Home » Hwang Jung Eum » Sinopsis Lucky Romance Episode 11 – 1

Sinopsis Lucky Romance Episode 11 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Lucky Romance Episode 11 – 1, bercerita tentang Soo Ho yang tahu perasaan Bo Nui sebenarnya. Dia tahu Bo Nui menyukai dirinya, namun Bo Nui takut mengakuinya. Jadi Soo Ho pun akan menunggu sampai Bo Nui menjawab iya dan dia tidak mau mendengar penolakan dari Bo Nui. Hmmm… sikap Soo Ho memang sweet dan lucu banget kalau sudah ketemu dengan Bo Nui, walau dia tahu Bo Nui sudah menolaknya, dia tetap baik pada Bo Nui, bahkan dia mau menjadi jimat untuk Bo Nui ketika Bo Nui menemui Bo Ra yang sudah membuka matanya. Ingin tahu cerita lengkapnya? yuk baca sinopsis di bawah ini:

Sinopsis Lucky Romance Episode 10 – 1

Sinopsis Lucky Romance Episode 10 – 2

Sinopsis Lucky Romance Episode 11 – 1

Soo Ho mencium Bo Nui dan kemudian bertanya apa ini yang harus dia lakukan. Bo Nui terdiam dan Soo Ho menciumnya lagi. Bo Nui melepaskan diri dan berkata kalau dia tidak menginginkan apa yang Soo Ho lakukan, namun Soo Ho bisa tahu kalau Bo Nui bohong. Karena walaupun Bo Nui mengatakan tidak suka Soo Ho dan memilih pergi, tapi pada kenyataannya Bo Nui menangis, itu berarti apa yang dia katakan adalah kebohongan.

Bo Nui pun tak bisa membantah, tapi dia mengaku kalau dia sedang berusaha menahan perasaannya pada Soo Ho, dia akan menyukai Soo Ho dari jauh dan merindukannya sendirian lalu melupakannya sendirian. Tentu saja Soo Ho kesal karena Bo Nui akan mengakhiri hubungan yang bahkan belum sempat di mulai. Bo Nui tak bisa menjawab, dia hanya berterima kasih pada Soo Ho karena sudah menyukai dirinya.

Soo Ho kemudian bertanya apa yang harus dia lakukan agar Bo Nui percaya pada perasaannya dan Bo Nui malah meminta Soo Ho melupakan apa pun yang terjadi malam ini dan semua yang Soo Ho katakan, termasuk ciuman mereka tadi.

“Sampai jumpa di kantor besok,” ucap Bo Nui dan pergi meninggalkan Soo Ho sendiri.

Soo Ho pulang dan di kepalanya penuh pertanyaan, kenapa semuanya sangat rumit?

Bo Nui berlari menuju Soo Ho yang sudah menunggunya dengan sebuket bunga. Dalam hati Bo Nui berkata kalau dia melihat kebahagiaan di hadapannya. Bo Nui lompat ke pelukan Soo Ho dan dengan senang Soo Ho pun memeluk Bo Nui sambil memutarnya. Dipeluk Soo Ho, Bo Nui merasa kehangatan dan kenyamanan. Namun tiba-tiba dia teringat pada ucapan Taun Koo yang berkata kalau kebahagiaan itu bukan milik Bo Nui. Teringat ucapan Tuan Koo itu, Bo Nui pun langsung terbangun dari tidurnya. Hmmm… ternyata yang tadi itu adalah mimpi Bo Nui.

Di rumah, Hee Ae membatasi diri dari Mool Po. Dia membuat garis pemisah di rumah mereka dan Mool Po di larang melewatinya. Semua itu Hee Ae lakukan karena dia merasa kesal pada apa yang sudah Mool Po lakukan di restoran Tuan Ahn. Dengan kesal Mool Po pun mengungkapkan alasan dia mengamuk di restoran Tuan Ahn, semua itu karena dia tahu kalau dulu Hee Ae menyukai Tuan Ahn dan Mool Po merasa tak senang Hee Ae menemui Tuan Ahn.

Kita beralih ke rumah sakit dan seperti biasa perawat Lee membuka tirai jendela kamar Bo Ra. Saat dia menoleh ke arah Bo Ra, Perawat Lee pun langsung terkejut karena dia melihat mata Bo Ra terbuka.

Soo Ho masuk kantor dengan wajah lesu dan Ryang Ha menyambutnya dengan cara berlebihan di lobi kantor, karena dia kira Soo Ho sudah jadian dengan Bo Nui. Tapi setelah melihat ekspresi wajah Soo Ho tak memperlihatkan sedikitpun rasa senang, Ryang Ha pun bisa menebak kalau Soo Ho sudah mengacaukan acara kencannya. Soo Ho kemudian berkata kalau mereka berdua tidak pergi ke restoran yang Ryang Ha rekomendasikan. Dengan kesal Soo Ho juga berkata kalau dia belum di tolak oleh Bo Nui dan dia juga menyuruh Ryang Ha membersihkan lantai lobi yang sudah dia kotori. Melihat kemarahan yang Soo Ho perlihatkan, Ryang Ha bisa menebak kalau Soo Ho pasti sudah di tolak oleh Bo Nui.

Soo Ho masuk ruangannya dan Bo Nui langsung menemuinya. Merasa hal yang ingin Bo Nui katakan adalah masalah pribadi, jadi Soo Ho langsung menutup tirai ruangannya. Soo Ho mengira Bo Nui ingin mengakui kalau apa yang dia katakan dan lakukan semalam adalah kesalahan, tapi ternyata bukan. Bo Nui menemui Soo Ho, karena ingin minta bantuan darinya. Bo Nui minta Soo jadi jimatnya untuk menemui Bo Ra, karena Bo Ra sudah membuka matanya. Tentu saja Soo Ho senang mendengarnya dan dia juga bersedia menjadi jimat bagi Bo Nui.

Sebelum masuk ruangann Bo Ra, Bo Nui menggunakan benang merah untuk mengaitkan jari kelingking mereka berdua, agar mereka semua terhindar dari nasib sial. Sebab yang Bo Nui percayai warna merah bisa menjauhkan hantu dan nasib sial.

Bo Nui akhirnya bisa melihat sang adik membuka mata, walaupun belum bisa berbicara. Dia juga memperkenalkan Soo Ho pada Bo Nui sebagai CEO dari perusahaan tempat Bo Nui bekerja dan sebagai orang yang bisa membuat dirinya melihat Bo Ra. Jadi, Bo Nui berharap Bo Ra lekas sembuh dan bisa mengucapkan terima kasih juga pada Soo Ho.

Tak puas dengan perkenalan yang Bo Nui lakukan, Soo Ho pun memperkenalkan dirinya sendiri pada Bo Ra. “Hai. Aku pria yang disukai unni-mu. Aku punya banyak pertanyaan untukmu. Apa unni-mu selalu sefrustrasi ini? Atau apa dia menjadi seperti ini belakangan ini? Aku sangat penasaran,” ucap Soo Ho dan dia terus berkata walau Bo Nui meminta berhenti berbicara. “Aku sedang bicara padanya. Unni-mu berusaha keras untuk menyelamatkanmu. Dia melakukan hal yang tidak bisa dibayangkan. Tidak bisa dipercaya. Jadi bangkitlah dari tempat tidur ini… dan bilang pada unni-mu… sebagai penggantiku. Bilang padanya untuk bahagia. Oke? Bilang padanya untuk menyukai apapun yang dia mau kalau dia menyukai seseorang. Bilang padanya untuk bertahan pada pria yang dia suka. Tolong bilang padanya. Aku akan segera menemuimu lagi.”

 

Soo Ho dan Bo Nui sekarang sudah berada di luar rumah sakit dan mereka masih memakai benang merah yang mengaitkan jari kelingking mereka. Saat Bo Nui hendak melepas benang merah itu, Soo Ho menyuruhnya untuk menyerah dan tidak memaksakan diri lagi lalu datang pada Soo Ho. Bo Nui menghela nafas dan hendak menjelaskan alasan dia melakukan semua itu, namun Soo Ho tak mau mendengarnya.

“Pikirkan baik-baik. Bo Ra sadar di hari setelah kita ciuman. Bukankah itu tanda yang bagus? Kau tergila-gila dengan takdir,” ucap Soo Ho dan Bo Nui menjawab kalau Soo Ho tak pernah percaya dengan yang seperti itu. Soo Ho mengiyakan, tapi dia mengaku kalau dia bisa memahami Bo Nui. Soo Ho paham, Bo Nui merasa butuh sesuatu untuk diandalkan walau hal tersebut tidak masuk akal.

“Saat aku kecil, aku selalu bosan di kelas matematika. Aku selalu langsung mendapat jawaban, tapi aku harus menunggu sampai anak lain selesai. Aku rasa kau juga butuh waktu, Bo Nui,”ucap Soo Ho dan meletakkan kalung dengan liontin macan di tangan Bo Nui. “Kau tahu, tidak? Tidak peduli berapa lama, pasti ada jawaban. Saat kau temukan jawabannya dalam hatimu, datang padaku sendirian… dengan suka rela,” tambah Soo Ho dan kemudian mengajak Bo Nui kembali ke kantor. Mereka berjalan bersama dengan masih memakai benang merah.

Seol Hee sudah berada di salon dan hendak memotong rambutnya. Dia melakukan semua itu, karena Soo Ho menyukai Bo Nui yang punya rambut pendek. Namun sebelum pegawai salon sempat memotong rambut Seol Hee, Seol Hee menerima telepon dari Gun Wook yang bertanya lebih bagus bagus berlian atau zamrud.

Penasaran dengan apa yang Gun Wook lakukan, Seol Hee pun langsung menemuinya dan tak jadi potong rambut. Ternyata Gun Wook sudah berada di toko perhiasan dan dia sedang memilih cincin yang cantik untuk Bo Nui. Gun Wook ingin melamar Bo Nui dan dia menelpon Seol Hee untuk bertanya pendapatnya. Sebelum Gun Wook membeli cincin-nya, Seol Hee mengajaknya keluar untuk bicara.

Seol Hee mengingatkan Gun Wook kalau waktu mereka di Korea hanya tinggal 3 minggu lagi, tapi apa yang mau dia lakukan sekarang? Dia mau melamar Bo Nui? Tak mau dilarang, Gun Wook pun membahas hubungan Seol Hee dan Soo Ho. Saat ditanya apakah semuanya berjalan lancar, Seol Hee menjawab kalau Soo Ho sekarang sedang melihat ke tempat lain dan tak lama lagi dia pasti akan kembali padanya.

Karena kalau Gun Wook berhasil mendapatkan Bo Nui akan memberikan peluang padanya untuk mendapatkan Soo Ho, maka Seol Hee pun mendukung apa yang Gun Wook lakukan dan untuk masalah cincin, Seol Hee merekomendasikan berlian.

Tuan Ahn masuk kantor Ze Ze untuk mengantarkan ayam pesanan mereka. Ji Hoon langsung menghampirinya dan bertanya apa Tuan Ahn adalah pelanggan pertama di Smart Watch. Tak mau berbohong, Tuan Ahn pun mengiyakan. Ji Hoong bertanya lagi apa Presdir Perusahaan Coconut memberi hormay pada Tuan Ahn di tempat itu. Mendengar nama Coconut pegawai Ze Ze yang lain langsung terkejut dan ikut penasaran menunggu jawaban Tuan Ahn. Tepat di saat itu, Bo Nui dan Soo Ho datang dan mendengar ap yang Ji Hoong katakan.

”01 Fried Chicken. Aku pikir anda memakai nama itu menggunakan sistem biner. Tapi bukan begitu. “Programer game jenius generasi pertama Ahn Yeong Il.” Itu anda, kan?” tanya Ji Hoong sambil memperlihatkan artikel tentang Tuan Ahn dan semuanya terkejut melihat artikel itu. Tuan Ahn akhirnya mengatakan kalau semua itu sudah 20 tahun yang lalu. Ingin membuktikan kalau Tuan Ahn memang orang hebat, Hyun Bin kemudian memintanya untuk memeriksa sesuatu dan Tuan Ahn benar-benar membuktikan kalau dia pintar tentang IT.

Soo Ho dan Tuan Ahn sekarang sudah berada di restoran Ryang Ha. Ketika mereka berdua sedang ngobrol, Ryang Ha mengawasi mereka dari jauh. Soo Ho memberikan uang untuk ganti rugi atas kerusakan yang sudah ayahnya perbuat, namun Tuan Ahn enggan menerimanya karena tidak ada barangnya yang rusak dan harus membeli barang baru. Sebagai gantinya, Tuan Ahn meminta Soo Ho untuk datang lebih sering saja ke tempatnya, jadi tidak perlu mengganti dengan uang.

Soo Ho kemudian bertanya bagaimana Tuan Ahn bisa mengenal ibunya dan Tuan Ahn menjawab kalau dulu, ketika dia masih duduk di bangku kuliah, dia sering melakukan magang setiap tahun. Dia memberi pelajaran komputer dan memperbaiki barang-barang secara gratis. Saat itulah, Tuan Ahn dan Hee Ae berkenalan. Tuan Ahn juga menambahkan kalau dulu, Hee Ae menyukai dirinya.

Soo lalu bertanya penyebab ayahnya mengamuk pada Tuan Ahn kemarin dan untuk pertanyaan itu, Tuan Ahn sendiri tak tahu jawabannya. Atas nama ayahnya, Soo Ho pun meminta maaf dan Tuan Ahn memintanya untuk berhenti minta maaf karena nanti dia jadi merasa tak nyaman jika bertemu dengan Soo Ho lagi.

Tuan Ah pun mengaku kalau dia sebenarnya adalah penggemar Soo Ho. “Saat aku lihat game pertamamu tujuh tahun yang lalu, aku sangat tersentuh. Sejak itu, aku mengikutimu… kapanpun kau memamerkan game barumu,” aku Tuan Ahn yang kemudian merasa kalau dia seperti pengemar wanita pada Soo Ho.

loading...

“Anda masih sangat berbakat. Kenapa menjalankan restoran?” tanya Soo Ho.

“Aku berada di puncak saat aku seusiamu. Yang aku dapatkan di tanganku hanya kesuksesan… dan orang berbaris mensponsoriku. Game yang aku kembangkan sendirian menerima banyak perhatian, dan aku kerja seperti orang gila. Saat aku akhirnya sadar, aku sendirian. Istri mana yang mau hidup… sepanjang hidupnya melihat punggung suaminya? Aku seharusnya tidak membiarkannya pergi. Kau seharusnya tidak melakukannya. Pastikan kau bertahan pada… orang yang berharga bagimu,” pesan Tuan Ahn yang kemudian merasa tak pantas menasehati Soo Ho, karena Soo Ho pasti sangat berbeda dengan dirinya.

“Ini pertama kali bagiku. Kau orang dewasa pertama yang memberitahukan hal ini,” ucap Soo Ho.

“Aku melewati batas karena kau putra temanku. Lupakan saja apa yang aku bilang. Aku pergi ya,” jawab Tuan Ahn dan pamit. Soo Ho pun berjanji akan mengunjungi restoran Tuan Ahn bersama Bo Nui.

Setelah Tuan Ahn pergi, Ryang Ha menghampiri dan menggoda Soo Ho yang akan pergi makan ayam goreng bersama Bo Nui. Tepat disaat itu, ponsel Soo Ho berdering dan itu adalah panggilan dari ibunya. Namun Soo Ho enggan mengangkatnya, dia kemudian bertanya apa maksud ledekan Ryang Ha itu.

“Saat kau ditolak,kau tidak pernah sepenuhnya menyadarinya,” ledek Ryang Ha dan membuat Soo Ho kesal, dia pun langsung meninju kepala boneka yang Ryang Ha bawa. Emang dasar tukang ledek, saat Soo Ho meninju boneka itu, Ryang Ha malah berkata, “Shim Bo Nui, I Love You.” Soo Ho kesal dan melempar jauh kepala bonekanya.

Di rumah, Hee Ae sedang melihat-lihat foto Soo Ho kecil. Dia kemudian bertanya-tanya apa Soo Ho benar-benar merasa lelah. “Kau baru memecahkan pertanyaan yang kau ketahui. Kenapa kau? Ayo senyum. Hanya dengan begitu kau akan beruntung,” ucap Hee Ae pada foto Soo Ho.

Kita beralih pada Bo Nui yang sedang berada di toilet. Saat melihat kalung pemberian Soo Ho, dia kembali teringar pada ucapan Soo Ho yang berkata kalau dia sangat yakin akan ada jawaban dari pertanyaan yang dia ajukan pada Bo Nui. Jika Bo Nui sudah menemukan jawaban dalam hatinya, maka Bo Nui harus datang pada Soo Ho sendirian dengan suka rela. Bo Nui kemudian mencoba kalung itu, namun baru beberapa detik dia tempelkan di lehernya, Seol Hee masuk, sehingga Bo Nui pun langsung menyimpan kalung tersebut.

Melihat Seol Hee, Bo Nui pun berkomentar kalau Seol Hee terlihat cantik. Di puji seperti itu, Seol Hee pun terang-terangan berkata kalau dia penasaran, apa Soo Ho juga akan menyukai penampilannya juga. Dia mengaku pada Bo Nui kalau sekarang dia terus memikirkan Soo Ho, sampai-sampai dia tak sadar sudah mengatakan hal tadi dengan volume keras. Mendengar itu, Bo Nui pun hanya diam saja. Setelah Seol Hee pergi, Bo Nui melihat dirinya di dalam cermin dan kemudian menghela nafas panjang.

Bo Nui, Seol Hee, Dal Nim dan Dae Kwon melakukan rapat untuk membahas kehidupan Gary. Awalnya Seol Hee memuji bakat semua pegawai Ze Ze, namun akhirnya Seol Hee memberikan banyak koreksi dan meminta Bo Nui memperbaikinya. Sebenarnya Bo Nui tak terlalu masalah dengan koreksi dari Seol Hee, yang terlihat kesal malah Dal Nim, tapi dia juga tak bisa berbuat apa-apa.

Selesai rapat, Dal Nim langsung menarik Bo Nui keluar dan bertanya apa Bo Nui sudah melakukan kesalahan pada Seol Hee, karena koreksi yang Seol Hee berikan pada Bo Nui terlihat mengada-ada. Tanpa mereka berdua sadari, Soo Ho muncul dan mendengar pembicaraan mereka. Soo Ho mendengar kalau Bo Nui sudah mencampakkan Gun Wook, sehingga membuat Seol Hee kesal pada Bo Nui. Mendengar Bo Nui sudah mencampakkan Gun Wook, Soo Ho pun tersenyum senang dan kemudian berjalan pergi.

Soo Ho lalu muncul dari arah depan dan pura-pura dia belum mendengar apa-apa. Dia bertanya apa banyak yang harus Bo Nui modifikasi dan Bo Nui menjawab tidak karena dia bisa menyelesaikan hari ini juga. Bertemu dengan Soo Ho, Dal Nim teringat kembali pada pesan Ryang Ha, kalau dia harus bersikap cuek pada Soo Ho, agar Soo Ho tertarik padanya. Jadi dengan gaya cueknya, Dal Nim menyuruh Soo Ho untuk tidak khawatir dan kemudian Dal Nim berjalan pergi.

Bo Nui menyusul, tapi dia kembali di buat tak nyaman oleh Soo Ho yang terus melihat kearahnya sambil berjalan mundur. Bo Nui menyuruh Soo Ho menghadap ke depan, tapi Soo Ho hanya berputar saja dan kembali berjalan mundur agar bisa melihat wajah Bo Nui.

“Kerja bagus. Aku bangga padamu,” bisik Soo Ho dan kemudian berjalan pergi.

Di rumah, Gun Wook mengeluarkan wine yang sudah di beli, dia juga memilih lagu yang bagus untuk di dengarkan dan kemudian dia melihat cincin yang hendak dia berikan pada Bo Nui. Hmmm… sepertinya Gun Wook sudah berencana membuat makan malam romantis dengan Bo Nui.

Di kantor Bo Nui masih bekerja ketika mendapat sms dari Gun Wook dan mengajaknya makan malam. Namun sayang Bo Nui berkata kalau dia tak bisa datang karena lembur kerja. Tak percaya, Gun Wook pun menelpon dan meminta Bo Nui berhenti menghindari dirinya. Tentu saja Bo Nui menjawab kalau dia tidak menghindari Gun Wook, tapi karena dia memang benar-benar masih bekerja. Tepat disaat itu, Soo Ho keluar ruangan dan Bo Nui pun langsung menutup telepon dari Gun Wook.

Sebagai pegawai yang baik, Bo Nui pun menyapa Soo Ho dan bertanya apa dia sudah mau pulang. Bukannya menjawab pertanyaan Bo Nui, Soo Ho malah bertanya apa Bo Nui belum mendapatkan jawabannya. Mendengar pertanyaan itu, Bo Nui hanya diam.

“Aku tidak mengerti karena aku sangat yakin kau tahu jawabannya. Ini pertanyaan ya atau tidak dan jawabannya adalah ya. Jawabannya adalah kau menyukaiku. Jawabannya ya antara 0 dan 1. Kopi atau teh? Ya. Seharusnya selalu ya,” jelas Soo Ho dengan ilmu logikanya.

“Aku sudah bilang padamu jawabannya tidak,” jawab Bo Nui.

“Salah! Kau salah. Baiklah, akan aku tunggu,” ucap Soo Ho dan langsung pergi.

Di parkiran sepeda, Soo Ho di kagetkan oleh Seol Hee yang sudah duduk di sepeda miliknya. Seol Hee sengaja menunggu disana untuk mengajak Soo Ho makan bersama. Walaupun merasa tak senang, Soo Ho tak bisa menolak permintaan Seol Hee.

Soo Ho memesan sushi dan ketika makan satu suap, dia teringat ketika sedang makan bersama Bo Nui. Mengingat hal itu membuat Soo Ho senyum sendiri. Melihat Soo Ho tersenyum, ketika makan sushi, Seol Hee pun dengan pede-nya berkata kalau Soo Ho pasti teringat ketika dia memaksa Soo Ho makan sushi, saat itu adalah ultah Soo Ho yang ke- 18 tahun.

“Benarkah?” tanya Soo Ho yang merasa tak mengingat kejadian itu.

“Itu pertama kalinya kau memberitahuku tentang ayahmu,” jawab Seol Hee berusaha mengingatkan.

“Apa pada hari itu?” tanya Soo Ho tak ingat. Tepat disaat itu pelayan restoran lewat dan Soo Ho langsung memesan sushi lagi untuk di bawa pulang.

“Je Soo Ho, kau sudah lupa?” tanya Seol Hee dengan nada kecewa. “Kenapa? Kau selalu lebih ingat daripada aku. Pada hari itu, kau terbuka padaku untuk pertama kalinya. Itu hari saat aku menjadi spesial bagimu. Aku membicarakan tentang hari itu, tapi kau…,” ucap Seol Hee dan membayangkan Soo Ho memegang tangannya dan memanggil, “Amy”. Namun pada kenyataannya Soo Ho hanya melihat dirinya dengan pandangan datar dan sambil menguyah makanan. Tak ingin tambah kecewa karena mengetahui kalau Soo Ho sudah melupakannya, Seol Hee pun mengganti topik pembicaraan dengan bertanya apa Soo Ho memesan makanan untuk Ryang Ha.

Terus terang Soo Ho menjawab kalau sushi yang dia pesan itu untuk Bo Nui yang sedang lembur di kantor. Masih ingin beranggapan kalau Soo Ho lebih menyukai dirinya di banding Bo Nui, Soel Hee pun berkata kalau Soo Ho banyak berubah, Soo Ho jadi khawatir tentang makan malam karyawannya.

“Aku sudah bilang padamu sebelumnya. Dia lebih dari karyawan bagiku,” jawab Soo Ho blak-blakan.

“Kau penasaran… karena dia berbeda. Kau tertarik padanya karena dia unik. Aku tahu kau. Kau biasanya memperjuangkan masalah selama tiga malam… kalau kau tidak bisa memecahkannya. Ini sama,” tebak Seol Hee sok tahu.

“Kenapa kau menjadi temanku? Kau kembali bahkan saat aku bilang jangan.”

“Aku sudah bilang padamu aku penasaran denganmu. Aku mau tahu siapa jenius muda ini. Kau kelihatan ketakutan… seperti anak bebek di tempat asing. Bagaimana aku bisa meninggalkanmu sendirian?” jawab Seol Hee.

“Apa kau pikir… Itu cinta?”

“Apa kau sedang bertanya? Atau ingin memastikannya?”

“Tidak… ku kira kau tahu. inilah perasaanku kepada Bo Nui. Aku tidak bisa meniggalkannya sendirian. Aku tidak ingin dia menangis. Aku tidak ingin dia terluka. DAn aku tidak ingin dia menderita lagi. Aku ingin membuat semuanya mungkin baginya,” aku Soo Ho dan selesai makan, Soo Ho langsung pamit untuk kembali ke kantor. Soo Ho benar-benar membelikan makanan untuk Bo Nui.

Bersambung ke sinopsis Lucky Romance episode 11 – 2

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis lucky romance episode 11
  • Sinopsis drama lucky romance episode 11 part 1 dan 2
  • sinopsis drama korea lucki romance episode 11
  • www sinopsis lucky romance episode 11 com
  • sinopsis lucky romance episode 10 11 12 13
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *