Home » Goblin » Sinopsis Goblin Episode 6 – 2

Sinopsis Goblin Episode 6 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Goblin Episode 6 – 2, bercerita tentang Eun Tak yang berkata kalau dia akan mencabut pedang Kim Shin di salju pertama tahun ini, tapi karena Kim Shin tak mau merusak salju pertama Eun Tak, jadi dia pun memajukan waktunya. Tau akan mati, Kim Shin pun benar-benar mempersiapkan diri, dia memberikan warisan pada orang-orang terdekatnya. Ketua Yu dia beri tugas untuk membakar lukisan Ratu, Duk Hwa dia beri kartu kredit, Wang Yeo dia beri rumah dan Eun Tak dia beri tas, parfum dan biaya kuliah. Tapi di akhir episode, Kim Shin belum juga bisa mati, karena Eun Tak tidak bisa menyentuh pedang Kim Shin.

Sinopsis Goblin Episode 6 – 1

Sinopsis Goblin Episode 6 – 2

sumber gambar dan konten dari tvN

Di rumah Kim Shin terus memikirkan apa yang Eun Tak inginkan. Pada suatu kesempatan, Eun Tak pernah berkata kalau dia meminta Kim Shin bahagia ketika Eun Tak tinggal bersamanya.

“Kalau itu yang paling diinginkannya, aku berada dalam posisi yang sulit,” ucap Kim Shin.

Kim Shin sudah berada dipinggir jalan melihat Eun Tak berjalan ke arahnya, namun Eun Tak sendiri tak menyadari keberadaan Kim Shin. Dalam hati Kim Shin berkata, “Hidup… Menghampiriku. Kematian… Menghampiriku. Dari hidup hingga mati. Mereka menghampiriku tanpa lelah. Itulah sebabnya aku mengatakan… Hal semacam ini. “Aku bukan sedang berduka. Seperti ini saja sudah cukup. Harus seperti ini.”

Eun Tak melihat Kim Shin dan bertanya sedang apa, tapi Kim Shin hanya diam dan menatap kearah Eun Tak, hingga membuat Eun Tak beranggapan kalau Kim Shin tak melihat dirinya. Kim Shin kemudian berbicara, dia mengatakan kalau dia sedang melihat Eun Tak berjalan. Tahu kalau Kim Shin sudah melihatnya sejak tadi, Eun Tak pun merasa senang dan mengaku tersentuh.

Eun Tak kemudian bertanya apa Kim Shin masih belum melihat masa depan Eun Tak, diantara usia 20 sampai 30 tahun. Kim Shin pun mengaku kalau dia belum bisa melihatnya dan Eun Tak tidak mempermasalahkannya, dia pikir semua itu karena separuh jiwanya hilang. Dia juga menganggap semua itu sebagai sesuatu yang istimewa dan keputusan yang dia ambil, akan menentukan masa depannya nanti.

“Jangan khawatir. Aku tidak akan selamanya terlihat menyedihkan. Aku dengan senang hati menerima takdirku… Dan hidup dengan penuh keberanian sebagai pasangan Goblin,” ucap Eun Tak dan Kim Shin pun tersenyum. Eun Tak kemudian mengatakan kalau dia merasa penasaran.

“Penasaran apa?” tanya Kim Shin.

“Masa depanku saat usiaku 20 tahun… Dan 30 tahun.”

“Kau masih seperti dirimu,” jawab Kim Shin yang mengungkapkan kalau Eun Tak masih akan tetap cantik 30 tahun kemudian.

“Bagaimana kau bisa tahu.  Aku bisa terlihat jelek dlm satu atau dua hari.”

“Bisa jadi dalam satu atau dua bulan lagi,” jawab Kim Shin dan kemudian berjalan pergi. Eun Tak mengikutinya.

Sambil jalan, Eun Tak bertanya apa butuh kriteria tertentu untuk menjadi malaikat pelindung? Kim Shin menjawab tidak dan berkata kalau semua itu tergantung pada suasana hatinya saja.

“Jika harus memilih antara anak kecil atau orang dewasa, aku akan memilih anak kecil. Selama hidupku,  pertama kali orang yang menawarkan bantuan… Saat jariku tergelincir… Adalah seorang anak kecil,” ungkap Kim Shin.

Flashback!

Kakek dari pengikut Kim Shin meninggal dan karena dia hanya sebatang kara, si cucu pun memutuskan untuk ikut mengabdi pada Kim Shin mulai saat itu.

Flashback End

Eun Tak lalu bertanya kenapa Kim Shin menolong ibunya, padahal ibu Eun Tak adalah orang dewasa. Kim Shin menjawab kalau saat itu dia bermurah hati karena sedang mabuk, selain itu karena ibu Eun Tak saat itu meminta tolong bukan untuk dirinya, tapi untuk anak yang dia kandung. Mendengar itu Eun Tak terharu.

“Kaulah yang… Membantunya disaat dia minta bantuan. Rasanya seperti sebuah keajaiban dan membuatku senang,” ucap Eun Tak dan menangis. Melihat Eun Tak menangis, Kim Shin kemudian membelai rambut Eun Tak. Karena Kim Shin membelai dengan keras, Eun Tak pun mengajarinya untuk membelai dengan lembut. Kim Shin terdiam ketika dibelai oleh Eun Tak. Merasa tak nyaman dengan perasaannya sendiri, Kim Shin langsung berkata kalau Eun Tak terlihat jelek hari ini. Tentu saja hal itu membuat kesal.

Eun Tak langsung tersenyum senang ketika melihat pohon natal di rumah dan Kim Shin sendirilah yang menghiasnya. Karena jari-jarinya merasa lelah setelah melakukan semua itu, Kim Shin pun berkata kalau dia ingin istirahat. Eun Tak memanggil Kim Shin dan meminta maaf karena sudah bersikap egosi selama ini. Dia juga megaku senang ketika melihat Kim Shin memohon untuk dicabutkan pedangnya, namun Eun Tak tidak mau melakukannya karena dia takut Kim Shin akan mengusirnya setelah menjadi tampan dan selain itu Kim Shin akan mulai melirik wanita lain. Tapi sekarang Eun Tak sudah membuat keputusan, dia mau membuat Kim Shin tampan hari ini juga. Berbeda dari sebelumnya, kali ini Kim Shin tak siap mati, dia bahkan langsung menghindari Eun Tak dengan berkata kalau dia ada telepon.

Melihat Kim Shin buru-buru pergi sambil memegang ponselnya, Eun Tak pun berkata kalau ponselnya terbalik, namun Kim Shin tidak mendengarnya karena sudah keburu pergi.

Kemana Kim Shin pergi? ternyata dia pergi menemui Wang Yeo di tempat kerjanya. Melihat Kim Shin, Wang Yeo bertanya apa Kim Shin sudah mati, karena datang ke tempatnya. Kim SHin pun menjawab kalau dia sedang latihan, ingin menghilangkan rasa depresinya, Kim Shin pun bertanya apa Wang Yeo punya alkohol. Tentu saja Wang Yeo tak punya. Dia kemudian bertanya apa yang sebenarnya terjadi dan Kim Shin memberitahunya kalau Eun Tak berkata akan mencabut pedangnya.

Wang Yeo lalu berkata kalau Eun Tak belum tahu akibat jika pedang itu dicabut dan Kim Shin mengaku tak sanggup mengatakan yang sebenarnya, karena Kim Shin merasa Eun Tak sudah mulai menyukainya dan itu membuat Kim Shin merasa khawatir.

“Kau ingin membuatku tertawa atau marah?” tanya Wang Yeo dan Kim Shin berkata kalau dia benar-benar yakin Eun Tak mulai menyukai dirinya. Eun Tak sendiri yang mengaku kalau dia mencintai Kim Shin dan ingin menikah dengannya.

“Tidak ada alasan dia tidak menyukaiku,” ucap Kim Shin.

“Tentu saja ada. Bagaimana dengan perbedaan usia? Saat dia kuliah nanti, dia akan dipenuhi pria muda dan tampan,” jawab Wang Yeo dan Kim Shin bertanya memangnya kenapa kalau usianya 900 tahun. Mendengar itu Wang Yeo bertanya kenapa Kim Shin memalsukan umurnya, karena usia Kim Shin yang sebenarnya adalah 939 tahun.

“Sebenarnya 938 tahun karena aku dilahirkan di awal tahun,” ralat Kim Shin dan mereka berdua pun tertawa. Namun tawa mereka hanya sebentar karena mereka menyadari kalau Kim Shin sebentar lagi akan mati. Kim Shin pun bergumam, kalau akan lebih baik jika mereka ngobrol sambil minum alkohol.

“Apa aku harus menjauh darinya?” tanya Wang Yeo.

“Dia lah yang bisa mengakhiri nyawaku. Dia membuatku ingin tetap hidup. Lucu ‘kan?” ucap Kim Shin dan Wang Yeo meminta Kim Shin untuk tidak keliru, karena menurut Wang Yeo, hidup Kim Shin baik-baik saja sebelum Eun Tak datang. Namun Kim Shin tak merasa begitu, dia bahkan tak bisa mengingat kehidupannya.

Kim Shin sudah berada di kamarnya dan dia mengingat Eun Tak yang terus memanggilnya, “Ahjussi.” Mengingat hal itu, Kim Shin bergumam agar Eun Tak berhenti memanggilnya dan membiarkan dia pergi. Tepat disaat itu, Eun Tak mengetuk pintu dan memanggil Kim Shin. Namun Kim Shin tak menjawabnya, dia hanya memejamkan matanya.

Tak ada jawaban dari Kim Shin, Eun Tak pun bertanya-tanya apa Kim Shin sakit. Tapi ternyata Kim Shin memang sengaja tak mau menemui Eun Tak, Kim Shin hanya berdiri di balik pintu.

Pulang sekolah, Eun Tak di datangi oleh dua rentenir yang pernah menculiknya. Mereka berdua hendak menculik Eun Tak lagi, tapi sebelum hal itu mereka lakukan, mereka langsung bertengkar karena masalah kecil. Walau hanya masalah kecil, mereka berdua berkelahi dengan sangat hebat. Ketika Eun Tak sibuk melihat pertengkaran dua rentenir, seorang pria menghampiri Eun Tak dan bertanya apa Eun Tak berurusan dengan rentenir? Eun Tak pun dengan ragu menjawab kalau semua orang bisa kenal dengan rentenir. Karena Eun Tak terlihat mengenal dirinya, Pria itu pun bertanya apa Eun Tak tahu siapa dia? Eun Tak menjawab kalau dia pernah melihat pria itu sedang membuntuti Duk Hwa.

Eun Tak kemudian balik bertanya, bagaimana pria itu tahu kalau dua orang itu adalah rentenir? dengan santai pria itu menjawab kalau dia pernah menjadi rentenir. Karena sepertinya Duk Hwa terlambat menjemput Eun Tak, jadi pria itulah yang akan mengantarkan Eun Tak pulang. Sambil jalan menuju mobil, pria itu menelpon seseorang dan memberitahukan kalau ada dua orang berkelahi didepan SMA Jungang. Mengetahui kalau pria yang menjemputnya adalah mantan rentenir, Eun Tak pun bergumam kalau pria itu menarik.

Kedua rentenir itu sudah berada di kantor polisi dan polisi yang menangani mereka langsung merasa frustasi, karena mereka berdua terus saja bertengkar. Polisi itu kemudian bertanya kenapa mereka berdua bertengkar, padahal mereka adalah rekan kerja. Salah satu rentenir berkata kalau dia juga tak mengerti, mereka berdua  selalu berkelahi setiap waktu, bahkan beberapa waktu lalu mereka berkelagi dan sampai dirawat selama 2 minggu. Tapi setelah mereka pulih, mereka kembali berkelahi lagi. Yang lebih membingungkan lagi, mereka tak mengganggu orang lain, mereka hanya berkelahi berdua.

Mendengarkan cerita kedua rentenir itu, polisi pun merasa kalau mereka berdua sedang mengerjai dirinya. Namun si rentenir berusaha meyakinkan polisi kalau mereka berdua tak bercanda. Kedua rentenir itu tidak tahu kalau penyebab mereka berdua terus bertengkar karena kutukan dari malaikat pencabut nyawa.

Di mobil, Eun Tak berasa canggung dengan pria yang menjemputnya. Dia kemudian membuka obrolan dengan mengatakan kalau Duk HWa adalah pria yang baik dan selalu menepti janjinya. Eun Tak terus menyebutkan semua kebaikan Duk Hwa dan pria itu hanya menjawab dengan satu kata, “Baiklah.”

“Dia mengatakan banyak hal untuk menyemangatiku,” ucap Eun Tak.

“Contohnya?” tanya pria itu dan Eun Tak bingung menjawabnya, jadi dia hanya berkata maaf dan pria itupun kembali menjawab, “baiklah.”

Kembali merasa tak nyaman, Eun Tak pun bersenandung sendiri sambil melihat ke luar jendela dan pria itu tersenyum mendengarnya.

Sampai rumah, Eun tak melihat Kim Shin sedang membaca buku. Eun Tak menyapanya dengan berkata kalau dia pulang, namun Kim Shin tak menghiraukannya. Kim Shin hanya fokus pada bukunya. Ketika makan siang, Eun Tak terus melihat ke arah Kim Shin yang tak sedikitpun melihat balik ke arahnya. Selesai makan, Kim Shin langsung meletakkan piringnya ke dapur. Karena Eun Tak terus melihat Kim Shin dengan tatapan bingung, Wang Yeo pun berkata kalau dia lah yang sudah mengajari Kim Shin untuk melihat dan menghindari wanita.

Wang Yeo dan Eun Tak kemudian mengupas bawang bersama. Saat mengupas bawang, Eun Tak bertanya apa Kim Shin sedang punya masalah? Wang Yeo menjawab tidak tahu, yang Kim Shin bilang padanya, kalau dia tak mengingat lagi masa lalunya. Eun Tak pun penasaran dengan masa lalu seperti apa itu dan Wang Yeo menjawab kalau dia tak bisa membaca pikiran Kim Shin, jadi dia tak tahu apa yang sedang dia pikirkan.

Mendengar itu, Eun Tak bergumam kalau dia pikir Wang Yeo mengetahuinya. Wang Yeo menjawab tidak tahu, jadi dia menyuruh Eun Tak untuk fokus mengupas bawangnya, kalau tidak, Wang Yeo mengancam akan menyebut nama Eun Tak sampai 3 kali. Mendapat ancaman itu, Eun Tak pun langsung minta maaf.

“100 tahun yang lalu, aku harus menyebut nama tiga kali tapi sekarang tidak lagi. Sekali memanggil mereka sudah mendengarku,” aku Wang Yeo dan Eun Tak berkomentar kalai Wang Yeo memang punya pekerjaan yang sulit. Wang Yeo kemudian menambahkan kalau hal yang paling sulit baginya adalah ketika dia harus mengurus jiwa yang hilang.  Mendengar itu, Eun Tak terdiam sejenak dan langsung berkata kalau dia saja yang mengupas bawangnya.

Wang Yeo kemudian menambahkan kalau yang dia tahu, Kim Shin lahir awal tahun, jadi dia setahun lebih muda dari umurnya yang diketahui banyak orang. Jadi Wang Yeo pun mengucapkan agar Eun Tak beruntung.

Eun Tak kemudian membahas tentang pertemuan mereka berdua, dimana mereka pertama kali bertemu ketika Eun Tak berumur 9 tahun dan kemudian mereka bertemu lagi di usia Eun Tak 19 tahun. Kalau diusia 9 tahun, mereka bertemu karena Wang Yeo akan mengambil nyawa ibu Eun Tak, jadi Eun Tak pun penasaran bagaimana Wang Yeo kembali menemukan dirinya diusia 19 tahun.

“Sembilan…. Sembilan belas…. dua puluh sembilan… Yang terburuk akan datang sebelum kau menjadi sempurna,” jawab Wang Yeo.

“Apa maksudnya?”

“Kau ingin mendengar rahasia?”

“Ya.”

loading...

“Kau akan bertemu dengan malaikat pencabut nyawa saat usiamu 29 tahun. Meski bukan diriku. Itulah takdir jiwa yang hilang. Dunia membutuhkan urutan… Dan angka 9 adalah angka yang dekat dengan 10, Angka sempurna yang melambangkan Sang Maha Kuasa. Aku berharap kau beruntung,” jawab Wang Yeo dalam hati

“Kenapa kau melihatku seperti itu? Apa rahasianya?” tanya Eun Tak karena Wang Yeo sedari tadi diam saja, padahal Eun Tak ingin tahu rahasia yang Wang Yeo hendak katakan.

“Aku bermimpi indah tadi malam. Aku bermimpi naik jabatan,” jawab Wang Yeo dan Eun Tak pun terlihat kecewa mendengarnya. Eun Tak kemudian ingat pada cuciannya, jadi diapun memilih pergi dan meminta Wang Yeo yang mengupas semua bawangnya.

Selesai mengambil cucian, Eun Tak bertemu dengan Kim Shin dan karena sekarang Kim Shin sudah mau melihat ke arahnya, Eun Tak pun bertanya apa Kim Shin marah padanya dan seberapa jauh, Kim Shin ingin menghindarinya. Namun Kim Shin tak mengaku kalau dia marah pada Eun Tak.

“Menurutmu siapa kau? Siapa kau memanggilku terus? Berisik sekali. Kenapa kau membuatku bingung? Kenapa kau membuatku bingung? Kau pikir kau siapa? Kau seharusnya mencabut pedangnya saat aku menyuruhmu. Karena itu kegunaanmu,” tanya Kim Shin dan Eun Tak terkejut mendengarnya.

“Aku hanya… Benar… Aku akan melenyapkan pedangnya. Kau yang tidak mau bicara padaku. Aku kira kau menunggu sampai salju turun… Karena itu perjanjiannya. Lupakan. Kau memiliki banyak waktu karena kau kekal. Tapi aku manusia biasa… Bagiku waktu itu emas dan uang. Berapa lama aku harus selalu bersiap diri? Aku sibuk dengan sekolah dan bekerja paruh waktu,” jawab Eun Tak dengan nada kesal.

“Besok?”

“Atau sekarang saja? Aku tidak sibuk hari ini.”

“Jangan hari ini. Besok. Besok bagus untuk keluar. Aku ingin keluar denganmu,” jawab Kim Shin dan keesokan harinya, Kim Shin berkata besok lagi. Begitu juga pada keesokanharinya, Kim SHin meminta satu hari lagi.

Di kamar Eun Tak menulis sesuatu dan berkata kalau dia tak akan mencabut pedang dengan gratis.

Kim Shin memberikan lukisan Ratu pada Ketua Yu. Dia kemudian teringat kembali saat dia di tusuk pedang dan si penusuk pedang langsung di bunuh oleh prajurit lain. Selain itu, Kim Shin juga kembali teringat pada Ratu yang mati dipanah.

“Aku belum menemukan orang yang pernah punya hutang padaku. Kau bisa menyebutnya dengan pekerjaanku yang belum selesai. Aku mohon… Bakar lukisan itu,” pinta Kim Shin pada Ketua Yu. Dia juga meminta Ketua Yu untuk memastikan Eun Tak makan, belajar dengan baik dan juga hidup yang layak. Kim Shin ingin Ketua Yu menjadikan permintaan itu sebagai tugas terakhir dari Kim Shin.

“Aku akan… Melakukan perintah anda, tuan,” jawab Ketua Yu yang terlihat sedih karena dia tahu Kim Shin memilih untuk mati.

Kim Shin kemudian menemui Duk Hwa dan memberikan kartu kreditnya dan dia juga berpesan pada Duk Hwa untuk tidak bergantung pada kartu kredit, Duk Hwa harus hidup dengan bebas. Kim Shin berkata kalau kartu kredit itu adalah hadiah darinya untuk Duk Hwa.

“Hadiah? Kenapa aku mendapat hadiah? Aku tidak melayani siapapun,” tanya Duk Hwa bingung.

“Kau hidup dengan bekerja keras,” jawab Kim Shin dan mengelus rambut Duk Hwa.

“Aku mencintaimu,”jawab Duk Hwa dan Kim Shin pun tersenyum sambil terus membelai rambut Duk Hwa.

Jika Ketua Yu di beri tugas untuk membakar lukisan ratu dan Duk Hwa di beri hadiah kartu kredit,  untuk si malaikat pencabut nyawa, Kim Shin memberikan rumahnya. Dia juga berharap kalau Kim Shin bisa berumur panjang.

“Dan aku punya permintaan. Setelah aku tiada, Tanda yang ada padanya juga akan lenyap. Kemudian… Hilangkan ingatannya. Sehingga dia tidak menyalahkan dirinya,” ucap Kim Shin pada Wang Yeo melalui telepon, tapi ternyata Wang Yeo tak mendengar apa yang Kim Shin katakan, karena Wang Yeo menelpon melalui video call dan dia menjauhkan ponselnya dari telinga, padahal dia sekarang sedang berada di dekat jalan raya. Kesal dengan sikap gaptek-nya si malaikat pencabut nyawa, Kim Shin pun menutup teleponnya.

Eun Tak duduk diam, dia mengingat kembali sikap Kim Shin akhir-akhir ini, dimana Kim Shin selalu berkata kalau dia senang. Saat mereka berdua jalan bersama, Kim SHin berkata kalau dia merasa senang bisa jalan dengan Eun Tak dan ketika menjemput Eun Tak sekolah, Kim Shin juga berkata kalau dia merasa senang bisa menjemput Eun Tak.

Eun Tak tersadar dari lamunannya dan dia melihat Kim Shin sudah ada di depannya. Eun Tak pun bertanya kapan Kim Shin datang, tapi Kim Shin malah berkata kalau dia merasa senang melihat EUn Tak.

“Kenapa kau baik padaku belakangan ini? Aneh,” ucap Eun Tak dan dia kemudian meminta Kim Shin untuk meminjamkan tangannya. Pada telapak tangan Kim Shin, Eun Tak menulis sesuatu dan meminta Kim Shin menjelaskan maknanya. Kim Shin pun menjawab kalau artinya adalah “mendengar”.

Setelah mendapatkah artinya, Eun Tak mengucapkan terima kasih dan mengucapkan selamat malam pada Kim Shin, lalu pergi.

Di kamar, Eun Tak melihat catatannya. Ternyata dia sedang mengartikan tulisan yang menggunakan huruf Cina, sedangkan Kim Shin masih terus melihat ke telapak tangannya. Dia terlihat sedih dan kemudian melihat ke arah tas kertas yang ada di kursi.

Balik lagi ke Eun Tak yang masih belum mengerti maksud tulisan cina itu. Tepat disaat itu, Kim Shin mengetuk pintu dan Eun Tak langsung menyembunyikan buku catatannya lalu mengganti dengan buku pelajaran. Kim Shin menemui Eun Tak untuk memberiikan barang-barang yang ada di kamarnya tadi.

Kim Shin memberikan tas yang bisa Eun Tak gunakan saat dewasa nanti dan juga uang untuk biaya kuliah Eun Tak. Tak hanya itu, Kim Shin juga memberikan parfum untuk Eun Tak. Kim Shin kemudian berkata kalau hari inilah, dia ingin Eun Tak mencabut pedangnya. Eun Tak pun tak bisa lagi menolak, dia meminta waktu 5 menit untuk bersiap-siap. Sebelum Kim Shin keluar kamarnya, Eun Tak bertanya apa ada cinta di antara semua barang yang Kim Shin berikan?

Kim Shin terdiam sejenak dan kemudian menjawab tidak. Eun Tak mengaku kalau dia bertanya hal itu karena dia merasa penasaran saja. Diapun berkata kalau dia sebentar lagi akan keluar untuk menemui Kim Shin.

Kim Shin kemudian mengajak Eun Tak pergi ke ladang gandum dan Eun Tak sangat senang melihatnya. Melihat bunga yang ada di ladang itu, sama seperti bunga yang Kim Shin berikan saat pertama kali mereka bertemu, Eun Tak pun mengaku kalau dia masih ingat dengan arti bunga tersebut, dimana artinya adalah “Cinta.”

“Ini pasti tempat yang istimewa. Karena kau harus datang kesini untuk mencabut pedangnya,” ucap Eun Tak.

“Disini aku bermula dan berakhir,” jawab Kim Shin dan kemudian meminta Eun Tak untuk mencabut pedangnya sekarang. Namun sebelum Eun Tak melakukannya, dia menunjukkan perjanjian yang sudah dia buat pada Kim Shin.

Salah satu isi perjanjiannya adalah, “Meskipun aku sudah tidak berguna, kau tidak akan mengatakan itu padaku.”

“Aku yang akan memberimu langsung cemilan, bukan dengan catatan,” ucap Kim Shin setelah melihat perjanjian yang Eun Tak buat.

“Kau juga harus membacar perjanjian terakhir,” pinta Eun Tak dan isi perjanjian pada point terakhir adalah, “Suatu hari saat turun salju tiap tahun… Goblin harus melakukan yang aku minta. Aku akan menunggumu.”

Flashback!

Wang Yeo bertanya apa Kim Shin, benar-benar ingin mati dan Kim Shin mengiyakan. Dia akan mati sebelum salju pertama turun, karena Kim Shin tak mau merusak salju pertama Eun Tak tahun ini.

Flashback End!

Kim Shin bertanya apa untuk perjanjian itu, Eun Tak bertanya nama Kim Shin. Eun Tak pun menjawab tidak, karena dia bertanya karena merasa penasaran. Eun Tak lalu berkata kalau nama Kim Shin sangat cocok dengan Kim Shin.

 

Eun Tak lalu memberikan pena pada Kim Shin, agar Kim Shin menandatangani perjanjian mereka. Kim Shin pun membubuhkan tanda tangannya tanpa banyak tanya. Tepat setelah itu, salju turun dan Eun Tak terlihat senang, namun dia bertanya-tanya bagaimana bisa salju turun sekarang?

“Aku suka karena salju indah, tapi bunga-bunga pasti kedinginan. Iya ‘kan? Kita yang pertama kali melihat salju yang turun cepat. Ini pasti perbuatanmu ‘kan? Kau menginginkanku mencabut pedangnya saat salju turun,” tanya Eun Tak.

“Maafkan aku karena sudah egois, Tapi aku ingin sesuatu yang bisa aku ingat,” jawab Kim Shin.

“Kapan kau akan menikmati saljunya? Sebaiknya kau segera menjadi tampan,” saran Eun Tak dan Kim Shin setuju.

“Ada pesan terakhir?” tanya Eun Tak dan Kim Shin mengaku kalau setiap waktu yang dia habiskan dengan Eun Tak sangat indah.

“Karena cuacanya cerah, Karena cuacanya buruk. Dan cuacanya cukup mendukung… Aku menyukai setiap momen itu semua. Dan juga… Tidak peduli apa yang akan terjadi..  Ini bukan salahmu,” ucap Kim Shin dan Eun Tak bertanya apa Kim Shin benar-benar akan menjadi sapu? mendengar pertanyaan itu, Kim Shin tersenyum dan menjawab kalau hal itu tidak akan terjadi.

 

Eun Tak pun sudah siap mencabut pedang Kim Shin. Namun…. Eun Tak tak bisa mencabut pedangnya, bukan hanya mencabut pedangnya, untuk memegang pedang yang ada di tubuh Kim Shin saja, Eun Tak bisa, padahal Eun Tak yakin dia bisa melihat pedangnya.

Sebelum Kim Shin mengatakan sesuatu, Eun Tak langsung mengingatkannya kalau tadi Kim Shin berkata kalau semuanya bukan salah Eun Tak, apapun yang terjadi. Mereka berdua sama-sama terkejut dengan apa yang terjadi. Kim Shin yang tak bisa terima langsung meminta perjanjian tadi, karena dia ingin membakarnya.

“Tunggu. Aku tahu ini. Pasti itu. Aku sudah tahu,” ucap Eun Tak.

“Apa itu?”

“Pangeran yang dikutuk. Pangeran yang ada di dongeng.”

“Ada apa dengannya?” tanya Kim Shin setengah kesal dan Eun Tak tiba-tiba menarik kerah baju Kim Shin.

“Berciuman,” jawab Eun Tak dan langsung mencium bibir Kim Shin. Jelas saja Kim Shin shock mendapatkan ciuman dari Eun Tak.

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis goblin episode 6
  • sinopsis goblin eps 6

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *