Home » Go Ho The Starry Night » Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 1

Sinopsis Go Ho The Starry Night Episode 1

Go Ho The Starry Night Episode 1, bercerita tentang seorang wanita yang bernama Go Ho. Dia bekerja di sebuah perusahaan pembuat iklan. Di kantor dia punya bos yang galak, di rumah dia tak disayang oleh ibunya karena sang ibu lebih sayang pada kakaknya yang pengangguran dan sedangkan untuk urusan asmara, dia sudah putus dari pacarnya padahal mereka sudah pacaran selama 2 tahun dan berniat menikah. Yang mengejutkannya, mantan kekasih Go Ho menjadi atasan baru Go Ho di kantor.

Go Ho The Starry Night Episode 1

sumber konten dan gambar dari SBS

Go Ho berjalan di tengah keramaian sambil SMS-an dengan atasanya yang dia berinama “Anti-sosial Kang” dan klien mereka. Posisi Go Ho disini sebagai penengah diantara mereka yang sama-sama tak bisa menyatukan pendapat. Mereka sedang membicarakan tender iklan senilai 10 miliyar won.

“Udang kecil terluka karena terjebak diantara pertengkaran ikan paus, masuk akal,” batin Go Ho karena merasa pusing menghadapi keduanya.

Jam menunjukkan pukul 11 dan Go Ho dengan semangat mengirim SMS pada mereka berdua kalau dia akan menghubungi kembali setelah dia mengisi baterai ponselnya. Go Ho menjadi semangat karena hari ini adalah hari Jum’at dan waktunya bagi Go Ho pulang ke rumah.

Go Ho adalah wanita karir yang bekerja sebagai Eksekutif Akunting di perusahaan E:Woo.

Dia benar-benar terlihat senang bisa pulang ke rumah, dia menikmati perjalanan di bis sambil meminum susu kotak.

Go Ho sudah berada di rumah dan membantu ibunya mencuci piring. Sambil mencuci piring, Go Ho bertanya, “Rasanya baguskan ada aku saat akhir pekan? Aku memberikanmu gajiku dan membantumu membereskan rumah. Iya, kan? Iya, kan? Hei, iyakan?” ucap Go Ho sedikit memaksa sang ibu untuk menjawab iya.

“Kenapa kau ini? Kau selalu harus memastikan hal yang sudah kau ketahui. Rasanya aneh,” jawab sang ibu.

Mereka berdua kemudian nonton TV. Bosan, Go Ho mengajak sang ibu untuk berbelanja pakaian namun sang ibu menolak dengan alasan dia akan membeli pakaian nanti-nanti saja. Melihat acara TV tentang perjodohan dimana sang wanita harus memilih beberapa pria yang menyukainya, Go Ho pun langsung bertanya kenapa ibunya menonton acara omong kosong seperti itu.

“Semua pria memiliki selera yang berbeda, mereka menyukai hal yang berbeda. Bagaimana mereka bisa menyukai gadis yang sama? Dua mata, satu hidung, dan satu mulut. Sama denganku,” ucap Go Ho.

“Dimananya? Selain fakta kalau kalian berdua seorang gadis, tidak ada lagi hal yang sama,” jawab sang ibu dan Go Ho kembali mengajak ibunya jalan berbelanja, namun sang ibu tetap menolak dengan alasan dia lelah.

Tepat disaat itu, Go Ho mendapat telepon dari “Anti-sosial Kang”. Baru saja di jawab teleponnya, Go Ho sudah mendapat omelan dari “Anti-sosial Kang.” Go Ho pun berkata kalau dia akan menata dan mengimput semuanya hari Senin.

Saat Go Ho sibuk berbicara di telepon, Ibu Go Ho menyelinap masuk ke sebuah ruangan dan Go Ho sedikit merasa curiga melihatnya. Ternyata ruangan itu adalah kamar Go Gang dan sang ibu memberikan uang dari Go Ho pada Go Gang. Go Gang menolak karena merasa tak enak pada Go Ho, namu sang ibu terus menyuruhnya untuk menerima dan membeli celana jeans yang ingin Go Gang beli. Go Ho masuk dan kaget melihat semuanya.

[Lee Chung Kyung, 62 tahun, sangat menyayangi putranya.]

[Go Kang, 34 tahun, peserta abadi ujian masuk sipil.]

Melihat Go Ho, Go Kang juga kaget dan reflek menjatuhkan amplop yang Chung Kyung berikan. Walaupun ketangkap basah sepertii itu, Chung Kyung tetap merasa tak bersalah, karena uang itu sudah Go Ho berikan padanya, jadi dialah yang berhak untuk mengunakan untuk apa saja.

“Kenapa? Beberapa bulan lalu, ibu bilang ibu tidak punya baju untuk musim semi. Jadi aku mengumpulkan uang dan memberikannya untuk ibu. Dan ibu memberikannya untuknya?” tanya Go Ho kesal.

“Kau sangat berisik, ini kan hanya uang sedikit. Kau pikir kau sangat hebat karena kau bisa mencari uang?”

“Kalau begitu apakah jadi pengangguran hebat?”

“Pengangguran? Kau harus menjaga mulutmu, jangan bicara sembarangan. Yang kau lakukan hanyalah membuat iklan dan iklan. Kau dicampakkan karena kau selalu bicara kasar setiap saat! Memangnya waktu itu kenapa Ji Hoon mencampakkanmu?” sindir Chun Kyung dan itu benar-benar membuat Go Ho kecewa dan marah. Go Ho kecewa ibunya berkata seperti itu, karena dia harus menghadapi masa-masa sulit setelah putus saat itu.

Chun Kyung menyuruh Go Ho keluar dan jangan berisik, karena Go Kang bisa lupa pada pelajaran yang dia pelajari hari ini. Go Ho pun mengatakan kalau Go Kang memang tak pernah belajar, mau itu rumah dalam keadaan tenang atau berisik. Saking kesalnya, Go Ho juga menghamburkan stick game dan komik yang ada di kamar Go Kang.

Melihat tingkah Go Ho yang seperti itu, Chun Kyung semakin marah dan bahkan memukuli Go Ho. Chun Kang lagi-lagi membahas tentang Ji Hoon yang membuat keputusan benar dengan memutuskan hubungan dengan Go Ho. Mendengar itu, Go Ho benar-benar kesal dan memilih keluar rumah. Dari dalam rumah Chun Kyung berteriak kalau Go Ho tak jadi menikah gara-gara tempramennya.

Gp Ho bernarasi, “Umurku sayangnya sudah 29 tahun. Aku pikir aku akan menikah dengan kekasihku, tapi dia mencampakkanku dengan alasan yang tidak jelas. Dalam pekerjaan, aku sudah seperti samsak bersertifikat. Di rumah, aku tidak mendapatkan kasih sayang.”

Dalam keadaan marah, Go Ho terus berjalan dan tepat disaat itu muncul sebuah mobil dan hendak menabrak Go Ho.

Episode 1: Hari Naas

Kita diperlihatkan pada sebuah pemakaman dan orang-orang yang melayat mengatakan kalau orang itu meninggal karena kecelakaan. Siapakah orang itu? Apakah dia Go Ho? Ternyata bukan, yang meninggal adalah atasan Go Ho dan sekarang Go Ho sedang malayatnya. Go Ho terlihat sedih dengan kematian atasannya tersebut.

Go Ho kemudian berkumpul dengan sesama rekan kerjanya di meja makan dan rekan kerjanya bertanya tentang kecelakaan yang Go Ho alami. Go Ho pun menjawab kalau dia tidak tertabrak mobil, dia hanya lengah saat itu.

“Aku lebih kaget karena tiba-tiba ketua tum kreatif…,” ucap Go Ho namun kepotong karena Soo Jin datang dengan membawa anaknya. Melihat Soo Jin datang bersama anaknya, Go Ho terlihat tambah sedih.

Dalam hati Go Ho berkata, “AKu tidak kaget karena dia membawa bayi ke acara pemakaman. Aku kaget karena gadis yang tiga tahun lebih muda dariku sudah mempunyai anak. Apa yang selama ini kulakukan?”

Soo Jin kemudian membahas tentang Go Ho yang berencana menikah juga, karena yang dia dengar Go Ho sudah punya kekasih dan berkencan selama 3 tahun. Saat Go Ho hendak menjelaskan tentang hubungannya, ahjussi botak dan pria yang duduk di samping Go Ho terus memotongnya. Namun, Soo Jin terus menuntut untuk tahu tentang perkembangan hubungan Go Ho dengan pacarnya, sampai akhirnya Go Ho langsung mengatakan kalau dia dan kekasihnya sudah putus.

Soo Jin kemudian membahas tentang tim kreatif mereka yang meninggal karena dia juga belum pernah menikah karena terlalu fokus pada pekerjaannya, bahkan dia sudah mendapatkan banyak penghargaan dalam bidang periklanan tahun lalu.

“Iya, aku juga penasaran kenapa dia tidak pernah menikah. Sendirian rasanya pasti kesepian. Kau tidak meninggalkan apapun,” ucap ahjussi botak.

“Kenapa dia tidak meninggalkan apapun? Dia punya prestasi dalam pekerjaannya yang dia tinggalkan! Dia sangat hebat dalam pekerjaannya, tapi apakah dia harus menikah juga?” tanya Go Ho dan ahjussi itu menjawab kalau dia juga harus menikah.


loading...

Go Ho kembali melihat foto Ketua Tim Kreatifnya dan kemudian teringat saat dia mengatakan pada Ketua kalau dimasa depan, dia ingin seperti ketuanya itu.

Flashback!
“Apa maksudmu? Jangan bilang kau kasihan padaku suatu saat nanti. Bilang kalau aku terlalu sibuk bekerja jadi aku tidak bisa bertemu pria,” ucap Ketua tim menanggapi keinginan Go Ho.

“Aku? Kasihan padamu? Kenapa? Kau benar-benar yang terbaik. Kau sangat keren,” jawab Go Ho dan si Ketua pergi karena ada meeting.
Flashback End

Go Ho menangis mengingat itu semua dan di belakang Go Ho kita melihat Kang Tae Ho yang baru datang melayat. Tae Ho melihat ke arah Go Ho sejenak dan saat Tae Ho harus mengisi formulir, Go Ho berjalan pergi. Go Ho keluar ruang pemakaman sambil menangis dan setelah mendapatkan tempat yang sepi, Go Ho menangis sepuasnya. Dia menangis mengingat percakapannya dengan Ketua Tim dan ucapan si ahjussi kalau dia tetap harus menikah.

Tae Ho masuk mobil dan dari dalam mobil, dia melihat Go Ho kembali ke ruang pemakaman. Melihat itu, Tae Ho menghela nafas. Apa yang Go Ho lakukan? Ternyata dia membantu keluarga Ketua Tim untuk menyajikan makanan bagi si pelayat. Kelelahan, Go Ho sampai ketiduran.

Pria yang ada di belakangnya, sengaja menjatuhkan nampan agar Go Ho bangun, tentu saja hal itu berhasil membuat Go Ho bangun dan bangun-bangun, Go Ho langsung kaget karena jam sudah menunjukkan pukul 8 lewat dan itu berarti Go Ho terlambat kerja.

Di sebuah kantor, terlihat suasana tegang. Dimana ada Tae Ho disana sedang memainkan bola tenis di tangannya. Nama depan Tae Ho adalah Kang dan itu berarti dia adalah atasa Go Ho yang selalu memarahinya.

Tae Ho berjalan keluar dan tepat disaat itu, Go Ho muncul dan langsung menunduk minta maaf padanya.

Melihat itu, Jin Woo berkomentar kalau Go Ho selalu melakukan hal yang sama dan rekan kerjanya menjawab kalau Go Ho terlambat karena menghabiskan waktu semalaman di pemakaman Ketua Tim Kreatif Yoon. Bagi Go Ho, Ketua Tim Kreatif Yoon adalah panutannya.

“Bukankah dia hanya bekerja sebentar di bawahnya saat dia baru masuk? Aish, dia terlalu perasa. Dia tahu kalau Manajer Kang mencarinya. Dia harusnya datang tepat waktu,” ucap Jin Woo.

Tae Ho melepaskan Go Ho dan tak memarahinya, karena mulai sekarang Go Ho tak lagi menjadi bagian dari timnya. Mulai sekarang Go Ho akan masuk ke dalam Tim B.

Go Ho kemudian mengungkapkan apa yang sudah dia alami pada Hee Yeon. Dia berpendapat kalau apa yang terjadi padanya memang sudah takdir yang harus dia lewati.

“Menunggu hari gajian, selalu diawasi oleh Kang Tae Ho. Apa aku akan baik-baik saja seperti ini?” tanya Go Ho.

“Kau sudah bekerja sangat sangat keras,” jawab Hee Yeon dan Go Ho mengaku kalau dia sudah kehilangan semangatnya.

“Jika aku tidak putus dengan Hwang Ji Hoon mungkin aku sudah menikah sekarang dan tidak bekerja lagi,” ucap Go Ho yang kemudian mengaku kalau sekarang dia tak butuh pria karena dia punya dirinya sendiri.

Go Ho juga mengaku lega karena sekarang dia bisa terbebas dari Tae Ho dan berjanji pada dirinya sendiri untuk lebih bekerja keras di tim yang baru. Tepat disaat itu, Go Ho mendapat sms dari editor yang berisi kalau tulisan yang Go Ho tulis sudah di posting di webzine, namun view-nya sangat rendah, jadi si Editor menyarankan agar Go Ho menulis sesuatu yang lebih menarik lagi untuk kolom berikutnya.

“Ya! Aku harap manajer barumu adalah orang yang baik. Kau selalu merasa terancam, khawatir akan dipecat. Aku sudah lelah membantumu,” ucap Hee Yeon dan Go Ho juga berharap kalau manager barunya lebih baik dari pada Tae Ho.

“Sejujurnya, hanya aku yang sanggup menghadapi sifat pemarahnya Kang Tae Ho. Aku bahkan tidak bisa diet gara-gara dia. Karena beban yang dia berikan di hidupku,” aku Go Ho.

“Itu sangat buruk. Bukankah kau bilang kau akan melamar untuk jadi pengisi kolom spesial di majalah itu? Jika kau mendapatkan pekerjaan itu, kau langsung saja mengundurkan diri dan…,” saran Hee Yeon dan kita langsung di perlihatkan pada hayalan Go Ho yang melempar surat pengunduran dirinya ke kepala Tae Ho. Setelah melempar surat pengunduran diri, Go Ho langsung pergi dengan senyum penuh kemenangan dan Tae Ho berusaha mengejarnya.

Tapi pada kenyataannya, Go Ho kesulitan menulis, ia tak punya skill dalam menulis terlebih lagi, dia tak bisa menggantungkan hidupnya pada menulis.

Go Ho kembali ke meja kerjanya dan tiba-tiba Tae Ho membanting hasil kerja Go Ho di meja. “Aku memberitahumu jangan hanya fokus pada datanya. Aku sudah berapa kali memberitahumu, jadi kenapa kau keras kepala melakukan semuanya seenaknya? Apa kau sengaja memberontak? Atau ini karena otakmu yang sekecil ikan jadi kau tidak bisa mengingatnya?” tanya Tae Ho.

“Aku pikir kau akan menyukainya, Manajer,” jawab Go Ho dan kemudian memegang tangan Tae Ho. “Manajer, aku tidak bilang begini karena aku akan pindah ke tim lain. Rencana projek bisa jadi seperti ini atau jadi seperti itu. Tidak ada yang tahu kapan ini bisa berubah. Jadi, tidak baik jika kau marah-marah. Sangat tidak cocok dengan gayamu. Aku baik-baik saja dengan itu. Tapi apa kata orang lain?” ucap Go Ho sok bijak.

“Lagi-lagi kau mengacau…,” jawab Tae Ho dengan ekspresi marah dan Go Ho langsung melepaskan tangan Tae Ho. Dengan mata kecilnya, Go Ho kemudian mendefinisikan Tae Ho.

“Sifat: Kemarahan seperti otang gila. Kemarahan yang sangat jahat sampai membuatku gila. Pria sadis yang bisa membunuh 144 orang hanya dengan tatapan matanya. Pria yang lahir untuk membuat orang lain merasa tidak nyaman,” ucap Go Ho dalam hati.

“Apa yang kau lihat?” tanya Tae Ho dan mendengar itu, 3 bintang yang Go Ho berikan langsung berkurang jadi setengah bintang.

Tae Ho hendak pergi dan Go Ho meluapkan perasaan kesalnya dengan gerakan, namun dia langsung berhenti ketika Tae Ho berbalik lagi. Tepat disaat itu, Tuan Choi datang dengan membawa seseorang yang membuat ekspresi Go Ho sedih dan marah. Siapa orang yang dibawa? Dia adalah Hwang Ji Hoon, yang akan menjadi manager baru Tim B.

Ji Hoon melihat ke arah Go Ho dan Go Ho juga melakukan hal yang sama. Orang yang ada diantara mereka, Tae Ho terlihat bingung dengan apa yang mereka berdua lakukan.

“Sifat spesial: Mantan kekasih. Atasan baru.”

bersambung

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis i wanna be
  • sinopsis go ho the starry night
  • drama korea high school love on
  • sinopsi tamura
  • sinopsis lengkap jepang your lie in april ep 1 to end
  • sinopsis decident of the sun
  • sinopsis gogh starry night
  • sinopsis gogh
  • drama korea shopping king louis
  • drama taiwan i wanna be sup\tar
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *