Home » Doctors » Sinopsis Doctors Episode 9 – 1

Sinopsis Doctors Episode 9 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Doctors Episode 9 – 1, bercerita tentang Seo Woo yang datang ke cafe Soon Hee disaat semuanya sudah pulang. Seo Woo mabuk dan untung saja disana masih ada Young Kook yang menemaninya dan mengantarkannya pulang. Sedang Kang Soo langsung diberi perawatan karena dia pingsan kebanyakan minum. Yeon Do yang merasa patah hati, karena melihat Hye Jung dan Ji Hong pergi bersama, melampiaskan rasa kesalnya dengan lari malam. Setelah bertemu dengan Ji Hong, Yeon Do mengaku kalau dia menyukai Hye Jung. Namun Ji Hong tak sedikitpun merasa khawatir, dia malah merasa senang pada keberanian Yeon Do mengakui semuanya. Ingin tahu cerita lengkapnya? Yuk baca sinopsisnya…

Sinopsis Doctors Episode 8 – 2

Sinopsis Doctors Episode 9 – 1


Hye Jung dan Ji Hong pun berman kejar-kejaran di lapangan bola itu. Hye Jung pun tidur telentang, ia sudah terlalu lelah untuk berlari lagi. Melihat itu, Ji Hong mengikuti Hye Jung, ia juga membarngkan tubuhnya di samping Hye Jung. Mereka tersenyum sambil melihat bintang-bintang, Ji Hong menawarkan tangannya untuk menjadi bantal bagi Hye Jung, Hye Jung sedikit malu, namun ia melakukannya. Ji Hong berpura-pura kalau tangannya sakit, ternyata itu hanya modus Ji Hong untuk lebih dekat dengan Hye Jung. Namun tak lama Hye Jung tertidur, Ji Hong mengelus-elus rambut Hye Jung dan kembali menatap bintang dengan senyuman.

“Setelah kau mendapatkan balas dendam, kemarahanmu jadi tenang. Balas dendam memberimu kekuatan untuk menenangkan diri dan melanjutkan. Aku tidak berhenti sampai aku mencapai tujuanku, tapi aku merasa mengantuk saat aku dengan pria ini.” Batin Hye Jung.

Di kafe Sooni Hawaii terlihat kalau pesta sudah berakhir, hanya ada Young Kook dan Seo Woo saja di sana. Young Kook menyuruh Seo Woo untuk berhenti minum, namun Seo Woo terus saja meminta untuk dibukakan botol minuman. Tak lama Soon Hee datang dan merengek kalau Seo Woo harus pulang, karena ia juga harus menutup kafenya. Namun berbicara dengan Seo Woo yang sedang mabuk tidak akan bisa. Soon Hee pun menyuruh Young Kook untuk melakukan sesuatu pada Seo Woo. Young Kook pun mengajak Seo Woo untuk pulang.

Soon Hee pun megeluh karena kafenya sangat berantakan setelah pesta itu, saat ia sedang ingin membereskan kafe itu muncul sesosok laki-laki yang ternyata dia adalah Ahn Joong Dae. Melihat itu membat Soon Hee terekjut, Joong Dae bertanya apa yang lain sudah pulang. Saat Joong Dae ingin pulang, ia kembali duduk di kursi dan menanyakan apa Soon Hee punya ramyeon. Soon Hee yang sudah kesal pun mengatakan kalau ia tidak memiliki ramyeon dengan nada marah sehingga mambuat Joong Dae jatuh kebelakang.

Di RS Gukil, terlihat Kang Soo yang sedang di rawat di rumah sakit, karena pingsan saat pesta. Tak lama Kang Soo bangun, saat Kang Soo bangun Kyung Joon langsung menghampirinya dan ingin memarahi Kang Soo karena berbohong tentang memiliki toleransi yang tinggi. Kang Soo pun tersenyum dan mengatakan kalau ia sedang sakit dan harus tidur. Kyung Joon terlihat marah namun ia langsung tersenyum dan menyuruh Kang Soo untuk beristirahat.

Kembali ke Ji Hong yang sedang mengantar Hye Jung pulang dengan berjalan kaki. Di jalan Ji Hong terus saja mengayunkan tangannya mungkin karena pegal karena Hye Jung tidur ditangannya. Namun Ji Hong mengatakan kalau itu bukan karena Hye Jung, Ji Hong berkata kalau ia hanya sedang peregangan. Hye Jung tersenyum dan berterima kasih pada Ji Hong karena ia bisa tidur nyenyak setelah sekian lama.

Saat sedang saling tersenyum, Soon Hee datang dan mengatakan kalau Hye Jung pulang terlalu larut. Ji Hong mengatakan kalau sekarang Soon Hee terlihat seperti guru, Soon Hee pun mengataakn kalau ia adalah walinya Hye Jung. Setelah mendengar ucapan Soon Hee tentang kejadian Hye Jung dan Ji Hong di taman waktu itu, Ji Hong pun meminta izin untuk pulang. Hye Jung langsung masuk ke rumah diikuti Soon Hee.

Di dalam Hye Jung sedang bercermin. ia pun bangkit dan menyakan kenapa Soon Hee pulang terlambat. Soon Hee pun menjelaskan kalau Seo Woo menyusahkannya, Seo Woo pulang dengan keadaan mabuk berat. Tak lupa Soon Hee juga memuji Young Kook dan membantu Seo Woo pulang, Soon Hee mengatakan kalau Young Kook sangat lah tampan dan tinggi. Hye Jung tersenyum dan mengataka kalau Young Kook sesuai dengan tipe Soon Hee. Soon Hee pun meminta Hye Jung untuk mengajak Young Kook ke kafe lebih sering, ia merasa tidak adil karena hanya Hye Jung yang pergi kencan.

Soon Hee juga memberitahu Hye Jung kalau Yoon Do selalu melihat ke arah Hye Jung dan Ji Hong. Dengan berani Soon Hee mengatakan kalau ia bertaruh 50 sen kalau Yoon Do menyukai Hye Jung. Mendengar itu Hye Jung hanya diam dan tersenyum.

Beralih ke Yoon Do yang sedang olahraga, Yoon Do sedang berlari di tengah malam sendirian. Ia pun berhenti dan duduk, tak lama Ji Hong datang. setelah bicara agak lama, Yoon Do memberitahu Ji Hong kalau dia menyukai Hye Jung. Yoon Do memberitahu hal itu karena ia mendengar kalau Hye Jung dan Ji Hong memiliki hubungan khusus, ia mengatakan kalau ia tidak benar-benar jatuh cinta. Yoon Do mengatakan kalau ia bisa bergabung selama ji Hong tidak menikah.

Ji Hong tersenyum dan bertanya apa Hye Jung tahu tentang hal ini. Yoon Do langsung mengatakan kalau Hye Jung tahu. Yoon Do menanyakan apa dia harus mengaku pada pihak ketiga sebelum ia mengatakan perasaanya kepada Hye Jung. Ji Hong tersenyum dan kembali menanyakan kenapa Yoon Do membertahunya tentang hal ini. Yoon Do mengatakan kalau ia benci menusuk orang dari belakang, karena ia tahu kalau Ji Hong sedang berkencan, dan ia tidak mau dalam bayang-bayang dan mencurinya. Ji Hong pun mengatakan kalau Yoon Do itu jantan, sifat ini lah yang harus pria miliki. Ji Hong juga mengatakan kalau ia tidak pernah kehilangan sesuatu yang ia inginkan.

Ji Hong merasa senang karena Yoon Do tahu berapa menariknya Hye Jung, ia juga merasa senang karena Hye Jung akan tahu seberapa populernya dia dengan para pria. Yoon Do pun bertanya apa dia hanya ancaman kecil. Ji Hong pun mengatakan kalau Yoon do akan membatu Hye Jung dan Ji Hong akan melihat betapa kuat ikatan mereka. Ji Hong pun pergi meninggalkan Yoon Do, saat berjalan pergi Ji Hong sempat mengatakan kalau ia berharap yang terbaik. Melihat itu membuat Yoon Do bingung, dan merasa kalau Ji Hong sangat pamer, dan begitu percaya diri. Melihat perlakuan Ji Hong padanya tadi membuatnya merasa kalau ia sudah kalah bahkan sebelum ia memulainya.

Ji Hong mengambil minuman di kulkasnya, ia pergi ke tempat bermainnya yaitu mesin pendapat boneka. Di sana ia mengirim pesan ke Hye Jung.

Sedangkan di sisi lain Hye Jung sedang duduk di tempat tidurnya sambil memandangi catatan operasi neneknya. Saat sedang memandangi catatan operasi itu, ia mendapat pesan. Dan ternyata pesan itu dari Ji Hong. Ji Hong mengirimi Hye Jung stiker anjing yang sangat lucu.

Hye Jung membalas pesan yang Ji Hong kirim, melihat ponselnya mendapat balasan. Ji Hong langsung mengambil ponselnya dan membaca pesan yang Hye Jung kirim “Itu imut. Dimana kau mendapatkan emoticon seperti itu? Aku hanya punya ini.” Ji Hong tidak memberitahu Hye Jung, ia malah menanyakan apa yang akan Hye Jung lakukan besok. Hye Jung membalas kalau ia sangat sibuk dan ia tidak akan memberitahu Ji Hong kenapa.

“Bagaimana dengan lusa?” tanya Ji Hong. Hye Jung mengatakan kalau ia akan belajar. “Bisa kau luangkan waktu di pagi hari?” tanya Ji Hong. Hye Jung terlihat berfikir kemudia ia mengurum pesan kalau ia menyetujuinya. Ji Hong tersenyum, ia kemudia memainkan alat itu, dan Ji Hong mendapatkan boneka anjing yang sangat lucu. Boneka itu hampir sama dengan emoticon yang Ji Hong kirim ke Hye Jung hanya saja warnanya berbeda.

Hye Jung tersenyum saat Ji Hong kembali mengirimkan emoticon anjing yang tadi Ji Hong kirim dan kembali melihat catatan operasi itu, dan ia membaca asisten dalam operasi neneknya adalah Kim Chi Hyun.

Keesokannya di RS Namyangju Gukil, Hye Jung pergi ke RS tersebut. Ternyata Hye Jung meminta catatan medis milik neneknya, namun RS itu tidak bisa memberi Hye Jung catatan medis milik neneknya itu. Hye Jung bertanya kenapa, pegawai itu pun mengatakan kalau mereka membuang datanya setelah 10 tahun.

Hye Jung pun kembali ke mobilnya, ia melihat catatan operasi milik neneknya dan melihat asisten dalam operasi itu. Hye Jung pun menelepon bagian bedah umum di rumah sakit Gukil. Ternyata Hye Jung menanyakan keberadaan residen bernama Kim Chi Hyun. Ternyata Kim Chi Hyun sudah menjadi kepala departemen di RS itu.

Hye Jung pergi ke RS itu sambil membawa catatan operasi milik neneknya. Saat Hye Jung ingin masuk seorang perawat menghadangnya. Hye Jung pun mengatakan kalau ia adalah juniornya dan ia datang hanya untuk menyapa. Perawat itu pun membolehkan Hye Jung untuk masuk.

Hye Jung masuk dan langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Kim Chi Hyun.

“Kau siapa?” tanya Chi Hyun.

“Bukankah kau residen…di rumah sakit ini 13 tahun yang lalu?” ucap Hye Jung.

“Apakah sudah selama itu? Bagaimana kau tahu itu?” tanya Chi Hyun.

“Seseorang yang aku kenal adalah seorang pasien di sini.” Jawab Hye Jung.

“Kepala departemenku melihat pasien saat itu. Bagaimana kau mengingatku?” tanya Chi Hyun.

Hye Jung pun memberikan catatan operasi milik neneknya itu pada Chi Hyun. Seketika wajah Chi Hyun langsung berubah saat membaca catatan operasi itu. Chi Hyun pun bertanya siapa Hye Jung sebenarnya.

“Kenapa kau begitu gelisah?” tanya Hye Jung.

“Jika kau ingin bertanya tentang hal ini, kau harus membuat janji. Kami memiliki prosedur.” Ucap Chi Hyun.

“Apa kau akan menemuiku jika aku melakukannya?” ucap Hye Jung.

“Mengapa kau datang kepadaku? Aku bahkan bukan yang bertanggung jawab.” Tanya Chi Hyun.

“Dia dulu pasienmu, dan kau mengisi grafiknya. Aku ingin tahu segala sesuatu yang terjadi di ruang operasi.” Jawab Hye Jung.

“Bagaimana aku bisa ingat apa yang terjadi 13 tahun lalu? Aku membantu begitu banyak operasi, dan banyak orang yang mati di atas meja.” Ucap Chi Hyun.

“Jika kau tidak ingat, berusaha lebih keras. Sebuah insiden 13 tahun lalu yang kau pikir bukan apa-apa… bisa menjadi sesuatu yang orang lain tidak pernah bisa lupakan.” Ucap Hye Jung.

“Kau tidak bisa menuntut siapapun atas hal ini. Undang-undang pembatasan untuk malpraktek adalah 10 tahun.” Ucap Chi Hyun.

“Aku tahu. Bahkan jika kau bersalah, aku tidak bisa mengambil jalur hukum. Tapi hukuman legal bukan satu-satunya yang ada.” Ucap Hye Jung.

“Apa yang kau inginkan?” tanya Chi Hyun.

“Permintaan maaf. Kebenaran. Untuk membuat orang membayar. Itu adalah aturan yang merupakan bagian dari masyarakat.” Ucap Hye Jung.

“Aku tidak ada hubungannya dengan ini. Aku bukan ahli bedah. Maaf. Aku sibuk.” Ucap Chi Hyun.

“Aku akan tinggalkan ini di sini. Pikirkan tentang itu. Silahkan hubungi aku.” Ucap Hye Jung sambil memberikan nomor ponselnya, lalu pergi meninggalkan ruangan itu.

Setelah Hye Jung pergi, Chi Hyun pun langsung mengambil catatan operasi itu dan melihatnya.

Hye Jung pergi ke toko cosmetik. Hye Jung mengatakan kalau ia ingin terlihat cantik, dan apa yang toko itu memiliki sesuatu yang cerak. Pegawai itu pun mmberikan lipstik pada Hye Jung. Hye Jung tersenyum dan langsung mencobanya. Pegawai itu bertanya apa Hye Jung ingin menemui kekasihnya, Hye Jung menjawab tidak. Dan pegawai itu bertanya apa Hye Jung ingin menemui seseorang yang Hye Jung sukai. Hye Jung pun mengatakan kalau ia ingin menemui neneknya, karena neneknya menyukai sesuatu yang indah.

Pegawai itu mengatakan kalau ia sangat iri, karena nenek pegawai itu sudah meninggal. Pegawai itu pun mengatakan kalau ia akan memberikan beberapa yang geratis, dan menyuruh Hye Jung memberikannya pada neneknya. Mendengar itu membuat Hye Jung terdiam. Karena neneknya juga sudah meninggal.

loading...

Hye Jung pergi ke rumah pemakaman neneknya.

“Nenek. Apa kau suka bunga? Kau menyukai hal-hal kecil dan indah. Aku yakin kau menyukai mereka. Tidak. Ini semua bagus selama aku menyukai mereka, kan? Ketika kau membelikan aku kalung ini, kau juga mengatakan hal yang sama.” Ucap Hye Jung sambil menangis dan menempelkan buka di lemari itu. “Nenek. Aku tidak akan melupakan… hidupmu yang kau cintai sampai saat-saat terakhir. Aku tidak akan pernah melupakannya. Kenapa aku bicara sendiri seperti ini? Aku terdengar seperti dirimu.” Ucap Hye Jung sambil berusaha mengilangkan air matanya. Hye Jug mengatakan kalau ia sangat merindukan neneknya.

Keesokannya Di dalam mobil terlihat Seo Woo dan ayahnya. Ayahnya menyuruh Seo Woo untuk tidak bergantung pada seorang pria, karena tidak akan yang mencintai Seo Woo sebanyak ayahnya. Ayah Seo Woo mulai kesal pada tingkah Yoon Do yang tidak sopan. Namun ayahya tetap menyuruh Seo Woo untuk terus berpura-pura menunggu Yoon Do. Seo Woo pun bertaya bagaimana ia bisa berpura-pura.

“Dalam bisnis, kau harus mengubah pikiran orang melalui berpura-pura.” Ucap ayah Seo Woo.

“Aku seorang dokter.” Ucap Seo Woo.

“Seorang dokter dengan ketajaman bisnis yang baik. Jangan fokus pada satu hal dan berpikir fleksibel.” Ucap ayahnya.

Saat Hye Jung keluar dari rumahnya, ia melihat Ji Hong yang sudah menunggunya. Ternyata Ji Hong mengajak Hye Jung untuk pergi memancing. Ji Hong mengatakan kalau ia tidak membencinya, tapi ia merasa bosan. Ia hanya ingin menghabiskan waktu bersama dengana ayahnya dan jika Hye Jung ada di sana, ia tidak akn punya masalah.

Saat mendengar nama Hye Jung ayah Ji Hong pun mengingat, kalau Hye Jung adalah seseorang yang menelepon Ji Hong saat mereka sedang memancing. Ayah Ji Hong pun mengajak Ji Hong dan Hye Jung untuk berjalan bersama.

“Apa yang kau sukai tentang Ji Hong?” tanya ayah Ji Hong, mendengar itu membuat Hye Jung bingung. dan Ji Hong pun bertanya apa yang sedang ayahnya lakukan. Ayah Ji Hong pun mengatakan kalau ia bisa melakukan apapun.

Di kota Internasional Songdo, tempat rencana pembangunan RS Gukil. Seo Woo dan ayahnya datang ke sana, dan di sana sudah ada Tuan Jin, kakek Seo Woo. Ternyata kakek Seo Woo ingin menjukan tempat di mana mimpi mereka akan di mulai. Perusahaan Medis Gukil. Kakek Seo Woo pun bertanya bagaimana menurut Seo Woo.

“Kita masih memiliki jalan yang panjang untuk itu.” ucap Seo Woo.

“Tidak, mereka mengatakan bahwa baik dimulai adalah setengah dilakukan. Ayahmu dan aku bekerja untuk ini sekarang. Kau hanya akan menikmati buah dari kesuksesan kami. Mengerti?” tanya kakek Seo Woo.

“Okay. Mulai sekarang, aku akan hidup untuk impian kita bertiga, kau, Ayah dan aku.” Jawab Seo Woo.

Kakek Seo Woo pun bertanya kalau itu adalah hari ini. (Maksudnya hari ini?)Ayah Seo Woo pun mengatakan kalau ia akan pergi sekarang, ia akan menyaksikan bagaimana itu terbentang setidaknya.

Di rumah sakit terlihat sekumpulan orang-orang sedang membawa kotak biru yang bertuliskan pelayanan pajak nasional. (ternyata itu lah yang dimaksud oleh kakak Seo Woo tadi). Semua yang ada di sana mulai bingung dengan apa yang terjadi.

“Aku tidak tahu itu akan berubah menjadi seperti masalah besar.” Ucap seseorang yang saat ini sedang bersama dengan Presiden Jin.

“Mengejar keuntungan kecil membuatmu menderita kerugian besar. Hal ini tidak seberapa dibandingkan dengan kerugian lebih besar yang akan datang. Ketua Hong berakhir sekarang.” Ucap Presiden Jin sambil tertawa.

Di sisi lain Ketua Hong masih berada di tempat pemancingan bersama dengan Hye Jung dan Ji Hong. Ayah Ji Hong bertanya apa orang tua Hye Jung masih hidup, melihat tidak ada jawaban dari Hye Jung ayah Ji Hong pun berpendapat kalau orang tua Hye Jung pasti masih hidup dan sehat karena Hye Jung terlihat masih muda. Hye Jung tersenyum dan mengatakan kalau ibunya sudah meninggal.

Ayah Ji Hong pun mengatakan kalau ia mungkin bertanya karena ia sudah berada di usia di mana dia berfikir tentang kematian. Ayah Ji Hong kembali bertanya apa Hye Jung, ia bertanya sudah berapa lama Hye Jung dekat dengan Ji Hong. Namun saat belum sempat Hye Jung menjawab, Ji Hong datang dengan membawa sup ikan yang ia buat tadi. Ji Hong juga berkata pada ayahnya untuk tidak bertanya terus pada Hye Jung karena itu akan membuat Hye Jung merasa gugup.

Mendengar itu, ayah Ji Hong langsung bertanya apa Hye Jung merasa gugup, dengan cepat Hye Jung menjawab kalau ia tidak merasa gugup. Hye Jung pun menawarkan kalau ia akan menuangkan makanannya, namun ayah Ji Hong mengatakan kalau Hye Jung tidak udah melakukannya, karena Hye Jung sudah melakukan lebih dari cukup hanya dengan duduk di sana bersama mereka. Ji Hong bertanya apa Hye Jung bisa memasak, Hye Jung mengatakau kalau ia tidak terlalu bisa. Mendengar itu ayah Ji Hong kembali mengatakan kalau itu bagus, Hye Jung sudah melakukan lebih dari cukup dengan hanya duduk dan menjadi senang. Mendengar itu Ji Hong menyuruh ayahnya untuk berhenti, dan mereka pun tertawa bersama. Mereka pun makan sub ikan yang Ji Hong buat. Saat sedang makan, Ji Hong mendapat telepon dari Dr. Kim, Ji Hong pun pergi karena ia harus menerima panggilan.

Dr. Kim memberitahu Ji Hong Layanan Pajak Nasional melakukan inspeksi di RS Gukil, dan masalah dengan saham Ketua Hong memperburuk hal itu. Ji Hong pun mengatakan kalau ia sedang bersama dengan Ketua Hong, Ji Hong mengataka kalau ia akan menelepon Dr. Kim lagi nanti. Setelah memutuskan panggilan Ji Hong pun melihat ke arah ayahnya dan Hye Jung yang sedang makan.

Kita beralih ke Seo Woo yang pergi ke toko cosmetik, ia bertanya kalau ia ingin terlihat karismatik, dan bertanya apa yang ia butuhkan untuk riasan ‘smokey eyes’. Pegawai itu pun mengatakan kalau ia akan merekomendasikan beberapa. Pegawai itu juga memuji warna mata Seo Woo yang terlihat begitu indah.

Pegawai itu pun menyarankan dengan eyeshadow coklat dan eyeliner hitam karena itu akan memperindah mata coklat milik Seo Woo. Seo Woo pun mengiyakannya, Seo Woo mengambil sebuah lipstik dan mencobanya.

Ji Hong mengatakan pada Hye Jung kalau sopir ayahnya akan menghantar Hye Jung ke RS. Hye Jung mengatakan kalau ia bisa naik taksi, Ji Hong meminta Hye Jung untuk tidak bilang begitu, ia juga meminta maaf karena tidak bisa memberikan tumpangan. Hye Jung pun meminta Ji Hong untuk tidak udah khawatir. “Haruskah aku bertanya padanya apa yang sedang terjadi?” batin Hye Jung. Ji Hong berterima kasih pada Hye Jung karena sudah membuat ayahnya merasa senang, Ji Hong merasa kalau ia sudah menjadi anak yang buruk selama bertahun-tahun. “Sebaiknya aku tidak bertanya.” Batin Hye Jung.

Ji Hong pun kembali ke tempat ayahnya. Ayahnya sangat bingung, karena ia membuat rumah sakit dalam bahaya. Ayah Ji hong mengatakan kalau ia telah dikhususkan bekerja untuk RS dan pasien. Ji Hong merasa kalau ada seseorang yang terlihat, situasi tidak akan berjalan dengan cara sebaliknya. Ayah Ji Hong pun mengatakan kalau ia akan menelepon untuk rapat direksi, dan itu adalah saatnya untuk memutuskan. Ternyata Ketua Hong ingin mengundurkan diri. Ji hong berpendapat kalau seseorang yang merencanakan aturan itu akan merasa senang mendengarnya.

Di Ruang dokter Joong dae sedang makan ramyeon, tak lama Young Kook datang bersama dengan Kang Soo. Kang Soo bertanya apa RS akan di tutup karena inspeksi Layanan Pajak Nasional adalah masalah serius. Young Kook pun berkata kalau itu cukup serius untuk berada di koran. Kang Soo bertanya bagaimana kalau RS di tutup dan mereka semua di PHK. Joong Dae mengatakan kalau itu tidak akan terjadi karena itu tidak akan pernah keluar dari bisnis karena struktur organisasi, mereka bisa dipecat, tapi RS tidak akan ditutup. Kang Soo bertanya bagaimana Joong Dae tahu, Joong Dae pun mengatakan kalau ia mengambil jurusan ekonomi.

Joong Dae pun menjelaskan kalau itu hanya semacam konfirasi, Layanan Pajak Nasional jarang memeriksa rumah sakit. Joong Dae membuat keputusan kalau seseorang pasti mengatakan secara rahasia pada Layanan Pajak Nasional. Kang Soo membenarkannya, dan meyakini kalau Joong Dae lulus dari sekolah pascasarjana medis. Kang Soo Pun bertanya siapa pelakunya. Joong Dae pun menjawab sambil menumpuk makanan “Ketua Hong vs Wakil Ketua Jin” lalu memakan makanan yang ia tumpuk itu dengan mekatakan kalau itu adalah perebutan kekuasaan. Young Kook pun buka suara dengan mengatakan kalau ia baru kali ini melihat Joong Dae sangat pintar.

Young Kook pun mendapat telepon dari Seo Woo, Joong Dae mengatakan kalau Young Kook sudah memiliki para pendukung yang tepat. Joong Dae mengatakan kalau Young Kook mungkin akan jadi Professor. Young Kook pun mengatakan kalau Joong Dae juga akan menjadi professor “Professor Pig”. Young Kook dan Kang Soo pun pergi meninggalkan Joong Dae.

Terlihat Seo Woo yang sedang berjalan, ia memakan make up yang ia beli di toko cosmetik tadi, dan ia juga memakai baju yang hanya tertutup sampa paha. Semua dokter yang ada di sana memandang Seo Woo aneh. Young Kook datang dan bertanyaa apa yang terjadi dengan Seo Woo, karena Seo Woo tidak terlihat seperti seorang dokter. Young Kook bertanya apa Seo Woo ingin memberontak pada Yoon Do, Seo Woo pun balik bertanya kenapa ia harus repot- repot memberontak melawan Yoon Do.

Young Kook pun kembali bertanya apa sebab Seo Woo berpenampilan seperti itu. Seo Woo pun mengatakan kalau ia akan menjadi seorang gadis yang nakal. Tak lama Hye Jung lewat, Young Kook langusng memberi hormat, setelah melihat penampilan Seo Woo, Hye Jung pun pergi meninggalkan mereka. setelah Hye Jung pergi Young Kook mengatakan kalau ia selalu ada di sisi Seo Woo, karena mereka teman.

Saat Hye Jung sedang melihat-lihat dokumen yang ada di atas mejanya, terlihat Seo Woo masuk ke ruangan itu.

“Mengapa kau terkejut? Ini adalah kantorku.” Ucap Seo Woo.

“Aku akan keluar.” Ucap Hye Jung dan ingin keluar.

“Mari kita bicara.” Ucap Seo Woo sambil bersandar di mejanya, perkataan Seo Woo menghentikan langkah Hye Jung. “Kita tidak bisa seperti ini selamanya. Kau melihatku di konferensi bedah saraf, dan kau menghindariku. Jika tidak, bagaimana bisa kita bertemu? Hanya ada segelintir wanita di Departemen Bedah Saraf.” Ucap Hye Jung.

“Benar. Aku sudah melihatmu. Dan aku menghindarimu. Aku seorang luka untukmu, dan kau juga begitu.” Ucap Hye Jung.

“Kenapa aku harus?” tanya Seo Woo.

“Aku dulu menyukaimu. Aku juga iri. Aku sangat senang karena kau menerimaku sebagai temanmu. Persahabatan kita berakhir, dan aku menemukanmu bekerja di sini juga. Aku siap menghadapimu, tapi itu masih sulit untuk melihatmu. Ini pasti lebih sulit bagimu karena kau tidak siap untuk itu.” ucap Hye Jung.

“Aku tahu kau merencanakan semuanya. Kau datang ke rumah sakit ini untuk mengambil semua yang aku miliki. Kenapa? Apa Prof. Hong tidak cukup? Kau sadar saat itu. Kau tahu aku mencintainya sebagai seorang pria.” Ucap Seo Woo.

“Kau tidak akan percaya ini, tapi aku tidak tahu.” Ucap Hye Jung.

“Kenapa ada premis, “Kau tidak akan percaya ini”? Apa itu berarti kau pikir aku tidak percaya apa pun yang kau katakan?” ucap Seo Woo.

“Datang ke rumah sakit ini tidak ada hubungannya denganmu.” Ucap Hye Jung.

“Siapa yang ada hubungannya dengan itu? Sepertinya kau datang ke sini karena suatu alasan. Jika itu sesuatu yang dimengerti, aku akan percaya padamu.” Ucap Seo Woo.

“Aku tak bisa memberitahumu.” Ucap Hye Jung.

“Apa kau menyerah untuk memulihkan persahabatan kita? Kau tidak menjawab. Itu artinya ya, kan? Mari kita membuatnya jelas. Kau menolakku.” Ucap Seo Woo lalu duduk di kusinya. Dan Hye Jung pergi keluar ruangan. Seo Woo melihat Hye Jung keluar, ia pun menghela nafas.

Di luar rumah sakit sudah ada 4 mobil hitam yang berjajar, tak lama Hye Jung dan Ketua geng gengster itu keluar, di luar juga sudah ada para anak buahnya yang berbaris rapi di depan rumah sakit. Ketua geng gengster itu bertanya apa Hye Jung masih berpikir kalau ia adalah sampah. Hye Jung tidak menjawab, Hye Jung malah meminta bantuan ketua geng Gengster itu. Hye Jung meminta ketua geng gengster itu untuk meninggalkan dia sendiri, karena Ketua geng gengster itu sudah banyak membuatnya rugi. Ketua geng gengster itu pun bertanya siapa yang Hye Jung maksud karena ia tidak terlalu yakin dengan siapa yang Hye Jung maksud. Hye Jung pun mengatakan pada ketua geng gengster itu untuk tidak kembali kerumah sakit sebagai seorang pasien.

Ketua geng gengster itu pun tersenyum, dan masuk ke dalam mobil di ikuti anak buahnya. Saat di dalam mobil ketua geng gengster itu melihat ke arah Hye Jung. Setelah Mereka pergi Hye Jung pun masuk kembali ke rumah sakit.

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis doctors episode 9
  • sinopsis doctors ep 9
  • sinopsis doctor episode 9
  • sinopsis w eps 9
  • sinopsis doctor ep 9
  • sinopsis doctors episode 19
  • Sinopsis drakor
  • Doctors episode 9
  • Sinopsis drama korea doctors episode 9
  • sinopsis doctor eps 9
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *