Home » Hwang Jung Eum » Sinopsis Lucky Romance Episode 11 – 2

Sinopsis Lucky Romance Episode 11 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Lucky Romance Episode 11 – 2, bercerita tentang Hee Ae yang akhirnya tahu tentang perasaan Soo Ho pada Bo Nui. Mengetahui fakta kalau suka pada Bo Nui, Hee Ae pun meminta bantuan Bo Nui untuk mempertemukan Soo Ho dengan ayahnya. Namun bukan perdamaian antara Soo Ho dan Mool Po yang di dapat, melainkan pertengkaran yang begitu hebat antara ayah dan anak. Di luar restoran, Soo Ho mengaku kalau dia lebih kecewa pada Bo NUi yang memanfaatkan rasa sukanya seperti itu. Ingin tahu cerita lengkapnya? Yuk baca sinopsis di bawah ini.

Sinopsis Lucky Romance Episode 11 – 1

Sinopsis Lucky Romance Episode 11 – 2

Di rumah Woon Guk membuat sandwich buah dan menyusunnya ke dalam kotak makanan. Disisi lain Dal Nim yang sudah dalam kondisi setengah mabuk memanggil Ryang Ha dan bertanya cara lain untuk mendekati Soo Ho, karena cara yang Ryang Ha berikan sebelumnya tidak membuahkan hasil apapun. Ryang Ha pun menyuruh Dal Nim untuk melepaskan kacamata, menurunkan berat badan dan juga melepas behel yang Dal Nim pakai, setelah Dal Nim melakukan semua itu, maka mereka bisa memikirkan langkah selanjutnya.

Soo Ho sengaja bersiul lagu kesukaan orang tua Bo Nui, agar Bo Nui mengikutinya sampai atap. Sampai di atap Soo Ho memberikan sushi yang sudah dia belikan. Bo Nui pun memakan sushinya. Bo Nui kemudian mengingatkan Soo Ho untuk tidak bersiul malam-malam, karena akan sial, tapi seperti biasa Soo Ho tak percaya, lagi pula dia memang sengaja bersiul agar Bo Nui mengikutinya.

Bo Nui mengingatkan kejadian yang menimpa ayah Soo Ho setelah Soo Ho menulis namanya dengan tinta merah. Soo Ho pun menjawab kalau semua itu hanya kebetulan saja. Membahas tentang Mool Po, Bo Nui pun bertanya apa Soo Ho pernah menghubungi ayahnya dan Sooo Ho tak menjawab pertanyaan itu, dia hanya memalingkan wajahnya dan berdiri.

Bo NUi berkata kalau apa yang Mool Po lakukan pasti karena dia sangat menyayangi Soo Ho, namun Soo Ho tak setuju. Soo Ho kemudian memberitahu Bo NUi kalau dia dan ayahnya itu punya sifat yang sama, jadi ketika mereka bertengkar, mereka lebih baik saling menjauh dan tidak bertemu. Mengalihkan pembicaraan, Soo Ho kemudian mengeluh karena Bo Nui terus-terusan memanggilnya dengan sebutan “Presdir”, dia bahkan berpesan pada Bo Nui, kalau nanti mereka berdua pacaran, Bo Nui harus mengubah panggilannya itu.


Gun Wook sudah berada di lobi Ze Ze membawa bekal yang dia buat sendiri. Dia bertanya pada Tuan Won, apakah Bo Nui masih berada di kantor dan Tuan Won mengiyakan. Ketika Tuan Won membahas bekal yang Gun Wook bawa, Gun Wook meminta Tuan Won untuk merahasiakannya.


Di kantor, Bo Nui melanjutkan pekerjaan dan Soo Ho terus memandanginya. Saat Bo Nui menyuruh Soo Ho melihat ke layar komputer dan memperhatikan game yang sedang di berbaiki, Soo Ho malah berdiri di belakang Bo Nui dan mendekatkan kepalanya ke kepala Bo Nui. Tepat disaat itu, Gun Wook sampai di kantor Ze Ze, sebelum dia masuk ruangan, dari luar dia melihat apa yang sedang Soo Ho dan Bo Nui lakukan. Tentu saja Gun Wook merasa cemburu dan memilih pergi.
Bo Nui menyelesaikan pekerjaannya dan Soo Ho masih membungkuk di sampingnya. Mereka pun saling pandang dan Soo Ho langsung memejamkan matanya, dia hendak mencium Bo Nui. Reflek Bo Nui mendorongnya dan berteriak kalau mereka berdua di larang kontak fisik.


“Hei… kau bilang di larang… kita sudah ciuman 2 kali,” protes Soo Ho dan Bo Nui terlihat bingung karena menurutnya mereka baru berciuman sekali. Mengetahui Bo Nui tak ingat, Soo Ho pun mengingatkan kalau Bo Nui yang menciumnya saat Bo Nui mabuk berat malam itu. Malam dimana, Bo Nui mencari-cari Macannya. Setelah mengingat kembali Bo Nui pun akhirnya ingat kalau malam itu, tanpa sadar dia sudah mencium Soo Ho.

Soo Ho kemudian mengaku kalau malam itu adalah ciuman pertamanya dan Bo Nui tentu saja kaget mendengarnya karena dia kira Seol Hee adalah cinta pertama Soo Ho.

“Bukan! Bukan! Siapa yang bilang seperti itu? Semua ini baru pertama kalinya bagiku! Pengakuan pertamaku! Pegangan tangan pertamaku! Ciuman pertamaku! Makanya… kau harus bertanggung jawab,” aku Soo Ho malu dan langsung masuk ke ruangannya.

Soo Ho benar-benar merasa malu dan ketika dia mempunyai keberanian untuk bertemu dengan Bo Nui lagi, Bo Nui malah pamit pulang dan Soo Ho tak bisa menahannya. Dia terlihat kesal karena sudah mengakui semuanya pada Bo Nui.

Gun Wook sudah berada di ruma, dia sudah menghabiskan setengah botol wine dan kemudian melihat cincin yang ingin dia berikan pada Bo Nui. Di tempat lain, Seol Hee teringat kembali kata-kata Soo Ho yang mengaku kalau dia mencintai Bo Nui.

Di rumah, Soo Ho menggantung foto-foto Bo Nui sambil menelpon Bo Nui untuk bertanya apa Bo Nui sudah sampai rumah. Bo Nui pun menjawab kalau dia sudah sampai rumah dan Soo Ho kemudian mengaku kalau dia sangat merindukan Bo Nui, sangat merindukan Bo Nui, namun Bo Nui tak menanggapinya, Bo Nui hanya diam.

Bingung, Bo Nui pun pura-pura tak mendengar Soo Ho dengan alasan signal jelek dan langsung menutup teleponnya. Di atap, Bo Nui berdoa agar diberi petunjuk untuk mengontrol perasaannya, karena sebenarnya Bo Nui ingin percaya pada Soo Ho dan menggenggam tangannya.

Paginya, Bo Nui sebenarnya ingin menghindari Gun Wook, tapi ternyata Gun Wook malah menungguinya di depan pintu. Mereka kemudian keluar gedung apartemen bersama dan Bo Nui berusaha menjelaskan kalau semalam dia memang lembur. Karena tahu apa yang terjadi, Gun Wook pun tak membahasnya, dia malah mendekati Bo Nui dan memakaikan kaca mata hitam pada Bo Nui. Gun Wook melakukan semua itu karena ada wartawan yang sedang mengawasi mereka dan dia ingin wajah Bo Nui tak di kenali. Mereka kemudian berpisah, Bo Nui berangkat kerja dan Gun Wook lari pagi sendirian.

Karyawan yang berkhianat pada Ze Ze muncul kembali dan diam-diam mengawasi gedung Ze Ze. Merasa curiga Tuan Won pun menanyainya dan meminta ID-nya. Namun orang itu langsung kabur tanpa memperlihatkan wajahnya.

Tuan Won kemudian melihat Mool Po masuk gedung Ze Ze dan Tuan Won langsung menghampirinya lalu berkata kalau Mool Po di larang masuk. Tuan Won tak percaya kalau pria yang ada di depannya itu adalah ayah Soo Ho, dia bahkan mengira kalau Mool Po adalah orang yang datang untuk minta sumbangan. Tepat disaat itu Bo Nui muncul dan menyapa Mool Po. Bo Nui bertanya apa Mool Po datang untuk menemui Soo Ho, tapi Mool Po tak mengiyakan, dia hanya minta Bo Nui tak memberitahu Soo Ho kalau dia datang.

Setelah Mool Po pergi, Tuan Won langsung bertanya apa benar pria yang baru ada di hadapan mereka tadi adalah ayah Soo Ho dan Bo Nui mengangguk mengiyakan. Mengetahui kalau Bo Nui banyak tahu tentang Soo Ho, Tuan Won pun langsung menatap curiga, dia curiga kalau Bi Nui pasti benar-benar punya hubungan khusus dengan Soo Ho.

Soo Ho masuk gedung Ze Ze dan ayahnya sudah melewati parkiran sepeda, alhasil mereka pun tak bertemu. Melihat Bo Nui memasuki lift, Soo Ho pun mencepatkan langkahnya untuk masuk lift yang sama.

Di dalam lift mereka berdua hanya diam, sampai akhirnya Soo Ho membuka bicara dengan membahas skenario untuk game mereka dan Bo Nui dengan cepat menjawab kalau skenarionya sudah dia bagikan pada yang lainnya.

“Bagaimannna dengan desainnya?” tanya Soo Ho lagi.

“Akan ku persiapkan nanti sore,” jawab Bo Nui.

“Kencan kita?” tanya Soo Ho menjebak

“Malam ini….,” jawab Bo Nui tak sadar dan dia langsung terdiam saat sadar kalau dia sudah salah bicara. Ketika pintu lift terbuka, Bo Nui langsung cepat keluar dan dengan santai Soo Ho mengikutinya sambil bergumam, “Dia bilang malam ini.”

Sampai masuk ruanganpun, Soo Ho masih terus kepikiran dengan ucapan Bo Nui yang mengatakan kalau mereka akan kencan malam ini. Tepat disaat itu, Soo Ho mendapat kiriman gambar dari Hee Ae yang mengaku kalau dia berada di rumah Soo Ho. Melihat sang ibu benar-benar berada di rumahnya, Soo Ho panik, karena dia menempel foto Bo Nui di kamarnya. Akan jadi kacau jika sang ibu melihat foto-foto tersebut.

Di lobi, Soo Ho menemui Ryang Ha sebentar untuk bertanya apa Ryang Ha yang memberika sandi rumahnya pada Hee Ae dan tak ingin bohong, Ryang Ha pun mengiyakan. Soo Ho dengan cepat menuju parkiran sepeda, tapi karena buru-buru, dia lupa membawa kunci gembok sepedanya. Jadi Soo Ho pun langsung melompat masuk ke taksi yang berhenti dan menuju rumahnya.

loading...

Di rumah, Soo Ho melihat pintu kamarnya masih tertutup dan sang ibupun tidak mengatakan apa-apa. Jadi Soo Ho beranggapan kalau foto-fotonya aman, sang ibu tidak melihatnya. Sebelum pergi, sang ibu berpesan agar Soo Ho menemui ayahnya, karena Mool Po tak bisa tidur beberapa hari ini. Hee Ae meminta Soo Ho memberikan satu kesempatan lagi pada Mool Po untuk menebus kesalahannya.

“Aku akan ganti sandinya. Ryang Ha takkan tahu,Ibu jangan tanya dia lagi. Silakan pergi,” ucap Soo Ho dan membawa ibunya keluar.

Bo Nui terburu-buru menuju sebuah restoran dan ternyata Hee Ae yang mengajaknya ketemuan. Dengan alasan ingin tahu semua tentang Bo Nui, Hee Ae pun bertanya tentang keluarga Bo Nui. Jujur Bo Nui menjawab kalau kedua orang tuanya sudah meninggal 10 tahun yang lalu, sedangkan adiknya koma di rumah sakit sejak 2 tahun yang lalu. Untuk urusan studi, Bo Nui di DO dari kampusnya.

“Apa sekarang kau kencan dengan Soo Ho?” tanya Hee Ae ragu-ragu dan Bo Nui langsung membantahnya, dia mengatakan kalau dia dan Soo Ho tidak sedang berkencan. Ternyata Hee Ae melihat foto Bo Nui di kamar Soo Ho dan dia bisa menebak kalau Soo Ho menyukai Bo Nui. Tapi Bo Nui berusaha meyakinkan Hee Ae kalau mereka tidak punya hubungan apa-apa, Bo Nui bahkan mengaku kalau dia tidak punya perasaan apa-apa pada Soo Ho dan tidak akan menerimanya.

“Kau siapa berani menolak anakku!” ucap Hee Ae dan kemudian mengajak Bo Nui pergi ke toko kosmetik. Hee Ae membelikan beberapa kosmetik untuk Bo Nui, namun Bo Nui tak ingin menerimanya.

“Ambillah, Pakai ini, dandan cantik dan kencanlah dengan Soo Ho,” ucap Hee Ae dan Bo Nui kembali menjelaskan kalau dia dan Soo Ho tidak dalam hubungan yang seperti itu. “Lalu kenapa Soo ho menempelkan fotomu dikamarnya .. Dan semua dinding ruangannya? KAu sendiri yg bilang anakku keren. Kau tidak melihatnya sebagai seorang pria?” tanya Hee Ae, tapi karena Bo Nui hanya dian, dia pun akhirnya menyerah dan tak akan memaksa Bo Nui untuk menerima Soo Ho. Walaupun begitu Hee Ae tetap ingin Bo Nui menerima hadiah darinya.

Setelah Bo Nui menerima hadiah itu, Hee Ae pun mengatakan maksud dia menemui Bo Nui. Dia ingin Bo Nui membantunya sesuatu.

Soo Ho sudah berada di rumah bersama Ryang Ha yang menebak kalau Hee Ae pasti sudah melihat foto-foto Bo Nui yang Soo Ho tempel. Bukannya panik akan hal tersebut, Soo Ho malah tersenyum senang. Melihat Soo Ho tersenyum, Ryang Ha pun menyebutnya mesum.

“Bo Nui sudah menolakmu harusnya sekarang ini kau patah hati. Kau tidak merasa kecewa?” tanya Ryang Ha tak percaya.

“Menunggu kereta yang tak kunjung tiba sama seperti kutukan, Tapi menunggu kereta yang pasti datang… adalah keberkahan,” ucap Soo Ho dan Ryang Ha merasa ingin muntah mendengarnya. Soo Ho kemudian mengaku kalau dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi, karena ada sesuatu yang bergejolak di dalam hatinya.

“Kau siapa?Kau bukan Je Soo Ho,” tanya Ryang Ha memastikan dan tepat di saat itu ponsel Soo Ho berdering. Itu adalah panggilan dari Bo Nui yang mengajaknya makan siang besok. Mendapat ajakan makan dari Bo Nui, Soo Ho langsung bersorak senang dan Ryang Ha juga ikut senang.

Setelah menutup telepon dari Soo Ho, Bo Nui terlihat cemas dan dia pun langsung berdoa memohon untuk di buka semua rintangan dan di lepas dari semua ikatan.

Pagi tiba dan Hee Ae mengajak Mool Po ikut dengannya untuk bertemu Soo Ho. Kalau Mool Po menolak, Hee Ae pun mengancam akan menceraikannya.

Di rumah, Soo Ho sedang sibuk bersiap-siap. Dia mencoba semua pakaian yang dia punya untuk mendapatkan penampilan yang baik di depan Bo Nui.

Soo Ho menemui Bo Nui dan sebelum Bo Nui sempat mengatakan maksud dia mengajak makan siang, Soo Ho terus nyerocos tentang rasa senangnya mendapat ajakan makan siang dari Bo Nui. Setelah Bo Nui mendapatkan kesempatan untuk bicara, orang tua Soo Ho keburu datang. Tentu saja Soo Ho terlihat tak senang dengan kedatangan orang tuannya, terlebih lagi Bo Nui sudah membohonginya.

Merasa tak nyaman, Bo Nui pun hendak pergi. Namun Hee Ae mencegahnya, dia mengajak Bo Nui ikut makan siang bersama. Mereka berempat sekarang sudah berada di meja untuk makan bersama. Hee Ae terus bicara, namun Soo Ho hanya diam, jadi dia meminta bantuan Bo Nui untuk mencairkan suasana. Awalnya, Mool Po hanya berkata, “benar”. Dia menyetujui semua yang Hee Ae katakan, namun akhirnya Mool Po tak tahan juga, dia meminta Hee Ae untuk menghentikan semuanya.

“Apa masalahmu? Matamu kelihatan tidak setuju dan kau duduk dengan lengan yang tersilang. Apa kau ayahku atau bukan?” tanya Mool Po kesal dan Soo Ho enggan menjawabnya, dia pun beranjak dari duduknya dan hendak pergi dari ruangan itu.

“Soo Ho, aku mohon. Sudah 20 tahun,” mohon sang ibu.

“Pergi! Pergilah. Sampai kapan orang tuamu harus memohon padamu dengan sangat putus asa?” ucap Mool Po kesal dan Hee Ae memintanya untuk menahan emosi karena ada Bo Nui bersama mereka. Bo Nui juga merasa tak nyaman berada di tengah-tengah keluarga Soo Ho.

“Kenapa kau melakukannya?” tanya Soo Ho.

“Melakukan apa? Jelaskan,” pinta Mool Po.

“Kenapa… kau melempar anak umur 7 tahun ke dalam laut?”

“Itu caranya agar kau belajar berenang. Kau kan tidak bisa berenang. Kenapa kau menyalahkanku?” tanya Mool Po tanpa rasa bersalah sama sekali.

“Apa kau tahu aku tidak bisa… berada dekat dengan air sejak hari itu? Apa kau tahu bahkan hanya bau laut membuatku mual? Kau menangkap ikan dengan udara dimana-mana… dan bertanya padaku kenapa aku tidak mengunjungimu,” jelas Soo Ho.

“Jadi kenapa? Apa kau mengharapkanku berlutut memohon padamu? Aigo, dia mau menang lawan orang tuanya berpikir dia lebih pintar. Kau selalu seperti itu bahkan saat kecil. Bahkan saat kau kecil, kau bicara seperti tahu segalanya. Sangat sombong!” keluh Mool Po yang masih merasa tak salah apa-apa.

“Aku hanya anak kecil. Samudera dan malam yang gelap membuatku takut. Aku hanya anak kecil yang takut orang asing menyentuhku, menertawaiku dan melihatku. Kalian berdua yang… tidak menganggapku sebagai anak,” ucap Soo Ho dan pergi. Bo Nui pun menyusulnya dan Mool Po berpesan pada Hee Ae untuk tidak mengatur acara seperti itu lagi.

Bo Nui mengejar Soo Ho dan meminta maaf. Setelah meminta maaf, Bo Nui menyarankan agar Soo Ho memberitahu kedua orang tuanya tentang kesakitan dan ketakutan yang Soo Ho rasakan ketika dia kecil dulu.

“Menurutmu siapa yang paling membuatku marah?” tanya Soo Ho memotong saran yang Bo Nui berikan. “Itu kau, Bo Nui. Kau tahu aku menyukaimu. Kau pikir kau bisa memperlakukanku seenakmu? Kau pikir kau punya hak?”

“Aku sedih melihatmu. Fakta hatimu mengeras…melukai hatiku,” jelas Bo Nui.

“Bagaimana kau bisa bohong padaku?”

“Aku sudah bilang padamu aku akan memberitahumu. Itu benar bahwa ayahmu kejam padamu. Tapi kaulah yang memiliki sikap keji di sana. Kenapa rupanya membuka dan mengulurkan tangan duluan? Begitulah yang kau suka. Kalau kau tidak tahu itu… “

“Jadi aku salah lagi,” potong Soo Ho. “Kau tidak tahu bagaimana aku memikirkanmu… dan sangat bersemangat dari pagi. Aku pikir kita memecahkan masalah yang sama, tapi aku rasa aku salah. Maafkan aku… telah mengganggumu,” ucap Soo Hoo dan pergi.

Truth or Dare
(Ciuman pertama)

Setelah Soo Ho masuk ruangannya, Bo Nui duduk dengan perasaan shock dan kemudian menjatuhkan kepalanya di meja. Dia tersenyum ketika mengetahui kalau dialah orang yang memberikan ciuman pertama pada Soo Ho.

Bersambung ke sinopsis Lucky Romance Episode 12

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *