Home » Goblin » Sinopsis Goblin Episode 4 -2

Sinopsis Goblin Episode 4 -2

Sinopsis Goblin Episode 4 -2, bercerita tentang Eun Tak yang tidak tahan lagi terus dihindari oleh Kim Shin, jadi diapun langsung memutuskan untuk memanggil Kim Shin dengan cara memadamkan api. Malam itu, Kim Shin mabuk dan dia tak sengaja membahas tentang pedangnya, namun dia tak mengatakan pada Eun Tak kalau pedang itu dicabut, dia akan mati. Dia hanya berkata kalau hanya Eun Tak saja yang bisa mencabut pedang itu, agar Kim Shin menjadi tampan. Karena itu, Eun Tak pun berjanji pada Kim Shin untuk mencabut pedang itu di hari pertama hujan salju turun tahun ini.

Sinopsis Goblin Episode 4 -1

Sinopsis Goblin Episode 4 -2

sumber gambar dan konten dari tvN

Eun Tak memanggil Kim Shin ke rumahnya. Saat Kim Shin muncul, dia langsung bertanya Kim Shin darimana saja, karena dia tak ada di rumah. Kim Shin pun menjawab kalau dia sedang sibuk, dia bukan sedang menghindari Eun Tak. Namun Eun Tak tak percaya, karena dia tahu Kim Shin tak punya kerjaan. Kesal, Eun Tak pun berkata kalau dia akan meniup semua lilin yang sudah dia nyalakan jika Kim Shin kembali menghilang darinya.

Melihat begitu banyaknya lilin yang Eun Tak nyalakan, Kim Shin pun bertanya Eun Tak dapat dari mana dan Eun Tak jawab dari Duk Hwa. Eun Tak lalu meminta Kim Shin membiarkannya tinggal di rumah Kim Shin, karena disana banyak kamar kosong. Mendengar itu, Kim Shin lagi-lagi bertanya, dari mana Eun Tak tahu ada banyak kamar kosong dan Eun Tak jawab, dia tahu dari Duk Hwa. Tahu kalau Duk Hwa yang sudah mengacaukan semuanya, Kim Shin pun terlihat kesal.

‘Kamu minta aku menunggu dahulu. Saat manusia mengatakan itu, artinya sejam sampai setengah hari. Ini sudah berapa hari? Bahkan belakangan ini hujan. Apa kamu sedih karena aku?” tanya Eun Tak dan Kim Shin menjawab tidak. Eun Tak mengaku kalau Kim Shin bisa mengatakan apapun, karena Eun Tak sudah menyiapkan diri untuk mendengar apapun yang Kim Shin katakan.

“Kenapa kamu harus menyiapkan diri? Justru aku yang harus menyiapkan diri,” gumam Kim Shin dan Eun Tak bertanya Kim Shin menyiapkan diri untuk apa? Namun Kim Shin tak mau memberitahu, dia malah mengalihkan topik dengan bertanya apa Eun Tak sudah makan malam.

“Sejak aku mengatakan bahwa aku bisa melihat pedang itu, kamu lebih sulit ditemui. Aku tidak memberitahumu agar keadaan jadi begini. Kamu harus bersiap untuk apa? Bisakah kita menyiapkannya bersama-sama?” tanya Eun Tak dan Kim Shin kembali mengalihkan topik dengan bertanya apa Eun Tak mau steak. Karena Kim Shin tak mau membahas hal itu, Eun Tak pun tak mau memaksanya. Dia kemudian mengajak Kim Shin untuk makan yang lain, karena dia sedang tak ingin makan daging sapi.

Eun Tak mengajak Kim Shin ke supermarket dan mengajaknya makan jajanan yang dijual disana. Saat Eun Tak sibuk makan, Kim Shin minum bir dan baru minum dua kaleng bir, Kim Shin sudah mabuk. Karena Kim Shin sudah mabuk, Eun Tak pun memilih pulang dan dia pun menyuruh Kim Shin pergi, namun Kim Shin tak mau, dia ingin mengantar Eun Tak pulang.

“Benarkah aku pengantinmu? Kamu menyuruhku menunggu,” tanya Eun Tak.

“Ya.”

“Artinya aku tidak boleh menemui pria lain?”

“Aku tidak mau menyarankannya,” jawab Kim Shin sambil gelayutan di tiang.

“Lalu apa yang akan kamu lakukan dengan permintaan ketigaku? Pekerjaan sambilan, bibiku, dan seorang pacar. Pacar,” ucap Eun Tak dan Kim Shin yang sudah sangat mabuk berkata kalau hal itu tidak akan pernah terjadi dalam hidup Eun Tak, jadi menurut Kim Shin, Eun Tak tak usah menantikan punya pacar.

“Kenapa tidak?” tanya Eun Tak.

“Karena aku tidak mau itu terjadi,” jawab Kim Shin.

“Alasan macam apa itu? Kamu suka padaku?”

“Tidak.”

“Jawaban “tidak” darimu tidak pernah sungguh-sungguh,” ucap Eun Tak dan melanjutkan langkahnya. Kim Shin mengikutinya dan Eun Tak kemudian bertanya apa yang selama ini Kim Shin lakukan. Kim Shin menjawab kalau selama ini dia menunggu kedatangan Eun Tak. Mendengar itu Eun Tak langsung salah tingkah dan meminta Kim Shin tak mengatakan omong kosong seperti itu.

“Aku tidak bercanda,” jawab Kim Shin dan Eun Tak mengalihkan pembicaraan dengan bertanya apa yang akan terjadi kalau Kim Shin merasa senang, karena kalau dia sedih, hujan akan turun. Kim Shin tak mau menjawab, dia ingin melewatkan pertanyaan itu.

“Jangan bilang kamu membuat bunga bermekaran,” tebak Eun Tak.

“Tidak. Pertanyaan berikutnya.”

“Bisakah kamu terbang?”

“ Mudah sekali.”

“Tunjukkan padaku lain kali.”

“Baiklah,” jawab Kim Shin.

Eun Tak lalu bertanya Kim Shin punya berapa pengantin dan dia menjawab kalau Eun Tak adalah yang pertama dan terakhir. Eun Tak bertanya lagi, dia bertanya apa yang akan terjadi jika dia menolak menjadi pengantin Goblin.

“Aku tidak bisa mencabut pedang ini karena hanya kamu yang bisa. Pedang ini harus kucabut agar… Agar… Agar bisa tampan. Saat ini aku tidak tampan,” jawab Kim Shin yang sepertinya tak terlalu mabuk, karena dia masih bisa mengerem untuk tidak mengatakan yang sebenarnya pada Eun Tak.

“Jadi, itu masalahnya? Kamu tahu, pangeran-pangeran yang dikutuk di dongeng kembali jadi diri mereka setelah menemukan cinta sejati. Pangeran Kodok kembali menjadi pangeran dari seekor kodok. Si buruk rupa di “Si Cantik dan Buruk Rupa” kembali jadi pangeran. Siluman kembali menjadi sapu…,” ucap Eun Tak dan berhenti sejenak. “Kita cabut pedangnya lain kali saja. Saat kita membutuhkan sapu,” sambung Eun Tak dan Kim Shin tertawa mendengarnya.

“Kamu tidak tahu, tapi aku sudah gila karena tertawa saat ini. Baiklah, lain kali. Jangan malam ini. Malam ini aku akan tertawa denganmu,” jawab Kim Shin dan Eun Tak menyarankan agar pedang itu dicabut saat hujan salju yang pertama, karena saat itu mereka butuh sapu. Dengan ekspresi sedih, Kim Shin mengiyakan, dia setuju pedangnya dicabut pada salju pertama tahun ini.

Pagi tiba dan cuaca terlihat cerah, Eun Tak jalan sambil bertanya-tanya kapan salju pertama tahun ini akan datang. Langkah Eun Tak berhenti saat melihat beberapa orang foto selfi dengan latar belakang bunga sakura yang bermekaran.

 

Di rumah, Duk Hwa menunjukkan pada Kim Shin, semua surat kabar yang memberitakan kalau bunga sakura bermekaran di pertengahan musim gugur. Kim Shin sendiri baru bangun tidur, rambutnya masih sangat berantakan.

“Pasti ada kejadian baik dalam semalam. Ini pertengahan musim gugur, tapi bunga-bunga sebesar ini bermekaran di mana-mana dalam satu malam. Bunga-bunga itu sangat indah. Hujan dan salju dapat dijelaskan sebagai perubahan cuaca. Apa yang akan Paman lakukan soal bunga itu? Bunga! Paman minum alkohol, bukan?” tanya Duk Hwa kesal. Dia bahkan berani memarahi Kim Shin karena sudah membuat semuanya kacau. Kim Shin sendiri tak tahu harus menjelaskan apa, karena dia tak ingat pada apa yang dia lakukan semalam. Dia bahkan tak ingat kalau sudah minum bir, dia mengira kalau dia seperti itu akibat efek obat penenang.

Kim Shin dan Duk Hwa pergi ke cafe dan bertemu dengan Wang Yeo. Karena Wang Yeo memakai topi malaikatnya, jadi hanya Kim Shin saja yang bisa melihatnya, Duk Hwa tak bisa melihat. Walaupun begitu, Kim Shin tak memberi penjelasan kalau dia melihat dan sedang berbicara dengan Wang Yeo, saat Duk Hwa merasa kebingungan karena melihat Kim Shin bicara sendiri. Wang Yeo mengaku ada di restoran itu untuk menonton drama pagi, karena dia tak mau ketinggalan episodenya.

Saat makan, Kim Shin seperti teringat sesuatu dan diapun bertanya pada Duk Hwa apa semalam dia berkata akan mentraktir Duk Hwa kue. Tentu saja Duk Hwa menjawab tidak dan dia kemudian meminta Kim Shin untuk menghilangkan pengaruh alkoholnya dulu.

“Kamu pingsan lagi? Karena dua kaleng bir?” tanya Wang Yeo dan Kim Shin dengan kesal menjawab kalau semua itu bukan karena alkohol, melainkan karena pengaruh obat. Melihat Kim Shin bicara dengan sesuatu di sampingnya, Duk Hwa pun jadi ngeri sendiri.

Dalam drama, tokoh wanitanya berkata kalau Eun Bi adalah anak Hye Jin. Mendengar itu, Wang Yeo dan Duk Hwa reflek berkata, ‘daebak’. Tak hanya mereka berdua saja yang terkejut mendengarnya, semua pengunjung cafe juga merasa kaget. Hadeeeh… korban drama.

Kim Shin keluar cafe dengan menahan kepalanya yang terasa pusing. Saat dia berbalik melihat Duk Hwa yang hendak minum susu, Kim Shin langsung berteriak histeris, karena dia teringat apa yang sudah dia lakukan dan katakan semalam pada Eun Tak. Duk Hwa tentu saja merasa bingung dan heran dengan tingkah si paman, karena Kim SHin mengatakan apa yang terjadi ke arah lain, bukan ke arahnya. Padahal di tempat itu hanya ada Duk Hwa saja. Tapi itu menurut Duk Hwa saja, karena dia tak melihat ada Wang yeo disana dan Kim Shin sebenarnya sedang berbicara dengan Wang Yeo.

Tepat disaat itu, muncul seorang pria tua yang kaget melihat Kim Shin marah-marah sendiri. Tak mau dianggap aneh oleh pak tua itu, Duk Hwa mengaku kalau dia tak kenal dengan Kim Shin, mereka hanya orang asing.

Mendengar Kim Shin dianggap orang gila oleh orang-orang, Wang Yeo pun tertawa dan kemudian pergi. Duk Hwa menghampiri Kim Shin dan Kim Shin yang memang sedang dalam kondisi kesal, langsung berkata kalau mereka berdua adalah orang asing. Menyadari kalau Kim Shin mendengar apa yang tadi dia katakan pada pak tua, Duk Hwa pun langsung mengejar Kim Shin untuk meminta maaf.

Sunny sedang di make-up dan orang yang me-make-upnya berkata kalau Sunny memang cantik, jadi apapun yang menempel di wajahnya, dia akan tetap terlihat cantik. Walaupun di bilang cantik, Sunny tetap terlihat tak bahagia, karena sampai sekarang dia masih menunggu telepon untuk mendapat pacar. Dia kemudian pergi ke jembatan dimana dia bertemu dengan Wang Yeo. Namun Wang Yeo tak lewat tempat itu.


loading...

Dimana Wang Yeo? dia masih berada di jalan selepas melakukan tugasnya. Ntah apa yang terjadi pada Wang Yeo, dia tiba-tiba melihat semua orang berwajah sama dengan Sunny. Melihat wajah Sunny dimana-mana, Wang Yeo pun ketakutan dan langsung menutup wajahnya dengan topi lalu berjalan pergi.

Sunny sudah berada di restorannya. Melihat Sunny terus menatap ke arah jendela, Eun Tak pun bertanya kenapa? dan Sunny mengaku kalau dia sedang menunggu cintanya datang. Mendengar itu, Eun Tak pun bertanya apa dia adalah pangeran tampan berkuda putih? Sunny menjawab dia tidak mau pangeran, dia maunya raja berkuda putih.

Di kelas, Eun Tak terus menatap kartu nama milik Ketua Yu. Melihat nama depan Ketua Yu, Eun Tak pun ingat kalau nama-nama yang tertulis di batu nisan yang Kim Shin kunjungi, semuanya mempunyai nama depan Yu dan pada salah satu batu nisan bertuliskan kalau dia adalah pria dari Goryeo.

Tepat disaat itu muncul bebarapa teman sekelas Eun Tak dan langsung merebut kartu nama yang Eun Tak pegang. Saat sedang fokus mengatai Eun Tak yang mendekati banyak pria, siswa itu tak sadar kalau ada seseorang yang menyelipkan rokok ke tangannya. Tepat disaat siswa itu sadar kalau di tangannya ada rokok, sang guru datang dan langsung memarahinya.

Ingin membela diri, siswa yang bernama Soo Jin itu berkata kalau rokok itu milik Eun Tak. Untungnya ada siswa jujur di ruangan itu, dia membela Eun Tak dengan berkata kalau rokok itu milik Soo Jin.

Siapa yang sudah memberikan Soo Jin rokok? ternyata dia adalah hantu yang berteman dengan Eun Tak. Tidak mau semua orang menganggapnya aneh, Eun Tak pun secara perlahan mengangguk dan tersenyum pada hantu-hantu itu, sebagai tanda terima kasih.

Keluar kelas, Eun Tak langsung di kerubuti oleh para hantu yang terus mengatakan apa perbuatan baik yang sudah mereka lakukan untuk Eun Tak. Eun Tak pun langsung melihat kesekelilingnya, disaat dia merasa suasananya sepi Eun Tak pun mengucapkan terima kasih pada mereka semua. Tepat disaat itu, si Goblin muncul dengan mobil dan gaya kerennya. Tak mau bertemu dengan Goblin, semua hantu pun langsung menghilang.

Kim Shin datang untuk menjemput Eun Tak dan ketika Eun Tak membahas tentang semalam, Kim Shin pun bertanya apa dia melakukan kesalahan tadi malam.

“Kamu tidak ingat?” tanya Eun Tak.

“Kamu tidak lihat aku menyesal mengingat semuanya?” jawab Kim Shin dan Eun Tak kemudian bertanya apa Kim Shin sudah makan sesuatu untuk menghilangkan mabuk? dan apakah Kim Shin tidak lapar?

Mendengar pertanyaan itu, Kim Shin pun bertanya kenapa Eun Tak selalu membahas makanan ketika mereka bertemu dan kenapa Eun Tak tidak makan sebelum mereka bertemu? Mendapat pertanyaan itu, Eun Tak pun menjawab kalau dia hanya ingin makan bersama Kim Shin.

“Apa yang kamu inginkan? Daging sapi?” tanya Kim Shin dan Eun Tak setuju. Kim Shin kemudian menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan saat Eun Tak keluar mobil, ternyata mereka sekarang sudah berada di negara Mapel lagi. Mereka berdua sudah berada di Quebec.

Kim Shin mengajak Eun Tak makan steak di sebuah restoran mewah. Saat Eun Tak makan, Kim Shin ingin memastikan apakah Eun Tak benar-benar bisa melihat pedangnya, dengan bertanya bagaimana rupa gagang pedang yang ada di tubuh Kim Shin. Eun Tak pun menjawab kalau terdapat harimau pada gagangnya.

“Omong-omong, aku melakukan pemeriksaan latar belakangmu. Aku tidak bisa menemukan apa pun tentang cerita itu,” ucap Eun Tak.

“Cerita apa?” tanya Kim Shin.

“Cerita tentang pedang itu. Kenapa bisa tertanam di sana? Siapa yang melakukannya padamu?”

“Seseorang yang tidak pernah kusangka akan melakukan semacam itu,” jawab Kim Shin dan Eun Tak menebak kalau itu pasti kisah tragis, jadi Kim Shin tak perlu menceritakannya. Eun Tak kemudian bertanya berapa umur Kim Shin dan Kim Shin menjawab 939 tahun. Mendengar itu, Eun Tak terlihat lemas dan berucap kalau hal itu lebih tragis lagi.

“Tapi tetap saja, pasti menyenangkan bisa hidup begitu lama. Kamu tidak menua, kamu kaya, dan sekarang, kamu memiliki pengantin,” ucap Eun Tak dan Kim Shin bertanya apa Eun Tak mau hidup selamanya. Dengan yakin Eun Tak menjawab tak masalah yang penting dia bersama Kim Shin. Mendengar itu, Kim Shin terdiam dan melihat Eun Tak yang begitu asik makan.

Selesai makan, mereka berdua kemudian jalan bersama. Sambil jalan Eun Tak berkata kalau Kim Shin terlihat ceria untuk ukuran orang yang memiliki masa lalu kelam dan gelap. Kim Shin pun menjawab kalau dia sudah hidup hampir seribu tahun, jadi dia tak bisa terus-terusan bersedih. Kim Shin mengaku kalau dirinya adalah Goblin pemberani yang sudah menerima nasibnya.

“Bahkan kesedihan terdalam tidak bisa bertahan seribu tahun dan cinta terdalam pun tidak bisa bertahan seribu tahun,” ucap Kim Shin dan Eun Tak mengaku tak setuju dengan pernyataan Kim Shin. Eun Tak tidak setuju tentang cinta sedih

“Kamu sudah sendirian untuk waktu yang panjang. Kamu kesepian, berubah-ubah, pemarah, menyukai tempat-tempat gelap dan lembap…,” ucap Eun Tak yang langsung diprotes oleh Kim Shin karena tak ada satupun yang baik tentang dirinya dimata Eun Tak.

“Kamu membawa keberuntungan dan kemalangan pada manusia dan kamu tidak berkeluarga. Mungkin itu sebabnya kamu pergi meninggalkanku sendirian di hotel,” sambung Eun Tak dan Kim Shin menjawab kalau dia sudah mengambil keputusan yang tepat. Kim Shin ingin membuat Eun Tak berpikir ulang, diapun bisa mengatakan tidak untuk menjadi pengantin Goblin.

Mendengar hal itu, Eun Tak kesal dan merasa kalau Kim Shin memang tak ingin dirinya menjadi pengantin Goblin. Saking kesalnya, Eun Tak sampai mau menarik pedang yang ada di tubuh Kim Shin. Tentu saja Kim Shin langsung berlari menghindar, karena dia masih ingin hidup.

Karena Kim Shin meminta mereka bicara dengan baik-baik, Eun Tak pun meminta Kim Shin untuk memberinya emas batangan dan tongkat ajaibnya. Kim Shin menjawab kalau dia tidak punya tongkat ajaib.

 

“Kenapa tidak punya? Siluman macam apa yang tidak memiliki tongkat ajaib?” tanya Eun Tak dan Kim Shin kemudian mengubah air menjadi pedang. Melihat hal itu, tentu saja membuat Eun Tak langsung berdecak kagum.

Saat Kim Shin mengembalikan pedangnya dalam bentuk air, dia sengaja mencipratkan airnya ke wajah Eun Tak. Mendapati hal itu, Eun Tak pun hendak membalasnya, namun susah… karena Kim Shin terus saja menghilang dan muncul kesana kemari.

“Bagus sekali. Kamu mengalahkan anak remaja. Kamu senang karena menggunakan kekuatan itu untuk hal baik?” ucap Eun Tak kesal.

“Siapa bilang aku tidak bisa?”

“Kenapa aku tidak memiliki kekuatan apa pun? Kamu mampu melakukan apa pun yang kamu inginkan. Apa aku tidak punya kekuatan khusus selain bisa melihat hantu? Biar bagaimanapun juga, aku pengantin siluman,” keluh Eun Tak.

“Kamu ingin memilikinya?” tanya Kim Shin dan Eun Tak berharap kalau dia bisa membuat batangan emas seperti yang Kim Shin lakukan. Tapi saat Eun Tak bertanya apa Kim SHin bisa memberinya kekuatan, Kim Shin dengan cepat menjawab tidak.

Eun Tak kemudian menyuruh Kim Shin untuk menunggu di tempat itu sebentar, karena dia ingin pergi ke suatu tempat. Agar Kim Shin tak bosan saat menunggu, Eun Tak pun memberinya buku untuk Kim Shin baca. Karena Eun Tak terus berkata kalau Kim Shin jangan sampai meninggalkannya di negara itu, Kim Shin pun menjawab kalau dia tak akan meninggalkan Eun Tak.

“Kenapa? Karena aku pengantin Goblin?” tanya Eun Tak dan Kim Shin malas menjawab, dia menyuruh EUn Tak untuk segera pergi. Namun setelah Eun Tak pergi, Kim Shin tersenyum senang.

Kemana Eun Tak pergi, ternyata dia pergi ke hotel dimana Kim Shin pernah membawanya. Eun Tak menulis sebuah surat dan meninggalkannya di kotak surat. Saat memasukkan suratnya dalam kotak, dia pun berkata, “Tolong berikan ini padanya.”

Di taman, Kim Shin membaca buku yang Eun Tak berikan. Tak lama kemudian Eun Tak memanggilnya dari seberang jalan. Melihat Eun Tak, Kim Shin pun teringat pada kalimat yang ada di dalam buku tersebut. “Massa tidak proporsional dengan volumenya.”

Eun Tak tersenyum melihat Kim Shin dan saat Eun Tak melewati zebra cross, tiba-tiba tanda zebra cross yang dia lewati memberikan warna berbeda. Melihat hal itu, Eun Tak pun langsung melompat kesana kemari untuk membuat warna yang berbeda pada zebra cross tersebut.

“Seorang gadis yang sekecil bunga violet…Seorang gadis yang bergerak seperti kelopak bunga menarikku ke arahnya dengan kekuatan lebih dari massanya. Saat itu, seperti apel Newton, aku bergulir ke arahnya tanpa henti sampai aku terjatuh padanya. Dengan bunyi dentuman. Dengan bunyi dentuman,” ucap Kim Shin dalam hati dan tersenyum ketika melihat Eun Tak yang terus terlihat riang bermain di zebra cross. Namun senyum Kim Shin langsung hilang saat dia teringat pada masa lalunya, dimana dia tergeletak di tanah dengan pedang menancap di badannya.

“Itu karpet merah yang mengagumkan. Kamu yang melakukannya, ya? Menakjubkan,” ucap Eun Tak senang saat menghampiri Kim Shin, namun Kim Shin hanya diam dan hanya menatap Eun Tak, sehingga membuat Eun Tak bingung.

“Jantungku terus bimbang antara langit dan tanah,” ucap Kim Shin dalam hati.

“Kamu marah?” tanya Eun Tak.

“Itulah cinta pertamaku,” sambung Kim Shin.
bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • Sinopsis goblin episode 4 part 2
  • sinopsis goblin 4-2
  • sinopsis goblin ep 4 bagian 2
  • sinopsis goblib episode 4 part 2
  • sinopsis drama goblin episode 4
  • episode berapa eun tak bisa melihat pedang goblin
  • jantungku terus bimbang antar langit dan ta ah kim shin goblin
  • Sinopsis goblin episode 4 part 1
  • goblin episode 4
  • sinopsis goblin episode 4 bagian 2

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *