Home » Doctors » Sinopsis Doctors Episode 17 – 1

Sinopsis Doctors Episode 17 – 1

Sinopsis Doctors Episode 17 – 1, bercerita tentang para dokter yang akhirnya tahu tentang penyakit Kang Soo dan mereka akhirnya bisa mengerti kenapa Kang Soo bisa tak menjawab telepon dari perawat yang merawat Ketua Dewan. Disisi lain, Hye Jung yang mengambil alih kesalahan, di beri hukuman skorsing selama satu bulan. Ingin baca sinopsis lengkapnya? YUk baca dibawah ini:

Sinopsis Doctors Episode 16 – 2

Sinopsis Doctors Episode 17 – 1

sumber gambar dan konten: SBS

Hye Jung bernarasi, “Kebenaran yang tak dapat divonis oleh hukum yang berlaku. Kebenaran yang tidak memiliki pilihan selain mengandalkan nurani. Aku mengejar kebenaran…untuk mendapatkan permintaan maaf yang tulus.”

Kita dibawa pada peristiwa dimana Myung Hoon sedang mengoperasi nenek Hye Jung. Dia mengoperasi dengan peralatan medis yang menggunakan kamera. Saat itu si pemegang kamera tak fokus membawa kamera sehingga gambarnya jadi goyang-goyang. Myung Hoon pun mengganti orang untuk memegangi kamera-nya.

Myung Hoon melanjutkan operasi dan nenek tiba-tiba mengalami pendarahan, pasokan darah pun langsung di tambah. Namun kondisi nenek semakin memburuk karena Myung Hoon membedah area perutnya. Myung Hoon semakin panik, tekanan darah pasien pun turun drastis. Tak punya pilihan lain, Myung Hoon pun memutuskan untuk membedah perut si nenek. Kondisi nenek semakin memburuk, bahkan dia mengalami gagal jantung. Merekapun langsung melakukan pompa jantung, namun si nenek sudah tak bisa tertolong lagi

“Aku tidak tahu bagaimana hidupku akan berubah… saat aku menemukan kebenarannya,” sambung Hye Jung.

RS GUKIL – RAPAT KOMITE DISIPLIN
Myung Hoon membuka rapat komite disiplin untuk Hye Jung karena sudah teledor sebagai dokter penanggung jawab Ketua Dewan dan telah membahayakan reputasi RS Gukil akibat kelalaiannya.

“Pertama-tama, saya ingin berterima kasih. Sebuah kehormatan bagi saya untuk menjadi seseorang yang cukup berpengaruh terhadap reputasi rumah sakit ini,” ucap Hye Jung dan Ji Hong bertanya kenapa Hye Jung sampai tak merespon saat Ketua Dewan mengeluh tentang rasa sakit yang menyerangnya. Hye Jung pun menjawab kalau saat itu dia sedang berada di ruang operasi untuk pasien aneurisma otak. Hye Jung juga mengatakan kalau dia sudah minta pada rekan sesama fellow untuk menggantikannya sementara waktu sebelum dia masuk ruang operasi. Mendengar itu tentu saja Myung Hoon tak terima karena Hye Jung menyeret-nyeret orang lain, karena dia tahu fellow yang Hye Jung maksud adalah Seo Woo.

“Apakah kau harus mengoperasi pasien lain pada saat itu?” tanya dewan komite yang lain.

“Ia merupakan pasien saya dan aunerisma otak bagaikan sebuah bom waktu. Saya tidak dapat menunda operasinya,” jawab Hye Jung dengan santai.

“Apakah ini berarti kau berpikir bahwa kau tidak melakukan kesalahan apa pun atas yang terjadi pada Ketua Dewan?” tanya dr Kim.

“Ya. Saya bersyukur bahwa Anda berpikir saya orang yang sepenting itu, tapi saya yakin telah memilih keputusan yang tepat,” jawab Hye Jung masih dengan nada tenang.

Soo Jin mengeluh ketika mengetahui Hye Jung yang di salahkan, karena seharusnya Seo Woo lah yang disalahkan. Joong Dae juga berpendapat yang sama dengan Soo Jin. Tepat disaat Joong Dae ingin memberi sebutan untuk Myung Hoon yang selalu melindungi putrinya, tiba-tiba Seo Woo muncul dan diapun jadi terdiam.

Seo Woo pun bertanya apa yang terjadi, karena wajah mereka jadi berubah tegang ketika dia datang. Joong Dae pun hanya berkata kalau mereka sedang merasa sedih, karena Hye Jung akan dapat hukuman. Tak mau membahas sedikitpun tentang masalah itu, Seo Woo pun menyuruh Joong Dae pergi memeriksa pasien.

Seo Woo kembali di panggi oleh ayahnya. Seperti biasa, Seo Woo selalu memasang muka masam setiap kali bertemu dengan Myung Hoon. Seo Woo bertanya kenapa ayahnya mengadakan rapat disiplin dan Myung Hoon menjawab kalau mereka sudah mendengarkan pernyataan dari Hye Jung, jadi keputusan hukumannya akan di umumkan setelah makan siang. Myung Hoon kemudian memberitahu Seo Woo, kalau dia akan mengungkit masalah yang Hye Jung lakukan ketika masa SMA, seperti pacaran dengan Ji Hong yang saat itu masih menjadi gurunya dan juga peristiwa kebakaran yang sudah menyebabkan Seo Woo terluka. Mendengar itu, Seo Woo langsung meminta Myung Hoon untuk tidak mengungkit masalah itu, karena dia tak mau terlibat.

“Kenapa tidak padahal ini kesempatan yang baik? Aku ingin memberi penghargaan untukmu. Kau menjalani masa pelatihan yang sulit,” ucap Myung Hoon.

“Aku ini apa bagi Ayah? Terakhir kali Ayah memberiku tongkat. Apakah kali ini wortelnya? Aku tidak membutuhkan penghargaan apa pun lagi,” jawab Seo Woo dan Myung Hoon mengaku kalau dia tak bisa tidur setelah dia menampar Seo Woo. Walaupun begitu Seo Woo tetap tak mau sang ayah mengungkit masa lalu Hye Jung dan dirinya, karena bagi Seo Woo, hal itu adalah kelemahan. Seo Woo bahkan mengancam akan bunuh diri, jika Myung Hoon tetap akan mengungkit hal itu ke dalam rapat.

Seo Woo masuk ke ruangannya dan melihat Hye Jung sedang mengemasi barang-barangnya. Hye Jung melakukan hal tersebut hanya untuk mempersiapkan diri menghadapi hukum disipliner untuknya.

“Apakah kau berpikir ini kesalahanku?” tanya Seo Woo.

“ya. Kau menyerahkan pasien itu pada Yeon Gook, padahal aku meminta bantuanmu. Tapi masalah tidak akan selesai jika aku berpikir demikian. Jadi aku tidak akan menyalahkanmu,” jawab Hye Jung yang kemudian menyebut dirinya hanya sedang kurang beruntung.

“Aku sempat ketakutan untuk beberapa saat. Aku pikir kau memiliki perasaan sepertiku di masa lalu dan menyalahkanku. Tapi kau berbeda,” ungkap Seo Woo.

“Apakah kali ini kau terluka karena aku tidak menyalahkanmu? Apakah mereka di sekitarmu menyalahkan orang lain dalam situasi seperti ini?” tanya Hye Jung dan Seo Woo mengiyakan.

“Jangan menyalahkanku karena aku berbeda dari mereka,” ucap Hye Jung.

“Memangnya aku terlihat menyalahkanmu? Aku tidak pernah menyalahkanmu. Aku mengagumimu. Kau beruntung karena kau sangat pandai,” ucap Seo Woo dan pergi.

Tuan Jin masuk dan bertanya apa Myung Hoon perlu mengadakan rapat disipliner seperti itu, karena seharusnya Myung Hoon hanya membiarkannya saja. Namun dengan angkuhnya, Myung Hoon menjawab kalau mereka harus menegaskan pada karyawan dengan memberi contoh melalui kasus Hye Jung ini.

“Hati-hati. Aku memiliki firasat buruk tentang situasi ini. Aku terus kepikiran akan hal itu. Kita bertaruh dengan resiko yang besar…saat menyeret rumah sakit pada pemeriksaan pajak untuk melengserkan Doo Sik,” ucap Tuan Jin dan Myung Hoon meminta sang ayah untuk tetap tenang dan juga jangan terlalu merasa lemah, karena Myung Hoon tidak akan sampai ke posisi Presdir jika tidak karena kejadian itu.

Rapat disiplin kembali di mulai dan mereka tinggal menentukan hukuman untuk Hye Jung. Dr. Kim mengusulkan untuk memberi hukuman berupa peringatan saja pada Hye Jung, namun Myung Hoon mengusulkan agar Hye Jung di pecat.

“Jika kita memecatnya karena ini, dia dapat melawan karena hukuman disiplin yang tidak sebanding dengan kesalahannya,” jawab dr Kim.

“Ini adalah masalah bagi keseluruhan Departemen Bedah Syaraf. Aku tidak merasa kita perlu mengambinghitamkan seseorang saja,” tambah Ji Hong.

“Apakah kau berkata demikian karena perasaan pribadimu terhadapnya?” sindir Myung Hoon.

“Bukankah Anda yang mengedepankan emosi pribadi Anda dalam hal ini,” balas Ji Hong dan Myung Hoon tak bisa menjawab.

Kang Soo masuk ke ruang dokter dan Kyung Joon langsung bertanya apa Kang Soo sudah memeriksa hasil CT dari Kim Soo Kyung? Kang Soo menjawab lupa dan langsung berbalik untuk mengambilnya.

“Ponselmu. Kenapa tidak menjawabnya sama sekali? Kau membuat departemen kita dalam masalah, sadarlah! Kau lupa lagi? Dasar berandal. Fokuslah bekerja, bukan pada webtoon-mu. Kau punya banyak waktu luang?” teriak Kyung Joon dan Kang Soo terlihat sedih mendengarnya. Namun ketika dia berbalik, dia memperlihatkan senyumnya lalu pergi.

“Aneh. Kenapa dia tidak mengatakan apa-apa?” ucap Kyung Joon karena Kang Soo tak mengatakan apapun dan langsung pergi.

“Hentikan. Dia pasti merasa hampir mati. Dia begitu memuji Dr. Yoo tapi ia justru menjadi orang yang membahayakan karir beliau,” ucap Young Kook, namun Kyung Joon tak mau, dia berkata kalau dia akan terus menghukum Kang Soo.

Dr. Kim Chi Hyun menemui Ji Hong dan mengatakan kalau dia ingin menerima tawaran yang Ji Hong berikan padanya. Tentu saja Ji Hong merasa senang mendengarnya. Ji Hong kemudian menelpon Hye Jung dan mengajaknya ketemuan, karena ingin memberikan satu kabar buruk dan satu kabar baik.

Saat bertemu, Hye Jung ingin mendengar kabar baiknya terlebih dahulu. Kabar baiknya adalah Ji Hong yang menyampaikan hasil keputusan rapat disiplin untuk Hye Jung dan kabar buruknya, Hye Jung akan di skorsing selama satu bulan.

“Lebih pendek dari perkiraanku,” ucap Hye Jung setelah mendengar hukuman untuknya.

“Kau sangat keren hari ini. Aku bangga sekali menjadi kekasihmu,” puji Ji Hong dan Hye Jung juga merasa senang dengan Ji Hong sudah memilih pertanyaan yang tepat.

“Aku tidak ingin ada di sana hanya untuk menerima hukuman. Aku ingin menunjukkan pada semua orang seberapa banyak aku telah tumbuh,” ucap Hye Jung dan Ji Hong mengatakan kalau dia akan memberitahukan kabar baik selanjutnya di tempat yang berbeda. Hye Jung setuju, namun sebelum pergi, Hye Jung bertanya siapa yang akan mengecek Hee Young ketika dia pergi nanti.

Hye Jung pergi menemui pasiennya dan disana sudah ada Kang Soo. Saat ditanya apa yang sedang Kang Soo lakukan, karena itu bukan pasiennya, Kang Soo hanya menjawab kalau pasein Hye Jung adalah pasien dia juga.

“Kau tidak perlu merasa menyesal,” ucap Hye Jung yang tau alasan Kang Soo melakukan semua itu.

“IV-nya turun.”

“Aku hanya mendapatkan skorsing satu bulan. Urus dia dengan baik,” perintah Hye Jung dan kemudian pergi. Tepat disaat itu ponsel kang Soo bergetar dan itu telepon dari Kyung Joon.

Kyung Joon dan Jong Dae sedang asik ngobrol bersama Soo Jin, ketika Yoon Do muncul dan bertanya apa Kyun Joon sudah mengganti perban Soon Jin? Kyung Joon pun menjawab kalau dia sudah menyuruh Kang Soo melakukannya.

“Apakah semua orang sedang hobi mengambil kesempatan belakangan ini? Apa-apaan? Dia mengalami infeksi. Lakukan pekerjaanmu dengan benar!” ucap Yoon Do dengan nada marah dan Kyung Joon hanya bisa meminta maaf. Yoon Do pun bertanya apa Kyung Joon hanya akan meminta maaf. Joong Dae langsung menyahuti kalau dia yang akan melakukannya.

Joong Dae berjalan pergi dan tepat disaat itu, dia melihat Kang Soo muncul. Dari jauh, Joong Dae memberi kode kalau Kang Soo akan habis dimarahi. Kang Soo kemudian melihat Kyung Joon di marah oleh Yoon Do.

“Inilah mengapa residen kacau balau. Yang satu lupa saat mendapat telepon, satu lagi melarikan diri. Kenapa semua ini terjadi? Kang Kyung Joon. Berani sekali kau menyebut dirimu sendiri Ketua,” ucap Yoon Do marah dan Kang Soo langsung menghampiri mereka. Kang Soo menyela ucapan Yoon Do dengan mengatakan kalau semua itu adalah kesalahahnnya, bukan kesalahan Kyung Joon.

Bukannya senang karena dibela, Kyung Joon malah memarahi Kang Soo. “Kau selalu jadi penyebab aku mendapat masalah. Apa yang sudah kulakukan sampai membuatmu begitu kecewa? Darimana saja kau? Kenapa tidak menjawab teleponmu?” tanya Kyung Joon emosi.

“Aku mengambil hasil CT Kim Soo Kyeong,” jawab Kang Soo dan Kyung Joon bertambah marah, karena seharusnya Kang Soo mengambil hasil CT-nya dari tadi.

“Apa kau sungguh seorang dokter? Kenapa kau diam saja? Bantahlah seperti yang biasa kau lakukan. Jika kau tidak bisa lebih baik lagi, keluar saja dari sini. Kau membuat Dr. Yoo diskors. Berapa banyak lagi yang harus berkorban…”

“Bisakah kau berhenti?” teriak Kang Soo dan membuat semuanya terkejut termasuk Yoon Do. “Aku menyesal. Aku merasa begitu bersalah sampai tak berani mengatakan apa-apa. Apalagi yang bisa kukatakan?” ucap Kang Soo dan berjalan pergi. Tapi baru beberapa langkah pergi, Kang Soo tiba-tiba pingsan. Melihat itu, Kyung Joon dan Yoon Do langsung menolongnya.

Hasil MRI Kang Soo keluar dan teman-temannya melihat, termasuk Yoon Do. Mereka terlihat sedih dan menyesal terutama Kyung Joon, karena Kyung Joon yang sering memarahi Kang Soo dan memukul kepalanya.


loading...

Kang Soo sadar dan di sampingnya sudah ada Yoon Do, Young Kook dan Joong Dae. Kang Soo merasa malu karena ketauan sakit parah.

“Kau seharusnya memberitahu kami kalau kau sakit. Aku… Aku merasa bersalah. Kau membuat kami terlihat buruk,” keluh Young Kook dan Kang Soo hanya menyimpulkan jarinya sebagai tanda permintaan maaf. Yoon Do lalu bertanya sejak kapan Kang Soo merasa sakit dan apakah ini pertama kalinya Kang Soo pingsan. Kang Soo menjawab tidak tahu.

“Seberapa buruk sakit kepalanya?” tanya Yoon Do lagi.

“Di belakang mata terasa berputar-putar. Sakit sekali. Nilainya…7 dari 10?” jelas Kang Soo dan Joong Dae menebak kalau itu pasti berasa sakit sekali. Kang Soo juga menambahkan kalau penglihatan mata kirinya semakin memburuk dan kadang dia hilang kesadaran juga.

“Kang Soo. Apakah kau tahu bahwa kau mengidap meningioma dan kehilangan kesadaran? Apakah soal Ketua Dewan ada hubungannya dengan hal itu?” tanya Yoon Do dan Kang Soo mengaku kalau dia hilang kesadaran ketika di telpon oleh perawat, karena itulah dia tak tahu kalau sudah di telpon. Mendengar itu, Yoon Do pun mengerti dan menyuruh Kang Soo istirahat dan mengajak Young Kook dan Joong Dae untuk ikut dengannya.

“Yeong Gook hyung, Joong Dae hyung. Maafkan aku,”ucap Kang Soo dan kedua seniornya kemudian pergi untuk menemui Yoon DO.

Ji Hong dan Hye Jung pergi jalan-jalan. Hye Jung pun terlihat menikmati masa skorsingnya.

Yoon Do sudah berada di rumah dan tak lama kemudian Pa Ran datang, dia datang sendirian karena In Joo pulang ke rumahnya sendiri, rumah In Joo sudah selesai di renovasi. Pa Ran sudah mendengar tentang Hye Jung yang di skorsing. Yoon Do mengatakan kalau Hye Jung menjalaninya dengan tegar, dia akan memanfaatkan waktunya dengan baik.

Pa Ran kemudian bertanya bagaimana bisa Yoon Do menyukai pacar Ji Hong? Yoon Do sendiri tak tahu jawabannya.

“Cari gadis lain. Aku akan mengumpulkan semua gadis yang kukenal dan menjodohkanmu dengan yang paling cantik,” ucap Pa Ran.

“Tidak perlu. Aku tidak pernah merasa begini selama beberapa waktu,” jawab Yoon Do dan Pa Ran berpendapat kalau cinta memang sesuatu yang sulit.

“Seberapa dalam perasaanmu?” tanya Pa Ran.

“Paman. Kau tahu seberapa bencinya aku pada politik, kan?” tanya Yoon Do dan Pa Ran mengiyakan, karena dia juga membenci politik. “Aku sampai berpikir untuk bergabung dengan rapat direksi demi dirinya.”

“Kenapa?”

“AKu tidak ingin dia kesulitan lagi,” jelas Yoon Do dan Pa Ran berkata kalau Ji Hong harusnya tahu dengan apa yang Yoon Do rasakan.

Kita beralih pada pasangan yang sedang Yoon Do dan Pa Ran bicarakan, mereka berdua sekarang sedang memancing. Saat memancing, Ji Hong mengaku kalau itulah momen dimana dia ingin cepat pulang ke rumah, karena dia benci kebisuan dalam waktu yang lama. Berdiam diri dan tak berbicara apapun, sangat tida cocok untuk Ji Hong.

“Tapi sekarang, aku suka duduk di sini tanpa melakukan apa pun, seperti ini. Aku bisa mengerti alasan Ayah suka pergi memancing,” tambah Ji Hong dan Hye Jung bertanya-tanya kenapa orang-orang akan mulai memahami satu sama lain setelah mereka terpisah dibanding saat mereka bersama?Ji Hong pun menyimpulkan kalau mereka harus baik pada orang lain sebelum mereka meninggalkanmu.

“Baiklah padaku saat aku masih ada,” ucap Ji Hong dan Hye Jung pun mengiyakan. “Berita baik kedua. Dr Kim Chi Hyun menerima tawarannya,” ucap Ji Hong akhirnya.

“Apa yang dia inginkan dengan mengembalikan laporan anastesinya?” tanya Hye Jung.

“Aku menyarankan sebuah alternatif dibanding menerima permintaannya. Aku memberinya waktu untuk menimbang sampai kemudian menerimanya.”

“Jika dia menolak, maka aku akan berusaha membuatnya menerima,” ucap Hye Jung dengan nada penuh kebencian dan Ji Hong berkata kalau dia yang akan mengurusnya.

“Yang perlu kau lakukan hanyalah…menungguku untuk mendapatkan laporan anastesi, bawa ke PresDir Jin dan buat dia meminta maaf padamu, kemudian melepaskan segalanya bersama-sama,” ucap Ji Hong. Mendengar itu, Hye Jung terdiam dan ingin menangis. Hye Jung pun langsung berjalan pergi dan Ji Hong mengejarnya.

“Nyonya Kang, Nenekmu, sampai berlutut padaku untuk mengurusmu. Jika aku bisa bertemu dengannya sekarang, aku ingin bertanya padanya apakah aku sudah melakukan yang terbaik,” tanya Ji Hong dan Hye Jung menjawab sudah, Ji Hong sudah melakukannya.

Ji Hong kemudian mengeluarkan gantungan tas astroboy miliknya dan berkata kalau itu adalah gantungan tas yang dia gunakan sebelum kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tuanya. “Orang tuaku tidak seharusnya meninggal saat itu. Waktunya habis karena orang-orang itu. Aku benar-benar ingin menjungkirbalik dunia saat itu. Keluargaku seharusnya bisa sangat bahagia.”

“Nenek dan aku juga bahagia bersama sebelum dia menjalani operasi itu,” tambah Hye Jung.

“Aku tidak memercayai hari esok. Saat ini adalah satu-satunya yang kupikirkan karena kita mungkin saja meninggal besok. Yang Nyonya Kang inginkan untukmu adalah kau berbahagia, bukan kau menyerah hari ini untuk menemukan kebenaran di balik kematiannya,” ucap Ji Hong dan Hye Jung berkata kalau itulah alasan dia hidup hari ini. Ji Hong mengerti, itulah alasan dia mencoba membantu Hye Jung dan sekarang pertarungan Hye Jung hampir selesai.

Dengan menahan sakit kepala, Kang Soo keluar kamar rawatnya dan menemui Joong Dae. Dia bertanya apa ada yang bisa dia lakukan, karena dia merasa jenuh berada di kamar terus. Walaupun energi Kang Soo sudah kembali, Joong Dae tetap menyuruh Kang Soo istirahat.

Kang Soo kemudian beralih pada Kyung Joon yang sedari tadi diam saja. Dia bertanya apa ada yang bisa dia lakukan. Tanpa melihat ke arah Kang Soo, Kyung Joon menjawab “tidak” lalu berjalan pergi.

“Ada apa dengannya?” tanya Kang Soo pada Joong Dae tentang sikap Kyung Joon.

“Aku tidak tahu. Dia jadi aneh setelah melihat hasil CT Scan-mu kemarin,” jawab Joong Dae dan tepat di saat itu Kang Soo mendapat telepon dari Ji Hong.

Kang Soo pun menemui Ji Hong di ruangannya dan ternyata Ji Hong sudah tahu dengan penyakit yang Kang Soo derita. “Hey, jadi hasil scan MRI yang kau tunjukkan padaku waktu itu milikmu,” tanya Ji Hong kesal dan kang Soo pun hanya bisa mengiyakan. Ji Hong pun menyuruh Kang Soo untuk dioperasi, karena tumornya menciptakan tekanan melawan optik dan syaraf motorik, jadi mereka tidak akan melakukan hal-hal yang beresiko selama operasi.

“Professor,bagaimana jika terjadi kesalahan? Apakah aku tidak bisa lagi bekerja sebagai ahli bedah?” tanya Kang Soo dan Ji Hong mengajaknya untuk berpikir positif. Tepat disaat itu, Kang Soo menerima telepon dari Yoon Do dan saat Kang Soo menemui Yoon Do, Yoon Do langsung berkata kalau Kang Soo harus segera dioperasi. Yoon Do menambahkan kalau dia akan menggunakan metode pembersihan total.

“ Jika syaraf terkena dampaknya selama operasi, tingkat penglihatanku bisa menurun atau bahkan aku bisa saja buta, kan?” tanya Kang Soo.

“Kau tidak menunjukkan gejala diplopia, jadi hal itu tak akan terjadi. Aku akan mengatur waktunya. Kita bisa melakukannya malam ini jika kau mau. Beritahu aku kapan menurutmu waktu yang terbaik,” ucap Yoon Do dan Kang Soo merasa bingung.

Keluar kantor Yoon Do, Kang Soo bingung antara memilih Ji Hong ataupun Yoon Do. Di tengah kebingungannya, Kang Soo pun memilih bertemu dengan dr Kim, sebagai direktur departemen bedah syaraf.

Sama seperti Yoon Do dan Ji Hong, dr Kim juga menyarankan agar Kang Soo segera di operasi dan menurut dr Kim, pembersihan sebagian lebih baik dari keseluruhan.

“Anda tidak akan melakukan operasinya, kan?” tanya Kang Soo.

“Kau ingin aku melakukannya?” tanya dr Kim.

“Tidak. Saya kemari untuk bicara dengan Anda soal itu,” jawab Kang Soo yang sepertinya bingung harus memilih antara Ji Hong atau Yoon Do.

Ji Hong menelpon dr Kim Chi Hyun dan menanyakan tentang yang mereka bicarakan kemarin. Chi Hyun pun berkomentar kalau Ji Hong ternyata orang yang tak sabaran. Ji Hong beranggapan kalau lebih cepat mereka bergerak, hasilnya akan lebih baik.

“Tidak bisakah di RS Gukil saja?” tanya Chi Hyun dan Ji Hong menjawab tidak. “Kalau begitu aku akan memikirkannya lagi. Aku masih bisa menghubungi PresDir Jin Myung Hoon.”

“Tentu saja. Buat keputusan setelah pertimbangan yang matang. hal itu akan berpengaruh pada hidupmu 20th ke depan,” jawab Ji Hong.

Yoon Do menghampiri Kyung Joon dan menyuruhnya untuk menjadwalkan operasi Kang Soo. Kyung Joon pun mengiyakan, tapi sebelum Yoon Do pergi, Young Kook berkata kalau Ji Hong juga menyuruh mereka untuk mengatur jadwal operasi Kang Soo.

“Kau tidak mengatakan padanya kalau aku yang akan mengoperasi?” tanya Yoon DO.

“Beliau menyuruh kami segera menyiapkannya setelah melihat hasil MRI Kang Soo, jadi kupikir kalian sudah berdiskusi sebelumnya,” jawab Young Kook dan Yoon Do pun mengerti lalu pergi.

Melihat apa yang terjadi, Soo Jin pun berkata kalau sepertinya ada sedikit masalah dengan operasi Kang Soo dan dia bertanya dimana Kang Soo sekarang?

Kemana Kang Soo? Dia sedang berada di ruang dokter, dia menggunakan komputer disana untuk mencari informasi lebih banyak tentang penyakitnya melalui internet. Tepat disaat itu Kyung Joon masuk dan ketika dia melihat Kang Soo, dia langsung berbalik badan dan hendak pergi.

“Ketua. Kenapa kau menghindariku?” panggil Kang Soo dan menghampiri Kyung Joon. Kyung Joon menghembuskan nafas panjang dan kemudian membalikkan badan ke arah Kang Soo. Dia mengaku kalau dia tidak menghindari Kang Soo.

“Kau tidak ada di sana saat aku bangun,” ucap Kang Soo dan Kyung Joon meminta maaf karena dia sering memukul kepala kang Soo.

“Jangan begitu. Kau seorang dokter, jadi kau tahu dengan baik,” ucap Kang Soo masih dengan senyumnya dan Kyung Joon langsung menghapus air matanya ketika Young Kook dan Joong Dae masuk.

Saat ditanya apa yang sedang Kang Soo lakukan, Kang Soo menjawab dia sedang memeriksa prosedur operasinya.

“Jadi siapa yang kau pilih? Prof Hong atau Dr. Jung?” tanya Joong Dae dengan tersenyum.

“Kau terdengar semangat sekali. Tak ada yang menarik dengan operasinya,” ucap Kyung Joon memarahi Joong Dae dan dia kemudian bertanya siapa diantara Joong Dae dan Young Kook yang akan ikut dalam operasi Kang Soo. Mendapat pertanyaan itu, Joong dae dan Young Kook sama-sama diam.

“Aku tidak suka saat kalian terlihat begitu serius. Siapa yang akan menjadi asisten operasinya? Angkat tangan!” pinta Kang Soo dengan gaya becandanya, tapi tak ada satupun yang mengangkat tangannya. “Kalian menyakiti hatiku. Dokter lain akan bertugas dalam operasiku. Apa-apaan kalian ini?” keluh Kang Soo.

“Bagaimana mungkin kami yang akan menggunduli kepalamu?” ucap Kyung Joon sedih.

“Yeah, aku juga tidak mungkin melakukannya sendiri,” ucap Kang Soo.

“Kau tidak pernah menyerah atas gayamu tidak peduli seberapa besar kau ditekan karenanya, Kang Soo,” ucap Young Kook lalu pergi.

“Aku tidak bisa pergi ke OR karena ini tahun keduaku,” sambung Joong Dae dan ikut pergi. Kyung Joon sendiri hanya bisa meminta maaf lalu ikutan pergi meninggalkan Kang Soo sendiri.

Karena libur sebagai dokter, Hye Jung pun membantu Soon Hee di cafenya. Tepat disaat itu Ji Hong datang dan langsung minta bir dingin pada Soon Hee. Ji Hong datang membawa hadiah untuk Hye Jung, hadiah itu berupa catatan anestesi operasi nenek Kang.

“Sekarang aku sudah melakukan apa pun yang kubisa untukmu,” ucap JI Hong dan Hye Jung pun sangat berterima kasih. “Aku ingin kau segera terbebas dari beban masa lalu. Ini hadiah terbaik yang kau berikan untukku.”

Dalam catatan itu, tertulis jelas kalau dokter yang bertanggung jawab dalam operasi itu adalah Jin Myung Hoon.

Karena tak ada yang tega menggunduli kepalanya, Kang Soo pun melakukannya sendiri. Dengan mata berkaca-kaca, Kang Soo menghabisi rambut di kepalanya. Walaupun sudah menguatkan dirinya sendiri, Kang Soo tetap menangis.

bersambung ke Sinopsis Doctors Ep 17 – 2

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis doctors episode 17
  • sinopsis doctors ep 17
  • sinopsis doctor episode 17
  • sinopsis doctor eps 17
  • sinopsis doctors eps 17
  • doctors episode 17
  • #####################################################
  • sinopsis doctors episode 16
  • sinopsis doctor of the sun eps 17
  • sinopsis drama menahan sakit perut
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *