Home » Cho Jung Seok » Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 1 – 2

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 1 – 2

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 1 – 2, bercerita tentang hubungan antara pemain. Tuan Lee adalah kakak Hwa Shin dan Tuan Lee menikah dengan Sung Sook, tapi kemudian menceraikannya dan kemudian menikahi Ja Young. Sung Sook, Ja Young dan Hwa Shin bekerja di stasiun TV yang sama. Kejadian lucu terjadi di episode ini, Sung Sook dan Ja Young tak sengaja memakai pakaian yang sama, padahal mereka berdua saling tak akrab. Ingin tahu cerita serunya? YUk baca sinopsisnya dibawah ini:

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 1 – 1

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 1 – 2

Sumber konten dan gambar dari SBS

Melihat dada Hwa Shin berdarah, Na Ri panik dan langsung mengelap darahnya dengan tisu. Na Ri tetap melakukannya, padahal Hwa Shin sudah berkata tidak apa-apa. Saat itulah, Na Ri menyentuh dada Hwa Shin dan terus merabanya, sampai membuat Hwa Shin tak nyaman sampai dia terjatuh ke tempat tidur. Dengan ekspresi bingung, Na Ri berkata kalau dia merasa dada Hwa Shin sama seperti dada ibunya. Jadi untuk memastikannya, dia terus berusaha meraba dada Hwa Shin. Apa yang Na Ri lakukan itu benar-benar membuat Hwa Shin kesal dan dengan suara tinggi Hwa Shin menyuruh Na Ri keluar.

Di luar, Na Ri masih tak percaya Hwa Shin mempunyai dada seperti itu. Namun dia kemudian memutuskan pergi untuk membeli antiseptik.

Jung Won sampai ke lokasi dan dari jauh dia melihat Hwa Shin naik panggung dengan menggunakan kostum kelap-kelip yang Na Ri bawa. Hwa Shin meminta naskah pada PD Choi, namun ternyata syuting mereka kali ini tidak menggunakan naskah, mereka hanya menggunakan konsep dan konsep-nya ditentukan sendiri oleh Presdir mereka. Sudah tak bersemangat dengan syuting karena tak suka dengan konsepnya, Hwa Shin pun memilih untuk menemui Jung Won.

Saat hendak pergi, PD Choi terus menarik-narik Hwa Shin dengan mengatakan kalau mereka harus segera syuting karena klipnya akan segera di kirimkan dan akan ditayangkan besok. PD Choi bahkan berjanji kalau dia akan membuat klip yang akan mereka sebut mahakarya. Tentu saja Hwa Shin tak percaya, menurutnya apapun yang PD Choi sebut mahakarya, pastilah hanya sampah belaka.

“Aku mungkin akan menstaples bibirmu kalau kau tidak berhenti bicara. Aku tidak pernah menyukaimu sejak kita diterima bersama di perusahaan. Aku benci melihatmu…di ruang berita. Aku bahkan mempertimbangkan untuk memindahkanmu ke surat kabar. Jelas terlihat kau menyuruh… penyiar ramalan cuaca menggerakkan dada dan pantat mereka. Ada apa dengan postur Pyo Na Ri? Apa dia berhasil kau bodohi? Setelah melihat ramalan cuacanya, aku tidak bisa mengingat entah itu soal panas atau dingin, salju atau hujan. Aku tidak bisa ingat apa pun. Ramalan cuaca adalah bagian dari siaran berita,” ucap Hwa Shin dengan cepat.

“Kau sudah selesai?”

“Berhenti menyuruh mereka… seperti itu. Seperti yang kau lakukan sekarang. Lihat dirimu. Pria macam apa yang melakukan hal seperti itu? Kau bersembunyi di belakang mereka. Kau harus bisa menjelaskan bagaimana situasi berubah. Beritahu aku langsung kalau kondisinya tidak memungkinan… daripada mengirim gadis lemah untuk memohon pengertianku. Jangan menyalahkan Presdir, oke?” lanjut Hwa Shin dan PD Choi tak terima dikatai seperti itu. Diapun berkata kalau Hwa Shin juga melakukan semuanya untuk mencapai kesuksesan.

“Jika kau tidak mau syuting,kau akan mendapatkan amarah Presdir,” ancam PD Choi.

“Jangan mengutuk padaku.Aku tidak bilang kalau tak mau syuting. Kapan aku berkata begitu?Aku akan minum kopi dulu dengan teman lamaku baru membuat keputusan.Mahakarya.Kau bilang itu akan menjadi mahakarya. Lebih baik kau pegang kata-katamu, atau kau akan mati,” ucap Hwa Shim dan pergi menemui Jung Won.

Tepat disaat itu Na Ri muncul dan dia terlihat malu-malu saat Jung Won melihat kearahnya. Ya, ada dua pria yang Na Ri sukai dan tentu saja itu membuatnya jadi salah tingkah, ketika dia berjalan menghampiri mereke berdua.

Sesampainya di tempat Jung Won dan Hwa Shin, Na Ri terlihat lebih fokus pada Jung Won. Dia tak sedikitpun menoleh ke arah Hwa Shin. Na Ri hanya tersenyum melihat Jung Won tanpa bisa berkata apa-apa. Melihat apa yang Na Ri lakukan, Hwa Shin pun bergumam, “Aku sudah bilang jangan terintimidasi.”

Na Ri kemudian mengucapkan terima kasih pada Jung Won karena dia tadi tak sempat mengucapkannya.

“Aku bilang padamu untuk tidak terintimidasi saat bekerja denganku,” ucap Hwa Shin lagi dan Na Ri masih tak mendengarnya karena dia terlalu fokus pada Jung Won. Hwa Shin jadi kesal dan dengan alasan kalau kru-nya tidak disiplin, Hwa Shin pun mengajak Jung Won pergi. Melihat Hwa Shin pergi, PD Choi pun berteriak memanggilnya karena mereka harus segera syuting.

Malam hari, Na Ri pun sudah sampai di rumahnya dan dia menjatuhkan dirinya di tempat duduk yang diletakkan di depan rumahnya. Na Ri kembali teringat pada dada Hwa Shin.

Disisi lain, Jung Won masih berada di pesawat dan kali ini dia duduk di kelas VIP. Ketika melihat kejendela, Jung Won pun teringat pada obrolannya dengan Na Ri. Saat itu, Jung Won bertanya apa akan terjadi hujan di Seoul. Mengetahui kalau Jung Won mengenal dirinya sebagai penyiar ramalan cuaca, tentu saja Na Ri merasa senang. Saking senangnya, Na Ri berkata kalau dia merasa seperti makan di udara dan buang air di atas awan. Tentu saja Jung Won tak mengerti dengan maksud ucapan Na Ri.

“Aku sudah menjadi penyiar ramalan cuaca selama empat tahun,tapi tak seorangpun mengenaliku. AKu tidak memiliki penggemar.Mungkin karena aku muncul hanya 60 detik, jadi tidak ada yang mengingat wajahku,” ucap Na Ri dan Jung Won berkata kalau Na Ri melakukan kesalahan setiap hari. Mendengar itu, Na Ri tambah senang, karena kalau Jung Won tahu dia melakukan kesalahan, maka Jung Won pasti selalu menonton siarannya.

“Kau pasti penggemarku, kan?” ucap Na Ri.

“Aku tidak mengatakan begitu,” jawab Jung Won.

“Mengetahui ada seseorang selain keluargaku…yang menunggu siaranku…dan mengikutinya,aku merasa senang.Kalau siaranku salah,teleponlah ke stasiun TV.Berjanjilah.Kau bisa komplain, berteriak atau mengutuk.Aku selalu berharap seseorang melakukannya untukku.Kau tahu seberapa menyakitkan ketidakpedulian itu?Kau tahu seberapa menakiutkannya? Seakan aku tidak terlihat sama sekali. Aku bersiap sepanjang hari hanya untuk muncul selama 60 detik. Aku merasa seperti tidak melakukan apa pun meski sudah menyelesaikannya. Aku merasa seperti makan di udara dan buang air di awan,” ungkap Na Ri.

Pagi tiba, Hong Dam datang dan membangunkan semua penghuni gedung tempat Na Ri tinggal. Ternyata Hong Dam adalah ibu tiri Na Ri dan Na Ri merasa tak nyaman Hong Dam terus datang ke rumahnya dan mengurus makanan dia dan adiknya. Na Ri semakin tak nyaman karena Bum selalu buang air di rumahnya. Bum adalah anak Hong Nam.

Na Ri kemudian keluar rumah dan bertemu dengan Chi Yeol yang tak memakai baju. Melihat dada sang adik, Na Ri pun minta izin untuk memegangnya, tentu saja Chi Yeol tak mau dan kemudian menyuruh Na Ri punya pacar.

Semua penghuni gedung diantarkan oleh Tuan Kim ke tujuan mereka masing-masing, Bbal Gang, Chi Yeol dan Dae Goo diantara ke sekolah dan Na Ri ketempat kerja. Selain itu Tuan Kim juga pemilik gedung tempat mereka tinggal.

Na Ri melihat Bbal Gang, Chi Yeol dan Dae Goo duduk berdempet-dempetan, dia pun protes dan Dae Goo dengan cepat menjawab kalau semua itu karena tempat duduknya sempit. Na Ri kembali protes, dia memprotes rok Bbal Gang yang terlalu pendek. Tak mau di beri komentar, Bbal Gang pun membalik omongan dengan mengatakan kalau rok yang Na Ri kenakan lebih pendek.

“Baiklah. Mulai besok, Ppal Gang dan aku tukar tempat duduk,” ucap Na Ri dan secara kompak Dae Goo dan Chi Yeol berkata tidak. Mendengar itu Bbal Gang pun tersenyum senang.

Tuan Kim kemudian menanyakan tentang ayah Bbal Gang dan Bbal Gang menjawab kalau ayahnya minum banyak kemarin malam dan dia masih tidur ketika Bbal Gang berangkat tadi.

Kita beralih pada ayah Bbal Gang, Lee Joong Shin. Tuan Lee sedang melihat foto pernikahannya dengan Gye Sung Sook dan ternyata, ketika dia menikah dengan Sung Sook, Hwa Shin sama sekali tak menyukainya.

Setelah itu Tuan Lee menikah dengan Ja Young dan kali ini Hwa Shin menyukai wanita pilihan sang kakak, karena istri baru sang kakak sangat baik pada Bbal Gang. Sama seperti pernikahan Tuan Lee dan Sung Sook, pernikahan kedua ini juga tidak Tuan Lee daftarkan ke negara, padahal Hwa Shin terus mengingatkannya. Hwa Shin sangat menyanjung Ja Young karena dia yang menjodohkan Ja Young dengan kakaknya.

Saat mereka semua tengah berfoto, tanpa mereka sadari Sung Sook ada disana dan menatap marah pada mereka. Dia berkata kalau dia akan membalas mereka semua.

Hwa Shin kembali ke Korea dan ketika dia hendak menyebrang, Na Ri juga sampai di tempat itu. Dari dalam mobil, Bpal Gang melihat Hwa Shin, tapi dia tak yakin itu pamannya atau bukan. Karena dia melihatnya dari dalam mobil. Saat Bbal Gang mengatakan pada Dae Goo, kalau dia seperti melihat pamannya, Dae Goo malah bertanya apa Bbal Gang punya paman. Mendapat pertanyaan itu Bbal Gang hanya diam.


loading...

Na Ri terkejut melihat Hwa Shin ada di Korea dan lagi-lagi Na Ri masih penasaran dengan dada Hwa Shin. Saking penasaran, Na Ri sampai tak melihat situasi. Di tengah jalan, Na Ri terus memegang dada Hwa Shin dan tentu saja hal itu membuat Hwa Shin kesal.

“Tiga tahun lalu, kau sangat polos. Kau bahkan tidak berani menatap mataku,” ucap Hwa Shin kesal dan mereka berdua masih berada di tengah jalan. Na Ri menjawab kalau dia masih tetap polos seperti dulu.

“Kau tidak punya malu? Apakah begini caramu agar bisa jadi pembaca berita?” tanya Hwa Shin.

“Ini tidak adil. Aku belum pernah menyentuh dada pria sebelumnya,” jawab Na Ri dan dia kembali menyentuh dada Hwa Shin. Hwa Shin benar-benar habis kesabaran, dengan nada kesal dia bertanya kenapa Na Ri melakukan semua itu padany. Bukannya merasa bersalah, Na Ri malah meminta Hwa Shin untuk tidak merasa takut dan mengajaknya ngobrol. Dibilang takut tentu saja Hwa Shin tak terima.

“Apa kau masih menyukaiku?” tanya Hwa Shin dan kemudian mengaku kalau hal itulah yang sebenatnya dia takutkan.

PD Choi menemui Tuan Oh dan mengatakan kalau teaser kedua mereka untuk rekruitmen akan disiarkan hari ini. Tuan Oh kemudian menanyakan keberadaan Sung Sook dan Ja Young. Mendengar itu, PD Choi pun hendak memanggil keduanya, namun dihentikan oleh Tuan Oh.

“Rasanya tidak benar,” gumam Tuan Oh.

“Kenapa? Terlihat bagus,” jawab PD Choi.

“Bukan itu. Saat Hwa Sin kembali, ruang berita akan kacau. Astaga. Aku tidak mengerti. Bagaimana bisa kakak Hwa Shin.. menikahi Nona Bang setelah bercerai dari Nona Gye?” ucap Tuan Oh dan PD Choi merasakan hal yang sama.

Sung Sook dan Ja Young bertemu di lift. Mereka sama-sama kaget saat menyadari kalau baju yang mereka kenakan sama dan tak ada satupun diantara mereka yang mau ganti baju. Mereka berdua terus saling sindir dan Sung Sook merasa menang dengan berkata kalau Ja Young masih bersama pria yang dia campakkan.

Saat mereka berdua bertemu salah satu pegawainya, mereka bertanya pada si pegawai tentang siapa yang paling cantik diantara mereka berdua. Tentu saja sipegawai bingung menjawabnya karena keduanya sama-sama atasannya.

Hwa Shin berjalan menuju stasiun TV, tapi ketika dia melihat dirinya di cermin, dia langsung berbalik arah.

Tuan Lee di bawa kerumah sakit karena jatuh dari lantai atas saat memeriksa e-mailnya dari kejaksaan. Karena Bbal Gang masih disekolah mengerjakan ujian, jadi Tuan Kim lah yang menggantikannya sebagai wali. Setelah mengantarkan Tuan Lee ke rumah sakit, Tuan Kim langsung pergi ke sekolah untuk memberitahu Bbap Gang.

Tuan Lee masih berada di ruang operasi. Tuan Kim kemudian memberitahu Bbal Gang kalau dia tak bisa menghubungi nenek Bbal Gang dan saat Tuan Kim bertanya nomor ibu Bbal Gang, Bbal Gang langsung berkata kalau dia tak punya.

Melihat meja Bbal Gang kosong, Chi Yeol dan Dae Goo jadi tak fokus mengisi kertas ujian mereka. Mereka berdua pun memutuskan untuk pergi menemani Bbal Gang. Mereka tetap pergi, walau sang guru tidak memperbolehkan mereka pergi karena mereka berdua adalah dua murid terbaik, jadi sang guru berangapan kalau mereka tidak boleh melewatkan ujian.

Ternyata Hwa Shin pergi untuk merapikan diri dan berganti pakaian. Setelah merasa penampilannya perfect, Hwa Shin pun pergi ke stasiun TV. Di lobi, Hwa Shin melihat Na Ri. Tak ingin Na Ri melihatnya, diapun sengaja mengangkat kopernya. Tapi tanpa dia sadari Na Ri sudah melihat dia terlebih dahulu dan ketika Hwa Shin lewat di belakang Na Ri, Na Ri langsung berkata kalau iklan rekruitmen akan segera di tayangkan.

Semua orang di kantor terbengong-bengong ketika melihat Sung Sook dan Ja Young datang bersamaan dengan baju yang sama juga. Walaupun heran dengan mereka berdua, namun tak ada yang berani komentar.

Di rumah sakit, Bbal Gang terus menghubungi neneknya, namun tak diangkat. Tepat disaat itu iklan rekruitment SBC News ditayangkan. Orang pertama yang diperkenalkan adalah Lee Hwa Shin, sebagai koresponden Bangkok. Sunng Sook dan Ja Young pun bertanya-tanya kenapa Hwa Shin yang duluan diperlihatkan.

Di rumah sakit, Bbal Gang terkejut melihat pamannya yang terlihat bersenang-senang.

Setelah Hwa Shin, orang yang diperkenalkan selanjutnya adalah Gyu Sung Sook sebagai pembaca berita.

“Kau senang bibi?” tanya Bbal Gang ketika melihat Sung Sook di TV. Setelah Sung Sook, sekarang giliran Bang Ja Young, sebagai direktunya.

“Ibu… apa kau bersenang-senang,” ucap Bbal Gang ketika melihat Ja Young. “Ayah mungkin akan mati. Bawa ayahku kembali,” teriak Bbal Gang dan melempar ponselnya ke layar TV saking marahnya.

Hwa Shin dan Na Ri masih di lobi, mereka melihat iklannya disana. Selesai melihat iklan, Na Ri kembali merasa dada Hwa Shin. Na Ri benar-benar sudah terobsesi pada dada Hwa Shin. Tak mau dilihat orang, Hwa Shin pun menarik Na Ri ke belakang TV.

“Kenapa kau melakukan ini padaku? Ini tempat kerja kita. Banyak mata melihat dan mulut yang bergosip,” ucap Hwa Shin kesal.

“Dadamu… terasa seperti milik Ibuku. Yeah…Kau bisa terkena kanker payudara,” ucap Na Ri.

“Apa?”

“Ibuku terkena kanker payudara,” jelas Na Ri.

“Apa maksudmu..,” tanya Hwa Shin tak mengerti.

“Begitu pula Nenek ku.”

“Baik. Aku minta maaf. Aku mengerti bahwa kau tahu banyak… soal kanker payudara.”

“Penyakit itu merupakan turunan. Aku periksa ke dokter setiap enam bulan sekali. Aku juga chek-up minggu lalu.”

“Aku ini pria. Oke? Maaf karena tertawa, tapi aku pria. Seorang lelaki! Pria! Nenekmu wanita, Ibumu juga… begitu pula denganmu!” teriak Hwa Shin dan semua orang melihat ke arah mereka. Tiba-tiba layar yang ada di depan mereka pun berubah, namun terbalik.

Bersambung ke sinopsis Jealousy Incarnate Episode 2

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis jealousy incarnate eps 1
  • sinopsis jealousy incarnate episode 2
  • sinopsis jealous incarnate
  • sinopsis jealousy incarnate episode 1-2
  • sinopsis jealous
  • sinopsis dada sakit
  • sinopsis drama jealousy incarnate episode 15 bagianb 1 dan 2
  • sinopsis jealousy inxarnate ep 1 - 2
  • Sinopsis jealously incarate episode 1-2
  • sinopsis jealousy incarnate episod 1-2

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *