Home » Goblin » Sinopsis Goblin Episode 8 – 1

Sinopsis Goblin Episode 8 – 1

Sinopsis Goblin Episode 8 – 1, bercerita tentang Eun Tak yang bisa memegang pedang Kim Shin, tapi karena saking paniknya dan dia belum siap mati, Kim Shin pun tanpa sengaja mendorong Eun Tak sampai terpental dan hampir celaka. Akibat goblin menyenggol mobil truk, terjadilah kecelakaan besar. Karena kecelakaan aneh itu masuk internet, Duk Hwa dan Wang Yeo lah yang harus menanganinya.

Sinopsis Goblin Episode 7 = Part 1 = Part 2 = Part 3

Sinopsis Goblin Episode 8 – 2

sumber gambar dan konten dari tvN

Kim Shin kesakitan gara-gara pedangnya dan Eun Tak tiba-tiiba bisa memegang pedang Kim Shin. Mengira Kim Shin sakit karena pedangnya, Eun Tak pun langsung hendak mencabutnya. Masih tak mau mati, Kim Shin pun mendorong Eun Tak sampai Eun Tak terpental dan hampir mengenai sebuah truk. Dengan cepat Kim Shin berada di belakang Eun Tak dan melindunginya. Namun, akibat perlindungan Kim Shin terhadap Eun Tak, mobil yang ada di belakang Kim Shin langsung hancur semua.

“Ramalan itu benar. Masa depan yang kulihat itu benar. Dengan bantuan gadis ini, aku akan mampu mengakhiri kutukan keabadian ini dan kembali menjadi abu. Jiwa yang fana hanya bisa hidup sampai 100 tahun. Apakah yang aku cari adalah hidup sebagai jiwa yang kekal atau aku mencari wajahmu? Kurasa wajahmu,”” ucap Kim Shin bernarasi.

Setelah apa yang baru dia alami, Eun Tak pun pingsan dan Kim Shin membawanya pulang. Saat sudah di baringkan di atas tempat tidur, Eun Tak sadarkan diri dan langsung bertanya apa Kim Shin baik-baik saja. Kim Shin pun menjawab kalau seharusnya dia yang menanyakan keadaan Eun Tak dan dia juga minta maaf karena sudah membuat Eun Tak terkejut.

Tanpa tahu akibat kalau pedang itu di cabut, Eun Tak pun berkata kalau tugas mencabut pedang itu sangatlah mudah. Selain itu Eun Tak juga senang karena dia akhirnya terbukti bahwa dia adalah pengantin goblin.

Melihat ekspresi Kim Shin sedih, Eun Tak pun bertanya apa dia tak senang? Tentu saja Kim Shin kemudian berbohong dengan mengatakan kalau dia merasa senang.

Di ruang tamu, Duk Hwa sedang menunggu kedatangan Kim Shin, karena dia harus memberikan lukisan ratu padanya. Sambil menunggu, Duk Hwa melihat-lihat update berita hari ini dan dia kemudian melihat berita dimana mobil di parkiran yang tiba-tiba hancur dengan sendirinya. Tepat disaat itu, Kim Shin turun dari lantai dua dan itu membuat Duk Hwa kesal karena dia sudah menunggunya dari tadi, tapi ternyata Kim Shin sudah ada di rumah sejak tadi.

Duk Hwa lalu menunjukkan berita yang dia lihat pada Kim Shin dan bertanya apa itu adalah perbuatan Kim Shin. Melihat berita itu, Kim Shin tak menjawab iya, dia malah bertanya kenapa Duk Hwa tak langsung menanganinya. Kim Shin mengaku sedang tak punya tenaga untuk menjelaskannya, jadi dia menyuruh Duk Hwa untuk cepat menangani kasus tersebut.

Duk Hwa pun langsung menelpon kakeknya dan mengatakan apa yang sudah Kim Shin perbuat. Setelah itu, Duk Hwa juga menelpon Tuan Kim dan memintanya untuk menggunakan seluruh komputer di Grup Chunwoo untuk menangani video kecelakaan misterius itu di internet. Kemudian Duk Hwa menemui Wang Yeo dan meminta bantuannya untuk menangani masalah yang Kim Shin lakukan.

Tuan Kim menyuruh semua anak buahnya untuk meminta pengguna jejaring sosial untuk menghapus video tersebut, selain itu mereka semua juga harus mencegah video itu menyebar sebelum menjadi masalah yang lebih besar. Mereka juga bisa menggunakan ancaman akan menghentikan iklan-iklan dari Grup Chunwoo dan cabang-cabangnya, jika mereka tidak mau menghapus video itu dari situs mereka.

Duk Hwa dan Wang Yeo sudah berada di lokasi kejadian. Duk Hwa membawa sekoper uang untuk mereka yang mobil atau propertinya rusak akibat ulah Kim Shin dan setelah mereka menerima uang dari Duk Hwa mereka harus menghadap Wang Yeo untuk dihapus ingatannya. Wang Yeo membuat mereka semua berpikir kalau mobil mereka rusak karena diterjang angin yang kencang, sedangkan uangnya, mereka dapat dari langit dan mereka juga tidak akan ingat apa yang akan terjadi hari ini.

Setelah Wang Yeo menghapus ingatan dari para korban, tugas mereka selanjutnya adalah menghapus data rekaman dari kamera CCTV dan Duk Hwa mengajak Wang Yeo, agar dia bisa menghipnotis petugas penjaga cctv-nya dan membuatnya lupa kalau mereka berdua pernah masuk ke ruangan tersebut.

Di rumah, Kim Shin minum obat depresi dan mendapat omelan dari Duk Hwa, karena sudah menimbulkan hal sebesar itu hanya gara-gara sedang bertengkar dengan Eun Tak. Tak mau bertengkar, Kim Shin pun hanya mengucapkan terima kasih pada Duk Hwa dan Wang Yeo atas bantuan mereka menangani semuanya. Wang Yeo yang merasa kesal karena jam tidurnya sudah diganggu, menyuruh Kim Shin untuk tidak berterima kasih, karena sekarang dia sedang tak punya tenaga untuk bertengkar. Jadi mereka tunda dulu pertengkarannya, sebab malam ini Wang Yeo sudah cukup depresi.

“Kamu tidak akan sedepresi aku,” ucap Kim Shin dan Wang Yeo bertanya bagaimana Kim Shin bisa berkata seperti itu. Kim Shin hendak menceritakan kalau pedang yang ada di tubuhnya hampir tercabut, namun dia mengurungkan ceritanya, karena dia semakin depresi jika mengingatnya. Kim Shin pun memilih masuk ke kamarnya.

“Kamu hampir mati atau apa?” tanya Wang Yeo, tapi karena Kim Shin tak menjawab dan terus berjalan ke kamarnya, Wang Yeo pun dengan kesal langsung pergi ke kamarnya sendiri.

“Ada apa denganmu?” tanya Duk Hwa yang ikut depresi dan dia kemudian minum obat milik Kim Shin.

Di kamarnya, Eun Tak teringat kembali pada kejadian hari ini. Dimana dia bisa memegang pedang Kim SHin dan hampir mencabutnya. Tanpa tahu kalau dia hampir membunuh Kim Shin, Eun Tak pun berkata pada bonekanya kalau dia dan bonekanya tak perlu pergi lagi dari rumah Kim Shin, karena Eun Tak memang benar-benar pengantin goblin. Saat Eun Tak hendak memeluk bonekanya, diapun baru menyadari kalau tubuhnya terasa sakit semua. Untuk mengobati rasa sakitnya, Eun Tak pun menempelkan koyo.

Tepat disaat itu, Eun Tak mendengar suara sesuatu pecah dan itu membuatnya langsung turun keluar dari kamarnya. Sampai di lantai bawah, dia melihat Kim Shin tergeletak di lantai dan Wang Yeo sibuk membersihkan pecahan belingnya. Saat ditanya Kim Shin kenapa, Wang Yeo menjawab kalau itu adalah efek obat yang Kim Shin minum, jadi biarkan dia tidur seperti itu.

“Dia bisa pegal-pegal saat bangun jika tidur di lantai. Kamu harus menggendongnya ke…”

“Ya, gendonglah. Itu kalau kamu bisa,” potong Wang Yeo yang enggan melakukan apa yang Eun Tak minta.

Wang Yeo pergi dan EUn Tak menghampiri Kim Shin. Dia bertanya kenapa dengan Kim SHin? Kenapa dia minum pil-pil itu? apa semua itu karena Kim Shin masih merasa kesakitan? Tentu saja tak ada jawaban dari Kim SHin, karena KIm SHin sudah tertidur.

Selesai membuang sampah, Wang Yeo melihat kamar Kim Shin terbuka dan diapun memutuskan masuk untuk melihat lukisa Ratu.

“Siapa kamu? Kenapa hatiku begitu pedih?” tanya Wang Yeo pada foto tersebut.

Kita beralih pada Sunny yang sedang minum sendirian di restoran ayamnya. Sambil minum, dia menghitung orang-orang yang melintas di depan restorannya dan dia akan pulang setelah orang ke 50 lewat.

Kembali lagi ke Eun Tak yang menyalakan banyak lilin di dekat Kim Shin. Saat dia hendak mematikan api di koreknya, diapun langsung mengurungkannya, karena itu akan membuat KIm Shin berpindah tempat dan terbangun, jadi Eun Tak pun mematikan apinya dengan cara di kibas–kibaskan. Eun Tak kemudian memberikan selimut dan bantal pada Kim Shin.

Setelah itu, Eun Tak tidak kembali ke kamarnya, dia berbaring didepan Kim Shin dan memandangi wajah Kim Shin.

“Kamu sudah dewasa. Kamu tidak boleh tidur di sembarang tempat,” gumam Eun Tak.

“Aku sakit,” jawab Kim Shin dengan mata masih tertutup.

“Kamu sudah bangun?”

“Aku mencium aroma koyokmu.”

“Tubuhku pegal. Apa tubuhmu juga pegal? Kamu bilang kamu baik-baik saja sebelumnya,” tanya Eun Tak dan Kim Shin menjawab kalau dia saat itu sedang berbohong. Eun Tak pun mengeluh karena Kim Shin selalu berbohong. Dengan lembut, Eun Tak membelai rambut Kim Shin dan berkata, “lekas sembuh.”

Kim Shin membuka mata dan berkata kalau Eun Tak tidak tahu dimana yang sakit. Mendengar itu, Eun Tak pun bertanya dimana yang sakit? dan Kim Shin menjawab kalau cinta pertamanya sangat menyakitkannya.

“Dia pasti sangat cantik. Kamu bahkan menulis sesuatu tentangnya,” ucap Eun Tak dengan nada tak senang.

“Dia sangat cantik. Setiap hari. Dia cantik,” jawab Kim Shin.


loading...

“Kamu sakit parah. Kondisimu kritis. Tidurlah yang nyenyak agar tubuhmu sangat pegal,” ucap Eun Tak kesal dan menepak-nepak tubuh Kim Shin dengan keras. Eun Tak terlihat cemburu, tapi Kim Shin terus berkata kalau cinta pertamanya itu sangat cantik. Kim Shin kembali tertidur dan Eun Tak terus menatap wajahnya sambil tersenyum.

Keesokanharinya, Eun Tak harus mentraktir Duk Hwa karena dia ingin minta bantuan Duk Hwa untuk membacakan sesuatu yang Kim Shin tulis. Namun baru mendengar kalau itu adalah surat cinta yang menyedihkan, Eun Tak sudah tak kuat mendengarnya dan diapun langsung merebut buku tersebut sambil berkata kalau dia sudah tahu bagaimana cinta pertama Kim Shin.

Saat Eun Tak menyebut nama Kim Shin, Duk Hwa langsung bertanya siapa itu? ternyata Duk Hwa tidak tahu nama asli pamannya, karena yang dia tahu pamannya itu bernama Yu Shin Jae bukan Kim Shin. Duk Hwa kembali dibuat terkejut saat mengetahui kalau di badan Kim Shin ada pedang yang menancap disana. Agar Eun Tak mau menceritakan tentang pedang itu, Duk Hwa berkata kalau dia akan mengatakan apa yang dia tahu juga. Mereka berdua ingin bertukar informasi yang mereka tahu.

Duk Hwa sekarang sudah bersama Kim Shin dan dia memberitahu Kim Shin kalau Wang Yeo menangis ketika dia melihat lukisan milik Kim Shin. Penasaran kenapa Wang Yeo menangis, Duk Hwa pun mengajak Kim Shin untuk menanyakan penyebabnya.

Kim Shin dan Duk Hwa pun langsung menemui Wang Yeo dan menanyakan penyebab dia menangis, padahal Kim Shin saja tak menangis melihat lukisan itu. Wang Yeo menjawab kalau dia sendiri bingung dengan hal itu, dia bahkan berpikir keras untuk mendapatkan jawabannya.

“Kurasa itu sesuatu semacam sindrom Stendhal. Aku sangat terharu dan hampir berhenti bernapas. Siapa wanita yang ada di lukisan itu?” tanya Wang Yeo, karena dia merasa wajah wanita itu terasa tidak asing.

Mendengar itu, Kim Shin kembali teringat saat Ratu mati terpanah. Kim Shin pun kemudian mengaku kalau wanita yang ada di lukisan itu adalah adiknya. Mendengar itu, Duk Hwa dan Wang Yeo sama-sama terkejut. Kim Shin lalu bertanya apa Wang Yeo pernah melihat adiknya dan Wang Yeo menjawab mungkin dia adalah salah satu jiwa yang terhilang miliknya, namun dia tak yakin akan hal tersebut.

“Dia bereinkarnasi? Kapan?” tanya Kim Shin dan Wang Yeo menjawab kalau dia sendiri merasa tak yakin, lagi pula dia tidak bisa ingat dengan semua orang yang dia bawa pergi. Wang Yeo merasa wajah adik Kim Shin familier, jadi dia hanya menebaknya saja.

“Aku tidak ingat. Aku hanya merasakannya. Aku hanya merasa sangat sedih. Hatiku terasa pedih,” aku Wang Yeo.

“Paman, aku tahu. Kurasa aku tahu. Mungkin Malaikat Maut adalah reinkarnasi adikmu. Coba panggil dia kakakmu,” saran Duk Hwa.

“Kau mau mati?” tanya Kim Shin dan Wang Yeo bersamaan pada Duk Hwa dan itu membuat Duk Hwa terdiam.

Saat hendak pergi melakukan tugasnya sebagai pencabut nyawa, Wang Yeo berhenti sejenak di depan cermin dan belajar memanggil, “orabonie.”

Wang Yeo kemudian mendapat cerita dari juniornya kalau Pembawa Pesan Kim dari Janghang-dong bertemu dengan istrinya di kehidupan lampau saat dia hendak mencabut nyawanya, jadi Pembawa Pesan Kim pun langsung mencantumkan nama istrinya di daftar jiwa yang hilang dan kabur. Saat Wang yeo menanyakan kelanjutannya, si junior menjawab sampai situ saja, dia tak tahu kelanjutannya, tapi sepertinya mereka berdua sudah tertangkap sekarang.

“Bagaimana dia mengingat kehidupan masa lalunya?” tanya Wang Yeo dan juniornya menjawab tidak tahu.

“Itulah kenapa semua orang gelisah. Aku pun setiap hari minum-minum. Aku terus berpikir. Mereka bilang kamu akan menjadi malaikat maut jika berdosa besar. Aku penasaran sebesar apakah itu. Mungkin ingatan kita dihapus agar kita tidak tersiksa oleh dosa kita. Agar kita bisa bertobat selagi melaksanakan tugas ini? Ini mungkin pertimbangan Dewa,” ucap junior Wang Yeo.

“Jika kamu ingat, kamu akan ingat, jika tidak ingat, maka tidak ingat. Ini semua kehendak Dewa. Namun, aku penasaran kenapa Dewa mengembalikan ingatan yang telah dia lupakan. Aku penasaran,” aku Wang Yeo dan tepat disaat itu ada seorang wanita menanggil anaknya yang bernama Jin Young. Melihat ibu dan anak itu lewat, Wang Yeo langsung pergi dan memberikan susunya pada si junior.

Saat Wang Yeo menuangkan teh, dia mendengar sang ibu memberitahu Jin Young kalau mereka sedang berada di kedai teh dan sang ibu memesan surga. Jadi ketika Wang Yeo memberikan teh itu pada Jin Young, Wang Yeo juga mengatakan kalau itu surga yang dia pesan. Sang ibu pun menangis dan berterima kasih.

Kim Shin pergi ke sebuah rumah dan saat dia menggedor rumah tersebut, Eun Tak muncul di belakangnya. Saat Eun Tak bertanya apa Kim Shin kenal dengan pemilik rumah itu, si pemilik rumah muncul dan dari luar, Kim Shin langsung membakar tali yang pria itu hendak gunakan sebagai alat gantung diri.

“Buka jendelanya, keluarkan udara dari kamar dan kancingkan bajumu,” ucap Kim Shin dan kemudian memberikan roti lapis yang dia bawa, karena menurut Kim Shin, pria itu akan membutuhkannya. Setelah memberikan roti lapisnya, Kim Shin mengajak Eun Tak pergi.

Tak lama setelah Kim Shin dan Eun Tak pergi, putri si pria datang dan pria itupun langsung membuka kancing bajunya seperti pesan Kim Shin. Ternyata yang mengantarkan si anak adalah wanita berpakaian merah. Anak itu kemudian mengeluh lapar dan pria itu langsung memberikan roti lapis dari Kim Shin. Anak itu juga berkata kalau dia merindukan ayahnya, mendengar itu sang ayah pun langsung memeluknya. Eun Tak ternyata belum pergi dia mengintip ayah dan anak itu.

Saat jalan berdua, Eun Tak berkata kalau Kim Shin terlihat keren lagi hari ini. Kim Shin menjawab kalau dia hanya memberikan roti lapis itu saja, yang menyelamatkan nyawa pria itu adalah anaknya sendiri. Eun Tak kemudian bertanya kenapa pedang itu tiba-tiba bergerak, padahal sebelumnya pedang itu tak bisa dipegang.

Mendengar itu, Kim Shin pun teringat dengan kata-kata Wang Yeo pada Eun Tak saat Eun Tak tidak bisa memegang pedang Kim Shin, “Mungkin kamu perlu sesuatu yang lebih kuat daripada sebuah kutukan. Contohnya, cinta sejati. Sesuatu seperti itu.”

Mengira kalau Eun Tak pasti menyukainya, Kim Shin pun bertanya apa Eun Tak ingin mengatakan sesuatu padanya. Awalnya Eun Tak menjawab kalau tak ada yang mau dia katakan, tapi karena Kim Shin memaksa, jadi Eun Tak pun mengatakan apa yang dia pikirkan sekarang.

“Aku tahu kamu punya banyak uang, tapi apa boleh kamu hanya tinggal di rumah?” tanya Eun Tak dan Kim Shin terlihat tak senang mendengarnya, karena apa yang Eun Tak katakan sangat berbeda dengan apa yang dia bayangkan.

“Itukah yang mau kamu katakan padaku?” tanya Kim Shin.

“Kamu sempat bekerja untuk negara selama era Goryeo, tapi itu saja.”

“Apa kamu sudah selesai? Aku juga berkarier,” jawab Kim Shin kesal dan ternyata dia pernah mencoba untuk menjual berbagai produk, namun dia tidak pernah berhasil karena Kim Shin tak bisa melakukannya.

“Itulah kenapa kamu hanya tinggal di rumah. Karena kamu kekurangan,” ucap Eun Tak setelah mendengar cerita Kim Shin. Tentu saja Kim Shin tak terima dikatai punya kekurangan. Apalagi Eun Tak berkata kalau Kim Shin punya kekurangan sel otak. Kim Shin juga berkata kalau dia tak pernah mendengar dirinya di katai seperti itu.

“Aku rasa cinta pertamamu tidak pernah memberitahumu itu,” gumam Eun Tak dan Kim Shin pun bertanya apa Eun Tak cemburu? Tentu saja Eun Tak menyangkalnya, namun ekspresi Eun Tak mengatakan kalau dia benar-benar merasa cemburu, melihat Eun Tak cemburu, Kim Shin pun tersenyum. Saking tak senangnya dengan cinta pertama Kim Shin, Eun Tak langsung berkata kalau cinta pertama tidak pernah berhasil.

“Pulanglah. Jangan tunggu aku. Aku akan pulang terlambat,” ucap Eun Tak dan berjalan pergi.

“Siapa bilang cinta pertama tidak berhasil? Aku tidak suka itu,” gumam Kim Shin saat melihat Eun Tak pergi.

Eun Tak sudah berada di perpustakaan dan disana dia bertemu dengan temannya. Saat Eun Tak menunduk untuk mengambil kopi di mesin minuman, temannya melihat tanda lahir Eun Tak yang mulai banyak memudar. Mendengar itu, Eun Tak tidak banyak curiga, dia beranggapan kalau semua itu karena dia semakin tua.

Sambil jalan, si teman bertanya kenapa Eun Tak selalu membelikannya kopi, padahal tak pernah dia minum. Eun Tak menjawab kalau tidak ada lagi yang akan membelikan kopi untuk si teman selain Eun Tak. Eun Tak kemudian meminta si teman untuk menceritakan kisahnya sebelum semua itu terlambat karena kalau Eun Tak sudah kuliah, dia tak bisa sering-sering datang ke perpustakaan. Ternyata teman Eun Tak itu adalah hantu, wajah aslinya penuh dengan luka.

Karena Eun Tak ingin tahu kisahnya, si teman pun meminta Eun Tak untuk mengunjungi dirinya di Paju dengan membawa bunga, karena si teman menyukai bunga. Eun Tak pun berjanji akan dataang kesana dan dia masih ingin tahu bagaimana si teman bisa meninggal. Si teman menjawab kalau kecelakaan itu terjadi dihari kelulusannya karena kecelakaan mobil.
bersambung

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis goblin episode 8
  • eun tak sudah bisa memegang pedang goblin
  • sinopsis goblin yang ada yoo duk hwa
  • sinopsis goblin eposodre 8
  • sinopsis goblin ep 8
  • sinopsis goblin deok hwa bertemu dengan si baju merah
  • sinopsis drama korea aftermath
  • kata-kata gongyo saat bilang dia cinta pertamaku
  • sinopsis kopi Goblin
  • goblin keren kim shin
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *