudah bersiap tidur. Bo Nui bertanya apa sekarang Soo Ho sudah di pesawat, tak menjawab pertanyaan itu Soo Ho balik bertanya apa Bo Nui merindukan dirinya. Bo Nui tak mengiyakan, dia hanya berkata kalau dia harus menunggu 11 jam lagi baru bisa bertemu dengan Soo Ho.

“Ah,kau sungguh tidak mau bilang apapun?” tanya Soo Ho.

“Aku merindukanmu. Aku sangat merindukanmu. Siang dan malam, Aku merindukanmu… sepanjang hari aku tidak bisa tahan lagi,” ucap Bo Nui dan ketika Bo Nui berkata seperti itu Soo Ho langsung berlari menuju apartemen Bo Nui. Setelah berada di depan apartemen Bo Nui, Soo Ho langsung memintanya untuk membuka pintu. Tentu saja Bo Nui kaget dan langsung berlari membuka pintu. Senyum bahagia pun terpancar di wajah pasangan yang lagi kasmaran ini. Mereka langsung berpelukan dan Soo Ho menggendong Bo Nui masuk ke dalam apartemen.

Paginya kita melihat pasangan ini sudah berada di ranjang yang sama, mereka tidur sambil berpelukan dan berpegangan tangan. Sambil melihat mereka tertidur pulas, kita diperdengarkan pada percakapan mereka:

“Kau mau melakukan apa saja?” tanya Soo Ho. Apa saja selain pergi ke peramal…atau sesuatu yang harus kau lakukan. Aku mau tahu apa yang mau kau lakukan. Aku akan mengabulkannya,” ucap Soo Ho.

“Aku pikir aku punya semua yang aku mau.”

“Kau pasti mau kencan dengan pria yang sangat keren.”

“Aku mau menjadi normal. Aku mau menjadi seperti orang yang tidak mengakibatkan nasib sial. Aku mau bertemu dengan orang yang aku suka, berbagi makanan dengannya, nonton film… dan memegang tangannya,” jawab Bo Nui.

Bo Nui bangun duluan dan masak sarapan untuk mereka berdua. Selesai memasak, Bo Nui kemudian membangunkan Soo Ho dan mengajaknya sarapan. Walaupun sudah tidur bersama, ketika bertemu pagi harinya mereka berdua masih terlihat sama-sama canggung, bahkan Soo Ho sampai memakai terbalik memakai kemejanya.

Selesai sarapan, Bo Nui dan Soo Ho berangkat kerja bersama. Dalam perjalanan menuju kantor Bo Nui langsung cemas karena dia lupa membawa garam dan kacang merahnya. Saat Bo Nui minta putar balik ke rumah, Soo Ho malah meminggirkan mobilnya. Dia menggenggam tangan Bo Nui dan memintanya untuk mencoba hidup tanpa garam dan kacang merah. Soo Ho yakin semuanya akan baik-baik saja. Karena Soo Ho yang meminta, Bo Nui pun menurut.

Mereka sampai di depan gedung dan Soo Ho sengaja menurunkan Bo Nui di jalan tak jauh dari gedung ZeZe, semua itu mereka lakukan agar tak ada yang mengetahui hubungan mereka berdua. Bo Nui juga berpesan agar Soo Ho masuk 5 menit setelah Bo Nui masuk.

Ketika Bo Nui berjalan pergi, Soo Ho memanggilnya kembali dan berkata kalau dia kehilangan sesuatu. Bo Nui pun membantu mencarikan sampai dia memasukkan kepalanya ke dalam mobil, tapi ketika Bo Nui sibuk mencari, Soo Ho terus mendekatkan wajahnya pada Bo Nui dan “cup” Soo Ho mencium pipi Bo Nui. Wkkwkw… ternyata Soo Ho pura-pura kehilangan sesuatu karena ingin mencium pipi Bo Nui.

Bo Nui masuk kantor dan belum sampai Bo Nui duduk di kursinya, Soo Ho juga masuk. Soo Ho langsung bertanya apa tes beta-nya sudah selesai? Bukannya menjawab pertanyaan Soo Ho, Dae Kwon malah berkata kalau yang dia tahu Soo Ho pulang dengan pesawat pagi ini, tapi sekarang Soo Ho malah sudah masuk kantor. Soo Ho pun menjawab kalau dia pulang dengan pesawat lebih awal. Mendengar itu, salah satu pegawainya berkomentar kalau Soo Ho seperti ingin cepat pulang untuk menemui seseorang.

“Hentikan. Tidak ada pacaran diam-diam di perusahaan kita. Benar kan, bos?” tanya Ji Hoong dan Soo Ho hanya tersenyum. Tak ingin ketahuan, Bo Nui pun tertawa, seolah-olah meledek ucapan Ji Hoong. Apa yang Bo Nui lakukan di ikuti semuanya, mereka juga beranggapan kalau ucapan Ji Hoong lucu.

Soo Ho kemudian berjalan mendekati Bo Nui dan setelah berada di samping Bo Nui, Soo Ho mengumumkan kalau mereka berdua pacaran. Tentu saja pengakuan Soo Ho langsung membuat kaget semua pegawainya.

“Sepertinya kalian juga sudah tahu. Jangan pura-pura. Aku sangat menyukai Bo Nui. Jadi tolong perlakukan dia dengan baik. Sebagai rekan, tentunya,” ucap Soo Ho dan Dal Nim menyanggupinya. Pegawai yang lain juga merasa senang dengan pengakuan Soo Ho.

Tepat disaat itu, Sung Hyun dan Hyun Bin masuk dengan buru-buru. Mereka panik terjadi sesuatu pada Soo Ho karena ada tabrakan 18 mobil di jembatan Incheon, mereka pikir Soo Ho terkena kecelakaan itu. Tapi mereka langsung bernafas lega ketika melihat Soo Ho ada di depan mereka.

“Bagaimana dengan Tn.Han? Bos pergi dengannya, kan?” tanya Dal Nim panik dan Soo Ho langsung mencoba menghubungi Ryang Ha, namun ponselnya tidak aktif.

Soo Ho keluar dan Bo Nui mengikuti. Bo Nui berpesan agar Soo Ho hati-hati karena Soo Ho hendak pergi ke tempat kecelakaan terjadi. Baru beberapa langkah Soo Ho meninggalkan Bo Nui, Ryang Ha tiba-tiba muncul dengan membawa barang-barangnya. Melihat Ryang Ha, Dal Nim langsung berlari ke arahnya.

Sambil memegangi pipi Ryang Ha, Dal Nim terus bertanya apa Ryang Ha baik-baik saja? Apa Ryang ha terluka? Di belakang Bo Nui dan Soo Ho terbengong-bengong melihat sikap Dal Nim yang berlebihan.

“Aku pikir aku tidak bisa melihatmu lagi, dan aku khawatir! Kalau kau terluka atau mati sebelum aku menghukummu, aku benar-benar akan membunuhmu,” ucap Dal Nim panik.

“Siapa yang mati dan siapa yang terluka?” tanya Ryang Ha bingung. Bo Nui memanggil Dal Nim dan Dal Nim akhirnya menyadari kalau sikapnya sudah begitu berlebihan.

“Tidak peduli betapa bencinya seseorang, kau tidak mau sesuatu yang buruk terjadi padanya. Benar kan?” ucap Dal Nim dan langsung lari karena sudah merasa malu sendiri. Soo Ho kemudian bertanya kenapa Ryang Ha tak menjawab teleponnya dan Ryang Ha menjawab kalau dia terjebak macet karena kecelakaan itu dan ponselnya pun mati.

Ryang Ha terus bertanya-tanya tentang apa yang terjadi dengan Dal Nim. Kenapa dia datang dan pergi seperi angin.

Dal Nim sendiri sekarang sedang berada di toilet, dia mencuci tangannya karena tangannya itu sudah memegang pipi Ryang Ha. Bo Nui muncul dan bertanya apa pria yang Dal Nim sukai selama 2 tahun itu adalah Ryang Ha, tentu saja dal Nim dengan cepat membantah. Dia meyakinkan Bo Nui kalau bukan Ryang Ha, pria yang dia sukai.


loading...

Dal Nim kemudian meminjam lip gloss milik Bo Nui. Sambil memakai lip gloss, Dal Nim berusaha menjelaskan kalau apa yang dia lakukan pada Ryang Ha tadi, hanya rasa peduli terhadap manusia saja, tidak lebih.

Seol Hee menemui Gun Wook di sebuah restoran. Gaya penampilan Seol Hee sekarang sudah berubah menjadi lebih santai dan tanpa high heel. Ternyata dia berpenampilan seperti itu karena hari ini dia berniat kembali ke Kanada, tapi tidak jadi karena Gun Wook minta bertemu. Selama beberapa hari ini, Seol Hee mencari keberadaan Gun Wook yang tiba-tiba menghilang karena patah hati dari Bo Nui.

Saat ditanya, Gun Wook pergi ke mana beberapa hari kemarin, Gun Wook hanya menjawab dia pergi kesena kemari dan melihat keindahan Korea. Seol Hee lalu memberikan laporan pencarian ayah Gun Wook, tapi hasilnya nihil. Merasa kalau ayahnya memang sedang menghindar darinya, Gun Wook pun memutuskan untuk mengakhiri pencarian dan kembali ke Kanada setelah game-nya di rilis. Seol Hee kemudian mengajak Gun Wook pergi ke Ze Ze untuk memeriksa game-nya, namun Gun Wook menolak dengan alasan capek.

Seol Hee sudah berada di Ze Ze dan melihat game-nya. Dia puas dengan perbaikan game-nya dan setuju untuk di rilis. Melihat Soo Ho dan Bo Nui saling tersenyum satu sama lain, Seol Hee pun berkomentar kalau dia pikir mereka berdua sibuk pacaran, tapi ternyata mereka juga melakukan pekerjaan dengan bagus. Mendengar komentar itu, Soo Ho dan Bo Nui pun melihat ke arah Seol Hee dengan tatapan kaku. Seol Hee berkata kalau dia hanya bercanda, jadi mereka berdua tidak perlu tegang.

“Aku bahagia untukmu. Tidak, maksudku… aku bahagia untuk kalian berdua. Kenapa sangat sulit mengatakannya? Aku pergi di hari setelah perilisan. Gary dan aku akan kembali,” ucap Seol Hee dan Bo Nui berkata kalau Gun Wook belum menemukan ayahnya. Seol Hee kemudian menjawab kalau Gun Wook sudah memutuskan untuk berhenti mencari.

Bo Nui bertanya apa dia harus menemui Gun Wook untuk membujuknya dan Seol Hee menjawab jangan, karena Gun Wook butuh sendirian, selain itu Gun Wook pasti merasa tak nyaman jika bertemu dengan Bo Nui sekarang.

Gun Wook sedang tidur di sofa dengan kondisi rumah yang sangat berantakan. Tepat disaat itu bel pintunya terus berbunyi, sehingga membuat Gun Wook membuka pintu. Ternyata yang datang adalah Soo Ho yang ingin menagih kemenangannya atas taruhan mereka sebelumnya, dimana si pemenang boleh meminta sesuatu dari yang kalah. Permintaan Soo Ho adalah Gun Wook tidak menyerah mencari ayahnya. Karena Soo Ho akan memasukkan cerita tentang ayah Gun Wook ke dalam game, sehingga pengguna akan memberika informasi yang mereka dapat untuk Gun Wook.

“Kau sudah merampungkan game-nya. Bagaimana kau menambahkannya dalam beberapa hari?” tanya Gun Wook.

“Kata2mu sangat dingin. Aku jenius. Apapun itu mungkin. Yang harus kau katakan adalah terima kasih,” ucap Soo Ho dan pergi. Sambil berjalan keluar dia berpesan pada Gun Wook untuk membersihkan rumahnya.

Bersama Bo Nui, Soo Ho menambahkan gambar ayah Gun Wook dalam game-nya. Melihat apa yang Soo Ho lakukan, Bo Nui pun merasa kagum padanya. Seperti biasa, mereka pun selalu bermesraan setiap kali bersama.

Seol Hee mengajak Dal Nim ketemuan dan memberikan beberapa pakaian baru untuk Dal Nim. Semua itu Seol Hee berikan karena dia ingin berteman dengan Dal Nim. Tepat disaat itu Ryang Ha muncul dan langsung meninggalkan mereka karena dia merasa tak nyaman bertemu dengan Dal Nim. Dal Nim juga merasakan hal yang sama.

Seol Hee kemudian mengajak Dal Nim melakukan kencan buta. Sebenarnya Dal Nim ragu mengiyakannya karena ada Ryang Ha yang mendengar pembicaraan mereka. Tapi Dal Nim akhirnya mengiyakan ajakan Seol Hee. Ryang Ha terlihat tak senang, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa.

Gun Wook dan Bo Nui makan bersama. Gun Wook kemudian mengaku kalau dia merasa apa yang Bo Nui katakan memang benar.

“Aku bingung. Saat orang tuaku bercerai, saat aku kalah saat bertanding, saat aku sakit atau sedih… aku merasa lebih baik saat aku menertawainya. Tapi hari itu… aku menangis di depanmu dan membuat diriku malu. Aku tidak pernah…menangis seperti itu di depan seseorang. Makanya aku bingung. Aku pikir aku menyukai noona sebagai wanita. Aku tidak pernah menyukai wanita yg lebih tua. Aku butuh seseorang untuk diandalkan dan hampir jatuh cinta padamu, Shim Bo Nui,” aku Gun Wook. “Jadi, beritahu aku kapanpun Je Soo ho membuatmu sedih. Aku akan mendatangimu di negara manapun aku berada,” janji Gun Wook dan Bo Nui hanya bisa berterima kasih padanya.

Gun Wook kemudian berkata kalau dia akan pergi ke rumah sakit setelah mereka makan. Karena dia ingin bertemu dengan Bo Ra sebelum dia kembali ke Kanada.

Bo Nui keluar rumah dan melihat Tuan Choi berdiri didepan rumah Gun Wook. Tuan Choi tak mengenali Bo Nui sampai Bo Nui memperkenalkan dirinya. Tepat disaat itu Gun Wook keluar dari rumah Bo Nui dan akhirnya Gun Wook bertemu dengan ayahnya.

Tuan Choi meminta maaf pada Gun Wook dan Gun Wook langsung memeluk sang ayah. Dia berkata kalau dia tak mempermasalahkan masa lalu mereka, karena yang penting Tuan Choi sudah ada di hadapannya. Bo Nui ikut terharu melihat pertemuan ayah dan anak itu.

Karena sang ayah datang, Gun Wook pun tak jadi menemui Bo Ra, karena dia harus berbincang-bincang dengan sang ayah. Gun Wook bertanya dimana Tuan Choi tinggal selama ini dan bagaiman kehidupannya. Namun Tuan Choi tak mau menjawab karena merasa hal itu bukanlah cerita bagus untuk di ceritakan.

Bo Nui menemui Bo Ra bersama Soo Ho dan Bo Nui menceritakan pada Bo Ra kalau Gun Wook sudah bertemu dengan ayahnya. Mereka bertiga kemudian foto bersama.

Semua pegawai Ze Ze menggunakan 3D VR untuk melihat game yang berhasil mereka buat. Mereka semua merasa puas dengan hasilnya. Bo Nui kemudian meraba lehernya dan menyadari kalau kalungnya hilang. Bo Nui langsung melepas 3D RV miliknya dan mencari kalung pemberian Soo Ho. Untungnya kalung itu ketemu dan Bo Nui meletakkannya di meja.

Soo Ho kemudian memberi pujian pada semua anggota tim-nya karena sudah melakukan yang terbaik. Tentu saja semuanya senang, karena itu adalah kali pertama Soo Ho memberikan pujian pada mereka. Soo Ho juga membubarkan kantor lebih awal karena sudah tak ada lagi yang harus mereka lakukan.

Setelah semua pegawai pergi, Soo Ho menyuruh Bo Nui pulang dengan hati-hati. Tak diantar pulang seperti biasanya oleh Soo Ho, membuat Bo Nui sedikit kecewa. Namun Bo Nui tak bisa protes karena Soo Ho berkata kalau dia ada janji dengan Ryang Ha.

Bo Nui sampai rumah dan dia masih merasa kecewa karena Soo Ho menyuruhnya pulang sendiri. Tepat disaat itu, Soo Ho menelpon untuk bertanya apa Bo Nui sudah sampai rumah dan Bo Nui pun menjawab kalau dia baru sampai rumah.

“Apa yang kau lakukan malam ini?” tanya Soo Ho.

“Kenapa? Kau mau datang?” tanya Bo Nui semangat.

“Tidak. Aku pikir aku tidak bisa ke sana. Pastikan kau makan malam.”

“Oke. Kau juga harus makan,” jawab Bo Nui kecewa. Rasa kecewa Bo Nui semakin bertambah karena Soo Ho menutup teleponnya dengan buru-buru.

Bo Nui kembali memegang lehernya dan menyadari kalau kalungnya tertinggal di kantor. Tak mau kehilangan kalung itu, Bo Nui pun langsung bergegas pergi ke kantor lagi.

Bersambung ke Sinopsis Lucky Romance Episode 13 – 2

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis lucky romance ep 13
  • Sinopsis lucy romance episode 13
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *