Home » Doctors » Sinopsis Doctors Episode 11 – 2

Sinopsis Doctors Episode 11 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Doctors Episode 11 – 2, bercerita tentang Hye Jung yang meminta Ji Hong untuk berubah. Hye Jung ingin mencintai seorang pria yang mau berbagi kesusahannya. Selain itu, Hye Jung juga mengaku kalau hal yang paling dia takutkan di dunia ini adalah di tinggalkan. Disamping itu, Yeon Do yang sudah benar-benar jatuh cinta pada Hye Jung, mengaku pada Hye Jung kalau dia tak akan menyerah. Dia akan tetap mengejar cinta Hye Jung. Di akhir episode, keadaan tuan Hong kritis dan Ji Hong terus melakukan CPR untuk menyelamatkannya.

Sinopsis Doctors Episode 11 – 1

Sinopsis Doctors Episode 11 – 2

Di dalam ruang rawat pasien Cho Soo Ji, terlihat suaminya yang terus saja bersama dengan sang istri, ia terlihat sangat khawatir dengan keadaan istrinya. Tak lama datang Ji Hong bersama dengan Hye Jung untuk memeriksa keadaan Soo Ji. Saat Ji Hong sedang menjelaskan pada suami pasien untuk tidak khawatir karena Soo Ji belum juga sadar, terlihat In Joo datang bersama dengan Tae Yang. Sama dengan Ji Hong, In Joo juga menjelaskan pada suami Soo Ji untuk tidak khawatir pada keadaan istrinya. Saat Ji Hong bersama dengan In Joo terlihat dari raut wajah Hye Jung, kalau ia sedang cemburu dengan In Joo.

Mereka pun keluar bersama  dari ruang ICU, In Joo bertanya pada Hye Jung, apa Hye Jung ingin ikut minum bersama dengan mereka. Hye Jung menolaknya dengan alasan kalau ia sedang sibuk, setelah menjawab pertanyaan In Joo, Hye Jung langsung pergi. Melihat itu In Joo terkejut, ia pun bertanya pada Ji Hong apa dia dan Hye Jung sedang bertengkar. Ji Hong menjawab kalau dia tidak menginginkan pertengkaran tapi Hye Jung terus saja memulai pertengkaran. In Joo pun mengatakan kalau itu bagus, karena itu bertanda kalau Hye Jung mencintai Ji Hong, sama dengan apa yang In Joo lakukan pada Ji Hong dulu.

Saat In Joo ingin pergi tiba-tiba ia berenti dan meminta maaf pada Ji Hong. Karena dulu ia pernah berbuat sebuah kesalahan pada Hye Jung. Mendengar itu membuat Ji Hong bingung.

Di dalam lift Hye Jung terlihat sedang merenungkan sesuatu, ia terlihat sangat sedih. Dan tak lama ia mendapat telepon dari Dr. Kim, Hye Jung pun langsung mengangkatnya.

Ternyata Dr. Kim menyuruh Hye Jung untuk datang ke ruangannya untuk membicarakan tentang tindakan disiplin. Mendengar itu Hye Jung menghela nafas, ia meminta maaf dan berjanji kalau itu tidak akan terulang lagi. Namun ternyata Dr. Kim ingin memberitahu kalau Presiden Jin tidak akan membiarkan Hye Jung mendapat hukuman atas tidakan itu. Hye Jung pun tersenyum dan berterima kasih pada Dr. Kim. Mendengar itu Dr. Kim langsung menyuruh Hye Jung untuk berterima kasih pada Ji Hyo. Karena Ji Hong sudah banyak berbuat untuk kasus yang di menimpa Hye Jung. Mendengar itu membuat Hye Jung tidak nyaman karena sebelumnya ia sudah memarahi Ji Hong, karena perbuatan Ji Hong yang sudah membantunya.

Beralih ke tempat lain dimana Ji Hong sedang menyiram bunga yang Hye Jung berikan di ruangannya. Ji Hong langsung menyuruh masuk, saat mendengar ada orang yang mengetuh pintu ruangannya. Dan ternyata orang itu adalah Hye Jung.

“Aku baru dari kantor Dr Kim. Aku dengar kau memintanya untuk membantuku.” Ucap Hye Jung.

“Aku dengar dari In Joo bahwa dia… berbuat salah padamu di masa lalu. Kenapa kau tidak bilang?” tanya Ji Hong mengalih kan pembicaraan namun Hye Jung meminta Ji Hong untuk tidak mengalihkan pembicaran karena apa yang terjadi pada drinya dan In Joo itu adalah urusan mereka, tidak ada yang harus diberitahu pada Ji Hong. “Hye Jung, aku sangat bingung melihatmu bersikap seperti ini.” Ucap Ji Hong.

“Tulus denganku, dan silakan datang untuk berdamai dengan diri sendiri. Kau tahu kenapa aku bilang aku melakukan pekerjaan rumahku sendiri? Ini karena aku tidak ingin menempatkanmu dalam bahaya karena aku. Aku mencoba yang terbaik untuk menghentikanmu dari memasuki bagian gelap dari hidupku. Aku tahu bahwa kau adalah orang yang akan memberi semua yang kau miliki… dan bahkan mencari hal yang kau tidak miliki. Jika aku menerima semua yang kau berikan kepadaku, aku tidak akan bisa hidup tanpamu. Kau akan mengontrol seluruh hidupku. Kau memberiku segalanya, dan kau tidak membiarkanku bahkan hanya sedikit. Aku juga ingin memberikan segalanya untuk pria yang ku cintai. Aku ingin pergi jauh ke dalam hidupnya… dan mendominasi hidupnya. Tapi kau… melakukan semuanya sendiri. Kau tidak butuh orang lain selain diri sendiri. Apa yang terjadi ketika kau tidak lagi…mencintaiku?” tanya Hye Jung.

“Itu tak akan pernah terjadi.” Jawa Ji Hong.

“Kau tidak pernah bisa mengatakan tidak pernah. Kau tahu apa yang paling aku takuti? Ditinggalkan.” Ucap Hye Jung. Dan Ji Hong pun terdiam sebentar lalu bertanya apa yang Hye Jung ingin Ji Hong lakukan. Hye Jung pun meminta Ji hong untuk berubah. Hye Jung tersenyum lalu pergi dari ruangan Ji Hong.

Kita pindah ke Yoon Do yang sedang berolah raga di rumahnya. Saat ia sedang berolah raga ia teringat dengan ucapan Hye Jung “Aku tidak percaya cinta antara seorang pria dan seorang wanita. Tapi jika aku harus jatuh cinta dengan seseorang, orang itu pasti Prof. Hong.”. mengingat itu membuat Yoon Do kesal, ia pun mngayuh sepeda statiknya dengan sangat kencang, Yoon Do berhenti dan melihat jam tangannya.

Yoon Do pun mencuci tangannya. Saat ia sedang mencuci tangannya. Yoon Do melihat dirinya dari pantulan cermin. Ia pun mengatakan bahwa dirinya adalah seorang pecundang. Yoon Do menghela nafas lalu membasuh wajahnya berulang- ulang.

Setelah selesai membersihkan dirinya, Yoon Do duduk di sofa sambil meminum minuman kaleng. Yoon Do meletakkan minumannya dan mengambil bola kasti, ia melemparnya ke dinding dan menangkapnya. Namun saat ia melemparnya untuk yang kedua kalianya, Yoon Do tidak menangkap bola itu dan membiarkan bola itu menggelinding ke tempat lain. Yoon Do mengambil ponselnya, ternyata ia menelepon Hye Jung.

Dirumahnya Hye Jung sedang melihat video operasi, dan saat melihat ponselnya bergetar Hye Jung langsung mengangkatnya.

“Ya, Dokter.” Ucap Hye Jung.

“Dr Yoo. Kau tahu bahwa aku seorang pecundang yang pikirannya berubah-ubah, kan?” tanya Yoon Do dan Hye Jung mengiyakannya. “Kau bilang jika kau harus mencintai seorang pria, pria itu pasti Prof. Hong. Tapi itu berarti kau belum mencintai siapapun.” Ucap Yoon Do.

“Apa maksudmu?” tanya Hye Jung.

“Aku akan pergi kemana hatiku membawaku… bahkan jika itu jalan yang rusak. Selamat malam.” Ucap Yoon Do lalu memutuskan panggilannya. Hye Jung terlihat bingung dengan apa yang harus ia lakukan dengan situasi seperti itu.

Hye Jung pun melihat ke arah boneka yang Ji Hong berikan padanya pada saat mereka sedang bermain di Time Zonk. Hye Jung berdiri dan mengambil boneka sapi berwarna putih yang ada di sebelah bantal tidurnya.

Sedangkan Ji Hong ia memutar lagu dari DVDnya. Terlihat gambar wadah CD itu adalah gambar untuk cover lagu yang saat itu ia mainkan waktu menari bersama Hye Jung di taman. Ji Hong duduk di sofa sambil minum soju, Ji Hong teringat dengan ucapan Hye Jung yang menyuruhnya untuk berubah.

Kembali ke Yoon Do, dia meletakkan ponselnya dan kembali meminum minuman kalengnya. Yoon Do terlihat sedang sedih karena Hye Jung lebih memilih Ji Hong dari pada dirinya.

Sedangkan Hye Jung ia sedang memeluk boneka sapi yang diberikan oleh Ji Hong padanya.

Keesokannya saat Hye Jung sedang berjalan sendirian di rumah sakit, ia berpapasan dengan Ji Hong yang saat itu juga sedang sendiri. Hye Jung memberi salam hormat, tanpa berkata panjang lebar Ji Hong langsung mengajak Hye Jung pergi.

Saat mereka menuruni tangga mereka berpapasan dengan Yoon Do dan Kyung Joon yang baru saja keluar dari ruang ICU. Yoon Do bertanya kapan Hye Jung akan makan siang, Hye Jung menjawab kalau dia tidak tahu. Hye Jung pun melihat ke arah Ji Hong, dan Ji Hong berjalan pergi. Melihat Ji Hong pergi Hye Jung juga ikut pergi bersama Ji Hong. Sedangkan Yoon Do hanya bisa menghela nafas sambil melihat ke arah Hye Jung.

Ternyata Ji Hong dan Hye Jung pergi ke ruang ICU tempat Pasien bernama Cho Soo Ji di rawat mereka pergi bersama dengan Young Kook, dan di sana terlihat suami Soo Ji yang setia duduk di sampingnya. Soo Ji menuruti perkatan Hye Jung yang menyuruhnya untuk mengedipkan mata. Ji Hong menyuruh Soo Ji untuk mengikuti jarinya dengan matanya dan Soo Ji bisa melakukannya. Namun saat Ji Hong menyuruh Soo Ji untuk membuka mulutnya dan menggerakan jarinya, Soo Ji tidak bisa melakukannya. Ji Hong pun memegang tangan Soo Ji dan bertanya apa Soo Ji merasakan pegangan Ji Hong, Soo Ji mengiyakannya dengan cara mengedipkan matanya. Ji Hong menyuruh Hye Jung untuk melakukan MRI scan.

Di ruang Radiografi, Ji Hong, Hye Jung dan Young Kook sedang melihat hasil MRI Scan milik pasien Cho Soo Ji. Ji Hong bertanya pada Hye Jung apa yang Hye Jung lihat, Hye Jung pun menjawab kalau ia melihat batang otak yang rusak. Ji Hong pun mengatakan kalau pasien Soo Ji mengalami sindrom terkunci, Hye Jung bertanya apa yang artinya bahwa pasien sadar namun tidak bisa bergerak seolah-olah da terkunci di dalam tubuhnya. Dan Ji Hong mengiyakannya, ia juga mengatakan kalau kemungkinan untuk sembuh sangat rendah, Ji Hong menyuruh Hye Jung untuk menjelaskan hal itu pada suaminya Soo Ji, lalu Ji Hong pergi dari ruangan itu.

Ternyata Ji Hong pergi untuk menemui ayahnya, Ji Hong pergi membawa ayahnya berjalan-jalan di taman rumah sakit.

“Kau datang menemuiku terlalu sering. Ini tidak baik.” Ucap Ketua Hong.

“Kenapa tidak?” Tanya Ji Hong.

“Itu membuatku merasa seperti aku menerima hukuman mati.” Jawab Ketua Hong.

“Aku tidak percaya betapa buruk dirimu dalam memahami perasaanku. Aku tidak akan datang menemuimu lagi. Aku hanya akan datang ketika kau memintaku.” Ucap Ji Hong.

“Apapun yang kamu mau.  Aku tak apa dengan itu.” ucap Ketua Hong dan mereka pun terdiam sambil menikmati suasana di luar.

Kembali ke dalam rumah sakit, Hye Jung dan Young Kook baru saja keluar dari dalam lift. Young Kook mengatakan kalau ia merasa tidak enak dengan suami Soo Ji karena ia sudah menunggu siang malam tanpa bekerja. Hye Jung berhenti dan mengatakan kalau “Setidaknya dia masih hidup. Dia memiliki harapan selama dia masih hidup. Dia akan bertahan jika dia benar-benar mencintainya.”. Young Kook mengatakan kalau semua ahli bedah wanita mengatakan bahwa suami Soo Ji merupakan tipe mereka karena ia hanya melihat sang istri.

Saat mereka sedang berbicara terlihat suami Soo Ji yang datang menemui mereka. suami Soo Ji bertanya apa yang terjadi pada istrinya karena sang istri hanya diam dan tidak bergerak maupun berbicara. Hye Jung menyuruh suami Soo Ji untuk tenang dan duduk di kursi untuk membicarakan sesuatu. Namun suami Soo Ji terlihat sangat kesal ia menekan kalimat nya saat bicara pada Hye Jung, yang mengatakan kalau ia hanya melihat istrinya seperti mayat. Namun setelah melakukan itu, ia langsung meminta maaf karena sudah membentak Hye Jung.

Suami Soo Ji pun pergi menemui sang istri, saat ia kesana terlihat mata sang istri terbuka. Suami Soo Ji melihat ke sana kemari lalu mendekat ke arah Soo Ji.

loading...

“Ini tidak seburuk yang aku pikirkan. Kau dapat berpikir dan merasakan segala sesuatu, tapi kau hanya tidak bisa bergerak atau mengekspresikan diri. Oh, benar. Kau dulu suka menari. Kau tidak akan bisa menari lagi. Tapi itu tidak masalah. Sekarang aku tidak perlu melihatmu tertawa dan menari dengan orang lain, kan?” ucap Suaminya dan Soo Ji langsung menutup matanya. “Kau bisa buka matamu. Buka matamu. Aku mencintaimu.” Ucap Suaminya lalu ia pun membuka matanya, melihat itu suaminya pun tersenyum.

Kita beralih ke Young Kook yang sedang menjelaskan tentang pasien Kim Jin Hwan pada Seo Woo. Saat sedang menjelaskan terlihat Yoon Do bersama dengan Kyung Joo yang baru saja datang. melihat Seo Woo di sana, Yoon Do ingin pergi namun terhenti saat mendengar pertanyaan Seo Woo yang bertanya kenapa Yoon Do menghindarinya, Yoon Do pun menjawab kalau ia tidak menghindari Seo Woo.

Terlihat suami Soo Ji yang baru saja lewat, melihat suami Soo Ji membuat perawat Soo Jin bersama dengan perawat lain yang ada di sebelahnya terpesona. Perawat yang bersama dengan Soo Jin langsung memalingkan wajahnya kerena wajahnya sudah memerah, saat melihat Young Kook yang bertanya “Siapa?”.

“Dia berbicara tentang suami pasien sindrom terkunci. Dia luar biasa Dia begitu manis dan hanya memiliki mata untuk seorang wanita.” Ucap Soo Jin.

“Aku tahu jenis pria yang hanya memiliki mata untuk seorang wanita.” Ucap Seo Woo.

“Siapa? Dr Jung Yoon Do?” tanya Soo Jin.

“Dia itu sampah.” Jawab Seo Woo.

“Kenapa aku bahkan berdiri di sini ketika tidak ada ucapan baik yang kau katakan?” ucap Yoon Do lalu pergi dari sana. setelah Yoon Do pergi Kyung Joon langsung mendekat ke Young Kook dan mengatakan “Dr Jin satu2nya yang bisa membuat Dr Jung takut.”. Seo Woo pun pergi dari sana. mendengar itu Soo Jin langsung mengatakan kalau Yoon Do itu menurunkan Seo Woo.

Seo Woo pergi keluar rumah sakit, dan di sana juga ada Young Kook yang baru saja keluar mengikuti Seo Woo. Young Kook memegang pundak Seo Woo ia mengatakan kalau itu tadi tempat umum, Young Kook mengatakan itu pada Seo Woo karena ia tidak ingin orang begosip tentang Seo Woo. Seo Woo bertanya apa orang bergiosip tentang Yoon Do yang sudah menolaknya dan Young Kook mengiyakan itu. Seo Woo menghela nafas dan mengatakan kalau itu memalukan, ia juga bertanya kenapa ia harus bergantung pada pria. Young Kook pun menjawab karena Seo Woo adalah seorang wanita. Seo Woo tersenyum, ia mengatakan kalau Young Kook selalu mempunya jawaban yang jelas untuk semuanya, ia juga mengiyakan ucapan Young Kook dan pergi meninggalkan Young Kook. Melihat itu Young Kook tersenyum sambil melihat ke arah Seo Woo.

“Kau harus ganti seleramu terhadap pria. Kau tidak akan menemukan seorang pria yang bisa kau hormati.” Ucap Young Kook lalu kembali ke dalam rumah sakit.

Di malam harinya terlihat In Joo, Ji Hong dan Pa Ran datang ke cafe Sooni Hawaii. Melihat Ji Hong datang Soon Hee langsung mendekati Ji Hong. Saat Pa Ran melihat Soon Hee ia mulai belagak sok keren untuk memikat Soon Hee namun In Joo langsung menhentikannya dengan mengajak Pa Ran untuk duduk. Ji Hong bertanya apa bisnis Soon Hee berjalan lancar, Soon Hee mengiyakannya dan bertanya kenapa Hye Jung tidak datang bersama dengan Ji Hong. Ji Hong menjawab kalau ia merasa Hye Jung sedang merajuk.

Soon Hee menghela nafas dan mengatakan kalau Hye Jung tidak akan begitu tanpa alasan, Soon Hee merasa yakin kalau Ji Hong sudah melakukan sesuatu kesalahan. Ji Hong mengiyakannya kalau ia yang salah, Ji Hong lupa kalau Soon Hee dan Hye Jung adalah sahabat, dan meminta Soon Hee memberinya makanan yang lezat. Soon He tertawa dan mengiyakannya.

Beralih ke rumah sakit, di sana Hye Jung pergi menemui Soo Ji. Hye Jung memegang tangan Soo Ji dan Soo Ji pun membuka matanya.

“Aku tahu kau bisa berpikir. Aku juga tahu kau bisa merasa. Hanya kau yang bisa membuka pintu yang telah ditutup. Kau harus tetap bergerak maju. Kau harus.” Ucap Hye Jung dan Soo Ji meminta bantuan Hye Jung dengan tatapan matanya.

Hye Jung memegang tangan Soo Ji dengan kedua tangannya. Hye Jung tersenyum da pergi meninggalkan Soo Ji. Dan terlihat di mata Soo Ji, ia meneteskan air matanya.

Tuan Jin pergi ke ruangan Ketua Hong, ia membuka semua dokumen yang ada di sana. Tuan Jin menggunakan sarung tangan agar tidak meninggalkan sidik jari, sehingga orang tidak tahu kalau dia yang sudah mengobrak-abrik ruangan Ketua Hong.

Setelah mengobrak-abrik ruangan Ketua Hong, Tuan Jin pergi ke ruang rawat Ketua Hong, di sana juga ada seorang perawat. Tuan Jin menyuruh perawat itu untuk keluar karena mereka harus bicara berdua. Ketua Hong bertanya kenapa Tuan Jin datang, Tuan Jin bertanya tentang keadaan Ketua  Hong, dan Ketua Hong mengatakan kalau ia baik.

“Beritahu aku. Bagaimana bisa kau lakukan ini padaku? Apa yang kau katakan saat kau menyodorkan file dana gelapku? Kau bilang itu yang kau miliki.” Ucap Tuan Hong.

“Lalu?” tanya Ketua Hong.

“Apa? Kau bilang “lalu”? Itu bukan satu-satunya file dana gelap yang kau miliki! Aku mengaduk-aduk kantormu dan menemukan salinan!” ucap Tuan Jin.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Ketua Hong.

“Apa yang Myung Hoon lakukan begitu salah? Siapa yang mengembangkan rumah sakit ini?” tanya Tuan Jin balik.

“Mengembangkan rumah sakit hanya mengisi perut serakahmu. Hal ini tidak menguntungkan kami. Itu hanya terlihat bagus di permukaan.” Jawab Ketua Hong.

“Kenapa kita jadi seperti ini?” tanya Tuan Jin.

“Itulah yang ingin aku katakan. Anakmu melilitmu di sekitar jarinya.” Ucap Ketua Hong.

“Saat kau tua, tujuan anakmu menjadi tujuanmu sendiri. Aku pikir itu dimana jalan kita menyimpang.” Ucap Tuan Jin.

“Kau telah kehilangan pikiranmu.” Ucap Ketua Hong.

“Perang dimulai sekarang. Kita berdua, Ji Hong dan Myung Hoon.  Mari kita mulai pertikaian.” Ucap Tuan Jin.

“Aku sudah bilang untuk menjauhkan anak-anak dari itu!” ucap Ketua Hong marah.

“Lalu kenapa kau menargetkan Myung Hoon seperti itu?! Kau pikir aku akan meninggalkan Ji Hong sendirian?!” tanya Tuan Jin lalu pergi meninggalkan Ketua Hong

Ketua Hong menyuruh Tuan Ji untuk berhenti namun Tuan Jin tidak melakukannya. Ketua Hong berdiri namun baru beberapa langkah, tiba-tiba saja Ketua Hong terhenti ia memegang dada sebelah kanan dan terjatuh. Ketua Hong mengarahkan tangannya ke arah pintu dan tak berselang lama tangan Ketua Hong sudah terjatuh.

Beralih ke cafe Sooni Hawaii, mereka sedang bersenang-senang sambil minum. In Joo mengatakan kalau ia sangat senang minum. Pa Ran mengatakan kalau In Joo adalah yang paling hebat minum di antara mereka bertiga dan Ji Hong lah yang trakhir. Ji Hong membela diri dengan mengatakan kalau ia kesulitan untuk bersaing dengan kecepatan In Joo. saat sedang minum bersama, Ji Hong mendapat telepon dari Dr. Kim, Dr. Kim menyuruh Ji hong untuk ke rumah sakit karena itu tentang Ketua Hong. Mendengar kabar kalau itu tentang ayahnya Ji Hong langsung bangkit dan menuju ke rumah sakit.

Ji Hong berlari menuju ke tempat ayahnya, Ji Hong terlihat lemas saat melihat kondisi ayahnya. Dr. Kim menyuruh Ji Hong menelepon Yoon Do dan menyiapkan angiogram. Ji Hong pun menyuruh Kyung Joon untuk membawa ayahnya ke kamarnya.

Saat Ji Hong dan Dr. Kim sedang berjalan berdua mereka langsung berlari saat mendengar peringatakan “Kode Biru. Dokter ke bangsal VIP di lantai 17. Kode Biru. Ke bangsal VIP.” Karena tempat itu adalah kamar tempat Ketua Hong di awat.

Ji Hong masuk bersama dengan Dr. Kim ia menanyakan apa yang terjadi. Dan di sana sudah ada Yoon Do bersama dengan Hye Jung.

“Sepertinya aritmia menyebabkan fibrilasi ventrikel.” Jawab Yoon Do.

“Tekanan darahnya menurun.” Ucap Hye Jung dengan mata berkaca-kaca.

Ji Hong menyuruh Hye Jung untuk mengambil defibrillator. Yoon Do mengatakan kalau Ketua Hong sudah tanda tangan form DNR. Mendengar itu Ji Hong teringat dengan ucapan ayahnya. “Aku tidak ingin resusitasi kardiopulmonari.”

Ji Hong pun membuka jasnya dan melakukan CPR pada Katua Hong. namun Ji Hong bersik keras menyuruh mereka membawa defibrillator meskipun Yoon Do sudah menentangnya.

“Aku mungkin tidak bisa bangun karena usiaku. Aku tidak ingin dipaksa untuk dihidupkan.” Batin Ketua Hong.

Dengan air mata yang terus mengalir Hye Jung mengatakan kalau itu adalah penangkapan. Ji Hong menyuruh Hye Jung untuk membawakan defibrillator, Ji Hong juga masik terus melakukan CPR pada Ketua Hong. akhirnya Dr. Kim menyuruh mereka untuk mengambil defibrillator, Hye Jung mengelap air matanya dan membawakan defibrillator.

Setelah melakukan pemaju jantung sebanyak 4 kali, namun belum juga ada perubahan. Ji Hong pun naik ke atas tempat tidur Ketua Hong dan melakukan CPR. Yoon Do dan Hye Jung memalingkan wajah mereka karena tidak kuat melihat Ji Hong yang seperti itu.

Ji Hong mulai mengerang karena tidak kuat menahan tangisannya. Namun Ji Hong masih terus melakukan CPR pada ayahnya.

“Untuk seorang pria, seorang ayah… adalah seseorang yang mengidentifikasi dirinya. Kehilangan seorang ayah… seperti kehilangan diri sendiri. Hari itu, aku kehilangan diriku.” Batin Ji Hong.

Sinopsis Doctors Episode 12

di blog dramares

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis doctor episode 11
  • sinopsis doctor ep 11
  • Sinopsis doctors episode 12
  • sinopsis doctors ep
  • sinopsis The Doctor
  • doctors episode 11
  • sinopsis doctor eps 11
  • sinopsis drama doctors ep 11

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *