Home » Ahn Hyo Seop » Sinopsis Entertainer Episode 14 – 2

Sinopsis Entertainer Episode 14 – 2

Sinopsis Entertainer Episode 14 – 2 bercerita tentang Ha Neul yang berniat mengajak Geu Rin makan malam romantise, tapi karena dalam perjalanan Geu Rin terus membahas Suk Ho, alhasil hal tersebut membuat Ha Neul badmood sehingga tak jadi mengajak Geu Rin. Tak ingin menyia-nyiakan tempat yang sudah dia pesan, maka Ha Neul mengajak Yun Soo untuk makan disana. Hmm…. pada episode ini kita akan meliahat Ha Neul patah hati… Ingin tahu cerita lengkapnya? yuk baca sinopsis lengkapnya di bawah ini:

Sinopsis Entertainer Episode 14 – 1

Sinopsis Entertainer Episode 14 – 2


Sesampainya Ha Neul dan Geu Rin di kantor mango, Geu Rin menyuruh Ha Neul untuk menunggunya, namun Ha Neul mengatakan kalau mereka pergi lain kali saja, mendengar apa yang di katakan Ha Neul membuat Geu Rin bingung. Ha Neul meminta Geu Rin untuk memberikan kunci mobil kepada Suk Ho.

Geu Rin mengambil kunci itu dan mengatakan kalau ia akan segera turun namun, Ha Neul mengatakan kalau dia harus mempi ke suatu tempat, Ha Neul mengatakan kalau Geu Rin bisa mengambil ponselnya dan pulang terlebih dahulu. Geu Rin menanyakan Ha Neul ingin pergi kemana, Ha Neul menjawab kalau Geu Rin saja tidak pernah menceritakan semuanya, jadi kenapa ia harus memberitahu semuanya pada Geu Rin. Ha Neul mengatakan kalau itu rahasia. Geu Rin mengatakan kalau Ha Neul sekarang adalah selebriti jadi ia harus memakan topi. Ha Neul meminta Geu Rin untuk berhenti mengomel. Ha Neul pun pergi dari kantor mango.

Di dalam Suk Ho sedang mendengarkan lagu yang akan entertainer band nyanyikan, Suk Ho sedang mencari aransemen baru untuk lagu itu. Saat Suk Ho mendengar ada orang yang membuka pintu, Suk Ho kelihatan senang karena ia tahu kalau orang itu adalah Geu Rin.

Saat Geu Rin melihat Suk Ho ia mengatakan kalau ia ke sana untuk mengambil ponselnya, ternyata ponsel Geu Rin ada pada Suk Ho, oleh karena itu ia tahu kalau orang yang datang itu adalah Geu Rin. Geu Rin mendekati Suk Ho dan mengambil ponselnya, ia mengucapkan terima kasih.

“Aku bingung. Karena aku memiliki semua kontak penting dan gambar di sini. Seharusnya kau meneleponku sebelumnya. Ponselku ada di sini.” Ucap Geu Rin sambil tertawa.

“Apa kau tidak tahu kalau manajer harus selalu bisa dihubungi? Kau taruh di mana kepalamu?” tanya Suk Ho.

“Aku akan menjaga agar kepalaku tetap di sini.” Jawab Geu Rin. Tak lama perut Geu Rin berbunyi, Suk Ho tesenyum mendengar itu.

“Apa yang kau makan hari ini?” tanya Suk Ho.

“Aku meminum segelas susu pagi ini. Untuk makan siang, aku punya kue, Aku akan makan malam bersama Ha Neul, tapi aku datang ke sini.” Jawab Geu Rin.

“Kau harus makan dengan baik, jadi kau tidak akan mudah lelah. Makanlah dengan baik. Bagaimana dengan Ha Neul?” tanya Suk Ho.

“Dia mengatakan kepadaku untuk memberikan ini kepadamu. Aku menyuruhnya untuk menungguku, tapi dia pergi… karena dia harus mampir di suatu tempat.” Jawab Geu Rin sambil memberikan kunci mobil yang tadi Ha Neul berikan kepada Suk Ho.

“Ha Neul adalah pengemudi yang baik, tidak seperti kau.” Ucap Suk Ho.

“Dia sangat berbeda dari aku, Dia benar-benar sopir yang baik. Dia lebih baik dari manajernya.’ Ucap Geu Rin sambil berbalik ingin pergi dengan wajah cemberut. Namun tidak jadi karena Suk Ho mengajaknya untuk makan. Geu Rin menjawab “Tidak, aku akan pergi makan di rumah. Kau harus bekerja.”

“Aku melihatmu cemberut. Aku tidak bisa membiarkanmu pergi seperti ini. Perutmu juga berbunyi. Ayo pergi.” Ajak Suk Ho sambil tersenyum dan pergi, di ikuti Geu Rin yang ikut terseyum.

Beralih ke Ha Neul yang sedang melihat bunga yang tadi ia pesan. Pegawai itu membuatnya agar terlihat cantik karena Ha Neul telah beberapa kali meneponnya untuk membuatnya tampak cantik. Pegawai itu bertanya apa Ha Neul menyukanya, Ha Neul mnjawab kalau ia menyukainya.

Setelah membayar bunga yang ia pesan Ha Neul membawa buket bunga itu pergi dengan perasaan kecewa dan sedih. Saat Ha Neul berada di depan toko bunga itu, tiba-tiba ponsel nya berbunyi dan ternyata itu adalah pesan dari “flower Restaurant, Reservasi untuk 2 orang jam 8 malam.” Ha Neul menghela nafas ia pun menelpon Yun Soo.

Ha Neul bertanya Yun Soo ada di mana, Yun Soo menjawab kalau ia sedang di rumah, ia sedang menyuapi Chan Hee. Ha Neul menanyakan Jae Hoon dan Kayle, Yun  Soo menjawab kalau Jae Hoon sedang belajar dan Kayle sedang keluar.

Kita kembali lagi ke Geu Rin yang sedang bersama Suk Ho di dalam mobil. Geu Rin terlihat sangat senang, berbeda saat ia sedang bersama Ha Neul tadi. Geu Rin mengatakan kalau sangat nyaman duduk di kursi penumpang, seperti tidak sedang bekerja, terasa pribadi. Suk Ho menyuruh Geu Rin untuk menaik kan kursinya. Geu Rin berkata kalau itu adalah bagaimana cara Suk Ho duduk.

Geu Rin bertanya kenapa Suk Ho tidak menepati janjinya, Suk Ho bingung janji apa yang ia berikan pada Geu Rin. Geu Rin mengatakan kalau Suk Ho berjanji akan membawanya pergi untuk melihat bunga setelah suk Ho memperbaharui SIM. Suk Ho mengingatnya dengan jelas, karena pada saat itu Geu Rin menggodanya karena tidak memiliki SIM, pada saat itu Suk Ho sangat kesal, oleh karena itu ia mengatakan kalau ia kan mengajak Geu Rin setelah ia mendapatkan SIM. Namun Geu Rin sendiri yang mengatakan kalau Suk Ho harus membawanya untuk melihat bunga bukannya bintang setelah Suk Ho memperbaharui SIMnya dan pergi. Geu Rin mengatakan kalau itu benar, dan tetap saja, Suk Ho sudah dewasa dan ia adalah CEO.

“Oke baiklah, tetap saja, kau sudah dewasa dan kau CEO. “Kau sudah melakukan pekerjaan yang baik dalam mengemudi, Manager Jeong.” “Aku akan membawamu keluar untuk jalan-jalan. “Bukankah itu terdengar bagus?” tanya Geu Rin.

“Tidak, itu kedengarannya tidak bagus.” Jawab Suk Ho.

“Nah, kita sudah di dalam mobil. Ayo kita melihat bunga hari ini!” ucap Geu Rin senang, Suk Ho pun tersenyum dan menambahkan kecepatan mobilnya membuat Geu Rin menjerit.

Di Flower Restaurant Ha Neul sedang duduk sendirian, ia mngingat kata-kata Geu Rin pada saat mereka di dalam mobil tadi. “Dia berkata kalau dia akan membawaku untuk melihat bunga setelah dia memperbaharui SIM. Tapi dia lupa tentang hal itu. Dia seharusnya mengatakan,”Geu Rin, kau hebat hari ini.” “Kau pasti lelah. Aku akan mengantarmu.” Bukankah seharusnya dia mengatakan itu?”.

Tak lama Yun Soo datang dan langsung duduk d kursi depan Ha Neul. Yun Soo faham apa yang sedang Ha Neul rasakan.

“Aku melihat apa yang terjadi.” Ucap Yun Soo.

“Aku sudah mengatakan kepadamu untuk membawa Chan Hee.” Ucap Ha Neul sambil tersenyum.

“Aku datang sendirian karena aku tahu kita akan memiliki pembicaraan orang dewasa. Kursi ini adalah untuk Geu Rin, bukan?” tanya Yun Soo, dan Ha Neul tersenyum, Ha Neul mengelap air matanya yag hampir keluar.

Sedangkan Geu Rin dan Suk Ho saat ini sudah berada di sebuah Restaurant, mereka sedang memilik makanan. Setelah makanan yang mereka masak selesai, Suk Ho menyuruh Geu Rin untuk makan secara perlahan. Suk Ho menyuruh Geu Rin meminta maaf pada perutnya karena ia hanya memakan susu dan kue sapanjang hari.

Suk Ho menyuruh Geu Rin untuk jangan langsung menelannya, ia harus mengunyahnya dulu, Geu Rin mengerti dengan mengangkat tangannya di atas kepala, Suk Ho tersenyum melihat tingkah Geu Rin.

“Makan dengan baik, ya? Kau akan merusak tubuhmu.” Ucap Suk Ho.

“Baiklah. Oh, benar. Aku memeriksa stylistnya, tapi aku tidak tahu banyak, jadi kau harus melihatnya.” Ucap Geu Rin.

“Kupikir kita harus memutuskan… konsep untuk pertunjukan ini. Kita akan melakukan sisanya dengan stylistnya.” Ucap Suk Ho.

“Apa konsepnya?” tanya Geu Rin.

“Apakah kau sudah mendengarkan “Go Ahead, Cry”?” tanya Suk Ho.

“Iya.” Jawab Geu Rin.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Suk Ho.

“Aku tidak terlalu sensitif, tapi saat aku mendengar lagu itu, terasa ada sengatan di hatiku.” Jawab Geu Rin.

“Terasa menyengat?” tanya Suk Ho.

“Seperti ada sesuatu yang menusukku, dan aku menghirup sesuatu yang pedas. Jadi aku terus menangis. Mungkin aku terus menangis karena judulnya adalah “Go Ahead, Cry”.” Ucap Geu Rin.

“Aku mengerti. Aku juga, Rasanya menjengkelkan karena itu adalah album KTOP, tapi lagu itu, untuk beberapa alasan, memiliki nada yang tajam.” Ucap Suk Ho.

“Mengagumkan. Kita setuju pada sesuatu.” Ucap Geu Rin, lalau mereka berdua bertos.

“Dengarkan sambil makan.” Ucap Suk Ho

“Baiklah.” Ucap Geu Rin lalu mengangkat sumpitnya, namun ia tidak makan, ia fokus pada apa yang Suk Ho ucapkan.

“Jadi, kita tidak perlu terlalu mewah. Sangat penting agar anak-anak kita bisa berkilau, tapi itu tidak akan cocok dengan lagunya. Kali ini, kita jadikan lagunya sebagai pusat perhatian. Kupikir itu akan menjadi konsep yang bagus.” Ucap Suk Ho.

“Kau benar-benar pandai bicara. Membuat lagunya menjadi pusat perhatian.” Ucap Geu Rin.

“Kau juga benar-benar…pandai bicara. Rasanya tidak nyata. Lagunya terasa menyengat. Kita gunakan kostum yang sederhana saja.” Ucap Suk Ho lalu Geu Rin mengeluarkan buku catatannya dan mencatat apa yang Suk Ho katakan. “Seperti…Seperti band yang berjalan keluar dari studio mereka. Tapi tidak terlalu lusuh dan usang. Makan saat kau menulis. Mie-nya semakin lembek.” Tambah Suk Ho

“Aku sangat pelupa, Aku selesa Setelah kita memilih stylist,  aku akan memberitahu mereka.” Ucap Geu Rin lalu memasukkan bukunya.

“Makan.” Ucap Suk Ho, lalu Geu Rin tersenyum dan mengedipkan matanya pada Suk Ho. “Jangan…berhenti melakukan itu.” ucap Suk Ho, lalu Geu Rin tertawa, dan mereka pun makan.

Kembali ke Ha Neul dan Yun Soo. Seseorang wanita, mengetahui kalau Ha Neul dan Yun Soo adalah member Entertainer, dan mereka pun mengambil foto Ha Neul dan Yun Soo.


loading...

“Yun Soo, jujur. Apakah kau lebih suka… Ga Eun merasa bahagia dengan pria lain, atau kau lebih suka…dia tinggal bersamamu, bahkan jika cintanya telah memudar?” tanya Ha Neul.

“Jujur, aku marah pada awalnya, bahwa dia akan menjadi istri orang lain, dan bahwa dia akan menjadi…ibu orang lain, Sementara dia memiliki Chan Hee. Rasanya menyedihkan, setelah aku memikirkannya. Tapi aku lebih memilih agar Ga Eun bahagia, karena aku mencintainya. Kenapa Geu Rin tidak bisa? Kau akan memberinya cincin, bukan?” tanya Yun Soo.

“Dia terus…berbicara tentang pria lain.” Ucap Ha Neul.

“Pria lain?” tanya Yun Soo.

“Saat dia membicara tentang pria itu, dia terlihat sangat bahagia. Aku tidak bisa menghancurkan itu.” ucap Ha Neul sambil tersenyum.

Di sebuah restaurant Tuan Byun terpikir pada saat pertama kali Tuan Byun bertemu dengan Jo Sung Hyun. “Benar-benar takdir yang kejam. Dia pikir lagu kakaknya…adalah lagu orang lain, dan dia akan bekerja keras untuk menyanyikannya dengan baik untuk menghormatinya. Sung Hyun. Apakah kau melihat? Apakah kau melakukan ini… karena kau marah? Kalau begitu…Ha Neul…Anak muda itu akan terluka.Demi kebaikan adikmu…” ucap Tuan Byun stres. Tuan Byun pun pergi dari restorant itu.

Di rumah hanya ada Jae Hoon dan kayle, Jae Hoon sedang belajar dan Kayle sedang makan sereal. Kayle mengatakan hal-hal yang tidak penting kepada Jae Hoon, dan Jae Hoon sama sekli tidak tertarik karena ia sedang fokus belajar. Saat Kayle membuka ponselnya ia melihat foto Ha Neul dan Yun Soo yang sedang makan di restorant yang enak. Kayle sangat marah karena mereka tidak mengajaknya, dan membiarkan Kayle hanya makan sereal saja. Kayle pun memberitahu kepada Suk Ho tentang hal itu.

Suk Ho masih bersama dengan Geu Rin, Suk Ho mengambil ponselnya yang berbunyi.

“Dia sangat konsisten. Kyle merengek lagi.” Ucap Suk Ho sambil melihat pesan yang Kayle kirim.

“Apa itu?” tanya Geu Rin

“Ha Neul dan Yun Soo pergi ke suatu tempat yang bagus jadi dia kesal. Lihat.” Ucap Suk Ho sambil memberikan ponselnya pada Geu Rin.

Saat Geu Rin melihat foto itu ia melihat buket bunga mawar putih yang sangat indah, Geu Rin teringat saat ia sedang bersama Ha Neul di dalam mobil saat itu bertanya pada Ha Neul, mereka akan kemana, Ha Neul menjawab kalau ia akan mendapatkan SIM dan akan membawa Geu Rin melihat bunga. Seketika itu wajah Geu  Rin langsung berubah. Geu Rin juga teringat pada saat ia melihat majalah yang di dalamnya terdapat gambar bunga mawar putih, Geu Rin mengatakan kalau ia menyukainya. Dan Geu Rin teringat pada saat d depan kantor mango tadi, saat Ha Neul mengatakan kalau ia juga punya rahasia.

Suk Ho menyadari perubahan wajah Geu Rin ia menanyakan ada apa, Geu Rin menjawab kalau ia hanya sedang memikirkan sesuatu. Ponsel Suk Ho berbunyi dan itu telepon dari Tuan Byun, Geu Rin langsung memberikannya pada Suk Ho. Tuan Byun mengajak Suk Ho untuk bertemu.

Di luar Suk Ho khawartir pada Geu Rin karena wajah Geu Rin tidak terlihat baik. Suk Ho mengatakan apa ia harus mengantar Geu Rin, Geu Rin menjawab kalau itu tidak masalah, Geu Rin berkata kalau ia pasti makan terlalu banyak kue beras. Geu Rin berkata kalau ia bisa naik bus, Suk Ho mengatakan untuk naik taksi, namun Geu Rin mengatakan tidak perlu. Geu Rin pun pergi meninggalkan Suk Ho.

Di dalam bus Geu Rin berfikir tentang “pergi melihat bunga, Flower Restaurant, keranjang mawar putih.” Geu Rin meyakinkan dirinya kalau itu tidak mungkin untuknya. Geu Rin memasang earphone nya, ia teringat saat Ha Neul menyelamatkannya dari seorang laki-laki saat Geu Rin pulang kerja, saat Ha Neul memeluknya untuk meminta Geu Rin untuk tidak pergi meninggalkan Ha Neul, dan pada saat Ha Neul mengatakan kalau ia tidak suka melihat Geu Rin tersenyum pada pria lain saat itu Ha Neul juga mengelap bibir Geu Rin yang penuh dengan busa pasta gigi. Geu Rin juga teringat saat Geu Rin mengkhawatirkan Ha Neul saat Ha Neul kehujanan.

Saat Geu Rin sampai di rumah, ia melihat satu buket mawar putih yang terletak d meja kamarnya. Bunga itu sama persis seperti yang Geu Rin lihat di foto yang Suk Ho tunjukan tadi. Tiba-tiba ada yang mengatuk pintu, dan ternyata orang itu adalah Ha Neul. Ha Neul masuk ke kamar Geu Rin.

Geu Rin menanyakan apa itu, Ha Neul menjawab kalau ia mendapatkannya dari penggemar, Ha Neul tahu kalau Geu Rin menyukai bunga-bunga jadi Ha Neul meninggalkannya di kamar Geu Rin. Bunga itu tidak cocok untuk Ha Neul dan Kayle.

Geu Rin mengatakan “Flower Restaurant, keranjang bunga apa itu yang kau maksud melihat bunga.” Ha Neul terdiam dengan ucapan Geu Rin. Ha Neul mengatakan kalau Geu Rin cepat tanggap. Ha Neul mengatakan kalau ia lelah jadi ia ingin pergi lain kali. Tapi tadi ada biaya pembatalan jadi ia pergi dengan Yun Soo.

Ha Neul mengatakan kalau restoran itu benar-benar cantik, Ha Neul mengatakan kalau mereka harus pergi lain kali. Ha Neul mengatakan kalau ia lelah dan ingin tidur, Ha Neul pun keluar dari kamar Geu Rin. Namun Geu Rin memanggil Ha Neul dan menanyakan apa Ha Neul menyukainya. Ha Neul tersenyum dan mengatakan kalau semua saudara laki-laki menyukai saudara perempuan mereka.

Ha Neul mengatakan selamat malam, dan keluar dari kamar Geu Rin, namun ia tidak ke kamarnya ia bersandar di dinding luar kamar Geu Rin dan menangis.

Di kantor mango Suk Ho bertemu dengan Tuan Byun.

“Kenapa kau tiba-tiba mengatakan ini? Kau tidak ingin kami tampil di “Legend Again”? Semua orang ingin masuk di acara itu.” ucap Suk Ho.

“Kita tidak perlu melakukannya. Bisakah kau.. Percaya kepadaku sekali ini dan melepaskan yang satu ini?” tanya Tuan Byun.

“Mereka sudah mempersiapkannya. Mereka sudah merasa sangat senang tentang hal itu. Kita tidak bisa melepaskannya. Aku tidak mengerti kenapa…” ucap Suk Ho namun d potong oleh Tuan Byun.

“Kalau tidak, ayo kita minta kepada produser… dan menyanyikan lagu orang lain, bukan milik Choi Joon Ha. Tidak, Kita tidak perlu melakukannya, Suk Ho. Aku mohon padamu.” Potong Tuan Byun

“Aku akan jujur. Kau tidak punya hak… untuk memutuskan atas nama Entertainer Band. Ya ampun. Kau tahu bagaimana industri ini. Kesempatan seperti ini tidak datang untuk grup band pemula. Kau tahu apa yang harus aku lalui…untuk menempatkan mereka di sebuah program musik. Kenapa kau menjadi seperti ini? Aku mulai kecewa kepadamu.” Ucap Suk Ho mulai kesal.

“Entertainer Band tidak akan gagal karena yang satu program!” teriak Tuan Byun.

“Kau tidak biasanya Seperti ini. Ada apa? Apakah karena “Go Ahead, Cry” dirilis oleh KTOP? Itu sebabnya kita harus melakukannya. Kita harus menunjukkan kepada mereka seberapa baiknya kita.” Ucap Suk Ho kesal.

“Tidak bisakah kau merelakan yang satu ini? Kita tidak perlu melakukannya, Suk Ho. Kau… Ha Neul tidak boleh menyanyikan lagu itu.” ucap Tuan Byun keras.

“Yang benar saja, kenapa kau melakukan ini?” tanya Suk Ho keras.

“Itu lagu milik Jo Sung Hyun!” teriak Tuan Byun pasrah. “Kenapa… Menurutmu kenapa… Aku pergi ke pegunungan selama beberapa tahun? Menurumu kenapa aku melakukan itu?” tanya Tuan Byun.

“Apa… Apa yang kau bicarakan? Kenapa kau tiba-tiba menyebutkan nama Sung Hyun? Apa yang kau bicarakan?” tanya Suk Ho berkaca-kaca.

“Suk Ho. Lagu  “Go Ahead, Cry” dari Choi Joon Ha, lagu itu, adalah lagu milik Sung Hyun. Bukan Choi Joon Ha, Kakak Ha Neul, Jo Sung Hyun yang membuatnya.” Jawab Tuan Byun.

“Astaga. Sementara… Aku berada di Moskow, apa yang terjadi? Kenapa lagu Sung Hyun…Kenapa… lagu itu menjadi lagu Choi Joon Ha?” tanya Suk Ho berkaca-kaca.

“Aku tidak bisa menghentikan Joon Suk. Aku baru tahu… setelah albumnya dirilis. Aku tidak berusaha untuk mengatakan aku tidak bersalah. Pada saat itu albumnya dibuat dalam tiga minggu. Baik aku…atau Sung Hyun tidak tahu.” Jawab Tuan Byun.

“Hentikan. Berhenti bercanda. Sung Hyun…Apakah Sung Hyun… mendapatkan serangan jantung? Apakah dia?” tanya Suk Ho.

“Setelah aku melihat album Choi Joon Ha, Aku khawatir tentang Sung Hyun dan mengunjunginya, tapi dia sudah meinggal pada saat itu. tetangganya mengatakan kepadaku. Dia meninggal karena serangan jantung. Pemakamannya… sudah selesai.” Ucap Tuan Byun.

“Jawab saja pertanyaanku! Apakah itu serangan jantung?” ucap Suk Ho keras.

[Flaskback]

Saat itu Tuan Byun mengatakan pada pikah kepolisian kalau ia harus menemukan keponakannya. Dan menanyakan apa polisi itu memiliki laporan insiden dari beberapa hari lalu, seorang pria berumur 20 tahunan. Tuan Byun menanyakan apakah dia kecelakaa mobil atau kasus bunuh diri.

Polisi itu mengeceknya, “Empat hari yang lalu, seseorang melompat ke Sungai Han, dan kami mengambil tubuhnya. Dia adalah seseorang berusia 22 tahun, bernama Jo Sung Hyun.” Ucap polisi. Tuan Byun terkejut mendengar apa yang polisi itu ucapkan.

[Flashback end]

“Dia melompat dari jembatan…ke Sungai Han Tidak ada wasiat terakhir Satu-satunya hal di tempat kejadian…adalah album kedua Choi Joon Ha.” Ucap Tuan Byun. Suk Ho sangat setres mendengar pengakuan dari Tuan Byun.

“Aku akan membunuh… Lee Joon Suk. Lee Joon Suk. Lee Joon Suk, bajingan itu. Aku akan membunuhnya.” ucap Suk Ho sambil memegang kerah baju Tuan Byun.

Bersambung ke sinopsis ep 15

 

loading...

Yang banyak dicari

  • Cerita entertainer
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *