Home » Go Ho The Starry Night » Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 5

Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 5

Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 5, bercerita tentang Jung Min yang mendapat perlakuan dingin dari Tae Ho dan Ji Hoon, semua itu karena Jung Min berani mencium Go Ho. Tentu saja Jung Min merasa bingung dengan sikap kedua atasannya itu, terlebih lagi Tae Ho, dia terus-terusan menyuruh dirinya bekerja, sampai untuk makan saja Jung Min tak punya waktu. Berbeda dari Tae Ho, Jung Min punya keberanian untuk mengungkapkan rasa sukanya pada Go Ho, karena di episode lima ini, Jung Min mengaku suka pada Go Ho, sedangkan Tae Ho hanya cidaha (cinta dalam hati).

Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 4

Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 5

sumber konten dan gambar dari SBS

Jung Min dengan berani mencium Go Ho dan Go Ho tak terima. Dia langsung memukul Jung Min lalu pergi. Keesokanharinya, Jung Min mendapat tatapan tak suka dari Tae Ho dan saat melanjutkan langkahnya, dia tiba-tiba di tabrak Ji Hoon yang kemudian menyuruh Jung Min melepas earphone-nya. Mendapati sikap kedua atasan yang dingin padanya, Jung Min pun jadi bingung sendiri.

Ji Hoon mempresentase kan konsep mereka untuk produk promise. Setelah itu, Jin Woo berkata pada Tuan Seo kalau para pegawai yang lain bilang, bahwa Tuan Seo adalah vampir karena dia belum terlihat tua, padahal mereka sudah bekerjasama untuk Promise selama 7 tahun. Tuan Seo dan Jin Woo tertawa ngakak dengan lelucon tersebut, sedangkan pegawai lain termasuk tuan Choi, hanya diam dan melihat mereka berdua dengan tatapan aneh.

Pada Jin Woo kalau dia tak suka dengan konsep yang diberikan Ji Hoon. Dia merasa aneh jika ada wanita jelek lari lalu diperlihatkan langit. Ji Hoon hanya dia mendengarnya, dia menenangkan diri dengan minum air mineral.

Jin Woo kemudian minum jus lalu melepehkannya, hingga membuat bajunya kotor dan anehnya, Tuan Seo suka akan hal itu. Huek.. jorok… semua orang langsung ilfeel melihat mereka berdua.  Go Ho terus menatap ke arah Tae Ho yang saat itu terlihat menahan emosinya mendengar celotehan Jin Woo dan Tuan Seo. Tanpa Go Ho sadari, Ji Hoon melihat apa yang Go Ho lakukan.

Rapat selesai dan Jin Woo meminta Go Ho mengambilkannya handuk, sebenarnya Go Ho tak mau tapi dia tak punya pilihan lain. Jin Woo atasannya, jadi dia harus menuruti apa yang Jin Woo perintahkan.

Go Ho berjalan nunduk dan tiba-tiba di depannya ada Jung Min. Melihat Jung Min, Go Ho langsung kaget dan memutar balik, tapi dia dipanggil lagi oleh Jin Woo, karena Jin Woo minta diambilkan handuk.

Jung Min kembali menghampiri Go Ho dan berbisik, “Iya, sedang apa?”melihat wajah Jung Min ada di dekatnya, Go Ho reflek langsung berjalan mundur. Melihat Go Ho berjalan mundur, Jin Woo malah berkomentar, “Daebak”.

Go Ho kembali ke mejanya dan merasa sangat kesal atas apa yang baru terjadi padanya. Dia bahkan menarik-narik rambutnya, tapi karena menarik rambut masih membuatnya belum merasa lega, Go Ho pun menjatuhkan penanya dan seperti biasa dia menghajar penanya untuk meluapkan rasa kesalnya.

Tepat disaat itu Tae Ho muncul dan melihat apa yang Go Ho lakukan. Tae Ho datang untuk mengajak Go Ho bicara. Mereka sekarang sudah berada di luar kantor. dipanggil Tae Ho seperti itu, membuat Go Ho bertanya-tanya apa Tae Ho akan memarahinya, tapi menurutnya dia tak terlambat hari ini dan tidak melakukan kesalahan saat meeting. Kalimat yang pertama kali keluar dari mulut Tae Ho adalah menanyakan tentang pertemuan Go Ho dengan ibunya kemarin, mendengar itu Go Ho pun ingat kalau Tae Ho melihat dia saat dia sedang bersama calon yang dijodohkan oleh ibunya kemarin.

Go Ho jujur menjawab kalau acaranya tidak berjalan lancar dan Tae Ho bertanya kenapa, karena sepertinya si “ibu” ganteng dan macho. Go Ho kemudian mengaku kalau hubungan dia dan ibunya seperti sungai yang tak bisa di sebrangi, yang Go Ho maksud adalah hubungan dengan ibu kandungnya.

“Terus, Ibu abal-abal yang kau temui di hotel, bagaimana?” tanya Tae Ho.

“Aneh kedengarannya kalau Anda bilang kami bertemu di hotel,” ucap Go Ho dan melihat kesekelilingnya.

“Kau mikir apa? Kau bertemu Ibumu di hotel.”

“Aku juga bertemu denganmu di sana.”

“Kenapa kemarin malam kau tak ikutan?” tanya Tae Ho hendak membahas tentang acara di clubbing.

“Oh, itu… Karena tak enak badan aku tertidur di rumah,” jawab Go Ho dan Tae Ho kemudian bertanya tentang syuting es krim. Membahas tentang itu, Go Ho langsung terlihat lesu dan menjawab kalau semua anggota tim menyerah. Mendengar itu, Tae Ho langsung bertanya apa seperti itu dia mengajari Go Ho selama ini.

“Kukerjakan semuanya minggu lalu! Kalau aku tahu alamat rumahnya, akan kudatangi dan berlutut memohon. Alamatnya Hallyu star memangnya sangat rahasia? Kenapa?” dumel Go Ho dan dia kemudian bertanya apa Tae Ho mendengar sesuatu? Tapi sebelum Tae Ho menjawab, Go Ho langsung berkata kalau dia tak butuh jawaban Tae Ho.

“Kalau begitu, kurasa kau tak perlu nomornya Song Dae Gi,” ucap Tae Ho dan Go Ho langsung mengiyakan. Tapi ketika Tae Ho hendak pergi, Go Ho langsung mecegahnya.

“Sebentar! Kau… barusan kau bilang nomornya Song Dae Gi? Nomor pribadinya? Kalau kuhubungi, dia sendiri yang akan menjawab? Nomor yang bisa kuhubungi, memintanya syuting iklannya?” tanya Go Ho dengan menggebu-gebu dan Tae Ho mengiyakan. Go Ho pun langsung meralat penolakannya tadi, dia mengaku butuh pada nomor Dae Gi.

Setelah mendapatkan nomor itu, Go Ho langsung berlari girang menuju Ji Hoon sambil berteriak memanggil, “Hwang Timjangnim!” tapi saat sadar kalau yang akan dia hadapi adalah Ji Hoon. Go Ho langsung putar balik dan berlari pergi. Dia pergi ke balkon kantor untuk berteriak meluapkan rasa leganya mendapatkan nomor Dae Gi.

Ji Hoon menelpon seseorang dan meminta bantuan orang tersebut. Saat dia berbalik setelah menutup telepon, dia kaget melihat Go Ho sudah ada di belakangnya sambil menyodorkan nomor telepon Dae Gi. Tak membuang waktu lama, Ji Hoon langsung menghubungi nomor tersebut dan sepertinya respon dari Dae Gi sangat positif. Go Ho sendiri melihat Ji Hoon telponan dari meja kerjanya.

Sedang fokus melihat ke arah Ji Hoon, Jung Min tiba-tiba datang dan berbisik, “Kau sedang apa, Sunbae?” mendengar itu dan melihat Jung Min yang berkata, Go Ho reflek langsung memundurkan kursinya, sampai mentok ke meja yang ada di belakangnya. Tapi karena tak mau ketara kalau dia mengingat kejadian semalam, Go Ho pun kembali lagi ke mejanya.

Jung Min lalu bertanya apa yang Go Ho lakukan kemarin, karena mereka semua pergi clubbing. Mendengar itu Go Ho langsung kaget, karena ternyata bukan hanya Jung Min yang ada di club semalam, tapi semuanya. Tapi ada yang membuat Go Ho merasa lega, Jung Min tidak ingat atas apa yang semalam dia lakukan.

Jung Min kemudian mendekatkan wajahnya pada Go Ho dan berkata kalau semalam Go HO ikut clubing, pasti akan lebih menyenangkan. Tepat disaat itu, Tae Ho tiba-tiba muncul, dia memukul kepala Jung Min dan menarik kursi Go Ho, sehingga Go Ho menjauh dari Jung Min.

“Kau menyerahkan laporan menggunakan huruf hamchorom. Jelas-jelas aku menyuruhmu pake huruf hamkum,” ucap Tae Ho dengan gaya pimpinannya dan Jung Min pun hanya bisa minta maaf

“Ketika mau mengganti hurufnya, ganti semua isinya. Kau gunakan semua idemu yang entah kau dapat darimana. Kita akan ganti produknya untuk Promise. Konfirmasi, berikan pada bagian produksi,” perintah Tae Ho dan menghampiri Jung Min. Go Ho ikut bicara dengan mengatakan kalau dia yang akan melakukan bagian itu. Tapi Tae Ho menatapnya dengan tatapan marah, jadi Go Ho pun diam.

JI Hoon selesai menelpon dan mengajak Go Ho bertemu dengan Dae Gi. Saat dia menoleh ke arah Go Ho, diapun langsung terkejut karena melihat Tae Ho dan Jung Min bersama Go Ho.


loading...

Jung Min kembali ke meja kerjanya dan mengganti laporannya, namun dia merasa pusing dan bingung dengan huruf hankum yang Tae Ho maksud. Disisi lain, Go Ho pergi bersama Ji Hoon untuk menemui Dae Gi. Melihat mereka pergi berdua, Tae Ho melampiaskan kekesalannya pada Jung Min, dia menyuruh Jung Min untuk memastikan pengaturan gambat dan chart-nya sebaik mungkin.

 

Ji Hoon dan Go Ho selesai membicarakan masalah syuting iklan bersama Dae Gi dan sebagai tuan rumah yang baik, Dae Gi pun mengantarkan keduanya keluar rumah. Dae Gi meminta maaf karena sudah membuat Ji Hoon dan tim-nya cemas, tentu saja Go Ho dan Ji Hoon tak mempermasalahkannya. Mereka berdua bahkan mengaku sangat percaya pada Dae Gi, jadi mereka pun memutuskan untuk menunggu Dae Gi muncul.

Melihat kekompakan JI Hoon dan Go Ho, Dae Gi pun berkomentar kalau mereka berdua adalah pasangan serasi. Sambil menyatukan tangan keduanya, Dae Gi berjanji akan mentraktir mereka berdua minum. Di kira pasangan, Ji Hoon dan Go Ho hanya tertawa dan itu tertawa yang di paksakan.

Dae Gi masuk rumah dan mereka berdua secara kompak menghela nafas lega, lalu mengayunkan tinjuan. Mereka bahkan hendak menepuk tangan masing-masing, tapi ketika menyadari diri masing-masing, mereka langsung terhenti. Ji Hoon pun kemudian hanya berkata, “berjalan sangat lancar.”

Go Ho hendak masuk mobil dan saat JI Hoon mengajaknya pulang bersama, Go Ho langsung tak jadi masuk. Dia berkata kalau dia harus pergi ke studio. Mendengar Go Ho bicara formal, Ji Hoon pun menyuruh dia untuk bicara biasa saja ketika mereka hanya berdua, namun Go Ho menjawab kalau dia merasa lebih nyaman bicara formal.

Tae Ho merasa suntuk di mejanya, dia kemudian dengan sengaja melempar bola kastinya ke dekat meja Go Ho. Salah satu anggota tim B mengambilnya dan hendak mengembalikan bola tersebut, namun Tae Ho melarangnya, dia menyuruh pegawai itu untuk membiarkan bolanya disana. Tae Ho kemudian pergi ke ruang Tim B  dan mengambil bola. Ternyata tujuan Tae Ho melempar bola adalah untuk melihat jadwal Go Ho yang di tulis Go Ho di meja kerjanya. Dari catatan itu, Tae Ho tahu kalau Go Ho ada meeting jam 7 malam.

Untuk melupakan kejadian tadi siang bersama Ji Hoon, Go Ho pun memutuskan jalan kaki ke taman barat. Dia pun mulai menggerak-gerakan tangannya, agar terasa hangat karena udara malam mulai membuat Go Ho kedinginan, sampai-sampai Go HO pun bersin-bersin.

Go Ho memeriksa ponselnya dan membaca pesan-pesan untuknya, pertama dari Tuan Choi yang bertanya kapan Go Ho bisa ikut ke Yongin, karena Nyonya Joo sudah pulang dari Norwegia. Kedua dari Jung Min yang menanyakan keberadaan Go Ho dan ketiga pesan dari ibunya yang bertanya kenapa Go Ho tak menerlponnya? Dan apakah Go HO kemarin pulang ke rumah.

Saat Go Ho hendak melanjutkan langkahnya, dia tiba-tiba berhenti karena mendapat sms dari Ji Hoon yang berterima kasih pada Go Ho. Ji Hoon menambahkan kalau hanya ucapan terima kasih yang bisa dia katakan saat ini, jadi dia meminta maaf. Membaca pesan Ji Hoon yang hanya berisi terima kasih dan kata maaf, Go Ho pun bertambah kesal.

“Bilang makasih, bilang maaf. Sopan-santun dasar dalam dunia kerja. Tapi bisa jadi kutukan kalau dengarnya dari mulut mantan. Kalau dia selalu berterima kasih, kenapa juga mutusin aku? Kenapa hanya itu yang bisa dia katakan padaku?” ucap Go Ho dalam hati.

Tepat disaat itu, Go Ho mendapat telepon dari nomor tak dikenal dan ternyata itu adalah telepon dari Jung Min yang tiba-tiba muncul dan memberikan jaketnya pada Go Ho. Karena memang sudah kedinginan dari tadi, Go Ho pun kembali bersin ketika Jung Min ada di depannya, alhasil air liur Go Ho saat bersih muncrat semua ke wajah Jung Min.

Tapi Jung Min tak marah dan dia hanya tersenyum. Untuk menghangatkan diri, mereka pun makan ramyun cup di minimarket. Jung Min kemudian mengeluh atas perlakuan Tae Ho seharian ini padanya. Dia bahkan tak sempat makan, karena Tae Ho menyuruhnya ini dan itu. Dia pun bertanya bagaimana Go Ho bisa bertahan dengan sikap Tae Ho yang seperti itu. Mendapat pertanyaan itu, Go Ho pun menjawab kalau dia cerita tentang Tae Ho, maka malam ini mereka berdua tidak akan pulang. Mendengar itu, Jung Min malah merasa senang, dia senang bisa berlama-lama dengan Go Ho.

Jung Min kemudian memegang luka gores yang ada di lehernya, ya itu adalah luka gores yang Go Ho sebabkan karena memukulnya. Melihat Jung Min memegang lukanya dan mengira Jung Min ingat pada kejadian malam itu, Go Ho pun langsung berkata, “Kalau mau bicara, to the point saja. Aku tak suka orang yang berbelit-belit dan mencoba caper pada yang lain.”

Jung Min pun setuju, dia juga suka yang to the point. Namun sebelum dia bicara, dia menyingkirkan cup bekas ramyun dan kemudian membeli sesuatu di minimarket. Dia membelinya untuk Go Ho, karena Jung Min melihat Go Ho seperti masih merasa lapar.

Setelah memberikan makanan yang dia beli, Jung Min kemudian bertanya apa semalam, Go Ho benar-benar pulang.

“Seandainya tidak?” tanya Go Ho balik.

“Seandainya tidak… justru bagus itu. Kurasa aku akan begitu. Kurasa aku mulai menyukaimu, Seonbae,” ungkap Jung Min dan kemudian memakaikan kembali jaketnya pada Go Ho. “Kau harus pakai pakaian yang hangat. Orang bilang wanita harus tetap hangat,” pesan Jung Min dan kemudian berjalan pergi.

Sebelum pergi, Jung Min terus melambaikan tangannya pada Go Ho, dia bahkan membentu hati untuk Go Ho dengan kedua tangannya. Go Ho sendiri masih shock dengan pengakuan suka Jung Min.

“Kuminta dia to the point tapi dia memukulku lebih keras dari yang kuharapkan!” ucap Go Ho dalam hati.

Sampai rumah, Go Ho melihat makanan yang Jung Min beli dan ternyata itu hanya sebuah bakpao plus susu kotak. Tepat disaat itu, Jung Min kembali sms yang menyuruh Go Ho untuk makan bakpao itu dengan susu dan sebelum di makan, harus diangetin dulu. Malas ngangetin, Go Ho pun langsung memakannya.

Saat makan bakpao, Go Ho membayangkan Jung Min yang menghampirinya dan  menawarkan kopi. Melihat senyum Jung Min yang mengembang manis, Go Ho pun langsung mereview-nya:

“Eksterior. Percaya diri bicara to the point. Cowok doyan pesta juga mampu memperlihatkan kesungguhan?”

Ternyata apa yang Go Ho pikirkan tentang Jung Min, langsung dia tulis di kolom artikelnya untuk majalah yang sedang dia  ikuti sebagai salah satu penulisnya.

Melihat jaket yang Jung Min pinjamkan, Go Ho pun jadi teringat dengan jaket yang dia pakai saat tidur di kantor. Saat itu, Go Ho sempat bingung, karena bangun-bangun dia sudah mengenakan jaket sebagai selimut tubuh, padahal saat tidur dia tak mengenakan selimut apapun.

Go Ho kemudian teringat pada Tae Ho dan diapun langsung menelponnya. Dia menelpon untuk berterima kasih dan hendak mentraktir kopi besok. Namun dengan dingin Tae Ho menolaknya. Bukan hanya menolak, Tae Ho juga langsung memutus teleponnya. Diperlakukan seperti itu benar-benar membuat Go Ho kesal dan langsung mengata-ngatai Tae Ho.

Dimana Tae Hoo? Ternyata dia sedang berada di depan studio yang sebelumnya Go Ho datangi dan tak lama kemudian seorang pria keluar. “Omo. Kalau tahu Kang Timjang datang, Go Ho akan kuminta tetap di sini,” ucap pria itu.

“Tidak perlu, aku yakin ada yang mesti dilakukannya,” jawab Tae Ho.

“Tetap saja, aku ga enak menyuruhnya pulang setelah membahas kerjaan. Harusnya kuminta dia di sini agak lama. Timing yang kurang tepat… Kenapa kita ga minum saja?” ajak pria itu dan Tae Ho setuju. Hmmm… ternyata pria itu tahu kalau Tae Ho suka pada Go Ho.

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis drama korea go ho starry night
  • sinopsis drama korea go ho the starry night
  • Sinopsis go ho the starry night episode 5
  • fakta go oh starry night
  • sinopsis drama gosh starrs night episode 5
  • Sinopsis go ho strary night episode 5
  • Sinopsis gohoho the stairy night episode 5
6 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *