Home » Cho Jung Seok » Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 1 – 1

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 1 – 1

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 1 – 1, bercerita tentang Na Ri yang bekerja sebagai penyiar ramalan cuaca. Karena gaji untuk seorang penyiar ramalan cuaca sangat kecil, maka Na Ri suka mengambil pekerjaan-pekerjaan lainnya. Dia membantu kru lainnya saat bekerja,  bahkan dia juga menerima tawaran Tuan Oh untuk pergi ke Bangkok dan menjadi tata rias, tata rambut, stylist sekaligus pengarah untuk Hwa Shin. Untuk kisah asramanya, Na Ri sangat menyukai Hwa Shin, sedangkan Hwa Shin tidak menyukai Na Ri. Namun ketika Na Ri bertemu dengan Jung Won, Na Ri juga terposona pada ketampanannya. Ingin tahu cerita selengkapnya? Yuk baca sinopsisnya:

Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 1 – 1

Sumber konten dan gambar dari SBS

Jealousy Incarnate episode 1 dibuka dengan film kartun tentang makhluk ruang angkasa yang kemudian jatuh kesebuah rumah warga dan tak sengaja menyalakan TV dan tepat disaat itu, sedang disiarkan tentang ramalan cuaca yang dibawakan oleh Pyo Na Ri ( Gong Hyo Jin ). Namun bukannya fokus pada isi ramalan cuaca, PD-nya lebih mengutakan bentuk tubih Na Ri. Saat membawakan berita, Na Ri harus menonjolkan dada dan bokongnya. Setelah 60 detik membacakan ramalan cuaca, kamera kembali di arahkan pada penyiar berita, dimana salah satu penyiar beritanya adalah Hye Won.

Berita selesai dan kru sibuk melakukan pekerjaan mereka masing. Ternyata Na Ri tidak hanya bekerja sebagai pembaca ramalan cuaca disana, dia juga membantu kru-kru lain yang membutuhkan bantuannya.

PD Choi turun dan mengajak semua kru untuk mengulas siaran mereka selama 10 menit. Saat ditanya siapa yang mau membelikan kopi, dengan cepat Na Ri mengangkat tangan dan mengatakan akan membelikannya. Melihat apa yang Na Ri lakukan, semua penyiar ramalan cuaca terlihat tak senang.

Kita beralih ke Bangkok dan disana kita melihat Lee Hwa Shin ( Cho Jung Seok) sedang melakukan siaran. Dia melakukan semuanya sendirian, karena dia baru hanya mencari tempat yang bagus untuk dijadikan tempat siaran.

Selesai mencari tempat siaran, Hwa Shin pergi ke club malam dan disana dia mengganggu sepasang kekasih, sampai membuat si pria emosi dan memukulnya.

Ruang siaran sudah sepi dan kesempatan itu dipakai Na Ri untuk mencoba kursi pembawa acara. Dia bahkan membayangkan dirinya sedang membawakan berita bersama Hwa Shin. Namun bayangannya langsung hilang ketika terdengar suara yang mengatakan kalau itu bukan kursi Na Ri. Siapa yang mengatakan hal itu? Dia adalah Tuan Oh.

PD Choi menemui Tuan Oh untuk meminta tanda tangan persetujuan membuat klip di Bangkok. Melihat biaya yang harus dikeluarkan, Tuan Oh pun sedikit tak terima. Namun setelah Na Ri bersedia melakukan semuanya mulai dari make-up, tata rambut, stylist sampai pengarah adegan dengan biaya setengah harga, Tuan Oh langsung menyetujui pembuatan klip tersebut. Karena Tuan Oh sudah setuju, Na Ri pun meminta bayaran dimuka.

Tuan Oh menyanggupinya dan sekarang, Na Ri sudah mengambil uangnya dari mesin ATM. Selesai mengambil uang, Na Ri langsung di sidang oleh rekannya sesama pembaca ramalan cuaca. Mereka semua marah karena Na Ri yang seharusnya bertugas menjadi penyiar ramalan cuaca, malah kesana kemari untuk mengerjakan berbagai macam tugas aneh. Na Ri pun beralasan kalau dia melakukan semua itu, karena ingin mendapatkan banyak uang.

Rekannya yang lain meminta Na Ri untuk bersikap selayaknya pembaca berita demi kebaikan mereka bersama. Mereka harus bisa bersikap terhormat, jangan menuruti perkataan PD Choi yang memintanya untuk menonjolkan semua lekuk tubuhnya. Na Ri lalu bertanya apakah kalau dia bersikap selayaknya pembaca berita, orang-orang akan memperlakukan mereka dengan hormat. Mendapat pertanyaan itu, tak ada satupun yang menjawab.

Na Ri mengaku kalau dia memang sedang kesulitan uang, karena gaji mereka sebagai penyiar ramalan cuaca hanya 70.000 won setiap berita. Setelah mendengar penjelasan Na Ri, tak ada yang membantah kata-katanya. Tepat disaat itu, rombongan pembaca berita utama muncul dan mereka semua saling berhadapan.

Flashback!
Saat seleksi pembaca berita, ada empat peserta yang ikut dan salah satunya adalah Na Ri. Sebelum hasilnya dibacakan, Sung Sook berkata kalau hanya akan ada dua peserta yang dijadikan penyiar berita dan dua peserta lainnya bisa menjadi penyiar ramalan cuaca. Yang berhasil menjadi penyiar berita adalahHye Won dan Soo Jung. Sedangkan Na Ri dan Ji Min di beri tawaran untuk menjadi penyiar ramalan cuaca. Namun Ji Min menolak tawaran itu, sedangkan Na Ri menerimanya.
Flashback End!

Ketika melihat Na Ri, Soo Jung pun memberitahu Ja Young kalau Na Ri memakai bantalan pantat. Mengetahui hal itu, Ja Young langsung memperbaiki posisi berdirinya, seolah-olah ingin memperlihatkan kalau dia punya bokong yang besar.

Di ruang ganti, Na Ri melepas bantalan pantatnya dan kemudian berganti baju.

Kita beralih pada Pyo Chi Yeol yang di lempar bekas minuman kaleng oleh seorang petugas karena Chi Yeol sudah masuk kelas sebelum melakukan pembayaran. Si petugas menyebut Chi Yeol pencuri, dia sudah mencuri pelajaran yang diterima siswa yang lain.

Sepertinya itu adalah tempat les, karena siswa yang datang ke sana semuanya menggunakan seragam sekolah yang berbeda. Tak terima disebut pencuri, Chi Yeol nekad membuka bajunya agar si petugas bisa memeriksanya. Karena apa yang Chi Yeol lakukan, tentu saja hal itu jadi tontonan. Ternyata Pyo Chi Yeol adalah adik Na Ri dan Na Ri datang kesana untuk menyelesaikan pembayaran.


loading...

Adik dan kakak inipun pulang bersama. Mereka hanya hidup berdua dan semua kebutuhan Chi Yeol, Na Ri yang memenuhinya. Na Ri kemudian bertanya berapa jauh Bangkok dari Korea dan Chi Yeol menjawab kalau kesana hanya membutuhkan waktu 6 jam perjalanan.

“Tak terlalu jauh. Pantas saja kau juara satu di sekolahmu. Kau tahu segalanya,” puji Na Ri pada adiknya. “Saat dia meninggalkanku 3 tahun lalu, aku menyemangati diriku sendiri kalau suatu saat akan ke Bangkok… dan membuatnya jatuh cinta padaku. ‘Bisakah kau tetap bersamaku?’ aku berencana melepas semua pakaianku seperti yang kau lakukan tadi. Tapi aku tak punya kesempatan. Waktu berlalu, tapi aku masih belum bisa melakukannya,” ucap Na Ri dan kemudian mengajak Chi Yeol pulang.

Chi Yeol keluar rumah dan mendapati kakaknya tertidur diluar. Melihat sang kakak, Chi Yeol pun berkata kalau kakaknya tidak boleh melepas pakaian duluan sebelum si pria, karena pria yang harus melakukannya. Chi Yeol pun kemudian menggendong sang kakak dan membawanya masuk ke dalam rumah.

Beralih ke Bangkok, dimana Hwa Sin memasukkan koper ke dalam mobilnya dan di pagi hari dia lari pagi. Saat melihat orang-orang Bangkok menari, diapun mengikuti gerakannya. Tak lama kemudian dia mendapat telepon dari temannya yang mengajaknya minum kopi.

Siapa teman Hwa Sin? Dia adalah Jung Won. Jung Won sendiri ada di Korea dan dia memberitau sekretarisnya untuk pergi ke bandara, tentu saja si sekretaris bingung, karena baru kemarin dia sampai di Korea setelah dua tahun berada di Italia.

Karena tak ada bangku kosong lagi di ruang VIP, Jung Won pun tetap mau pergi dengan tiket untuk kelas ekonomi. Si sekretaris mengatakan kalau dia ada rapat petang ini. Tak mau pusing, Jung Won menyuruh si sekretaris untuk mengundang semuanya minum kopi di Thailand.

Na Ri dan PD Choi sudah berada di dalam pesawat menuju Thailand. Baru saja Na Ri duduk dan membaca majalah, PD Choi berkata kalau tempat yang Na Ri duduki bukan kursinya. Lalu dimana kursi Na Ri, ternyata Na Ri di tempatkan di ruang ekonomi.

Na Ri mendapat bangku yang berada di tengah, tapi karena penasaran dengan keadaan di luar pesawat, Na Ri pun bergeser dan melihat-lihat ke luar. Tepat disaat itu Jung Won muncul dan sepertinya dia pemilik bangku yang Na Ri tempati. Namun Jung Won tak mempermasalahkannya, dia bahkan membiarkan Na Ri duduk di tempatnya sedangkan dia duduk di bangku Na Ri, mereka berdua tukaran kursi.

Pesawat lepas landas dan Jung Won sudah tertidur disamping Na Ri. Melihat Jung Won yang tampan dan juga baik hati, membuat Na Ri menyukainya.

Saking terpesonanya dengan ketampanan Jung Won, Na Ri sampai hendak mengeajarnya ketika mereka tiba di bandara. Namun usaha Na Ri untuk mengejar Jung Won terhenti karena tanpa sengaja dia bertabrakan dengan Hwa Shin. Karena mereka berdua akan kerja bersama, Hwa Shin pun berpesan pada Na Ri untuk tidak merasa tertekan.

Di mobil, Hwa Shin bertanya dimana kru yang lain. Tak bisa menjawabnya, PD Choi pun mengalihkan topik pembicaraan dengan membahas tentang Na Ri yang dulu mengejar Hwa Shin. Tentu saja Na Ri langsung menghentikannya, karena dia merasa malu jika mereka membahas masa lalu.

“Itu perasaan seseorang yang bukan merupakan tanggung jawabku. Kau ingin aku mengingatnya selama 3 tahun terakhir?” gumam Hwa Shin dan memalingkan wajahnya.

“Kau jelas mengingatnya. Wajahmu memerah,” ucap PD Choi.

Jung Won sudah berada di restoran dan dia melihat keindahan Bangkok dari sana. Dia kemudian menelpon Hwa Shin dan menanyakan keberadaannya. Hwa Shin menjawab kalau sebentar lagi pekerjaannya selesai, jadi dia meminta Jung Won datang ke lokasi, dimana lokasinya berada di samping sungai.

Hwa Shin menghampiri PD Choi dan meminta naskah, namun PD Choi tak memberikannya, dia menyuruh Hwa Shin berganti baju dan make-up terlebih dahulu.

Hwa Shin menunggu di ruang ganti dan saat Na Ri masuk untuk membantunya, Hwa Shin menyuruhnya keluar dan minta dipanggilkan tata rias. Tak lama kemudian Na Ri masuk dengan membawa alat make-up. Walaupun tak suka, Hwa Shin tak bisa menolak saat dimake-up oleh Hwa Shin. Selesai make-up, Hwa Shin minta dipanggilkan penata rambut dan lagi-lagi Na Ri yang masuk dan menata rambut Hwa Shin.

Dengan perasaan sedikit kesal, Hwa Shin berkata kalau dia akan memilih bajunya sendiri, karena pasti tidak akan ada stylist yang datang bersama mereka. Namun Na Ri tetap berkata kalau dia akan menyuruh stylist-nya masuk.

Pintu di ketuk dan Na Ri lagi yang muncul. Dia membawa baju kelap-kelip. Tentu saja Hwa Shin tak mau memakainya. Baju yang Na Ri bawa adalah baju yang dipilihkan oleh divisi kostum, mereka memilih karena yang paling sesuai dengan konsep yang sudah di tentukan.

 

Tak ingin Hwa Shin membuat masalah dengan menggunakan baju yang berbeda dari konsep, Na Ri pun berusaha melepaskan baju yang baru Hwa Shin pakai. Tapi karena Hwa Shin tetap tak mau, jadi mereka sedikit rebut-rebutan dan tanpa sengaja Na Ri melukai dada Hwa Shin.

Bersambung ke Sinopsis Jealousy Incarnate Episode 1 – 2

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis jealousy incarnate episode 1
  • sinopsis jealousy incarnate
  • sinopsis Jealousy Incarnate ep 1
  • sinopsis jealously incarnate
  • sinopsis jealousy incarnate episode 1 part 1
  • sinopsis jealousy incarnate episode 1-20
  • jealousy incarnate sinopsis
  • jealousy incarnate ep 1
  • sinopsis jealousy incarnate episode
  • Sinopsis drama korea jeoulesy increte episode 1
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *