Home » Choi Minho » Sinopsis Hwarang Episode 1 – 2

Sinopsis Hwarang Episode 1 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Hwarang Episode 1 – 2, bercerita tentang A Ro yang ternyata punya kalung yang sama seperti yang dimiliki Mak Moon dan selain itu, ayah A Ro juga sedang mencari-cari putranya yang hilang. Ayah A Ro adalah seorang tabib. Untuk cerita kerajaannya, ternyata alasan Ratu Ji So begitu protektif pada Raja/ Maek Jong karena Maek Jong hanya satu-satunya keturunan keluarga kerajaan dan banyak orang yang ingin membunuhnya. Di akhir episode kita akan melihat pertemuan antara Maek Jong dan A Ro, selain itu kita juga melihat Moo Myung bertemu dengan Soo Ho dan Bun Ryu.

Sinopsis Hwarang Episode 1 – 1

Sinopsis Hwarang Episode 1 – 2

sumber gambar dan konten dari KBS 2

Di dalam rumah kita melihat An Ji Gong sedang mengobati seseorang. Pasien Ji Gong adalah seorang penjual keliling yang selalu mendapat pukulan dan terluka sepanjang waktu, jadi dia sangat berterima kasih karena Ji Gong mau merawatnya.

“Bagaimana dengan… anak itu…,” tanya Ji Gong.

“Itu juga bukan dia. Dia jauh lebih muda dari putramu… dan dia tidak pernah tinggal di ibukota,” jawab pasien dan Ji Gong mengerti. Diapun berterima kasih pada pasien karena sudah mencobanya. Walaupun begitu, pasien itu berpendapat kalau Ji Gong pasti akan menemukan putranya.

“Tidak ada tempat yang… tidak kamu cari selama 10 tahun. Dia akan segera muncul,” ucap pasien yakin dan Ji Gong pun menngiyakan.

Maek Jong sudah memakai pakaian kerajaan dan berdiri di depan tahta Raja. Dia adalah Raja Silla ke 24, Raja Jinheung, Sam Maek Jong. Tepat disaat itu Ratu Ji So muncul dan bertanya kenapa Maek Jong harus datang.

Flashback!
== Tahun ke-27 Raja Bupheung, 11 tahun yang lalu ==

Di istana terjadi penyerangan. Seorang pelayan berlari terburu-buru ke kamar Ratu Ji So dan memberitahunya kalau Raja sudah meninggal. Mendengar itu, Ratu Ji So langsung mengambil pedannya dan melindungi Putra Mahkota. Dia berkata kalau apapun yang terjadi, mereka harus melindungi keturunan keluarga kerajaan yang terakhir, jadi diapun meminta si pelayan untuk memanggil Pa Oh.

Pada Pa Oh, Ratu Ji So meminta dia untuk melindungi Putra Mahkota. Dia harus membuat Putra Mahkota tetap hidup.
Flashback End

Putra Mahkota yang dulunya sangat Ratu Ji So lindungi sekarang sudah besar dan dialah Maek Jong. Ratu Ji So bertanya kenapa Maek Jong datang ke Kerajaan? apa karena Maek Jong tak bisa percaya padanya?

“Apakah aneh jika saya ada disini? Ini aneh jika saya tidak ada disini,” ucap Maek Jong.

“Masih banyak orang di ibukota yang menginginkan nyawamu. Apakah kamu tidak tahu… bahwa kita tidak bisa mempercayai satupun prajurit atau pekerja.. yang masuk kedalam istana?” tanya Ratu Ji So.

“Bagaimana bisa saya tidak tahu? Bisa berjalan-jalan berkeliling dan hidup dengan bebas… semuanya berkat perhatian anda. Akan tetapi, apakah kamu tahu perkataan ini? Kamu bisa menangkap 10 pencuri yang bersembunyi digunung, tapi kamu tidak bisa menangkap salah satu pencuri didalam hatimu. Saya sudah menghabiskan banyak waktu dengan berbagai hal yang salah dan saya hanya memperlajari bagaimana mencurigai orang lain.”

“Apakah kamu takut jika saya mencoba untuk mencuri takhtamu? Apakah kamu tidak mempercayaiku?”

“Apakah kepercayaan adalah permasalahan sebenarnya? Saya hanya… ingin melihat… bagaimana saya menggunakan takhtaku. Saya merasa seperti itu… Jika tidak saya akan melupakan siapa diri saya,” ucap Maek Jong dan Ratu Ji So menyebut Maek Jong sebagai orang yang lemah. Sang Ratu kemudian mengatakan kalau dia sudah memutuskan kapan Maek Jong akan diperkenalkan kepada dunia, jadi sampai saat itu tiba, dia meminta Maek Jong untuk hidup dengan tenang.

Di kediamannya Park Young Sil mendapat kabar kalau tadi malam gerbang ibu kota dibuka dan tak ada prajurit yang berjaga disana. Mendapat informasi itu, Young Sil pun menebak kalau seseorang pasti sudah masuk ke kota pada saat itu dan dia bisa menebak kira-kira siapa orang yang masuk kota.

“Apakah kamu pikir Raja masuk kedalam?” tanya Ho Kong.

“Kira-kira siapa lagi? Apa yang harus kita lakukan sekarang?” tanya Young Sil dan Ho Kong pun berkata kalau dia akan mencari pembunuh bayaran.

Maek Jong sudah berada di rumah persembunyiannya dan dia terus menatap gelang yang dia pakai.

Disisi lain, Mak Moon sedang menunggu kedatangan Moo Myung. Dia kemudian melihat seseorang berpakaian hitam dan bercadar menyelinap masuk. Melihat orang itu, Mak Moon pun bertanya-tanya apa itu Moo Myung atau bukan.

Pria yang menyelinap itu kemudian masuk sebuah kamar dan menancapkan parang yang dia bawa ke seseorang yang sedang tertidur. Tapi ternyata yang berbaring di tempat tidur, bukanlah orang, melainkan bantal. Siapa yang hendak pria itu bunuh? orang itu adalah Maek Jong. Maek Jong kemudian keluar dan mengalahkan pria tersebut. Melihat parang berkarat yang pria itu bawa dan tak ada sedikitpun keahlian bela diri, Maek Jong pun bertanya berapa yang orang itu dapat untuk membunuhnya.

“Dia mengatakan jika saya membunuh seorang bangsawan, dia akan memberikan saya… tiga karung beras,” jawab pria itu. Mendengar harga nyawanya hanya 3 karung beras, Maek Jong pun tertawa dan kemudian melempar pria itu ke lantai.

“Tiga karung beras? Apakah kamu mendengarnya, Pa Oh?” tanya Maek Jong pada Pa Oh, namun yang datang bukan Pa Oh, melainkan pengawal utusan Ratu Ji So. Melihat pengawal datang, pria itu pun langsung beranjak dan hendak melukai Maek Jong, untungnya si pengawal bergerak dengan cepat dan langsung menebas pria itu.

“Apakah anda baik-baik saja, Yang Mulia?” tanya si pengawal dan diluar Mak Moon berusaha melihat ke dalam rumah, karena dia penasaran dengan pria yang menyelinap tadi.

Pa Oh datang dan Maek Jong berkata kalau pria yang menyelinap itu hanya petani yang tidak tahu apapun. Jadi kenapa si prajurit harus membunuhnya? si Prajurit menjawab kalau petani itu sudah melihat wajah Raja.

“Siapa yang berpikir dia akan membunuh Raja… untuk 3 karung beras?” ucap Maek Jong.

 

“Itu adalah perintah Yang Mulia Ratu,” jawab prajurit dan Maek Jong terlihat kesal, karena dia tak bisa menentukan keputusan apapun. Yang berkuasa di kerajaan Silla hanya Ratu Ji So.

Maek Jong keluar rumah dan dia melihat Mak Moon berdiri di depan rumahnya. Melihat Mak Moon terlihat ketakutan dan kemudian melarikan diri, si prajurit pun langsung mengejarnya. Mak Moon berhasil lolos dari kejaran di prajurit atas bantuan Moo Myung yang tiba-tiba menangkap dirinya.Pada Moo Myung, Mak Moon mengaku kalau dia baru saja melihat Raja.

Mereka kemudian tidur di sebuah gudang dan Mak Moon memberitahu Moo Myung kalau tadi dia benar-benar mendengar pria itu di panggil dengan sebutan “Yang Mulia.” Namun Moo Myung tidak percaya, karena menurutnya mana mungkin Raja tidur di penginapan.

loading...

Moo Myung kemudian meminta kalung milik Mak Moon, karena dia ingin membantu Mak Moon mencari keluarganya. Dia tak bisa membiarkan Mak Moon keliling kota sekarang, karena dia sedang di kejar-kejar banyak orang. Tinggi badan Mak Moon sangat mencolok dan itu bisa dengan mudah dikenali orang. Mereka berdua kemudian bisa ketemuan di Okta.

Keesokanharinya, Moo Myung langsung berkeliling kota dengan membawa kalung Mak Myung. Dia bertanya ke beberapa pedagang, namun mereka tak tahu tentang kalung tersebut. Berada di tengah-tengah pasar, Moo Myung pun teringat kembali dengan pertemuan pertamanya dengan A Ro. Dia tersenyum ketika mengingat A Ro berkata kalau dia tampan.

Mak Moon sudah berada di Okta, ternyata itu adalah tempatnya bersenang-senang, seperti club lah kalau sekarang. Saat asik melihat wanita cantik lalu lalang, Mak Moon melihat A Ro dan dia melihat A Ro mengenakan kalung yang sama persis dengan miliknya. Mengira kalau kalung itu adalah kalung miliknya, Mak Moon pun mengejar A Ro, tapi tak dapat karena A Ro masuk gedung, sedangkan Mak Moon tidak diperbolehkan masuk.

Di dalam gedung semua orang bersenang-senang. Disana juga ada panggung untuk menari. Tak lama kemudian Ban Ryu datang bersama temannya dan semua wanita langsung melihat kearahnya. Di belakang Ban Ryu menyusul So Ho masuk ke tempat itu bersama teman-temannya, kepopuleran So Ho tak kalah dengan Ban Ryu, dia juga banyak disukai para wanita.

So Ho dan Ban Ryu sepertinya tak saling akur dan selalu berselisih, karena saat mereka bertemu, So Ho langsung mengungkapkan rasa tak senang. Salah satu wanita yang berkunjung disana kemudian berkata kalau dibandingkan antara So Ho dan Ban Ryu, pasti Soo Ho yang terlihat lebih baik. Tentu saja Soo Ho senang mendengarnya, namun wanita lain berkkata kalau Ban Ryu adalah bangsawan terbaik diantara para bangsawan terbaik dan sebagian wanita disana setuju dengan pendapat itu. Mendengar hal itu tentu saja membuat Soo Ho bertambah jengkel pada Ban Ryu.

Maek Jong berada di sebuah ruangan dan di melihat wajahnya di pantulan air yang ada di gelas. Di ruangan lain, beberapa wanita berkumpul untuk mendengar cerita A Ro.

Mak Moon masih berusaha untuk masuk ke dalam gedung dan dia pun berpura-pura menjadi pengangkut bahan-bahan makanan.

Di dalam, A Ro sudah memulai ceritanya dan Maek Jong tak sengaja ikut mendengar, karena dia berada tepat disamping ruangan A Ro bercerita. Tak hanya Maek Jong yang ikut mendengar, Soo Ho dan kawan-kawannya juga ikut mendengar cerita A Ro. Mereka bahkan begitu antusiasnya mendengarkan cerita A Ro.

Ban Ryu dan teman-temannya juga ikut mendengar, namun hanya teman-temannya saja yang begitu senang mendengar cerita A Ro, Ban Ryu sendiri terlihat cuek dan dia hanya fokus pada bukunya. Minuman mereka habis dan Ban Ryu menyuruh temannya yang bernama Kang Sung untuk mengambilnya. Kang Sung pun merasa kesal karea alasan Ban Ryu menyuruhnya mengambil minuman karena pangkat ayah Kang Sung yang paling rendah diantara mereka semua.

Moo Myung menemui Joo Ki dan bertanya apa dia pernah melihat kalung yang dia bawa. Joo Ki pun menjawab kalau dia seperti merasa akrab dengan bentuk liontin kalungnya, namun Joo Ki lupa pernah melihatnya dimana. Melihat Moo Myung datang dengan menggunakan topi jerami dan sebagian wajahnya tertutup, Joo Ki pun dalam hati menebak kalau wajah Moo Myung pasti jelek. Joo Ki kemudian berkata pada Moo Myung kalau kalungnya ditinggalkan padanya, maka Joo Ki berjanji akan mencari tahunya.

Moo Myung mengangkat sedikit topi jeraminya, sehingga wajahnya jadi terlihat jelas. Melihat itu, Joo Ki dalam hati berkata kalau dia salah, karena ternyata Moo Myung tidak jelek, tapi tampan. Moo Myung memberitahu Joo Ki kalau kalung itu adalah milik temannya, jadi dia tak bisa meninggalkannya. Namun Moo Myung tetap meminta Joo Ki mencari tahu tentang kalung tersebut.

Si pemilik kalung sekarang sudah masuk ke ruang clubing dan semua mata langsung mengarah padanya, karena dia begitu kumal. Mak Moon akhirnya menemukan ruangan A Ro dan melihat A Ro masih menggunakan kalung seperti miliknya. Mak Moon berusaha memanggil A Ro tapi dia malah membuat dirinya dalam masalah, karena dia tak sengaja menyenggol Kang Sung dan membuat minuman yang Kang Sung bawa jatuh ke lantai.

Melihat penampilan Mak Moon, Kang Sung tau kalau Mak Moon bukan penduduk ibu kota, jadi dia meminta lihat surat izin masuk tempat hiburannya. Tak bisa menunjukkannya, Mak Moon hendak pergi, namun dicegah oleh Kang Sung yang langsung menangkap tangan Mak Moon dan sedikit memelintirnya. Kang Sung yang memang dalam suasana hati tak bagus, merasa senang mendapatkan orang yang bisa dia jadikan pelampiasan.

Di sisi lain, A Ro terus bercerita dan semua orang menikmati ceritanya, termasuk Maek Jong.

Diluar, Kang Sung mulai memukuli Mak Moon. Dia benar-benar melampiaskan kekesalannya pada Mak Moon. Mendengar ada keributan, Soo Ho keluar dan ketika melihat kalau Kang Sung yang membuat keributan, Soo Ho pun menyebutnya sebagai sampahnya Ban Ryu. Tak lama kemudian, Ban Ryu dan teman-temannya juga datang. Ban Ryu bertanya apa yang Kang Sung terjadi?

“Sialan. Dari semua keberuntungan. Saya harus melihatmu dua kali dalam sehari,” gumam Soo Ho saat kembali bertemu dengan Ban Ryu.

“Jika kamu kekurangan keberuntungan, setidaknya kamu memiliki keberuntungan yang bagus. Jangan menyentuhku… jika kamu mau pulang kerumah dengan wajah utuh,” jawab Ban Ryu dan Soo Ho hampir emosi, untungnya saja ditahan oleh kedua temannya.

Salah satu wanita kemudian masuk ruangan A Ro dan memberitahu mereka semua kalau Ban Ryu dan Soo Ho sedang bertarung. Karena mereka berdua adalah dua pria terpopuler, jadi semua wanita pun keluar untuk melihat. Mereka meninggalkan A Ro sendirian di ruangannya.

Saat A Ro sendirian, Maek Jong datang menemuinya. Saat Maek Jong masuk, semua lilin mati dan itu membuat A Ro ketakutan, sampai-sampai dia menutup matanya. A Ro tak berani melihat Maek Jong. A Ro tersudut dan saat dia hampir terjatuh, Maek Jong menangkapnya. Reflek A Ro membuka matanya dan dia bisa melihat dengan jelas wajah Maek Jong. Ternyata Maek Jong menemui A Ro karena dia ingin mendengar cerita selanjutnya.

Di luar, semua orang melihat Kang Sung menyiksa Mak Moon. Dia bahkan menginjak kepala Mak Moon dengan sepatunya. Dia menyiksa Mak Moon dengan alasan karena Mak Moon tidak punya izin masuk tempat itu, bahkan Kang Sung berniat membunuhnya. Ketika Kang Sung hendak menebaskan pedangnya, tiba-tiba seseorang melemparnya dengan dadu. Hmmm…. dadu? siapa orang itu? tentu saja orang itu adalah Moo Myung. Dia datang untuk menyelamatkan sahabatnya.

“Topi jerami?” ucap Soo Ho dan tersenyum.

Moo Myung mengambil kembali dadunya dan berkata, “Saya percaya hidup merupakan keberuntungan,” ucap Moo Myung dan menunjukkan wajahnya. “Tapi kamu… tidak beruntung hari ini,” sambung Moo Myung dan Kang Sung bertanya siapa Moo MYung, namun Moo Myung tak mau menjawabnya. Moo Myung menanyakan apa Mak Moon baik-baik saja dan Mak Moon menjawab iya.

“Tapi saya tidak baik-baik saja,” ucap Moo Myung dan Kang SUng langsung mengayunkan pedangnya, namun Moo Myung dengan mudah mengalahkannya. Melihat itu Soo Ho tambah senang, dia merasa dapat tontonan bagus.

Moo Myung kemudian membuat lingkaran dengan menggunakan pedang yang berhasil dia ambil dari Kang Sung.

“Jika hukummu adalah membunuh orang-orang yang masuk kedalam ibukota, hukumku adalah memukul bangsawan yang melewati garis ini. Jika kamu ingin membunuhnya, lewati garis ini,” ucap Moo MYung.

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis hwarang ep 7
  • Drama korea romantic doctor
  • sinopsis drama korea the legend of the blue sea

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *