Home » Doctors » Sinopsis Doctors Episode 11 – 1

Sinopsis Doctors Episode 11 – 1

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Doctors Episode 11 – 1, bercerita tentang Hye Jung yang marah pada Ji Hong. Rasa marah Hye Jung semakin bertambah ketika Ji Hong tak sedikitpun membahas sedikitpun tentang masalah mereka ketika mereka bertemu, bahkan Ji Hong tak marah sedikitpun dengan apa yang Hye Jung lakukan. Pada episode 11 ini, In Joo kembali muncul dan langsung bekerja sama dengan Ji Hong untuk mengoperasi seorang pasien. Walau di pertengahan operasi, pasien mengalami BP turun, operasi berakhir dengan sukses. Ingin tahu cerita lengkapnya? Yuk baca sinopsis di bawah ini:

Sinopsis Doctors Episode 10 – 1

Sinopsis Doctors Episode 10 – 2

Sinopsis Doctors Episode 11 – 1

Hye Jung marah karena Ji Hoong tak bisa menghilangkan kebiasaannya. Kebiasaan yang hanya menyimpan masalahnya sendiri tanpa memberitahu Hye Jung, namun Ji Hoong sendiri secara diam-diam membantu masalah Hye Jung. Menurut Hye Jung, apa yang JI Hoong lakukan bukanlah “cinta”, itu hanya saling membebani satu sama lain dan Hye Jung tak tertarik pada cinta yang seperti itu.

“Cinta sejati membantumu menyadari dirimu yang sesungguhnya. Dia membangunkan sesuatu dalam diriku yang aku tidak tahu kalau itu ada. Aku tidak tahu jika aku manusia seperti ini,” ucap Ji Hoong dalam hati ketika melihat Hye Jung pergi dengan emosi.


Sesampainya di lobi, Hye Jung mendapat telepon dari seseorang, namun orang yang menelponnya tak mau bicara. Siapa yang menelpon Hye Jung? Dia adalah Myung Hoon. Tanpa bicara sepatah katapun, Myung Hoon langsung menutup teleponnya dan kemudian dia menelpon Hye Jung lagi. Untuk telepon yang kedua, Myung Hoon mau bicara dan tepat disaat itu Ji Hoong memanggil Hye Jung.

Tahu kalau yang menelpon adalah Myung Hoon, Hye Jung pun langsung berjalan pergi. Dia mengabaikan panggilan Ji Hoong. Tentu saja Myung Hoon terkejut ketika Hye Jung tau siapa dirinya dan Myung Hoon pun kembali menutup teleponnya.

Di abaikan oleh Hye Kyung seperti itu, Ji Hoong pun tak bisa berbuat apa-apa. Dia kemudian berjalan kembali ke ruangannya.

Di kantornya, Myung Hoon terlihat bingung. Dia bertanya-tanya tentang hubungan wali Kang Mal Soon dengan Hong Ji Hong. Tepat disaat itu, sekretaris Myung Hoon masuk dan memberikan surat permohonan tindakan disipliner untuk Hye Jung, karena dia sudah menerima suap sebuah mobil dari pasien. Mendengar itu, Myung Hoon yang tidak tahu siapa Hye Jung, langsung beranggapan kalau hal itu bukanlah masalah, jadi mereka tak perlu berlebihan untuk memberikan tindakan disipliner. Sekretaris itu mengatakan kalau dia juga berpendapat hal yang sama, namun si pelapor yang memaksa untuk memberi hukuman pada Hye Jung dan si pelapor itu adalah Seo Woo. Mengetahui anaknya yang sudah melakukan semua itu, Myung Hoon pun menghela kesal.

Kita beralih ke UGD dimana kondisinya sedang sangat sibuk, ada pasien kecelakaan dan menunggu kedatangan In Joo. Setelah memeriksa bagian perut pasien, In Joo menyuruh Tae Yang untuk melakukan CT scan. Tak lama kemudian muncul pasien yang diantar suaminya. Pasien sudah tak sadarkan diri dan suaminya terus berteriak agar istrinya diselamatkan karena dia tak bisa hidup tanpa istrinya. Melihat ruang UGD yang begitu ramai karena pasien kecelakaan, Kang masih sempat bergumam kalau hari ini mereka kedatangan banyak pasien.

Kang Soo memeriksa pasien dan Joong Dae terus berusaha menenangkan suaminya. Si suami berkata kalau istrinya terjatuh dati tangga di tempatnya bekerja. Joong Dae bertanya apa pasien sudah tak sadarkan diri sejak saat itu, namun si suami tak menjawab, dia hanya berteriak untuk di biarkan berada di sisi istrinya. Tentu saja Joong Dae tak bisa mengizinkannya, karena si suami hanya akan mengganggu dokter melakukan pengobatan.

Ji Hoong membawakan pangsit untuk sang ayah. Ketua Hong kemudian meminta maaf pada Ji Hoong, karena dia menyebut dirinya sebagai ayah Ji Hoong, namun selama ini Ji Hoong tumbuh dengan usahanya sendiri. Bahkan ketua Hong mengandalkan Ji Hoong lebih dari apa yang sudah dia lakukan untuk JI Hong.

“Saat kita pertama kali bertemu, kau bilang aku seperti junior di SMP,” ucap Ketua Hong.

“Kau tidak dewasa saat kau berada denganku… sementara kau ketat dengan orang lain,” jawab Ji Hoong dan ketua Hong kembali meminta maaf.

“Aku rasa ini pertama kalinya dalam hidupku, beristirahat di tempat tidur seperti ini. Aku ingin melihatmu menikah… sebelum aku meninggal,” aku Ketua Hong dan Ji Hoon menjawab kalau Ketua Hong juga akan melihat cucunya. Tentu saja Ketua Hong akan merasa lebih senang jika bisa melihatnya.

“Ada apa denganmu hari ini?” tanya Ji Hoong dan Ketua Hong sendiri tak tahu sebabnya, dia tak tahu kenapa dirinya bersikap seperti itu.

Ji Hoong kemudian meletakkan kepalanya di dada sang ayah dan berkata, “Aku selalu menyukai memilikimu sebagai seorang ayah… dan aku masih menyukainya.”

“Aku juga menyukainya,” jawab Ketua Hong.

Pa Ran menghampiri In Joo dan In Joo kemudian bertanya kenapa Pa Ran tak mengabarinya kalau Ketua Hong menjalani operasi. Pa Ran pun menjawab kalau In Joo sendiri yang berkata untuk tidak mengganggunya sampai dia mulai bekerja lagi. Dia pun kemudian mengajak In Joo untuk minum bersama dengan Ji Hong. In Joo pun setuju, namun sebelumnya dia akan menengok Ketua Hong terlebih dahulu.

Hye Jung sudah berada di kamar rawat Ketua Hong, dia mengecek tekanan darah Ketua Hong. Ketua Hong memberitahu kalau Ji Hong baru saja dari kamarnya, namun Hye Jung terkesan menghindar untuk membahas Ji Hong. Dia hanya fokus membahas tentang kondisi Ketua Hong.

In Joo masuk dan dia terlihat kaget ketika melihat Hye Jung. Saat Ketua Hong memperkenalkan mereka satu sama lain, In Joo berkata kalau mereka sudah pernah bertemu sebelumnya. In Joo berkomentar kalau Hye Jung sudah terlihat dewasa sekarang. Tepat disaat itu, Hye Jung mendapat telepon dari Kang Soo dan Ketua Hong pun mempersilahkannya pergi, karena bagi dokter, pasienlah yang utama.

Saat Hye Kyung datang, Kang Soo langsung memberitahu Hye Kyung kalau pasiennya adalah wanita berusia 30 tahun, dia terjatuh dati tangga dan langsung di bawa ke rumah sakit. CT scan menunjukkan sebagian kecil di calvariannya dan pendarahan epidural 3 kali di tulangnya. Kang Soo pun menduga kalau sinus sagital superior yang rusak. Untuk pupil matanya normal tapi tubuhnya tidak menunjukkan respon motorik. Pasien kehilangan banyak darah karena luka hatinya, jadi dokter bedah umum akan segera datang.

Setelah mendengar penjelasan Kang Soo, Hye Jung kemudian bertanya apa pasien tinggal di sebuah flat dan Kang Soo tak tahu tentang hal itu. Hye Jung pun penasaran, di tangga mana si pasien terjatuh.

Suami pasien masih berada di depan ruang pemeriksaan dan dia masih menyalahkan dirinya karena membiarkan istrinya bekerja. Akhirnya HyeJung tahu kalau pasien jatuh dari tangga di tempat dia bekerja. Hye Jung kemudian meminta si suami menunggu, karena dia akan menjelaskan detailnya tentang pasien setelah hasil CT scan keluar.

Saat menemui pasien, Hye Jung berusaha membangunkannya dengan memanggil, “Nyonya Cho… Nyonya Cho…” karena tak ada respon, Hye Jung kembali memeriksa pasien. Kang Soo kemudian bertanya apa mereka harus menelpon Ji Hong dan Hye Jung mengiyakan, selain itu, mereka juga harus menyiapkan ruang operasi.

Tepat di saat itu Tae Yang masuk dan Hye Jung memberitahunya kalau Nyonya Cho mengalami pendarahan buruk jadi perlu di lakukan operasi darurat. Hye Jung pun meminta Tae Yang untuk menghubungi dokter bedah umum untuk menentukan siapa yang akan masuk lebih dulu. Dari luar, suami Nyonya Cho terus melihat kedalam dengan tatapan cemas.

Ternyata dokter bedah umum yang Tae Yang telpon adalah In Joo.

Hye Jung sedang melihat hasil CT Scan dan tak lama kemudian Ji Hong datang. Mereka terlihat canggung bersama. Ji Hong tak mau membahas masalah pribadi, jadi dia langsung bertanya tentang kondisi pasien. Hye Jung pun menjawab kalau tidak ada yang terlalu penting, selain itu dia juga sudah menyiapkan ruang operasi serta menghubungi dokter anestesi. Karena sudah tak ada yang perlu di bicarakan, Ji Hong pun hendak pergi. Namun Hye Jung membahas tentang dokter bedah umum yang akan bergabung dengan mereka. Hye Jung menyarankan agar mereka berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter bedah umum terlebih dahulu, karena pasien juga mengalami pendarahan di hati. Jadi, Ji Hong dan dokter bagian bedah umum harus memutuskan siapa yang akan masuk ruang operasi terlebih dahulu. Ji Hong mengerti dan paham. Ketika mereka diam, mereka terlihat canggung lagi.

Tepat disaat itu In Joo masuk dan Ji Hong senang bertemu dengannya lagi. In Joo bahkan langsung mengajak Ji Hong minum bersama dengan Pa Ran dan tentu saja Ji Hong setuju. In Joo kemudian melihat Hye Jung dan berkata kalau mereka bertemu lagi. Hye Jung pun hanya menundukkan kepala dan kemudian menyuruh In Joo dan Ji Hong bicara berdua untuk menentukan siapa yang akan masuk ke ruang operasi, sedangkan dia sendiri akan mempersiapkan diri untuk operasi. Melihat ekspresi Hye Jung yang kaku tanpa senyum, In Joo pun berkata kalau Hye Jung kelihatannya tidak begitu senang.

“Kau kencan? Tidak, jangan jawab itu. Aku belum ingin tahu,” ucap In Joo.

“Kau masih bertanya dan menjawabnya sendiri,” komen Ji Hong dan In Joo merasa kalau Ji Hong mengira kalau dirinya akan berubah.

Mereka kemudian membahas tentang Nyonya Cho Soo Ji dan Ji Hong memutuskan kalau bagian bedah saraf yang akan lebih dulu masuk ruang operasi karena pendarahannya sangat kritis di bagian superior sagittal sinus. In Joo setuju dan mengajak Ji Hong menyelesaikan operasinya dalam waktu 2 jam.

Setelah Ji Hong pergi, In Joo menyuruh Tae Yang untuk memanggilnya jika operasi yang di lakukan JI Hong sudah selesai.

Kang Soo kemudian membawa suami Soo Ji menemui Ji Hong. Ji Hong pun menjelaskan kondisi Soo Ji berdasarkan hasil CT scan yang sudah dilakukan. Ternyata di sekitar otak Soo Ji terjadi pendarahan, jadi mereka harus segera mengoperasinya untuk mengeluarkan darah yang ada di sekitar otak, agar otaknya tidak rusak selamanya. Ji Hong pun memberikan wewenang pada Kang Soo untuk memberikan penjelasan lebih lanjut pada suami Soo Ji.

Ketika ruangan Soo Ji kosong, suaminya masuk dan terus memanggi “yeobo” sambil menangis. Dia berkata kalau Soo Ji tak boleh meninggalkannya. Kalau Soo Ji mati, bahkan kalau Soo Ji mati, dia tetap jadi milik suaminya.

Suaminya jongkok dan wajahnya mendekat ke wajah Soo Ji. Seketika wajah si suami yang sedari tadi sedih langsung berubah sinis. Dia berbisik pada Soo Ji kalau Soo Ji tidak boleh lagi berkata kalau dia ingin meninggalkan suaminya. Saat suaminya berkata seperti itu, kita diperlihatkan pada tangan Soo Ji yang mulai bergerak. Sepertinya dia merespon apa yang suaminya katakan.

Tepat di saat itu, Kang Soo masuk dan menyuruh suami Soo Ji keluar, karena dia memang tidak diperbolehkan masuk ruangan itu. Di depan orang lain, suami Soo Ji kembali memperlihatkan wajah sedihnya.

loading...

Hye Jung mencuci tangan dan tak lama kemudian Ji Hong muncul untuk mencuci tangan juga. Saat melihat Ji Hong, Hye Jung langsung hendak pergi, namun Ji Hong memanggilnya dan mengajaknya untuk ikut minum bersama In Joo.

Hye Jung menghela nafas dan bertanya apa Ji Hong sedang berusaha menjadi The Giving Tree atau Daddy Long Legs karena yang seharusnya Ji Hong lakukan adalah marah setelah apa yang Hye Jung katakan. Dengan santai Ji Hong menjawab kalau dia berbeda dengan pria pada umumnya. Mendengar itu, malah membuat Hye Jung semakin kesal dan dia dengan kasar menendang tombol pintu.

Sebagai asisten, Hye Jung pun membedah kapala Soo Ji, setelah itu dia menyerahkan tempatnya pada Ji Hong untuk mengoperasi. Di atas In Joo dan Pa Ran melihat proses operasinya. In Joo kemudian bertanya pada Pa Ran, apakah Ji Hong dan Hye Jung berkencan. Mendengar pertanyaan itu, Pa Ran malah terkejut sendiri.

Seperti tak terjadi apa-apa diantara mereka, di tengah operasi, Ji Hong bertanya apa Hye Jung pernah menemukan kasus seperti Soo Ji. Hye Jung menjawab tidak dan Ji Hong berkata kalau dalam kasus seperti Soo Ji, membutuhkan pembukaan yang lebar. Semua berjalan lancar, namun tiba-tiba BP menurun.

Kang Soo dan Soo Jin memberanikan diri menemui dr Kim untuk mengatakan kalau karena mereka lah Hye Jung tak bisa mengembalikan hadiah mobilnya. Ketakutan mereka langsung hilang, ketika dr Kim berkata kalau dia tak mempermasalahkannya. Setelah keduanya pergi, dr Kim kemudian melihat surat pemintaan tindakan pendisiplinan untuk Hye Jung.

 

Kita kembali ke ruang operasi dimana BP pasien terus turun dan dengan keahliannya, Ji Hong berhasil membuat BP pasien stabil kembali. Melihat itu, In Joo pun berkata kalau Ji Hong memang tak berubah. Dia masih sama seperti dulu. Mendengar itu, Pa Ran pun bertanya apa In Joo masih mencintai Ji Hong.

“Berhenti bicara omong kosong. Apa aku masih berusia 20an?” ucap In Joo.

Bagian Ji Hong selesai dan dia menyerahkan sisanya pada Hye Jung. Dia juga menyuruh salah satu perawat untuk memanggil In Joo. Karena In Joo sudah di atas, dia pun menggunakan mikrofon untuk memberitahu Ji Hong kalau dia akan segera turun.

Tuan Jin menemui Myung Hoon yang saat itu terlihat kusut. Myung Hoon bahkan mengatakan kalau tak akan lama lagi dia akan melepaskan jabatan presdirnya, karena ketua Hong sudah melihat semua file yang berisi kecelakaan medis yang di lakukan Myung Hoon. Tuan Jin menyalahkan Myung Hoon karena dia malah menyimpan semua file itu, bukan membuangnya.

“Aku menghargai setiap bagian dari hidupku. Membuat kesalahan adalah apa yang membuat kita manusia,” aku Myung Hoon dan Tuan Jin berkomentar kalau itu adalah salah satu pernyataan gila.

“Apa kau datang sejauh ini karena kau pintar? Kau tidak akan berada di tempatmu sekarang jika bukan karena dukunganku. Kenapa kau melakukan hal aneh seperti orang gila? Kenapa kau tidak menjawab?” tanya Tuan Jin dan Myung Hoon hanya bisa meminta maaf. Tuan Jin kemudian mengajak Myung Hoon untuk menjenguk Ketua Hong.

Ji Hong menemui In Joo yang sedang mencuci tangan dan Ji Hong berkata kalau dia sudah menepati janji. Dia menyelesaikan operasinya sebelum dua jam. In Joo menjawab kalau tim Ji Hong belum meyelesaikan semuanya, dia memberi waktu 5 menit untuk menyelesaikan semuanya. Tak lama kemudian, Hye Jung keluar dan terkejut melihat Ji Hong bersama In Joo di luar. Dia hanya membungkuk untuk memberi hormat pada keduanya lalu berjalan pergi.

Suami Soo Ji sudah menunggu di depan ruang operasi dan Hye Jung memberitahunya kalau operasinya berjalan lanca, namun kerusakan yang dialami Soo Ji sudah rusak parah, jadi Hye Jung tak bisa memastikan apakah Soo Ji akan sadar atau tidak. Mendengar itu, suami Soo Ji pun bertanya apa dia bisa menemui istrinya sekarang. Si suami hanya bisa menemui Soo Ji ketika dia sudah di transfer ke ruang ICU.

Ji Hong juga mendapatkan surat permintaan tindakan disipliner. Setelah melihat surat itu, dia kemudian menelpon dr Kim dan bertanya apa ada cara untuk menarik tindakan disipliner terhadap Hye Jung. Dr Kim menjawab kalau dia baru mau menemui Myung Hoon untuk membahas masalah itu.

Tuan Jin dan Myung Hoon menemui Ketua Hong. Dengan ekspresi tak senang Ketua Hong berkata kalau dia sangat kecewa pada Myung Hoon. Tak terima, Myung Hoon pun meminta Ketua Hong untuk mengingat kontribusi yang sudah Myung Hoon berikan selama ini. Tentu saja Ketua Hong tidak lupa akan hal itu, karena kontribusi yang Myung Hoon berikan itulah yang membawa dia ke posisi sekarang ini.

Tepat disaat itu, Ji Hong muncul. Melihat Ji Hong, Myung Hoon terlihat tak senang. Dia bahkan dengan sinis meminta Ji Hong menemui dia di kantornya, sebelum Myung Hoon mundur dari jabatannya. Ji Hong pun mengiyakan.

Keluar dari kamar Ketua Hong, Myung Hoon bertanya apa RS Gukil sekarang akan di pimpin oleh Ji Hong dan dr Kim. Tak menjawab, Ketua Jin langsung bertanya apa Myung Hoon tak punya harga diri. Karena Myung Hoon terang-terangan berkata seperti tadi pada Ji Hong.

“Apa yang bisa ku perbuat? Aku harus pura-pura berlutut untuk bertahan hidup dalam pertempuran ini,” jawab Myung Hoon.

“Berapa kali aku harus bilang untuk percaya padaku? Kita akan menemukan bukti segera!” janji Tuan Jin.

Kita kembali ke kamar Ketua Hong dan Ji Hong berkomentar kalau sepertinya Myung Hoon tidak akan mundur dari jabatannya. “Kau tidak merencanakan sendiri, kan?” tanya Ji Hoon dan Ketua Hong teringat kembali pada percakapan Tuan Jin bersama sekutunya.

“Ketua Jungsoo Jung Il Sung, Kongres Nam In Soo, Sung Jong dan Myung Hoon… bekerja di yayasan RS Gukil. Mereka berempat berbagi ambisi dan keserakahan yang sama,” ungkap Ketua Hong pada Ji Hong.

“Kenapa Jungsoo Insurance terlibat?” tanya Ji Hong penasaran.

“Mereka memperluas program asuransi swasta mereka… untuk mempersiapkan privatisasi asuransi kesehatan,” jawab Ketua Hong dan Ji Hong pun meminta sang ayah untuk membiar kan dia yang menangani kasus tentang saham ketua Hong. Namun Ketua Hong tak ingin Ji Hong terlihat, dia akan bertanggung jawab dan mengakhiri semuanya sendiri. Ketua Hong ingin agar Ji Hong hanya menjadi dokter yang baik.

Myung Hoon menelpon dan menyuruhnya datang ke kantornya untuk membahas mengenai permintaan tindahan disipline yang Seo Woo ajukan. Tepat disaat itu Hye Jung masuk dengan ekspresi lelah.

“Kau tahu siapa yang memberi tip pada Urusan Internal? Itu aku. Kau pernah bilang bahwa keahlianku… adalah merusak kehidupan orang dengan menggunakan mayoritas tak terlihat. Aku sudah tidak lagi melakukan hal seperti itu. Apakah kau merasa difitnah? Apa kau ingin bertanya kenapa itu menjadi masalah saat dokter lain… menerima hadiah dari pasien?” tanya Seo Woo.

“Tidak. Terlepas dari bagaimana itu terjadi, itu adalah kesalahanku,” jawab Hye Jung.

“Aku tidak menyukaimu.”

“Baiklah. Jadi di depan soal tidak menyukaiku. Jujurlah tentang membenciku. Aku lebih memilih itu. Aku suka bahwa kau tidak menipu siapapun setidaknya.”

“Kau di sekitarku dan mendapatkan apa yang aku inginkan dengan mudah. Jika aku tidak bertemu denganmu, aku pasti sudah bisa menjadi orang yang lebih baik,” aku Seo Woo dan Hye Jung berkata kalau dia tak mendapatkan sesuatu denga mudah, seperti perkiraan Seo Woo.

“Aku tidak memintamu untuk membenciku. Kau bertanggung jawab untuk perasaanmu sendiri. Ini juga berlaku untuk menyukai seseorang. Aku tidak pernah memintamu untuk merasa seperti itu. Kenapa kau harus mengeluarkannya padaku?”

“Kau benar. Kau tidak pernah memintaku untuk merasa seperti itu. Kau tidak pernah menyuruhku untuk menyukainya. Kenapa aku seperti ini?” ungkap Seo Woo dan pergi.

Seo Woo pergi menemui ayahnya dan ayahnya langsung bertanya alasan Seo Woo melaporkan Hye Jung. Apa karena Seo Woo ingin mendapatkan kredit atau karena Seo Woo tidak menyukai Hye Jung. Seo Woo menjawab kalau semua itu karena seorang dokter tidak boleh menerima hadian dari pasien.

“Jadi niatmu adalah untuk mendapat kredit atas itu? Menilai hal yang tidak berguna seperti itu adalah hal yang paling aku benci,” ungkap Myung Hoon dan Seo Woo bertanya kenapa sang ayah menganggap hal tersebut tidak berguna, bukankah untuk mempertahankan suatu organisasi…. belum selesai Seo Woo menjelaskan, Myung Hoon langsung merobek permintaan tindakan disipliner itu.

“Kau harus melakukan hal ini ketika aku menyuruhmu untuk fokus pada pertumbuhan kekuasaanmu? Aku sudah bilang kepadamu untuk ramah dengan semua orang. Akankah orang menyukaimu jika mereka tahu kau yang melaporkannya? Aku suka fellow yang menerima hadiah. Dia akan jadi sangat sukses. Kau harus ajak dia lain kali,” ungkap Myung Hoon dan Seo Woo hanya diam saja. “Kenapa kau tidak berkata apapun? Kau harus bergaul dengan orang seperti itu. Kau harus beelajar darinya. Belajar!” perintah Myung Hoon dan Seo Woo hanya diam saja. Terlihat dari ekspresinya, Seo Woo tambah merasa tak suka pada Hye Jung.
Bersambung ke sinopsis Doctors Episode 11 – 2

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis doctors episode 11
  • sinopsis doctors ep 11
  • sinopsis drama korea doctor
  • sinopsis w episode 11
  • sinopsis doctors eps 11
  • sinopsis drama doctors episode 11
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *