Home » Goblin » Sinopsis Goblin Episode 2 – 2

Sinopsis Goblin Episode 2 – 2

Sinopsis Goblin Episode 2 – 2, bercerita tentang Kim Shin yang akhirnya mengaku pada Eun Tak kalau dia adalah Goblin, semua itu karena Eun Tak malaikat penjabut nyawa menemui Eun Tak. Namun Kim Shin tak bisa menjadikan Eun Tak pengantinnya, sebab Eun Tak tidak bisa melihat pedangnya. Pernyataan itu, tentu saja membuat Eun Tak sakit hati dan akhirnya mereka pun bertengkar. Di akhir episode Eun tak di culik oleh rentenir yang menginginkan buku rekening milik ibunya dan Kim Shin bersama Wan Yeo datang menyelamatkannya.

Sinopsis Goblin Episode 2 – 1

Sinopsis Goblin Episode 2 – 2

sumber gambar dan konten dari 

Kim Shin pulang ke rumah dengan kesal dan Wang Yeo melihatnya aneh karena Kim Shin keluar rumah dengan membawa garpu. Wang Yeo bersiap tidur, dia naik tempat tidur dengan perlahan, tapi dia langsung terjatuh ke kasur gara-gara Kim Shin masuk kamarnya dengan tiba-tiba. Kim Shin masuk untuk bertanya apakah pakaian yang dia pakai sekarang sudah bagus dibandingkan dengan yang sebelumnya?

 

Mendengar pertanyaan itu, Wang Yeo menghela nafas dan bertanya apa sikap Kim Shin berubah tiba-tiba? Tak perduli dengan pertanyaan Wang Yeo, Kim Shin bertanya lagi apa baju itu cocok dengan buku yang dia bawa?

“Sepertinya dia akan terus memanggilku. Aku ingin kelihatan cerdas dan sempurna setiap kali dia memanggilku,” ucap Kim Shin.

“Siapa?”

“Kumohon. Fokuslah sedikit. Anggap saja ini sebagai pakaianku saat aku mau pergi dari tempat ini,” pinta Kim Shin.

“Kau kelihatan hebat. Kau bersinar. Terbaik,” jawab Wang Yeo dengan cepat agar Kim Shin cepat pergi dari kamarnya, tapi Kim Shin tahu Wang Yeo sedang berbohong, jadi dia pun beranggapan kalau pakaian itu jelek.

Kim Shin kembali lagi dengan pakaian yang sama dan membawa LP dan CD, dia ingin Wang Yeo memilihkan mana yang lebih bagus, karena Kim Shin ingin kelihatan suka mendengarkan semua genre musik, dari klasih sampai K-pop.

“Anak-anak muda belakangan ini….mendengarkan musik lewat digital,” jawab Wang Yeo dan Kim Shin langsung menjatuhkan LP dan CD-nya.

Kim Shin datang lagi dengan membawa lukisan dan Wang Yeo menyuruhnya keluar. Mendengar itu, Kim Shin pun langsung keluar, padahal dia sudah susah payah membawa dua lukisan.

Wang Yeo sudah menutupi dirinya dengan selimut dan Kim Shin membukanya. Melihat posisi Wang Yeo tidur seperti orang mati, Kim Shin pun bertanya, “Apa kau tidur seperti ini?”

“Kenapa memang? Aku paling nyaman tidur seperti ini,” jawab Wang Yeo dan dia hendak menutup kembali selimutnya, namun di tahan oleh Kim Shin.

“Jangan lakukan itu. Memangnya kau ini di kamar jenazah? Mau kuletakkan bunga di tanganmu?” tanya Kim Shin.

“Biarkan aku tidur,” rengek Wang Yeo yang kembali menutup selimutnya.

Pagi tiba dan Wang Yeo terbangun dengan memakai penutup kepala. Itu seperti penutup kepala yang selalu di pakaia nenek-nenek kalau mau tidur. Dengan tatapan kesal, Wang Yeo pun berucap, “Aku akan menghancurkanmu.”

Sebenarnya apa yang terjadi? ternyata Kim Shin sudah mengubah sprei dan selimut Wang Yeo yang berwarna putih polos menjadi motif bunga-bunga dan berwarna merah. LOL

Paginya, Kim Shin membuat kopi sambil senyum-senyum. Tak lama kemudian Wang Yeo muncul untuk mengangkat jemuran. Saat mengangkat jemuran, Wang Yeo pun bernyanyi, “Celana dalam si goblin itu sangat awet. Tahan lama dan kuat.”

“Hentikan itu,” ucap Kim Shin yang tak senang pada lagu itu.

“Apa ini lagumu? Aku tidak tahu. Pantas saja aku suka sekali lagunya,” jawab Wang Yeo dan kembali bernyanyi, “Celana dalam si goblin itu kotor. Bau dan kotor”

“Kuperingatkan kau,” ucap Kim Shin mulai kesal.

“Memangnya apa yang kau lakukan dengan celana dalammu ini sampai bisa ada lagunya?”

“Tidak ada.”

“Kenapa bisa…orang-orang itu menciptakan lagu seperti itu?”

“Kubilang tidak ada.”

“Perbuatan baik apa yang kaulakukan sampai orang menciptakan lagu tentang celana dalammu? Memangnya kau…itu benar-benar jantan?” tanya Wang Yeo dan Kim Shin berteriak kesal meminta Wang Yeo berhenti membahas semua itu.

Duk Hwa masuk kamar Kim Shin dan bertanya apa dia baik-baik saja, karena tiba-tiba terjadi badai di Seongbuk-dong. Duk Hwa pun terlihat heran melihat Kim Shin tidur sambil meringkuk di tempat tidurnya dan dia bertanya kenapa?

Masih dalam posisi meringkuk, Kim Shin pun berkata kalau dia akan memberitahu Duk Hwa sebuah rahasia tentang keluarga Duk Hwa dan nasib tragis Kim Shin. Sebelum mengatakan hal itu, Kim Shin meminta Duk Hwa untuk tidak terkejut, tapi ternyata Kim Shin sendiri yang terkejut karena ternyata Duk Hwa sudah tahu kalau Kim Shin adalah goblin.

“Sejak kapan kau tahu?” tanya Kim Shin dan Duk Hwa menjawab, sejak dia berumur 8 tahun.

Flashback!
“Aku mulai curiga waktu aku masih enam tahun. Setiap kali kau mabuk, kau pasti akan membuat emas dan memamerkannya padaku. Kau tidak ingat?” cerita Duk Hwa.

Duk Hwa kecil kagum melihat begitu banyak emas yang ada di depan Kim Shin, dia pun hendak meminta satu, namun tak dibolehkan Kim Shin.

“Saat itulah aku sadar kalau kau bukanlah pamanku yang sesungguhnya,” sambung Duk Hwa.
Flashback End!

“Sekarang pun kau begitu. Kau selalu seperti ini. Mana bisa aku tidak tahu?” ucap Duk Hwa karena melihat Kim Shin terbang. “Kau harus berhati-hati. Kau mungkin bisa buat kesalahan di luar rumah.”

“Jadi maksudmu….kau tahu kalau aku ini goblin sejak kau berumur enam tahun?” tanya Kim Shin dan Duk Hwa mengiyakan. “Tapi, kau….masih tetap bicara kasar padaku sejak kau 6 tahun?” tanya Kim Shin lagi dan Duk Hwa kembali mengiyakan, tapi karena Kim Shin terlihat marah dan diluar begitu banyak petir menyambar, Duk Hwa pun meralat dengan menjawab tidak.

“Badai hari ini sangat lebat dalam satu wilayah. Pemirsa pasti merasakan syok. BMKG telah mengutarakan…adanya peringatan hujan lebat di beberapa wilayah bagian Seoul dan Gyeonggi. Karena jalan yang licin, maka kemungkinan akan terjadi kemacetan lalu lintas dan rawan kecelakaan. Reporter Lee akan melaporkan situasinya. Hujan lebih deras juga terjadi di seluruh area Seongbuk-dong…..dan warga pun mulai resah. Untuk meminimalisir kemacetan lalu lintas….polisi mendorong warga untuk menggunakan transportasi umum,” ucap si pembawa berita.

Melihat diluar hujan turun dengan lebat, Kim Sun pun berucap, “Baguslah.” Mendengar itu, Eun Tak pun berkata apanya yang bagus, karena kalau hujan, tak akan ada pelanggan yang datang. Kim Sun menjawab kalau tak hujan sekalipun, tak ada pelanggan yang datang, jadi untuknya, hujan lebat tak menjadi masalah.

“Yah, lagipula aku tidak punya payung,” gumam Eun Tak.

“Aku punya banyak, kok. Ambil saja salah satu untukmu. Aku selalu malas membawa pulang payung itu dan pastikan jangan bawa payungnya kesini lagi,” ucap Kim Sun dan tentu saja Eun Tak senang mendengarnya, karena akhirnya dia punya payung.

Membahas tentang payung, Kim Sun bergumam agar dia juga mendapatkan payung dalam hidupnya. Dia kemudian beranjak dari duduknya dan hendak pergi. Sebelum pergi, dia berpesan pada Eun Tak untuk tidak bermalas-malasan ketika kerja. Eun Tak pun mengiyakan dan dia benar-benar menyukai gaya Kim Sun.

Kemana Kim Sun pergi? ternyata dia pergi ke seorang peramal. Karena Kim Sun terus melihat pada foto yang dipajang, peramal itupun menjelaskan kalau dia kembar tiga dan dia yang paling muda. Si peramal kemudian mengatakan pada Kim Sun kalau Kim Sun tak punya peruntungan dalam urusan suami dan anak, semua itu karena dia punya nafsu untuk mengembara dan keinginan daging.

“Karena itulah aku ditakdirkan punya segala macam nafsu. Aku juga bernafsu pada hidupku. Aku harus berhenti bernafsu, ‘kan?” tanya Kim Sun.

“Kau dilahirkan dengan nasib kesepian. Kau sendirian tanpa seorang kerabat satu pun.”

“Kau tahu itu darimana?”

“Hidupmu seperti kapal berlayar di laut lepas.”

“Kuharap aku ada di perahu itu bersama dengan pria tampan,” harap Kim Sun dan si peramal kemudian berkata kalau dia melihat seorang pria dalam hidup Kim Sun. Si peramal juga berpesan agar Kim Sun berhati-hati dengan pria bertopi hitam. Namun Kim Sun sama sekali tak takut, dia malah berharap kalau pria bertopi hitam itu tampan.

Kita beralih pada pria yang hobi mengenakan topi hitam, dia hendak pergi dan Kim Shin bertanya, “Kau mau kemana?” dan Wang Yeo menjawab kalau dia hendak ke binatu, dia ingin mencuci topinya.

“Aku selalu diingatkan betapa hebatnya topi itu. Kau jadi terlihat lucu waktu kau mengambil nyawa orang mati,” ucap Kim Shin yang kembali memancing emosi Wang Yeo.

“Jangan mencari kematian. Kematian yang akan menemukanmu. Itulah ide di balik topi ini. Orang mati mengenaliku hanya ketika aku memakai ini. Topi ini menyembunyikan diriku dari manusia.”

“Aku senang kau jadi tidak terlihat oleh mata manusia. Memalukan sekali melihatnya. Jaga dirimum” ucap Kim Shin dan setelah Wang Yeo pergi, Kim Shin langsung duduk dengan manis sambil memegang buku. Dia sedang bersiap untuk di panggil oleh Eun Tak. Dia sengaja membawa buku biar terlihat pintar. Tapi ternyata Eun Tak tak kunjung memanggilnya, hingga membuat dia bosan.

Sedang apa Eun Tak? Ternyata dia sedang melapisi daun mapel dengan plastik yang dia dapatkan dari Kanada. Temannya berkata kalau Eun Tak hidup di zaman mana? Kenapa dia masih melapisi daun dengan plastik. Eun Tak menjawab kalau orang yang akan menerima daun itu juga kuno, jadi dia pasti tidak akan marah. Mendengar kalau Eun Tak hendak memberikan daun itu pada seseorang, teman Eun Tak pun bertanya siapa? Apa orang itu adalah pacar Eun Tak? Mendapat pertanyaan itu, Eun Tak langsung menjawab kalau dia tak punya pacar. Eun Tak mengaku kalau dia hanya ingin mengucapkan terima kasih pada orang itu karena dia sudah membantunya mendapatkan kerjaan.

“Bagaimana jika dia salah paham saat menerimanya?” tanya teman Eun Tak dan Eun Tak menjawab kalau orang itu saja menyangkal keberadaannya, jadi Eun Tak sangat yakin kalau dia tak akan salah paham.

Eun Tak kemudian memanggil Kim Shin dengan meniup api, namun saat dia berbalik yang ada di belakangnya bukanlah Kim Sin, melainkan malaikat pencabut nyawa. Melihat Wang Yeo, Eun Tak langsung berkata kalau syalnya ketinggalan.

“Sudah kuduga. Kau bisa melihatku. Kau bisa melihatku 10 tahun yang lalu dan sekarang juga,” ucap Wang Yeo.

“Kuharap bos-ku belum mengunci pintunya. Ah, bodoh,” gumam Eun Tak dan hendak pergi seolah-olah tak menghiraukan keberadaan Wang Yeo. Namun langkahnya terhenti karena Wang Yeo tiba-tiba muncul di depannnya.

“Kau takkan bisa membodohiku. Aku tahu kau bisa melihatku dan tak seorang pun di sini bisa melindungimu sekarang,” ucap Wang Yeo.

“Aku juga tahu kalau kau tahu.”

“Kau pindah. Jadi aku telah mencarimu selama 10 tahun. Akhirnya aku menemukanmu.”

“Harusnya kau sudah dari dulu tak usah mencariku. Dalam kehidupan ini, kami menyebut orang sepertimu itu “penguntit”. Kau tahu itu? Aku akan menuntutmu. Lagipula tak ada namaku di daftarmu,” ucap Eun Tak kesal.

“Karena kaulah salah satu dari jiwa-jiwa yang hilang. Sulit kalau aku mau mengumpulkan nama-nama dari berkas 19 tahun lamanya,” jawab Wang Yeo dan Eun Tak bertanya apa yang akan terjadi pada dirinya? Apa dia akan mati? Dia memberitahu Wang Yeo kalau usianya baru 19 tahun dan Wang Yeo menjawab kalau hal itu tak masalah, karena anak berumur 9 tahun atau 10 tahun juga bisa mati. Itulah yang namanya kematian.

“Tapi bersama dengan siapa kau kali ini?” tanya Wang Yeo dan Eun Tak melihat Kim Shin sudah ada di sampingnya.

“Tutup matamu. Jangan melihat matanya. Dia itu Malaikat Pencabut Nyawa,” ucap Eun Tak dan Kim Shin hanya melihat Eun Tak yang terlihat khawatir, sedangkan Wang Yeo melihat mereka berdua dengan tatapan bingung. Kim Sin hendak menyingkirkan tangan Eun Tak, namun Eun Tak berkata, “Tidak. Kau tak boleh kontak mata dengannya.”

“Tak apa. Kami sudah saling kenal,” jawab Kim Shin dan menurunkan tangan Eun Tak lalu menggandengnya. Kim Shin mengarahkan Eun Tak untuk berdiri dibelakangnya, lalu dia menyapa Wang Yeo, “Kau pasti sedang bekerja.”


loading...

Wang Yeo mengiyakan dan dia mengaku kalau dia tak mengerti dengan apa yang Kim Shin lakukan sekarang. Kim Shin pun menjawab kalau dia sekarang sedang mencampuri urusan hidup-mati manusia. Wang Yeo mengingatkan Kim Shin kalau dia sudah melakukan hal yang salah, karena Eun Tak seharusnya sudah mati 19 tahun lalu. Tepat setelah Wang Yeo mengatakan itu, tiba-tiba terdengar suara petir, padahal cuaca malam itu cerah. Ternyata yang menyebabkan petir itu adalah Kim Shin yang sepertinya merasa marah pada Wang Yeo.

“Apa aku terlihat ingin mendengar penjelasan darimu?” tanya Kim Shin da menatap Wang Yeo dengan tatapan serius. Dalam hati Kim Shin berkata, “Bukannya kau sudah belajar bagaimana goblin sedang bicara serius? Waspadalah. Aku mungkin akan ikut campur tangan juga dengan kehidupan dan kematianmu.”

Tak mau terjadi masalah, Eun Tak mengajak Kim Shin lari, tapi dia tak bisa menarik Kim Shin, yang ada malah Eun Tak tertarik kembali pada Kim Shin. Kim Shin memberitahu Eun Tak untuk tak khawatir dan diam saja ditempatnya, karena Wang Yeo tidak akan mengambil dirinya.

“Dia sudah 10 tahun lamanya mencariku,” ucap Eun Tak mencoba menjelaskan.

“Walaupun begitu. Itu tak masalah meskipun dia mencarimu 100 tahun lamanya lagi. Tidak boleh ada Malaikat Pencabut Nyawa yang dapat mengambil seorang gadis yang ingin menikah dengan goblin. Terutama saat si wanita berada didalam pengawasan si goblin,” ucap Kim Shin dan Eun Tak kaget mendengarnya.

“Jadi dia…,” gumam Wang Yeo.

“Ya, aku. Aku pengantinnya. Akulah si pengantin goblin yang terkenal itu. Mau apa kau sekarang? Kau masih mau membawaku?” tanya Eun Tak yang merasa percaya diri karena dilindungi oleh goblin. Tepat disaat itu terdengar suara ambulan

“Sepertinya aku yang jadi orang jahat di sini. Aku harus menyelesaikan itu dulu (mencabut nyawa orang yang dibawa dengan ambuilan). Kita akan bicara lagi nanti. Sampai jumpa lagi. Kita bisa saja tak sengaja bertemu seperti ini….atau kita bisa membuat janji,” ucap Wang Yeon dan pergi.

“Katakanlah. Sepertinya banyak yang ingin kaukatakan padaku,” ucap Kim Shin setelah Wang Yeo pergi.

Dengan ekspresi kecewa, Eun Tak bertanya kenapa Kim Shin membohonginya dan Kim Shin menjawab kalau dia mengira mereka berdua tak akan bertemu lagi. Dia tak pernah menyangka Eun Tak bisa mengikutinya melalui pintu itu. Eun Tak bertanya lagi kenapa Kim Shin masih tetap tak mau mengakui kalau dirinya goblin setelah itu dan Kim Shin beralasan kalau dia merasa tak perlu meralat pernyataan dirinya di awal. Lagi pula, Kim Shin berpendapat kalau Eun Tak tak akan pernah bisa menjadi pengantin Goblin.

Dengan mata berkaca-kaca, Eun Tak bertanya lalu dia ini siapa sebenarnya. “Setiap hari aku didatangi hantu yang menceritakan tentang goblin. Jika aku abaikan, mereka akan menggangguku. Jika kulayani bicara, mereka tidak mau pergi. Kata malaikat pencabut nyawa, aku harus mati. Padahal aku hidup sehat dan bahagia. Sebenarnya aku apa?” tanya Eun Tak dan Kim Shin menjawab kalau semua itu adalah beban yang harus Eun Tak tanggung sejak lahir, jadi dia tak seharusnya mengeluh pada Kim Shin.

Mendengar tanggapan Kim Shin seperti itu, tentu saja Eun Tak tambah merasa kesal, dia bahkan menyebut Kim Shin dengan sebutan, “brengsek.”

“Kau pikir aku sungguh-sungguh berniat menikah dengan goblin? Jujurlah padaku. Pasti ada alasan lain, ‘kan? Apa karena…aku tidak cantik? Apa aku ini bukan tipemu? Benar, ‘kan?” tanya Eun Tak.

“Tidak.”

“Kau selalu bilang begitu. Itulah kenapa kau harus bohong kalau kau itu bukan goblin.”

“Kau itu cantik. Aku sudah hidup selama lebih dari 900 tahun. Aku tidak mencari seseorang yang cantik. Aku mencari seseorang yang bisa melihat apa yang ada di diriku. Karena itulah kau bukan pengantinnya. Hanya itu alasannya. Karena itulah kau tidak berharga bagiku,” jelas Kim Shin dan Eun Tak merasa sakit hati mendengarnya. Kim Shin kemudian menyuruh Eun Tak untuk tidak merasa tersakiti, karena Eun Tak seharusnya menganggap dirinya beruntung.

“Jika kau sudah melihat apa yang ada di diriku….kau pasti sudah sangat membenciku,” ungkap Kim Shin dan Eun Tak pun beranggapan kalau seharusnya Kim Shin tak bohong dari awal kalau dia adalah goblin. Kenapa Kim Shin baru memberitahunya sekarang.

“Alasan yang sama yang kujelaskan tadi. Jangan memanggilku lagi dengan harapan palsu. Aku akan pergi dari tempat ini,” jawab Kim Shin.

“Kemana? Tidak. Jangan jawab itu. Aku tidak penasaran walau sedikit pun. Siapa bilang aku akan menjadi pengantinmu? Aku masih 19 tahun dan berada di puncak hidupku. Aku tidak akan memanggilmu lagi. Kau pergilah jalani hidupmu. Aku tidak membutuhkanmu. Yang aku ingin tahu cuma bagaimana rupa goblin dan sekarang aku sudah tahu,” ucap Eun Tak dengan kesal dan pergi. Baru beberapa langkah, Eun Tak berhenti dan berbalik, namun Kim Shin sudah tak ada lagi di tempatnya.

Kim Shin pulang dan Wang Yeo bertanya apa Kim Shin akhirnya akan binasa? Karena yang dia dengar, dengan munculnya pengantin Goblin, berarti kematian bagi Goblin. Kim Shin menjawab kalau dia belum bias binasa, karena Eun Tak tidak bisa melihat pedangnya. Mendengar itu, Wang Yeo pun berpendapat kalau Kim Shin bisa memberi Eun Tak waktu, karena Eun Tak masih anak-anak.

“Karena itulah kau seharusnya tidak usah datang mengincar dia,” ucap Kim Shin mengingatkan Wang Yeo dan Wang Yeo pun bertanya kenapa? Kenapa Kim Shin ingin melindungi Eun Tak yang tak bisa melihat pedangnya.

“Tak bisakah kau ucapkan selamat saja padaku? Aku jadi hidup lebih lama lagi sekarang,” pinta Kim Shin dan Wang Yeo menyuruhnya untuk hidup di tempat lain, karena dia tak bisa hidup bersama goblin yang ikut campur dengan kehidupannya.

“Aku tahu cara mudah menyingkirkanmu. Pintu keluar ada disana,” jawab Kim Shin dan Wang Yeo tak bisa lagi menjawabnya. Kim Shin kemudian masuk ke dalam kamarnya dan menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur.

Diperpustakaan, Eun Tak juga terlihat sedih. Mereka berdua sama-sama sedih karena sudah menyakiti hati satu sama lain.

Eun Tak kemudian pergi ke toko buku anak-anak, dia membaca semua buku yang berhubungan dengan Goblin. Seorang anak menghampiri Eun Tak dan berkata kalau Eun Tak terlalu tua untuk membaca buku-buku seperti itu. Eun Tak pun menjawab kalau dia sedang memeriksa latar belakang pacarnya.

“Apa pacar unnie tokong dongeng? Dia pangerannya?” tanya anak kecil itu.

“Andai saja. Aku lebih suka pangeran tampan, jika dia akan menjadi tokoh dongeng,” jawab Eun Tak yang kemudian mengeluh kalau dia sedang mempelajari tentang Goblin. Anak itu kemudian memberikan sebuah buku pada Eun Tak dan berkata kalau buku itu lebih bagus untuk dibaca, buku yang dia berikan berjudul, “Goblin yang periang.”

Melihat buku itu, Eun Tak kemudian teringat pada percakapannya dengan Kim Shin semalam, dimana Kim Shin berkata kalau Eun Tak tak bisa menjadi pengantin Goblin. Mengingat hal itu, Eun Tak pun bergumam kalau dia hanya lah manusia biasa. Eun Tak kemudian mengambil daun yang sudah dia lapisi plastik, “Aku juga tidak mau, sudah selesai semuanya,” ucap Eun Tak dan meletakkan daun itu di salah satu buku lalu mengembalikan buku itu ke dalam raknya.

Eun Tak pergi dan tepat disaat itu, seorang pria mengambil salah satu buku yang Eun Tak kembalikan dalam rak. Pria itu mengambil buku yang berjudul, “Goblin yang periang.”

Si Goblin sendiri sekarang sedang berada di sebuah gedung tua dan dia dia melihat asap. Ketika dia mendatangi sumber asap, ternyata itu asap yang berasal dari rokok Duk Hwa. Melihat Kim Shin, Duk Hwa langsung mematikan rokoknya. Tak mau dimarahi oleh Kim Shin, Duk Hwa pun memilih pergi. Hmmm.. di lihat dari baju yang Duk Hwa pakai, sepertinya pria yang mengambil buku cerita goblin tadi adalah Duk Hwa. Setelah Duk Hwa pergi, Kim Shin kembali melihat tangannya sendiri.

Karena merasa tubuhnya tadi merasa enak ketika terkena asap, jadi Kim Shin pun menyuruh Duk Hwa untuk mengasapi seluruh ruangan di rumah. Wang Yeo muncul dan bertanya apa yang sebenarnya terjadi dan Duk Hwa menjawab kalau Kim Shin sudah seperti itu sejak 3 jam yang lalu. Wang Yeo hendak mendekati Kim Shin, namun tubuh Kim Shin mengeluarkan api biru.

“Apa ini awan? Aku cuma bertanya saja,” tanya Wang Yeo terbata-bata karena dia juga takut pada Goblik. Kim Shin tak menjawab, dia hanya mendesah dan saat dia mendesah, dari tangga keluar asap dan suara petir menggelegar.

“Paman. Jangan datangkan hujan. Siapa nanti yang akan bereskan ini semua,” pinta Duk Hwa dan Wang Yeo menebak kalau Kim Shin seperti itu, pasti gara-gara wanita.

“Itu pasti wajah seorang pria yang baru dapat kesempatan bisa bicara dengan seorang wanita setelah 300 tahun lamanya…dan akhirnya menyakiti wanita itu,” tebak Wang Yeo dan Kim Shin langsung berkata kalau dia tak melakukan apapun. “Sepertinya pertengkaran pasangan kekasih ini tidak berakhir dengan baik. Jadi kalian akan berpisah? Apa begitu?” tanya Wang Yeo.

“Oh, Daebak. Paman punya pacar? Dia cantik?” tanya Duk Hwa.

“Dia umur 19,” ucap Wang Yeo.

“Heol, Daebak. Dia cantik?” tanya Duk Hwa yang masih penasaran dengan paras wanita tersebut, namun tak ada yang menjawabnya.

“Aku tidak memikirkan dia. Aku sedang mempelajari pasar saham. Jaga mulutmu itu, Malaikat Pencabut Nyawa,” ucap Kim Shin kesal.

“Jangan meremehkan kekuatanku yang bisa meramalkan masa depan. Kau memikirkan wanita itu, Goblin,” jawab Wang Yeo dan Duk Hwa terlihat kaget dan heran, sepertinya dia baru tahu kalau penyewa rumahnya itu adalah seorang malaikat pencabut nyawa.

Karena Duk Hwa menatapnya, Wang Yeo pun bertanya, “Apa?” Duk Hwa kemudian melihat ke arah Kim Shin dan Kim Shin pun bertanya, “Apa?”

“Aku turut sedih kalau hubungan kalian berakhir. Tapi bukankah seharusnya kau minta maaf seperti seorang pria sejati jika kau menyakiti perasaannya? Terus, apa yang kaulakukan disini?” saran Duk Hwa dan Kim Shin tak mau melakukannya, dia bahkan menyebut Duk Hwa tak tahu apa-apa karena dia masih muda. Melihat Kim Shin yang masih tak mau menemui Eun Tak untuk meminta maaf, Wang Yeo pun berjalan pergi sambil bergumam kalau Kim Shin adalah pria yang menyebalkan.

Setelah Wang Yeo pergi, Duk Hwa terus meminta Kim Shin untuk pergi minta maaf dan bersikap jantan pada wanita. Tapi Kim Shin tetap tak mau, dia malah mengikat Duk Hwa yang menurutnya banyak bicara.

Wang Yeo dan Kim Shin berpapasan dan mereka sama-sama hendak pergi. Wang Yeo mengaku akan pergi ke binatu dan Kim Shin mengaku akan pergi ke toko.

Tapi ternyata keduanya sama-sama pergi ke rumah Eun Tak, namun mereka tak menemukannya disana. Eun Tak sudah pindah atas saran Kim Shin. Mengetahui hal tersebut, Wang Yeo pun bertanya kemana Eun Tak pindah, tentu saja Kim Shin tak akan memberitahunya.

Eun Tak ternyata pindah ke restoran ayam, dia tidur disana. Tidur ditempat baru, Eun Tak pun meyakinkan diri kalau semuanya tak apa-apa, lagi pula rumah itu bukan rumahnya yang sebenarnya, dia hanya menumpang disana.

Eun Tak mencoba tidur tapi dia tak bisa. Dia kemudian keluar dan mencari seseorang. Siapa yang dia cari? Ternyata dia mencari hantu yang saat itu pernah menyapanya ketika dia pulang sekolah. Di cari oleh manusia, membuat hantu itu takut sendiri. Tapi dia memberanikan diri untuk bertanya kenapa Eun Tak mencarinya? Eun Tak menjawab kalau ingin tahu kenapa hantu itu menyebut Eun Tak sebagai pengantin Goblin.

Hantu itu menjawab kalau nenek-nenek dari pedesaan yang bilang seperti itu padanya dan tak lama kemudian nenek- nenek itu pun muncul di depan Eun Tak dan menceritakan semua yang dia tahu. Si nenek menceritakan kalau Goblin sudah menyelamatkan Eun Tak dan ibunya 19 tahun yang lalu, sepertinya pada malam itu… Eun Tak dan ibunya seharusnya meninggal. Karena setelah ibu Eun Tak pergi, malaikat pencabut nyawa datang dan dia kehilangan jejak Yeon Hee.

Si hantu yang Eun Tak cari tadi berkata kalau Goblin sudah menyelamatkan nyawa pengantinnya dan dia merasa kalau hal itu sangatlah romantis.

“Semua yang dikatakannya ternyata benar. Aku tidak berhak membencinya. Aku pasti tidak akan lahir jika bukan karena dia…dan juga aku pasti tidak akan punya kenangan 9 tahun bersama ibuku,” ucap Eun Tak menyesal dan dia kemudian bertanya pada si nenek tentang apa yang harus dia lakukan sekarang.

Si hantu pun menawari Eun Tak untuk ikut dengannya, maksudnya mati bersamanya. Tentu saja si nenek langsung mencegahnya dan meminta si hantu diam. Si nenek kemudian memberitahu Eun Tak kalau dia harus menikah dengan Goblin, karena tak ada lagi yang bisa Eun Tak lakukan selain itu.

Tanpa Eun Tak sadari, Kim Shin melihat apa yang dia lakukan dari jauh.

Dari nametag Eun Tak yang tertinggal di rumah, bibi Eun Tak mendatangi restoran ayam Kim Sun dan melakukan protes pada Kim Sun karena Kim Sun sudah memperkerjakan Eun Tak. Melihat cara bicara bibi Eun Tak yang tidak sopan, Kim Sun pun menjawabinya dengan cara yang sama. Kim Sun kemudian memberitahu si bibi kalau jam segini Eun Tak pasti sudah berada di sekolah, tapi kenapa si bibi mencarinya di restoran. Si Bibi hendak menjelaskan, tapi Kim Sun malah berjalan pergi. Kim Sun menelpon seseorang dan meminta orang tersebut datang untuk memberi pelajaran pada bibi Eun Tak. Mendengar kalau dia mau dipukuli, si bibi pun memilih pergi dari restoran itu. Ternyata orang yang Kim Sun telpon bukanlah seorang laki-laki yang hobi memukuli orang, tapi itu adalah temannya dan temannya itu adalah wanita, jadi Kim Sun tadi hanya menakut-nakuti bibi Eun Tak.

Pulang ke rumah si bibi langsung di datangi dua rentenir yang menagih hutang. Dia kemudian mengatakan kalau uang asuransi ibu Eun Tak sebesar 150 juta won, tapi ketika dia hendak membawanya ke bank, buku rekening itu hilang dengan sendirinya. Si bibi pun sangat yakin kalau buku rekening itu ada di tangan Eun Tak. Mendengar infor tersebut, si rentenir pun berencana mengambil buku rekening itu sendiri dari tangan Eun Tak, jadi dia bertanya alamat sekolah Eun Tak.

Eun Tak dalam perjalanan pulang dan dia mendapat sms dari sepupu perempuannya yang minta dipinjami uang sebesar 30.000 won, dia berjanji akan mengembalikannya minggu depan. Melihat sepupunya itu sedang berjalan menuju ke arahnya, Eun Tak pun mencari jalan lain untuk menghindarinya. Tapi ternyata jalan yang dia lewati malah membuat dia tertangkap oleh dua rentenir.

Di rumah, Wang Yeo dan Kim Shin sedang makan malam bersama. Kim Shin kemudian bertanya darimana Wang Yeo mendapatkan uang untuk menyewa rumahnya selama 20 tahun. Wang Yeo menjawab kalau dia mendapat uang dari orang-orang yang meletakkan uang di meja saat pemakaman dan uang itu untuk membayar biaya perjalanan orang mati untuk sampai ke dunia akhirat. Uang-uang tersebut dia tabung selama 300 tahun, jadi itulah alasannya dia tak bisa merelakan rumah itu pada Kim Shin.

“Aku sudah lama tak mendengar kata ‘menabung’. Aku punya banyak emas dan uang tunai,” ucap Kim Shin memamerkan uangnya dan Wang Yeo merasa tak suka mendengarnya. Dia pun melempar lada pada Kim Shin dan Kim Shin dengan cepat menangkapnya. Masih merasa kesal, Wang Yeo pun menggunakan kekuatannya dan melempar piring steak milik Kim Shin.

Melihat piringnya terbang dan pecah, Kim Shin pun tertawa dan berkata, “Itu piring yang biasa di gunakan oleh Raja Louis XIV.” Setelah mengatakan itu, Kim Shin menatap marah pada Wang Yeo.

Eun Tak di bawa oleh dua rentenir dengan menggunakan mobil dan di dalam mobil, salah satu rentenir mengeluarkan semua isi tas Eun Tak. Dia mencari buku rekening milik ibu Eun Tak, namun dia tak menemukannya disana. Ketika melihat rentenir yang menyupir menyalakan api untuk merokok, Eun Tak berusaha meniupnya, namun dia di dorong oleh rentenir yang satunya. Mobil bergoyang dan korek itu pun jatuh. Eun Tak gagal memanggil Kim Shin.

Apa yang dilakukan Kim Shin? Dia sedang bertarung dengan Wang Yeo. Wang Yeo menebangkan garpu di atas kepala Kim Shin dan Kim Shin menerbangkan pisau di atas kepala Wang Yeo. Tak hanya itu saja ternyata yang mereka terbangkan, semua benda yang ada di atas meja, mereka terbangkan semua.

Sambil menangis, Eun Tak berkata pada rentenir kalau dia tak tahu dimana buku rekening itu berada, karena bibinya yang menyimpan. Mendengar itu, si rentenir jadi bingung, karena Eun Tak berkata bibinya yang menyimpan dan si bibi juga mengatakan kalau buku itu di simpan oleh Eun Tak. Si rentenir emosi dan hendak memukul Eun Tak, mendapati itu Eun Tak pun reflek menundukkan kepalanya sehingga tanda lahir dari Goblin pun terlihat. Tanda itu memberikan cahaya dan sepertinya hal itu bisa dirasakan oleh Kim Shin, karena dia tiba-tiba menurunkan semua barang-barang yang terbang di atas meja.

Si rentenir mencengkram kerah baju Eun Tak dan mengancam Eun Tak, jadi Eun Tak harus menyerahkan buku rekeningnya. Eun Tak menjawab kalau dia benar-benar tak tahu dimana buku itu, lagi pula bibinya yang berhutang kenapa si rentenir malah menculik dirinya. Eun Tak lalu mengancam mereka, dia akan melaporkan mereka berdua ke polisi, mendengar itu si rentenir emosi dan hendak memukul Eun Tak. Namun belum sempat dia memukul, mobil tiba-tiba berhenti karena lampu jalan yang mereka lewati tiba-tiba pecah.

Setelah suasan menjadi gelap, muncul dua sosok pria dari ujung jalan. Mereka adalah Kim Shin dan Wang Yeo. Melihat Kim Shin datang menyelamatkannya, Eun Tak tersenyum senang.
bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis goblin eps 2 part 2
  • Celana dalam si goblin itu sangat awet
  • sinopsis goblin ep 2 bagian 2
  • sinopsis goblin episode 2 part 2
  • sinopsis goblin ep 2 part 2
  • goblin sinopsis kimshin come to kimsun restaurant
  • sinopis goblin episode 2
  • sinopsis goblin episode 2-2
  • goblin drama episode 2 sinopsis
  • gambar goblin sedang bawa payung

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *