Home » Goblin » Sinopsis Goblin Episode 10 – 2

Sinopsis Goblin Episode 10 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Goblin Episode 10 – 2, bercerita tentang Yeo yang akhirnya tahu bagaimana masa lalu Kim Shin dan tanpa sepengetahuan Kim Shin, Eun Tak ikut mendengarnya. Pada part ini kita juga akhirnya tahu kemana buku tabungan milik ibu Eun Tak. Ternyata buku itu diambil oleh teman ibu Eun Tak yang sudah menjadi hantu. Ketika Eun Tak sudah mengetahui semuanya, hantu itu pun memberikan semua buku tabungan tersebut pada Eun Tak.

Sinopsis Goblin Episode 10 – 1

Sinopsis Goblin Episode 10 – 2

Kim Sun diberitahu kalau Raja datang dan Kim Sun langsung berlari menemuinya. Namun saat bertemu langsung dengan Raja, Kim Sun malah mundur dan hampir terjatuh. Untungnya, Raja dengan cepat menangkap Kim Sun. Mereka berdua sama-sama terkejut dan saling memandang satu sama lain.

“Kau lumayan berat juga,” ucap Raja dan Kim Sun menjawab kalau semua itu karena dia sedang memikirkan seseorang. Raja lalu bertanya kemana Kim Sun mau pergi sampai terburu-buru seperti itu dan Kim Sun pun menjawab kalau dia ingin pergi menemui Raja.

“Aku yang akan menemuimu,” ucap Raja.

“Aku rasa akan lebih baik kalau kita bertemu di tengah-tengah,” jawab Kim Sun dan mereka kembali menatap satu sama lain.

Joong Won kemudian menyuruh Raja untuk jangan terlalu menyukai Kim Sun dan menganggapnya berharga, karena kalau Raja melakukan semua itu maka nanti hal itu akan menghancurkan Raja sendiri.

“Tiga hari yang lalu, beberapa pejabat dan duta besar Shin Chul Joo… Membicarakan tentang hal itu sambil minum,” ucap Joong Won dan Raja beranggapan kalau apa yang mereka katakan itu memang benar.

“Itu sebabnya semakin bertambah alasan kenapa yang mulia harus menyangkalnya. Kau harus memenggal leher Shin Chul Joo… Karena tidak menghormati keluarga kerajaan dan memberi mereka pelajaran. Yang mulia harus menunjukkan betapa berkuasanya yang mulia,” tambah Joong Won dan Raja terlihat tak terlalu setuju dengan keputusan itu.

Kim Sun memanggil Joong Won ke ruangannya dan meminta dia untuk tidak menggoyahkan hati Raja dan menutupi matanya. Kim Sun berpendapat kalau keputusan untuk menghukum mati duta besar Shin, tidak lah benar. Namun Joong Won tak sedikitpun takut pada Kim Sun yang sudah menjabat sebagai Ratu. Karena dia beranggapan dirinya sudah seperti ayah bagi Raja, karena selama ini dialah yang membesarkan Raja. Selain itu, Joong Won jugalah yang memberikan posisi Raja pada Yeo.

“Kau bukan siapa-siapa, kau hanya seorang adik prajurit. Simpan saja peringatan itu untuk dirimu sendiri. Yang harus kau peringatkan bukan aku, tapi kakakmu. Kakakmu dikirim ke medan perang supaya itu jadi kuburannya, Tapi aku dengar dia malah memenangkan pertempurannya. Itu rencana yang keji Mereka mengatakan ada 2 raja di 1 negara. Mereka mengatakan ada 2 matahari di 1 langit. Kalau bukan konspirasi, Lalu apa?” ucap Joong Won dan Kim Sun hanya diam menahan kemarahannya.

Raja memberikan sebuah pedang pada Kim Shin dan berkata, “Aku memberimu pedang dengan kemarahan dan kecemasan/ Pergilah sejauh mungkin dan jangan kembali.”

“Yang mulia, maksud anda… Bagaimana yang mulia bisa… Goryeo adalah negaramu. Yang mulia memintaku menjaga perbatasan, maka aku melakukannya. Yang mulia memerintahkan aku untuk membunuh musuh, aku melakukannya. Adikku ada di sini dan juga orang-orangku…,” jawab Kim Shin.

“Sekarang kau mengerti.. Kecemasan raja. Kabari aku tentang kematianmu dan aku akan memberitahumu tentang penderitaanku. Itu adalah keputusanku,” ungkap Raja dan Joong Won terlihat puas mendengarnya.

Kim Sun meminta Raja untuk tidak buas terhadap pejabat rakyat dan tidak merendahkan mereka yang hanya seorang prajurit. Selain itu, Kim Sun juga meminta Raja untuk membiarkan Kim Shin Raja dan juga menyingkirkan Joong Won.

“Apakah begini jadinya? Apa kau menjadi tidak berguna dan serakah? Apa kakakmu mengatakan…Kau adalah satu-satunya harapan bagi keluargamu yang tidak berguna itu?” ucap Raja marah dan Joong Won terlihat senang.

“Yang mulia.”

“Rajalah yang melindungi rakyat. Bagaimana bisa seseorang melindungi raja? Apa kau bahkan sadar apa yang kau minta dariku? Kakakmu.. Kembali dari peperangan yang mustahil. Dia menjadi berkuasa bagi orang-orang. Aku menyuruhnya untuk tidak kembali, Tapi dia terus mentertawakan ketidakmampuanku. Bagaimana aku tahu apakah kakakmu akan menggunakan pedang itu… Untuk melindungi aku atau untuk membunuhku?”

“Yang mulia…”

“Tidak ada yang boleh lebih berkuasa bagi orang-orang. Itu sebabnya ini dianggap sebagai pemberontakan,” ucap Raja dan Joong Won menambahkan kalau prajurit biasa bisa membangun sebuah kekuasaan dan membuat para pejabat kehilangan haknya. Karena hal itu, Joong Won langsung meminta Raja untuk memenggal leher Kim Shin dan kemudian, Raja bisa menjelaskan kekuasaannya yang sebenarnya pada dunia. Mendengar perkataan Joong Won, Kim Sun terus melihat Raja, namun Raja memalingkan pandangannya.

Scene diawal episode pun kita lihat kembali, dimana Kim Shin memberanikan diri masuk istana dan berjalan terus menuju Raja. Karena apa yang dia lakukan, Kim Sun pun dipanah oleh prajurit.
Flashback End!

“Itu adalah… Terakhir kalinya aku melihat adikku. Dia adalah adik dari seorang prajurit dan ratu yang terpuji. Jalan menuju ke raja terlalu jauh. Aku tidak pernah mencapainya. Aku tahu tidak akan bisa mencapainya. Aku tahu itu, Tapi aku terus saja melangkah. Itu adalah peperangan terakhirku. Aku harus mati di sana,” ungkap Kim Shin dan Yeo bertanya kenapa?

“Aku kembali setelah menentang perintah kerajaan. Aku mengabaikan kecemburan dan ketakutan dari raja muda itu. Aku tidak bisa melupakan… Janjiku pada almarhum raja untuk melindungi Yeo. Aku harus melindungi nyawa yang tidak berdosa. Terlebih lagi, Adikku melindunginya dengan nyawanya,” sambung Kim Shin.

Yeo kemudian menunjukkan cincin hijau yang dia berikan pada Sunny, tapi karena Kim Shin tak pernah melihat dengan jelas kalau adiknya dulu mengenakan cincin yang sama, jadi Kim Shin pun tak mengetahuinya. Dia malah mengira kalau Yeo adalah renkarnasi dari adiknya, karena Yeo ingin tahu cerita tentang Kim Sun di masa lalu.

Tepat disaat itu, Eun Tak muncul dan berkata kalau dia harus pergi ke suatu tempat. Mendengar Eun Tak mau pergi, Kim Shin ikut karena dia merasa kalau dia dan Eun Tak saat ini sudah satu paket. Yeo setuju dan langsung menyuruh keduanya pergi bersama, karena saat ini Yeo ingin sendirian. Mendengar itu, Kim Shin berkata kalau Kim Sun juga suka menghabiskan waktu sendirian.

“Keluarlah! Keluarlah!” ucap Yeo dengan nada kesal, karena Kim Shin terus saja mengira kalau dia adalah adiknya.

Eun Tak pergi untuk mengunjungi makan teman hantunya yang selalu berada di perpustakaan. Teman Eun Tak bernama Jung Hyun. Mendengar mereka hanya akan pergi ke Paju, Kim Shin pun merasa lega karena itu lebih dekat daripada Kanada. Eun Tak kemudian tiba-tiba terus mengatakan kalimat pujian untuk Kim Shin, mulai dari Kim Shin yang sangat cocok dengan segala jenis bunga, Kim Shin adalah tipenya dan Kim Shin yang benar-benar punya kepribadian yang baik. Mendengar itu, Kim Shin pun merasa heran dan bertanya apa dia sudah melakukan kesalahan. Tentu saja Eun Tak menjawab tidak dan dia mengaku kalau dia sedang memberikan kata-kata penyemangat untuk Kim Shin.

“Bagaimana tepatnya aku ini tipemu?” tanya Kim Shin.

“Kau aneh dan tampan,” jawab Eun Tak dan keduanya sama-sama tersenyum.

Eun Tak sampai di tempat abu Go Jung Hyun disimpan dan dia langsung terkejut ketika melihat foto ibunya bersama Jung Hyun. Mereka berdua sama-sama mengenakan pakaian SMA. Ternyata Jung Hyun dan ibu Eun Tak adalah teman satu SMA. Ingin menanyakannya langsung pada Jung Hyun, Eun Tak pun meminta Kim Shin untuk membuka pintu yang langsung menuju ke perpustakaan.

loading...

Sampai di perpustakaan, Eun tak langsung mencari Jung Hyun dan bertanya apa dia benar-benar teman ibunya. Jung Hyun pun menjawab kalau itulah alasan dia selama ini berada di sisi Eun Tak, semua itu karena Eun Tak adalah anaknya Yeon Hee.

“Yeon Hee banyak membantuku. Kami membuat janji waktu di SMA. Kalau kami punya bayi, kami akan saling memberi hadiah baju bayi. Aku tidak bisa menepati janjiku, tapi aku menyimpan uangnya,” ucap Jung Hyun dan menyuruh Eun Tak untuk membuka loker yang ada disamping mereka. Di dalam loker itu juga terdapat buku tabungan yang selama ini bibi Eun Tak cari, ternyata orang yang menyimpannya adalah Jung Hyun dan Jung Hyun berkata kalau uang-uang itu bisa Eun Tak gunakan untuk biaya kuliahnya.

Karena Jung Hyun sudah melakukan apa yang ingin lakukan, jadi sudah waktunya bagi Jung Hyun untuk pergi. Dia akan menemui ibu Eun Tak dan menceritakan semuanya. Dia akan memberitahu kalau Eun Tak adalah anak yang baik, pelajar yang baik dan masuk ke universitas yang bagus.

Sambil menahan tangisnya, Eun Tak berterima kasih atas apa yang sudah Jung Hyun lakukan padanya selama ini. “Saat kau… Bertemu ibuku di sana, Tetaplah berteman dengannya,” pinta Eun Tak dan Jung Hyun pun pergi.

Eun Tak dan Kim Shin kemudian pergi ke pantai. Eun Tak berkata, “Ibu… Kau punya teman yang sangat baik. Sebenarnya, Dia adalah temanku. Aku suka semua yang ibu lakukan untukku. Kue beras, pesta, Syal dan Jung Hyun. Semuanya….,” ucap Eun Tak dan Kim Shin kemudian menepuk-nepuk pundak Eun Tak. Eun Tak pun berterima kasih pada Kim Shin karena sudah mau membukakan pintu kemana saja Eun Tak mau.

“Begitulah baiknya aku ini,” jawab Kim Shin dan Eun Tak tertawa. Eun Tak kemudian bertanya-tanya kenapa sekarang hujan tak lagi turun dan Kim Shin menjawab kalau dia sedang berusaha mengendalikannya, supaya NASA tidak datang dan membawanya. Mendengar itu, Eun Tak kembali tertawa.

Kim Shin memanggil Tuan Kim kerumahnya dan meminta dia untuk membantu Eun Tak mencairkan uang asuransi ibunya secara sah. Tuan Kim mengerti dan menyanggupinya. Sebelum Tuan Kim pergi, Kim Shin mengucapkan terima kasih, karena Tuan Kim sudah tumbuh dengan baik. Tuan Kim pun mengaku kalau dialah yang harus berterima kasih pada Kim Shin atas semua bantuannya selama ini.

Tuan Kim langsung menemui bibi Eun Tak di penjara dan melakukan apa yang Kim Shin inginkan. Disana bibi Eun Tak berkata, “Adikku meninggal, anaknya masih kecil. Uang asuransinya dibayarkan. Tapi mereka bilang aku tidak bisa menjadi wali resminya kalau aku berhutang. Jadi apa yang harus kulakukan? Aku hanya punya satu kesempatan. Aku membayar semua hutang-hutangku untuk menjadi wali resminya. Setelah itu, aku mendapatkan uang asuransinya. Tapi aku tidak bisa mendepositokan uangnya di rekeningku.”

“Itu karena kau punya hutang pribadi yang harus dibayar,” tebak Tuan Kim dan bibi Eun Tak membenarkan.

“Jadi aku menaruhnya di rekeningnya Eun Tak… Tapi buku banknya menghilang. Bagaimana bahagianya aku mendapatkan buku banknya kembali? Apa kau mengerti maksudku?” tanya bibi Eun Tak dan Tuan Kim kemudian mengeluarkan ponselnya yang ternyata sejak tadi dalam kondisi merekam.

Tuan Kim menyimpan rekamannya dan berkata, “Hukum mendengarmu dengan jelas. Kau mengakui berusaha melakukan pencurian uang asuransi.”

Mendengar itu, bibi Eun Tak langsung mengubah pernyataannya dengan berkata kalau dia sangat menyayangi Eun Tak. Namun Tuan Kim tak mau mendengarnya, dia kemudian memberi dua pilihan pada bibi Eun Tak. Pertama, kembailkan semua yang dia ambil…dan bebas dari penjara. Kedua, membuat semuanya jadi rumit dengan tuntutan tunjangan anak…dan itu akan menyeret bibi Eun Tak ke penjara selama 1 tahun.

“Jadi, 1 atau 2, yang mana pilihanmu?” tanya Tuan Kim.

“Kau salah menilaiku. Aku mengenal teman di tempat gelap.”

“Aku rasa kau yang salah menilaiku. Aku tahu tempat gelap itu lebih daripada kau,” ungkap Tuan Kim dan bibi Eun Tak langsung terlihat ciut mendengarnya.

Setelah melakukan tugas dari Kim Shin, Tuan Kim langsung melaporkannya pada Ketua Yu dan Tuan Kim juga memberitahu Ketua Yu kalau dia sudah membuat perjanjian dengan Duk Hwa seperti yang Ketua Yu minta.

“Satu meja, satu kursi. Dia akan mulai belajar dasarnya,” ucap Tuan Kim dan Ketua Yu menyukai kinerja Tuan Kim.

Duk Hwa sekarang sudah disebuah toko yang menjual berbagai funitur. Manager Jang muncul untuk mengajarinya tentang apa saja yang harus dia lakukan, namun Duk Hwa terkesan menyepelekan. Setelah dia mengetahui kalau semua itu adalah interuksi dari kakeknya, Duk Hwa pun langsung bergegas mengambil browsur yang hendak manager Jang berikan padanya. Dia juga berjanji akan menghafal semuanya dan akan membuat manager Jang terkejut.

Yeo masih terlihat sedih dan kemudian menatap tangannya sendiri. Tak lama kemudian pemilik binatu yang selalu mencuci topinya datang dan tanpa basa basi Yeo langsung berkata kalau dia datang untuk mengambil topi miliknya. Membahas tentang topi itu, si pemilik binatu langsung berkomentar kalau topi itu terbuat dari bahan yang sangat bagus. Dia bertanya apa topi itu dibuat di Italia

“Itu dibuat di surga,” jawab Yeo dan pemilik binatu itu terlihat bingung. Namun dia tak mau ambil pusing, dia langsung mengambilkan topi milik Yeo.

Yeo kembali mengingat masa lalu Sunny dan tepat disaat itu Sunny menelpon untuk menanyakan apakah Yeo masih mencari tahu tentang cincin itu. Yeo pun mengiyakan dan berkata kalau hal itu lumayan rumit. Sunny kemudian mengajak Yeo ketemuan sebelum tahun berganti.

Yeo bergegas pergi dan berpapasan dengan Kim Shin. Merasa kalau masa depan yang dia lihat pada Sunny saat pertama kali dia bertemu denganya, Kim Shin pun langsung bertanya pada Yeo, “Apakah hari ini?”

Yeo tak tahu kalau Kim Shin sudah melihat masa depan Sunny, saat pertama kali mereka bertemu, jadi diapun bertanya, “Ada apa?”

Tak menceritakan apa yang dia lihat, Kim Shin hanya menyarankan agar Yeo mengganti pakaiannya. Tapi karena Yeo malah balik tanya bukannya langsung mengganti, Kim Shin pun tak bisa menjelaskan apa-apa, dia hanya berkata kalau mungkin saja nasehatnya bisa mengubah hari Yeo.

Di restoran, Sunny sibuk memilih make-up yang cantik karena dia hendak ketemuan dengan Yeo. Setelah lama memilih, Sunny akhirnya menemukan make up yang pas untuk dirinya.

Yeo akhirnya sampai di tempat ketemuan dan disana Sunny sudah menunggunya. Yeo meminta maaf karena terlambat dengan alasan susah berjalan di banyak kerumunan. Sunny kemudian mengajak Yeo pergi ke paviliun Bosingak, namun sebelum itu Yeo bertanya apa mereka berdua bisa berpegangan tangan?

Melihat Yeo begitu ingin memegang tangannya, Sunny pun jual mahal. Dia ingin Yeo menjawab pertanyaannya dulu tentang siapa Yeo sebenarnya, sebelum mereka berpegangan tangan. Karena Sunny ingin tahu tangan siapa yang dia pegang. Yeo hanya diam saja dan hal itu sangat membuat Sunny kecewa. Jadi, diapun mengajak Yeo putus.


“Kau menjauhkan aku dari mobil… dan aku suka melihatmu mengerjakan soal matematika dengan pensil. Itu semuanya bagus. Tapi aku tidak bisa melakukannya lagi. Anggap saja kau mencampakkan aku. Jangan menelponku mulai dari sekarang. Meski kita tidak sengaja bertemu, jangan saling menyapa. Selamat tahun baru,” ucap Sunny dan pergi.

Kim Shin sudah berpakaian rapi dan menunggu Eun Tak di ruang tamu, tapi Eun Tak tidak kunjung turun, jadi hal itu membuat Kim Shin bosan menunggu. Kim Shin hendak menemui Eun Tak langsung di kamarnya, namun dia ragu.

Tak lama kemudian Eun Tak keluar kamar dan di depan kamarnya sudah tak ada lagi Kim Shin. Kemana Kim Shin? Ternyata dia sudah berada di kamar dan pura-pura tidur. Eun Tak menyuruh Kim Shin diam sejenak dan menyuruhnya mendengar suara jam dinding yang menandakan sudah pukul 12 malam.

“Barusan lewat tengah malam, sekarang sudah tahun baru. Aku sekarang sudah jadi orang dewasa,” ucap Eun Tak dengan riang dan begitu semangatnya. Kim Shin kemudian bertanya kenapa Eun Tak memakai mantel dan Eun Tak menjawab kalau dia punya rencana, dia mau keluar karena sekarang dia sudah dewasa. Mendengar itu, Kim Shin langsung mengaku kalau dia sudah menunggu dari tadi untuk bisa pergi bersama Eun Tak. Kim Shin bahkan mengizinkan apapun yang akan Eun Tak lakukan malam ini dan tentu saja Eun Tak senang mendengarnya.

“Ahjussi, alkohol, alkohol, belikan aku alkohol. Bar tenda, soju, hati ayam. Dipenuhi dengan romantisme,” pinta Eun Tak sambil gelayotan di tangan Kim Shin. “Ayo kita pergi, ini dia romantisme,” ajak Eun Tak dan sepertinya apa yang Eun Tak pinta sangat berbeda dengan apa yang Kim Shin pikirkan.

bersambung

 

loading...
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *