Home » Goblin » Sinopsis Goblin Episode 8 – 2

Sinopsis Goblin Episode 8 – 2

Sinopsis Goblin Episode 8 – 2, bercerita tentang Wang Yeo yang akhirnya tahu kalau Eun Tak bekerja di restoran Sunny. Di akhir episode banyak yang terjadi, mulai dari Wang Yeo yang merasa ada sesuatu dengan adik Kim Shin, Wang Yeo yang memberitahu Eun Tak tentang akibat jika pedang Kim Shin di cabut, dan juga Dewa memberitahu Kim Shin tentang dampak jika pedang yang ada di tubuhnya tidak segera di cabut.

Sinopsis Goblin Episode 8 – 1

Sinopsis Goblin Episode 8 – 2

sumber gambar dan konten dari tvN

Di restoran, Eun Tak terus teringat pada teman hantunya itu, dia penasaran dengan apa yang terjadi dengan teman hantunya itu sebenarnya. Tepat disaat itu, Wang Yeo datang dan keduanya sama-sama terkejut melihat satu sama lain direstoran itu. Wang Yeo bertanya kenapa Eun Tak harus bekerja di restoran ayam itu, padahal masih banyak restoran lain di Korean dan Eun Tak menjawab kalau restoran ayam itulah yang ditunjukkan oleh Kim Shin.

Eun Tak lalu bertanya apa yang membuat Wang Yeo datang ke restoran ayam dan Wang Yeo pun menjawab karena dia ingin membeli ayam. Tentu saja Eun Tak tidak percaya karena yang dia tahu, Wang Yeo adalah vegetarian. Walaupun begitu, Wang Yeo tetap ingin membeli ayam plus dengan lobak tambahan.

Tepat disaat itu, rombongan anggota bisbol datang dan salah satunya adalah kakak kelas yang sangat Eun Tak idolakan. Tak mau kakak kelasnya itu melihat Wang Yeo, Eun Tak pun langsung memakaikan topi malaikat pada Wang Yeo dan menyuruhnya diam di sudut restoran.

Ayam yang Wang Yeo beli, dia berikan pada Kim Shin. Tak hanya sekali, Wang Yeo memberikan ayam pada Kim Shin untuk makan malam berkali-kali, sehingga membuat Kim Shin bosan makan ayam. Eun Tak muncul dan mengajak Wang Yeo bicara. Sebelum pergi bicara dengan Eun Tak, Wang Yeo mengeluarkan ayamnya lalu menyuruh Kim Shin makan duluan dan dia sendiri akan kembali sebelum ayamnya dingin.

Eun Tak bertanya kenapa Wang Yeo terus datang ke restoran tempat dia bekerja, apa semua itu karena Wang Yeo sedang megejar bos-nya. Wang Yeo menjawab kalau dia hanya ingin melihat Sunny saja, jadi selama Eun Tak tetap diam, segalanya akan damai.

Eun Tak menjawab kalau Wang Yeo lah yang harus tetap diam. Dia ingin Wang Yeo untuk tidak mengungkit soal Tae Hee yang datang ke restoran ayam dan tersenyum pada Eun Tak, juga menambah dua ayam lagi untuk dibawa pulang. Eun Tak ingin membuat hal itu menjadi rahasia antara mereka berdua saja.

“Rahasia?” tanya Kim Shin yang tiba-tiba muncul. Ternyata sejak tadi dia mendengar apa yang Eun Tak katakan. “Dia mengunjungi tempat kerjamu? Dia tersenyum padamu?” tanya Kim Shin dengan nada kesal.

“Tentu, kau mungkin ingin merahasiakan senyumannya, tapi kenapa makanan untuk dibawa pulang? Jujurlah padaku. Berapa banyak kupon yang kamu berikan padanya?” tanya Wang Yeo penasaran dengan kupon. Namun Kim Shin menyuruhnya diam, karena dia lebih penasaran dengan berapa kali Tae Hee mengunjungi tempat kerja Eun Tak. Tapi Wang Yeo masih tak mau diam, dia masih penasaran dengan kupon yang Eun Tak berikan.

“Aku bilang, diamlah,” ucap Kim Shin kesal dan dia kemudian memberitahu Eun Tak kalau dialah orang yang dulu mengizinkan Tae Hee bermain bisbol, karena Kim Shin dulu adalah penjaga Tae Hee.

“Anggap saja perkataanmu benar. Namun, tidak mungkin semuanya kamu. Tekad cinta pertamaku, Tae Hee, memainkan peran besar. Apa kamu tidak tahu tentang tekad manusia? Lihat saja aku. Aku akhirnya berhasil menggenggam pedangmu. Aku tidak akan membiarkanmu menjadi tampan,” ucap Eun Tak kesal dan kemudian berjalan pergi.

Kesal, Kim Shin kemudian bertanya pada Wang Yeo tentang bagaimana proses kamatian tidak wajar. Dia ingin tahu dasar-dasarnya, setelah itu dia yang akan mencoba melakukannya sendiri. Kalau Wang Yeo mau memberitahunya, maka dia akan membantu Wang Yeo mendapatkan kupon ayam itu.

Namun Wang Yeo tak mau menjawab pertanyaan Kim Shin, dengan alasan kalau dia bisa meminta kuponnya langsung pada Eun Tak. Melihat Wang Yeo tak mau membantunya, Kim Shin pun bertambah kesal.

Tae Hee pulang ke rumah dan terkejut ketika melihat piano miliknya kembali. Sang ibu juga terheran-heran karena tak ada seorang pun yang melihat piano itu di kembalikan.

Pulang sekolah, Eun Tak di panggil oleh teman sekelasnya, yang saat itu pernah membantu Eun Tak saat di bully. Tahu kalau Eun Tak bisa berkomunikasi dengan hantu, si teman bertanya apa Eun Tak tidak bertanya hasil ujian masuk universitasnya dan tentu saja Eun Tak menjawab tidak, karena para hantu yang dia kenal tak ada yang memberitahunya tentang hal seperti itu.

Saat Eun Tak hendak pergi, si teman memberitahunya kalau mereka sudah sekelas selama 3 tahun, tapi baru sekarang mereka berbincang cukup lama. Sebelum berpisah, mereka sama-sama menyemangati satu sama lain, karena mereka akan mengikuti tes wawancara.

Dalam perjalanan menuju halte, Eun Tak teringat saat dia diantar Kim Shin sekolah melalui pintu yang ada di pinggir jalan. Ketika melangkahkan kakinya lagi, dia kemudian melihat Kim Shin yang sepertinya sedang menunggu dirinya. Kim Shin datang untuk memberikan syal merah Eun Tak yang ketinggalan. Tak hanya diberikan, Kim Shin bahkan memakaikan syal tersebut.

“Jangan terlalu cemas dan jangan gugup,” pesan Kim Shin karena Eun Tak akan melakukan tes wawancara. Kim Shin juga menawarkan untuk mengantar, namun Eun Takk menolak dengan alasan dia bukan anak kecil. Mendengar pengakuan kalau Eun Tak cemburu, Kim Shin pun menjawab kalau dia merasa senang akan hal itu.


Bus yang Eun Tak tunggu datang dan tepat disaat itu seorang pria pencopet mengayuh sepedanya dengan kecepatan tinggi. Karena pria itu ngebut, pria itu akhirnya menabrak seorang penjual di pinggir jalan dan dia sendiri terpental ke jalan raya. Sebuah mobil datang dan menabrak si pria pencopet, karena tabrakan kecil itu, lalu lintas di jalan jadi kacau dan jadilan kecelakaan besar. Bis yang Eun Tak naiki juga ikut dalam kecelakaan tersebut. Semua orang dalam mobil itu mati dan luka parah karena bisnya di tabrak oleh sebuah truk besar. Anehnya, dalam bis iitu kita tidak melihat keberadaan Eun Tak, padahal Eun Tak jelas-jelas berada di dalam bis itu.

Ternyata semua itu masih dalam penglihatan Kim Shin tentang masa yang akan datang dan sekarang, bisnya masih berada di depan Kim Shin. Menyadari kalau Eun Tak tidak ada dalam kecelakaan itu, Kim Shin pun mulai bertanya kenapa.

Bis berjalan dan salah satu penumpangnya berkata kalau ibunya pasti akan membunuhnya kalau dia kembali gagal dalam wawancara, jadi dia sangat berharap kalau hari ini dia mengalami kecelakaan mobil. Mendengar itu, teman sebangkunya langsung berkata agar dia tak mengatakan hal-hal seperti itu dan mengingatkannya untuk lebih hati-hati pada apa yang dia katakan. Eun Tak sendiri sedang tersenyum pada bayi yang sedang berada di pangkuan ibunya.

Di sebuah halte, semua malaikat pencabut nyawa berkumpul. Rekan Wang Yeo mengeluh lelah dan ngantuk. Tepat disaat itu junior Wang Yeo datang dan memberikan kopi pada Wang Yeo, melihat itu rekan Wang Yeo protes karena si junior hanya memberikan kopi pada Wang Yeo saja. Wang Yeo lalu menjawab kalau dia yang menyuruh si junior melakukannya dan si rekan mengerti karena kemarin dia sudah membuat Wang Yeo membayar semua makan makan mereka dan ini adalah bentuk balas dendam Wang Yeo.

Para malaikat banyak berkumpul disana kerena hari ini akan ada kecelakaan besar dan banyak yang mati. Wang Yeo sendiri akan membawa jiwa seorang ibu dan anaknya. Sepertinya itu adalah milik ibu dan anak yang ada di depan Eun Tak. Kembali akan mengambil jiwa sepasang ibu dan anak, Wang Yeo pun bergumam kalau dia harus menyediakan surga yang lain.

Kim Shin yang menyadari kalau bis Eun Tak akan kecelakaan, diapun langsung berusaha mencegahnya. Tak berhasil menghentikan si pencopet, Kim Shin pun menemui si pejual kaki lima yang sedang menyusun barang-barang. Ya, dia baru datang dan hendak membuka dagangannya. Kim Shin berkata pada si penjual kalau dia akan membeli semua dagangannya.

Setelah berhasil mengurus si penjual, Kim Shin kemudian menjagal kaki si pencopet sehingga membuat si pencopet jatuh, sebelum dia sampai ke jalan raya. Si pencopet juga masih ingat pada Kim Shin, dia ingat kalau Kim Shin adalah pria yang dia lihat di halte. Tak hanya membuat si pecopet jatuh dari sepeda, Kim Shin juga menerbangkan sepeda si pencopet dan membengkokkan rodanya. Kim Shin juga berhasil mengambil dompet-dompet yang pria itu copet.

Tanpa membuka dompet, Kim Shin menyebutkan jumlah uang yang ada di setiap dompet dan bahkan dia juga tahu ada kupon makanan di salah satu dompet.

“Kamu tahu berapa banyak orang yang akan mati karena perbuatanmu?” tanya Kim Shin.

“Siapa kamu? Kamu polisi?” tanya si pencopet saat dia kaget melihat isi dompet itu sama persis dengan yang Kim Shin sebutkan.

“Orang yang kamu copet itu akan didiagnosis alami patah tulang dan butuh waktu pemulihan 3 pekan. Dia akan kehilangan pekerjaannya jika dia beristirahat selama itu, jadi, dia bekerja tanpa memakai gips selama tiga pekan karena kamu.”

“Apa yang kamu bicarakan? Dompet ini milikmu?”

“Gaji bulanannya terpakai untuk biaya pengobatan. Kamu membuatnya alami syok karena patah tulang yang tidak diobati,” jelas Kim Shin dan si pencopet itu pun mengeluarkan pisaunya. Dia menyuruh Kim Shin diam dan menuntut Kim Shin untuk menjawab siapa dia sebenarnya.

“Bukan keinginanku untuk harus menyelamatkan orang seperti kamu, tapi akan ada efek samping akibat mencampuri kehidupan manusia. Tapi jangan berpikir hukumanmu sudah berakhir. Kamu akan dihukum bahkan setelah kematianmu. Namun, mata untuk mata dan gigi untuk gigi. Ini adalah caraku melakukan sesuatu. Ini akan sedikit menyakitkan. Kalau mau, tahanlah,” ucap Kim Shin yang kemudian memelintir tangan si pencopet dengan matanya. Tepat disaat itu, bis Eun Tak lewat tanpa mengalami kecelakaan apapun.

Merasa sudah waktunya kecelakaan terjadi, para malaikat maut pun bersiap di pinggir halte. Bis yang Eun Tak naiki berhenti tepat di halte tersebut. Eun Tak melihat Wang Yeo dan melambaikan tangannya. Wang Yeo tanpa sadar membalasnya, sehingga si junior bertanya apa Eun Tak bisa melihat Wang Yeo dan mereka semua. Menurut rekan Wang Yeo memang ada beberapa orang yang punya penglihatan seperti itu sebelum mereka mati. Mendengar itu, Wang Yeo langsung bertanya apa ada diantara mereka yang punya nama EUn Tak di daftarnya dan ternyata tak ada. Rekan Wang Yeo juga menyadari kalau ada tambahan di dalam bus, padahal yang dia tahu semua orang di dalam bus itu akan mati.

“Tunggu, apa yang terjadi ketika ada tambahan?” tanya si junior dan Wang Yeo menjawab kalau tidak akan ada kecelakaan hari ini. Setelah bis pergi, Wang Yeo melihat Goblin di seberang jalan.

Semua malaikat pencabut nyawa kebingungan, karena kecelakaan yang mereka tunggu sejak tadi tak terjadi dan tak ada yang meninggal, padahal mereka semua berkumpul di tempat itu untuk mengambil jiwa mereka.

“Ini tidak pernah terjadi padaku dalam 300 tahun karierku. Sekarang kita harus bagaimana?” tanya rekan Wang Yeo dan si junior juga mengaku kalau ini kali hal pertama untuk dirinya. Dia menganggap kalau semua itu adalah mujizat bagi manusia yang ada di dalam bis tersebut.

Si Junior kemudian bertanya pada Wang Yeo, tentang bagaimana dia tahu kalau kecelakaan itu tidak akan terjadi. Sebelum menjawab, Wang Yeo melihat kembali ke seberang jalan, tempat Si Goblin berdiri, tapi dia sudah tak ada lagi disana. Kemana Kim Shin? ternyata dia sudah berada di belakang Wang yeo.

Saat melihat Kim Shin, semua malaikat pencabut nyawa bisa tahu kalau dia adalah Goblin. Kim Shin muncul untuk mengajak Wang Yeo bicara.

Mereka sekarang sudah berada di tempat Wang Yeo selalu memberi teh pada jiwa yang dia ambil. Pada Wang Yeo, Kim Shin mengaku bingung kenapa dia tak melihat Eun Tak dalam kecelakaan itu, bahkan Kim Shin juga bisa melihat masa depan Eun Tak 10 tahun yang akan datang. Wang Yeo menjawab kalau kecelakaan itu bukanlan takdir Eun Tak, jadi Kim Shin tak bisa melihat Eun Tak, bahkan sepertinya Eun Tak menjadi variabel dalam kecelakaan itu karena Kim Shin menyelakakannya.

Wang Yeo mengungkapkan kekesalannya pada Kim Shin, karena gara-gara Kim Shin ingin menyelamatkan Eun Tak, akhirnya Wang Yeo yang kerepotan, sebab orang-orang yang seharusnya mati, jadi tak jadi mati dan itu akan membuat Wang Yeo bekerja lembur. Saking kesalnya, Wang Yeo bahkan bertanya apa Kim Shin tak ada niat untuk kembali menjadi abu. Namun melihat ekspresi Kim Shin jadi berubah sedih, Wang Yeo langsung berkata kalau dia hanya bercanda.

Kim Shin lalu memberitahu Wang Yeo kalau Eun Tak sudah bisa memegang pedangnya, bahkan pedangnya sedikit bergerak, karena hal itu, Kim Shin hampir membunuhnya. Wang Yeo lalu bertanya apa Kim Shin tidak berencana untuk memberitahu Eun Tak yang sebenarnya. Tentang apa yang akan terjadi jika dia mencabut pedang Kim Shin. Kim Shin menjawab kalau dia ingin menyembunyikan hal tersebut selama mungkin, bahkan sampai 80 tahun. Tapi Kim Shin merasa kalau dia tak akan bisa menyembunyikan semuanya dari Eun Tak.

Eun Tak baru selesai melakukan wawancara dan saat dia menunggu di halte bis, Kim Shin datang menjemputnya. Tentu saja Eun Tak senang, Kim Shin menjemputnya. Di mobil, Eun Tak melihat banyak kaus kaki dan pada Eun Tak.

“Itu menandakan 10-20 tahun ke depan dari orang yang kuselamatkan tadi,” ucap Kim Shin tentang kaus kaki itu.

“Kamu memutuskan menjual semua kaus kaki ini untuk menafkahiku selama 10-20 tahun ke depan? Karena aku menanyakan kenapa kamu tidak bekerja?” tanya Eun Tak.

“Kamu mau membantu?” tanya Kim Shin dan Eun Tak mengiyakan karena dia sekarang punya waktu senggang. Kim Shin pun tertawa mendengarnya.


loading...

Di rumah, Eun Tak mulai berolahraga dan dia berkata melakukan semua itu agar menjadi kuat sehingga lain kali bisa mencabut pedang Kim Shin dengan sekali cabut. Mendengar itu, Kim Shin langsung terlihat tak nyaman dan diapun meminta agar Eun Tak tidak terlalu memaksakan diri.

“Kenapa kamu terdengar enggan?” tanya Eun Tak dan Kim Shin melihat ada kupu-kupu datang. Jadi dia meminta Eun Tak pergi dulu dengan alasan dia harus berbicara dengan seseorang.

Dengan siapa Kim Shin ingin bicara? ternyata dia berbicara dengan kupu-kupu. Pada kupu-kupu, Kim Shin mengeluh tentang hukuman yang diberikan padanya, Kim Shin mengaku kalau semua itu sangat berat baginya.

Dari dapur, Eun Tak melihat apa yang Kim SHin lakukan dan dia pun bergumam, “Apa dia masih sakit?”

Kim Shin kembali menghampiri Eun Tak dan berkata, “Aku sungguh tidak suka ini. Harus menyukaimu… Itu tindakan paling bodoh bagiku.”

“Barusan kamu bilang apa padaku?” tanya Eun Tak kaget.

“Tidak apa-apa kalau tidak dengar.”

“Aku dengar semuanya.”

“Bagus,” jawab Kim Shin dan pergi.

Di kamar, Eun Tak bertanya-tanya apa Kim Shin barusan menyatakan cinta padanya. Menyadari hal itu, membuat Eun Tak senyum-senyum sendiri.

Sunny masih berada direstoran. Seperti biasa, dia minum sambil menghitung orang yang lewat. Tepat dihitungan ke 50, orang yang muncul adalah Wang Yeo. Wang Yeo datang karena Sunny tak mengangkat teleponnya. Sunny sendiri terkejut, dia langsung memeriksa ponselnya dan ternyata Wang Yeo sudah menelponnya sebanyak 10 kali. Sunny mengaku kalau dia memang tak memeriksa ponselnya, karena Wang Yeo memang tidak pernah menelponnya duluan.

Mereka sekarang jalan berdua dan ternyata Wang Yeo menelpon Sunny sampai 10 kali panggilan karena dia ingin memberitahu Sunny kalau dia tak punya agama. Dia ingin memberitahu Sunny, karena Sunny pernah menanyakannya. Menyadari kalau Wang Yeo menelponnya hanya untuk mengatakan hal itu, Sunny pun berkomentar kalau Wang Yeo manis.

“Aku manis?” tanya Wang Yeo tak mengerti.

“Kamu tidak tahu? Apa tidak ada wanita lain yang pernah mengatakan itu?”

“Aku tidak pernah punya wanita lain.”

“Itu bagus. Tidak punya wanita lain. Jangan coba-coba cari wanita lain. Kamu sudah sempurna, mengerti?” perintah Sunny dan Wang Yeo mengangguk iya.

Sunny kemudian mengajak Wang yeo untuk jujur mengenai jati diri mereka, Sunny mengaku kalau nama aslinya adalah Kim Sun.

“Dahulu orang tuaku miskin, tapi mereka tetap membayar seseorang untuk mencarikanku nama yang baik. Peramal itu mengatakan aku harus menggunakan nama ini. Tapi aku lebih suka Sunny. Rasanya aku bersinar lebih cerah saat bernama Sunny. Aku sungguh benci nama itu. Kedengarannya sedih, seolah-olah ada yang terjadi di masa lalu. Kim Sun,” aku Sunny dan kita kemudian diperlihatkan pada adik Kim Shin di masa lalu.

“Tuan kita selalu ke tempat itu pada saat-saat seperti ini dan melepaskan lampion,” cerita Ketua Yu pada Duk Hwa dan sekarang Duk Hwa sedang melihat KIm Shin sedang menulis sebuah nama untuk lampionnya.

Kembali ke Sunny yang menanyakan nama asli Wang Yeo, karena dia tahu nama Kim Woo Bin adalah nama palsu.

Di sisi lain, Kim Shin kembali menulis sebuah nama lagi dan saat menulis nama itu, Kim Shin teringat pada masa lalunya. Dimana saat itu dia mendapat hadiah pedang dari sang Raja.

“Aku memberimu pedang ini dengan amarah dan kekhawatiran. Pergilah sejauh yang kamu bisa, dan jika mungkin, jangan kembali,” ucap Raja.

“Maksud Paduka… Mengapa Paduka tega… Goryeo adalah negara Paduka. Paduka memerintahkan untuk menjaga perbatasan, jadi, hamba menurutinya. Paduka memerintahkan membunuh musuh, jadi, hamba menurutinya. Adik hamba ada di sini, begitu pula rakyat…”

“Kini kamu memahami kekhawatiran sang raja. Beri tahu aku kematianmu, dan aku akan memberitahumu kepedihanku. Ini titah raja,” ucap Raja.

Sepertinya yang Kim Shin tulis adalah nama Raja dan tepat setelah dia menulis nama itu, Wang Yeo tiba-tiba merasa kesakitan yang sangat sakit. Melihat itu Sunny cemas dan saat dia berusaha menolong, Wang Yeo langsung menolaknya, bahkan Wang Yeo menghipnotis Sunny untuk melupakan pertemuan mereka malam ini. Sunny pergi dan Wang Yeo masih merasa sakit.

Eun Tak masuk ke kamar Kim Shin dan dia tak menemukannya disana. Disisi lain, Ketua Yu berpesan pada Duk Hwa untuk terus melayani Kim Shin. Duk Hwa lalu bertanya kenapa Kim Shin melepas lapion? dan siapa nama-nama yang Kim Shin tulis dalam lampion? Ketua Yu menjawab kalau mereka adalah orang-orang yang Kim Shin rasa perlu di balas budinya. Duk Hwa juga membahas tentang pedang yang menancap di dada Kim Shin, mendengar itu Ketua Yu langsung bertanya bagaimana Duk Hwa tahu semua itu? Tak ingin timbul masalah, Ketua Yu berpesan pada Duk Hwa untuk tidak memberitahu Kim Shin kalau dia tahu tentang pedang itu.

KIm Shin menerbangkan lampionnya dan Ketua Yu memberitahu Duk Hwa kalau pedang itu adalah imbalan dan hukuman bagi Kim Shin. Itulah alasan keberadaannya dan petunjuk untuk kebinasaannya. Dari jauh, Duk HWa melihat Kim Shin menerbangkan lampion.

Eun Tak sudah berada di luar rumah, dia berjalan menyusuri jalanan sendirian.

Dalam sebuah voice over, Kim Shin berkata, “Kamu adalah hidup dan matiku. Dan aku suka padamu. Jadi, aku menyimpan rahasia ini dan memohon izin kepada yang di atas. Semoga kamu tidak tahu untuk satu hari lagi. Semoga kamu tidak tahu untuk 100 tahun lagi.”

Kim Shin sendiri saat ini sedang berada disebuah toko buku dan dia melihat Eun Tak lewat. Ketika Kim Shin hendak keluar, tiba-tiba pintu keluarnya di tutup oleh rak buku dan tak lama kemudian wanita berbaju merah muncul. Dia berkata kalau dia ingin bicara sebentar dengan Kim Shin. Dengan dingin Kim Shi menyuruh si wanita berbaju merah untuk segera mengatakan maksud dan tujuannya, karena Kim Shin sedang tak ingin bicara dengan dewa.

#oh… jadi wanita ini adalah dewa….

Wang Yeo sudah berada di rumah dan melihat lukisan adik Kim Shin, dia kemudian berkata kalau sepertinya ada yang tidak beres dan semua itu berawal dari lukisan itu.

Eun Tak sudah berada di luar rumah, dia sedang menunggu kepulangan Kim Shin. Tak lama kemudian Wang Yeo keluar dan bertanya apa yang ingin Eun Tak ketahui. Mereka berdua pun kemudian bicara di dalam rumah. Mengingat ucapan Kim Shin yang berkata kalau dia harus pergi jauh setelah bertemu dengan pangantinnya, Eun Tak pun merasa aneh, jadi dia bertanya pada Wang Yeo, apa dia tahu tentang pedang Kim Shin, tentang apa yang sebenarnya akan terjadi, jika pedangnya dicabut, karena Kim Shin selalu berkata kalau dia akan pergi. Eun Tak ingin tahu kemana Kim Shin sebenarnya akan pergi.

Wanita berbaju merah menyuruh Kim Shin untuk secepatnya mencabut pedang itu dan kembali menjadi abu. Kim Shin pun meminta Dewa memberitahukan alasannya.

“Kamu sudah hidup cukup lama, tapi dia tidak. Aku sungguh bahagia saat menciptakannya, jadi, putuskan sekarang,” jawab Dewa.

“Ironis sekali. Aku tidak tahu keputusan apa yang kamu ingin aku ambil. Ketika aku terlahir sebagai Kim Shin, pasti kamu yang menciptakanku. Apa aku bukan anakmu?” tanya Kim Shin dan itulah alasan Dewa memberitahu Kim Shin semuanya.

“Untuk anakku, Kim Shin, aku mengharapkan kebahagiaan. Karena itulah yang paling kamu inginkan.”

“Apa yang aku inginkan?” tanya Kim Shin.

“Kamu mau dia hidup. Jika kamu tidak kembali jadi abu, Eun Tak akan mati.”

Kembali ke Eun Tak yang shock ketika mengetahui kalau Kim Shin akan mati jika pedangnya di cabut dan itu lah tujuan Kim Shin mencari pengantinya. Mata Eun Tak berkaca-kaca saat ingin mengkonfirmasi lagi apa Kim Shin akan mati jika pedangnya dicabut.

“Dia lahir untuk mencabut pedangmu. Itulah takdirnya. Tidak, kamu memberinya takdir itu,” ucap Dewa dan mengingatkan Kim Shin kembali kalau Kim Shin lah yang membuat Eun Tak lahir.

“Dia akan jadi tidak berguna jika tidak melakukan tujuan hidupnya. Tidak akan ada alasan untuk keberadaannya. Jadi, jika gagal mencabut pedang itu, dia akan terus menghadapi maut. Aku yakin itu sudah terjadi berulang kali,” jelas Dewa dan Kim Shin teringat pada kejadian EUn Tak diculik dan gambaran kecelakaan bis. Dewa menambahkan kalau akan ada kecelakaan yang lebih buruk lagi kecelakaan bis itu dan kejadian itu akan lebih sering terjadi dari sebelumnya. Bahkan Kim Shin sendiri hampir membunuh Eun Tak sekali dan itu saat Eun Tak mencoba mencabut pedang Kim Shin.

Kim Shin bernarasi, “Satu hari setelah 100 tahun… Saat cuaca cukup baik, aku berharap dapat memberitahunya bahwa dialah cinta pertamaku. Aku meminta izin dari yang di atas.”

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • episode berapa ji eun tak goblin bertemu teman ibunya
  • teman sekolah eun tak goblin
  • Sinopsis Goblin Episode 8 – 2 | Sinopsis Drama
  • setelah 100 tahun di hari yang cukup bagus goblin
  • peran tae hee di drakor goblin
  • nama asli temen sma eun tak di sma goblin
  • malaikat pencabut nyawa melihat masa lalu kim sun di episode berapa
  • kim sun menolong wang yeo
  • kakak kelas ji eun tak
  • goblin dewa

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *