Home » Entertainer » Sinopsis Entertainer Episode 15 -2

Sinopsis Entertainer Episode 15 -2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Entertainer Episode 15 – 2 bercerita tentang Ha Neul yang memutuskan untuk menyanyikan lagu ciptaan sang kakak dan dia akan menyanyikan lagu tersebut dengan versi asli kakaknya. Semua anggota Entertainer band pun setuju dengan ide tersebut, apalagi versi Sung Hyun memang lebih bagus. Sebelum acara “Legend Again” di gelar, Suk Ho berusaha mencari keberadaan Choi Joon Ha, agar bisa membantu mereka mengklarifikasi semuanya. Setelah mencari kemana-mana, akhirnya di akhir episode Suk Ho pun bertemu dengan Joon Ha. Ingin tahu cerita lengkapnya? Yuk baca sinopsisnya dibawa ini…

Sinopsis Entertainer Episode 15 -1

Sinopsis Entertainer Episode 15 -2

Di ruangannya pegawai Tuan Lee meengatakan kalau Ha Neul ingin bertemu dengannya, Tuan Lee mengizinkannya, Ha Neul masuk dan langsung mendekati Tuan Lee yang sedang duduk di sofa. Tuan Lee mengatakan kalau ini adalah pertama kalinya mereka bertemu, Tuan Lee bingung harus menyaa Ha Neul seperti apa, karena apapun yang Tuan Lee katakan akan membuat Ha Neul tidak nyaman.

“Aku tidak ingin mendengar apapun. Aku tidak ingin mendengar suara apapun yang keluar dari mulut kotormu. Setelah kakakku, Jo Sung Hyun, meninggal karena kau, keluargaku sedih selama bertahun-tahun. Kau tidak pantas mengetahui kesedihan itu. Hanya ada satu hal yang ingin aku katakan. Sepertinya Suk Ho melakukan itu ke wajahmu. Aku akan membunuhmu perlahan. Tidak, Aku akan membuatmu mati… seperti yang kau…lakukan kepada kakakku.” Ucap Ha Neul, dan langsung pergi meninggalkan Tuan Lee. Tuan Lee terlihat sangat kesal.

Di rumah Entertainer Band. Semua member sedang membicarakan mengenai masalah yang menimpa Ha Neul, tiba-tiba saja Keyle merobek lembar musik yang telah ia buat. Yun Soo menanyakan kenapa Kayle melakukan itu. Kayle menjawab kalau mereka tidak usah tampil di acara itu, Ha Neul tidak akan bisa menanyikannya, Jae Hoon mengiyakan apa yang Kayle ucapkan.

Tiba-tiba saja Ha Neul datang, ia mengatakan kalau ia akan menayanyikan lagu itu. Kayle mendekati Ha Neul, ia mengatakan kalau Ha Neul jangan menyanyikan lagu itu. “Bagaimana kau akan menyanyikan lagu ini? Kalau dia kakakmu, maka dia juga kakak kami. Apa kau pikir kami gila? Beberapa orang…mengambil lagu kakakmu, menjadikannya terkenal dan membuat banyak uang. Kita pasti gila jika berani menyanyikan lagu ini. Aku tidak akan melakukannya. Aku tidak akan memainkannya.” Ucap Kayle.

“ Tidak, aku akan menyanyikannya.” Ucap Ha Neul.

“Ha Neul.” ucap Geu Rin.

“Jangan katakan tidak padaku atau menunggu.” Ucap Ha Neul keras.

“Kau harus…menyanyikannya jika kau mau.” Ucap Geu Rin.

“Geu Rin, tapi itu…” ucap Yun Soo namun Geu Rin langsung memotongnya, dengan mengatakan kalau keputusan Suk Ho tidak lah penting saat ini, karena keputusan Ha Neul jauh lebih penting untuk saat ini, Geu Rin mengatakan kalau ia yang akan mengatur acara itu, bukan tuan Shin. Ha Neul mengatakan kalau ia harus berbicara dengan Suk Ho, Geu Rin ingin mengantar Ha Neul nemun Ha Neul mengatakan kalau ia ingin pergi sendiri.

Sesampainya di rumah sakit, Ha Neul menyanyakan di mana Suk Ho, Man Sik mengatakan kalau ia keluar untuk membeli beberapa permen karamel untuk Suk Ho, namun saat Man Sik kembali, Suk Ho sudah menghilang. Ha Neul berfikir, lalu ia bertanya ada Tuan Byun di mana Sung Hyun bunuh diri.

Ternyata dugaan Ha Neul benar, Suk Ho sedang berdiri di jembatan tempat Sung Hyun bunuh diri. Ia teringat saat ia sedang makan bersama dengan Sung Hyun.

[Flashback]

Saat itu Suk Ho mengatakan pada Sung Hyun untuk merekam lagunya setelah Suk Ho kembali.

“Mereka akan berpikir aku akan merilis album jika aku merekam laguku.” Ucap Sung Hyun.

“Tuan Byun dan tuan Lee adalah orang-orang yang sangat baik. Jangan gugup dan lakukan saja apa yang kau lakukan. Mereka akan menyukaimu bahkan jika kau hanya menunjukkan setengah dari kemampuanmu.” Ucap Suk Ho.

“Apa manajer memang biasa menggertak sepertimu? Yah, kurasa manajer memang harus bicara manis.” Ucap Sung Hyun, dan mereka pun bersulang.

[Flashback end]

Suk Ho sedang memandang ke bawah jembatan Sungai Han, Suk Ho mengatakan kalau Sung Hyun pasti sangat kedinginan, dan merasa kesepian karena sendirian, Suk Ho meminta maaf karena ia terlambat.

Tiba-tiba saja Ha Neul datang dan langsung menanyakan apa yang Suk Ho lakukan. Suk Ho menoleh ke arah Ha Neul, Ha Neul mendekati Suk Ho yang sedang menangis, dan Ha Neul pun ikut menangis. Ha Neul mengatakan “Kau akan mati jika kau jatuh. Apa kau akan bunuh diri? Apa kau akan menyusul Sung Hyun? Apa kau akan meninggalkanku sendirian?” tanya Ha Neul.

 

 

 

“Itu menyakiti… Hatiku terasa sakit… hanya dengan bernapas.” Ucap Suk Ho. Ha Neul pun ikut berdiri dengan menandarkan tangannya di pagar Jembatan Sungai Han. Mereka berdua sama-sama meneriakkan nama Sung Hyun di jembatan itu.

Tuan Byun datang, ia meneteskan air mata saat melihat Suk Ho dan Ha Neul yang terlihat sangat putus asa.

Mereka pun kembali ke rumah sakit. Min Joo langsung berdiri dan menanyakan Suk Ho baru dari mana. Suk Ho mengatakan kalau ia berjalan-jalan. Suk Ho pun duduk di tempat tidur, Man Sik marah-marah karena ia dan Min Joo sangat Khawatir pada Suk Ho. Ha Neul menatap ke arah Suk Ho, ia pun duduk di samping Suk Ho.

“Aku ingat semuanya. Kakakku… bahkan tidak mau pergi keluar bersama orang tuaku. Keluargaku tidak pernah makan keluar sama sekali. Sung Hyun merasa tidak nyaman jika banyak orang di sekitarnya.” Ucap Ha Neul, dan teringat saat mereka piknik bersama di sebuah taman. Suk Ho dan Ha Neul sedang bermain bola dan Sung Hyun bermain gitar. “Tapi… dia berubah setelah dia berteman dengan seorang pria bernama Suk Ho. Pada hari-hari disaat mereka libur, manajer lain akan tinggal di rumah, tapi temannya, Suk Ho… selalu datang ke rumah kami dan membawanya keluar.” Ucap Ha Neul.

“Kupikir aku tidak akan bisa melihatnya lagi. Tapi dia datang kepadaku setelah kakakku pergi. Itu Suk Ho, satu-satunya teman kakakku. Kalau begitu, dia bersamaku, dan membiarkan aku bernyanyi. Dia membersihkan… namaku. Suk Ho, kita tidak perlu mencoba untuk saling menghibur satu sama lain. Kita berhenti bersedih. Geu Rin benar tentang hal itu. Jika… kau dan kakakku tidak bertemu, Aku tidak tahu apa yang akan terjadi. Tapi jika… kau tidak muncul lagi setelah sekian lama, apa yang akan terjadi? Ini akan memakan waktu, tapi jangan bicara tentang “bagaimana jika”. Aku akan melakukan hal yang sama.” Ucap Ha Neul yang membuat semua nya terharu.

“Dia benar, Suk Ho. Ayo kita kembali berdiri dengan tegak.” Ucap Tuan Byun.

“Aku membahasnya… dengan semua anggota band. Kami… akan tampil di acara “Legend Again”.” Ucap Ha Neul dan membuat yang lainnya terkejut. Ha Neul memberikan kertas musik milik Sung Hyun kepada Suk Ho. Suk Ho membukanya dan melihat kalau itu adalah lagu “Go Ahead, Cry” yang Sung Hyun aransemant sendiri.

“Aku akan menyanyikan lagu milik kakakku. Itu yang sudah kami putuskan, jadi kami ingin kau untuk bangkit kembali. Bertahanlah dan kembalikan…lagu kakakku.” Ucap Ha Neul.

Di kantor mango Suk Ho telah memutuskan kalau ia akan mendapatkan kembali lagu milik Sung Hyun. Min Joo bertanya bagaimana caranya, Suk Ho menjawab kalau hanya ada satu cara yaitu Choi Joon Ha. Suk Ho mengatakan kalau ia harus menemukannya dalam sebuah pertunjukan dan membuatnya mengaku.

Geu Rin bertanya apa Suk Ho bisa menemukannya karena Geu Rin ada di stasiun TV untuk pertemuan hari ini, tapi mereka sudah mencoba mencarinya. Mereka ingin dia juga ada di atas panggung, tapi dia sudah bersembunyi sejak saat itu.

Suk Ho bertanya siapa yang dekat dengan Choi Joon Ha, Min Joo menjawab kalau Yeon Kyung biasanya banyak berbicara tentang Joon Ha dan Mereka mungkin terus berhubungan.

Kini Suk Ho telah bersama dengan Yeon Kyung untuk menanyakan keberadaan Joon Ha.

“Ada banyak orang yang bertanya tentang dia akhir-akhir ini. Beberapa orang dari stasiun TV datang. Sudah lama sejak aku melihat Joon Ha. Kurasa dia tidak ada di Korea. Sekitar lima tahun yang lalu, kami bertemu untuk minum kopi. Dia mengatakan kepadaku ayahnya sedang tidak baik dan tinggal di sebuah panti jompo. Aku tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang. Kupikir dia datang kembali setahun sekali untuk mengunjungi ayahnya.” Jelas Yeon Kyung.

“Apa kau tahu di mana rumah jompo itu?” tanya Suk Ho.

“Aku tidak tahu di mana itu. Meskipun dia memang berkata dia datang setelah mengunjungi ayahnya. Kupikir dia datang dari Yeongwol.” Jawab Yeon Kyung.

Suk Ho pun langsung pergi ke panti jompo Yeongwol Sol. Suk Ho bertanya pada seorang pegawai tentang, seorang pasien dengan nama belakang Choi. Suk Ho berbohong dengan mengatakan kalau dia adalah teman ayahnya, dan Suk Ho berhutang banyak kepadanya tapi Suk Ho tidak terlalu yakin dengan nama depannya. pegawai itu pun mencari pasien dengan nama belakang Choi.

Pegawai itu menanyakan apa namanya Choi Jin Goo, Suk Ho bertanya apa nama anaknya Choi Joon Ha. Pegawai itu terlihat sedikit ragu namun Suk Ho meyakinkannya dengan mengatakan kalau ia harus menemuinya. Pegawai itu mengatkan kalau Suk Ho tidak akan bisa berbicara dengannya karena dia menderita Alzheimer yang parah, jadi dia tidak mengenali anaknya saat anaknya berkunjung dari australia.

Di studio member Entertainer Band sedang berlatih, namun Ha Neul terlihat aneh seperti ada yang ingin dia katakan. Saat waktunya Ha Neul untuk masuk dan bernyanyi, Ha Neul tidak melakukannya. Ha Neul memanggil Kaylel ia meminta maaf karena mengatakan hal ini. Ha Neul meminta untuk menganti aransemen yang berbeda.

Kayle bertanya apa aransemennya buruk, Ha Neul berkata kalau bukan begitu. Ha Neul pun membuka tasnya dan memberikan lembaran musik, yang berisi versi asli lagu Go Ahead, Cry yang dibuat oleh Sung Hyun.

Ha Neul memberikannya pada Kayle, Kayle terkejut saat membacanya, Ha Neul memberitahu kalau itu adalah versi asli yang dibuat oleh kakak Ha Neul, Jo Sung Hyun. Semua member melihat ke arah kertas itu, Kayle tersenyum dan mengatakan kalau itu adalah sebuah karya seni yang murni. Kayle setuju untuk melakukannya dengan versi yang asli. Ha Neul berterima kasih, namun ia juga meminta maaf karena mereka harus latihan lagi.

Yun Soo mengatakan kalau itu bukan masalah. Jae Hoon berkata kalu ia sangat tersanjung karena mereka akan memainkan versi yang dibuat oleh komposer aslinya, Jae Hoon mengatakan kalau ia sangat gugup.

loading...

Suk Ho keluar dari panti jompo itu, dan tak lama Suk Ho mendapat telepon. Dan ternyata telepon itu dari Joo Han yang mengajak Suk Ho untuk bertemu. Mereka pun bertemu di sebuah kafe.

“Apa kabar?” tanya Suk Ho.

“Aku hanya menyapa.” Ucap Joo Han.

“Apa kau bekerja untuk Joon Suk lagi?” tanya Suk Ho.

“Iya.” Jawab Joo Han.

“Joo Han. dia menyalahgunakanmu dan…” ucap Suk Ho namun di potong oleh Joo Han.

“Aku… akan menghukum dia sebelum aku berhenti. Kau sedang mencari Choi Joon Ha, bukan?” tanya Joo Han.

“Apa Joon Suk memintamu untuk menemukan dia?” tanya Suk Ho balik.

“Dia memang memintaku. Apa kau akan terbang ke Australia?” tanya Joo Han.

“Itu cepat sekali.” Ucap Suk Ho.

“Aku lebih cepat dari yang kau kira. Dia sedang tidak ada di Australia sekarang. Aku sudah ke sana. Aku sudah mencari dan bertemu keluarganya. Mereka mengatakan dia kembali di Korea. Choi Joon Ha ada di sini.” Ucap Joo Han.

“Kenapa kau mengatakan ini kepadaku?” tanya Suk Ho.

“Biarkan aku mengambil beberapa pukulan dan menyebutnya impas. Aku tahu aku sudah mengkhianatimu dan menyakitimu. Aku dibutakan oleh ambisi dan membuang kesetiaan dan kehormatan. Pukuli aku. Aku akan menerimanya.” Jawab Joo Han.

“Aku tidak punya hak. Aku juga tidak ada bedanya.” Ucap Suk Ho.

“Aku katakan kepadamu… sebelum Lee Joon Suk… mencoba untuk membalas… atas apa yang sudah aku lakukan kepada Jo Ha Neul, meskipun aku tahu itu tidak akan pernah cukup.” Ucap Joo Han.

Di kantor mango Suk Ho memberikan kertas dan menyuruh, Min Joo, Geu Rin, Tuan Byun, Dan Man Sik untuk memeriksa setiap hotel. Suk Ho menunjukan daftar hotel di mana Choi Joon Ha mungkin menginap. Suk Ho mengatakankalau dia akan berada di panti jompo, karena Joon Ha belum mengunjungi ayahnya.

Man Sik mengatakan kalau hotel sangat menjaga rahasia, mereka tidak akan memberikan infotmasi tenteng konsumen mereka. Geu Rin menanyakan hotel mana yang harus ia datangi, Geu Rin juga mengetakan kalau ia harus mengumpulkan foto-foto dirinya terlebih dahulu, karena Geu rin tidak ingin terlewat satu pun. Min Joo terlihat dedang memikirkan sesuatu.

Di sisi lain ternyata Choi Joon Ha sedang berdiri di tempat memperingati kematian Jo Sung Hyun.

“Ulang tahun kematianmu akan datang lagi. Aku selalu kembali untuk itu, mengatakan kepada diriku sendiri, “ini adalah terakhir kalinya.” Tapi… setiap tahun, aku berdiri di sini. Bukankah udaranya mencekik di sana? Australia sangat luas dan udaranya bagus, tapi… Aku tidak bisa bernapas. Tidak peduli ke mana aku pergi, Aku seperti tinggal di penjara.” Ucap Joon Ha merasa bersalah.

Di panti jompo Suk Ho sedang memerhatika ayah Joon Ha yang sedang di rawat oleh suster. Suk Ho kemudian pindah ke ruanng tunggu, seorang pelayan memandang Suk Ho aneh karena Suk Ho tidak pergi-pergi dari panti jompo itu. Suk Ho pun menghela nafas dan berdiri untuk memberi salam pada prawat itu.

Sedangkan di kantor mango semua terlihat kelelahan akibat mencari hotel yang Choi Joon Ha tempati. Geu Rin mengatakan kalau dia akan ke panti jompo, namun Tuan Byun dan Min Joo melarangnya karena ini sudah larut malam.

Keesokannya, Min Jo pergi ke kantor ayahnya. ayah Min Joo berkata kalau Min Joo datang kemari setelah Min Joo meminta uang terakhir kali, dan ayahnya harus mempublikasikan sebuah penjelasan karena Min Joo memiliki beberapa poto aneh dan sekarang Min Joo meminta agar ia pergi permain golf dengan beberapa ketua hotel. Ayah Min Joo mengatakan kalau ia tidak mau.

Min Joo mengatakan kalau begitu kumpulkan mereka semua dan belukan beberapa minuman. Ayah Min Joo menanyakan kenapa ia harus melakukan itu, Min Joo meminta bantuian dan dia akan mendengarkan sedikit. Ayah Min Joo mengatakan bahkan bukan “Aku akan mendengarkan.” Tapi “aku akan mendengarkan sedikit”, ayah Min Joo bertanya tawaran macam apa itu.

Ayah Min Joo tidak mau dan berdiri untuk menuju mejanya. Min Joo berdiri dan mengatakan kalau dia akan mendengarkan, dia juga akan bekunjung dua kali dalam sebulan. Min Joo mengatakan kalau itu tawaran bagus. Ayah Min Jo menambahkan nya dengan satu kencan buta, Min Joo tidak mau, dan ayah nya berkata kalau begitu lupakan saja.

Min Joo tidak memiliki pilihan lain ia pun mengiyakan pemintaan ayahnya. Ayah Min Joo tertawa dan menanyakan siapa yang Min Joo cari. Min Joo menjawab Choi Joon Ha seorang penyanyi terkenal, seseorang yang dikenal oleh semua pekerja hotel.

Beralih ke sebuah kafe dimana Tuan Lee bertemu dengan Choi Joon Ha saat ini sedang bertemu.

“Sudah cukup lama, Joon Ha.” Ucap Tuan Lee senang.

Di sisi lain Suk Ho sedang menuju ke hotel Kyung, tempat Choi Joon Ha tinggal. Suk Ho mengetahui informasi itu dari Min Joo. teman ayahnya Min Joo mengatakan kalau Lee Joon Suk juga menggunakan semua kontaknya di hotel untuk menemukannya. Mengingat perkataan mengenai Lee Joon Suk yang sedang mencari Joon Ha, Suk Ho pun menambah kecepatan mobilnya.

Kembali lagi ke Tuan Lee dan Joon Ha.

“Adik dari Jo Sung Hyun?” ucap Choi Joon Ha terkejut.

“Bukankah stasiun TV menghubungi? Mereka memiliki penyanyi muda… untuk menyanyikan aransemen ulang dari lagumu, “Go Ahead, Cry”. Mereka memberikan lagu itu kepada adiknya Jo Sung Hyun. Ironis sekali, Karena itu, dia mengetahui semua yang terjadi di antara kami. Apa kau ingat Shin Suk Ho? Dia adalah seorang manajer pemula. Juga, teman dari Jo Sung Hyun. Anak yang diperkenalkan Jo Sung Hyun kepadaku. Kau belum pernah bertemu, jadi kau mungkin tidak tahu seperti apa dia. Dia adalah CEO dari lembaga yang menaungi grup band Jo Ha Neul. Dia mencarimu seperti orang gila.” Jelas Tuan Lee, mendengar itu Joon Ha mengepalkan tangannya.

“Aku mencarimu… untuk mengatakan mari kita jaga semuanya agar tetap seperti ini. Anak-anakmu pasti sudah dewasa. Kau tidak seharunsnya menjadi seorang ayah yang tidak baik, yang mengeluh tentang rasa bersalah atau hati nuranimu. Itu akan menjadi sangat tidak bagus. Jika Suk Ho mencari tahu semuanya, kau akan menanggung semua beban itu. Apa kau tidak takut? Seluruh bangsa akan menunjuk jarinya kepadamu, terutama karena kau mencuri lagu dari seseorang yang cacat. Kau akan dipermalukan. Jangan biarkan dirimu terjebak dan kembalilah hari ini.” Jelas Tuan Lee panjang lebar.

Sedangkan Suk Ho sudah berada di hotel Kyung, ia berlari masuk ke hotel dan langsung mengatakan kalau ia datang untuk menemui Choi Joon Ha di kamar 2004. Suk Ho meminta untuk Hubungi dia dan katakan kepadanya bahwa aku akan menunggu di sini.

Saat Pegawai itu mengatakan kalau tamu di kamar 2004 sedang keluar, ternyata Choi Joon Ha sedang berjalan menuju pintu keluar dengan membawa koper, Namun Suk Ho tidak melihat itu. Suk Ho menanyakan kapan tamu itu keluar, pegawai itu menjawab kalau dia keluar belum lama ini. Pegawai itu pun mengeceknya.

Saat Suk Ho berbalik, Joon Ha sudah dekat dengan pintu keluah. Pegawai itu pun mengatakan kalau mereka sedang membersihkan kamarnya sekarang, dan tamu di kamar 2004 sudah pergi. Suk Ho bertanya apakah ia bisa mendapatkan nomornya. Pegawai itu mengatakan kalau ia tidak bisa memberikan informasi temu mereka, namun jika Suk Ho meninggalkan nomornya, mereka bisa meninggalkan catatan. Karena tamu itu meninggalkan sesuatu di kotak berangkas, dan jika dia menghubingi tentang hal itu, mereka akan menyampaikan pesan tersebut. Suk Ho meminta kertas memo pada pegawai itu. Suk Ho pun menuliskan pesan tersebut.

Di sebuah restorant kulis babi Suk Ho sedang menunggu Joon Ha, melihat sumpit dan sendok di hadapannya membuat ia teringat pada Sung Hyun, pada saat itu mereka makan di tempat itu dan meja itu, Sung Hyun mengatakan kalau Moskow benar-benar dingin, Sung Hyun mengatakan pada Suk Ho untuk tetap waspada da jangan sampai mati beku. Suk Ho terdiam mengingat hal itu.

Dan ternyata memo yang Suk Ho tulis tadi berisi “Halo, aku teman dari Jo Sung Hyun, Shin Suk Ho. Aku meninggalkan pesan ini karena aku benar-benar ingin bertemu denganmu. Aku mengerti kenapa kau tidak bisa menyanyikan lagu favoritmu… dan hidup bersembunyi selama bertahun-tahun ini. Aku tidak membencimu. Dan aku tidak punya hak untuk membencimu. Aku juga bersalah atas hal yang sama. Aku mengambil lagu dari pencipta lagu yang tidak diketahui menggunakan uang dan kekuasaan… dan memberikannya kepada kelompok yang terkenal. Dan pada saat album itu dirilis, penulis lagu yang malang dan tidak diketahui itu meninggalkan dunia ini… karena aku. Jadi bagaimana aku bisa membencimu? Aku ingin bertemu denganmu, hanya satu kali. Peringatan kematian Sung Hyun adalah dua hari lagi. Aku akan menunggu di restoran yang dia sukai. Itu adalah tempat barbeque di gang di Pasar Jinheung. Mari kita minum Soju bersama pada hari peringatan kematiannya. Aku akan menunggu sampai kau datang. Tolong, kumohon padamu.”

Seseorang pegawai restorant itu datang mendekati Suk Ho ia mengganti makanannya sedang yang masih hangat dan bertanya sudah lama sejak Suk Ho datang kenapa Suk Ho tidak minum atau makan karena. Suk Ho menjawab kalau ia sedang menunggu seseorang. Pegawai itu mengerti ia pun pergi untuk membereskan meja.

Restorant itu pun sudah sepi, pegawai itu kembali mendekati Suk Ho ia mengatakan kalau untuk kembali lah lain kali, dan ia akan membuatkan sesuatu yang lezat di rumah, Karena ia harus pulang. Suk Ho meminta maaf ia pun berdiri dan akan membayar berapa makanannya.

Namun saat Suk Ho mengeluarkan dompetnya, tak lama Choi Joon Ha masuk ke restorant itu membuat Suk Ho terkejut saat melihat Joon Ha yang datang untuk menemuinya.

Sinopsis Entertainer ep 16

loading...

Yang banyak dicari

  • Sinopsis drama korea entertainers episode 15
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *