Home » Kim So Hyun » Sinopsis Let’s Fight Ghost Episode 16 – 2 Final

Sinopsis Let’s Fight Ghost Episode 16 – 2 Final

Sinopsis Let’s Fight Ghost Episode 16 – 2 Final, bercerita tentang ending yang bahagia, dimana ibu Hyun Ji merestui hubungan Hyun Ji dan Bong Pal. Selain kisah cinta yang berakhir bahagia, di ending kita juga bisa melihat kembali kelompok pengusir hantu beraksi. Tentu saja yang di tugaskan untuk menghadapi hantu adalah pasangan sejoli Bong Pal dan Hyun Ji. Ingin tahu cerita lengkapnya? yuK baca sinopsis dibawah ini:

Sinopsis Let’s Fight Ghost Episode 16 – 1

Sinopsis Let’s Fight Ghost Episode 16 – 2

sumber konten dan gambar dari tvN

Bong Pal bertanya kenapa Hyun Ji berbohong dengan mengatakan kalau dia tidak lulus. Hyun Ji pun menjawab kalau dia ingin memberikan kejutan untuk Bong Pal. Di Seol Hyun Ji tinggal di rumah pamannya dan rumah si paman dekat dengan apartemen Bong Pal. Mendengar kalau rumah mereka berdekatan tentu saja Bong Pal merasa senang.

Hyun Ji kemudian menyuruh Bong Pal lebih bersikap baik padanya dan juga harus memanggilnya dengan panggilan “noona” karena Hyun Ji lebih tua 1 tahun dari Bong Pal. Namun Bong Pal tak mau melakukannya, dia tak mau menyebut Hyun Ji “noona” karena Hyun Ji pacarnya.

Bong Pal mengantarkan Hyun Ji pulang. Hyun Ji hendak masuk rumah, tapi dia balik lagi dan langsung memeluk Bong Pal. Dia mengaku sangat menyukai Bong Pal. Bong Pal pun menjawab kalau dia juga menyukai Hyun Ji.

Setelah Hyun Ji masuk rumah, Bong Pal mendapat telepon dari Myung Chul yang memberitahunya kalau dia sekarang ada di kantor polisi. Tak membuang waktu lama, Bong Pal langsung pergi ke kantor polisi untuk menjamin Myung Chul keluar.

Keluar dari kantor polisi, Bong Pal pun meminta Myung Chul untuk berhenti dari pekerjaannya karena Myung Chul sudah tak sekuat dulu dan Bong Pal juga berkata kalau mereka tinggal bersama saja, sebab rumah Myung Chul yang ada di gunung itu sudah sangat tidak nyaman. Bong Pal juga sudah menyiapkan kamar kosong untuk Myung Chul tempati. Tentu saja Myung Chul merasa terkejut mendengar permintaan Bong Pal.

“Cuma kau anggota keluarga yang kumiliki sekarang,” ucap Bong Pal dan Myung Chul terharu mendengarnya. Myung Chul pun tak menolak untuk tinggal bersama Bong Pal, dia malah mengajak Bong Pal cepat pulang untuk makan sosis dan soju.

Di sebuah kantor, ada seorang pegawai sedang lembur sendirian dan tiba-tiba di bawah mejanya muncul hantu. Pegawai itu pun langsung lari dan si hantu terus mengejarnya.

Hyun Ji diajak teman sekelasnya untuk ikut kencan buta, namun Hyun Ji menolak dengan alasan dia punya pacar. Tapi karena dibilang sebagai gadis tercantik di jurusan Ekonomi, Hyun Ji pun mulai goyah. Pendiriannya untuk menolak ajakan kencan buta langsung hancur setelah salah satu temannya berkata apa Hyun Ji ingin masuk perguruan tinggi dan lulus tanpa merasakan kencan buta.

Sekarang Hyun Ji sudah berada di cafe dan bertemu dengan beberapa pria dari jurusan managemen. Semua pria yang datang memuji kecantikan Hyun Ji.

Bong Pal sendiri sudah berada di bangku taman dan menerima makanan yang sudah dia pesan dari layanan pesan antar. Dia kemudian menelpon Hyun Ji, tapi di reject oleh Hyun Ji. Bong Pal pun mengiriminya SMS dengan isi, “Kuliahku sudah selesai. Di mana kau?” dan dibalas oleh Hyun Ji, “Aku sedang mengerjakan tugas kuliah dengan temanku di kafe. Nanti kuhubungi lagi.”

Karena Hyun Ji sibuk, Bong Pal pun memutuskan untuk pulang.

Di cafe, Hyun Ji asik bermain. Mereka melakukan permainan yang mengharuskan si kalah meminum bir. Giliran Hyun Ji di hukum, para pria berteriak untuk memberikan kesatria padanya, namun Hyun Ji menolak karena dia ingin minum sendiri. Saat Hyun Ji hendak meminum minumannya, tiba-tiba seorang mengambil minumannya dan menjadi kesatria untuknya. Hyun Ji terlihat tak senang, karena dia sebenarnya ingin minum juga. Mereka kemudian melanjutkan permainan dan tanpa Hyun Ji sadari ada yang men-video-kannya, lalu mempostingnya dengan tulisan, [Kita sedang kencan buta dengan wanita dari Jurusan Manajemen. Mereka memang yang terbaik.]

Bong Pal sudah berada di rumah dan dia mendapat telepon dari In Rang yang bertanya keberadaan Hyun Ji. Bong Pal pun menjawab kalau Hyun Ji sekarang ada di cafe mengerjakan tugas. Mendengar kalau Bong Pal tak tahu dengan apa yang Hyun Ji lakukan sebenarnya, In Rang pun mengirim video yang diambil oleh mahasiswa manajemen tadi.

Bong Pal terkejut dan tak percaya setelah melihat videonya. Dengan ekspresi marah, Bong Pal pun datang ke cafe dan mengaku di hadapan semuanya kalau dia adalah pacar Hyun Ji. Hyun Ji pun hanya bisa diam dan menerima tepukan Bong Pal pada pundaknya.

Keluar dari cafe, Hyun Ji pun membujuk Bong Pal agar tak marah. Hyun Ji beralasan melakukan semua karena selama ini dia mendambakan ikut kencan buta selama kuliah.

“Disaat kau punya pacar…apa? Kau ikut kencan buta dan ingin aku tak usah memperbesar masalah ini?” tanya Bong Pal kesal.

“Aku juga sudah bilang pada mereka aku punya pacar. Waktu kami memperkenalkan diri, aku bilang pada mereka aku punya pacar. Jika kau tidak percaya padaku, tanya saja mereka. Aku hanya pergi ke sana untuk merasakan kegilaan kehidupan kampus,” aku Hyun Ji dan Bong Pal bertanya apa tujuan Hyun Ji kuliah hanya untuk seperti itu. Tentu saja Hyun Ji berkata tidak, walaupun awalnya mengatkan iya.

“Butuh waktu tujuh tahun bagiku menjadi seorang mahasiswa. Aku hanya menyukainya saja. Aku ingin mencoba segala sesuatu yang tak pernah kulakukan sebelumnya. Jadi jangan marah, Bong Pal. Bong Pal. Bong Bong. Ya, Bong Pal, ya? Maaf karena aku berubah jadi menggemaskan begini…” rengek Hyun Ji dan Bong Pal pun sedikit tersenyum, namun dia tak mengaku kalau sudah tersenyum, sehingga membuat Hyun Ji terus menggodanya agar tertawa.

Bong Pal mengantarkan Hyun Ji pulang dan tepat disaat mereka sampai di depan rumah Hyun Ji, ponsel Hyun Ji berbunyi dan itu adalah SMS dari ibu Hyun Ji yang menanyakan keberadaannya karena sekarang sang ibu sudah ada di Seoul, jadi dia meminta Hyun Ji untuk cepat pulang. Tak ingin ibunya nanti bilang yang tidak-tidak lagi pada Bong Pal, Hyun Ji pun menyuruh Bong Pal pulang. Namun Bong Pal tak mau, dia malah menggandeng tangan Hyun Ji dan menemui ibu Hyun Ji.

Saat bertemu, Bong Pal pun beralasan datang untuk menyapa karena ibu Hyun Ji baru sampai di Seoul dan Bong Pal juga sengaja membuat ibu Hyun Ji melihat mereka bergandengan tangan. Ibu Hyun Ji pun menyuruh keduanya masuk dan bicara didalam.

Ibu Hyun Ji kemudian bertanya apa ada yang ingin Bong Pal katakan, karena dia rasa, Bong Pal tidak datang cuma untuk menyapanya.

“Begini, Bu… Hyun Ji dan aku ingin mendapatkan izinmu untuk berpacaran,” ucap Bong Pal sedikit kaku.

“Tapi, bukankah kalian sudah pacaran tanpa izinku selama ini?” tanya ibu Hyun Ji dan Hyun Ji langsung mengatakan kalau mereka berdua belum pernah bertemu selama ini. Tak mau mendengar alasan Hyun ji, si ibupun menyuruhnya diam.

“Apa kau sungguh-sungguh minta izin dariku?” tanya ibu Hyun Ji dan Bong Pal mengiyakan. “Lalu jika aku menyuruhmu tak usah temui dia lagi….apa kau takkan pernah melihatnya lagi?”

“Ibu,” potong Hyun Ji.

“Jujur, aku tidak punya firasat yang baik tentangmu dari awal. Waktu putriku sudah sadar dari koma…kau muncul entah dari mana dan mengikutinya dan bilang kau menyukainya. Orang tua mana yang takkan curiga terhadapmu?” ucap Ibu Hyun Ji dan Bong Pal mengerti pendapatnya. Bong Pal kemudian keluar rumah Hyun Ji dengan wajah lemas.

Di dalam rumah, Hyun Ji bertanya apa ibunya serius mengizinkan dia dan Bong Pal pacaran. Dengan senyum di wajah, sang ibu menjawab iya. “Kau sudah kuliah dan sudah dewasa sekarang. Mana bisa aku melarangmu?” ucap Ibu Hyun Ji yang berpendapat kalau Bong Pal tak terlihat seperti anak nakal.

“Tentu saja tidak. Dia orang yang sangat baik. Terus, dia juga sangat pintar. Dia dapat beasiswa penuh selama empat tahun. Dan dia bisa olahraga apapun,” puji Hyun Ji dan kemudian mengaku kalau dia sangat menyukai Bong Pal. Saking senangnya karena mendapat izin, Hyun Ji pun mencium pipi ibunya.

Di luar, Bong Pal terlihat girang karena sudah mendapat izin pacaran dari ibu Hyun Ji.

Ibu Hye Sung kembali menemui Hye Sung dengan membawakan makanan yang dibuatkan oleh Nyonya Yang. Hye Sung kemudian menunjukkan bros hasil buatannya sendiri, dia membuatnya khusus untuk sang ibu. Mendapat bros itu, sang ibu sampai menangis haru, apalagi tangan Hye Sung sampai penuh dengan luka karena membuatnya.


loading...

“Sepertinya memang butuh waktu lama kita bisa sampai ke titik ini. Maaf, Hye Sung,” ucap ibu menangis dan Hye Sung memintanya untuk berhenti menyalahkan diri, karena sekarang dia tak merasa marah atau kesal lagi.

“Kita tidak bisa merubah apa yang sudah terjadi….tapi biarlah kita saling berbagi apa yang sebelumnya tak bisa kita lakukan. Bukankah begitu, Hye Sung?” ajak ibu dan kemudian memegang tangan Hye Sung. Hye Sung pun setuju dengan hal tersebut.

Bong Pal berangkat kuliah dan Myung Chul membuang sampah. Saat Myung Chul membuang sampah, muncul seorang ahjumma yang terus melihat kearahnya dan itu membuat Myung Chul merasa si ahjumma sedang mengawasinya. Saat si ahjumma hendak melanjutkan jalannya, tiba-tiba dia terpeleset dan untungnya dia tak terjatuh karena Myung Chul dengan cepat menangkapnya. Melihat wajah ahjumma dengan posisi dekat seperti itu, Myung Chul pun berkata kalau si ahjumma punya wajah keberuntungan.

“Kau tidak perlu menyakiti dirimu sendiri di usiamu segini. Berhati-hatilah,” pesan Myung Chul dan kemudian mengembalikan posisi berdiri si ahjumma. Si ahjumma pun berterima kasih. Saat hendak pergi, Myung Chul berbalik lagi dan mengedipkan matanya pada si ahjumma. Tentu saja apa yang dilakukan Myung Chul, berhasil membuat si ahjumma tersipu malu sampai pipinya merah.

Saat sedang berjalan sendiran Hyun Ji bertabrakan dengan seorang wanita, ternyata wanita itu mirip sekali dengan Kyung Ja. Hyun Ji mengatakan kalau ia pernah bertemu dengan Kyung Ja, namun sepertinya Kyung Ja tidak mengingtnya. Tak lama ada seorang pria yang memanggil Kyung Ja dengan nama Se Ri. Ternyata pria itu adalah pacar Kyung Ja, pria itu terlihat menyesal dan terus meminta maaf pada Se Ri karena ia terlambat.

Tak lama datang lagi seorang pria yang memanggil Se Ri dengan panggilan sayang, Se Ri mengatakan pada pria yang baru datang itu kalau hubungan mereka sudah berakhir  dan ia juga meminta pria itu untuk tidak menggangunya lagi. Melihat kekasihnya di kejar oleh pria lain, pacar Se Ri marah dan langsung mendekati pria itu. melihat pacar dan mantanya bertengkar Se Ri mengambil kesempatan itu untuk pergi. Dan Hyun Ji dan bisa menggelengkan kepalanya.

Saat Bong Pal sedang berjalan sendirian ia bertemu dengan Seo Yeon. Ternyata Seo Yeon sudah magang di sebuah perusahaan, ia datang ke kampus untuk mengambil makalah akademik. Saat sedang bersama dengan Seo Yeon, tiba-tiba Hyun Ji datang dan langsung memegang tangan Bong Pal serta memanggil Bong pal dengan panggilan OPPA. Hyun Ji juga memberitahu Seo Yeon kalau Bong Pal adalah pacarnya, mendengar itu Seo Yeon pun memuji mereka dengan mengatakan kalau mereka adalah pasangan yang serasi. Hyun Ji pun berterima kasih, dan Seo Yeon pun pergi.

Setelah Seo Yeon pergi, Bong Pal bertanya kenapa Hyun Ji melakukannya. Hyun Ji meminta Bong Pal untuk tidak tersenyum seperti itu karena Bong Pal terlihat seperti orang bodoh. Bong Pal mengatakan kalau ia tidak tersenyum, ia juga meminta Hyun Ji untuk memanggilnya dengan panggilan Oppa. Hyun Ji tidak mau lalu pergi meninggalkan Bong Pal, namun Bong Pal mengejarnya dan bertanya kenapa Hyun Ji tidak mau. Hyun Ji pun bertanya apa Bong Pal tidak ada kelas, Bong Pal pun melihat jamnya dan langsung berpamitan pergi karena ia memang sudah terlambat.

Saat Bong Pal berjalan pergi Hyun Ji mengatakan “Oppa, yang rajin ya.”. mendengar itu Bong Pal berhenti dan melihat kearah Hyun Ji. Bong Pal tersenyum dan membalas lambayan tangan Hyun Ji.

Di kantin Hyun Ji sedang memerhatikan seorang wanita yang sedang mengomeli daging babi yang di sana terdapat banyak lemak. “Sup kimchi lebih enak dimakan dengan daging babi.” Ucap Hyun Ji, lalu datang seorang pria yang mengatakan kalau semua yang Hyun Ji katakan tadi adalah benar. pria itu menjelaskan betapa enaknya daging babi jika di campur dengan sup kimchi. Ternyata pria itu bernama Goo Dae Hyung mahasiswa dari jurusan pendidikan jasmani. Dae Hyung bertanya apa Hyun JI sudah memiliki club, mendengar itu Hyun Ji menjawab belum. Dae Hyung pun menjelaskan clubnya pada Hyun Ji berharap Hyun Ji ingin masuk ke clubnya itu.

Saat Dae Hyung menjelaskan clubnya itu, terlihat Chun Sang yang datang. melihat Chun Sang, Dae Hyung pun langsung berdiri dan memberi salam pada Chun Sang. Chun Sang pun menyuruh Dae Hyung untuk makan di tempat lain saja, setelah Dae Hyung pergi Hyun Ji tersenyum kearah Chun Sang.

Hyun Ji bertannya kenapa Chun Sang ada di sana karena In Rang sudah lulus. Chun Sang meminta Hyun Ji untuk tidak mengatakannya d tempat terbuka karena itu adalah rahasia. Chun Sang bertanya pada Hyun Ji, apa Hyun Ji memiliki waktu setelah makan siang, karena ada sesuatu yang ingin Chun Sang katakan pada Hyun Ji, Hyun Ji pun tersenyum sebagai arti mengiyakan perkataan Chun Sang.

Chun Sang  dan In Rang pun masuk dengan menggunakan pakaian jas, melihat mereka Hyun Ji pun tersenyum. Ternyata mereka ingin menjelaskan pada Hyun Ji tentang sebuah club bernama Sup Sosis Darah dan Kehidupan.

“Kau telah diberikan kesempatan yang fantastis untuk berada di sini. Sekarang hidupmu akan dibagi menjadi… sebelum dan sesudah kau berpengalaman dengan Sup Sosis Darah.” Ucap Chun Sang lalu menyuruh In Rang memberikan makanan ringan pada Hyun Ji. Terlihat dari belakang Bong Pal yang baru saja datang. Bong Pal pun duduk di samping Hyun Ji.

“Dengan mempromosikan kolaborasi akademik-industri… kami, Sup Sosis Darah, berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional… dan memimpin tradisi budaya inovatif. Dalam melakukannya, kami ingin berkontribusi dalam masa depan cerahmu. Setelah kau bergabung dengan Sup Sosis Darah kami…” ucap Chun Sang, Bong Pal mengajak Hyun Ji pergi. “Multi-komunikasi terkemuka. Kami menyediakan  layanan yang cepat dan akurat. Kami menyediakan layanan pengusiran hantu 24 jam.” Ucap Chun Sang, melihat Bong Pal membawa Hyun Ji pergi, In Rang pun mengikuti mereka dan menyadarkan Chun Sang yang terus saja bicara.

Diluar mereka bertanya kenapa mreka pergi, Hyun Ji pun mengatakan kalau ia tidak akan masuk ke club mereka karena ia ingin belajar dengan keras agar bisa lulus. Chun Sang pun melihat kearah Bong Pal terlihat sepertinya Bong Pal menyetujui apa yang Hyun Ji katakan tadi. In Rang pun mengatakan kalau mereka tidak bisa melakukan apa pun tanpa Hyun Ji dan Bong Pal. In Rang memohon pada Hyun Ji dan Bong Pal untuk ikut karena jika bisnis mereka bangkrut maka ia akan berhutang pada neneknya dan akan mematahkan tangan dan kakinnya. Chun Sang pun meminta Bong Pal untuk mengelamatkan tangan dan kakinya. Bong Pal dan Hyun Ji pun saling bertatapan, ternyata mereka tidak membutuhkan uang lagi.

Chun Sang mengatakan kalau mereka melakukan itu bukan untuk mendapatkan uang, Chun Sang bertanya apa mereka sudah melupakan ide sup sosis darah. “Seperti panci yang mendidih 24 jam di restoran sup nasi… marilah kita berusaha membantu mereka yang menderita.” Ucap Chun Sang. Ia pun mempertanyakan apa mereka sudah melupakan janji itu. Chun Sang pun memegang tangan Hyun Ji dan Bong Pal. “Kekuatan kalian merupakan tanggung jawab yang besar. Apa kalian mau membiarkan kekuatanmu itu terbuang sia-sia? Apa kalian tahu berapa banyak anak-anak yang sedang menunggu untuk diselamatkan?”  ucap Chun Sang.

Tak lama In Rang mendapat telepon, ternyata itu adalah telepon dari seseorang yang meminta mereka untuk mengusir hantu. Mendengar itu Chun Sang pun membuat isyarat pada Bong Pal dan Hyun Ji. 2 sekawan itu terlihat mendramatisir semuanya agar Bong Pal dan Hyun Ji mau ikut. Hyun Ji dan Bong Pal pun saling berpandangan.

Kini Bong Pal dan Hyun Ji sedang berjalan berdua, Hyun Ji mengatakan kalau semua yang di katakan Chun Sang tidak sepenuhnya salah. Hyun Ji pun menjelaskan “Memang berat  melihat hantu. Tapi kita bisa membantu mereka  pada saat yang sama.” Ucap Hyun Ji.

Bong Pal bertanya kenapa Hyun Ji ingin mengusir hantu, Hyun Ji pun mengatakan kalau mereka sama saja seperti kita, mereka tidak menyebrang ke alam lain dan mereka hanya tersesat. Hyun Ji menyuruh Bong Pal untuk memikirkan itu karena tidak semua hantu itu jahat. Karena mereka juga bisa merasakan sakit dan sedih sama seperti manusia. Mendengar itu Bong Pal pun teringat dengan semua hantu yang sudah mereka selamatkan.

Kini Bong pal sudah bersama denga Myung Chul, mereka sedang makan bersama. Terlihat Bong Pal yang diam saja, sepertinya ia masih memikirkan apa yang Hyun Ji katakan tadi.

“Biksu. Kenapa kau bekerja mengusir hantu? Itu pekerjaan yang sulit,  tapi bayarannya tidak seberapa.” Tanya Bong Pal.

“Aku membantu hantu yang masih belum bisa pergi ke alam baka. Aku membantu menyingkirkan  rasa takut masyarakat. Dengan begitu, semua orang bisa merasakan normal kembali. Mereka kembali ke tempat di mana mereka seharusnya berada. Itulah alasan aku melakukannya.” Jawab Myung Chul.

“Menurutmu aku bisa melakukan pekerjaan itu?” tanya Bong Pal.

“Bong Pal. Ketika aku tahu kau mengusir hantu…, kau tahu kenapa aku menentangnya? Itu karena aku bisa melihat kebencian di matamu. Kau tak bisa melihat dunia dengan baik saat ada banyak kemarahan dalam dirimu. Kau terluka oleh hantu. Tapi tidak semua hantu itu jahat. Di satu sisi, kita harus  merasa kasihan pada mereka. Apa kau mau bertanya  apa kau bisa melakukan pekerjaan itu? Terserah padamu. Membuat orang lain bahagia membuatmu bahagia. Jika matamu bisa memberikan  kedamaian pada orang yang sudah mati…. berarti kau bukannya terkutuk, melainkan kau dikaruniai bakat khusus.” Ucap Myung Chul.

“Tapi, tumben sekali kau bicara bijak seperti ini.” Ucap Bong Pal. mendengar itu Myung Chul bertanya kapan ia pernah mengatakan hal buruk. Bong Pal pun menjawab kalau itu adalah pertama kalinya ia mendengar Myung Chul bicara seperti itu. Bong Pal pun menyuruh Myung Chul untuk makan lagi, dan Myung Chul tertawa lalu melanjutkan makannya.

Kini Bong Pal, Hyun Ji, In Rang dan Chun Sang sudah berada di dalam mobil mereka ingin menuju ke tempat di mana mereka di suruh untuk mengusir hantu. Mereka merasa senang karena mereka sudah lama tidak bersama untuk mengusir hantu.

Sesampainya di lokasi mereka pun turun, Hyun Ji dan  Bong Pal masuk kedalam gedung.

Di dalam Hyun Ji bertanya kenapa Bong Pal berubah tiba-tiba pikiran,  Bong Pal pun menjawab kalau ia ingin tahu alasan kenapa ia dan Hyun Ji bisa melihat hantu. Mereka pun masuk, di dalam mereka bertemu dengan hantu wanita. “Ayo kita bertarung hantu.” Teriak mereka secara bersamaan.

~The End~

loading...

Yang banyak dicari

  • kenapa bong pal bisa melihat hantu
  • lets fight ghost ep 16
  • leys fight ghost episode 16
  • sinopsis lets fight ghost ending
  • sinopsis Let\s Fight Ghost episode 16 ~ 2
  • yel yel pada saat kencan buta lets fight ghost eps 16

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *