Home » Ahn Hyo Seop » Sinopsis Entertainer Episode 17 – 1

Sinopsis Entertainer Episode 17 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Entertainer Episode 17 – 1, bercerita tentang Suk Ho menyerahkan diri pada polisi gara-gara kasus pengambilan hak cipta untuk lagu Jackson, namun keluarga si pencipta lagu menarik tuntutan mereka setelah melihat pertunjukan Entertainer Band dan Sung Hyun. Selain itu pada epiosde 17 part 1 ini, Entertainer Band hendak di pindahkan ke agensi yang lebih besar. Apakah Entertainer Band benar-benar akan pindah agensi? Yuk baca sinopsisnya dibawah ini:

Sinopsis Entertainer Episode 16 – 2

Sinopsis Entertainer Episode 17 – 1

Setelah acara Legend Again selesai, Keesokan harinya Suk Ho pergi ke jembatan Sungai Han tempat dimana Sung Hyun bunuh diri. Suk Ho membuka kertas origami yang bertuliskan sebuah kontrak yang dulu Ha Neul tuliskan untuknya. Suk Ho tersenyum saat melihat kertas itu, ia juga teringat saat Ha Neul menuliskannya. Suk Ho mengatakan kalau ia mungkin terlambat menepat janjinya, namun sekarang adalah gilirannya untuk mengembalikan lagu Don’t Touch pada pemiliknya.

Suk Ho pergi ke hotel tempat Joon Ha menginap, tepat pada saat itu Joon Ha akan pergi untuk pulang ke Australia. Ternyata Suk Ho sudah menunggu Joon Ha untuk mengantarnya pergi ke bandara, dan Suk Ho sudah menelepon taksi. Namun Joon Ha mengatakan tidak apa-apa, Suk Ho meminta maaf karena seharusnya ia menelepon terlebih dahulu. Joon Ha meminta untuk mengucapkan selamat tinggal di sini, Karena berkat Suk Ho beban berat telah di angkat dari dadanya, dan sisanya adalah sesuatu yang harus ia urusi sendiri.

Suk Ho berterima kasih pada Joon Ha kerna sudah menjadi teladan, Suk Ho belajar banyak dari Joon Ha. Suk Ho percaya kalau sekarang adalah gilirannya. Sebelum pergi Joon Ha mengatakn pada Suk Ho untuk meneleponya jika Suk Ho ada di Australia, karena ia akan membelikan Suk Ho minuman.

Di rumah Geu Rin dan member Entertainer Band senang dengan pertunjukan yang mereka lakukan tadi. Kayle bertanya di mana Suk Ho, dan menambahkan kalau Suk Ho mungkin saja sedang menangis sendirian. Geu Rin mengatakan kalau Suk Ho pergi untuk mengantar Choi Joon Ha, mendengar ucapan Geu Rin membuat raut wajah Ha Neul berubah.

Ternyata kini Suk Ho sedang bersama dengan Jinu, mereka bersandar di mobil Jinu.

“Aku melihat penampilannya, Itu Bagus.” Ucap Jinu.

“Aku tahu, Itu Bagus.” Ucap Suk Ho.

“Kau sangat konyol.” Ucap Jinu dan membuat Suk Ho tertawa kecil saat mendengarnya.

“Lalu, kenapa kau ingin bertemu? Aku akan memastikan sekolahmu di luar negeri sekarang.” Tanya Suk Ho.

“Sebelum aku pergi, aku juga perlu mengembalikan sesuatu. Setelah melihatmu dan Choi Joon Ha, Aku menyadari kalau aku harus hidup. Kau memberiku keberanian. Seperti yang kau katakan, Aku akan mengembalikan “Don’t Touch”.” Jawab Jinu.

“Kau mungkin tidak akan pernah menjadi seorang penyanyi lagi?” tanya Suk Ho.

“Bagaimanapun aku mungkin… tidak bisa menjadi seorang penyanyi lagi, dengan rasa bersalah ini. Aku lebih khawatir kepadamu. Aku akan memastikannya, dan mereka mengatakan kita berdua bisa masuk penjara. Bagaimana dengan anak-anak Entertainer Band?” jawab Jinu.

“Aku tahu. Apa yang harus aku lakukan.” Ucap Suk Ho.

Suk Ho pergi untuk menemui seseorang dari agensi Wild Company. Ia ingin memindahkan kan Entertaner Band pada agensi lain. Orang itu menyarankan kenapa Mango tidak bergabung saja dengan Wild Company, Suk Ho menjawab kalau ia akan pergi untuk sementara waktu, mendengar apa yang Suk HO katakan membuat orang itu tertawa karena ucapan aneh Suk Ho.

Kini Suk Ho sedang berjalan di pinggir jalan, ternyata Suk Ho pergi menuju kantor polisi.

Keesokannya Min Joo marah pada Suk Ho saat mengetahui kalau Suk Ho menyerahkan dirinya pada polisi. Min Joo bertanya kenapa Suk Ho tidak membicarakannya dulu dengannya.

“Apa yang kau pikirkan? Jika aku berbicara dulu denganmu, kau akan mengatakan, “Ya, ide bagus. Serahkan dirimu”?” Jawab Suk Ho.

“Bagaimana penyelidikannya… akan berjalan nanti?” tanya Min Joo yang hampir menangis.

“Begitu mereka mencapai keluarga Jang Min Soo, mereka mungkin akan menghubungiku. Mereka belum mampu mencapai saudaranya. Kurasa pengakuanku belum cukup.” Jawab Suk Ho.

“Bagaimana jika mereka membuktikan bahwa itu benar? Maukah kau… masuk penjara?” tanya Min Joo.

“Terserah satu tahun penjara atau denda hingga 10.000 dolar.” Jawab Suk Ho.

“Kita persiapkan uangnya. Aku bisa mendapatkan 10.000 dolar.” Ucap Min Joo.

“Tidak. Aku tidak akan membayar denda. Bahkan jika 10.000 dolar jatuh dari langit, aku tidak akan membayar. Aku akan masuk penjara.” Ucap Suk Ho.

“Penjara bukan tempat bermain!” ucap Min Joo sambil menghentakan tangannya ke meja dan berdiri, Min Joo pun berjalan membelakangi Suk Ho. Suk Ho berdiri dan mendekati Min Joo.

“Min Joo. 10.000 dolar tidak cukup dalam hal pertukaran dengan kehidupan seseorang. Bahkan beberapa tahun penjara… tidak akan cukup. Aku akan… menerima hukuman jauh lebih berat jika mereka memintaku. Dan… Entertainer Band kita… Mereka akan bergabung Wild Company. Aku yakin kau dan Geu Rin akan baik-baik saja, tapi kupikir akan lebih baik untuk mengirim mereka ke agensi yang besar.” Jelas Suk Ho.

“Kita khawatirkan saja tentang dirimu, sebelum mengkhawatirkan tentang mereka. Setelah kau keluar dari penjara, apa yang akan kau lakukan untuk hidup? Kita perlu menjaga agar Mango tetap hidup. Kita tidak bisa menutupnya.” Ucap Min Joo dengan mata berkaca-kaca.

“Kurasa aku tidak bisa melakukannya.” Ucap Suk Ho.

Beralih ke Ha Neul yang kini sedang memandangi lembar music lagu “Go Ahead, Cry” yang di buat oleh Sung Hyun kakaknya. “Hyung, bagaimana penampilan kami? Aku akan bernyanyi sampai hari aku mati, tapi kurasa tidak akan pernah ada… penampilan yang lebih baik daripada tampil bersamamu.” Ucap Ha Neul sambil tersenyum.

Dan tak lama Geu Rin datang, ia memberitahu Ha Neul kalau Suk Ho mengajak mereka untu pergi makan siang di luar. Ha Neul tersenyum, ia mengiyakan dan mengatakan kalau ia akan segera keluar.

Di sebuah restorant pizza, Kayle terlihat sangat lahap dalam memakan pizza. Suk Ho mengatakan kalau pizzanya sangat lezat, karena Suk Ho sudah lama tidak makan pizza. Di sela-sela menikmati makanan, Suk Ho bertanya apa mereka tahu dengan agensi Wild Company, dan semuanya mengetahui agensi itu. Suk Ho menambahkan dengan mengatakan kalau itu adalah perusahaan manajeman berbakat yang besar, mereka memiliki banyak aktor dan penyanyi. Ha Neul menanyakan ada apa dengan agensi itu, Suk Ho mengatakan kalau Entertainer Band sudah memasuki tahap kedua dari karirnya. Suk Ho memberitahu kalau ia bertemu dengan salah satu orang dari agensi Wild Company, Suk Ho mengatakan kalau mereka sangat tertarik dengan Entertainer Band.

Suk Ho mengatakan kalau Entertainer Band tidak akan bersama dengan Mango lagi. Tapi menjadi terkenal dengan Wild Company, seperti di Jepang, Cina, Asia Selatan, Entertaner Band akan memasuki pasar internasional. Kayle mengatakan kalau ia lebih menyukai seperti sekarang berada di bawah naungan agensi Mango dan akan membuat agensi itu menjadi besar. Geu Rin juga setuju dengan apa yang Kayle ucapkan. Dan mereka pun bersulang untuk melakukannya.

Namun Suk Ho mengatakan kalau mereka tidak mengerti, “Mango seperti sebuah toko lokal. Agensi besar…memiliki 100 orang yang bekerja untuk satu penyanyi baru.” Ucap Suk Ho.

“Kami menyukainya seperti kita sekarang.” Ucap Ha Neul.

“Cobalah untuk membuka pikiranmu… dan mencoba rasional. Wild Company memiliki orang-orang yang hanya menangani musik, dan lain-lain yang melakukan drama, iklan…” ucap Suk Ho namun di potong Ha Neul yang menanyakan kenapa Suk Ho tiba-tiba mengatakan tentang hal itu.

“Aku… Aku… Aku tidak memenuhi syarat untuk melanjutkan sebagai CEO dari sebuah agensi… yang bersama Entertainer Band.” Jawab Suk Ho dengan gugup.

“Kau memenuhi janji yang kau katakan secara bercanda 11 tahun yang lalu…dan memberiku penampilan yang luar biasa. Bagaimana bisa kau tidak memenuhi syarat? Apa yang membuatmu bisa memenuhi syarat?” tanya Ha Neul yang mulai kesal.

“Aku tahu. Tapi Lee Joon Suk dan aku… adalah sama.” Ucap Suk Ho.

“Kenapa kau bisa mengatakan sesuatu yang keterlaluan seperti itu? Bagaimana mungkin kau dan monster itu sama saja?” tanya Kayle bingung.

“Jadi, aku sudah melakukan ini selama bertahun-tahun, tapi tidak peduli seberapa mabuknya aku, aku menelepon supir panggilan atau naik taksi. Aku tidak pernah mengemudi sendiri.” Jawab Suk Ho.

“Kenapa kau berbicara tentang minum dan mengemudi sekarang?” tanya Geu Rin ikut bingung.

“Tapi malam itu, aku mengemudi… karena hari itu, seorang penulis lagu yang tidak dikenal melakukan bunuh diri. Lagu “Don’t Touch” milik Jackson… tidak ditulis oleh Jinu, tapi oleh penulis lagu itu. Aku mencurinya… dari dia. Penulis lagu yang malang itu memohon, tapi aku berkata kasar kepadanya. Jadi hari itu, dia bunuh diri. Aku menyetir… untuk pergi menemuinya, mengalami kecelakaan, pergi ke penjara… dan tidak bisa melindungi Jackson. Hak apa… yang aku punya… untuk bekerja dengan anak-anak yang baik seperti kalian? Aku… menyerahkan diriku. Setelah penyelidikan dimulai, aku mungkin akan dibawa ke tahanan. Polisi mencari keluarga dari penulis lagu itu,dan setelah mereka menemukan mereka, mereka akan mulai penyelidikan. Lalu aku, tidak bisa tetap di sini bersama kalian semua. Itu sebabnya… kalian harus pergi ke tempat yang lebih baik… dan biarkan Entertainer Band menjadi lebih besar.” Jelas Suk Ho dan membuat yang lain terkejut dengan pengakuan Suk Ho.

loading...

Seorang pelayan datang dengan membawa satu kotak pizza, ia memberikannya pada Suk Ho. Lalu Suk Ho memberikan pizza itu pada Yun Soo untuk Chan Hee, Suk Ho mengajaka yang lain untuk pergi, namun tidak ada sorang pun yang bergerak. Suk Ho bertanya kenapa wajah mereka seperti itu, ia mengatakan kalau ia tidak akan pindah, Ha Neul menggaruk kepalanya, ia kesal dengan apa yang Suk Ho katakan.

“Kau harus membuat banyak uang di sebuah agensi besar… untuk memberiku tunjangan di sana-sini. Ayo pergi.” Ucap Suk Ho.

Di rumah Ha Neul sedang kesal memikirkan ucapan Suk Ho tadi, ia teringat saat Suk Ho memberi penjelasan pada Geu Rin dan Ha Neul, saat itu Geu Rin mengetahui kalau Suk Ho sudah tidak bekerja lagi di KTOP, dan mengatakan kalau Suk Ho itu adalah seorang penipu.

Dan ternyata Geu Rin dan Entertainer Band juga berada di rumah.

“Itu sebabnya dia begitu bertekad untuk mengembalikan lagu milik Sung Hyun.” Ucap Yun Soo.

“Aku ingin tahu seperti apa tuan Shin dulunya. Dia orang yang luar biasa sekarang. Saat aku akan menyerah bermain drum karena ibuku, aku tidak akan memiliki keberanian jika bukan karena tuan Shin.” Ucap Jae Hoon.

“Aku masih akan bekerja di sebuah band di sebuah bar karaoke.” Ucap Yun Soo.

“Maksudku, yang tidak memiliki kerangka dalam lemarinya?” tanya Kayle kesal.

“Kita tidak bisa mengatakan itu. Aku yakin keluarga dari penulis lagu itu… merasakan sakit yang sama seperti Ha Neul.” ucap Yun Soo lalu menoleh ke arah arah Ha Neul yang terlihat sangat sedih.

Beralih ke Suk Ho yang kini sedang bersama Min Joo di kantor Mango. Suk Ho menyuruh Min Joo untuk istirahat karena Min Joo pasti lelah. “Suk Ho. Kau tahu, Kupikir aku yang paling mengenalmu, setelah orang tuamu.” Ucap Min Joo dan Suk Ho mengiyakan itu. namun Min Joo mengatakan kalau ia rasa sebenarnya tidak juga dengan melihat bagaimana Suk Ho sudah berubah, Suk Ho mengatakan kalau ia tidak berubah, ia hampir tidak sanggup memperbaiki kesalahannya yang kekanak-kanakan.

Dan tak lama ponsel Suk Ho berbunyi, ternyata telepon itu dari kepolisian yang menyuruh Suk Ho untuk datang ke kantor polisi. Min Joo menanyakan ada apa, Suk Ho menjawab kalau kepolisian melakukan kontak dengan keluarga Jang Min Soo. Min Joo meminta untuk pergi bersama, namun Suk Ho melarangnya karena yang akan Min Joo lakukan hanya menangis. Suk Ho mengatakan kalau ia akan pergi sendiri, ia juga memerlukan waktu untuk berfikir. Suk Ho meminta Min Joo untuk memastikan yang lain tidak terlalu terkejut.

Di kantor polisi saat Suk Ho masuk ke dalam ruangan ia melihat saudara dari Jang Min Soo.

“Kau saudara dari tuan Jang Min Soo, Jang Ki Soo, benar?” tanya polisi.

“Iya.” Jawab Ki Soo.

“Tuan Shin Suk Ho menyerahkan diri karena menjiplak lagu milik tuan Jang Min Soo. Kami perlu untuk mengkonfirmasi fakta-fakta itu. Dia mengatakan bahwa dia mencuri lagu yang ditulis oleh tuan Jang Min Soo, lalu… tuan Jang Min Soo bunuh diri. Benarkah?” tanya polisi.
“Aku tidak tahu.” Ucap Ki Soo dan itu membuat Suk Ho bingung, karena waktu itu Ki Soo pernah datang ke kantor Mango ia memukul Suk Ho saat mengetahui kalau Min Soo meninggal karena Suk Ho.

“Kau harus memberitahu agar lebih pasti.” Ucap Polisi.

“Aku tidak tahu apa-apa.” Ucap Ki Soo.

“Permisi. Apa maksudmu? Kau datang ke kantorku tahun lalu…” ucap Suk Ho lalu di potong oleh Ki Soo. “ Adikku memang meninggal. Aku tidak tahu… Kenapa. Tidak ada catatan bunuh diri, Aku sibuk berusaha untuk menghidupi diriku sendiri. Kenapa kau menyeretku ke sini untuk sesuatu seperti ini?” tanya Ki Soo dengan tatapan kososng.

“Kau membawa lagu itu ke kantorku. Kau berteriak kepadaku, mengatakan aku membunuh saudaramu.” Ucap Suk Ho bingung.

“Jangan mengungkit kesedihan sedih keluarga kami di masa lalu. Aku datang hanya karena kau mengatakan aku harus datang. Setiap kali aku datang ke sini, aku kehilangan upahku satu hari, dan itu beban yang terlalu besar bagiku. Jangan hubungi aku lagi.” Ucap Ki Soo lalu ingin pergi namun terhenti karena Polisi mengatakan kalau Ki Soo berarti tidak akan melakukan penuntutan atas nama Jang Min Soo. Ki Soo mengatakan kalau tidak ada yang dituntut, dan ia tidak mengenal Suk Ho.

Polisi menyanyakan apa yang sebenarnya ingin Suk Ho lakukan, Suk Ho meminta waktu sebentar dan pergi menyusul Ki Soo. Suk Ho menghentikan Ki Soo dengan menarik tangan Ki Soo.

“Kau tidak mengenalku? Ya, kau mengenalku. Kau tahu apa yang aku lakukan kepada saudaramu.” Ucap Suk Ho.

“Apa kau sangat ingin masuk penjara?” tanya Ki Soo.

“Tidak. Kenapa kau harus dihukum? Aku yang akan mendapat masalah.” Jawab Suk Ho.

“Aku datang ke sini dari Sokcho. Aku tidak bisa kembali malam ini, Belikan aku minuman.” Ucap Ki Soo lalu pergi.

Mereka pergi ke sebuah restorant, Suk Ho mmandang Ki Soo yang sedang makan dengan lahab.

“Aku membunuh… penulis lagu, Jang Min Soo, kakakmu. Aku menyerahkan diriku. Kenapa kau mengatakan kau tidak mengenalku? Kau datang kepadaku, dengan membawa “Don’t Touch”. Kau tahu semuanya. Kenapa kau melakukan ini?” tanya Suk Ho marah.

“Bawa perasaan bersalah itu bersamamu… selama sisa hidupmu. Aku akan membawa rasa bersalahku… bersamaku.” Ucap Ki Soo lalu meminum soju.

“Aku mencuri lagunya. yang merupakan satu-satunya harapannya dalam hidup, dan mendorongnya sampai mati. Bagaimana bisa kita minum soju bersama-sama seperti ini?” tanya Suk Ho.

“kemiskinan ayahku… yang tidak mendukung bakatnya… tapi membawa kelaparan dan kekurangan gizi… juga pada akhirnya akan mendorongnya. Wanita itu… yang meninggalkan dia… karena seorang musisi tidak memiliki masa depan… juga mendorongnya.” Ucap Ki Soo.

“Tidak. Itu tidak benar. Dia mengatakan dia akan menikah setelah lagunya dirilis.” Ucap Suk Ho.

“Itulah yang kakakku inginkan. Sudah lebih dari setahun… sejak dia putus dengannya. Pada hari dia meninggal, dia memintaku untuk minum bersamanya… karena dia sangat kesepian dan lelah. Aku menolak dengan mengatakan bahwa aku hampir tidak bisa…memenuhi kebutuhanku. Aku juga mendorongnya. Dia sudah berdiri di pinggir tebing… saat kau mendorongnya. Aku tidak tahu siapa yang lebih layak mendapatkan hukuman.” Ucap Ki Soo sambil terus meminum Soju.

“Itu tidak akan mengubah apa pun. Jika kau sudah selesai, ayo kita pergi. Kembali ke kantor polisi dan mengatakan hanya fakta-faktanya. Beritahu mereka bahwa aku membuat saudaramu melakukan…” ucap Suk Ho namun di potong Ki Soo.

“Hentikan! Setelah kakakku meninggal, Ayahku terbaring di tempat tidur. Akhirnya keadaannya mulai membaik, dan jika dia mendengar tentang bagaimana kakakku meninggal, dia tidak akan bisa pulih lagi. Kenapa kau begitu egois? Apa menurutmu… itu akan membuatku merasa lebih baik jika kau membusuk di penjara? Apa itu membuat ayahku merasa lebih baik? Kau melakukan ini untuk dirimu sendiri. Luka-luka kami akhirnya sembuh, jadi kenapa kau menusuknya lagi?” tanya Ki Soo emosi.

“Apa lagi yang harus aku lakukan? Aku tidak bisa mengembalikan kakakmu. Aku hanya ingin mengembalikan namanya. Aku pantas dihukum. Jika aku harus tinggal di penjara selama sisa hidupku, aku akan melakukannya. Dia sudah pergi. Dia sudah mati.” Ucap Suk Ho.

“Jalani sisa hidupmu… dengan berpikir tentang dia. Hidup dalam penderitaan seakan tulang belakangmu… menusuk hatimu. Itulah caraku hidup. Terima kasih untuk minumannya.” Ucap Ki Soo lalu berdiri dan ingin pergi.

“Permisi!” ucap Suk Ho membuat Ki Soo berhenti.

“Terima kasih… untuk penampilannya. Pemuda yang meninggal itu… mengingatkanku pada kakakku. Itu membuatku menangis.” Ucap Ki Soo lalu berbalik, ”Terima kasih.” tambah Ki Soo lalu perg meninggalkan Suk Ho. Sedangkan Suk Ho masih di sana ia menangis melihat apa yang terjadi.

Di kantor mango Min Joo membawakan minum untuk Ha Neul, Min Joo mengatakan kalau ia seharusnya menelepon Ha Neul saat Suk Ho sampai di sini, Ha Neul tidak perlu datang. Ha Neul mengatakan kalau ia tidak bisa fokus pada apa pun, dan juga ia tidak bisa tidur. Ha Neul bertanya mengenai Suk Ho pada Min Joo, Min Joo mengatakan kalau Suk Ho tidak mengatakan apapun kepadanya, karena Suk Ho ingin pergi sendirian. Ha Neul menghela nafas, ia pun mengambil ponselnya, ia menelepon Suk Ho.

Sedangkan Suk Ho masih di restorant tadi, Suk Ho terlihat mabuk, ia mengatakan “ Ha Neul, adikku, Ha Neul tercinta” mendengar itu Ha Neul mengatakan kalau ia akan segera kesana. Min Joo yang bingung pun ingin bertanya pada Ha Neul, namun Ha Neul tidak menjawab dan langsung pergi. Min Joo hanya menghela nafas.

Ha Neul pun menemukan Suk Ho, saat Suk Ho ingin menuang soju lagi, Ha Neul langsung mengambil botolnya dan menyuruh Suk Ho untuk berhenti minum. Suk Ho mengajak Ha Neul untuk minum, ia memesan satu botol soju. Ha Neul mengatakan kalau ia akan membawa Suk Ho pulang. Ha Neul pun membawa Suk Ho pulang.

Di jalan Suk Ho terus berbicara, melihat Suk Ho yang seperti tidak kuar untuk berjalan. Ha Neul pun memutuskan untuk menggendong Suk Ho, Suk Ho mengatakan kalau Ha Neul sangat kuat, ia mengatakan kalau Sung Hyun menyelamatkannya, ia juga memberitahu kalau keluarga Min Soo tidak menuntutnya, karena ia melihat pertunjukan Ha Neul dan Sung Hyun dan ia sangat menyukainya.

Keesokannya, Ha Neul keluar kamar sambil memegang punggungnya. Kayle bertanya apa Ha Neul memiliki penyakit di punggung karena Ha Neul terus mengerah saat tidur. Ha Neul mengatakan tidak dan mengatakan kalau ia mungkin salah posisi tidur. Geu Rin menanyakan di mana Suk Ho sekarang, Ha Neul mengatakan kalau dia seharusnya sedang tidur di rumah. Mendengar apa yang Ha Neul katakan Yun Soo dan Jae Hoon pun langsung menanyakan Suk Ho.

Ha Neul mengatakan kalau ia tidak tahu rincinya, karena Suk Ho cukup mabuk kemarin jadi ia mengantarnya. Kayle terkejut saat mengetahui kalau Suk Ho mabuk, ia bahkan belum pernah melihat Suk Ho minum. Ha Neul melihat ke arah Geu Rin ia memberitahu kalau keluarga korban tidak akan menuntut Suk Ho, Kayle pun mengatakan kalau mereka tidak perlu menandatangani kontrak dengan Wild Company. Kayle, Yun Soo dan Jae Hoon pun terlihat senang, namun tidak dengan Geu Rin dan Ha Neul mereka seperti sedang memikirkan sesuatu.

bersambung Entertainer Episode 17 – 2

loading...

Yang banyak dicari

  • tamura sinopsis
  • sinopsis lucky romance
  • update sinopsis drama
  • sinopsis entertainer episode 17
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *