Home » Go Ho The Starry Night » Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 2

Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 2, bercerita tentang Go Ho yang tak punya pilihan lain selain bekerja sebagai bawahan Ji Hoon. Walaupun dia merasa tak nyaman, dia tetap harus mengehadapinya. Di sisi lain, Tae Ho terus memperlihatkan rasa simpatinya, walau dia mengungkapkannya dengan cara yang sedikit galak. Bukan hanya Tae Ho dan Ji Hoon saja yang terus memperhatikan Go Ho, Jung Min juga menaruh rasa suka pada Go Ho.

Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 1

Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 2

sumber konten dan gambar dari SBS

Go Ho memulai hari dengan secangkir minuman hangat. Dia kemudian teringat kembali apa yang terjadi kemarin.  Dimana dia  di pindahkan ke tim B dan manager barunya adalah Hwang Ji Hoon, yang merupakan mantan kekasihnya. Mengingat Ji Hoon, Go Ho juga ingat pada ucapan sang ibu, yang berkata kalau Ji Hoon memutuskan hubungan dengannya karena sifat Go Ho yang pemarah dan kasar.

Ingin membuktikan kalau dia tetap bersinar walau sudah di campakkan oleh Ji Hoon, Go Ho pun menggunakan pakaian terbaiknya untuk pergi kerja hari ini.

= Episode 2 : Masalah Tanpa Solusi =

Di kantor, semua pegawai berkumpul di ruang rapat dan menyambut dengan tepuk tangan atas kedatangan Ji Hoon sebagai manager baru. Disisi lain, Go Ho merasa tak nyaman dengan pakaiannya sendiri. Hmmm… dia merasa terlalu berlebihan memaki pakaian itu. Tae Ho kemudian meminta Ji Hoon untuk mengosongkan waktunya malam ini, karena mereka punya sedikit acara sambutan untuk dirinya.

Rapat selesai dan sebelum keluar, Tuan Choi berkomentar kalau Go Ho terlihat cantik hari ini. “Apa kau akan pergi kencan?” tanyanya dan Go Ho langsung menjawab tidak. Ji Woo juga ikut berkomentar, dia menyebut Go Ho ingin kelihatan cantik di depan Hwang Ji Hoon.

“Aku bilang tidak,” jawab Go Ho dan pegawai yang lain berpendapat kalau Go Ho pasti merasa senang di tatap oleh pria. Melihat Go Ho terus membantah ejekan dari yang lain, Jung Min pun tersenyum.

“Kukira hari ini ada wanita aneh di ruang meeting,” ucap Tae Ho saat melewati Go Ho dan tentu saja Go Ho tak terima di katai wanita aneh, tapi dia hanya diam tak membalas. Bahkan Hee Yeon ikut-ikutan menggoda Go Ho dengan mengatakan kalau seharusnya Go Ho menambahkan busa dibahunya.

Semua orang pergi dan ketika hanya berdua, Ji Hoon melihat sejenak ke arah Go Ho dan Go Ho hanya melihatnya sekilas lalu menunduk malu.

Go Ho dan Hee Yeon mempersiapkan balon-balon yang akan mereka gunakan untuk karoke topeng sebagai acara penyambutan bagi Ji Hoon. Hee Yeon mengaku senang dengan acara-acara seperti itu, tapi dengan kesal Go Ho berkata kalau dia tak lagi menyukainya.

“Ya, ada saatnya kau membenci semuanya,” ucap Hee Yeon.

“Benar-benar, kenapa aku selalu terjebak dalam situasi seperti ini? menyebalkan sekali,” ucap Go Ho dan mengisi udara ke balon dengan kasar.

Setelah terkumpul banyak balon, mereka kemudian menempelkannya di dinding. Tepat disaat itu Ji Hoon muncul dan mengajak Go Ho bicara, dia ingin membicarakan proyek mereka. Go Ho menoleh dan melihat Ji Hoon dengan ekspresi kesal. Melihat itu, Ji Hoon pun tak jadi mengajak Go Ho bicara.

Hee Yeon kemudian menghampiri Go Ho dan berkata kalau menurutnya tidaklah buruk jika Go Ho CLBK dengan Ji Hoon. Namun Go Ho menjawab kalau hal itu tidak akan pernah terjadi.

Flashback!

“Jika saat itu aku tahu, apa yang aku tahu sekarang…,” cerita Go Ho dan kita melihat Go Ho dan Ji Hoon berada di sebuah halte. Ji Hoon terlihat marah dan Go Ho terus membujuknya.

“Aku mungkin tidak akan bisa mengehentikan putusnya hubungan kita. Tapi aku tidak akan melakukan apa yang sudah kulakukan,” sambung Go Ho dan kita melihat Go Ho menemui Ji Hoon di rumah orangtuanya. Namun Ji Hoon langsung masuk rumah tanpa berkata sepatah katapun.

“Aku tidak akan melakukan hal seperti itu,” tambah Go Ho dan kita melihat Go Ho mengejar Ji Hoo sampai apartemennya. Go Ho ingin mereka berdua bicara, namun Ji Hoon dengan dinginnya meninggalkan Go Ho dan masuk apartemen.  Padahal saat itu, Go Ho sudah berjanji akan berperilaku baik pada Ji Hoo dan orang tuanya. Dia juga akan pulang cepat saat pergi minum dan menghubungi Ji Hoon setiap saat.

Go Ho terus berada di depan apartemen Ji Hoon, dia menuntut Ji Hoon untuk memberitahu kesalahannya. Karena Ji Hoon tak juga keluar apartemen, Go Ho sampai menendang pintu dan membuat penghuni di sebalah apartemen Ji Hoon terganggu karena Go Ho berisik.  Karena kebisingan yang Go Ho sebabkan, Go Ho sampai di bawa cpolisi ke kantor.

“Mengejar seseorang yang sudah  mencampakkanmu adalah hal yang buruk. Apalagi mendapati bajingan itu sebagai atasanku,” keluh Go Ho yang kemudian memutuskan untuk menemui Tae Ho. Saat Go Ho berjalan menemui Tae Ho, dia berpapasan dengan TIM A dan melihat Go Ho, Jung Min lagi-lagi tersenyum.

Di depan Tae Ho, Go Ho bersikap sangat manis. Dia memberitahu Tae Ho kalau dia sudah melakukan apa yang Tae Ho perintahkan dan hasilnya jadi sangat baik juga cepat selesai. Bahkan Go Ho menyebut kalau dia dan Tae Ho sudah seperti keluarga karena mereka sama-sama punya nama, “Ho.”

“Kau tidak sedang mencoba untuk balik ke timku, kan?” tanya Tae Ho.

“Memang. Kau dan aku memiliki…..”

“Rencana sebuah projek bisa jadi begini atau bisa jadi begitu. Tidak ada yang tahu kapan itu bisa berubah. Dan tidak baik jika kau marah-marah. Sangat tidak cocok dengan gayamu.  Aku baik-baik saja dengan itu, tapi apa kata orang lain?” ucap Tae Ho mengulang kembali kata-kata yang pernah Go Ho ucapkan. Setelah melihat hasil kerja Go Ho yang cukup baik, Tae Ho pun berkata kalau dia akan mengambil alihnya.

“Bersenang-senanglah dengan tim barumu,” ucap Tae Ho.

“Ayolah, Manajer,” rengek Go Ho akan kembali ke tim A.

“Aku bukan manajermu lagi. Kenapa kau terus memanggilku begitu?”

“Baiklah kalau begitu, Ahjussi!” ucap Go Ho dan pergi. Di panggil Ahjussi oleh Go Ho, Tae Ho awalnya kesal, tapi setelah itu dia tersenyum senang.

Go Ho sudah berada di sebuah kedai dan menikmati jjamppong ekstra pedas. Dia memesan kepedasan dengan level 3. Dia sengaja memakan itu untuk menghilangkan stes. Melihat Go Ho sudah sangat berkeringat ketika meneguk kuahnya, semua orang terlihat ngeri sendiri. Bahkan si koki sampai menunggui Go Ho makan, karena dia takut Go Ho pingsan karena kepedasan. Pelayan kedai itu juga dengan setia menuangkan susu di gelas Go Ho agar Go Ho tak terlalu merasa kepedasan.

“Ngomong-ngomong, apa kau berminat membuat iklan di perusahaanku?” tanya Go Ho pada si koki.

“Kenapa kau terus bertanya begitu padaku? Apa tempatku cukup besar untuk menyewa perusahaan iklan?” jawab si koki.

loading...

“Karena kami sedang rapat dengan klien. Sayang sekali,” ucap Go Ho dan si koki bertanya mana kliennya. Go Ho pun menujuk koki itu sendiri sebagai kliennya.

“Ketika sedang rapat, kadang kita mencapai kesepakatan, tapi kadang juga tidak,” aku Go Ho.

Go Ho kemudian bernarasi kalau disaat dia lagi kumat, Jjamppong itu dia beri level 5 bintang, saat dia baru mau kumat dia beri level 4 bintang. Karena merasakan jjampong pedas setan, bisa membuat perasaan stresnya hanya dunia dan lidahnya saja yang bisa merasakannya. Tapi kalau sedang waras, Go Ho memberi jjamppong itu hanya dua bintang saja.

Selesai makan jjamppong ekstra pedas, Go Ho jalan pulang ke kantor sambil memakan banyak es loli. Tepat disaat itu dia mendapat telepon dari editor Megapoly.

=Park Seul Gi: Usia 31, Editor Megapoly=

Editor Park memberitahu Go Ho kalau dia suka tulisan Go Ho, tapi view-nya sangat rendah. “Orang-orang melakukan sistem review bintang sekarang. Aku pikir… kau membutuhkan sesuatu yang lain.”

Setelah menutup telepon dari Editor Park, Go Ho langsung memikirkan sesuatu yang Editor Park maksud. Tapi saat berpikir, Tae Ho menelpon dan bertanya kenapa Go Ho memanggilnya manager bukan Ahjussi?

“Kenapa ingatannya sangat baik?” gerutu Go Ho tanpa suara.

“Aku menyuruhmu untuk memperbaiki sifat pemarahmu, kan? Kapan kau akan bisa bicara sebelum berpikir 3 detik? Kau tidak akan menjawab?” tanya Tae Ho dan Go Ho menjawab kalau dia sedang menghitung sampai 3 detik. Tae Ho kemudian menyuruh Go Ho berhenti makan es loli, mendengar itu Go Ho langsung celingukan mencari Tae Ho.

“Aku bisa mendengar kau celingukan,” ucap Tae Ho dan Go Ho bertanya bagaimana Tae Ho bisa tahu semua itu.

“Tak usah kaget seperti itu. Aku tahu kalau kau sedang marah, kau pergi untuk makan makanan pedas, dan setelah itu makan es loli. Kenapa begitu saja sudah kaget?” ucap Tae Ho dan Go Ho langsung manyun mendengarnya. Seolah-olah Go Ho ada di depannya, Tae Ho juga menyuruh Go Ho untuk berenti manyun.

“Kau tidak benar saat bekerja. Kenapa kau cemberut sekarang? Kembali sekarang juga,”perintah Tae Ho.

“Oh, tapi ini sudah lewat dari jam kerja…. Tidak bisakah aku pulang?” tanya Go Ho yang kemudian mengaku kalau dia tak mau ikut ke acara penyambutan itu. Karena Go Ho berkata seperti itu, Tae Ho pun bertaya kenapa? Apa Go Ho kenal dengan Hwang Ji Hoon?

Mendengar pertanyaan itu, dalam hati Go Ho bertanya, “Apa mantan kekasihmu termasuk dalam orang yang kau kenal? Atau dia hanyalah orang asing?”

Flashback!

Go Ho meminta penjelasan pada Ji Hoon, kenapa dia ingin putus tiba-tiba? Padahal mereka sudah pacaran selama 3 tahun dan apakah setelah ini mereka akan menjadi orang asing satu sama lain? Walaupun Go Ho sudah bertanya seperti itu sambil menangis, Ji Hoon tetap tak memberitahu alasannya.

Flashback End!

Pada Tae Ho, Go Ho mengaku kalau dia hanya tak menyukai Ji Hoon. Dia tak suka wajahnya karena wajah Ji Hoon jelek. Selain itu karena Ji Hoon terlihat seperti orang yang akan menusuk mereka dari belakang.

“Baiklah, pokoknya datang saja. Dan untuk tipe idealmu… katakan saja itu seperti wajahku,” ucap Tae Ho dan menutup telepon.

 

“Orang anti sosial macam apa dia itu? Tipe idealku seperti wajah siapa?” ucap Go Ho dan ingin muntah. “Jika aku harus memberinya review dalam jumlah bintang,  es krim ini akan mendapatkan rating yang lebih baik,” tambah Go Ho yang tiba-tiba mendapat ide untuk memberikan review dalam jumlah bintang. Ya, dia teringat pesan editor Park yang ingin Go Ho melakukan hal lain sehingga artikelnya mendapatkan review bintang yang banyak. Go Ho bersorak senang karena satu masalah dalam hidupnya terselesaikan.

Di kantor, acara penyambutan sudah dimulai. Kantor yang tadinya adalah tempat untuk serius, sekarang sudah menjadi tempat berkaroke ria dengan peserta semua pegawai pria dan pegawai wanita yang mencari tahu, Ji Hoon ada di urutan berapa. Tak lama kemudian Go Ho muncul dan duduk di samping Hee Yeon. Dia datang ke acara karena di suruh Tae Ho.

Satu per satu pegawai pria bernyanyi menggunakan topeng. Melihat itu, Go Ho bergumam tentang alasan dia tak mau datang ke acara itu.

“Pertemuan ini adalah pertemuan dimana semua orang menggunakan topeng dan kami harus menebak yang mana orang barunya. Tapi itu tidak sulit untukku.”

Tae Ho, orang yang menyuruh Go Ho datang, malah memilih pergi dari tempat acara. Sekarang giliran pria bertopeng putih maju dan dia bernyanyi dengan begitu lembutnya. Hee Yeon jadi bingung menentukan, dia ragu apa pria itu adalah Ji Hoon atau Jung Min. Wanita yang duduk di samping Hee Yeon berkata kalau pria itu bukan Jung Min, tapi Kang Seo Won.

Go Ho yang tahu jawabannya, hanya diam. Dia tahu kalau pria yang memakai topeng putih itu adalah Ji Hoon.

“Tidak peduli apa yang dia gunakan untuk menyamarkan dirinya sendiri… Aku pasti akan mengenalinya,” ucap Go Ho dalam hati.

Flashback!

Go Ho dan Ji Hoon jalan berdua. Melihat wajah tampan Ji Hoon, Go Ho berkata kalau wajah Ji Hoon sesuai seleranya. Tiba-tiba Go Ho keseleo dan dengan cepat Ji Hoon menangkap tubuhnya. Mendapati sikap itu, Go Ho pun berkata kalau Ji Hoon punya sikap yang jantan. Plus dengan kebaikan yang selalu Ji Hoon tunjukkan, Go Ho pun jadi berpikir kalau Ji Hoon lah belajan jiwanya.

Saat mengantar Go Ho pulang, Ji Hoon kembali menghampirinya dan mencium pipi Go Ho lalu pulang.

“Semua saat-saat indah yang kami miliki benar-benar indah. Tapi aku sedih karena tidak bisa kembali,” ucap Go Ho pada dirinya sendiri.

Flashback End

Kembali melihat Ji Hoon yang sedang menyanyi, Go Ho seolah-olah melihatnya tanpa mengunakan topeng dan itu benar-benar membaut Go Ho sedih. Dia kemudian mengeluh, “Benar-benar tidak ada jawabannya.”

Go Ho keluar tempat acara dan di luar dia melihat Tae Ho. Sebenarnya, Go Ho ingin langsung pergi, tapi Tae Ho menyuruhnya mendekat. Go Ho menunduk dan dengan lembut Tae Ho mengusap bagain bawah mata Go Ho.

“Apa kau menangis?” tanya Tae Ho dan Go Ho hanya menunduk.

Flashback!

Saat Tae Ho melihat Go Ho kembali ke gedung pemakaman Ketua Tim Yoo, Tae Ho langsung turun dari mobil dan ikut masuk lagi ke dalam. Di dalam, dia melihat Go Ho melayani para pelayat yang datang.

Saat itu, ahjussi botak berkata dengan keras kalau tak ada bagusnya bekerja keras, kalau dia mati saat kerja. Karena tak ada yang dia punya selain kerjaan yang tak bisa dia lepakan.

bersambung

 

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis gogh the starry night
  • drama korea sinopsis
  • sinopsis go ho starry night
  • Sinopsis Go Ho
  • cerita film koe koi
  • sinopsi something about 1% ep 10
  • sinopsis gong starry night
  • sinopsis gogh starry night eps 2
One Comment

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *