Home » Goblin » Sinopsis Goblin Episode 10 – 3

Sinopsis Goblin Episode 10 – 3

Sinopsis Goblin Episode 10 – 3, bercerita tentang Kim Shin dan Eun Tak yang akhirnya tahu kalau Sunny sudah memutuskan hubungan dengan Yeo, karena Yeo tak bisa memberitahu identitas aslinya. Ingin membantu pasangan itu berdamai, Kim Shin malah tambah memperuyam masalah. Di akhir episode, Yeo akhirnya memberitahu Kim Shin kalau Sunny adalah adiknya.

Sinopsis Goblin Episode 10 – 2

Sinopsis Goblin Episode 10 – 3

Sumber gambar dan konten dari tvN

Mereka berdua sekarag sudah berada di pojangmacha dan minum soju disana. Saat meneguk gelas pertamanya, Eun Tak mengeluh sojunya pahit, dia pun bertanya apa rasa soju memang seperti itu? dan Kim Shin menjawab kalau rasa soju memang seperti itu. Kalau Eun Tak menganggap rasa sojunya manis, maka saat itulah Eun Tak bisa di bilang sudah dewasa.

Masih tak puas hanya minum satu gelas, Eun Tak pun meminta Kim Shin untuk menuangkan lagi. Untuk gelas kedua, Eun Tak ingin bilang kalau sojunya manis, tapi dia tak bisa berbohong, dia tetap mengatakan kalau sojunya pahit.

Tepat disaat itu pencopet yang Kim Shin kalahkan muncul. Dia datang bersama teman-temannya dan berkata akan membunuh Kim Shin. Kim Shin pun meladeninya, mereka kemudian bertempur di luar tenda. Saat Kim Shin keluar untuk menghadapi para preman, pemilik tenda memberitahu Eun Tak kalau Kim Shin bisa dalam bahaya, karena preman-preman itu adalah preman yang sangat terkenal di kota. Namun Eun Tak tidak perduli, dia berkata kalau Kim Shin tidak bisa dipukul, Eun Tak pun kemudian memesan satu botol soju lagi. Sambil minum soju, Eun Tak menikmati tontonan dimana Kim Shin memukuli para preman.

 

Setelah berhasil mengalahkan semua preman, Kim Shin masuk lagi menemui Eun Tak. Kim Shin bertanya apa suasananya masih terasa romantis dan Eun Tak mengiyakan, bahkan menurutnya lebih romantise dari sebelumnya.

“Bar yang remang-remang. Makanan sederhana. Soju pahit. Pertempuran kejam. Romantisme di mana-mana. Kalau ada satu hal lagi, maka akan jadi sempurna,” ucap Eun Tak dan satu hal itu adalah ciuman pertama karena yang waktu itu bukanlah ciuman pertamanya.

Tanpa ragu, Eun Tak langsung menghampiri Kim Shin dan memajukan wajahnya. Kim Shin yang terkejut dengan apa yang Eun Tak lakukan, langsung menghentikan waktu. Namun apa yang dia lakukan, tidak berlaku pada Eun Tak. Eun Tak masih tetap bergerak.

“Apa kau lupa aku ini pengantinnya goblin? Itu tidak berhasil padaku. Dengan kata lain, kau tidak bisa menghindariku,” ucap Eun Tak dan Kim Shin menjawab kalau dia tidak menghindar, karena sulit menghindarinya untuk yang pertama kalinya. Setelah mengatakan itu, Kim Shin langsung mencium bibir Eun Tak dan itu membuat Eun Tak tersenyum senang. Saking senangnya, Eun Tak sampai mencium Kim Shin balik dan berkata kalau semuanya sempurna.

Berbeda dengan Kim Shin dan Eun Tak yang merasa berbunga-bunga, Malaikat pencabut kita sedang sangat sedih karena merasa di campakkan oleh Sunny, walau Sunny berkata kalau dia yang di campakkan oleh Yeo.

Paginya, Eun tak memasak untuk dua ahjussi. Melihat kedua ahjussi, Eun Tak kemudian berkata kalau dia merasa baru kemarin dia melihat kedua ahjussi berjalan seperti model melalui kabut dan sekarang sudah tahun baru saja. Eun Tak mengungkapkan kalau saat itu mereka berdua terlihat super keren. Eun Tak hendak melanjutkan masakanannya, namun dia ingat kalau dia lupa membeli daun bawang. Mendengar itu, kedua ahjussi ini pun langsung pergi untuk membeli daun bawang.

Mengulang adegan saat menyelamatkan Eun Tak, kedua ahjussi melewati lorong gelap dan berjalan seperti model. Tapi yang membedakannya pada adegan waktu itu, saat ini kedua ahjussi sama-sama membawa kantong kresek yang berisi daun bawang. Lagi asik beradegan, tiba-tiba muncul pengendara sepeda motor dan menyuruh mereka minggir. Sambil lalu, si pengendara berteriak pada mereka untuk berjalan di pinggir jalan.

“Aku rasa dia memberi kita berkah tahun baru.. Dengan menyarankan kita untuk berjalan di pinggir,” ucap Kim Shin dan Yeo setuju dengan pernyataan Kim Shin, bahkan dia berterima kasih atas berkah yang pengendara motor berikan pada mereka. Mereka berdua kemudian mengucapkan “Selamat Tahun Baru.”

Waktunya makan dan sebelum makan, Eun Tak mengucapkan selamat tahun baru pada kedua ahjussi. Kim Shin pun membalasnya, dia juga mengucapkan selamat tahun baru pada Eun Tak. Ketika Eun Tak dan Kim Shin hendak makan, Yeo berkata kalau dia dan Sunny putus. Mendengar itu, Eun Tak dan Kim Shin reflek tak jadi makan, karea merasa tak enak pada Yeo yang sedang bersedih.

Saat mengetahui kalau Sunny menyuruh Yeo menganggap dia yang sudah mencampakkannya, Eun Tak pun beranggapan kalau hal itu adalah kode pada Yeo untuk menghubungi Sunny duluan. Namun Yeo tak bisa melakukannya, karena Sunny menuntut ingin tahu siapa Yeo sebenarnya.

“Itu berat,” ucap Eun Tak kemudian. “Tapi karena “malaikat maut” sedikit negatif. Bagaimana kalau kau bilang kau itu malaikat? Kan sama-sama malaikat,” saran Eun Tak dan Kim Shin menyemangati Yeo dengan berkata, “Hwaiting.”

Kim Shin juga menghibur Yeo dengan menepuk-nepuk tangan Yeo. Mendapat perhatian seperti itu, Yeo pun langsung melihat ke arah Kim Shin dengan tatapan serius. Dia mengaku kalau dia sedang mencari jawaban dan da harus berada dekat dengan orang yang punya jawabannya.

“Apa yang kau bicarakan?” tanya Kim Shin dan Yeo langsung menggenggam tangan Kim Shin. Mendapati perlakuan itu, Kim Shin langsung meronta minta di lepaskan.

“Aku tidak bisa melihat apapun tentang dirimu. Hanya terasa hangat,” ucap Yeo dan pergi. Dia tak perduli pada Kim Shin yang mengaduh kesakitan. Melihat Kim Shin merasa kesakitan dan jijik karena tangannya di pegang Yeo, Eun Tak langsung memegang tangan Kim Shin dan meniupnya. Tangannya di pegang Eun Tak dan ditiup dengan lembut, Kim Shin langsung terdiam dan kemudian berkata kalau tanganya sudah baik-baik saja.

“Bersikaplah seperti kau setahun lebih tua sekarang, mengerti?” pinta Eun Tak dan Kim Shin tersenyum malu.


loading...

Kim Shin mengajak Yeo jalan-jalan dan kemudian menghampiri Eun Tak yang sedang berada di tempat penjualan ubi rebus. Ternyata Eun Tak juga mengajak Sunny, jadi Eun Tak dan Kim Shin sengaja membuat rencana agar mereka bertemu. Namun Sunny dan Yeo sama-sama tak ada yang mau menyapa duluan, karena mereka berdua sudah sepakat untuk tidak saling menyapa saat bertemu.

Eun Tak kemudian memberi kode pada Kim Shin untuk menghangatkan suasana, tapi yang Kim Shin katakan malah menghancurkan semuanya. Dia berkata, “Hari ini, kalian berdua…kelihatan seperti putih telur dan kuning telur. Seperti telur goreng.”

Merasa sudah mengatakan hal yang sala, Kim Shin langsung meminta maaf dan kemudian berkata, “Kau adalah batang Kecambah (Sunny)… Dan kepalanya (Yeo).”

Lagi-lagi Kim Shin tambah merusak suasana jadi kacau dan dia mendapat tatapan tak senang dari Eun Tak dan Yeo.

Mereka bertiga pulang dan Eun Tak menyalahkan Kim Shin karena sudah mengacaukan semuanya. Sedangkan Yeo hanya diam saja, sehingga Eun Tak meminta maaf padanya karena sudah melibatkan Kim Shin dalam rencananya. Dengan nada sedih, Yeo tak mempermasalahkannya, yang penting dia bisa melihat Sunny. Yeo masuk ke kamar tanpa mengatakan apa-apa lagi.

“Dan juga, kenapa kau bersikeras… Makan ubi manis, padahal kau tidak punya uang? Bagaimana kalian berdua tidak punya uang 5 dolar?” tanya Eun Tak pada Kim Shin dengan nada tak senang.

“Itu adalah misteri,” jawab Kim Shin.

“Bosku yang membayarnya, apa yang akan kau lakukan?” ucap Eun Tak dan Kim Shin berjanji akan membawa uang tunai lain kali. Namun Eun Tak sudah tak mau mendengar apa-apa karena rencananya hari ini hancur gara-gara Kim Shin.

“Tidak, misinya gagal, tapi kita mendapatkan sesuatu,” jawab Kim Shin dan hendak mengambil ubi manis dari tangan Eun Tak, namun tak diberikan oleh Eun Tak.

Yeo keluar kamar dengan pakaian kerjanya sebagai malaikat pencabut nyawa. Sebelum pergi, dia berkata kalau konsepnya hari ini adalah Malaikat. Setelah Yeo pergi, Kim Shin langsung merebut ubi manis dari tangan Eun Tak lalu berlari pergi.

Di kamar, Kim Shin menikmati ubi manisnya sendirian. Saat makan dia teringat pada gambaran masa depan Eun Tak, dimana ketika dia berusia 29 tahun, dia pergi ke Kanada bersama seseorang yang dia panggil “depyonim.” Saat itu, Eun Tak mengenakan sebuah kalung, yang sepertinya sangat dia sukai.

Kim Shin kemudian teringat ketika dia dan Eun Tak untuk pertama kalinya berada di Kanada. Saat itu, Eun Tak melihat-lihat sebuah kalung yang dijual di pinggir jalan. Kim Shin kemudian berpikir kalau akhirnya Eun Tak membeli kalung itu, sebab kalung itu adalah kalung yang sama, yang Eun Tak kenakan disaat usianya nanti 29 tahun.

Namun pikiran Kim Shin langsung berubah, dia merasa kalau dialah yang membelikan kalung itu untuk Eun Tak. Menyadari hal itu, Kim Shin langsung pergi ke Kanada dengan melalui pintu ajaibnya.

Yeo kembali bekerja dan jiwa yang sedang dia tangani kebetulan seorang dokter psikiater, jadi Yeo menggunakan kesempatan itu untuk berkonsultasi dengannya, mengenai Sunny.

“Waktu untuk sembuh bagi yang sedang patah hati… Berbeda-beda pada setiap orang. Daripada fokus cepat-cepat move on darinya. Kau harus fokus pada apa yang membantumu sembuh,” jawab si dokter dan Yeo mengerti. Setelah berterima kasih atas sarannya, Yeo pun menyuruh si dokter meminum tehnya karena teh itu akan membuat si dokter lupa ingatan.

“Sungguh pendidikan yang sia-sia. Kenapa aku membuang-buang masa mudaku untuk menjadi dokter? Kau adalah pasien terakhirku,” ucap si dokter dan kemudian minum teh.

Kim Shin pulang dan di rumah sudah ada Ketua Yu. Dia datang karena merasa kesepian dan tak bisa tidur, jadi dia ingin bermain Go dengan Kim Shin. Tentu saja Kim Shin tak menolak. Saat bermain Go, tangan Kim Shin tiba-tiba kaku dan akhirnya hal itu membuat dia kalah. Setelah sekian lama selalu kalah dari Kim Shin, Ketua Yu langsung kegirangan karena dia akhirnya menang dari Kim Shin.

Saat sendirian, Kim Shin terus merenung. Di sisi lain, Ketua Yu baru selesai di cukur. Si tukang cukur bertanya apa Ketua Yu mau pergi ke tempat yang bagus dan Ketua Yu menjawab “sepertinya begitu”.

Yeo menghampiri Kim Shin dan Kim Shin kemudian mengatakan kalau sebentar lagi Yeo akan mendapatkan kartu nama Ketua Yu. Yeo menyarankan agar Kim Shin memberitahu Duk Hwa agar Duk Hwa tidak menyesal nantinya, namun Kim Shin tak setuju, dia ingin membuat Duk Hwa menghadapinya sendiri. Kim Shin lalu mengatakan kalau Ketua Yu menanyakan tentang Yeo, karena yang Ketua Yu tahu Yeo adalah temannya.

“Dia pasti sudah tahu,” gumam Yeo yang beranggapan kalau Ketua Yu sudah tahu kalau dia adalah malaikat maut.

“Tentang apa? Kau dicampakkan?” tanya Kim Shin yang mengalihkan pembicaraan. “Apa kau sudah menelponnya?”

“Aku tidak bisa. Kalau aku melakukannya, Aku harus memperjelasnya dulu.”

“Tidak salah lagi kau terlihat seperti malaikat maut. Memangnya dia bodoh apa?” ucap Kim Shin dan Yeo kemudian bertanya apa hanya itu saja yang ingin Kim Shin katakan tentang Sunny. Kim Shin menjawab ada lagi, menurut Kim Shin, Sunny tak cocok punya nama Kim Sun, karena itu adalah nama adik Kim Shin.

“Aku senang kalian berdua putus. Aku selalu terganggu setiap kali bertemu dengannya dan juga, dia tidak masuk akal,” aku Kim Shin dan Yeo berkata kalau Kim Shin harus mulai berhenti bicara buruk tentang Sunny.

“Ada sesuatu yang tidak aku katakan padamu. Aku melihat masa lalunya,” ungkap Yeo dan walaupun hal itu rahasia, Yeo tetap mengatakannya, kalau sepertinya Sunny adalah renkarnasi adik Kim Shin, yaitu Kim Sun.

“Wajah Sunny di masa lalu… Cocok dengan wajah wanita… Yang ada dilukisan milikmu,” ungkap Yeo dan Kim Shin jadi penasaran dengan apa yang Yeo lihat.

“Wanita yang aku lihat… Berdiri di tengah-tengah istana. Pakaiannya berwarna putih dan sepertinya seorang bangsawan. Jantungnya tertusuk panah… Dan dia terjatuh dan berdarah,” ucap Yeo.

“Aku yang mengatakan itu padamu. Mungkin bukan tentang pakaiannya.. Atau tentang panahnya… Apalagi? Apa ada lagi yang kau lihat?” tanya Kim Shin penasaran.

“Dia diatas tandu dan dia tersenyum pada seseorang… melalui jendela kecil. Sambil tersenyum dia berkata, ‘ Apa aku kelihatan cantik hari ini?’ Sebuah suara menjawabnya, ‘Kau kelihatan… ”

“Kelihatan jelek,” sambung Kim Shin dan Yeo terkejut. Dia bertanya, apa Sunny benar-benar adik Kim Shin dan Kim Shin membenarkannya. Dia teringat saat pertama kali bertemu dengan Sunny.

Sebagai penutup episode 10, kita melihat Yeo dengan pakaian Raja dan itu berarti dia adalah Raja Yeo, yang sudah membunuh Kim SHin dan adiknya.
bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • adegan goblin dan malaikat pencabut nyawa berjalan seperti model
  • apa itu depyonim
  • episode 10 goblin sinopsisi
  • goblin episode10
  • ji eun tak berciuman dengan kim shin
  • kantong kresek goblin
  • Sinopsis goblin 10 - 3
  • sinopsis goblin episode 10

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *