Home » Kim Young Kwang » Sinopsis Lookout Episode 5

Sinopsis Lookout Episode 5

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Lookout Episode 5, bercerita tentang Soo Ji yang diajak kerja sama dengan tim Bo Mi dan Kyung Soo. Selagi belum ada misi dari si bos, mereka menangani pria-pria yang suka berselingkuh dan kemudian mendapatkan komisi dari si istri. Di samping itu, Soo Ji menjadi buronan polisi karena dia menghilang saat akan di bawa ke kantor polisi. Soo Ji menjadi tersangka penyerangan terhadap Shi Woo di sekolahnya.

Sinopsis Lookout Episode  3 dan 4 == di blognya mbak Ratna ya…. www.dramares.com

Sinopsis Lookout Episode 5

sumber gambar dan konten dari MBC

Soo Ji tertidur dan Yu Na membangunkannya, tapi karena Soo Ji tak langsung bangun, Yu Na pun langsung pergi untuk mengadu pada sang nenek kalau Soo Ji tidak mau bangun. Mendengar suara Yu Na, Soo Ji pun langsung membuka mata dan keluar kamar.

Di luar kamar, yang Soo Ji lihat adalah adegan dimana Yu Na masih di rawat di rumah sakit dan dia berjanji pada Yu Na untuk menangkap Shi Wan. Melihat itu, Soo Ji pun sadar kalau apa yang dia dengar dan lihat itupun hanya mimpi. Dengan meneteskan airmata, Soo Ji meminta maaf pada Yu Na karena dia tak bisa memenuhi janjinya tersebut.

Soo Ji membuka mata dan dia mendapati dirinya di sebuah tempat asing dengan seorang pria tak di kenal. Merasa curiga pada pria tersebut, Soo Ji pun langsung menghampirinya dengan menggunakan gunting. Sambil menodongkan pisau ke leher Kyung Soo, Soo Ji bertanya siapa dia, namun Kyung Soo malah menjawab sebentar karena permainan gamenya masih nanggung, sebentar lagi dia akan naik level.

“Nyawamu mungkin akan melayang, tapi kau masih mementingkan game?” ucap Bo Mi melalui speaker dan setelah mendengar itu Kyung Soo pun baru sadar kalau Soo Ji sudah menodongkan gunting ke lehernya. Bo Mi lalu mengingatkan Soo Ji kalau dia adalah orang yang memberitahukan rekaman CCTV dimana Shi Wan mengajak Yu Na ke atap gedung.

Soo Ji kemudian bertanya apa tujuan mereka berdua sebenarnya? kenapa melakukan semua itu pada dia. Kyung Soo pun bersedia menjelaskannya, namun sebelum itu dia meminta agar Soo Ji menjauhkan guntingnya lebih dulu. Soo Ji tak mau sehingga Kyung Soo langsung berkata kalau dia tahu dimana keberadaan Shi Wan sekarang. Mendengar penawaran itu, Soo Ji pun menjauhkan guntingnya.

Kyung Soo kemudian menunjukkan rekaman CCTV yang memperlihatkan Shi Wan dirawat di rumah sakit. Tak hanya dirawat di rumah sakit, kamar rawat Shi Wan juga dijaga ketat oleh polisi. Karena Soo Ji bertanya kenapa seorang pembunuh bisa mendapat perlindungin polisi, Bo Mi pun menjelaskan kalau semua itu berkat Soo Ji sendiri. Soo Ji sudah menyerang Shi Wan dan sekarang posisi Shi Wan bukanlah sebagai pelaku lagi, melainkan sebagai korban.

Shi Wan membaca artikel tentang penyekapannya di internet, namun dia tak terlihat senang sedikitpun, dia bahkan terlihat sangat kesal. Tepat disaat itu kedua orangtuanya datang, sehingga dia langsung membaringkan tubuhnya di tempat tidur.

Shi Wan membuka matanya dan menyapa sang ayah. Jaksa Yoon kemudian berkata kalau semua itu terjadi karena salah Shi Wan sendiri, dia menyalahkan Shi Wan karena tidak punya simpati pada orang sehingga membuat orang mengkritik dirinya. Jaksa Yoon juga mengingatkan Shi Wan kalau dia adalah anak seorang kepala Jaksa jadi dia pasti akan selalu jadi pusat perhatian, sehingga itu harus membuat Shi Wan berhati-hati dalam bertindak.

Karena sang ayah menanyakan tentang luka yang ada di pipinya, Shi Wan pun bertanya apa sang ayah mencemaskan dirinya. Jaksa Yoon pun menjawab kalau dia tak terlalu cemas, karena dia percaya pada Shi Wan. Menurut Jaksa Yoon, Shi Wan tidak akan mungkin membiarkan Soo Ji sampai menyakitinya. Shi Wan pun tersenyum mendengarnya.

Keluar kamar Shi Wan, Jaksa Yoon merasa lega karena kondisi Shi Wan jauh lebih teang dari bayangannya. Saat hanya berdua, Yoon Hee kemudian bertanya pada suaminya, apa Shi Wan benar-benar melakukan kejahatan itu. Tentu saja Jaksa Yoon berkata tidak dan balik bertanya apa Yoon Hee tidak memahami anaknya sendiri. Tentu saja Yoon Hee menjawab kalau dia lebih memahami putranya di banding siapapun.

Jaksa Yoon menemui wartawan dan mengatakan kalau dia datang ke rumah sakit sebagai ayah. Dia merasa sedih karena dia hampir kehilangan anaknya akibat penyerangan yang terjadi.

Soo Ji melihat berita itu di TV dan Kyung Soo pun langsung memindah Channel agar Soo Ji tak terpukul dengan semuanya. Tapi ternyata semua channel sedang memberitakan hal yang sama dan orang yang dipersalahkan adalah Soo Ji. Tidak mendapatkan Channel yang menayangkan tentang hal lain, Kyung Soo pun mematikan TV, tapi Soo Ji malah merebut remot dan kembali menyalakan TV.

Soo Ji menangis karena tak ada satu pun channel yang menceritakan atau memberitakan tentang kematian Yu Na, semua berita hanya menyudutkan Soo Ji dan membuat Shi Wan sebagai korban.

“Kau yang membuatnya tertutupi,” ucap Bo Mi dan Kyung Soo memintanya untuk tidak bicara kasar seperti itu, karena Soo Ji masih sedih dengan meninggalnya Yu Na. Namun Bo Mi tidak perduli, dia pun menambahkan kalau Yoon Shi Wan akan tetap bebas, sekalipun korbannya adalah anak lain.

Untuk menghibur Soo Ji, Kyung Soo kemudian berkata kalau mereka bisa menangkap Shi Wan karena berbakat dalam hal itu. Mereka bisa meretas apa saja dan Bo Mi bisa memonitor gerak seluru penjuru negeri, selian itu mereka punya bos yang sangat hebat.

Kita beralih ke Do Han yang sudah berada di ruang pengakuan dosa dan pastur yang menemuinya adalah Gwang Woo. Tapi yang mereka lakukan bukanlah pengakuan dosa, Gwang Woo bertanya apa yang akan Do Han lakukan pada Soo Ji. Do Han menjawab kalau Soo Ji di tahan, maka dia akan kehilangan semangat hidup, jadi dia akan membuat Soo Ji bangkit dan bertarung, setelah itu dia akan membuat Soo Ji menahan Yoon Seung Ro. Kesimpulannya, Do Ha ingin memanfaatkan Soo Ji sebagai alat balas dendamnya pada Seung Ro.

Do Ha juga mengaku kalau alasan dia memasukkan Soo Ji ke tim karena dia tahu bagaimana perasaan Soo Ji, dimana mereka sama-sama kehilangan orang yang mereka sayangi  dan tau siapa penjahatnya namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Perasaan tak berdaya dan putus asa, Do Ha sudah melalui semua itu sendirian.

Mendengar itu Gwang Woo kemudian merasa bersalah, karena seharusnya dia menghentikan Do Ha sejak awal. Saat Gwang Woo hendak pergi, Do Ha pun berkata kalau Gwang Woo tidak akan bisa menghentikan dia karena Gwang WOo sendiri juga tidak bisa membuat siapapun diampuni, baik itu untuk Do Ha dan juga Jaksa Yoon yang sudah menyebabkan semua hal itu. Mendengar itu, Gwang Woo reflek mengepalkan tangannya, dia terlihat kesal.

Soo Ji kemudian menanyakan tentang bos yang Kyung Soo maksud dan Bo Mi pun menjelaskan kalau bos itu adalah orang yang menyatukan mereka semua. Kyung Soo menambahkan kalau mereka berdua tidak pernah bertemu dengan si “bos” itu, namu si bos bisa mengetahui hal-hal yang  tidak diketahui orang biasa, jadi diapun bisa membantu Kyung Soo dan Bo Mi, kalau si bos tidak membantu mereka, mereka pasti sudah kesulitan saat ini.

“Dia membantu kami membalas dendam dan sebagai gantinya kamu patuh padanya. Bagaimana? ini kesempatan terakhirmu menangkap Yoon Shi Wan,” ucap Bo Mi.

Soo Ji keluar dan mulai memikirkan semuanya. Di sisi lain, Do Han keluar gereja dan berhenti sejenak di depan pintu gereja.

== 1 Tahun Kemudian==

Do Han dalam perjalanan ke kantor dan di mobil dia mendengar berita tentang pengangkatan Jaksa Yoon menjadi Jaksa Agung selanjutnya. Di jalan dia juga melihat berita tersebut di layar besar, melihat itu Do Han bergumam kalau Kepala Jaksa mereka terlihat keren di TV.

Soo Ji mengikuti seorang pria dan ketika pria itu keluar mobil, Soo Ji diam-diam menyelipkan uang logam di pintu mobil si pria, jadi ketika si pria mengunci pintu mobil dengan remotnya, pintu mobil tidak akan tertutup. Setelah mendapat informasi dari Bo Mi kalau kondisi aman, Soo Ji pun langsung masuk ke dalam mobil dan mengcopy black box dari mobil tersebut.

Di dalam mobil, Soo Ji menemukan surat kabar tentang Jaksa Yoon dan itu membuatnya emosi. Soo Ji lalu bertanya pada Kyung Soo dan Bo Mi, tentang bos yang selalu mereka katakan, apa dia benar-benar ada, karena selama ini dia tak pernah menampakkan dirinya. Bo Mi pun menjawab kalau Soo Ji hanya harus menunggu dan Kyung Soo setuju-setuju saja dengan ucapan Bo Mi.

Dengan kesal Soo Ji bertanya sampai kapan dia harus menunggu, sedangkan Jaksa Yoon akan segera diangkat menjadi jaksa agung. Dia kemudian bertanya pada Kyung Soo, apa sungguh tak ada jalan bagi mereka untuk menghubungi si bos duluan. Kyung Soo pun menjawab kalau sepertinya ada jalannya, tapi dia tak bisa mengatakannya, jadi Kyung Soo pun mengajak kedua wanita untuk mengganti topik pembicaraan dengan membahas pertemuan antara Bo Mi dan Soo Ji saja. Dengan kompak Soo Ji dan Bo Mi menolaknya. Mereka menyuruh Kyung Soo diam.

“Aku juga tadinya diam saja dan terus meretas sebelum kalian ajak bicara. Ini membosankan,”keluh Kyung Soo.

Do Han dan jaksa Oh begitu semangat mendatangi pertemuan untuk para Jaksa. Semua itu karena mereka merasa akan terkena imbas dari pengangkatan Jaksa Yoon menjadi jaksa agung. Walau tahu kalau Jaksa Yoon bukan orang yang loyal, tapi Jaksa Oh yakin kalau Jaksa Yoon tidak akan mudah menyingkirkan dirinya. Acara dimulai dan Jaksa Yoon naik panggung.

loading...

Soo Ji pergi dari parkiran dan si pemilik mobil datang. Dia masuk mobil dan tak curiga sedikitpun kalau mobilnya sudah dimasukki orang. Dia kemudian menelpon seseorang dengan nama kontak “KLIEN” di ponselnya. Kyung Soo yang mengetahui hal tersebut langsung berkata kalau pria itu sudah masuk perangkap mereka jadi diapun langsung melaporkan pria tersebut.

Pada siapa Kyung Soo melapor? Ternyata dia melaporkan pria itu pada istrinya agar sang istri bisa menangkap basah suaminya bersama si selingkuhan.

Untuk jasa yang mereka lakukan tersebut, mereka pun mendapat imbalan sebanyak 2 juta won. Bo Mi kemudian berkata kalau mereka harus terus menghasilkan uang sampai bos mereka menghubungi mereka, karena balas dendam itu butuh banyak uang. Namun Soo Ji lebih ingin agar si bos cepat menghubungi mereka.

Soo Ji sendiri sedang mengawasi Shi Wan yang baru pulang bersama kedua orang tuanya. Ternyata selama setahun ini Soo Ji tinggal di gedung yang ada di depan rumah Shi Wan, dia melakukan semua itu untuk mengawasi Shi Wan.

“Tidak peduli apapun yang kau lakukan dan dimanapun kau, aku akan mengawasimu. Saat kau menunjukkan sosokmu sebenarnya, aku akan menjadi yang pertama tahu. Aku akan menjadi yang pertama.. menangkapmu,” ucap Soo Ji sambil melihat ke arah rumah Shi Woo.

Di sebuah sel penjara kita melihat seorang narapidana menulis sebuah surat. Sepertinya dia adalah xx orang yang sudah di tuduh membunuh padahal dia tidak membunuh.

Eun Joong terbangun ketika rekan kerjanya datang. Eun Joong kembali tak pulang kerumah, dia lembur sampai pagi dan setelah membasuh muka dia akan kembali kerja. Si rekan pun mengingatkan Eun Joong untuk makan sebelum dia kembali bekerja dan Eun Joong pun meng iyakan, dia memang harus makan untuk punya tenaga. Saat akan pergi membasuh muka, Eun Joong melihat surat kamar dimana ada berita tentang Jaksa Yoon disana. Tak senang, Eun Joong langsung melipat surat kabar tersebut agar gambar Jaksa Yoon tidak terlihat.

Di bawah surat kabar, ternyata ada sebuah amplop yang ditujukan padanya. Eun Joong pun langsung membuka dan membacanya.

Bo Mi kembali mendapat kiriman dari si bos yang berisi tugas baru untuk mereka bertiga. Mendapat kabar tersebut, Soo Ji pun langsung mengendarai motornya dan pergi ke rumah Kyung Soo. Isi tugas dari si bos adalah mengembalikan Kim Woo Sung ke tempat asalnya.

Saat Soo Ji datang, Kyung Soo langsung memberitahukan misinya dan ketika melihat foto Woo Sung, Soo Ji langsung mengingatnya. Kyung Soo menambahkan kalau tahun lalu mereka dapat misi untukmengawasi pria itu dan menekannya agar dia mengaku pada polisi melalui CCTV. Soo Ji pun langsung sadar kalau Woo Sung dibebaskan setelah dia keluar dari kepolisian dan Bo Mi berkata kalau mereka akan tahu semuanya, setelah mereka menginvestigasinya.

Soo Ji lalu bertanya berapa banyak yang Kyung Soo bisa tahu dari nomor KTP dan Kyung Soo hanya menjawab lebih banyak dari yang Soo Ji bayangkan. Mendengar itu, Soo Ji pun berkata, “Mari kita lihat berapa banyak.”

Reporter datang menemui Ibu Soo Ji dan mewawancarainya dengan memaksaan. Dia menanyakan tentang keberadaan Soo Ji dan dengan menyebut Soo Ji sebagai orang bahaya, dia meminta ibu Soo Ji untuk bertanggung jawab dengan memberitahukan keberadaannya.

Kesal, Ibu Soo Ji pun berkata kalau anaknya bukan orang seperti itu. Tapi si reporter terus memegangi tangan ibu Soo Ji dan meminta Ibu Soo Ji menjawab pertanyaannya. Untungnya Eun Joong datang dan menyelamatkan ibu Soo Ji dari pemaksaan yang reporter itu lakukan. Diancam dengan tuntutan, si reporter itupun memilih pergi.

Setelah reporter pergi, Eun Joong bertanya apa orang-orang seperti itu sering datang dan ibu Soo Ji hanya menjawab kalau hal itu tak seburuk dulu. Tahu kalau Eun Joong belum makan, ibu Soo Ji pun langsung berkata akan memasak untuknya. Tak lama kemudian Soon Ae datang dan sepertinya dia datang untuk bicara dengan Eun Joong. Namun sebelum menemui Eun Joong, Soon Ae menemui ibu Soo Ji dan memberikan baju untuk ibu Soo Ji.

Eun Joong memberikan surat yang dia terima pagi ini dan surat itu berhubungan dengan kasus Kim Woo Sung, kasus terakhir yang Soo Ji tangani. Soon Ae lalu menjelaskan kalau kasus itu adalah kasus yang benar-benar kacau, para atasan ingin Kim Woo Sung dibebaskan dan setelah kasus Yu Na, kasus Woo Sung pun mendadak ditutup. Mendengar itu, Eun Joong pun ingin Soon Ae menceritakannya secara detail lagi.

Jaksa Yoon memanggil Jaksa Oh karena ada berita yang menyatakan kalau Jaksa Yoon tak bisa menjadi Jaksa Agung karena itu untuk mencari bukti, pihak penyidik akan melakukan investigasi secara mendalam. Jaksa Yoon ingin Jaksa Oh yang mengurus semuanya dan jangan sampai gagal.

Do Han datang ke ruangan Jaksa Oh dan langsung di sambut lemparan. Untung saja Do Ha pintar mengeles dan cekatan. Diapun langsung menutup pintu sehingga terhindar dari lemparan. Setelah Jaksa Oh membiarkannya masuk, Do Ha pun berkata padanya kalau mereka bisa mencari jalan keluar untuk memecahkan masalah mereka itu bersama-sama.

Jaksa Oh lalu bertanya apa Do Han tidak tahu tentang apa yang Eun Joong lakukan sekarang, padahal Jaksa Oh sudah menyuruhnya untuk selalu waspada pada Eun Joong. Agar Jaksa Oh senang, Do Han pun langsung pergi untuk menemui Eun Joong.

Do Han pergi ke cafe dimana Eun Joong sedang bicara dengan seorang wanita. Karena Eun Joong melihat Do Han, jadi diapun langsung keluar cafe sedangkan si wanita pergi ke arah lain. Mengira kalau wanita itu adalah kekasih Eun Joong, Do Han pun menyuruh Eun Joong untuk tidak berkencan dengannya. Tentu saja Eun Joong mengacuhkan nasehat Do Han, walau Do Han mengaku kalau dia memberi nasehat karena dia menyukai Eun Joong.

Do Han kemudian meminta Eun Joong untuk berhenti menyelidiki kasus Kim Woo Sung, karena hal itu bisa membuat Eun Joong dalam bahaya.

“Aku memang tidak tahu siapa wanita tadi, tapi pasti ada hubungan dengan kasus Kim Woo Sung kan?” tanya Do Han dan Eun Joong tak mau menjawabnya karena dia tahu Do Han datang menemuinya atas perintah Jaksa Oh. Do Han lalu berkata kalau bukan jaksa Oh yang menyuruhnya karena dia sedang sibuk menjilat para petinggi. Mendengar itu, Eun Joong pun menerka kalau orang yang menyuruh Do Han adalah orang yang punya kedudukan lebih tinggi seperti Jaksa Yoon. Diamnya Do Han membuat Eun Joong yakin kalau ada hubungan antara kasus Woo Sung dengan Jaksa Yoon.

Pada Eun Joong, Do Han terang-terangan mengaku kalau dia memang sedang dalam proses mendekati Jaksa Yoon. Tak mau lagi bicara dengan Do Han, Eun Joong pun pergi, dia tak perduli dengan pesan dari Do Han yang berkata kalau petinggi akan marah atas apa yang Eun Joong lakukan.

“Baiklah, temanku…. semangat! kau sungguh… jujur, berani serta mudah dieksploitasi,” gumam Do Han setelah Eun Joong pergi jauh.

Soo Ji dan tim mulai menyelidiki pembunuhan yang dilakukan Woo Sung. 13 tahun lalu Woo Sung menusuk pemilik supermarket dengan pisau. Saat Woo Sung buru-buru keluar dari supermarket, dia tak sengaja tabrakan dengan Han Dong Hoon yang saat itu sedang mengendarai motor. Panik, Woo Sung langsung pergi dan tanpa dia sadari, dia meninggalkan uang dengan bercak darah di jalan. Dong Hoon menemukan uang tersebut dan menyimpannya. Saat itu Dong Hoon baru berusia 17 tahun, dia kemudian ditangkap kejaksaan dan dipukuli agar dia mengaku. Jaksa yang menangani kasus itu adalah Jaksa Oh dan tanpa melakukan penyelidikan lebih lanjut, dia menjadikan Dong Hoon sebagai pembunuh.

Soo Ji berpendapat kalau pihak jaksa sengaja melakukan semua itu karena mereka tak mau mendapat masalah yang akan menyulitkan promosi mereka.

Soo Ji sendiri sampai di depan kamar rawat dimana nenek Dong Hoon di rawat. Melihat si nenek, Soo Ji pun ingat saat si nenek datang ke kantor polisi dan meminta bertemu dengan Dong Hoon.

Ketika Soo Ji berbalik dan hendak pergi, dia berpapasan dengan Gwan Woo yang saat itu mau masuk kamar rawat nenek Dong Hoon. Mereka berdua bertemu mata dan bersambung.

loading...
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *