Home » Kim So Hyun » Sinopsis Let’s Fight Ghost Episode 16 – 1

Sinopsis Let’s Fight Ghost Episode 16 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Let’s Fight Ghost Episode 16 – 1, bercerita tentang peralihan hidup Hyun Ji dan Bong Pal menjadi lebih normal, layaknya seperti manusia biasa. Hyun Ji kembali ke rumahnya yang dulu dan mengikuti tes masuk perguruan tinggi. Pada Bong Pal, Hyun Ji mengaku tidak lulus masuk ke universitas tempat Bong Pal kuliah dan Hyun Ji kemudian berhasil membuat Bong pal terkejut di acara penyambutan mahasiswa baru, karena selain memperlihatkan diri sebagai mahasiswi, Hyun Ji juga mengaku pada semuanya kalau Bong Pal adalah pacarnya.

Sinopsis Let’s Fight Ghost Episode 16 – 1

Sinopsis Let’s Fight Ghost Episode 16 – 1

sumber konten dan gambar dari tvN

Roh jahat keluar dari tubuh Hye Sung dan hendak masuk ke Bong Pal. Tentu saja Myung Chul tak akan membiarkan hal itu terjadi, dia langsung menghalau roh jahat dengan pedangnya. Sambil menahan kekuatan roh jahat, dia berteriak pada Hyun Ji untuk mencari benda ritualnya karena hanya benda itulah yang bisa membunuh roh jahat itu.

Hyun Ji menemukan benda ritualnya, namun Myung Chul sudah jatuh karena tak kuat menahan serangan roh jahat. Hyun Ji kemudian melempar benda itu pada Bong Pal dan Bong Pal pun langsung menggunakannya untuk menghancurkan roh jahat. Berhasil! Roh jahat bisa dilenyapkan untuk selama-lamanya.

Bong Pal terus memanggil Myung Chul dan menangis karena mengira Myung Chul mati. Namun tangisan itu langsung berhenti ketika Myung Chul berkata, “Bong Pal. Singkirkan tanganmu itu dari tubuhku, bocah. Aku tidak bisa bernapas,” dan dia juga tertawa.

Myung Chul kemudian menghampiri Hye Sung dan ternyata Hye Sung masih hidup. “Aigoo, kau banyak menderita juga. Pasti hidupmu berat,” ucap Myung Chul sambil mengelus kepala Hye Sung.

Tepat disaat itu, dua sekawan datang bersama polisi. Mereka lega melihat Hyun Ji, Bong Pal dan Myung Chul masih hidup.

Hye Sung sudah sadar dan tangannya juga sudah diborgol oleh polisi. Sebelum dibawa pergi oleh detektif Yang, dia melihat ke arah Bong Pal dan kawan-kawan dengan tatapan menyesal. Bong Pal kemudian bertanya pada Myung Chul tentang apa yang akan terjadi pada Hye Sung, karena bagaimanapun, Hye Sung juga korban.

“Di mata kita, ya. Tapi bagi orang normal dia hanyalah seorang pembunuh. Roh jahat mengambil alih tubuhnya karena dia punya dendam di awal. Kau tidak bisa mengabaikan kejahatan seperti itu,” jawab Myung Chul yang kemudian menyuruh Bong Pal mengantar Hyun Ji pulang karena dia sendiri akan pulang dan istirahat di rumah.

Bong Pal mengantarkan Hyun Ji bersama polisi. Ibu Hyun Ji kembali memperingatkan Bong Pal, kalau dia tak suka melihat Hyun Ji bersama Bong Pal, karena gara-gara Bong Pal, Hyun Ji berada dalam bahaya sampai dua kali. Bong Pal pun hanya bisa minta maaf dan Hyun Ji yang masih berada disana tak bisa memberikan penjelasan pada ibunya.

Setelah Hyun Ji dibawa masuk ke rumah oleh sang ayah, ibu Hyun Ji memberitahu Bong Pal kalau besok mereka akan pergi dari Seoul jadi, kalau Bong Pal punya perasaan pada Hyun Ji, sang ibu minta untuk diakhiri sekarang juga, karena ibu Hyun Ji pikir itulah yang terbaik untuk mereka berdua.

Bong Pal mengerti, namun ketika ibu Hyun Ji hendak masuk rumah, Bong Pal menitipkan kalung yang sudah dia berikan pada Hyun Ji. Walaupun mendesah tak senang, ibu Hyun Ji tetap menerima kalung itu dan membawanya masuk.

Hye Sung sudah berada di ruang interogasi dan ketika dia ditunjukkan pada semua foto orang yang dia bunuh, Hye Sung meneteskan air mata dan kemudian mengaku kalau dia yang sudah membunuh mereka semua.

Karena tak ada yang perlu ditanyakan lagi, Hye Sung pun dibawa ke sel tahanan dan ketika berjalan menuju sel, dia bertemu dengan sang ibu yang menangis sedih melihat Hye Sung. Namun Hye Sung hanya diam saja, jadi detektif Yang pun membawanya pergi.

Sampai di rumah, Bong Pal melihat Myung Hee minum soju padahal dia masih terluka. Myung Chul pun beralasan kalau tak ada obat yang paling manjur kecuali alkohol. Karena Myung Chul minum tanpa cemilan sedikitpun, Bong Pal pun membuat ramyun. Malam itu pun dihabiskan keduanya untuk minum dan kemudian istirahat.

Hye Sung sudah mengenakan baju tahanan dan sang ibu menjenguknya. Sang ibu tahu kalau selama ini ada roh jahat yang memasuki Hye Sung, jadi dia menyarankan agar mereka menjelaskan semuanya pada detektif Yang agar mereka mendapat keringanan. Namun Hye Sung tak mau, dia mengaku kalau memang dia yang melakukan semua itu.

“Kejahatan yang telah kulakukan di dalam hatiku lebih besar dari kejahatan yang kulakukan secara fisik. Jika aku tidak punya niat jahat dalam hatiku saat itu… Aku pasti takkan seperti ini. Tanganku… Aku membunuh orang-orang itu di dalam hatiku. Kenyataan itu takkan pernah berubah,” aku Hye Sung.

“Hye Sung-a”

“Dan….jangan pernah ke sini lagi. Jika kau melihat wajahku… Kau hanya merasakan rasa sakit saja,” ucap Hye Sung dan beranjak dari duduknya. Dia hendak kembali ke sel tahanan, namun langkahnya terhenti ketika mendengar ibunya mengatakan tidak. Ibu Hye Sung tak mau lagi melakukan kesalahan yang sama, dia tak mau meninggalkan Hye Sung untuk kedua kalinya.

“Aku akan datang setiap hari. Aku akan datang dan mengunjungimu. Aku akan terus datang sampai kau memaafkanku. Aku akan datang meski kau menolak melihatku. Aku akan datang setiap hari untuk melihatmu,” ucap ibu Hye Sung dengan mata berkaca-kaca dan Hye Sung pun hanya diam.

Hyun Ji dan kedua orang tuanya sudah selesai berkemas. Sebelum pergi, Hyun Ji menelpon Bong Pal dan meminta Bong Pal mengerti dengan apa yang ibu Hyun Ji katakan semalam. Bong Pal pun menjawab kalau dia mengerti, jadi Hyun Ji tak perlu khawatir.

“Belajarlah yang rajin disana. Dengan begitu kita akan cepat bertemu,” pesan Bong Pal dan Hyun Ji mengiyakan.

Saat hendak masuk ke dalam mobil, Hyun Ji terus melihat sekeliling rumahnya. Dia masih berharap Bong Pal datang menemuinya untuk yang terakhir kali. Namun dia tak melihat sosok Bong Pal dimana-mana.

Hyun Ji pergi dan Bong Pal keluar dari persembunyiannya. Ternyata Bong Pal datang ke rumah Hyun Ji, namun dia sengaja tak menemui Hyun Ji. Melihat mobil Hyun Ji pergi, Bong Pal pun teringat kembali pada obrolannya dengan Hyun Ji di telephon. Saat itu Hyun Ji mengaku kalau dia tak ingin pergi, dia ingin bersama Bong Pal dan Bong Pal pun menjawab hal yang sama, dia juga ingin bersama Hyun Ji.

 

Hyun Ji kembali bertanya, kenapa Bong Pal tak datang menemuinya, apa Bong pal tak merindukannya. Bong Pal menjawab kalau dia merindukan Hyun Ji, tapi dia takut kalau dia tak bisa melepaskan Hyun Ji jika mereka bertemu.

“Hyun Ji. Aku ingin kau kembali ke kehidupan normalmu secepat mungkin. Aku tidak ingin kau berbuat bodoh hanya karena aku. Kita akan berpisah untuk saat ini, tapi kita bisa selalu bersama-sama setelah kau kuliah. Pada saat itu, kita secara resmi minta izin ibumu untuk pacaran. Aku tahu itu akan sulit… tapi kita tunggu saja hari itu. Kita harus bersabar dan menunggu,” ucap Bong Pal dan Hyun Ji mengerti.

Karena ingin masuk ke kampus yang sama dengan Bong Pal, Hyun Ji pun belajar dengan tekun. Disisi lain, Bong Pal menghabiskan waktunya bersama dua sekawan. Dengan baik dan pengertiannya, dua sekawan selalu menghibur Bong Pal ketika Bong Pal terlihat murung.

Bukan hanya belajar sendiri, Hyun Ji juga ikut kelas yang bisa membantunya lulus ujian di universitas yang sama dengan Bong Pal. Ujian Masuk Perguruan Tinggi tahun 2018 pun di gelar dan dengan penuh semangat Hyun Ji mengikutinya. Beberapa hari berlalu dan hari pengumuman pun datang.

loading...

Hyun Ji merasa sangat gugup ketika hendak mendengarkan hasil ujiannya. Tepat disaat itu, muncul hantu yang berusaha menakutinya karena Hyun Ji mengabaikan dirinya. Dengan tatapan marah, Hyun Ji melihat si hantu dan berteriak, “Enyah kau!”

Hyun Ji bahkan menendang si hantu, “Aku tidak butuh nasib sial di hari seperti ini. Pergi!” teriak Hyun Ji dan si hantu pun langsung kabur ketakutan. Setelah hantu pergi, Hyun Ji pun bergumam kalau akhir-akhir banyak hantu bermunculan seperti itu.

Hyun Ji kemudian menelpon Universitas Myungsung dan menunggu jawaban atas hasil tesnya. Raut wajahnya berubah kaget setelah mendengar hasilnya, namun kita tak diperdengarkan dengan apa yang di dengar Hyun Ji.

Dalam perjalanan pulang, Hyun Ji menelpon Bong Pal dan memberitahunya kalau dia tidak lulus. Walau kecewa, Bong Pal pun berkata tidak apa-apa, Hyun Ji bisa menyobanya lagi tahun depan. Namun Hyun Ji tetap kecewa karena dia ingin kuliah bersama Bong Pal yang akan lulus kuliah tahun ini.

“Yah, aku bisa saja mengambil ulang salah satu mata kuliah,” jawab Bong Pal.

“Sudahlah. Jangan konyol. Kau juga perlu cari kerja. Dengan begitu kau bisa mulai merencanakan masa depanmu. Dengan begitu…”

“Dengan begitu apa?” tanya Bong Pal.

“Kau tahu apa maksudku.”

“Jadi apa itu?” tanya Bong Pal lagi.

“Kau sungguh tidak tahu?”

“Aku tidak tahu.”

“Benarkah? Kalau begitu kau akan hidup sendirian selamanya,” ucap Hyun Ji dan Bong Pal pun menjawab kalau dia tidak akan hidup sendiri, karena dia akan hidup bersama Hyun Ji setelah empat tahun. Hyun Ji pun bertanya kenapa setelah 4 tahun?

“Karena pada saat itu, aku akan memiliki karir yang stabil. Kau akan lulus sekitar waktu itu, jadi itu pasti sempurna. Bagaimana menurutmu? Kau suka, ‘kan?” tanya Bong Pal.

“Siapa bilang aku akan hidup denganmu, hah? Lucu kau ini,” ucap Hyun Ji dan kemudian bertanya kapan semesteran Bong Pal mulai lagi. Bong Pal pun menjawab 5 maret dan itu sebentar lagi. Mendengar itu, Hyun Ji bergumam kalau Bong Pal pasti sangat sibuk setelah tanggal 5 maret.

Bagaimana aku bisa menunggu setahun lagi?” tanya Hyun Ji dengan nada sedih.

“Pasti bisa kok,” jawab Bong Pal dan kemudian menutup telepon.

Awal semester di mulai, karena banyak mahasiswa baru, jadi banyak klub – klub ekstarkurikuler yang berusaha menambah anggota mereka. Bong Pal sendiri sudah berada di kelas mendengarkan dosennya menjelaskan materi. Sebelum mengakhiri kelas, si dosen membagi kelompok dan meminta mereka mengumpul laporan mereka minggu depan. Salah satu mahasiswi yang sekelompok dengan Bong Pal merasa senang bisa sekelompok dengan dia. Hmmm… karena sudah jadi senior, jadi sepertinya banyak yang suka padanya.

Chun Sang menemui Bong Pal dan memberitahunya kalau mereka mendapat keluhan tentang klub mereka. In Ran dan Seo Yeon menghilang, selain itu tak ada mahasiswa baru yang mau bergabung dengan klub-nya, jadi klub sup sosis darah terancam di bubarkan. Mendengar itu, Bong Pal tak perduli, dia meninggalkan Chun Sang sendirian dengan kegalauannya.

Tepat disaat itu In Rang menelpon dan menyuruh Chun Sang cepat datang karena kelas akan segera dimulai. Hmm… apa yang dilakukan In Rang sekarang?

Dia sekarang sudah berada di sebuah ruang yang terlihat bagus dan menjelaskan pada seseorang tentang kinerja sup sosis darah. Tapi ternyata orang itu datang bukan untuk bergabung dengannya, orang itu sudah salah tempat, dia pikir sup sosis darah adalah nama restoran, jadi dia ingin makan sup sosis darah, tapi ternyata perusahaan pengusir hantu, jadi orang itu pun langsung pergi.

Chun Sang muncul dan In Rang berkata kalau orang banyak mengira kantor mereka itu adalah restoran karena namanya sup sosis darah. Kedudukan Chun Sang dan In Rang sekarang berbalik, kalau dulu Chun Sang yang jadi pimpinannya, sekarang In Rang yang jadi pimpinannya karena mereka mendapat kantor bagus itu atas investasi nenek In Rang. Kalau dulu In Rang tak berani memarahi Chun Sang yang selalu membuang uang, sekarang In Rang sudah berani. Dia bahkan berani menyuruh Chun Sang bersih-bersih kantor.

Myung Chul kembali menjadi pengusir hantu, tapi karena Myung Chul tak pernah mengangkat teleponnya, jadi si pemilik rumah menyewa dukun lain untuk mengusir hantu. Myung Chul pun kesal karena doa dan energinya disebut sudah tak berpengaruh lagi pada hantu dan yang mengatakan hal tersebut adalah dukun yang menggantikannya.

Saat melihat cara kerja si dukun dan juga pengakuan di dukun yang berkata kalau dia masih perawan, Myung Chul mengatainya kalau dia adalah dukun palsu. Tak terima, dukun itupun tiba-tiba menyerang Myung Chul dan Myung Chul berusaha menghindar

Berkat keberhasilannya mengungkap pembunuhan yang dilakukan Hye Sung, Detektif Yang pun diangkat jadi ketua tim.

Akibat perkelahian yang mereka lakukan, Myung Chul dan dukun palsu itupun di bawa ke kantor polisi. Saat polisi bertanya kenapa Myung Chul mendorong si dukun, Myung Chul menjawa kalau dia tidak mendorongnya, dukun itu jatuh sendiri karena terpeleset. Myung Chul kembali mengatakan kalau wanita disampingnya itu adalah penipu karena berani mengaku sebagai dukun perawan. Mendengar dirinya dikatai lagi, dukun itu langsung memukul Myung Chul dan mengamuk.

Karena keributan yang di buat Myung Chul dan sidukun, detektif Kim dan detektif Yang datang untuk melerai mereka.

“Apa kita pernah bertemu sebelumnya? Kau kelihatan tak asing bagiku,” ucap si dukun pada detektif Kim.

“Aku pergi ke gereja,” jawab detektif Kim.

“Haleluya?”

“Amin,” jawab detektif Kim dan si dukun kembali mengamuk.

Kita beralih ke kampus, dimana Bong Pal diajak ikut menghadiri acara penyambutan mahasiswa baru oleh juniornya. Awalnya Bong Pal menolak, tapi karena dua juniornya memaksa, jadi Bong Pal pun ikut juga.

Acara penyambutan mahasiswa baru untuk jurusan Ekonomi pun di gelar. Para mahasiswa baru pun mulai memperkenalkan diri mereka satu per satu dan Bong Pal hanya menunduk tak melihat kesekelilingnya sampai terdengar suara yang tak asing baginya.

“Halo, para senior. Aku Kim Hyun Ji Jurusan Ekonomi, angkatan 2018. Mohon bantuannya,” ucap Hyun Ji yang ternyata ada di tempat itu juga. Tentu saja melihat Hyun Ji, Bong Pal kaget dan melihatnya dengan tatapan tak percaya. Salah satu senior Hyun Ji kemudian bertanya apa Hyun Ji sudah punya pacar.

“Ya, dia di sini,” jawab Hyun Ji dan melihat ke arah Bong Pal sehingga membuat semua orang tahu kalau mereka berdua pacaran.

Bersambung ke sinopsis Let’s Fight Ghost Episode 16 – 2

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis lets fight ghost ep 16
  • sinopsis lets fight ghost eps 16
  • sinopsis lets fight ghost episode 16-2
  • sinopsis let\s fight ghost episode 16
  • sinopsis let\s fight ghost ep 16
  • sinopsis drama lets fight ghost eps 16
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *