Home » Goblin » Sinopsis Goblin Episode 4 -1

Sinopsis Goblin Episode 4 -1

Sinopsis Goblin Episode 4 – 1, bercerita tentang Kim Shin yang akhirnya yakin kalau Eun Tak adalah pengantinnya, karena dia benar-benar bisa melihat pedang yang tertancap di badan Kim Shin. Mengetahui kalau kematiannya suda berada di depan mata, Kim Shin malah takut dan terkesan menghindari Eun Tak. Menyadari kalau Kim Shin menghindarinya, Eun Tak jadi kesal. Apalagi dihari-hari dia menunggu Kim Shin, hujan terus turun dan Eun Tak tahu kalau itu pertanda kalau Kim Shin sedang murung.

Sinopsis Goblin Episode 3 || Part 1 || Part 2 || Part 3

Sinopsis Goblin Episode 4 -1

sumber gambar dan konten dari tvN


Eun Tak benar-benar bisa melihat pedangnya dan dia bisa menunjuk dengan tepat posisi si pedang. Dia juga mengaku kalau sebenarnya dia sudah melihat pedang itu sejak pertama kali mereka bertemu. Mendengar hal itu, Kim Shin pun tak bisa lagi menyangkal kalau Eun Tak lah pengantin Goblin itu. Setelah mendapat pengakuan dari Kim Shin kalau dia benar-benar pengantin Goblin, Eun Tak pun merasa senang dan bertanya apa Kim Shin tak akan meninggalkan dirinya. Kim Shin pun mengiyakan, untuk sementara ini dia tak akan meninggalkan Eun Tak, namun kemungkinan Kim Shin akan pergi nanti.

Kim Shin lalu bertanya kenapa Eun Tak baru bilang sekarang kalau dia bisa melihat pedangnya. Eun Tak menjawab kalau awalnya dia hanya ingin bersikap sopan, namun setelah itu dia jadi takut, kalau akan terjadi sesuatu jika dia bisa melihatnya.

“Apa kamu akan melamarku? Bagaimana dengan kuliahku? Apa aku akan menjadi siluman? Yang terpenting, aku bertanya-tanya apa kamu sudah mapan. Aku pura-pura tidak bisa melihatnya setelah kejadian itu. Kamu memang menyakiti perasaanku. Apa yang harus kulakukan sekarang? Sebagai pengantinmu,” tanya Eun Tak.

“Hal pertama yang harus kamu lakukan sebagai pengantinku… Tunggu sebentar di sini,” ucap Kim Shin dan kemudian langsung masuk rumah. Dia masuk kamar Wang Yeo yang saat itu sedang bersiap tidur.

Dengan panik, Kim Shin memberitahu Wang Yeo kalau Eun Tak bisa melihat pedangnya. Wang Yeo pun menjawab “Baguslah. Sekarang keluar.”

“Dia melihat pedangnya. Dia pengantinku. Aku akan mati,” teriak Kim Shin yang sepertinya merasa takut saat mengetahui kematiannya ada di depan mata.

“Lalu kenapa? Bukankah itu bagus? Bukankah itu sebabnya kamu mencari pengantinmu? Pengantin yang akan mengubahmu menjadi abu?” tanya Wang Yeo.

“Memang begitu selama ini.”

“Lalu apa masalahnya? Dia ingin membunuhmu?” tanya Wang Yeo dan Kim Shin sedang tak mau bercanda. Dia benar-benar merasa cemas karena sebentar lagi akan mati. Mendengar Kim Shin takut mati, Wang Yeo pun berkata kalau Kim Shin mau, dia akan membawa Eun Tak ke akhirat karena sudah lama dia ingin membawa Eun Tak ke sana. Kim Shin setuju dan dia pun ingin berteman dengan Wang Yeo karena mereka punya tujuan yang sama.

Eun Tak membunyikan bel dan Kim Shin langsung berkata kalau kematian memanggil dirinya. Namun Wang Yeo menjawab kalau makhluk baik yang membunyikan belnya. Wang Yeo menyuruh Kim Shin tenang dan kemudian bertanya apa Kim Shin pernah mengatakan hal-hal jahat pada Eun Tak.

Saat diingat, Kim Shin pernah berkata, “…. Atau kamu bisa mati saja. Kamu hasil dari tidak mengikuti aturan.”

Mengingat hal itu, Kim Shin pun bergumam kalau dia lebih baik memilih mati, karena itu akan jadi lebih mudah baginya.

Di luar, Kim Shin memarahi Eun Tak karena baru bilang sekarang kalau dia bisa melihat pedangnya. Namun Eun Tak tak perduli, dia tetap minta Kim Shin untuk memperbolehkannya tinggal di rumah itu, karena Eun Tak tak punya tempat tinggal dan Wang Yeo pun mendukung keinginan Eun Tak. Agar Kim Shin mengizinkannya tinggal, Eun Tak pun menceritakan tentang nasib sedihnya, dimana dia ditinggal ibunya dan sekarang hidup seorang diri. Dia bahkan mengaku tak takut jika harus tinggal bersama malaikat pencabut nyawa.

Harus bicara dengan Wang Yeo, Kim Shin pun menyuruh Eun Tak masuk rumah terlebih dahulu dan dia berpesan agar Eun Tak tidak kemana-mana selain ruang tamu. Eun Tak terkagum-kagum melihat rumah Kim Shin.

Kim Shin sendiri sudah berada di kamar bersama Wang Yeo. Kim Shin kesal karena Wang Yeo bukannya mendukung dirinya, dia malah mendukung Eun Tak. Tidak mau Wang Yeo mengacau lagi, Kim Shin pun melarang Wang Yeo keluar dari kamarnya, karena Kim Shin punya cara sendiri untuk mengatasi Eun Tak.

Kim Shin memberitahu Eun Tak kalau dia memilih pilihan nomor 2, yaitu memberikan uang sebesar 5.000 dolar pada Eun Tak. Namun Eun Tak menolak uang itu, karena dia memilih untuk tinggal di rumah Kim Shin. Dia bahkan berkata pada Kim Shin, kalau rumah Kim Shin itu sangat cocok untuk membesarkan anak-anak, jadi dia mengajak Kim Shin untuk membuat anak dan hidup bahagia. Tanpa rasa canggung sedikit pun, Eun Tak bertanya tipe istri seperti apa yang Kim Shin sukai. Mendapat pertanyaan itu, Kim Shin jadi bingung dan kemudian dia mengingatkan Eun Tak kalau Eun Tak pernah bilang kalau Kim Shin bukan tipenya, mendekati ke tipenya pun tidak. Dengan cepat Eun Tak menarik kembali kata-katanya tentang Kim Shin bukan tipenya.

“Ahjusi… Kamu sungguh tampan. Keren sekali. Aku tidak menatap langit untuk memandang bintang lagi. Untuk apa? Aku cukup menatap matamu,” ucap Eun Tak dalam hati dan Kim Shin reflek langsung menunduk saat mendengarnya. “Ahjusi…. Kamu bisa mendengar isi pikiranku?” tanya Eun Ta, karena Kim Shin pernah berkata kalau dia bisa mendengar apa yang Eun Tak pikirkan.

“Apa yang kamu lakukan?” tanya Kim Shin balik, dia mengaku tak bisa mendengar apa yang Eun Tak katakan dalam pikirannya. Mendengar itu, Eun Tak pun bertanya bagaimana Kim Shin tahu saat dia sedang diculik dan Kim Shin menjawab kalau dia bisa merasakannya. Kim Shin menebak kalau sepertinya hal itu berhubungan dengan tada yang ada di leher Eun Tak.

“Kamu menipuku. Aku khawatir kamu bisa mendengarku, jadi, aku sangat berhati-hati saat memikirkanmu. Aku bahkan menyanyi saat berpikir. Saat menatap daun mapel, aku mencari-cari alasan untuk tidak memikirkanmu. Aku harus berhati-hati bahkan saat tidak memikirkanmu,” aku Eun Tak dan kemudian bertanya kenapa? Karena Kim Shin hanya melihat ke arahnya dengan tatapan bingung.

“ Kamu baru saja mengaku kamu memikirkanku saat itu. Aku bingung,” jawab Kim Shin.

“Kenapa bingung? Aku benar-benar pengantinmu,” jawab Eun Tak dengan cepat dan dia kemudian mengaku kalau dia juga merasa bingung. Melihat Eun Tak sedang berusaha mengambil uang yang sudah dia tolak, Kim Shin pun berkata kalau Eun Tak tidak terlihat bingung, jadi Eun Tak bisa meletakkan kembali uangnya. Eun Tak lalu memberikan kesempatan pada Kim Shin untuk membuat pilihan keempat dan Eun Tak berharap kalau pilihan itu yang terbaik.

Duk Hwa pulang dan melihat Eun Tak sedang bicara dengan kakeknya. Ternyata Kim Shin menitipkan Eun Tak di rumah Ketua Yu dan Ketua Yu sangat menghormati Eun Tak, bahkan dia menyuruh Duk Hwa untuk melayani semua keperluan Eun Tak. Tentu saja Duk Hwa tidak terima pada awalnya, namun karena sang kakek mengancam dengan menggunakan ATM, jadi Duk Hwa pun menyanggupi perintah itu, walau dia masih tidak tahu kenapa Eun Tak ada di rumahnya.

Agar Eun Tak bisa istirahat, Ketua Yu pun mengajak Duk Hwa keluar. Berada di kamar yang luas dan mewah, Eun Tak sangat menikmatinya. Namun rasa senang itu hanya sebentar dia rasakan, karena akhirnya dia merasa kesepian.

Duk Hwa bertanya pada sang kakek tentang siapa Eun Tak, namun Ketua Yu tak mau memberitahunya, dia hanya meminta Duk Hwa untuk fokus memenuhi semua kebutuhan Eun Tak. Ketua Yu kemudian berkata kalau sesuatu yang sangat pentung bergantung pada Eun Tak dan saat Duk Hwa bertanya tentang apa itu? Ketua Yu menjawab kalau hal itu adalah kartu kredit Duk Hwa.

Setelah Ketua Yu pergi, Duk Hwa mulai bergumam kalau semua yang terjadi sangat tidak masuk akal. Dia adalah seorang pewaris, namun kenapa Eun Tak yang menentukan kartu kreditnya kembali atau tidak.

Merasa bingung dengan semuanya, Duk Hwa kemudian menemui Kim Shin untuk memberitahukan kalau kakeknya sudah membawa seorang wanita ke rumah. Namun kondisi Kim Shin sekarang sedang tak bisa diajak bicara, dia terlihat tak sehat dan didepannya sudah ada 3 pil. Ketiga pil itu untuk depresi, gangguan bipolar dan juga insomnia. Saat ditanya kenapa Kim Shin meminum semua obat itu, Kim Shin menjawab kalau dia sedang merasa sangat gelisah dan itu membuatnya tak bisa tidur.

Kim Shin pergi dan kemudian Wang Yeo yang muncul. Dia juga minum obat yang Kim Shin minum, saat ditanya kenapa? Wang Yeo mengaku seperti itu karena dia menangis saat bertemu dengan wanita yang belum pernah dia temui. Wang Yeo bingung dengan apa yang sebenarnya dia rasakan.


loading...

Eun Tak sudah berada di tempat kerjanya dan tepat disaat itu, di TV sedang disiarkan talkshow mengenai gangguan kesehatan jiwa seperti depresi, gangguan bipolar dan insomnia. Namun Eun Tak tidak terlalu menghiraukan acara di TV, dia merawa tanda yang ada di lehernya. Sepertinya dia kepikiran dengan omongan Kim Shin, dimana Kim Shin berkata kalau dia datang karena tanda yang ada di leher Eun Tak.

“Gejala gangguan bipolar meliputi belanja secara impulsif. Jika seseorang yang kalian kenal tiba-tiba berbelanja berlebihan, bantulah dia,” ucap si narasumber dan kita melihat Kim Shin habis membeli banyak barang dari acara di TV.

“Gejala lainnya… Kepercayaan diri yang ekstrem dan berlebihan,” sambung si narasumber dan kita melihat Kim Shin mengajak Wang Yeo dan Duk Hwa ke sauna dengan gaya mengangkat tangan ke atas. Walaupun menganggap gaya itu norak, Wang Yeo dan Duk Hwa tetap mengikutinya.

“Gejala utama dari depresi adalah hipokondria,” tambah si narasumber dan Kim Shin mengeluh sakit perut pada Wang Yeo. Tak mau Kim Shin merebut susu miliknya, Wang Yeo pun langsung meminumnya sendiri.

“Kamu tidak akan mati tanpa perut. Kamu hanya tidak bisa makan. Kamu akan mati ketika pengantinmu mencabut pedangnya,” ucap Wang Yeo kesal.

“Jadi, kamu mau aku mati?” tanya Kim Shin.

“Hanya itu yang kita bicarakan. Apa yang baru?”

“Apa yang baru? Orang akan berpikir kalau aku berpikiran sempit dan tertutup. Apa aku tidak sepadan dengan udara yang kuhirup? Apa aku harus mati? Kenapa tidak pergi beri tahu itu padanya saja? Suruh dia untuk membunuhku saja karena aku tidak pantas untuk hidup,” keluh Kim Shin dan Wang Yeo pun bertanya apa Kim Shin menangis? Kim Shin mengaku kalau dia sedang berusaha keras untuk tidak menangis.

Melihat sikap Kim Shin yang semakin aneh, Wang Yeo pun bergumam kalau seharusnya dia pindah rumah saja.

Eun Tak bersiap berangkat sekolah dan saat dia sedang kebingungan tentang arah menuju sekolah, hujan turun. Melihat hujan, Eun Tak pun menyadari kalau Kim Shin pasti sedang merasa murung. Apa yang Eun Tak tebak, memang benar. Kim Shin sedang menyendiri sambil melihat daun mapel dari Eun Tak.

“Ini tidak benar. Kamu menyakiti perasaanku jika kamu merasa murung sekarang. Kamu bisa menolak saja. Kenapa kamu membuat hujan dan menyebabkan banyak masalah kepada banyak orang?” ucap Eun Tak kesal sambil melihat langit. Dengan kesal Eun tak hendak mengambil korek apinya, namun niatnya langsung terhenti karena melihat Duk Hwa datang untuk mengantarkannya sekolah. Duk Hwa mau mengantarkan Eun Tak sekolah karena itulah perintah Ketua Yu dan Ketua Yu mengirim mata-mata untuk memantau apa yang Duk Hwa lakukan.

Duk Hwa mengantar Eun Tak sekolah sampai depat sekolah dan itu membuat Eun Tak malu, karena semua teman-temannya melihat ke arahnya. Ketika salah satu temannya memanggil nama Eun Tak, Duk Hwa pun baru sadar kalau wanita yang dia antar adalah Ji Eun Tak, wanita yang kenal dengan Kim Shin dan Kim Shin sudah menghukum keluarga bibi Eun Tak dengan emas. Membahas tentang bibi Eun Tak, Duk Hwa pun merasa penasaran dengan hukuman emas yang Kim Shin berikan.

Bibi Eun Tak berhasil menemukan anak perempuannya dan mereka bertiga membawa 2 batang emas tersebut ke toko emas. Merasa curiga dengan keluarga bibi Eun Tak, pemilik toko pun melaporkan mereka ke kantor polisi.

 

Polisi juga ikut curiga karena bibi Eun Tak terlihat jelas sedang berbohong. Pada pemilik toko, dia berkata kalau emas itu adalah warisan dan pada polisi dia berkata kalau emas itu milik ponakannya. Polisi semakin mencurigai bibi Eun Tak karena dia tak bisa mengatakan siapa ponakannya itu, dia lupa dengan nama Eun Tak. Bukan hanya bibi Eun Tak saja yang Kim Shin buat lupa pada Eun Tak, dua sepupu Eun Tak juga tak ingat pada Eun Tak. Ingatan mereka tentang Eun Tak dan alamat rumah lama mereka hilang.

Duk Hwa bertanya pada Wang Yeo kenapa harus Eun Tak, pengantin Kim Shin dan Wang Yeo sendiri tak tahu kenapa, dia hanya berkata kalau dewa hanya sedang nakal. Sebenarnya bukan hanya Kim Shin yang sedang depresi karena wanita, Wang Yeo juga sedang merasakan hal yang sama. Saking depresinya, Wang Yeo tanpa sadar membuat piring yang dia gunakan membeku. Melihat itu, Duk Hwa memberitahunya kalau piring yang Wang Yeo bekukan itu adalah piring favorite Kim Shin, karena dia membelinya sendiri saat pemerintahan Louis, namun wang Yeo tak perduli, dia malah semakin membekukan piringnya. Melihat wajah seram Wang Yeo, Duk Hwa pun berjanji untuk tidak mengadukannya pada Kim Shin.

“Apa karena gadis itu? Gadis yang membuatmu menangis kali pertama kamu melihatnya. Pikir dengan matang. Mungkin bukan kali pertama kamu melihat dia. Seorang pria harusnya jangan begitu. Bertanggung jawablah. Kamu tidak ingat hari itu, tapi dia mungkin mengingat sesuatu,” ucap Duk Hwa dan Wang Yeo pun memberitahunya kalau wanita yang terus dia pikirkan itu begitu riang. Duk Hwa begitu penasaran ketika mendengar Wang Yeo bercerita tentang bibir, tapi dia langsung berhenti bertanya pada Wang Yeo untuk kelanjutan ceritanya, karena Wang Yeo terlihat marah, dia kembali membekukan piring milik Kim Shin. Wang Yeo kemudian pergi ke jembatan dimana dia dan Sunny bertemu.

Di sebuah rumah sakit, seorang kakek menghembuskan nafas terakhirnya. Bertepatan dengan itu, Kim Shin sedang bersiap-siap, dia mengenakan stelan jas hitam. Keluar kamar, dia berpapasan dengan Wang Yeo yang baru pulang. Dengan alasan kalau dia butuh bantuan Wang Yeo, Kim Shin pun mengajak Wang Yeo pergi ke luar negeri.

Eun Tak pulang dan mendapati tempat tinggal barunya begitu sepi. Dia kemudian berusaha menghabiskan waktunya untuk belajar, namun dia tak bisa fokus belajar. Dia kepikiran pada Kim Shin yang terkesan menghindarinya.

Eun Tak pergi ke rumah Kim Shin dengan membawa lilin yang besar dan panjang. Di depan pintu, dia memanggil-manggil Kim Shin, namun tak ada yang keluar membukakan pintu. Dengan tak munculnya Kim Shin, tambah membuat Eun Tak frustasi dan sedih.

Kemana Kim Shin? Ternyata dia menemuk anak laki-laki yang dulu pernah dia tolong. Ternyata anak laki-laki itu adalah kakek yang sebelumnya kita lihat meninggal dunia. Berkat Kim Shin, hidup anak laki-laki itu berubah, dia menjadi pengacara dan menolong orang-orang yang kurang beruntung.

“Aku ingin membayarmu kembali untuk roti lapisnya. Aku juga tidak punya pilihan lain. Aku tahu kamu ada di sana. Orang biasa tidak bisa melupakan sebuah momen keajaiban,” ucap anak itu.

“Aku tahu. Aku memberikan roti lapis itu untuk ribuan orang. Tapi sangat langka melihat seseorang yang berkembang seperti dirimu. Kebanyakan orang hanya diam saja dalam momen keajaiban itu dan meminta momen keajaiban yang lain. Mereka bilang bahwa mereka tahu aku di sana. Seolah-olah aku berutang keajaiban pada mereka. Tapi kamu mengubah hidupku. Itulah kenapa aku selalu mendukungmu,” aku Kim Shin.

“Aku tahu itu. Sekarang, ke mana aku akan pergi?”

“Kamu bisa melewati pintu yang kamu masuki. Akhirat ada di sisi lain,” jawab Kim Shin dan anak itu pun pergi meninggalkannya dengan wujud orang tua lagi.

Wang Yeo muncul dan berkata kalau orang itu sudah jelas akan pergi ke tempat yang bagus. Kim Shin mengiyakan dan berterima kasih atas bantuan Wang Yeo, sehingga dia bisa bicara dengan orang itu. Wang Yeo lalu bertanya kenapa Kim Shin harus menemuinya, padahal tak ada yang menyuruhnya. Kim Shin dengan santai menjawab kalau dia hanya ingin terlihat keren.
Bersambung

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis goblin ep 4
  • sinopsis goblin 4
  • sinopsis goblin episode 4 bagian 1
  • goblin episode 4 sinopsis
  • eps berapa pengantin goblin bilang dia melihat pedang
  • sinopsis globin episode 4
  • goblin sinopsis episode 4
  • Kakek dewa goblin meninggal
  • Sinop goblin eps 4
  • sinopsis film goblin episode 4
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *