Home » Doctors » Sinopsis Doctors Episode 15 – 2

Sinopsis Doctors Episode 15 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Doctors Episode 15 – 2,bercerita tentangRS Gukil yang kedatangan pasien kecelakaan. Otaknya mati dan dia mengandung dengan usai kandungan 20 minggu. Ji Hong sudah menyerah dan tak mau mengoperasi karena hal itu hanya akan sia-sia, pasien dan janinnya tidak akan berhasil di selamatkan. Namun pendapat Hye Jung berbeda, dia berpendapat kalau mereka harus mengoperasi sebagai usaha terakhir menyelamatkan pasien dan janin-nya. Ingin tau bagaimana cerita lengkapnya? Yuk baca sinopsisnya di bawah ini:

Sinopsis Doctors Episode 15 – 1

Sinopsis Doctors Episode 15 – 2

Subuh-subuh, Yoon Do sudah bangun dan langsung melakukan Taichi, sedangkan Ji Hong sibuk membuat bekal sarapan untuk dirinya juga Hye Jung. Yoon Do melihat aneh pada Ji Hong, karena membuatkan bekal untuk Hye Jung, namun Ji Hong tak perduli. Dia tetap pergi membawa bekal dan hanya menyisakan sedikit untuk Yoon Do.

Karena Yoon Do datang ke rumah Ji Hong tanpa membawa apapun, diapun memakai pakaian dalam milik Ji Hong walau tak mengizinkannya.

Sampai di rumah sakit, Ji Hong dan Hye Jung pun sarapan bersama. Ji Hong kemudian mengaku kalau dia sangat penasaran dengan masakan Hye Jung dan Hye Jung menjawab kalau dia memang sedang belajar memasak. Hye Jung juga ingin Ji Hong bisa merasakan apa yang dia buat. Tentu saja Ji Hong senang mendengarnya.

Saat ditanya apa kegiatan Hye Jung hari ini, Hye Jung pun menjawab kalau dia akan menulis makalah jika tak ada panggilan dari IGD. Mendengar itu Ji Hong pun memprediksi kalau Hye Jung tidak akan sempat menulis karena bakal ada banyak pasien yang datang.

Kita beralih ke IGD dimana ada sepasang pengantin yang mengalami kecelakaan. Mereka kecelakaan ketika hendak menuju ke tempat acara. Mempelai pria masih bisa berdiri dan berjalan, sedangkan mempelai wanita tak sadarkan diri. Ternyata Hae Young ( mempelai wanita ) sedang mengandung dan mempelai pria ingin para dokter menyelamatkan Hye Young juga bayinya. Mendengar itu, Kang Soo panik dan langsung menyuruh juniornya untuk memanggil dokter kandungan.

Hye Jung masuk ruang IGD dan langsung memeriksa Hae Young. Dia berusaha memanggil Hae Young namun tak ada jawaban. Kang Soo kemudian memberitahu Hye Jung kalau pasien sudah di ronsen dan pasien juga dalam kondisi hamil, sedangkan dokter kandungan masih dalam perjalanan ke IGD. Di luar ruang pemeriksaan, mempelai Pria terlihat amat sedih.

Flashback!
Mempelai pria terlihat kagum ketika melihat Hae Young mengenakan gaun pengantin. Hae Young juga merasa senang karena akhirnya mereka menikah. Keinginan terbesar Hae Young adalah menikah dengan si pria sebelum bayi mereka lahir. Si pria kemudian meminta maaf dan berterima kasih karena Hae Young sudah mau menunggunya untuk bisa mendapatkan rumah dulu baru mereka menikah. Mereka berdua terlihat bahagia, karena sudah punya rumah, punya bayi dan juga mereka akan segera menikah.

“Sayang, aku mencintaimu,” ucap Hae Young.
Flashback End!

Ji Hong sedang bersama Kyung Joon, ketika Hye Jung menelpon untuk membahas tentang Hye Young yang sekarang dalam kondisi semi-koma. Selain itu GCS-nya berada di level 5 dan dari hasil ronsen, hasilnya kurang terlihat jelas.
[ Glasgow Coma Scale (GCS) adalah sistem penilaian yang paling umum digunakan untuk menggambarkan tingkat kesadaran dalam diri seseorang setelah cedera otak traumatis. ]

Ji Hong lalu bertanya Pindai CT dan Hye Jung menjawab ada pendarahan sekitar 80 CC dan sepertinya itu adalah pendarahan arteriovenous malformation.
[malformasi vaskular di otak yang tidak aktif mengalihkan jumlah besar darah. ]

“Ia sedang hamil 20 minggu,” tambah Hye Jung.

“Hamil 20 minggu ? Baiklah, aku kesana,” jawab Ji Hong dan menutup telepon.

Dokter kandungan datang dan memeriksa kondisi kandungan Hye Young. Ji Hong bersama dokter lainnya melihat hasil ronsen kepala Hye Young dan benar, terjadi pendarahan disana dan saat ditanya hasil pemeriksaan dari dokter kandungan, Hye Jung menjawab kalau kondisi janin baik-baik saja.

“Apakah akan dioperasi ?” tanya Hye Jung.

“Apa pendapat medismu, Young Kook ?” tanya Ji Hong pada Young Kook.

“Ini keputusan dokter. Aku bukan pemimpin operasi,” jawab Young Kook.

“Apa aku menyuruhmu jadi pemimpin ? Aku tanya apa keputusan terbaik dalam situasi ini ?Kyung Joon?” ucap Ji Hong dan kemudian beralih pada Kyung Joon.

Kyung Joon menjawab kalau menurutnya tidak perlu di lakukan operasi karena Level GCS-nya 4 dan garis tengahnya bergeser 15 mm.Pupil matanya juga melebar. Ji Hong mengerti dan kemudian beralih pada Hye Jung, dia minta pendapat Hye Jung.

“Menurutku operasi tidak bisa membantu. Tapi disaat ini, kita harus pikirkan pendapat wali,” jawab Hye Jung dan Ji Hong menyebut jawaban Hye Jung adalah pemikiran amatir. Itu adalah cara berpikir yang salah bagi ahli bedah. Ji Hong kemudian memutuskan kalau operasi tidak akan dilakukan.

“Dengan kerusakan separah ini, operasi tidak dapat membantu. Pada akhirnya, ini hanya akan menyebabkan pasien lebih kesakitan dan melukai pasien serta wali. Hubungi walinya,” jelas Ji Hong dan pergi.

Kang Soo kemudian membawa kekasih Hye Young pada Ji Hong untuk diberitahu tentang kondisi Hye Young yang sebenarnya. Kerusakan otak Hye Young sudah sangat parah, dia nyaris tak punya kesempatan untuk pulih.

“Masih ada kemungkinan kecil. Apa itu berarti masih ada kemungkinan ? Bukankah setidaknya masih ada sedikit harapan ? Apa tidak bisa dioperasi ?” tanya kekasih Hye Young dan Ji Hong menjawab kalau dia tidak akan melakukan operasi, karena walaupun dioperasi, kondisi Hye Young tidak akan membaik. Selain itu, Ji Hong juga tak bisa menjamin, bayi yang ada di kandunga Hye Young bisa selamat.

“Itu … tidak mungkin. Kami akhirnya bisa menikah setelah 3 tahun bersama. Betapa bahagianya dia hari ini ! Hari ini tidak seharusnya jadi hari berduka.”

“Aku tahu ini berat …Demi istri dan anakmu …Aku harap anda dapat menerimanya. Maaf.Ini keputusan terbaik dari sisi medis,” jawab Ji Hong

“Tolong !” pinta kekasih Hye Young dan menangis, namun Ji Hong tak bisa berbuat apa-apa.

Ji Hong kemudian menyuruh Hye Jung untuk memindahkan Hye Young ke ICU dan terus perhatikan kondisinya. Jika ada perubahan, Ji Hong minta Hye Jung untuk memberitahunya.

“Aku pasti amatir. Aku semakin yakin setelah bertemu dengan wali pasien. Menurutku kita harus operasi,” aku Hye Jung dan Ji Hong berkata kalau seorang pembedah harus bisa mengendalikan emosi mereka.

“Bukankah kau hanya berpikir dari sisi pasienmu ?” tanya Hye Jung.

“Dokter harus melihat dari sisi pasien. Dari sisi mana lagi ?” tanya Ji Hong balik.

“Ia pasien yang tidak sadarkan diri. Keputusan wali yang akan paling mempengaruhi pasien.”

“Lalu ?”

“Hasilnya akan sama meskipun dioperasi atau tidak,” tambah Hye Jung dan Ji Hong berkata kalau apa yang dialami pasien tidak akan sama. Pasien harus melalui pertarungan dalam operasi dan Ji Hong tak mau pasien melalui semua itu.

Hye Jung membahas kemungkinan lainnya, dimana operasi berhasil dan kondisin otak pasien tidak rusak. Namun Ji Hong masih tetap pada pendiriannya, Hye Young saja tak bisa bernapas sendiri, jadi ada kemungkinan dia akan mati saat dioperasi, begitu juga dengan janinnya.

“Tapi itu belum pasti. Bisa saja ada keajaiban medis. Tanpa operasi, tidak ada kesempatan untuk keajaiban medis itu,” jawab Hye Jung dan Ji Hong bertanya operasi itu di lakukan demi siapa?

“Berikan waktu, pada walinya. Ia mendadak harus menghadapi kematian calon istri dan bayinya. Kalau kau tidak mau operasi, boleh aku melakukannya ?” tanya Hye Jung yang mengaku kalau dia bisa melakukan operasi itu.

“Kau melanggar batasmu sebagai fellow dan staff bedah. Kalau kau begini karena kita punya hubungan pribadi …”

“Kalau memikirkan hubungan kita, aku tidak akan begini,” potong Hye Jung dan meyakini kalau dia mengatakan hal itu sebagai seorang dokter.

“Kalau begitu perkuat opinimu dan yakinkan aku sebagai seorang dokter,”ucap Ji Hong dan pergi.

loading...

“Kalau aku yang begitu bagaimana ?” tanya Hye Jung dan Ji Hong menghentikan langkahnya. “Apa kau akan menyerah ?”

Ji Hong berbalik dan menyebut Hye Jung curang, karena Hye Jung tidak membuat Ji Hong berpikir dari sisi pandang seorang dokter.

Seorang anggota kongres datang ke RS Gukil dengan kesakitan, dia mengalami salah urat ketika dia bermain golf. Myung Hoon pun berjanji akan melakukan apapun agar anggota kongres itu tetap sehat. Setelah masuk kamar rawat, anggota kongres itu meminta agar Ji Hong yang merawatnya. Anggota kongres itu merasa percaya pada Ji Hong karena dia sudah melihat proses operasi pemanah Lee Soo Jung.

Hye Jung masuk dan anggota kongres mengaku kalau dia adalah penggemar Hye Jung, jadi Myung Hoon pun memanggil Hye Jung karena anggota kongres ingin bertemu dengannya. Melihat Hye Jung, Ji Hong merasa tak nyaman, jadi dia langsung bertanya tentang otot dari anggota kongres yang keselo.

“Ya, tadi saat main golf. Rasanya sakit setengah mati,”ucap anggota kongres dan Ji Hong langsung memeriksanya. Setelah memeriksa kaki si anggota kongres, Ji Hong berkata kalau dia mengalami cidera pinggul dan pertanda dini masalah sendi. Jadi, mereka akan melakukan pindai MRI untuk memastikannya. Ji Hong kemudian meminta Hye Jung memberitahunya jika pindai MRI-nya sudah selesai.

Ji Hong dan Hye Jung keluar ruang rawat anggota kongres bersamaan. Mereka tak saling bicara, sampai mereka berada di dalam lift. Tak nyaman terus saling diam, Ji Hong pun bertanya apa Hye Jung masih berfikir kalau pendapat medisnya benar. Hye Jung mengiyakan dan Ji Hong juga masih berpendapat yang sama. Pintu lift terbuka dan Hye Jung turun duluan.

Ji Hong kemudian menemui Kyung Joon dan bertanya apa Hae Young masih berada di ICU. Kyung Joon menjawab kalau pasien itu belum di pidahkan ke ICU, dia masih berada di ruang IGD dan Kyung Joon akan memindahkannya ke ICU, jika sudah ada ruang kosong.

Dari luar ruangan pemeriksaan, kekasih Hae Young terus memandangi Hae Young dengan tatapan sedih. Ji Hong menghampirinya dan kekasih Hae Young mengaku kalau dia tak bisa hidup dengan kondisi seperti itu.

“Kalau pisah dengannya seperti ini tanpa sempat bicara …Kalau 10 menit saja …Kalau hidupnya bisa diperpanjang 10 menit saja …Kalau Ia hidup 10 menit ….bisa bersamanya dan bayi yang Ia kandung …Aku akan lakukan segalanya …”ucap kekasih Hae Young dan menangis.

Ji Hong pun langsung masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Melihat Hye Young, Ji Hong teringat ketika Ketua Hong dalam keadaan kritis dan saat itu Yoon Do berkata kalau Ketua Hong sendiri sudah menandatangani surat “Dilarang menyadarkan”. Namun Ji Hong tak peduli, dia langsung berusaha membangunkan Ketua Hong dengan alat pacu jantung. Setelah mengingat semua itu, Ji Hong keluar dari ruang pemeriksaan. Kemana Ji Hong? Ternyata dia pergi ke ruang ganti. Dia mengganti pakaiannya dengan baju operasi.

Hye Jung sendiri sudah mencuci tangan terlebih dahulu dan tanpa berbicara sepatah katapun pada Ji Hong, Hye Jung langsung masuk ke ruang operasi. Setelah Hye Jung membuka lapisan dural, dia memberikan tempat duduknya pada Ji Hong.

Sebelum memulai operasi, Ji Hong meminta di panggilkan dokter kandungan untuk memonitor kondisi janin. Operasi di mulai dan ditengah-tengah proses operasi, kondisi jantung janin menurun, tapi karena operasi sebentar lagi selesai, Ji Hong pun melanjutkan karena hanya mengeringkan pembuluh darah. Namun Dokter kandungan kembali berkata kalau kondisinya semakin menurun, mereka harus segera menutup kepala sang ibu.

Berbeda dari sebelumnya, kali ini Kyung Joon tak bisa marah pada Joong Dae. Dia membenarkan semua yang dikatakan Joong Dae. Tepat disaat itu Yoon Do muncul dan bertanya apa mereka akan terus bermain-main. Joong Dae dan Kyung Joon hanya menganggukkan kepala pada Yoon Do dan ketika mereka berpaling, Kyung Joon mengeluh karena setiap kali mereka bicara, selalu dianggap sedang bermain-main.

“Sedang bisik-bisik apa kalian ?” tanya Yoon Do yang masih ada disana dan kedua langsung kembali menghadap dan berkata “Tidak ada”.

“Ahn Joong Dae. Apa anak tahun kedua melarikan diri ? Tidak malu di depan anak tahun pertama?” ucap Yoon Do dan Joong Dae hanya menunduk. “Kyung Joon. Pasti kau menindasnya. Bagaimana kalau dia lari lagi ?”

“Penindasanku padanya, tidak separah dokter padaku,” jawab Kyung Joon spontan.

“ Apa ?”

“Dokter. Prof Hong Ji Hong waktu itu membelikan kami makanan,” ungkap Kyung Joon dan Yoon Do bertanya kenapa dia membahas soal itu. “Entah ya, kenapa mendadak aku ingat itu. Aku sungguh tidak tahu,” jawab Kyung Joon. Joong Dae menambahkan kalau makanan yang Ji Hong bawa adalah makanan laut yang rasanya enak sekali.

“Kalian ini … Kerja yang benar. Jangan mengalihkan pembicaraan. Dokter Hong punya aturan sendiri, aku juga begitu,” ucap Yoon Do, namun Kyung Joon tak peduli. Dia malah mengajak Joong Dae pergi untuk mengecek pasien yang bernama Lee Chung Ja.

Kembali ke ruang operasi dimana detak jantung janin semakin menurun sampai 91. Dokter kandungan berkata kalau sampai detak jantungnya semakin turun maka akan bahaya. Ji Hong masih meneruskan operasinya dan akhirnya selesai. Saat Ji Hong mengatakan selesai, detak janin kembali naik. Waktunya menjahit dan Ji Hong mengajak Hye Jung untuk melakukannya bersama-sama.

Di luar ruang operasi kekasih Hye Young terus menunggu dengan cemas. Tak lama kemudian Ji Hong bersama Hye Jung keluar bersama.

“Kita harus terus memantaunya. Dari awal kondisinya sudah buruk, maka …sejauh ini masih belum ada reaksi,” ucap Ji Hong pada ke kasih Hye Young.

“Tapi apakah operasinya berjalan lancar ?” tanya kekasih Hye Young dan Ji Hong mengiyakan. “Kalau begitu, nanti dia bisa bangun dan membaik ?”

“Kami tidak dapat menjanjikan apa-apa,” jawab Ji Hong dan kemudian memberitahu kalau bayi-nya dalam keadaan sehat. Jantungnya kuat dan plasentanya aman. Namun kondisi ibunya yang tidak baik.

“Aku mengerti. Selama aku bisa melakukan yang terbaik. Itu cukup. Terima kasih,” ucap kekasih Hye Young dan Ji Hong pun berjalan pergi.

Hye Jung kemudian bertanya kenapa Ji Hong tiba-tiba memutuskan untuk melakukan operasi. Ji Hong menjawab kalau berpikir dia sedang menghalangi keajaiban medis.

“Kau tidak percaya kalau dokter dan keajaiban dapat terjadi,” ucap Hye Jung dan Ji Hong menjawab kalau awalnya dia memang berpikir seperti itu. Ji Hong berjalan pergi dan Hye Jung menatapnya dari belakang.

“Spesialis bedah syaraf dan keajaiban tidak cocok satu sama lain. Kami selalu penuh keraguan . Tetapi, alasan kami tetap berharap pada keajaiban …karena kami merasa tidak aman,” ucap Hye Jung dalam hati.

SATU MINGGU KEMUDIAN

Ji Hong dan Hye Jung memasuki kamar Hye Young dan tak ada perubahan sedikitpun. Hal itu membuat Ji Hong menghela nafas dan Hye Jung tak bisa berkata apa-apa. Mereka kemudian menemui kekasih Hye Young dan Ji Hong memberitahukan kalau Hye Young sekarang dalam kondisi mati otak. Tak akan lama lagi, semua organnya akan perlahan tidak bekerja dan dia pun berhenti bernapas.

“Pasti berat menghadapi ini secara mendadak. Tapi anda perlu mengambil keputusan,” ucap Ji Hong.

“Keputusan ? Keputusan apa ?” tanya kekasih Hye Young.

“Istri anda tidak akan terbangun. Sebenarnya, kemungkinan bayi anda tidak akan selamat juga,” ungkap Ji Hong dan mengaku kalau hal yang bisa mereka lakukan sekarang hanyalah mempertahankan kondisinya dengan mesin.

“Kalau dipertahankan, apa yang akan terjadi ?” tanya kekasih Hye Young.

“Kalau berharap ada keajaiban …”

“Jika istrimu bisa bertahan …si bayi akan tumbuh dan hidup dalam kandungannya. Karena masih 20 minggu, Ia masih belum bisa hidup diluar kandungan ibunya,” sambung Hye Jung dan kekasih Hye Young bertanya apa Hye Young bisa bertahan. Ji Hong menjawab tidak tahu.

“Tapi sampai dengan kita bisa menginduksi kelahirannya …kita dapat menggunakan mesin untuk memperpanjang hidup istri anda,” ucap Ji Hong dan kekasih Hye Young pun menangis. Dia berkata kalau Hye Young pasti bisa bertahan. Karena Hye Young adalah wanita baik, dia takkan meninggalkan kekasihnya sendirian. Hye Young tidak akan mati demi bayinya.

Hye Jung bernarasi, “Keajaiban tidak terjadi. Sudah biasa … jika keajaiban tidak terjadi. Makanya itu disebut keajaiban.”
Bersambung ke sinopsis Doctors ep 16

loading...

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *