Home » Doctors » Sinopsis Doctors Episode 13 – 1

Sinopsis Doctors Episode 13 – 1

Sinopsis Doctors Episode 13 – 1, bercerita tentang Hye Jung dan Ji Hong yang semakin lengket saja dan pada kedua temannya, In Joo dan Pa Ran, Ji Hong mengaku kalau dia sudah pacaran dengan Hye Jung. Pada episode ini, muncul Tuan Nam yang mana kedua anaknya sakit parah dan harus dioperasi. Yang menjadi kendala, Tuan Nam tak punya cukup uang untuk membiayai keduanya. Bagaimana cerita lengkapnya, yuk baca sinopsisnya:

Sinopsis Doctors Episode 12 – 2

Sinopsis Doctors Episode 13 – 1

Hye Jung kecil menangis sendiri di depan rumah. Ji Hoong juga menangis di depan orang tuanya yang sudah tak bernyawa. Hye Jung remaja kembali menangis karena nenek yang begitu menyayanginya meninggal. Ji Hoong remaja dihampiri Ketua Hong dan melihat wajah Ji Hoong yang terluka karena berkelahi.

Hye Jung berlari dan memeluk Ji Hong dari belakang. “Cinta adalah sejarah yang ditulis oleh dua orang secara bersamaan. Intinya adalah… melihat seberapa banyak kau bisa mengerti dan menerima… masa lalu seseorang.

Young Kook dan Soo Jin kompak menguap. Mereka sama-sama merasa  lelah. Young Kook mengeluh karena di hukum untuk bertugas selama seminggu. Tak lama kemudian Hye Jung datang dan dia bertanya pada Young Kook tentang keadaan Lee Hye Jung. Young Kook pun menjawab kalau pasien itu dalam kondisi “Drowsy” – keadaan tumpul. Hye Jung kemudian mendapat telepon dari Kang Soo yang mengatakan kalau ada pasien di UGD yang tiba-tiba pingsan ketika dia mengambil sumpit untuk makan.

“CT-Scan-nya terlihat pendarahan ekstradural kronis. Gejala pendarahannya berada di level 4,” jelas Kang Soo.

“Dia pernah jatuh atau tabrakan dengan sesuatu?” tanya Hye Jung.

“Dia pernah jatuh dari motornya 3 minggu lalu. Dia suka minum,” jawab Kang Soo dan Hye Jung pun menyuruhnya memberitahu Kyung Joon untuk menyiapkan ruang operasi.

Hye Jung menelpon Ji Hong hanya untuk bertanya dia sedang apa, karena sekarang Hye Jung sudah di dalam lift, jadi teleponnya pasti sebentar lagi terputus. Setelah telepon Hye Jung terputus, Ji Hong membuka pesan suara yang Hye Jung kirim.

“Tapi, kenapa tidak tanya dua kali ? Mau pacaran ? Jawabanku “yes”, “yes” Omo ! Ini … ini terekam, bagaimana ini ?Ini harus dihapus !” ucap Hye Jung panik karena apa yang dia katakan di rekam dan terkirim pada Ji Hong. Ji Hong pun tersenyum mendengarnya.

Hye Jung sudah berada di ruang operasi dan ketika dia meminta irigasi pada Kyung Joon, Kyung Joon tak merespon padahal dia sudah mengatakannya beberapa kali. Ternyata Kyung Joon tertidur. Tak mau Kyung Joon mengacaukan operasinya, Hye Jung pun menyuruh Kyung Joon pergi untuk tidur.

Tuan Nam datang ke ruang istirahat para dokter dan membawakan pesanan makanan untuk mereka. Tepat disaat Tuan Nam hendak keluar, Kyung Joon masuk dan merekapun hampir bertabrakan. Ketika para dokter berkumpul untuk makan, Tuan Nam tak jadi keluar ruangan, dia malah menutup pintunya.

Pada para dokter, dia ingin menanyakan suatu hal. “Ada anak laki-laki usia 7 tahun. Saat dia berjalan, dia limbung. Ada masalah, bukan ?” tanya Tuan Nam yang kemudian mengaku kalau dia adalah ayah dari dua anak. Anak yang pertama berusia 9 tahun dan yang kedua 7 tahun.

“Lalu, bagaimana cara jalannya ?” tanya Young Kook.

“Kakinya pincang saat berjalan.  Aku bawa ke rumah sakit lokal, tapi mereka bilang dia punya masalah di otak. Aku disuruh membawanya ke rumah sakit besar,” jawab Gungmin dan Kang Soo langsung mengatakan kalau dia akan mengatur agar Gungmin bisa bertemu dengan Ji Hong. Tentu saja Gungmin sangat berterima kasih karena para dokter mau membantu.

Hye Jung menghampiri Soo Jin. Hye Jung terlihat lelah karena dia melakukan operasi dua kali berturut-turut. Tepat disaat itu, Ji Hong datang ke rumah sakit padahal dia libur. Tentu saja dia datang untuk bertemu dengan Hye Jung. Namun mereka hanya senyum-senyum kecil saja karena masih ada Soo Jin di dekat mereka. Setelah Soo Jin pergi, Hye Jung berkata kalau dia merasa lelah dan ingin tidur sebentar, namun Ji Hong tak mengizinkan hal itu. Dia membawa Hye Jung pergi jalan-jalan.

Di sebuah taman yang sepi, Ji Hong mengajak Hye Jung mendengarkan lagu bersama. Mereka mendengarkan lagu sambil berpegangan tangan. Tepat disaat lagi romantis-romantisnya, Hye Jung di telpon Kang Soo. Wkwkkwk

Kang Soo menelpon untuk memberitahu Hye Jung kalau ada pria usia 29 tahun tertimpa neonbox saat berjalan. Kondisi mentalnya 7 dalam GCS.[sistem penilaian yang digunakan untuk menggambarkan tingkat kesadaran dalam diri seseorang setelah cedera otak traumatis.]

“Lakukan pindai CT. Aku akan kesana,” jawab Hye Jung dan menutup telepon. Dia kemudian berkata pada Ji Hong kalau romantisme mereka hari ini, sampai disini saja. Tak mau membuang waktu-nya bersama Hye Jung, Ji Hong pun berkata kalau masih ada waktu untuk bersama dengan Hye Jung, sampai Hye Jung tiba ke IGD.

Tuan Nam membawa kedua anaknya ke rumah sakit untuk bertemu dengan Ji Hong. Yang ingin Tuan Nam periksakan adalah Nam Dal, dia kesulitan dalam berjalan.

Myung Hoon sudah berada di ruang rapat dan dia merasa senang karena pendapatan dari departemen Bedah syaraf di bulan ini meningkat sampai 2 juta won. Dr. Kim menambahkan kalau kenaikan itu berkat Ji Hong yang berhasil Lee Soo Jung, atlet panah pemegang medali olimpiade.

“Ini yang selalu kubilang, marketing. Karena Wakil Kim Tae Ho mendengarkan nasihatku, aku senang. Mulai sekarang, lanjutkan prestasimu.  Aku akan kembalikan kartu kredit perusahaan padamu dan cuti untuk departemenmu. Bukankah aku orang yang menyenangkan dalam pekerjaan, saudara-saudara ? Rumah sakit kita, akan memulai baru. Kita akan terus laksanakan pusat medis manula.  Mari kita jadi rumah sakit bagi abad 21 !” ucap Myung Hoon dan dr. Kim terlihat tak nyaman mendengarnya.

Kita beralih pada Ji Hong yang memberitahu Tuan Nam kalau Dal memang mengalami masalah pada otaknya dan untuk memastikannya, mereka harus melakukan pindai MRI. Tepat disaat itu si kakak mengeluh kebelet pipis, namun Tuan Nam belum bisa mengantarkannya. Dia ingin bertanya pada Ji Hong, apakah pindai MRI itu tidak termasuk dalam asuransi dan Ji Hong menjawab tidak termasuk. Tapi kalau mereka melakukan MRI dan ditemukan sesuatu, maka penyakit Dal akan bisa cepat di atasi.

Sang kakak sudah tak tahan lagi, jadi dia langsung berlari keluar ruangan untuk mencari toilet. Saat berlari mencari toilet, si kakak menabrak Seo Woo dan terjatuh. Berkat Seo Woo, si kakak akhirnya tau dimana toiletnya dan ketika berlari ke toilet dia tiba-tiba terjatuh lagi. Karena si kakak meninggalkan ponselnya, jadi Seo Woo pun mengejarnya dan menunggu di depan toilet sampai si kakak keluar.

Seo Woo pun mengantarkan si kakak ke tempat dia sebelumnya. Saat jalan bersama, si kakak memuji Seo Woo cantik dan tentu saja pujian itu membuat Seo Woo senang. Si kakak terus tertawa dan Seo Woo kemudian bertanya apa si kakak terus tertawa seperti itu. Si kakak mengiyakan, dia terus tertawa walau sedang merasa sedih.

“Namaku Hae, nama adikku Dal. Meskipun Dal sakit, aku selalu ketawa. Aku sedih, karena tertawa terus meskipun dia sakit,” aku Hae dan tertawa. Tepat disaat itu Tuan Nam dan Dal datang untuk menjemput Hae ke toilet. Saat akan menghampiri sang ayah, Hae terjatuh sendiri. Walaupun jatuh, Hae terus tertawa.

Yeon Do muncul dan Seo Woo langsung meminta mendekat. Walaupun merasa tak nyaman, Yeon Do tetap menghampiri Seo Woo. Seo Woo meminta Yeon Do untuk melihat Hae, karena Seo Woo merasa Hae sedikit aneh.

“Pak, apakah Hae selalu tertawa begini ?” tanya Seo Woo pada Tuan Nam.

“Ah ya.  Dia virus bahagia.  Selalu tertawa. Kadang saat tidurpun dia tertawa,” jawab Tuan Nam dan setelah mendengar jawaban itu, Seo Woo memberitahu Tuan Nam kalau ketawa-nya Heo merupakan penyakit.

“Sunbae, dia sering buang air kecil dan terjatuh. Kau lihat caranya tertawa ?” tanya Seo Woo pada Yeon Do.

“Kejang Gelastik,” jawab Yeon Do dan kemudian berkata kalau mereka harus melakukan tes terhadap Heo.

Myung Hoon masih bersama rombongan dokter lainnya, ketika mereka melewati TV yang di pasang di rumah sakit, mereka melihat berita tentang Rumah sakit Gukil yang sekarang dalam penyelidikan korupsi. Gugatannya di berikan apda Eksekutif Kim dan Manager Lee.

“Skandal ini diawali dengan tingginya kompetisi dalam perekrutan dan menyebabkan beberapa pegawai rekrut menerima soal tes lebih dulu agar mempermudah diterima.  Saat ini polisi dalam penyelidikan. Karena masalah korupsi ini,” lapor si pembawa acara.

Myung Hoon masuk ruangannya dengan emosi. Dia marah karena dia tak tahu masalah korupsi tersebut, tapi sekarang dia yang mendapat dampaknya.

Kita beralih pada Kang Soo dan Jong Dae yang mengeluhkan orang bernama Jung Yoon Tae, karena Yoon Tae selalu mengeluarkan pasien yang tak sadarkan diri. Jong Dae kemudian mengajak Kang Soo untuk ke atas dan kembali lagi kalau di panggil. Karena kalau mereka ada di bawah terus, mereka harus menangani semua kasus IGD.

Tepat di saat itu, Kang Soo mendapat telepon dari Yoo Sun Hee, perwakilan dari SBC “Focus People”. Dia menelpon untuk membahas tentang komik yang berjudul “Dokter Wanita Gangster”, karena Kang Soo yang sudah menulisnya.

“Anda bilang karakter komik anda dari orang sungguhan? Jadi aku ingin mengundang orang itu ke acara kami,” ucap Sun Hee karena wanita cantik yang jadi dokter dengan masa lalu suram, sangat cocok untuk menjadi bintang tamu di acaranya.

Tak mau mendengar panjang lebar lagi, Kang Soo langsung berkata kalau wanita itu tidak akan mau masuk tv, jadi dia meminta pada si Sun Hee untuk menikmati komiknya saja.


loading...

“Aah, aku bisa kena hajar dokter Yoo kalau sampai dia tahu soal ini,” keluh Kang Soo dan mereka kemudian menghampiri Hye Jung. Mereka mengajak Hye Jung makan bersama. Tapi karena Hye Jung ingin makan bersama Ji Hong, jadi Hye Jung pun menyuruh Kang Soo dan Jong Dae untuk kembali bekerja.

Ji Hong sampai duluan di kantin dan acara makan bersama Hye Jung pun gagal karena di kantin ada In Joo dan Pa Ran. Tak bisa makan berdua, mereka akhirnya makan berempat dengan In Joo dan Pa Ran. Karena Pa Ran merasa kalau Hye Jung dan Ji Hong sedang janjian untuk makan bersama, Ji Hong pun tak mau menutupinya lagi dari mereka berdua. Dia terang-terangan berkata kalau dia dan Hye Jung sudah pacaran. Tentu saja kabar itu membuat In Joo dan Pa Ran kaget, namun mereka mendukung hubungan mereka dan berjanji untuk merahasiakannya dari yang lain. Karena menurut Pa Ran, jika pacaran di satu tempat kerja, paling bagus kalau sembunyi-sembunyi.

Tuan Jin masuk ke ruangan Myung Hoon dan marah-marah karena citra rumah sakit sekarang mulai jelek. Tapi mereka masih bisa bernafas lega karena jaksa yang menangani kasus ini adalah anggota VIP rumah sakit mereka.

Kyung Joon menghampiri meja Soo Jin dan mengeluh kalau rumah sakit mereka terus terkena gosip tak sedap. Soo Jin pun mengaku kalau dia juga terkena dampaknya, dia jadi sering ditanyai. Terlepas dari masalah itu, Soo Jin kemudian membahas tentang komik buatan Choi Kang Soo ada kemungkinan akan di jadikan buku.

“Hebat sekali, bukan ? Dia baru tahun pertama tapi sudah pandai bekerja,” puji Soo Jin.

“Selama ini dia tidak kerja, ternyata melakukan hal lain. Anak itu …,” keluh Kyun Joon.

“Harusnya kau baik-baik padanya,” ucap Young Kook.

“Kenapa ??”

“Kalau bukunya jadi bestseller kau bisa mendapatkan sesuatu darinya,” jelas Young Kook.

“Setelah kupikir, Kang Soo bergerak cepat sekali. Joong Dae, Joong Dae, Ahn Joong Dae yang jadi masalah,” ralat Kyung Joon. Tepat disaat itu Jong Dae muncul dan langsung memeluk Kyung Joon. Tak senang dipeluk, Kyung Joon pun menyuruh Jong Dae melepaskannya.

“Kenapa pasien Ahn Sae Young masih mengkomsumsi wafarin ?” tanya Kyung Joon dan Jong Dae menjawab tidak. Dia menambahkan kalau Kang Soo yang sudah mengeceknya. Mendengar itu, Kyung Joon tiba-tiba marah, dia berkata kalau orang yang harus memeriksa pasien itu adalah Jong Dae, bukannya Kang Soo. Setelah Joong Dae pergi, Kyung Joon langsung bertanya pada Soo Jin, apa Kang Soo benar-benar pandai menggambar.

Yeon Do dan Seo Woo sudah melakukan pemeriksaan pada Heo dan tebakan Yeon Do benar. Heo mengalami kejang gelastik. Yeon Do kemudian memuji Seo Woo karena sudah bekerja dengan baik.

“Hari ini aku dapat pujian 2 kali.  Satu dari anak itu, satu lagi dari sunbae,” aku Seo Woo dan Yeon Do menyebut Seo Woo jadi menyedihkan. “Kasihan dan cinta tidak ada hubungannya, kan ?”

“Tidak berhubungan,” jawab Yeon Do.

“Sudah kukira.”

“Kau masih punya perasaan padaku ?” tanya Yeon Do.

“Kau masih punya perasaan pada Hye Jung ?” tanya Seo Woo balik.

“Tak salah lagi. Kau tahu cara menyakitiku. Kita harus temui orang tua pasien ini,” ucap Yeon Do dan Seo Woo kemudian memberitahu kalau adik Heo adalah pasien Ji Hong. Namun dia tidak tahu adik Heo sakit apa, karena hasil MRI nya belum keluar. Yeon Do pun menyuruh Seo Woo untuk menghubungi Ji Hong.

Seo Woo kembali menatap Yeon Do dan kemudian mengaku kalau dia sangat membenci Yeon Do, tapi dia juga suka pada Yeon Do. Yeon Do pun bertanya kenapa Seo Woo sangat menyukainya, apa semua itu karena latar belakang yang Yeon Do miliki.

“Awalnya begitu. Kau lebih baik daripada aku. Ada banyak lelaki yang suka aku, kebanyakan dari mereka suka yang aku miliki.  Kalau sunbae, aku tidak perlu khawatir soal itu,” jawab Seo Woo.

“Tangani hatimu baik-baik. Apakah kau sungguh cinta aku, atau karena kau tidak perlu khawatir jika denganku.”

“Apa bedanya ?”

“Percaya pada seseorang dan mencintai seseorang, berbeda. Meskipun kau tidak percaya seseorang.. kau tetap bisa mencintainya,” jelas Yeon Do dan Seo Woo menyebut kalau hal itu sangat berbahaya. “Kau akan lakukan hal berbahaya… demi cinta,” ucap Yeon Do dan kemudian pergi.

Setelah makan bersama, Pa Ran dan In Joo pun memberi wejangan pada pasangan baru itu. Pa Ran menyarankan agar mereka berdua tidak terlihat kaget ketika kepergok sedang bermesraan, mereka hanya harus pura-pura sedang mengobrol tentang pekerjaan. Tepat disaat itu, Hye Jung mendapat telepon dari Seo Woo yang bertanya apa hasil MRI Nam Dal sudah keluar dan Hye Jung menjawab belum. Seo Woo kemudian memberitahu kalau kakak Nam Dal adalah pasien Yeon Do, jadi mereka berempat harus bicara.

Ji Hong dan Hye Jung dalam perjalanan menemui Yeon Do dan Seo Woo. Namun di tengah jalan, Kang Soo muncul dan minta waktu untuk bicara dengan Hye Jung, jadi Ji Hong pun pergi duluan untuk menemui Yeon Do.

Sebelum mengatakan apa yang ingin dia katakan, Kang Soo meminta Hye Jung berjanji untuk tidak membunuhnya setelah mengetahui semuanya. Kang Soo kemudian menunjukkan komik yang dia buat tentang Hye Jung dan dia ingin menjadikan Hye Jung seorang bintang.

“Sudah kuperiksa, acara “Focus People” SBC punya rating yang tinggi.  Bisa dianggap acara yang sangat sukses,” ucap Kang Soo dan Hye Jung hanya melihat ke arahnya dengan ekspresi tak senang, sehingga Kang Soo pun hanya bisa mengucapkan kata maaf.

“Atasi ini, mengerti ? Jangan berikan nomorku ke stasiun penyiaran, jangan sampai mereka menelponku,” pesan Hye Jung dan Kang Soo pun mengiyakan.

Hye Jung masuk ruangan dan Ji Hong langsung mempersilahkannya duduk. Tanpa peduli kalau di sebelah mereka ada Seo Woo dan Yeon Do yang menatap aneh ke arah mereka. Ji Hong menanyakan tentang apa yang Hye Jung lihat dari dari gambar hasil tes dan Hye Jung menjawab “Sepertinya medulloblastoma [Tumor otak]”

“Dengar, kan ? Ini adalah medulloblastoma,” ucap Ji Hong pada Yeon Do.

“Apa … apa yang kalian lakukan ?” tanya Yeon Do.

“Apalagi ? Mendiagnosis.”

“Sikap kalian beda sekali. Bagaimana menurutmu ?” tanya Yeon Do pada Seo Woo.

“Ada yang berbeda, meskipun aku tidak tahu apa itu,” jawab Seo Woo dan Ji Hong meminta pada mereka berdua untuk tidak membahas hal-hal yang tidak penting. Jadi mereka harus fokus pada kedua pasien mereka.

Yoon Do menjawab kalau dia akan melakukan radiasi pada Hae, karena ukuran dan lokasi tumor yang sudah beresiko besar. Untuk riwayat keluarganya sendiri, tidak ada sesuatu yang khusus. Ji Hong kemudian memutuskan kalau mereka harus bertanya ke walinya terlebih dahulu sebelum memutuskan kelanjutannya.

Hye Jung kemudian memberitahu Tuan Nam kalau Dal punya medulloblastoma, dimana letaknya berada di vermis bagian belakang kepala. “Gejalanya adalah muntah, sakit kepala dan hydroencephalus [kondisi di mana cairan terakumulasi di otak] Kondisi motoriknya juga akan terganggu. Ia mendadak bisa punya gangguan berjalan atau keseimbangan,” jelas Hye Jung yang kemudian mengatakan kalau tumor Dal sudah besar, jadi harus segera di tangani.

“Apakah dia akan sembuh total jika Ia menerima perawatan ?” tanya Tuan Nam.

“Ya, tumor dapat diangkat dengan operasi. Ia harus mendapatkan radiasi dan pengobatan juga,” jawab Hye Jung dan Tuan Nam meminta agar anaknya segera di operasi. Saat diberi kesempatan beratanya, Tuan Nam langsung menanyakan berapa biaya operasinya. Namun sayang, Hye Jung kurang tahu dengan jawabannya, jadi dia menyarankan pada Tuan Nam untuk menanyakannya langsung ke bagian administrasi. Melihat Tuan Nam yang terlihat terbebani dengan biaya kedua anaknya, Hye Jung pun berkata kalau dia akan bicara soal biayanya pada kantor kesejahteraan sosial. Mendengar itu, Tuan Nam begitu berterima kasih atas bantuan Hye Jung.

Tuan Nam kemudian menemui Yoon Do yang langsung memberitahu kalau Heo mengalami kejang gelastik. Itu adalah penyakit dimana si pasien terus tertawa padahal dia tak ingin tertawa. “Tumornya menekan bagian hipotalamus. Hipotalamus mengontrol segalanya. Temperatur, napas, emosi bahkan perkembangan dirinya,” jelas Yoon Do melalui gambar tes-nya.

“Jadi, tawamu adalah penyakit. Ayah macam apa aku, sampai tidak tahu ?” sesal Tuan Nam.

“Umumnya orang tidak tahu. Jangan salahkan diri anda. Yang penting adalah saat ini,” jawab Seo Woo dan Tuan Nam kemudian bertanya apa yang harus dia lakukan.

“Ia sedang masa pertumbuhan, harus segera ditangani,” jawab Yoon Do dan Tuan Nam bertanya apa Heo bisa dirawat tahun depan, kalau memang penyakitnya itu tidak terlali bahaya.

“Hipotalamus dapat berefek pada pertumbuhan dan perkembangannya. Jika dibiarkan, pertumbuhannya bisa terganggu. Pernapasannya juga bisa bermasalah,” jelas Seo Woo dan Tuan Nam pun memutuskan untuk mengoperasi Dal dulu, baru nanti Heo menyusul.

Yoon Do setuju dan dia memberitahu Tuan Nam untuk bertanya pada Seo Woo, jika dia punya pertanyaan lagi. Tuan Nam terlihat bingung, dia bingung memikirkan biaya operasi kedua anaknya.

Bersambung ke sinopsis Doctors ep 13 – 2

 

 

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis doctors episode 13
  • sinopsis doctors ep 13
  • sinopsis doctor episode 13

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *