Home » Go Ara » Sinopsis Hwarang Episode 5 – 2

Sinopsis Hwarang Episode 5 – 2

Sinopsis Hwarang Episode 5 – 2, bercerita tentang para Hwarang yang akhirnya masuk markas Hwarang dan yang mengejutkan adalah Maek Jong, Sun Woo, Soo Hoo dan Ban Ryu berada di satu kamar yang sama, hanya ditambah Yeo Wool yang terlihat sedikit kemayu. Melihat mereka berada dalam satu kamar, sepertinya akan jadi cerita yang unik dan menarik untuk disimak, so… jangan kemana-mana ikutin terus ya sinopsisnya…

Sinopsis Hwarang Episode 5 – 1

Sinopsis Hwarang Episode 5 – 2

sumber gambar dan konten dari KBS 2

Ah Ro kemudian teringat sesuatu dan langsung melihat ke arah kamar Sun Woo, menyadari itu Sun Woo reflek menutup pintu kamarnya. Sun Woo langsung berbaring lagi di tempat tidur dan berpura-pura tidur. Ah Ro masuk dengan membawa kotak obat. Dia datang untuk mengobati tangan Sun Woo yang terluka karena pisau. Saat Ah Ro mengobati tangannya, Sun Woo pun harus menahan sakit, dia tak bisa berteriak atau apa karena sedang pura-pura tidur. Sambil mengobati Ah Ro mengatakan apa yang ingin dia katakan, walau Sun Woo tak mendengarnya karena tidur.

“O… Oraboni.. Terimakasih karena tadi….kau datang menyelamatkanku. Selama hidupku aku sudah berpikir kalau…Aku tidak punya siapa-siapa untuk di andalkan dan untuk di harapkan. Ini pertama kalinya… Aku ingin melakukan itu pada seseorang. Aku suka jika….aku punya Oraboni. Pertama kalinya aku merasa seperti ini, Jadi jujur saja, Aku takut….dan aku pikir jika ini benar. Tapi oraboni, karena kau oraboniku… Karena kau benar-benar oraboniku… Jangan terluka. Aku harap… Kau tidak terluka lagi,” ucap Ah Ro dan ketika dia hendak pergi, Sun Woo menangkap tangannya.

“Aku…takut karena dirimu. Aku takut kau akan terluka… dan tidak bisa melindungimu. Ini pertama kalinya bagiku. Bersandarlah padaku… dan mengandalkanku. Kau tidak sendirian lagi,” jawab Sun Woo.

Ah Ro sudah berada di luar kamar Sun Woo dan dia bergumam kalau dia tidak akan bisa bertemu dengan Sun Woo untuk sementara waktu, karena dia akan berangkat besok ke markas Hwarang.

Ratu murka karena tanpa sepengetahuannya, Maek Jong menjadi Hwarang. Pengawalnya kemudian berkata kalau sepertinya itu adalah hal yang bagus, karena Raja selalu tidak aman dimanapun berada, jadi tidak akan ada yang menyangka kalau Raja menjadi salah satu anggota Hwarang dan akan melukainya lagi.

Di penginapannya, Maek Jong mengingat kembali bagaimana keterkejutan Ratu saat melihatnya menjadi salah satu anggota Hwarang. Maek Jong bergumam kalau keinginannya sudah tercapai, tapi sepertinya dia masih merasa belum puas. Diapun bertanya-tanya apa masalah sebenarnya.

Ah Ro pergi ke kamar Sun Woo dan melihat jubah Hwarang-nya masih berada di depan pintu. Diapun mengira kalau Sun Woo masih tidur, jadi dia pun berdehem untuk membangunnya. Tapi karena dia berdehem begitu keras, jadi diapun  batuk-batuk dan langsung minum air yang ada di depan kamar Sun Woo. Tepat disaat itu Sun Woo muncul dan duduk disamping Ah Ro. Ternyata Sun Woo sudah bangun sejak tadi dan bahkan sudah keluar kamar.

“Kau bangun pagi sekali, Oraboni,” ucap Ah Ro.

“Tidak pagi. Ini sudah siang,” jawab Sun Woo

“Ah begitu. Sudah siang ya. Oraboni, ayah sudah pergi…untuk merawat pasien,” ucap Ah Ro sedikit kikuk dan Sun Woo dengan santai bertanya kenapa. Ah Ro mengaku kalau dia sedang berusaha bersikap biasa saja tapi… Ah Ro langsung terdiam dan menatap Sun Woo dengan tatapan tak senang.

“Kenapa kau sangat membingungkan? Apa kau tidak bisa tidak kejam?” tanya Ah Ro dan Sun Woo tak mengerti maksud Ah Ro, jadi Ah Ro pun langsung memberitahunya kalau dia sudah menjahit jubah Sun Woo.

Karena jubah itu ada di samping Ah Ro, jadi Sun Woo pun langsung mengambilnya, reflek Ah Ro langsung menjauhkan dirinya. Dia terlihat tegang karena Sun Woo tiba-tiba mendekatinya seperti itu. Melihat hasil jahitan Ah Ro, Sun Woo bukannya berterima kasih,tapi dia malah mengejeknya dan itu membuat Ah Ro sedikit kesal.

Do Woo dan anak buahnya menghadap Tuan Park dan ternyata orang yang menyuruhnya untuk menahan Sun WOo agar tidak datang ke pelantikan Hwarang adalah dia. Setelah mengetahui informasi kalau seorang patani dalam semalam menjadi anak Ahn Ji dan kemudian dia menjadi Hwarang, Tuan Park pun menyuruh Do Woo pergi, karena menurutnya informasi itu sudah cukup baginya.

Saat hanya berdua saja dengan Tuan Ho, Tuan Park berkata kalau semuanya sudah berjalan seperti yang mereka rencanakan. Dimana Raja memasuki kota, lalu Ratu buru-buru membentuk Hwarang, selain itu seorang petani sudah melihat wajah Raja dan Tuan Park menebak kalau orang yang sudah melihat wajah Raja adalah Sun Woo putra Ahn Ji.

Sun Woo sendiri sedang kebingungan dengan cara memakai jubah Hwarangnya. Ah Ro mengintip dan melihat Sun Woo tak bisa memakai jubahnya, Ah Ro pun langsung masuk dan membantunya. Lagi-lagi mereka bertengkar karena Sun Wo kembali mengatai kalau jahitan Ah Ro begitu payah sehingga membuat Sun Woo kesulitan untuk mengenakan jubahnya lagi.

Melihat Sun Woo sudah rapi, Ah Ro pun melihatnya dari atas sampai bawah dan kemudian berkata kalau Sun Woo sudah terlihat seperti orang normal. Mendengar itu, Sun Woo pun menjawab kalau Ah Ro pasti sudah tahu hal itu sejak awal, bahwa Sun Woo terlihat normal dan tampan, bahkan sangat tampan. Sun Woo mengingatkan Ah Ro lagi saat mereka pertama kali bertemu, dimana saat itu, Ah Ro yang tengah mabuk menyebut kalau Sun Woo punya wajah yang tampan.

“Aku akan melihat pawai Hwarang. Jika kau melihatku, mungkin kau bisa melambaikan tangan,” ucap Ah Ro.

“Tidak mau. Punya adik perempuan… pasti menyulitkan dan menyusahkan. Dan aku harus melambaikan tangan juga?  Ah menyebalkan!” jawab Sun Woo dan itu semakin membuat Ah Ro kesal padanya.

Pawai dimulai dan Wi Hwa memimpin pawai dengan menunggangi kuda, sedangkan para Hwarang berjalan di belakangnya. Semua wanita berkumpul di pinggir jalan untuk melihat para pria tampan dan orang yang banyak penggemarnya adalan Soo Ho dan Ban Ryu.

Joo Ki ikut melihat pawainya dan dia terkejut melihat Wi Hwa menjadi instruktur Hwarang. Dia kemudian berkomentar kalau Wi Hwa terlihat normal dengan pakaian seperti itu.

Sun Woo sibuk melihat orang-orang yang menonton pawai mereka, dia mencari keberadaan Ah Ro. Saking sibuknya mencari Ah Ro, dia sampai tak perduli, teman-teman Ban Ryu membicarakan tentang dirinya. Teman-teman Ban Ryu merasa tak senang pada Sun Woo karena Sun Woo sudah mengalahkan mereka dalam pertandingan sepak bola.

Salah satu teman Ban Ryu kemudian melihat sosok wanita cantik dan bertanya siapa dia? temannya pun langsung memperingatkannya untuk tidak macam-macam, karena wanita itu adalah anak dari Tuan Kim dan adik dari Soo Ho. Wanita itu bernama Soo Yeon dan dia memang cantik dan sepertinya Ban Ryu menyukainya, karena  Ban Ryu terus melihat ke arah Soo Yeon.

Sambil jalan menunggangi kuda, asisten Wi Hwa bertanya apa Wi Hwa tidak takut mengumpulkan semua pemuda itu di satu tempat.

“Apa kau sekarang takut?” tanya Wi Hwa dan asistennya menjawab kalau Wi Hwa jangan menganggap mereka itu sekutu, karena dia ada di Hwarang untuk melaporkan pada ratu semua yang Wi Hwa lakukan. Mendengar pengakuan itu, Wi Hwa pun merasa kalau dia akan punya asisten yang menyusahkan dirinya. Karena tidak fokus pada jalannya, kepala Wi Hwa sampai menabrak sesuatu.

Tuan Park dan Tuan Ho pergi ke Okta dan disana mereka melihat beberapa pemuda yang frustasi karena tak bisa masuk Hwarang, padahal sebelum itu mereka semua memang menolak masuk Hwarang, tapi setelah melihat kelompok Hwarang sangat di elu-elukan di kota, mereka pun jadi iri. Karena kebencian mereka pada Ratu sekarang, akan di manfaatkan oleh Tuan Park untuk membeli mereka.

Salah satu pemuda yang tak diterima sebagai Hwarang adalah Kang Sung. Dia adalah pemuda yang pernah memukul Mak Moon. Diantara yang lain, dialah orang yang paling tidak menyukai Hwarang. Dia beranggapan kalau para pemuda yang masuk Hwarang, karena di dukung jabatan ayah mereka yang tinggi. Melihat Kang Sung marah-marah, Tuan Park tambah begitu senang.

Po Ah menyamar menjadi penjual makana dan tiba-tiba ada seseorang yang hendak mengambil jualannya, dengan cepat Po Ah menangkap tangan pencuri itu. Tapi ternyata orang yang dia panggil pencuri itu adalah Maek Jong. Melihat Maek Jong tak ikut pawai, Po Ah pun mengira kalau Maek Jong memutuskan tak mau lagi jadi Hwarang. Tapi ternyata salah, Maek Jong hanya tak mau mengikuti pawainya saja, karena harga dirinya sebagai Raja tak mengizinkannya untuk melakukan pawai seperti itu. Maek Jong berencana langsung masuk ke markas Hwarang saja.


loading...

Sampai pawai hampir selesai, Sun Woo masih belum melihat keberadaan Ah Ro dan itu membuatnya bertanya kenapa Ah Ro tadi bilang mau datang. Tanpa Sun Woo sadari Woo Reuk ada di barisan penonton dan melihat dirinya. Hmm… di lihat dari topi yang Woo Reuk pakai, sepertinya yang menyelamatkan Maek Jong dan Sun Woo kemarin adalah Woo Reuk, bukan Po Ah.

Ah Ro datang, namun Sun Woo tidak melihatnya karena sudah terlewat. Tepat disaat itu Kang Sung lewat dengan begitu kasar dan dia menabrak Ah Ro. Tanpa sengaja Ah Ro menarik jubah Kang Sung dan membuatnya tersobek. Mendapati pakaian mahalnya robek, Kang Sung langsung memarahi Ah Ro di depan orang banyak. Kang Sung semakin kesal karena Ah Ro tak sanggup mengganti jubahnya yang seharga 20 keping perak dan saat dia hendak memukul Ah Ro, dia menyadari kalau Ah Ro adalah gadis pencerita di Okta. Mendapat ide bagaimana cara mendapatkan uang untuk mengganti jubah miliknya, Kang Sung langsung menarik Ah Ro pergi.

Ah Ro sendiri tak mau pergi dengan Kang Sung dan diapun terus meronta minta di lepaskan. Tiba-tiba seseorang melempar wajah Kang Sung dengan sekantung uang, tak hanya sekali dia dilempar sampai dua kali. Siapa yang melakukan semua itu? dia adalah Maek Jong.

Maek Jong memberikan uang dua kali lipat dari yang Kang Sung minta. Tak terima dengan cara Maek Jong, Kang Sung pun hendak memukul Maek Jong, namun sebelum tangannya sampai ke Maek Jong, Po Ah langsung menyodok perut Kang Sung. Karena Maek Jong punya seseorang yang menjaganya, Kang Sung pun mengurungkan niatnya untuk berkelahi dengan Maek Jong. Walaupun merasa kesal, Kang Sung tetap mengambil uang yang sudah Maek Jong lempar dan kemudian pergi.

Ah Ro berterima kasih dan berjanji akan membalas budi baik Maek Jong. Namun dia hanya akan membayar 20 keping perak saja, untuk uang tambahan yang Maek Jong berikan pada Kang Sung, itu bukan tanggung jawabnya. Maek Jong lalu mengingatkan Ah Ro kalau Ah Ro masih punya hutang padanya. Namun suasana hari Ah Ro sedang tak bagus untuk membahasnya, Ah Ro kemudian berterima kasih lagi atas bantuan Maek Jong saat dia dan Sun Woo menghadapi para preman.

Ah Ro hendak pergi, tapi Maek Jong malah menangkap tangan Ah Ro dan menggambar tanda bulan sabit disana. Hal itu membuat Ah Ro kesal dan reflek menyebut tikus. Mendengar Raja di sebut “tikus”, Po Ah hendak marah pada Ah Ro, namun di cegah oleh Maek Jong.

“Aku dipanggil tikus setelah menyelamatkan seseorang,” komen Maek Jong dan kemudian dia menjelaskan kalau gambar itu adalah tanda pernjanjian. Karena itu adalah tatoo yang Maek Jong bawa dari negeri Barat, maka gambar itu tidak akan mudah dihapus. Maek Jong menambahkan kalau tatto itu sama seperti hutang Ah Ro padanya yang tak akan mudah hilang. Dengan tatapan kesal, Ah Ro berjanji kalau dia pasti akan membayarnya.

==Markas Hwarang==

Semua Hwarang di d bariskan di depan markas Hwarang dan mereka kemudian masuk satu per satu ke dalam markas. Di dalam markas, para Hwarang langsung diberi tugas untuk menghabiskan 3 gelas arak secara berturut-turut. Untuk gelas kedua, sebagian Hwarang sudah terlihat mabuk, apalagi untuk gelas-gelas berikutnya, hanya Maek Jong saja yang tidak mabuk.

Setelah semua anggota Hwarang mengabiskan arak yang ada di meja mereka, mereka kemudian disuruh mengambil kunci kamar dan bagi anggota Hwarang yang mengambil warna sama, maka mereka akan menempati kamar yang sama.

Para Hwarang sudah mendapat kunci kamar mereka masing-masig dan Wi Hwa kemudian mengumukan, “Hari ini, tidak ada hukum dan peraturan. Jika kalian tidak suka dengan kamar kalian, ambil kamar orang lain, selain itu.. Kalian juga boleh mengambil teman sekamar kalian. Kalian bisa melakukannya…sampai besok pagi. Yang kuat akan mendapat kamar yang baik.. dan teman sekamar sesuai keinginan”

Saat hanya berdua, asisten Wi Hwa bertanya kenapa Wi Hwa menggunakan cara seperti itu untuk membagi kamar mereka. Apalagi arak yang diberikan pada mereka, adalah arak yang sangat keras.

“Jika di hari pertama kau memulainya seperti ini… Bagaimana kita bisa bicara soal Taoisme..Konfusius dan mensius kepada mereka?” ucap si asisten.

“Aku tidak berpikir sejauh itu. Kalau begitu, jangan ajari mereka,” jawab Wi Hwa dan si asisten menyebut Wi Hwa tak bertanggung jawab. Wi Hwa lalu mengatakan kalau tujuan dia memberikan arak, agar para Hwarang mengerti bagaimana kerumitan yang ada di dunia.

“Jika mereka harus mati karena minuman keras… atau membunuh orang, Berapa jumlah orang yang akan mereka bunuh nanti? Yang kuat akan menindas yang lemah dan mengambil milik orang lain. Biarkan mereka mencoba semuanya. Jika kau benar-benar peduli, kau bisa mengajari mereka… bertanggung jawab dengan tindakan mereka itu,” ucap Wi Hwa.

Dalam keadaan mabuk, para Hwarang yang lain menyerang Sun Woo. Mereka menghina Sun Woo karena keturunan setengah bangsawan dan bisa masuk menjadi Hwarang. Karena Sun Woo dalam keadaan setengah sadar, jadi dia pun dengan mudah di keroyok oleh mereka semua.

Di kamar, Ah Ro terus kepikiran dengan Sun Woo dan dia berkata kalau Sun Woo pasti akan merasa kesakitan jika tidak di obati.

Sun Woo sudah tak sadarkan diri, dia pingsan karena dipukuli. Tapi ketika para Hwarang itu hendak pergi, Sun Woo sadar dan membalas apa yang mereka lakukan padanya.

Disisi lain, Soo Ho berkelahi dengan Ban Ryu, karena dia tak mau sekamar degan Ban Ryu, begitu juga Ban Ryu. Mereka berkelahi dalam keadaan mabuk, jadi sebelum mereka saling pukul, mereka sudah jatuh dengan sendirinya berkali-kali.

Di ruangannya, Wi Hwa menunggu dengan santai. Tapi asistennya terus ribut, dia khawatir akan ada yang mati diantara mereka semua.

“Kenapa Kau…. sangat mengkhawatirkan mereka? Apa kau sudah… merasa dekat dengan murid-muridmu? Jika belum, apa kau khawatir soal apa yang harus kau laporkan…..kepada Ratu?” tanya Wi Hwa dan si asisten terdiam.

“Siapa yang peduli jika mereka saling membunuh? Jika sekarang ini mereka tidak saling membunuh. Mereka juga akan saling bunuh nanti,” ungkap Wi Hwa.

Soo Ho da Ban Ryu berkelahi habis-habisan, sampai mereka kecapek-an sendiri. Setelah lelah memukuli orang, Sun Woo duduk di tangga. Kebetulan Maek Jong lewat, melihat kondisi Sun Woo yang babak belur, Maek Jong pun bertanya apa Sun Woo baru di pukuli dan Sun Woo mengiyakan. Maek Jong kemudian melihat gelang miliknya yang dipakai Sun Woo.

“Aku dengar kau Anggota Hwarang pilihan Ratu,” ucap Maek Jong.

“Biasanya aku tidak bertanya soal ini tapi… Apa kau pernah dipukul seseorang?” tanya Sun Woo.

“Itu tidak pernah terjadi di kehidupanku.”

“Kau pikir tadi itu… kau baru saja dipukul?”

“Jangan pernah mimpi! Apa kepalamu kena pukul atau apa?” gumam Maek Jong. Karena Sun Woo pingsan, jadi Maek Jong pun menggendongnya masuk ke kamar, kebetulan mereka berada di kamar yang sama. Dalam perjalanan menuju kamar, banyak orang-orang yang menghindarinya. Melihat itu, Maek Jong pun sadar kalau mereka sudah dipukuli oleh Sun Woo.

Wi Hwa kemudian mengatakan tujuan dia melakukan semua itu karena dia ingin mereka semua melepaskan kebencian mereka dan berbaur, sehingga mereka tidak saling membeda-bedakan antara yang satu dan yang lain. Jadi, mereka bisa menghasilkan sesuatu yang baru dari semua ini.

Sampai di kamar, Maek Jong melihat Soo Ho dan Ban Ryu sudah tergeletak disana. Selain kedua orang itu, juga ada Yeo Wool disana.

Karena Maek Jong menatap Yeo Wool dengan tatapan aneh, Yeo Wool pun bertanya, “Kenapa? Apa kau belum pernah melihat pria yang rupawan?”

Tak menjawab, Maek Jong langsung menggeletakkan Sun Woo di tempat tidurnya. Yeo Wool menghampiri Maek Jong dan mengambil kunci kamarnya, dimana kunci kamar Maek Jong abu-abu.

“Apa kita berlima satu kamar? Putra Kim Seub, Soo Ho, Putra Tuan Ho dan anak tiri tuan Young Shil, Ban Ryu. Putra tuan Ahn Ji, Sun Woo. Aku, Yeo Wool. Dan Kau, entah dari mana… tidak tahu asalnya. Berlima. Ini akan menyenangkan. Benar kan?” tanya Yeo Wool dan Maek Jong hanya diam.

bersambung

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis kdrama hwarang ep 1
  • Sinopsis hwarang episode 5 bagian 2
  • sinopsis hwarang ep 5 bag 2
  • adik soo ho di hwarang
  • adik soo ho hwarang
  • ban ryu soo yeon
  • Hero cerita Hwarang
  • episod hweang go ara salah masuk kamar
  • sinopsis hwarang eps5
  • Sinopsis hwarang ep 5 - 2

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *