Home » Doctors » Sinopsis Doctors Episode 15 – 1

Sinopsis Doctors Episode 15 – 1

Sinopsis Doctors Episode 15 – 1, bercerita tentang Hye Jung yang berhasil meyakinkan Tuan Nam agar tak bunuh diri. Untuk urusan rumah sakit Gukil, Ji Hong mulai memperlihatkan tajinya. Tentu saja Myung Hoon merasa tak senang dan merasa terancam. Myung Hoon kemudian meluapkan kekalahannya dari Ji Hong pada Seo Woo dan kali ini Seo Woo melakukan protes atas semua perlakuan sang ayah padanya. Emosi Myung Hoon sampai menampar Seo Woo. Ingin membaca cerita lengkapnya? YUk baca sinopsis di bawah ini:

Sinopsis Doctors Episode 14 – 2

Sinopsis Doctors Episode 15 – 1

“Jangan lakukan! Kalau anakmu tahu ayahnya mati demi biaya rumah sakit mereka … bagaimana kehidupan anakmu nanti ? Anda melakukan ini karena tidak sanggup menghadapi hidup lagi. Anda adalah seorang ayah. Kenapa membuat anakmu hidup dalam bayangan seumur hidup ? Tak masalah kalau mau mati. Tapi, kalau mau mati, jelaskan dulu pada anak-anakmu. Bilang ke mereka ayahnya mati bukan karena mereka. Berapa banyakpun orang yang membantu, tidak ada yang dapat menggantikan posisi seorang ayah. Aku juga begitu. Berkali-kali aku ingin mati. Itu adalah cara hidup yang diajarkan ibuku. Pilihan ekstrim dalam kehidupan jika menghadapi jalan buntu. Kehidupan seperti itu … yang mau anda ajarkan pada Hae dan Dal ?” tanya Hye Jung dan Tuan Nam pun menangis. Dia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri.

Ji Hong menghampiri Hye Jung dan memberinya segelas kopi. Saat ditanya keberadaan Tuan Nam, Hye Jung menjawab kalau Tuan Nam sedang bersama kedua anaknya. Ji Hong kemudian berkomentar kalau luka itu sedikit aneh, luka yang Hye Jung derita semasa muda, berhasil menyembuhkan Tuan Nam. Hye Jung meralat, Hye Jung sendiri merasa kalau dia dan Tuan Nam saling menyembuhkan satu sama lain. Karena ketika melihat Tuan Nam, Hye Jung jadi teringat pada ayahnya dan itu membuat rasa benci Hye Jung pada sang ayah sedikit berkurang. Hye Jung sendiri tak mengerti kenapa, namun Ji Hong mengerti.

“Sulit dijelaskan secara logis, tapi kau merasa tenang secara emosional,” jawab Ji Hong dan Hye Jung membenarkan. Hye Jung kemudian bertanya tentang masa kecil Ji Hong dan Ji Hong pun hanya bercerita kalau kedua orang tuanya sama-sama berprofesi sebagai guru. Saat kecil Ji Hong sering ikut ke tempat kerja ibunya, namun dia selalu pulang terlebih dahulu, dia tak pulang bersama sang ibu. Hanya itu yang Ji Hong ceritakan dan Hye Jung sudah merasa senang.

Tanpa keduanya sadari, Myung Hoon melihat mereka berdua. Myung Hoon pun kemudian meminta sekretarisnya untuk menyuruh Hye Jung datang ke ruangannya.

Yoon Do dan Seo Woo sedang mengoperasi Heo dan sepertinya mereka sedikit kesulitan, sampai-sampai dr Kim terus berteriak pada mereka. Ya, dr Kim mengawasi mereka dari atas.

Hye Jung bernarasi tentang operasi yang Yoon Do dan Seo Woo lakukan, “Neurologis sangat sensitif. Saat operasi, kami harus fokus dalam hitungan menit. Pembedahan kami setipis selembar atau dua lembar kertas. Karena hal ini, kami merasa sangat tertekan. Sensitivitas kami, adalah inti yang melindungi kami.”

Jam sudah menunjukkan pukul 5 pagi, alarm Hye Jung berbunyi dan Hye Jung pun langsung keluar kamar. Saat dia berjalan menuju kamar mandi, dia merasa pintu ruang lain terbuka. Penasaran, Hye Jung pun masuk ke ruangan itu dan disana dia menemukan Joong Dae.

Seo Woo sedang menghias diri ketika mendapat telepon dari ayahnya, namun Seo Woo enggan mengangkatnya. Myung Hoon sendiri sedang berada di rumah, karena teleponnya tak diangkat oleh Seo Woo, diapun menyuruh Ji Young untuk menghubungi Seo Woo. Namun Ji Young tak mau, karena dia tak suka bekerja sama dengan Myung Hoon. Mereka berdua memang satu rumah, tapi hubungan mereka sama sekali tak akur.

Hye Jung membawa Joong Dae ke rumah sakit, bahkan dia mengantarkannya juga ke ruang dokter. Di ruang dokter Kyung Joon dan yang lain sudah merasa kelelahan, namun mereka harus mengevasluasi pasien-pasien mereka. Dia bertanya pada Young Kook tentang kondisi Nam Dal dan Young Kook menjawab kalau kondisi Nam Dal sudah normal dan dia juga tidak merasa sakit lagi. Selain itu, Nam Dal hari ini sudah di perbolehkah pulang. Sedangkan urusan biaya, sudah dibantu dari dana yang Tuan Nam dapat setelah masuk acara TV. Sekarang giliran Kang Soo yang memberikan laporannya, namun saking ngantuknya, Kang Soo tak bisa menjawab.

Melihat Kang Soo bekerja sangat keras dan hanya sendirian, Young Kook pun meminta Kyung Joon untuk mencari Jong Dae, karena sudah seminggu dia menghilang. Mereka bertigapun akhirnya membahas tentang keberadaan Joong Dae yang di temukan dimana-mana. Tepat disaat itu, Hye Jung masuk bersama Joong Dae. Kang Soo dan Young Kook senang bisa melihat Joong Dae lagi.

Sebelum pergi, Hye Jung berpesan pada Kyung Joon untuk mendidik Joong Dae dengan benar, agar dia tak lari lagi. Kyung Joon pun mengiyakan.

Setelah Hye Jung keluar, Kyung Joon langsung menyuruh Joong Dae memeriksa pasien yang bernama Joo Hee. Tentu saja Joong Dae menerima perintah itu dengan senang hati, karena Kyung Joon tak marah padanya. Kyung Joon bahkan memberikan jas dokter milik Joong Dae dan berkata, “Jas putihmu… pasti kangen kan?”

“Terima kasih,” jawab Joong Dae dengan mata berkaca-kaca dan Kyung Joon pun berpesan agar Joong Dae bekerja dengan benar. Mereka berempat kemudian saling berpelukan.

Ji Hong bertanya tentang keadaan Nam Hae pada Seo Woo dan Seo Woo menjawab kalau Nam Hae juga akan rawat jalan, Yoon Do juga bilang kalau Nam Hae sudah boleh pulang. Tepat disaat itu Hye Jung muncul dan Ji Hong pun langsung memberi kode padanya untuk pergi ke ruang rawat Nam bersaudara. Saat Seo Woo sendirian sekretaris Myung Hoon menghampirinya dan berkata kalau Seo Woo di panggil Myung Hoon ke ruangannya, namun Seo Woo tak mau.

Saat akan masuk kamar rawat, Ji Hong dan Hye Jung bertemu dengan Tuan Nam. Ji Hong berkata kalau dia senang acara TV yang mengundang Tuan Nam. Tuan Nam pun berterima kasih dan berkata kalau dia sudah menyelesaikan administrasi Nam bersaudara.

Ji Hong kemudian berpesan pada Tuan Nam agar tidak memandikan kedua anaknya dengan air panas sementara waktu ini dan kalau mereka mengeluh kepala mereka sakit atau mereka muntah, Tuan Nam harus segera membawanya ke rumah sakit lagi.

Ji Hong masuk terlebih dahulu dan Hye Jung ikut merasa lega karena semuanya berjalan lancar. Banyak orang yang mendukung Tuan Nam, jadi Tuan Nam tak perlu mencemaskan soal biaya rumah sakit lagi.

“Aku tidak akan melupakan anda selamanya,” ucap Tuan Nam.

“Sekarang aku dianggap orang baik lagi ?” tanya Hye Jung.

“Ya, tadinya kupikir baik, lalu tidak baik. Ternyata anda memang baik. Dunia ini masih tempat yang hangat,” jawab Tuan Nam.

“Hae dan Dal beruntung sekali punya ayah yang penyayang,” ungkap Hye Jung dan Tuan Nam menjawab kalau semua ayah memang seperti itu. Mendengar kalimat itu Hye Jung hanya diam. Karena dia merasa tak mendapat kasih sayang dari ayahnya.


Di ruangannya, Myung Hoon menontot video wawancara Hye Jung. Dalam video itu, Hye Jung mengaku kalau dia menjadi dokter karena neneknya. Myung Hoon akhirnya ingat kalau Hye Jung adalah anak SMA yang protes karena Myung Hoon sudah melakukan kesalahan ketika mengoperasi nenek Hye Jung.

Hye Jung datang dan Myung Hoon langsung menutup videonya. Myung Hoon memanggil Hye Jung datang hanya untuk mengajaknya minum teh bersama. Tepat disaat itu, Kang Soo menelpon jadi Hye Jung pun punya alasan untuk langsung pergi lagi. Ketika Hye Jung hendak keluar, Tuan Jin masuk dan melihat Hye Jung, dia mengenali Hye Jung karena Hye Jung tampil di TV.

Setelah Hye Jung keluar, Tuan Jin berkata pada Myung Hoon, kalau dia menyukai Hye Jung. Karena berkat wawancara Hye Jung di siarkan, banyak teman Tuan Jin yang menelpon. Tuan Jin kemudian berpesan pada Myung Hoon untuk menggunakan Hye Jung sebagai humas rumah sakit mereka.

Myung Hoon kemudian mengaku kalau dia sebenarnya ingin memecat Hye Jung, tapi tak bisa. Namun dia tak memberitahu alasannya pada sang ayah. Tuan Jin kemudian membahas tentang Ji Hong yang mau tanda tangan kontrak investasi. Myung Hoon tahu hal itu, tapi dia sangat optimis kalau apa yang di lakukan Ji Hong tidak akan berhasil untuk melawannya.

Kang Soo menelpon Hye Jung, karena ada pasien pria usia 27 tahun yang terkena ledakan gas di lahan konstruksi dan matanya tertancap baterai. Sedangkan mentalnya dalam kondisi awas. Hye Jung pun langsung menemui pasien dan si pasien terus berteriak karena merasa kesakitan. Setelah diperiksa fungsi motorik dan dilatasi pupil pasien dalam keadaan normal, jadi dia meminta Kyung Joon untuk meronsen pasien dan juga minta dipanggilkan Ji Hong. Kyung Joon menjawab kalau Ji Hong tak ada di rumah sakit sampai siang hari, mendengar itu Hye Jung langsung bertanya kenapa.

Tak ada jawaban dari Kyung Joon, kita langsung diperlihatkan pada Ji Hong dan dr Kim yang menemui beberapa orang. Ditemani dr Kim, Ji Hong melakukan penandatanganan kontrak investasi bersama orang asing.

Karena Ji Hong tak ada, Hye Joo pun meminta bantuan Yoon Do untuk menangani pasien yang tertusuk baterai. Melihat kondisi pasien, Yoon Do berkata kalau mereka harus bekerja sama dengan bagian Ophthalmology dan mereka akan masuk ruang operasi setelah mereka mencabut baterainya.

Setelah Kang Soo pergi untuk menyiapkan ruang operasi, Yoon Do bertanya kenapa Hye Jung memanggilnya, padahal Hye Jung adalah fellow ekslusif-nya Ji Hong. Hye Jung menjawab kalau dalam urusan pekerjaan mereka tidak ekslusif. Mendengar jawaban itu, Yoon Do bertanya memangnya mereka ekslusif dalam hal apa? Yoon Do merasa kalau Hye Jung terkadang lucu.

“Maaf, Prof Hong sedang rapat direksi,” jawab Hye Jung dan Yoon Do merasa bingung karena dia pikir Ji Hong tidak tertarik dengan urusan direksi.

“Dalam hidup tidak bisa selalu melakukan hal yang disuka,”ucap Hye Jung.

“Ah … begitu ya ?” jawab Yoon Do dan tersenyum. Tepat disaat itu, Yoon Do mendapat telepon dari Myung Hoon.

“Tidak diangkat ?” tanya Hye Jung ketika melihat Yoon Do tak langsung menjawab panggilan itu.

“Kau tahu apa yang kusuka dari menjadi putra ayahku ? Disaat begini. Disaat begini, mereka tidak bisa menyentuhku,”jelas Yoon Do dan Hye Jung berkomentar kalau Yoon Do sangat beruntung. Bukannya senang, Yoon Do malah menganggap kalau Hye Jung sedang menghinanya.

“Kita tidak bisa memilih latar belakang yang kita miliki. Latar belakang bagus, adalah hal bagus,” jawab Hye Jung dan Yoon Do senang karena Hye Jung sedang tidak menghinanya. Yoon Do lalu berkomentar kalau Hye Jung akhir-akhir ini terlihat senang dan Hye Jung mengiyakan.

“Eey, kau kelewat jujur. Hatiku sakit sekali. Aku melalui jalan yang sedih karenamu,” keluh Yoon Do dan Hye Jung langsung terdiam. “Tapi tidak perlu berwajah begitu. Karena sainganku Dokter Hong. Jalan sedihku, tidak terasa terlalu buruk,”aku Yoon Do dan Hye Jung langsung tersenyum mendengarnya.

Rapat direksi digelar dan mereka akan membahas tentang nominasi anggota direksi baru. Mereka juga akan membahas tentang konstruksi Pusat Kesehatan Manula. Dr Kim menjawab kalau pengajuan konstruksi Pusat Kesehatan Manula sudah di tolak,namun Myung Hoon masih tetap ingin membahasnya, karena situasinya sudah berubah. Menurutnya juga, mereka semua harus berubah agar bisa bertahan.

Ji Hong kemudian angkat bicara dan dia berkata kalau dia setuju dengan pernyataan Myung Hoon, yang berkata kalau mereka harus berubah… agar dapat bertahan. Karena Ji Hong setuju, dr Kim juga ikut setuju.

“Perubahan, akan melalui jalur berbeda,” ucap Ji Hong.


loading...

“Saat ini rumah sakit sedang melaju kearah pertumbuhan eksternal. Pusat Kesehatan Manula, adalah perpanjangan ideologi tersebut,” sambung dr Kim.

“Bukan hanya bertumbuh. Melainkan mengambil resiko keuangan demi mempertahankan pertumbuhan. Menurutku sebaiknya, menciptakan hal yang substantif dan meningkatkan nilai dari citra kita,” tambah Ji Hong dan Myung Hoon berkata kalau bicara saja memang mudah, untuk melakukan apa yang Ji Hong dan dr Kim katakan, mereka butuh banyak dana.

Membahas tentang dana, dr Kim dan Ji Hong langsung menunjukkan gambar dimana dia berhasil mengajak kerja sama seorang investor.

“Ini adalah penelitian Prof Hong Ji Hong. DBS Dopamin Sensor. MH Meditech sudah setuju berinvestasi 60 miliar won. Ini dapat memberikan dana dalam jumlah yang besar. Ini juga meningkatkan citra rumah sakit yang terus mengejar penelitian,” jelas dr Kim.

“Kami juga ingin menggunakan dana ini dalam mengkaji ulang sistem kesejahteraan sosial. Rumah sakit adalah, tempat dimana dokter dan pasien dapat berdampingan bersama,” sambung Ji Hong dan semua direksi terlihat senang dengan hasil kerja Ji Hong. Yang tak melihat senang ke arah Ji Hong, hanya Tuan Jin dan Myung Hoon. Namun Ji Hong tak memperdulikannya.

Selesai rapat, Myung Hoon memberi tepuk tangan pada Ji Hong dan mengaku kalau dia sudah terpukul telak hari ini. Myung Hoon pun tak heran Ji Hong bisa melakukan semua itu, secara dia adalah lulusan John Hopkins. Ji Hong yang masih merendah berkata kalau apa yang dia lakukan adalah berkat Myung Hoon, karena Myung Hoon yang memberi ide soal perubahan.

“Kau gigih mengganti sistem kesejahteraan sosial rumah sakit ?” tanya Myung Hoon.

“Aku yakin direksi akan mengatasi hal ini,” jawab Ji Hong santai.

“Percaya diri sekali. Aku mengerti. Aku belajar banyak hari ini,” ucap Myung Hoon dan mengajak Ji Hong berjabat tangan.

Seo Woo menghampiri Young Kook dan bertanya kondisi pasien Lee Jin Sung. Tanpa menoleh, Young Kook menjawab kalau tekanan darah 160/ 100, Jin Sung juga sudah buang air besar dan mengeluh sakit kepala. Seo Woo bertanya lagi, apa Young Kook sudah menyuntiknya dan Young Kook hanya menjawab iya.

“Kau, tidak menghindari aku, kan ?” tanya Seo Woo karena Young Kook tak sekalipun melihat ke arahnya.

“Buat apa ?” tanya Young Kook.

“Sikapmu beda padaku.”

“Mana bisa aku seperti dulu ? Perasaan … dapat berubah. Kenapa ? Kau takut kalau aku bilang suka padamu ?”

“Tidak,” jawab Seo Woo dan Young Kook kemudian berkata kalau Yoon Do datang, mendengar itu Seo Woo langsung menoleh ke belakang, tapi disana tak ada siapa-siapa. “Kenapa bercanda ?” tanya Seo Woo.

“Bukan bercanda padamu. Tapi pada diriku sendiri,” jawab Young Kook dan kemudian berjalan pergi. Tepat disaat itu Myung Hoon muncul dan langsung mengajak Seo Woo pergi ke ruangannya.

Saat hanya berdua, Myung Hoon langsung bertanya kenapa Seo Woo tidak pulang ke rumah. Seo Woo menjawab kalau ayahnya juga sibuk sendiri, jadi apa masalahnya, kalau dia tidak pulang kerumah. Myung Hoon kemudian memberitahu Seo Woo tentang apa yang Ji Hong lakukan di rapat direksi.

“Sudah kubilang baik-baik dengan Hong Ji Hong. Apa yang kau lakukan ? Kau harusnya memberi informasi padaku soal Hong Ji Hong,” ucap Myung Hoon emosi.

“Apa aku jadi dokter, demi jadi mata-mata ayah ?” tanya Seo Woo ikut emosi. “Aku juga punya mimpi menjadi pembedah.”

“Aku bilang apa ?Apa aku melarangmu mengejar mimpimu ?”

“Aku tidak lahir demi jadi avatar dan memenuhi mimpi ayah.”

“Kau bisa bicara begitu ke ayah ?Ayah yang selama ini sayang dan selalu mendukungmu !” ucap Myung Hoon dan Seo Woo juga mengaku kalau dia sayang pada Myung Hoon, makanya Seo Woo menahan diri selama ini. Myung Hoon pun bertanya apa memangnya yang Seo Woo tahan.

“Ayah bilang apa di depan Yoo Hye Jung ? Seo Woo tidak fleksibel dan keras kepala? Seo Woo tidak bekerja dengan baik dalam pekerjaan ?” ucap Seo Woo dan Myung Hoon membenarkan. “Kalau benar, ijinkan aku bicara jujur juga. Aku kuliah di tempat yang tidak bisa ayah masuki. Aku punya fisik yang tidak ayah miliki. Aku punya …”

“Aku memberikan semua yang kau punya !”potong Myung Hoon emosi.”Bayangkan kalau kau tumbuh seperti Yoo Hyejung. Kau kira kau bisa seperti sekarang ?!”

“Lalu ayah kira ayah bisa disini tanpa Kakek ?! Setidaknya aku pandai di sekolah !” balas Seo Woo dan Seo Woo pun langsung mendapat tamparan dari Myung Hoon. Seo Woo shock dan Myung Hoon minta maaf karena dia lepas kontrol. Tanpa bicara sepatah katapun, Seo Woo pun langsung pergi.

Hye Jung pergi ke ruangan Ji Hong dan memberikan beberapa vitamin untuk Ji Hong. Hye Jung juga mengajak Ji Hong pulang bareng, tapi Ji Hong tak bisa karena dia ada janji dengan dr Kim untuk makan malam bersama sambil membicarakan masalah investasi.

Seo Woo pergi ke kafe Soon Hee dan Soon Hee terlihat kecewa karena Seo Woo datang tanpa Young Kook. Soon Hee kemudian bertanya apa Joong Dae sudah kembali ke rumah sakit dan Seo Woo menjawab iya. Seo Woo menambahkan kalau Hye Jung yang menemukan Joong Dae, tapi Hye Jung tidak mengatakan dia menemukan Joong Dae dimana.

Karena Soon Hee mengaku kalau dia dan Hye Jung tidak punya rahasia.Seo Woo pun bertanya apa alasan Hye Jung memilih RS Gukil, tapi karena Soon Hee menjawab kalau alasannya karena RS Gukil besar dan kantinya enak, Seo Woo pun berpendapat kalau Hye Jung merahasiakan sesuatu dari Soon Hee.

Ji Hong sekarang sudah bersama dr. Kim, mereka makan malam bersama. Dr. Kim berkata kalau ini adalah makan malam pertama mereka setelah Ketua Hong meninggal. Ji Hong pun menjawab kalau dr Kim adalah dokter kesayangan Ketua Hong.

“Hong Ji Hong. Ada bagian diriku yang tidak dipahami oleh istriku maupun temanku.Tapi kau mengerti,” aku dr. Kim.

“Ini sulit dipahami orang lain. Kehidupan dari seorang spesialis bedah syaraf.”

“Makanya kau harus baik-baik padaku. Aku lebih tua darimu, aku akan lebih dulu mati,”ucap dr Kim dan Ji Hong berterima kasih pada dr Kim untuk saat itu, ketika mereka menentang keinginan Ketua Hong.

“Nantinya, saat aku bertemu dengannya lagi … Aku akan minta pengampunan darinya,”ucap dr Kim

“Lalu dia akan bilang begini. “Sudah kutebak, kalian berdua tidak pernah patuh padaku.” Sambung Ji Hong dan mereka berdua tertawa lebar.

Yoon DO pulang dan ketika dia mau masuk rumah, dia bergumam kalau dia merasa takut untuk pulang ke rumah sendiri. Dia pun menekadkan diri untuk mengusir In Joo dan Pa Ran jika mereka malam ini kembali ke rumahnya lagi.

Yeon Joo senang ketika tak menemukan In Joo dan Pa Ran di rumahnya. Tepat disaat itu terdengar ketukan pintu dan ternyata Seo Woo yang datang. Seo Woo ke rumah Yoon Do karena dia tak mau pulang, selain itu Yoon Do juga bilang kalau dia sudah menganggap Seo Woo sebagai adiknya.

“Yaa ! Rumah ini sudah seperti bukan rumahku. Baru saja …,” ucap Yoon Do dan belum selesai Yoon Do berkata, In Joo dan Pa Ran masuk. Yoon Do shock melihat dua sejoli itu tiba-tiba datang. Yoon Do pun tak bisa berkata apa-apa lagi,dia kalah suara. Apalagi duo sejoli sekarang ditambah Seo Woo. Tak mau tinggal bersama mereka bertiga, Yoon Do pun memilih pergi. Saat Yoon Do hendak berjalan pergi, Pa Ran langsung bertanya apa Yoon Do mau tahu nomor sandi rumah Ji Hong?

“Kau tahu?” tanya Yoon Do berbalik lagi.

Ji Hong pulang dan merasa aneh ketika melihat ada sepatu asing di rumahnya. Tepat disaat itu Yoon Do keluar kamar mandi dan Ji Hong kaget melihatnya.

“Aku diusir dari rumah,” aku Yoon Do. Ji Hong bertanya bukankah itu rumah Yoon Do dan Yoon Do menjawab kalau dia kalah suara.

“Bocah, kenapa malah kemari, padahal bukan rumahmu ?! Augh !” ucap Ji Hong kesal.

“Kau pikir aku akan keatas ? Daripada dengan anjing-anjing beagle itu, lebih baik aku dipukuli disini. Aku menahan diri tidak membuka kulkas. Kita belum seakrab itu,” ucap Yoon Do.

“Kita belum akrab, tapi kau mau tidur disini ?”

“Mulai sekarang kita bisa mulai akrab. Kita berdua adalah satu-satunya manusia di gedung ini. Sebagai manusia, kita harus akur. Kalau begitu … aku akan buka kulkasnya. Mau apa ?” ucap Yoon Do dan menuju kulkas dengan pose mau masuk ke ruang operasi. Ji Hong pun meminta Yoon DO untuk membawakannya bir.

Di rumah Yoon Do, In Joo dan Seo Woo masih asik minum bir sambil ngobrol sedangkan Pa Ran sudah tertidur. Pada In Joo, Seo Woo mengaku kalau dirinya lama-kelamaan menjadi orang yang buruk. In Joo pun mengatakan bagus karena Seo Woo bisa menyadarinya. In Joo pun berbaring di sofa.

“Setelah kupikir … Saat hidupku di posisi paling rendah … Aku tidak tahu siapa diriku. Aku hanya tahu apa yang kulalui,” ucap In Joo dan tidur. Tepat disaat itu Seo Woo mendapat telepon dari Young Kook, namun tak diangkat oleh Seo Woo. Walau tak mengangkat telepon, Seo Woo tetap mengirim sms untuk Young Kook.

“Nanti aku telpon. Kau temanku, aku tidak akan mau kehilangan dirimu.”

Young Kook pun tak bisa berbuat apa-apa lagi, karena dia memang tak bisa memaksakan perasaannya pada Seo Woo. Tepat disaat itu, Joong Dae mengigau…dia mengigau memanggil nama Soon Hee.
Bersambung Doctors Episode 15 – 2

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis doctor episode 15
  • sinopsis doctors ep 15
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *