Home » Doctors » Sinopsis Doctors Episode 8 – 2

Sinopsis Doctors Episode 8 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Doctors Episode 8 – 2, bercerita tentang operasi Soo Jung yang berhasil dilakukan dengan baik oleh Ji Hong. Soo Jung sendiri merasa senang karena matanya bisa berfungsi dengan baik. Bahkan untuk mengetesnya Ji Hong memberikan busur panah pada Soo Jung dan Soo Jung pun berhasil memanah dengan sangat baik. Semua orang bersorak senang, kecuali Seo Woo. Tim dokter bedah saraf kemudian mengadakan pesta, disaat mereka tengah asih berpesta, Seo Woo dan Yeon Do pergi makan malam bersama ayah dan kakek Seo Woo, tentu saja hal itu sebenarnya membuat Yeon Do tak nyaman. Bagaimana kelanjutannya? dan bagaimana cerita lengkapnya? Yuk baca sinopsisnya di bawah ini:

Sinopsis Doctors Episode 8 – 1

Sinopsis Doctors Episode 8 – 2

Ternyatak pasien mengalai pendarahan diotaknya. Seo Woo menyarankan mereka untuk menunggu dan melanjutkannya setelah pendarahan berhenti. Namun Hye Jung juga memberi saran yaitu mereka harus menghentikan pendarahan itu dengan menggunakan jarum biopsi dan penghisap sampai ditemukan. Dan saran yang dipakai olh Ji Hong adalah saran yang di berikan oleh Hye Jung.

Dokter yang sedang menonton di atas terus saja bertanya, Dr. Kim pun menyuruh mereka untuk tidak ribut. Hye Jung segera meyakinkan Soo Jung kalau pengelihatannya akan kembali sempurna, dan meminta Soo Jung untuk percaya pada mereka. Seo Woo terus saja meminta Ji Hong untuk menunggu, namun Ji Hong membantahnya karena keputusan sudah di dilih. Seo Woo terus saja mendesak Ji Hong, Hye Jung pun menyuruh Seo Woo untuk tidak melakukan itu. setelah saran yang Hye Jung berikan di lakukan, pendarahan pun berhenti.

Dan tak lama Soo Jung mengatakan kalau ia bisa melihat kembali, mendengar itu membuat semuanya bernafas legah. Hye Jung pun menyuruh Soo Jung untuk melihat tangannya, dan ternyata tangan Soo Jug sudah tidak bergetar lagi. Soo Jung merasa sangat senang, Ji Hong pun menyuruh Soo Jung untuk menggerakan tangannya secara perlahan.

Ji Hong pun menyuruh perawat untuk mengambilkan busur dan panah. Lee Soo Jung pun mulai membidikkan panahnya, dan ternyata bidikan Soo Jung tepat sasaran. Melihat itu semua yang sedang menonton langsung bertepuk tangan. Joong Dae sedikit aneh saat melihat Kyung Joon yang meneriakkan nama Lee Soo Jung.

Setelah operasi selesai, Ji Hong pun keluar dari ruang operasi. Ia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.

Di ruang ganti Hye Jung baru saja tiba, Seo Woo yang sedang berada di sana. menanyakan kenapa Hye Jung mengatakan “Dokter bilang, tunggu”. Seo Woo tidak suka dengan sikap Hye Jung yang berusaha terlihat hebat di depan Ji Hong. Hye Jung pun bertanya kenapa Seo Woo mendesak Ji Hong untuk melakukan sarannya. Hye Jung mengatkan kalau mereka berdebat saat operasi itu hanya akan membuat pasien merasa tegang. Dan tiba-tiba saja ponsel Seo Woo berbunyi, membuat Seo Woo tidak jadi untuk melanjutkan kata-katanya. Seo Woo menghela nafas saat melihat ternyata yang meneleponnya adalah Ji Hong.

Seo Woo pun datang ke ruangan Ji Hong.

“Seo Woo. Sikapmu hari ini, Aku tidak bisa diamkan. Ini menunjukkan kekuranganmu sebagai seorang dokter. Ini juga sikap buruk buat tim. Menurutmu perkataanku tidak adil ?” tanya Ji Hong.

“Menurutku itu terlalu jauh.” Jawab Seo Woo.

“Kulihat kau masih belum mengerti juga. Ini adalah “Awake Surgery”. Pasien dalam kondisi sadar. Bagaimana perasaanmu jika kau sadar dan ada orang yang mengutak- atik kepalamu ?” tanya Ji Hong.

“Apakah mengatakan opiniku salah, sehingga anda mempertanyakan kemampuanku sebagai dokter ?” tanya Seo Woo balik.

“Aku bukan bicara soal opinimu. Kenapa kau pura-pura tidak tahu? Apa kau sungguh sebodoh ini? Jika kita sudah setuju satu hal. Kita harus satu suara sampai akhir. Keputusannya adalah menghentikan pendarahan. Kenapa kau masih ngotot minta menunggu? Kalau begitu, pasien akan mulai bertanya-tanya. Kalau begitu bagaimana?” ucap Ji Hong.

“Anda akan berkata begini kalau Hyejung bersikap sama denganku ?” tanya Seo Woo.

“Tentu saja! Ini soal sikapmu dalam bekerja! Mau sampai kapan kau membandingkan caraku memperlakukan dirimu dan Hyejung ?” tanya Ji Hong.

“Sampai mati.” Jawab Seo Woo. Ji Hong pun mengtakan kalau Seo Woo tidak boleh melakukan operasi bersama dengannya.

Saat ayah Hye Jung keluar dari ruang rawat, ia melihat Hye Jung, namun seperti biasa Hye Jung berpura-pura tidak kenal. Namun ia berhenti saat ayahnya memanggilnya. Kang Soo yang sedang bersama dengan Hye Jung berterima kasih atas makanan yang ia berikan. Ayah Hye Jung pun memberi alamat restorant nya pada Kang Soo, saat melihat ke arah Hye Jung, Kang Soo pun langsung berpamitan dan pergi.

Ayah Hye Jung memberitahu Hye Jung kalau besok ibu tirinya sudah bisa keluar. Hye Jung mengiyakannya dan langsung pergi.

Ji Hong datang ke ruangan Soo Chul dan menanyakan keadaan Soo Chul, namun Soo Chul terlihat tidak suka melihat Ji Hong datang. Soo Chul pun bertanya apa Ji Hong dan Hye Jung berpacaran, JI Hong tidak bertanya dan malah balik bertanya apa ia dan Hye Jung terlihat pacaran. Mendengar itu Soo Chul pun mengetahui kalau mereka tidak pacaran. Setelah berbincang cukup lama, Ji Hong terlihat sangat senang saat mengetahui kalau Soo Chul sudah menikah. Ia terus memuji Soo Chul yang sangat keren dan tampan. Ia juga meminta Soo Chul untuk memberitahunya kalau Soo Chul embutuhkan sesuatu.

Saat Hye Jung sedang berbicara dengan wali seorang pasien, ayah Hye Jung melihat itu dari luar pintu. Dan saat Hye Jung selesai berbicara dengan wali pasien, ia dan Kang Soo melihat ayah Hye Jung yang sedang memerhatikan mereka.

Hye Jung datang menemui ayahnya di taman RS.

“Kenapa ingin ketemu ?” tanya Hye Jung.

“Sebenarnya apa salahku padamu ? Kau yang pergi ! Sebelum kau pergi, kau menghancurkan hati ayah. Sejak kau pergi, aku belum pernah tidur nyenyak sedikitpun. Apakah dia makan dengan baik …” ucap ayah Hye Jung dan langsung di pototong oleh Hye Jung. “Aku tidak akan menahan amarahku, kalau kita teruskan ini.” Potong Hye Jung. Mendengar itu ayah Hye Jung langsung berdiri.

“Apa perbuatanku ? Apa yang sudah kulakukan padamu ?! Apakah salah jika aku ingin bertemu setelah sekian lama ?” tanya ayah Hye Jung.

“Kenapa mendadak ingin dekat denganku ?” tanya Hye Jung.

“Kita mendadak bertemu. Kau putriku. Anak bisa saja lupa orang tua …tapi orang tua tidak lupa anaknya.” Ucap Ayah Hye Jung.

“Hubungan kita tidak pernah seperti orang tua & anak pada umumnya. Kita tidak pernah dekat, bagaimana sekarang bisa ?”Mulai sekarang kita harus dekat” apa bisa begitu saja ? Kita belum pernah menghabiskan waktu bersama. Kita tidak berbagi perasaan bersama.” Ucap Hye Jung lalu pergi.

Hye Jung masuk ke dalam lift dan menangis. Saat di dalam lift, Hye Jung mendapat telepon dari Kyung Joon. Hye Jung pun menenangkan dirinya sebentar dan mengangkat telepon Kyung Joon.

Di kamar dokter, Kang Soo dan Yoong Dae sedang mempersiapkan diri mereka untuk pergi ke pesta penyambutan. Kang Soo bertanya kenapa Joong Dae membawa peralatan RS. Joong Dae pun mengetakan kalau di acara penyambutan, semuanya akan menyuruh Kang Soo minum yang banyak, dan jika Kang Soo pingsan alat itu akan di perlukan. Dengan sombong Kang Soo mengatakan kalau ia tidak akan di perlukan karena ia kuat minum. Mendengar itu Joong Dae pun mengeluarkan alat-alat itu. dan tak lama Young Kook datang dan langsung bertepuk tangan, ia senang karena ia tidak akan d asingkan lagi. Dan ia juga akan memimpin operasi, Joon Dae bertanya apa Young Kook pernah di keluarkan dari residen. Young Kook pun mengangguk, Joong Dae mengatakan kalau itu pasti luka lama. Young Kook medekati Joong Dae dan langsung memukuli perutnya karena Joong dae sudah membuka luka lama dan menaruh garam di atasnya.

Hye Jung pun datang untuk menemui Kyung Joon. Kyung Joon ingin membahas tentang pasien bernama Kim Jin Han yang punya glioblastoma. Hye Jung mengetahui tentang pasien itu. seorang pelajar berusia 27 tahun yang datang keruang IGD dengan sakit kepala. Dan dia adalah pasien dokter Jung Yoon Do, jadwal operasinya akan dilakukan besok. Kyung Joon kagum pada Hye Jung, karena Hye Jung tahu semua pasien yang masuk. Hye Jung meminta Kyung Joon untul tidak berlebihan.

Kyung Joon pun memberitahu Hye Jung kalau Yoon Do meminta Hye Jung bersiap untuk melakukan operasi. Hye Jung pun bertanya di mana Yoon Do berada.

Ternyata Yoon Do sedang ditelepon oleh sekertaris Kim, ayah Yoon Do menyuruh Yoon Do untuk hadir di rapat direksi. Namun Yoon Do tidak mau, karena ia tidak tertarik dengan urusan manajemen. Saat ia berbalik, ternyata Hye Jung sudah ada di sana. Yoon Do bertanya sejak kapan Hye Jung di sana. namun Hye Jung tidak menjawab dan langsung membahas tentang operasi pasien bernama Kim Jin Han. Namun belum selesai Hye Jung berbicara, Yoon Do langsung memotonynya.

“Dalam operasi glioblastoma, keputusan cepat diperlukan dibandingkan tehnik. Kau tahu, bukan ?” tanya Yoon Do.

“Lakukan saja dengan Dokter Jin Seo Woo.” Ucap Seo Woo.

“Kenapa ?” tanya Yoon Do.

“Memang harus begitu.” Jawab Hye Jung.

“Kalau begitu, apakah harus begitu terus ? Apa aku harus dekat dan pacaran dengan orang yang sama terus ?” tanya Yoon Do.

“Agak berlebihan disana.” Ucap Hye Jung.

“Kita sudah membuat keputusan saat rapat. Fellow akan melakukan operasi menurut perintah pemimpin operasi. Aku hanya ikuti keputusan bersama, agar kau ikut dalam operasi. Kau memintaku melakukan seperti semula. Aku kesal.” Ucap Yoon Do, dan Hye Jung pun tersenyum. “Senang melihatmu tersenyum. Kau tahu kalau ayahmu memberiku sup sebagai ucapan terima kasih ?” tanya Yoon Do.

“Tidak tahu.” Jawab Hye Jung.

“Harusnya kau tahu. Alangkah baiknya jika kau tahu kalau aku juga pandai. Tidak suka kata begitu ?” tanya Yoon Do.

loading...

“Hah ?” ucap Hye Jung bingung.

“Kau tidak senyum. Aku paling suka melihatmu begini.” Ucap Yoon Do.

“Kau kenapa ? Norak sekali.” Tanya Hye Jung.

“Perempuan suka kalau laki-laki seperti ini. Mereka protes kalau itu norak, padahal sebenarnya suka. Orang biasanya ketagihan pada hal yang norak.” Ucap Yoon Do sambil bertingkah seperti aegyo.

“Oh … dokter !” ucap Hye Jung dan Yoon Do pun tersenyum.

“Aku melihatmu sebagai perempuan. Besok kita makan bersama di kantin. Kita makan bersama, lalu pergi operasi. Jawabannya “Yes” “ ucap Yoon Do lalu pergi, saat ia pergi ia sembat mengepal tangannya senang, karena usahanya berhasil.

Malam pun tiba, terliaht di cafe Sooni Hawai semua pekerja rumah sakit yang berada di Departemen Bedah Syaraf sedang membuat pesta penyambutan untuk ahli bedah syaraf Choi Kang Soo dan Pi Young Kook. Kyung Joon pun mempersilahkan Dr. Kim untuk berbicara. Dr. Kim mengtakan kalau “Departemen Bedah Syaraf berhubungan dengan otak, otak mengendalikan tubuh manusia. Maka..”

Semua nya pun bersulang dengan mengatakan kalau “Departemen Bedah Syaraf mengendalikan semuanya.”

Kita beralih ke sebuah makan malam bersama orang tua Seo Woo, mereka membiacarakan kalau Yoon Do akan bersama dengan Seo Woo mengembangkan rumah sakit. Yoon Do mengatakan kalau Seo Woo akan melakukan pekerjaanya dengan baik, dan Seo Woo menambahkan kalau Yoon Do juga. Namun Yoon Do mengatakan kalau ia tidak akan ikut campur dalam manajemen, kalau Yoo DO dari awal tertaril. Ia sudah bekerja di perusahaan ayahnya, dan oleh karena itu ia menjadi seorang dokter, agar terlepas dari itu semua. Yoon Do pun permisi pergi sebentar, melihat itu Seo Woo ikut pergi.

Seo Woo pun memanggil Yoon Do.

“Tidak nyaman ?” tanya Seo Woo.

“Aku pergi. Membosankan, aku tidak nyaman.” jawab Yoon Do.

“Tetap saja, kau mau pergi saat sedang makan dengan orang tua ? Kau bukan orang seperti itu.” ucap Seo Woo.

“Kita belum mulai makan. Kau saja yang bicara ke mereka.” ucap Yoon Do.

“Kenapa aku ?” tanya Yoon Do.

“Maka kau tidak akan terlalu malu. Aku sedang bingung. Aku melihat diriku yang belum pernah kulihat sebelumnya.” Ucap jawab Yoon Do

“Makan malam dengan keluargaku terasa tidak nyaman sekali ? Sampai kau harus begini padaku ?” tanya Seo Woo.

“Kita sudah kenal selama 10 tahun tapi tidak ada percikan apapun.” jawab Yoon Do.

“Percikan satu arah tetaplah percikan.” Ucap Seo Woo.

“Api tidak bisa dimulai satu arah. Aku pastikan ini. Hal buruk akan terjadi padamu. Aku yakin. Hal buruk selalu terjadi pada orang yang dikasihi Hyejung. Itu adalah kesialan miliknya.” Ucap Seo Woo.

“Kalau begitu … biarkan aku sial.” Ucap Yoon Do lalu pergi.

Di pesta penyambutan terlihat sangat meriah, mereka berkaroke di sana. Kang Soo pun memeci buah cheri membuat gelas kecil yang berada di atas kegas besar berhasil masuk. Setelah melakukan itu Kang Soo pun membagikannya pada yang lain.

Dan tak lama Yoon Do datang, saat melihat Hye Jung ia langsung mendekati Hye Jung dan ingin duduk. Namun Kyung Joon langsung menyuruh Yoon Do untuk minum dengan sekali tegukan. Yoon Do pun melakukannya, dan saat gelas itu sudah kosong, Kyung Joon menyuruh Yoon Do untuk minum satu kali. Ya.. mau tidak mau Yoon Do pun meminumnya.

Kyung Joon pun menyuruh Ji Hong untuk menunduk dan minum, Ji Hong mengatakan kalau ia tidak bisa. Hye Jung pun menawarkan diri, semua yang ada di sana pun langsung bersorak. Hye Jung menaruh sumpit di atas kelas dan menaruh gelas kecil di atasnya. Hye Jung pun menghentakan kepalanya di meja dan secara otomatis gelas kecil itu langsung masuk ke dalam gelas yang besar, dan Hye Jung langsung meminumnya, semua yang ada di sana kagum pada Hye Jung.

Ji Hong mengatakan kalau ia tidak akan bisa melakukan itu, Kyung Joon tidak percaya dan menyuruh Ji Hong untuk melakukannya karena wanita saja bisa kenapa pria tidak. Ji Hong pun mengatakan kalau Hye Jung bukanlah wanita biasa. Hye Jung pun menawarkan diri untuk menjadi mawar hitam, karena Ji Hong itu tidak pandai minum.

Ji Hong yang merasa di remeh kanpun mengambil gelas yang Hye Jung ambil. Ia pun menyoba apa yang Hye Jung, namun Ji Hong gagal melakukannya, gelas kecil itu tidak masuk ke dalam gelas besar. Semua yang ada di sana pun menahan tawa mereka, Ji Hong pun ingin mencoba lagi. Namun Dr. Kim melarangnya karena Ji hong tidak pandai dalam hal itu, tetapi Ji Hong tetap melakukannya. Dan Hasilnya ia pun gagal, semua yang ada di sana kembali menahan tawa mereka. melihat itu Ji Hong pun tertawa sendiri untuk menahan rasa sakitnya.

Kembali ke Seo Woo, ia meminta maaf pada ayahnya. Ayahnya berpendapat kalau Yoon Do itu meremehkan Seo Woo sampai pergi tidak pamitan. Namun Seo Woo menyangkalnya. Ayah Seo Woo sangat marah, Seo Woo sendiri saja tidak bisa memimpin sebuah hubungan bagaimana bisa ia memimpin sebuah rumah sakit, ayah Seo Woo mulai meragukan kemampuan anaknya. Melihat itu kakek Seo Woo menyuruh anaknya untuk berhenti memarahi Seo Woo.

Seo Woo pergi ke kamar mandi, ia menghilangkan lipstik yang ia pakai. Saat sedang di kamar mandi, ia mendapat pesan dari Young Kook, Young Kook mengirim sebuah gambar yang berisi foto selca mereka saat sedang berpesta tadi. Young Kook bertanya kapan Seo Woo akan datang, Seo Woo pun melihat foto yang di kirim oleh Young Kook. Dan di sana ada Yoon Do, Seo Woo pun menangis dan mengatakan kalau Yoon Do itu brengsek.

Saat sedang pesta Ji Hong mengajak Hye Jung keluar, dan Hye Jung pun menurutinya. Melihat itu Yoon Do juga ikut keluar. Benar apa yang Yoong Dae katakan, Kang Soo di suru minum alkohol sangat banyak. Setelah menghabiskan satu baskom kecil alkohol yang di tuangkan oleh atasannya, Kang Soo tiba-tiba saja pingsan.

Dr. Kim pun menyuruh Kyung Joon untuk mengintubasi, namun mereka tidak memiliki alatnya. Joong Dae pun datang sebagai penolong, ternyata ia memasukan lagi alat-alat itu ke dalam tasnya. Melihat itu membuat Kyung Joon merasa senang, ia pun memeluk Joong Dae. Young Kook pun langsung mengambil alat itu dan membantu Kang Soo. Karena senang Kyung Joon pun mencium Joong Dae.

Di luar, Ji Hong ternyata ingin mengajak Hye Jung untuk keluar. Saat mereka sedang berjalan bersama ternyata Yoon Do melihat kejadian tu, Yoon Do terlihat cemburu.

Ji Hong membawa Hye Jung ke tempat bermain, maksudnya Time Zonk. Ji Hong bertanya apa Hye Jung pernah menembak, Hye Jung menjawab tidak. Ji Hong pun mengajarkan Hye Jung cara menembak, namun setiap tembakan yang ia lakukan tidak mengenai sasaran. Kini giliran Hye Jung mencobanya. Dan setiap tembakan yang Hye Jung lakukan semuanya mengenai sasaran. Hye Jung pun sekarang benar-benar yakin kalau Hye Jung memang berbeda.

Mereka pun bermain bola basket, scor yang Hye Jung dapat merupakan scor paling tinggi di permainan itu. Hye Jung mendapatkan 735 dan Ji Hong mendapat 386. Ji Hong pun mengajak Hye Jung bermain yang lain.

Ji Hong memainkan game yang selalu ia mainkan di rumah, yaitu mengambil bonekah. Hye Jung mendapat banyak sekali bonekah dari Ji Hong. Dan mereka pun bermain mobil balap. Ji Hong mengatakan pada Hye Jung kalau hari ini mereka akan bermain sesuatu yang Hye Jung Sukai.

Mereka pun pergi ke lapangan sepak bola, mereka melepas sepatu mereka dan ternyata mereka ingin lomba lari dan yang sampai di gawa pertama adalah pemenangnya. Mereka pun berlari sekuat tenaga, dan yang menang adalah Hye Jung. Hye Jung pun mengajak Ji Hong untuk lomba sekali lagi, dan Ji Hong menyetujuinya. Saat berjalan menuju ke garis awal, Hye Jung memegang tangan Ji Hong dan mengatan kalau ia akan mengalah kali ini.

“Ini pertama kalinya, seorang wanita menggenggam tanganku lebih dulu. “ ucap Hye Jung dalam hati.

Hye Jung pun menarik tangan Ji Hong dan berlari bersama dengan Ji Hong.

loading...

Yang banyak dicari

  • doctors sinopsis
  • sinopsis drama doctor
  • Sinopsis drama doctors episode 8
  • sinopsis drakor the full sun
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *