Home » Doctors » Sinopsis Doctors Episode 17 – 2

Sinopsis Doctors Episode 17 – 2

Sinopsis Doctors Episode 17 – 2, bercerita tentang Hye Jung yang harus merasa kecewa karena Myung Hoon tak mau meminta maaf dengan tulus. Padahal Hy Jung sudah membawa bukti berupa laporan anestesinya. Karena rasa balas dendamnya masih membara, Hye Jung pun berniat membawanya ke ranah hukum, namun sayang masa kadaluarsa kasusnya sudah habis, jadi Hye Jung tidak bisa menuntut baik secara perdata maupun pidana. Ingin membaca cerita lengkapnya? YUk baca sinopsis dibawa ini:

Sinopsis Doctors Episode 17 – 1

Sinopsis Doctors Episode 17 – 2

Sumber gambar dan konten : SBS

Di kamar, Hye Jung terus mempelajari laporan anestesi ketika neneknya di operasi. Ingin memperjelas dan lebih yakin dengan isi laporan, Hye Jung pun membawanya ke Pa Ran yang notabennya merupakan ahli bedah umum.

“Selama operasi, sekitar pukul 12;15, pembuluh vena pecah. Perutnya dibedah pada pukul 12:30. Sekitar 12 :50, terjadi gagal jantung. Pada 1:20, dia meninggal di meja operasi. Pendarahan berlebih menyebabkan gagal jantung. Hal itu menyebabkan dia meninggal di tengah operasi,” jelas Pa Ran dan Hye Jung mengatakan kalau dia bisa membaca sampai sejauh itu.

“Lalu aku akan memberitahumu sesuatu yang tidak kau ketahui. Memilih sebuah operasi laparoscope untuk kanker perut merupakan ekspresimen dokter bedahnya. Pada 2003, operasi laparoscope belumlah umum. Masih sangat baru,” tambah Pa Ran dan Hye Jung merasa tidak pernah dengar kalau saat itu neneknya dioperasi dengan metode laparoscope.

“Yang aneh adalah dia tidak membedahnya langsung setelah pembunuh vena pecah sehingga menyebabkan pendarahan berlebih,” sambung Pa Ran dan Hye Jung bertanya apakah itu merupakan kesalahan dokter bedahnya, namun Pa Ran tidak yakin dengan jawabannya, jadi dia mengusulkan agar Hye Jung menanyakan langsung pada dokter bedahnya.

“Ini sekedar pendapatku berdasarkan laporan ini bahwa dokter penanggung jawab menyentuh pembuluh besar tanpa sengaja dan menyebabkan pendarahan berlebih. Jika dia sudah melakukan penanggulangan cepat untuk membuat keputusan yang benar dan membedahnya langsung, situasi terburuk tak akan terjadi,” ungkap Pa Ran dan Hye Jung pun terus berpendapat kalau dokter bedahnya yang sudah melakukan kesalahan dengan membuat keputusan yang salah.

Di lobi, Hye Jung bertemu dengan Myung Hoon dan kali ini Hye Jung memberanikan diri memberitahu Myung Hoon kalau dia adalah wali dari Kang Mal Soon 13 tahun lalu. Tentu saja Myung Hoon tak terkejut mendengarnya, karena dia memang sudah tahu. Dengan santai, Myung Hoon mengajak Hye Jung bicara di ruangannya.

Setelah berada di ruangannya, Myung Hoon pun mengaku kalau dia sudah tahu siapa Hyun Jung sebenarnya dan mengetahui hal itu, Hye Jung tambah merasa tak suka pada Myung Hoon, karena dia pura-pura tak mengenalnya.

Hye Jung kemudian menunjukkan laporan anestesi yang dia dapatkan dan berkata pada Myung Hoon kalau dia punya bukti yang menunjukkan kalau Myung Hoon sudah melakukan kesalahan selama operasi. Dengan santai Myung Hoon berkata kalau laporan itu tak akan bisa membuktikan kalau dia tidak melakukan yang terbaik saat operasi.

“Apakah kau sudah menjelaskan pada Nenek ku soal operasi laparoscope? Kau bilang bahwa kau hanya akan membedahnya. Kami tidak pernah mendengar tentang prosedur operasi terbaru itu,” ucap Hye Jung.

“Tapi operasi laparoscope merupakan operasi hebat untuk pasien karena perutnya tidak perlu dibedah. Dulu, itu adalah metode terbaik,” jawab Myung Hoon.

“Kau tidak melakukannya demi uang?” sindir Hye Jung dan Myung Hoon bergumam kalau Hye Jung berperilaku seperti itu, mereka tidak akan bisa mengobrol dengan baik.

“Bagaimana bisa terjadi kematian di meja operasi dengan kasus kanker perut? Kau jelas membuat kesalahan,” ucap Hye Jung dan masih dengan nada santai Myung Hoon berkata kalau melakukan kesalahan berbeda dengan tidak melakukan yang terbaik. Karena walau mereka sudah berusaha melakukan yang terbaik, mereka tetep bisa melakukan kesalahan.

“Apakah kau pikir aku tidak melakukan apa-apa sampai sekarang?” tanya Myung Hoon.

“Aku tidak merasa tertekan, status pembatasan kasusnya sudah berakhir dan kau tidak akan terkena dampak apa pun meski hal ini terungkap.”

“Kau mengetahuinya dengan baik. Dalam operasi bisa terjadi kesalahan. Kau menjadi seorang ahli bedah syaraf, jadi kau harus lebih dewasa. Bagaimana bisa kau masih sentimen seperti anak SMA? Bahkan aku tidak pernah menekanmu. Aku juga memberi kesempatan berkembang padamu.”

“Apakah maksudmu kau tidak melakukan kesalahan?”

“Aku bersalah. Tapi aku sudah melakukan yang terbaik. Jadi aku tidak perlu dihukum seperti yang kau harapkan. Tapi aku akan minta maaf. Aku seharusnya tidak melakukan kesalahan. Sekarang, aku tidak berhutang apa pun padamu, kan?” ucap Myung Hoon dengan santai tanpa rasa menyesal sedikitpun. Mendengar permintaan maaf seperti itu membuat Hye Jung semakin emosi. Myung Hoon kemudian menyindir tentang Hye Jung yang berhasil pacaran dengan Ji Hong dan dia memberi saran pada Hye Jung untuk fokus pada hal-hal yang positif sebab hidup itu memang singkat.

“Aku sangat naif. Sudah meremehkanmu. Kau benar-benar luar biasa. Aku pikir hanya permintaan maaf yang kubutuhkan. Tapi setelah mendapatkannya darimu, aku merasa lebih kecewa. Aku mengira kau akan meminta maaf dengan sungguh-sungguh pada korban dari kesalahanmu. Itu adalah kesalahanku.,” ucap Hye Jung menahan emosi.

“Tanya Prof. Hong. Dia sama sepertiku, semua orang menjalani kehidupan sama sepertiku,”jawab Myung Hoon dan Hye Jung langsung beranjak dari duduknya. Sebelum Hye Jung keluar, Myung Hoon menyarankan padanya untuk tidak mengungkit masalah itu lagi dan akan lebih baik jika Hye Jung juga tak pernah kembali lagi ke RS Gukil.

Hye Jung benar-benar emosi dan ketika dia masuk toilet, dia langsung membanting map yang dia bawa. “Oke…. Kau memilih jalur hukum, aku akan menurutinya,” ucap Hye Jung emosi.

Hye Jung kemudian menemui Ji Hong yang sudah menunggunya di bangku taman dan Hye Jung langsung bertanya apa JI Hong punya kenalan pengacara, karena Hye Jung ingin menggoyahkan Myung Hoon. Mendengar Hye Jung masih terlihat sangat marah, Ji Hong pun bertanya apa Myung Hoon tidak minta maaf. Hye Jung menjawab kalau Myung Hoon minta maaf, namun dia tak tulus saat mengatakannya.

“Aku harap dia akan hancur. Bagaimana bisa dia begitu?” tanya Hye Jung.

“Aku pikir laporan anastesi akan mengakhirinya. Rupanya tidak,” jawab Ji Hong.

“Tidak.Sekarang aku memiliki bukti, aku akan mencoba segala cara,” ucap Hye Jung dan JI Hong bertanya apa Hye Jung bisa berhenti. Mendengar pertanyaan Ji Hong, Hye Jung terlihat kecewa. “PresDir Jin mengatakan bahwa kau sama sepertinya dan semua orang pun begitu. Apakah kau pikir aku tidak dewasa, mencoba untuk mengungkap kebenaran di balik kematian nenekku?”

“Dengar… Aku sedih karena kau membiarkan ini menghancurkan dirimu,” ralat Ji Hong.

“Jangan mengalihkan pembicaraan dan jawablah. Apakah kau setuju dengan dia?” tanya Hye Jung dan Ji Hong berusaha meyakinkan Hye Jung kalau dia berada di pihak Hye Jung, jadi tak seharusnya Hye Jung mengajaknya berdebat.

“Itu karena aku marah. Aku merasa tak seorang pun di dunia ini memahamiku. Bahkan tidak denganmu,” ucap Hye Jung dan Ji Hong pun akhirnya menuruti kemauan Hye Jung, dia akan mengenalkan Hye Jung dengan pengacara yang bagus. Ji Hong membiarkan Hye Jung melakukan apapun yang dia mau.

Hye Jung sudah bersiap-siap pergi, sepertinya dia hendak pergi menemui pengacara. Sebelum dia keluar kamar, Hye Jung mendapat pesan dari Kang Soo yang berisi gambar terbaru kang Soo dengan rambut barunya, berikut tulisan, “Aku sudah dihukum karena dua kali mengirimu ke komite disiplin. Aku akan melakukan operasi. Sampai jumpa sebulan lagi.”

Hye Jung pun membalas pesan Kang Soo dengan permintaan maaf karena dia tak ada disana untuk menemani Kang Soo operasi dan Hye Jung berjanji akan menemui Kang Soo di rumah sakit.

Ji Hong menemui Kang Soo di tangga dan Kang Soo berkata kalau dia memilih Ji Hong untuk mengoperasinya. Sebagai dokter Kang Soo sendiri sudah sadar kalau ada kemungkinan besar penglihatannya akan terkena dampak dari operasinya.

“Aku mengerti. Sebenarnya, ini tidak akan membahayakan hidupmu. Tapi dapat membuat karirmu sebagai dokter bedah syaraf berakhir. Semua operasi yang kita lakukan benar-benar rumit. Kau tahu penglihatan yang buruk akan berakibat fatal, kan?” ucap Ji Hong dan Kang Soo minta Ji Hong membunuhnya kalau sampai hal itu terjadi.

“Kang Soo. Menjadi ahli bedah syaraf bukanlah satu-satunya pilihan hidup,” ucap Ji Hong.

“Tidak, hanya itu pilihanku. Itulah mengapa aku memilih Anda. Dr Hong. Aku memiliki seorang adik. Aku tulang punggung keluarga. Sejak kecil, Aku menahan berbagai kesulitan dengan impian menjadi seorang dokter keren seperti Anda. Kupikir, impian itu akan tercapai dalam beberapa tahun. Bagaimana ini bisa terjadi? Kelihatannya begitu mudah untuk orang lain. Kenapa hidupku begitu sulit?” ungkap Kang Soo dengan mata berkaca-kaca. Ji Hong pun hanya bisa menghibur Kang Soo dengan menepuk-nepuk pundaknya.

Hye Jung menemui pengacara yang Ji Hong sarankan. Sebelum Hye Jung datang, si pengacara sudah tahu duduk persoalannya dan dia pun memberitahu Hye Jung kalau dia tidak bisa menuntut secara pidana ataupun perdata atas yang terjadi 13 th lalu. Pembatasan kasusnya sudah selesai. Hye Jung bertanya apa ada cara lain dan si pengacara tetap mengatakan tidak bisa karena pembatasan kasus. Si pengacara berkata kalau Hye Jung datangnya 10 tahun yang lalu, jadi kasusnya bisa di usut lagi.

Ji Hong dan Yoon Do berpapasan. Ji Hong bertanya kenapa Yoon Do tak lagi mampir ke tempatnya. Yoon Do menjawab kalau dia memutuskan untuk menjamu semua tamu-tamunya, dia tak mau lagi melarikan diri.

“Aku rasa Kang Soo memilihmu,” ucap Yoon Do dan Ji Hong berkata kalau semua itu karena Yoon Do mengatakan akan melakukan pembersihan total. Mereka berdua menghampiri dr Kim yang sedang berada di tempat administrasi.

“Aku ingin bertemu kang Soo sebelum dia menjalani operasi. Tapi kudengar dia menolak untuk melakukan operasi hari ini,” ucap dr Kim dan Ji Hong bertanya kenapa. Dr Kim pun berkata kalau dia juga sedang mencaritahunya sekarang. Ji Hong menoleh ke arah Kyung Joon dan Kyung Joon hanya menunduk tak berkata apa-apa.


loading...

Kemana Kang Soo? Ternyata dia sudah berada di bangku tunggu. Kebetulan dr Kim melihatnya dan langsung menghampirinya. Saat ditanya bagaimana perasaannya, Kang Soo menjawab kalau dia merasa baik-baik saja.

“Lalu kenapa kau berkeliaran?” tanya dr Kim.

“Adik saya harusnya sudah sampai di sini, tapi dia belum juga muncul. Saya ingin bertemu dengannya dulu. Kita tidak tahu. Saya mungkin akan kehilangan penglihatan jika terjadi kesalahan,” jawab Kang Soo dan Dr Kim berkata kalau hal itu tidak akan terjadi. “Itulah mengapa saya mengatakan “mungkin”. Hal semacam itu menjadi kebiasaan. Saya selalu memikirkan kemungkinan terburuk.”

Dr Kim mengerti perasaan Kang Soo dan dia pun menggenggam tangan Kang Soo lalu berkata kalau bukan hanya Kang Soo yang berpikir seperti itu, dr Kim juga berpikiran sama. “Ini adalah pertarungan melawan waktu. Kau dan tim operasi harus menyelesaikannya dalam 12 jam,” ucap dr Kim dan tepat disaat itu, adik Kang Soo datang. Adik Kang Soo datang dengan mengenakan seragam militernya. Adik Kang Soo bernama Young Soo.

Kang Soo dan adiknya sekarang sudah berada di kamar rawat. Young Soo kemudian menunjukkan sertifikat memasak masakan korea pada Kang Soo. Dia bahkan berencana mendapatkan juga sertifikat untuk masakan Jepang dan Barat.

“Kang Soo. Apakah kau mungkin tidak bisa jadi dokter setelah dioperasi?” tanya Young Soo dan Kang Soo bertanya siapa yang bilang seperti itu. Young Soo pun menjawab tak ada, dia hanya bertanya saja.

“Aku pikir kau adalah orang paling keren di dunia ini. Aku harap operasimu berjalan baik. Aku… tidak peduli apakah kau tetap menjadi dokter atau tidak. mengerti?” ucap Young Soo.

“Operasinya akan memakan waktu lama. Kau harus tidur,” jawab Kang Soo.

“Kang Soo. Maaf karena sudah menyebabkan banyak masalah,” ucap

“Kenapa kau bicara begitu? Lihat aku,” ucap Kang Soo dan menepuk-nepuk pipi Young Soo. “Kau lelaki tampan,” puji Kang Soo dan kemudian meninju dada Young Soo. Kang Soo kemudian memuji tubuh sang adik karena punya ABS.

Operas Kang Soo akan dimulai dan yang menjadi asisten Ji Hong adalah Seo Woo. Yoon Do, Young Kook dan dr Kim menonton proses operasi dari atas. Yoon Do bertanya apa dr Kim akan melihat porses operasi sampai 12 jam, dr Kim menjawab tidak tahu, dia berencana pergi dan akan datang lagi untuk melihat.

“Operasi hari ini adalah pertarungan melawan waktu. Mari lakukan yang terbaik dengan pasien yang mencoba bertahan sekian lama,” ucap Ji Hong sebelum memulai operasi. Operasi di mulai dan Ji Hong mulai membedah kepala Kang Soo, di luar Young Soo menunggu di bangku tunggu. Dia menunggu dengan penuh rasa cemas.

Waktu tersisa untuk operasi adalah 11 : 30 menit dan Ji Hong mulai melakukan pembersihan. Karena ada urusan dr Kim pergi meninggalkan tempat operasi. Ji Hong masih fokus mengoperasi. Di atas, Yoon Do membuka-buka internet, mencari tahu semua informasi tentang penyakit yang Kang Soo derita.

Walaupun sibuk dengan pekerjaan masing-masing, Kyung Joon dan Soo Jin tetap merasa cemas dan tegang menunggu proses operasi Kang Soo selesai.

Di dalam ruang operasi, Ji Hong dan Seo Woo mulai merasaka kelelahan, tapi mereka di tuntut untuk tetap fokus. Pintu ruang operasi terbuka dan reflek Young Soo langsung berdiri, tapi ternyata yang keluar bukan tim operasi Ji Hong padahal jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Ya, proses operasi Kang Soo sudah berjalan selama 8 jam, tinggal 4 jam lagi yang tersisa.

Karena pengacara yang di rekomendasikan oleh Ji Hong berkata tak bisa untuk menuntut Myung Hoon, Hye Jung pun menemui pengacara lain untuk bertanya apakah ada kesempatan untuknya menuntut Myung Hoon dan jawaban yang Hye Jung dapatkan masih sama, dia tak bisa menuntut Myung Hoon. Tentu saja hal itu membuat Hye Jung tambah sedih.

Kita kembali lagi ke ruang operasi dimana Seo Woo dan Ji Hong sudah merasa kelelahan. Jadi, Ji Hong pun berkata untuk istirahat sebentar. Mereka hanya istirahat selama 5 detik untuk menggerak-gerakkan badan mereka.

Dari atas, Young Kook berkata pada Yoon Do kalau Seo Woo terlihat lelah. Mendengar itu, Yoon Do pun menyuruh Young Kook untuk turun menggantikan Seo Woo. Namun Seo Woo tak mau, dia tetap ingin melakukan operasinya sampai selesai. Ji Hong juga sedang fokus pada operasinya, dia menolak saat di tawari minum, karena kalau dia minum, dia nanti akan pergi ke kamar mandi juga. Karena Seo Woo tak mau di gantikan, Young Kook pun kembali ke atas lagi.

“Tumornya melemahkan pembuluh darah,” ucap Ji Hong.

“Artinya kita tidak dapat menggunakan CUSA, kan?” tanya Seo Woo dan Ji Hong pun membenarkan, jadi dia meminta dissector untuk mengambil tumornya. Diatas sudah ada Kyung Joon dan dr Kim, ikut bergabung. Mereka terlihat tegang semua karena waktu yang tersisa tidak lebih dari setengah jam lagi.

Operasi selesai dan Ji Hong berhasil mengangkat semua tumornya. Sebelum menutup kembali kepala Kang Soo, Ji Hong memutuskan untuk istirahat beberapa detik. Diatas, Yoon Do memberitahu yang lain kalau operasinya selesai dan berhasil. Kyung Joon pun merasa senang mendengarnya. Ji Hong dan Seo Woo kemudian menyelesaikan operasinya.

Di rumah, Hye Jung terlihat lesu dan sedih. Dia teringat kembali pada permintaan maaf Myung Hoon yang tak sedikitpun menunjukkan rasa bersalah. Tepat disaat itu Ji Hong menelpon untuk mengabari kalau operasi Kang Soo berjalan lancar. Dari suaranya, Ji Hong bisa menebak kalau Hye Jung sedang menangis.

“Kau menangis? Apakah terjadi sesuatu?” tanya Ji Hong dan Hye Jung mengiyakan, dia juga menambahkan kalau sesuatu yang terjadi itu sangat buruk.

Ji Hong pun datang menemui Hye Jung dan bertanya apa pertemuan Hye Jung dan pengacara tidak berjalan baik? Hye Jung menjawab dengan anggukan dan mengaku kalau dia memang salah. Dia seharusnya mengajukan guguatan malpraktek tepat setelah neneknya meninggal.

“Kau bahkan belum berusia 20th saat itu dan belum cukup mampu mengurus hal-hal semacam itu,” ucap Ji Hong.

“Entah secara perdata atau pidana, status kasusnya sudah melewati batas akhir. Aku ingin menggunakan media, tapi mereka bahkan tidak tertarik. Aku menunggu untuk mengumpulkan kekuatan. Aku pikir aku memiliki kekuatan itu sekarang, namun rupanya tidak sama sekali,” ucap Hye Jung dan Ji Hong berkata kalau Hye Jung tidak akan berada di posisinya sekarang jika dia terus fokus pada kematian neneknya.

“Apakah kau harus sejauh itu?” tanya Hye Jung lagi dan Ji Hong menjawab iya, namun Hye Jung terlihat kecewa dengan jawaban iya tersebut. Ji Hong berkata kalau dia hanya tak ingin melihat hidup Hye Jung hancur karena hal itu.

“Kau pikir ini akan menghancurkan hidupku?” tanya Hye Jung dengan nada tak senang.

“Hye Jung. Apakah kau pikir seseorang seperti PresDir Jin akan meminta maaf secara tulus padamu sekalipun kau dapat menemukan bukti tidak terbantah?” jawab Jo Hong dan Hye Jung berkata kalau Myung Hoon meminta maaf tapi tanpa kesungguhan.

“Kau pikir itu permintaan maaf? Bukan. Dia hanya sedang memberikan permen pada anak yang menangis. Dia bahkan tidak berpikir kau cukup mampu untuk melawan dirinya. Permintaan maaf yang tulus pasti disertai kompensasi yang sesuai. Minta maaf saja tidaklah sulit. Meskipun begitu, orang-orang kadang tidak ingin memberi kompensasi yang sesuai,” ucap JI Hong dan Hye Jung berkata kalai dia akan membuat Myung Hoon membayar kompensasi padanya. Ji Hong bertanya bagaimana caranya dan Hye Jung menjawab dengan cara membunuhnya, karena untuk menangkap monster maka dia juga harus menjadi monster.

“Aku akan membunuh dia untukmu. Aku tidak ingin kau dipenjara. Beri aku sedikit waktu,” janji JI Hong. “Aku tidak ingin mengorbankan orang-orang di sekelilingku, apa pun alasannya, jadi beri aku waktu untuk menyelesaikannya. Aku mungkin akan dipenjara seumur hidup, kau tahu?”

“Kau pintar sekali. Kau pikir itu akan membuatku menyerah?” ucap Hye Jung dan Ji Hong berkata kalau Hye Jung juga pintar, jadi Hye Jung juga pasti tahu dengan maksudnya.

“Dr Hong. Ada cukup waktu sebelum PresDir Hong ditemukan tidak sadarkan diri. Tidakkah kau pikir itu aneh? aku berpikir demikian. Sudah pasti terjadi sesuatu. Kau sudah mencari tahu?” tanya Hye Jung membahas tentang kematian Ketua Hong.

“Sudah. Namun tak ada apa pun. Aku juga curiga. Tapi jangan menyerah hari-hariku, menghabiskan waktu bersamamu, dan merawat pasienku. Aku tahu Ayahku menginginkan hal yang sama,” jawab Ji Hong.

“Bagaimana kau tahu keinginannya?”

“Di samping beberapa pandangan kuno, semua orang tua ingin anak mereka bahagia. Aku tidak larut dalam balas dendam, kehancuran, dan hukuman. Tidak ada cukup waktu untuk melakukan hal yang kusukai. Tak ada hari esok untukku,” jawab Ji Hong.

Hye Jung bernarasi, “Kupikir dunia akan berubah saat kebenarannya terungkap. Dunia…tidak berubah.”

Bersambung ke sinopsis Doctor Episode 18

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis doctors episode 18
  • sinopsis doctors ep 18

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *