Home » Go Ho The Starry Night » Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 6

Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 6

Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 6, bercerita tentang kedekatan Go Ho dan Jung Min. Bahkan saang sahabat, Hee Yeon menyarankan agar Go Ho menerima ajakan Jung Min untuk berkencan. tanpa dia ketahui, Tae Ho melihat dia yang akan jalan bersama Jung Min dan Tae Ho juga tahu kalau Ji Hoon adalah mantan kekasih Go Ho. Bagaimana Tae Ho menarik perhatian Go Ho? yuk ikuti sinopsisnya.

Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 5

Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 6

sumber gambar dan konten dari SBS

Go Ho bernarasi tentang Tae Ho, “Ciri khusus: Temperamen seperti orang gila. Manusia tak waras yang membuatku gila. Manusia bengis yang bisa membunuh 144 orang hanya dengan tatapannya. Manusia yang terlahir untuk membuat yang lainnya sengsara.”

Tae Ho yang saat itu sedang berada di meja kerjanya, tiba-tiba melempar bolanya ke arah meja kerja tim 2 dan ketika salah satu anggota tim 2 ingin mengambilnya, Tae Ho malah menyuruhnya untuk tidak mengambilkan bola. Apa yang Tae Ho lakukan sebelumnya, dia lakukan lagi. Kali ini, di ruang tim 2 sedang tak ada siapa-siapa. Namun ketika dia sedang melihat catatan di meja kerja Go Ho, salah satu anggota tim 2 muncul dan menyapa Tae Ho. Tak ingin ketahuan kalau dia sedang membaca catatan di meja kerja Go Ho, Tae Ho pun berkata kalau dia datang untuk mengambil bola. Secara Tae Ho adalah atasannya, jadi anggota tim 2 itu pun tak berani untuk bertanya-tanya lagi. Dia memilih kembali ke meja kerjanya dan saat anggota tim 2 itu tak melihat, Tae Ho langsung kembali melihat catatan di meja kerja Go Ho, dimana pada catatan itu, Go Ho sedang melakukan syuting yang berlokasi di pantai.

== Episode 6 = Arah Hati ==

Go Ho mengarahkan pada artisnya untuk scene selanjutnya, dia juga meminta si artis untuk bertahan dengan baju yang tak terlalu tebal di cuaca yang lumayan dingin. Untungnya si artis mengerti dan Go Ho pun kembali ke balik layar. Dia memperhatikan dengan jeli apa yang tergambar di layar sutradara. Melihat Go Ho begitu fokus pada pekerjaannya, Jung Min pun tersenyum dan terlihat semakin suka pada Go Ho.

Setelah melakukan syuting, Go Ho makan bersama kru-nya dan dia satu meja dengan Jung Min. Go Ho memesan semangkuk Gukbap, karena menurutnya Gukbap sangat cocok dimakan saat cuaca dingin, bahkan dia memberi 4 bintang untuk Gukbap. Tepat disaat itu, Go Ho mendapat telepon dari ibunya, namun tak dia angkat.

Go Ho mengeluh karena hasil syutingnya tak sekeren yang dia inginkan. Dia yakin kalau Seo Gook Jin akan mengatakan sesuatu mengenai hasil kerja mereka itu. Namun rasa frustasi Go Ho langsung hilang ketika dia menyicipi Gukbap yang dia pesan. Go Ho berpendapat kalau rasa kaldunya sangat berasa. Ternyata Jung Min yang merekomendasikan tempat itu dan dia merasa senang karena Go Ho menyukainya.

“Kutemukan tempat ini saat bersepeda.Sempat khawatir, sudah tidak ada.Ternyata masih!” aku Jung Min yang kemudian menambahkan kalau dia butuh waktu satu bulan untuk mengelilingi Korea dengan sepedanya. Karena rasanya sangat melelahkan, Jung Min pun berjanji tak akan mengulanginya lagi, walau dia merasa apa yang dilakukan itu memberikan pengalaman yang sangat bagus untuknya.

“Aku masih bersepeda.Jadi, tulang pahaku…,” ucap Jung Min dengan nada menggoda. Mendengar itu, Go Ho pun hampir tersedak.

“Aku bingung.Dia kasih isyarat sesuatu, begitukah? Atau aku cuman dengar saja?” ucap Go Ho dalam hati. Jung Min kemudian minta garam pada penjaga kedai dan dia sengaja memperlihatkan tangannya yang kuat. Melihat itu, Go Ho terlihat mulai terhipnotis, apalagi saat dia melihat paha Jung Min.

Selesai makan, Jung Min mengajak Go Ho jalan-jalan di pinggir pantai. Karena cuaca malam sangat dingin, Go Ho pun ingin kembali ke penginapan mereka, namun Jung Min malah menariknya dan kemudian berkata kalau Go Ho sangat imut. Untuk sesaat, Go Ho mulai terbuai oleh rayuan Go Ho, namun rasa melayangnya langsung hilang ketika dia bersin dan Jung Min menutupi wajahnya agar tak terkena bersin Go Ho.

“Kita beneran jadi pasangan serasi,” ucap Jung Min.

“Jangan bercanda.”

“Kenapa? Kau tahu bagaimana perasaanku, Seonbae.Menurutmu kenapa aku mengikutimu kemari?” tanya Jung Min dan tepat disaat itu Tae Ho menelponnya. Ntah apa yang Tae Ho katakan, dia sepertinya mengomeli Go Ho karena syutingnya belum juga selesai.

Jung Min pun bertanya kenapa Tae Ho menelpon Go Ho, padahal Go Ho sudah pindah ke tim B. Go Ho menjawab kalau sejak dia masuk ke perusahaan, Tae Ho sudah menjadi bosnya. Jadi, dia masih berhak menyuruh Go Ho ini dan itu. mendengar itu, Jung Min pun mengaku iri pada hubungan Go Ho dan Tae Ho.

“Iri? Belakangan aku banyak menderita.Kualami selama 4 tahun,” ungkap Go Ho.

Flashback!

Go Ho melakukan syuting di jembatan bersama Tae Ho dan kru yang lain. Karena mereka syuting outdoor, mereka tak punya papan pengumuman, jadi Tae Hoo menyuruh Go Ho yang memegangnya. Saat syuting dimulai, Go Ho ingin melihat hasilnya namun dia sedikit kesulitan karena banyak yang yang berkumpul di depan layar. Melihat itu, Tae Ho langsung menarik Go Ho ke dekatnya agar Go Ho bisa melihat dengan jelas.

Selesai syuting, Tae Ho dan Go Ho duduk berdua sambil menikmati soju. Tae Ho kemudian menanyakan apa impian Go Ho dan Go Ho menjawab kalau dia ingin membeli rumah mungil di Hawaii, karena menurut Go Ho disana tak begitu mahal. Namun Tae Ho langsung memotong ucapan Go Ho karena yang dia maksud bukan impian seperti itu, dia ingin tahu impian Go Ho tentang membuat iklan. Mendengar penyanggahan dari Tae Ho, Go Ho pun terdiam dan tak lama kemudian dia bersin karena cuaca memang saat itu memang sangat dingin. Dengan begitu gentlemen, Tae Ho membuka jaketnya dan memberikannya pada Go Ho.

“Aku juga ingin membuat orang menghabiskan uangnya setelah lihat iklanku,” ucap Go Ho.

“Tidaklah mudah membuat perasaan orang tersentuh.”

“Aku bisa melakukannya.”

“Siapa bilang kau bisa? Tak ada yang lebih sulit dari mengendalikan perasaan orang.”

“Tidak. Sudah kukatakan aku bisa melakukannya,” jawab Go Ho yakin tapi ketika Tae Ho menoleh ke arahnya, Go Ho langsung menunduk.

Flashback End!

Go Ho hendak pergi dan Jung Min kembali menahannya. Dia memegang tangan Go Ho dan bertanya kenapa Tae Ho begitu dingin padanya. Tak suka dipegang oleh Jung Min, Go Ho langsung mengayun-ayunkan tangannya sehingga membuat Jung Min tertawa karena melihat tingkah Go Ho. Kembali di bilang imut, Go Ho langsung menonjok muka Jung Min dan berjalan pergi. Jung Min terus mengejar Go Ho dan meminta Go Ho percaya pada perasaannya.

“Laut Kuning, syuting pertama. Ketika kuingatsemua keseruanku pertama kalinya. Ketika dingin sekali, memori masa laluku seolah membeku,” ucap Go Ho bernarasi.

Pagi tiba dan Go Ho kembali bernarasi sambil melihat Gong Hee, “Idol ada di mana-mana. Mereka punya tampang, punya kepribadian punya talenta. Apapun yang mereka miliki, tidak ada yang meremehkannya. Orang yang hanya menerima cinta. Di kantor kami, dia orangnya.”

Setelah membagikan kopi ke pegawai lainnya, Gong Hee juga memberikan satu untuk Go Ho.

“Gong Gong Hee: 25 tahun. Ciri: Dewi Ketidak-adilan. Tingginya ideal, tubuhnya cantik. Kakinya yang cantik. Tapi yang pasti, kepribadiannya juga bagus,” ucap Go Ho bernarasi tentang Gong Hee. Namun dia kemudian bergumam apa Gong Hee tidak merasa bosan selalu bersikap sok baik seperti itu.

Tepat disaat itu Hee Yeon datang dan berkata pada Go Ho, “Dia datang, dia datang.”

Go Ho kembali bernarasi, “Dan, selalu ada yang dikucilkan. Dia. Pria yang masuk sini karena koneksi.” Pria itu kemudian menyapa semua wanita san menyebut mereka cantik.

-=Kim Yoo Chan: 40 tahun=- Penghinaan memberinya satu bintang. Kesampingkan kesalahannya menggunakan panggilan, “Miss”. Misteri bagiku kenapa hanya dia yang menyapa dengan kata “Miss”.

“Ms. Go, wajahmu hari ini ceria sekali,” ucap Yoo Chan dan setelah itu, Go Ho langsung bersembunyi di balik dinding. “Ms. Seo. Ohmaigat… Hari ini bajumu memperlihatkan lekuk pinggangmu. Sangat menonjolkan bokongmu,” sambung Yoo Chan dan sama seperti Go Ho, wanita yang Yoo Chan panggil Miss Seo langsung pergi dari tempatnya.

Yoo Chan hendak memanggil wanita lagi dan matanya terarah pada Hee Yeon, kata yang tadinya “Miss” jadi berubah dengan “Mrs”.

“Mrs. Lee. Kerja bagus,” ucap Yoo Chan dengan nada tak senang. “Ms Gong! Gong Hee adalah “Miss”. Oh, tapi… kenapa bahumu tegang sekali?” ucap Yoo Chan dan memegang bahu Gong Hee. Di pegang seperti itu membuat Gong Hee merasa tak nyaman. Tepat disaat itu Tae Ho datang dan melihat apa yang Yoo Chan lakukan. “Ada yang memberimu banyak kerjaan?” tanya Yoo Chan sambil berbisik.


loading...

“Aku yang memberinya banyak kerjaan,” jawab Tae Ho dan Yoo Chan mulai berdiri dengan tegak lagi. “Kim Isanim, banyak kerjaan yang harus Anda lakukan juga. Banyak yang harus dilakukan,” ucap Tae Ho mengingatkan.

“Kang Timjangnim menakutkan ya? Maaf, aku harus pergi, beib. Aku tak bisa mengalahkan Kang Timjang,” ucap Yoo Chan dan mengelus rambut Gong Hee tentu saja Gong Hee merasa tak nyaman diperlakukan seperti itu. Sebelum pergi Yoo Chan menyebut Tae Ho punya kepribadian seperti orang gila.

“Aku tahu Kang Tae Ho paling temperamen di antara semuanya. Tapi alasan orang menilai tinggi dia adalah… dia adil. Tak mendiskriminasi. Semua sudah pada merasakan amarahnya!” ucap Go Ho bernarasi.

Go Ho sudah berada di sebuah restoran bersama Gong Hee dan juga Hee Yeon. Mereka semua membicarakan rasa tak senang mereka pada Yoo Chan. Karena apa yang Yoo Chan lakukan pada Gong Hee, Gong Hee pun merasa sedikit tak sehat dan kedua seniornya ini mengajaknya untuk makan bubur.

Tepat disaat itu, Jung Min dan Ji Hoon masuk. Melihat mereka, Go Ho langsung kebingungan dan reflek melihat ke arah Hee Yeon. Basa basi, Hee Yeon mengaku senang bisa makan bersama Ji Hoon, tapi dalam hati dia menggerutu, karena seharusnya dia tak ikut makan bersama mereka. Berbeda dengan Hee Yeon yang sebenarnya merasa tak senang, Gong Hee langsung merasa senang ketika Ji Hoon berkata akan mentraktir mereka semua. Dia bahkan berkata kalau sakitnya langsung hilang karena mendengar Ji Hoon berkata seperti itu.

“Go Ho Seonbae! Hwang Timjang mentraktir kita makan siang!” ucap Gong Hee pada Go Ho dan Go Ho pun hanya tersenyum dengan senyum di paksakan lalu berkata, “bagus”. Hee Yeon yang tahu bagaimana perasaan Go Ho, langsung mengipasinya dengan kipas elektrik yang dia bawa.

Go Ho minum air dan tiba-tiba Jung Min menyenggol kakinya. Mendapati apa yang Jung Min lakukan padanya, Go Ho reflek menyemburkan air yang dia minum karena merasa kaget. Melihat itu, Ji Hoon pun bisa dengan cepat menebak kalau Go Ho seperti itu karena Jung Min.

Go Ho pergi ke toilet dan Hee Yeon langsung kaget setelah mendengar cerita antara Go Ho dan Jung Min. Tentu saja Hee Yeon merasa senang karena ternyata idol kantor mereka menyukai Go Ho.

“Idol kantor kita ? Oh Jung Min? ” tanya Go Ho tak mengerti.

“Idol wanita adalah Gong Gong Hee! Idol cowoknya Oh Jung Min! Mereka mirip kan?” jelas Hee Yeon dan Go Ho langsung berkata kalau Jung Min bukanlah tipenya.

Di kantor para pegawai sedang melihat sebuah review di internet yang mereka rasa sangat mirip dengan apa yang terjadi di kantor mereka. Webzine yang menulisnya bernama “Starry Night” dan review yang mereka baca yaitu tentang pria yang tipe-tipenya sangat mirip dengan Tae Ho. Pria itu tinggi, workaholic dan juga suka marah-marah.

Tepat disaat itu Tae Ho menghampiri mereka dan bertanya siapa yang sedang mereka bicarakan. Menyadari kalau yang bertanya adalah Tae Ho, mereka semua pun langsung berdiri dan menjawab kalau orang yang sedang mereka bicarakan adalah orang dari perusahaan lain. Dia adalah bos yang suka marah-marah.

“Syukurlah di sini tidak ada yang seperti itu,” ucap Tae Ho dan mereka semua membenarkan. Tepat disaat itu, Tae Ho mendapat telepon dari seseorang, awalnya Tae Ho bicara baik-baik tapi karena orang yang menelpon melakukan sesuatu sesuai keinginannya sendiri, Tae Ho pun langsung meneriakinya.  Mendengar itu, mereka semua langsung membaca kembali tentang review-nya, disana tertulis:

“Kalau menurutmu tak ada orang gila di dekatmu, berarti kau yang gila,” dan mereka semua merasa kalau review itu sangat sama dengan Tae Ho.

Selesai menelpon, Tae Ho kemudian bertanya apa mereka sedang membicarakan perusahaan lain di jam kerja? Tak mau kena marah, mereka kompak menjawab tidak dan langsung kembali ke meja kerja mereka masing-masing.

Tae Ho melihat jamnya dan bertanya dengan marah kemana anggota tim yang lain makan siang, padahal jam makan siang sudah habis. Hmmm… Tae Ho sebenarnya emosi karena tak melihat Go Ho di mejanya.

Go Ho dan yang lain masih dalam perjalanan pulang ke kantor. Ji Hoon jalan bareng Gong Hee, sedangkan Go Ho jalan bareng Jung Min dan Hee Yeon jalan dibelakang Go Ho. Jung Min kemudian bertanya kenapa Go Ho tak tanya kenapa dia mengikuti mereka, padahal tadi Gong Hee bertanya seperti itu. Dengan santai Go Ho menjawab kalau Jung Min seharusnya menjawab orang yang tanya padanya. Jung Min menjawab tidak mau, Gong Hee memang sudah bertanya, tapi menurutnya Go Ho yang lebih cantik. Jung Min kemudian mengaku kalau dia mengikuti Go Ho karena dia ingin makan dengan Go Ho.

“Hei! Kau…,” ucap Go Ho hendak marah dan Hee Yeon langsung memelototinya.

Flashback!

“Apa? Style? Sinting. Sinting! Kalau brondong sepertinya ngobrol denganmu jatuh hati dengannya itu normal! Bentar. Kau masih baper sama Hwang Timjang?” ucap Hee Yeon ketika dia dan Go Ho masih berada di toilet.

Flashback End!

“Tak bakalan!” ucap Go Ho pada Hee Yeon, karena Hee Yeon terus melihat padanya.

“Tak bakalan apa?” tanya Jung Min karena Go Ho tiba-tiba berkata seperti itu dan Jung Min merasa tak senang karena Jung Min menggunakan banmal padanya.

“Karena kau wanitaku. Karena kau wanitaku,” jawab Jung Min sambil bernyanyi dan Hee Yeon menahan tawanya di belakang. Jung Min bahkan berani menggandeng tangan Go Ho.

Ji Hoon merasa tak senang melihat kedekatan Jung Min dan Go Ho. Saking tak senangnya, dia bahkan tak menghiraukan Gong Hee yang ada di sampingnya.

Go Ho sudah berada di meja kerjanya dan dia mengetik sesuatu. Tiba-tiba, mouse yang Go Ho gunakan tak berfungsi. Tanpa diduga, Tae Ho muncul dari belakang dan memegang tangan Go Ho yang sedang memegang mouse. Berada dekat dengan Tae Ho, Go Ho mencium wangi farfumnya. Ternyata Tae Ho memperbaiki mousenya.

“Aku sudah meenyuruhmu les komputer,” ucap Tae Ho setelah memperbaiki fungsi mousenya.

“Aku sudah lulus level 1.”

“Kenapa masih belum bisa komputer?”

“Realitas beda dengan di kelas,” jawab Go Ho dan ketika Tae Ho hendak bertanya apa Go Ho sudah makan malam, Go Ho malah memotongnya dan bertanya apa Tae Ho mengenakan parfum. Tae Ho tak menjawab karena Go Ho memotong apa yang ingin dia katakan.

“Aku ada janji makan malam, jadi setelah ini selesai aku pergi. Timjangnim, aku suka parfum Anda,” ucap Go Ho.

“Mau aku menyemprotkan parfum atau uang apa urusanmu?” ucap Tae Ho kesal dan berjalan pergi.

“Kubilang aku suka hal mengenainya dan dia masih suka marah-marah..,” gumam Go Ho dan dia langsung berhenti karena Tae Ho berbalik melihat ke arahnya lagi. Tanpa berkata apapun, Tae Ho kembali melanjutkan langkahnya.

“Meskipun pemarah, Kang Tae Ho punya sisi baik. Dia pede memimpin. Selalu mengatakan yang dipikirkannya. Kepekaannya pada style, bagus dan seleranya pada parfum juga,” ucap Go Ho bernarasi.

== Ciri: Pemarah yang baunya harum dan mendapat 4 bintang dari Go Ho ==

Go Ho keluar kantor bersama Hee Yeon dan di luar sudah ada Jung Min menunggunya. Hee Yeon sangat mendukung Go Ho kencan dengan Jung Min, jadi diapun menyuruhnya untuk cepat menghampiri Jung Min. Hee Yeon pergi dan Go Ho terlihat masih bingung antara menghampiri Jung Min atau tidak. Tanpa Go Ho sadari, Tae Ho melihat apa yang dia lakukan.

****

Sebelum keluar kantor, Go Ho dan Hee Yeon buru-buru masuk lift. Ntah apa yang Tae Ho pikirkan, dia secara reflek menyembunyikan dirinya saat Go Ho dan Hee Yeon masuk lift yang sama dengannya. Merasa mencium wangi Tae Ho, Go Ho pun melihat kebelakang, namun dia tak menemukan sosok Tae Ho disana.

Sepertinya, Hee Yeon melihat saat Tae Ho tadi menghampiri Go Ho, jadi dia bertanya apa yang Tae Ho lakukan padanya. Go Ho pun menjawab tidak apa-apa, dia hanya berkata kalau Tae Ho punya bau yang harum.

“Baunya memang harum. Kau yakin bukan bau keringat? Kalau kau klepek-klepek karena bau badannya, mampus kau. Kang Timjangnim pasti style-mu. Timjang baru adalah mantanmu. Gebetan barumu adalan mantan bosmu,” ucap Hee Yeon dan tanpa mereka berdua sadari, Tae Ho mendengar apa yang mereka obrolkan.

“Jangan bercanda, Eonni. Berada dekat mantan, sulit sekali. Kenapa hari ini aku telat kerja apa kau tahu? Hwang Ji Hoon membuatku melakukan kerjaan yang tak relevan. Dia cari gara-gara denganku, kan?” ucap Go Ho dan pintu lift terbuka, jadi mereka semuapun keluar.

Hanya tinggal Tae Ho yang ternyata bersembunyi dengan melebarkan kakinya.

bersambung

 

loading...

Yang banyak dicari

  • Sinop time slip dr jin
  • sinopsis go ho the starry night episode 6
  • Go hostarry night episode 6
  • Sinopsis gohoho the stairy night episode 6
  • sinopsis go ho the starry night ep 6
  • Sinopsis go ho the stairy night episode 6
  • Sinopsis go ho strary night episode 6
  • sinopsis go ho starry night episode 6
  • Sinopsis drama timjangnim
  • Timjungnim episode terahir
4 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *