Home » Go Ara » Sinopsis Hwarang Episode 5 – 1

Sinopsis Hwarang Episode 5 – 1

Sinopsis Hwarang Episode 5 – 1, bercerita tentang Sun Woo, Maek Jong dan Ah Ro yang akhirnya bisa menyelamatkan diri dari para preman. Lepas dari sarang preman, Sun Woo dan Maek Jong pergi ke istana untuk mengikuti pelantikan Hwarang. Untungnya saja mereka belum terlambat. Kemunculan Maek Jong sebagai salah satu anggota Hwarang tentu saja membuat Ratu sangat amat terkejut dan murka, namun dia bisa menahan itu semua setelah mendengar saran dari pengawalnya, kalau tempat yang lebih aman untuk Raja adalah markas Hwarang, karena musuh mereka tidak akan ada yang tahu kalau Raja menjadi Hwarang.

Sinopsis Hwarang Episode 4 || Part 1 || Part 2

Sinopsis Hwarang Episode 5 – 1

sumber gambar dan konten dari KBS 2

Sun Woo tersadar dan mengingat apa yang terjadi sebelumnya. Dia ingat ketika dia sedang bicara dengan Do Woo, tiba-tiba kepalanya di pukul dari belakang oleh anak buah Do Woo dan itu yang membuatnya sampai pingsan. Sun Woo melihat ke samping dan dia mendapati Maek Jong juga di ikat seperti dirinya. Maek Jong sadar dan dia langsung berteriak histeris ketika menyadari tubuhnya di ikat dan digantung.  Melihat itu, Sun Woo langsung menyuruhnya diam, karena kalau tidak Maek Jang bisa jatuh dan kepalanya terbentur lalu pecah.

Sun Woo kemudian bertanya kenapa Maek Jong mengikutinya, tentu saja Maek Jong yang mengatakan alasan yang sebenarnya. Dia berkata kalau para penjahat itu sudah salah kira, mereka pasti mengira kalau dia dan Sun Woo satu tim karena baju mereka sama.

“Kau pasti mengejar gadis itu. Siapa namanya….Ah Ro? Apa kau juga Hwarang? Sebaiknya kau hati-hati. Jika kau ketahuan sedang bersama, separuh bangsawan itu. Levelmu akan turun karena dia yang membuat kita kesini, Dia pasti bukan gadis beruntung,” ucap Maek Jong dan Sun Woo marah mendengarnya. Saking marahnya, dia langsung mengayunkan dirinya dan menendang-nendang Maek Jong. Dia berkata kalau Maek Jong lah yang tidak beruntung. Mereka berdua berkelahi dalam kondisi badan terikat dan digantung seperti itu.

 

Sedangkan para anggota Hwarang yang lain sudah berkumpul di lapangan istana. Melihat Ban Ryu ikut bergabung dengan Hwarang, Soo Ho dan kawan-kawan pun mulai mengatainya. Namun Ban Ryu tak mengubrisnya, karena dia tak mau membuat masalah di depan ayah dan ayah angkatnya.

Yeo Wool  yang ikut berada dalam barisan mendengar ocehan Soo Ho CS dimana mereka berkata kalau Ban Ryu tidak menyukai Ratu, jadi Yeol Woo pun bisa menyimpulkan kalau di dalam Hwarang sendiri ada pihak yang mendukung Ratu dan menentangnya.

Ratu muncul dan langsung duduk di singgasananya. Sambil tersenyum penuh kemenangan, Ratu melihat ke arah Tuan Park dan dalam hati berkata, “Kau lihat itu. Ini Hwarang Ku. Jangan lupakan sedetikpun, mulai sekarang, kehidupan putramu…..ada di genggamanku.”

Seperti bisa mendengar apa yang Ratu katakan dalam hati, Tuan Park pun menjawab dalam hati, “Jangan bersenang-senang dulu. Aku akan segera menemukan Raja….dan merebut Tahtanya.”

Ratu melihat tempat Kim Sun Woo kosong. Dia bertanya pada anak buahnya dan anak buahnya menjawab kalau Sun Woo belum datang. Menyadari hal itu, Ratu langsung melihat ke arah Ahn Ji yang berada di kerumunan penonton.

Tak hanya Ratu yang menyadari kalau orang pilihannya belum datang, Wi Hwa juga bertanya-tanya kenapa orang yang dia pilih belum datang. Orang yang Wi Hwa tunggu adalah Maek Jong dan setahu Wi Hwa namanya adalah Ji Dwi.

Kedua orang yang sedang Ratu dan Wi Hwa cari, sekarang sedang terbelit tali yang menggantung mereka.  Maek Jong akhirnya diberitahu kalau Ah Ro adalah adik Sun Woo dan itu membuat amarah Maek Jong reda. Dia kemudian mengajak Sun Woo untuk mencari cara keluar dari tempat itu dan melanjutkan obrolan mereka di luar. Sun Woo setuju dan dia menyuruh Maek Jong berputar agar belitan mereka terlepas.

Setelah terpisah, Sun Woo menyadari kalau tempat mereka dikurung adalah tempat pembunuhan sapi dan babi. Tapi sepertinya mereka akan membunuh yang lain hari ini. Mendengar itu, Maek Jong terlihat cemas.

Do Woo dan anak buahnya berdiskusi, tentang apa yang akan mereka lakukan terhadap ketiga tawanan mereka. Do Woo berkata kalau mereka tidak boleh membunuh Sun Woo, agar mereka mendapat bayaran lebih mahal. Sedangkan Maek Jong dan Ah Ro, bisa mereka bunuh.

Semua orang diistana sudah mulai gusar, karena acara penobatan Hwarang tak kunjung dimulai.

“Yeo Wool, Menunggu siapa lagi kita? Kenapa tidak dimulai?” tanya seseorang pada Yeo Wool dan Yeo Wool beranggapan kalau Ratu sengaja membuat mereka berdiri seperti itu agar mereka merasa lelah.

Ahn Ji juga merasa bingung kenapa Sun Woo tak kunjung datang, dia bertanya-tanya apa sudah terjadi sesuatu?

Soo Ho terus memandangi Ratu, sehingga teman yang ada di sebelahnya langsung mengingatkan Soo Ho kalau itu adalah Ratu. “Apapun yang kau bayangkan…Itu hanya kisah cinta di Okta,” ingatnya dan Soo Ho membantah tuduhan temannya kalau sekarang dia sedang membayangkan sesuatu tentang Ratu.

Anak buah Ratu kemudian mengingatkan Ratu kalau Ratu tidak bisa menunda acaranya lebih lama lagi. Wi Hwa akhirnya menyadari kalau pemuda pilihan Ratu juga belum datang. Tak mau membuat orang lain protes karena terlalu lama menunggu, Ratu pun akhirnya memulai acaranya.

Di tempat penyekapan, Maek Jong sibuk bersiul sedangkan Sun Woo sibuk membuka ikatan tangannya. Tepat disaat itu, seorang penjagal datang dan kemudian menghampiri Maek Jong, dia hendak membunuh Maek Jong. Di waktu yang bersamaan, Sun Woo berhasil membuka ikatan di tangannya. Dia kemudian menyuru Maek Jong untuk menendang kapak yang penjagal itu pegang.

Kapak berhasil ditendang dan melayang ke atas, dengan cekatan Sun Woo menangkapnya. Sun Woo menggunakan kapak itu untuk memotong tali yang menggantungnya. Namun baru saja turun dari atas, dia langsung diserang si penjagal. Tapi untungnya, Sun Woo berhasil melepaskan kain yang membelit tubuhnya, sebelum dia diserang dengan pisau yang baru penjagal keluarkan.

 

Sun Woo berusaha menyerang si penjagal, namun ternyata si penjagal punya tubuh yang kebal. Bahkan Sun Woo malah terpental sendiri ketika dia berusaha menendang si penjagal.

Do Woo menemui Ah Ro dan menyebut Ah Ro sebagai wanita yang disayangi Sun Woo. Karena itu, Do Woo pun berkata kalau dia akan memperlakukan Ah Ro dengan benar.

Melihat Sun Woo tak bisa mengalahkan si penjagal, Maek Jong pun bergumam kalau dia harus berhasil menyelamatkan diri.

Sun Woo kembali menyerang si penjagal dengan sebongkah daging. Dia pun berhasil mengalahkan si penjagal karena dia menyerang area terlarang. Do Woo masih berada di tempat Ah Ro di sekap dan disana dia mendengar suara sesuatu jatuh.

Sun Woo sendiri sedang duduk santai sambil membalut tangannya yang terluka, sedangkan Maek Jong masih tergantung diatas. Karena Maek Jong masih berkata kasar padanya, jadi Sun Woo pun berniat meninggalkannya. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar Maek Jong memohon  agar Sun Woo menolongnya.

Di istana, Kim Wi Hwa dinobatkan sebagai kepala instruktur Hwarang. Saat ratu memberikan pedang padanya, Wi Hwa bertanya apa Ratu kehilangan pemuda yang dia pilih. Tak mau kalah, Ratu juga menyindir Wi Hwa yang juga kehilangan pemuda yang dia pilih. Wi Hwa lalu bertanya apa pemuda yang Ratu pilih adalah anak Ahn Ji?

“Kalau begitu, dimana kau menyembunyikan dia?” tanya Ratu dan Wi Hwa tidak menjawabnya. Dia langsung berkumandang dan bersumpah kalau dia akan mematuhi peraturan kerajaan, juga menjalankan tugas yang diberikan padanya.

Do Woo bersama anak buahnya masuk ruang dimana Sun Woo dan Maek Jong di sekap. Sepertinya Sun Woo sudah melepaskan Maek Jong, karena Maek Jong sudah tak ada lagi atas. Kemana mereka? tiba-tiba mereka berdua muncul lalu menyerang Do Woo dan anak buahnya.


loading...

Dengan mata ditutup, mulut dibekab dan tubuh diikat, Ah Ro berusaha meminta pertolongan dengan cara menendang-nendang pintu dengan kakinya. Karena apa yang Ah Ro lakukan, Sun Woo dan Maek Jong bisa menemukan keberadaannya.

Maek Jong langsung berusaha melepas penutup mata Ah Ro, tapi sepertinya Ah Ro mengira kalau dia penjahat, jadi Ah Ro pun menggeleng-gelengkan kepalanya dan mengenai pipi Maek Jong. Maek Jong sampai terjatuh karenanya.

Sun Woo langsung membuka suara dan Ah Ro pun jadi tenang. Setelah Sun Woo membuka penutup mata Ah Ro, Ah Ro langsung menangis dipelukan Sun Woo. Ah Ro menangis karena dia pikir Sun Woo dibunuh oleh penjahat itu. Di khawatirkan oleh Ah Ro, Sun Woo pun terdiam dan Maek Jong terlihat tak senang dengan pemandangan itu. Karena dia seperti tak dianggap disana.

“Aku bisa mengerti, tapi bisakah kita pergi sekarang?” ucap Maek Jong dan Sun Woo hendak melepaskan ikatan di tubuh Ah Ro dulu, tapi karena para penjahat sudah keburu datang, Sun Woo pun langsung menggendong Ah Ro.

Saat tengah melarikan diri, Maek Jong melihat bayangan Pa Oh, jadi dia menyuruh Sun Woo untuk pergi bersama Ah Ro, sedangkan dia akan menghalau semua penjahatnya. Walaupun tak percaya Maek Jong bisa menghadapi mereka semua, Sun Woo tetap meninggalkannya sendiri, karena dia ingin menempatkan Ah Ro di tempat yang aman terlebih dahulu.

Maek Jong menyuruh Pa Oh keluar untuk membantunya menghadapi para preman, namun Pa Oh tak kunjung keluar. Alhasil diapun harus menghadapinya sendiri.

Sun Woo menurunkan Ah Ro dan menyuruhnya jalan sendiri ke tempat yang ramai, sedangkan Sun Woo sendiri akan pergi membantu Maek Jong. Saat Sun Woo hendak pergi, Ah Ro menangkap tangannya.

“Jika kau takut, hitung dalam hati sampai 200. Aku akan kembali setelah hitungan ke-200,” janji Sun Woo.

“Aku hanya akan menghitung sampai 150. Jadi jangan sampai terluka dan segera kembali,” pinta Ah Ro dan Sun Woo melepas tangan Ah Ro lalu berjalan pergi.

Maek Jong sudah banyak kena pukul, untungnya Sun Woo cepat datang. Tapi ternyata sama saja, mereka berdua kalah karena dikeroyok. Saat di lempar ke atas, Maek Jang bersiul dan disaat itulah bantuan baru datang. Para preman di panah oleh orang misterius. Mengira kalau orang yang memanah adalah Pa Oh, Maek Jong pun langsung mengajak Sun Woo lari.

Do Woo berteriak marah karena seseorang sudah menyerang mereka secara diam-diam dan disaat itulah, Pa Oh langsung memanah Do Woo. Dia terkena tepat dibagian dadanya.

Diistana, upacara penobatan  Hwarang sudah sampai ke bagian pemberian pedang dan pengucapan sumpah. Semua Hwarang yang hadir sudah dibagikan pedang dan tersisa dua pedang yang belum dibagian. Tentu saja pedang itu adalah milik Sun Woo dan Maek Jong.

Ratu masih berharap Sun Woo datang, jadi dia belum melanjutkan acaranya lagi, sehingga membuat para menteri gusar.

“Aku rasa orang yang sedang kau tunggu masih belum datang,” ucap Tuan Park pada Ratu dan Ratu tak menjawab.

Sambil melihat ke arah Ahn Ji, Ratu bergumam, “Bagaimana dia bisa lari, meninggalkan ayahnya….yang sudah mengasuhnya?”

Tak bisa menunggu lagi, Ratu pun memutuskan untuk melanjutkan upacara. Dia kemudian menerima pedang dari pengawalnya, sebelum Ratu membuka pedang itu, diapun berkata, “Kalian semua yang sudah menerima pedang Hwarang…Harus…”

Ucapan Ratu langsung terpotong karena pintu gerbang istana terbuka dan Sun Woo muncul bersama Maek Jong. Sun Woo langsung masuk ke barisan dan Maek Jong yang berdiri di tengah untuk menerima pedang terlebih dahulu. Ah Ro juga sudah sampa di istana, dia ikut bergabung dengan para penonton yang lain.

Maek Jong menghadap Wi Hwa dan Ratu terlihat marah, namun dia menahannya. Di depan semua orang Maek Jong di panggil dengan sebutan Ji Dwi dan setelah menerima pedangnya, Maek Jong pun menguncapkan sumpahnya.

“Mengapa kau lakukan ini padaku?” tanya Ratu dalam hati dan menatap Maek Jong dengan tatapan tajam.

“Aku putuskan kalau Akulah yang memutuskan…..kapan aku memperkenalkan diriku pada dunia…..Ibunda,” ucap Maek Jong dan dia kemudian masuk ke barisan.

Sekarang giliran Sun Woo saat hendak menerima pedangnya, Sun Woo kembali teringat pada kenangannya bersama Mak Moon, Sun Woo yang asli.

“Bolehkah Aku…..hidup sebagai dirimu? Bolehkah aku melakukan itu?” tanya Sun Woo dalam hati. Tapi karena dia tak bisa mundur lagi dan semua itu dia lakukan demi Ah Ro dan Ahn Ji, jadi Sun Woo pun langsung mengumandangkan sumpahnya dengan lantang.

Setelah semua Hwarang mendapat pedang mereka, Ratu kemudian menarik pedangnya dan berkata, “Hwarang merupakan keyakinan Silla yang baru. Silla tidak lagi negeri yang lemah selain itu… Kita harus menjadi yang terkuat  di antara ketiga kerajaan.”

Ratu kemudian berteriak, “Hwarang, mengabdikan diri kalian kepada Silla…..dan kepada Raja Jinheung!”  dan diikuti oleh semua Hwarang. Semua orang menyambut gembira dengan dibentuknya Hwarang.

Selesai penobatan Hwarang, Sun Woo pulang ke rumah Ahn Ji dan disana, dia menceritakan pada Ahn Ji tentang penyebab dia sampai terlambat. Saat ditanya apa alasan Do Woo mengincar Sun Woo, Sun Woo sendiri tak mengerti alasannya, karena mereka memang selalu berkelahi tanpa alasan.

Sun Woo kemudian meminta maaf karena dia sudah menempatkan Ah Ro dalam situasi berbahaya. Ahn Ji pun meminta Sun Woo untuk tidak menempatkan Ah Ro dalam bahaya lagi, karena kalau sampai dia melakukannya, maka Ahn Ji tidak akan memaafkannya dan tak akan memperbolehkan Sun Woo kembali ke rumahnya.

“Kau ini putra Kim Ahn Ji dan anggota Hwarang. Apapun yang kau lakukan…..menjadi urusanku,” ingat Ahn Ji dan Sun Woo paham akan hal itu.

Sun Woo sudah berada di kamar dan dia melihat jubah Hwarangnya pada sobek,dia pun melepasnya.  Tepat disaat itu Ah Ro masuk dan langsung kaget ketika melihat Sun Woo bertelanjang dada. Sedangkan Sun Woo bersikap biasa saja, dia bertanya kenapa Ah Ro masuk, apa ada sesuatu yang hendak dia katakan.

Ah Ro terlihat ragu saat mengatakanya, sehingga dia hanya menyebut “O” yang dalam bahasa Korea berarti matahari. Sehingga Ah Ro pun langsung meneruskannya dengan berkata kalau matahari sudah terbenam. Tentu saja Sun Woo tidak mengerti maksud ucapannya.

Ah Ro kembali ingin mengatakan sesuatu, namun yang keluar malah ucapan kalau jubah Hwarang milik Sun Woo robek, jadi dia akan menjahitnya. Ah Ro keluar kamar Sun Woo dan Sun Woo sendiri berusaha tidur, namun tak bisa.

Sun Woo hendak keluar, namun tak jadi ketika melihat Ah Ro sedang menjahit jubahnya di luar. Sambil menjahit, Ah Ro kemudian berlatih menyebut panggilan, “Oraboni.”

Ah Ro pun mendumel sendiri, karena sekarang dia bisa menyebut panggilan “oraboni” dengan lancar, tapi saat di hadapan Sun Woo, Ah Ro tak bisa mengatakannya. Padahal Ah Ro ingin mengatakannya malam ini juga. Sun Woo tersenyum mendengar apa yang Ah Ro katakan.

bersambung

 

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis hwarang episode 7
  • sinopsis hwarang ep 5
  • sinopsis defendant episode 5
  • sinopsis hwarang eps 5
  • sinopsis hwarang eps 7
  • sinopsis hwarang eps 9
  • sinopsis defendant eps 5
  • sinopsis drama korea cheese in the trap
  • sinopsis hwarang ep 5 bag 1
  • sinopsis film hwarang
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *