Home » Ahn Jae Hyun » Sinopsis Cinderella and Four Knights Epsiode 10 – 2

Sinopsis Cinderella and Four Knights Epsiode 10 – 2

Your ads will be inserted here by

Easy Plugin for AdSense.

Please go to the plugin admin page to
Paste your ad code OR
Suppress this ad slot.

Sinopsis Cinderella and Four Knights Epsiode 10 – 2, bercerita tentang terungkapnya masa lalu Yoon Sung dan Hwa Ja, ternyata mereka berdua adalah ibu dan anak. Karena Hwa Ja memutuskan menikah dengan Ketua Kang dan berkata kalau dia belum pernah menikah, jadi mereka berdua pun memutuskan untuk tidak saling kenal, selain itu Hwa Ja juga sudah meninggalkan Yoon Sung selama 12 tahun, jadi Yoon Sung sudah menganggap kalau dia tak punya ibu. Ingin baca cerita lengkapnya? YUk baca sinopsisnya dibawah ini:

Sinopsis Cinderella and Four Knights Epsiode 10 – 1

Sinopsis Cinderella and Four Knights Epsiode 10 – 2

Sumber konten dan gambar dari tvN

Ha Won bingung melihat sikap Seo Woo dan dia kemudian melihat album baru Seo Woo yang tertinggal di meja. Seo Woo berusaha menenangkan diri di kamar, dia masih kaget karena Ha Won tiba-tiba muncul. Tak lama kemudian Ha Won masuk kamar Seo Woo dan membawa album baru Seo Woo yang akan di rilis besok. Ha Won pun meminta maaf karena dia lupa, tapi sebenarnya Ha Won sudah mencatatnya di ponsel. Melihat Ha Won sampai mencatat hari rilis albumnya, Seo Woo pun memberikan album barunya pada Ha Won sebagai hadiah, karena sebenarnya Seo Woo membawa pulang satu albumnya memang untuk diberikan pada Ha Won.

“Karena kau memberikanku ini, bisakah kau coba nyanyikan ini sebentar saja?” pinta Ha Won, namun Seo Woo tak mau memberikan bocoran isi albumnya sebelum album itu dirilis. Tapi Ha Won tetap memaksa untuk mendengarnya langsung dari Seo Woo, melihat Ha Won terus meminta… Seo Woo pun menyanyikannya.

“Saat kau mulai berbicara… aku memandangmu tanpa sadar…
Dan di saat kau bernyanyi… aku juga ikut bersenandung
Kuakui perasaanku sekarang, perasaanku, yang tidak bisa kusembunyikan lagi
Aku menyukaimu, aku mencintaimu, kau segalanya bagiku
Maukah kau menerima perasaanku?”

Seo Woo menyanyikan dengan sepenuh hati dan menatap lembut kemata Ha Won. Melihat itu, Ha Won langsung menghentikan Seo Woo bernyanyi dengan alasan tak mau membuat penggemar Seo Woo yang lain merasa iri karena dia lebih dulu mendengarnya.

Keluar kamar Seo Woo, Ha Won berusaha menyadarkan dirinya. Dia bergumam kenapa Seo Woo bernyanyi sambil menatapnya seperti itu. “Pantas saja banyak anggota member di klub penggemarnya!” ucap Ha Won dan pergi.

Ji Woon pulang dan ternyata dia sudah membelikan sesuatu untuk Ha Won. Di depan kamar, dia berpapasan dengan Hyun Min yang langsung bertanya apa kencan Ji Woon dan Hye Ji berjalan lancar. Mendengar pertanyaan itu, Ji Woon malah sengaja memanas-manasi Hyun Min dengan bertanya apa Hyun Min mulai merasa gila karena Hye Ji ingin pacaran dengannya.

“Kenapa kau tadi menemui Hye Ji? Katakan padaku. Aku akan memberikan jawabannya,” ucap Ji Woon.

“Wow, apa dia tahu kalau kau ini brengsek?”

“Entahlah… Aku tidak tahu apa-apa….tapi jelas sekali kau telah kalah dariku kali ini,” ucap Ji Woon dan Hyun Min langsung emosi sampai-sampai dia mencengkram kerah baju Ji Woon. Melihat respon Hyun Min, Ji Woon pun bisa tau kalau sekarang Hyun Min menyesali keputusannya.

“Kenapa kau tidak mendekatinya sebelum kau semakin menyesal?” ucap Ji Woon dan pergi.

Ji Woon menemui Ha Won di dapur dan memberikan apa yang sudah dia belikan untuknya. Tentu saja hal itu membuat Ha Won senang. Ji Woon hendak pergi, tapi dia berbalik lagi dan mengingatkan Ha Won kalau dia sudah membelikan Ha Won makanan, jadi jangan di bilang tidak pernah membelikannya. Dengan tersenyum Ha Won pun menjawab iya.

Ha Won kemudian menggunakan tempat cangkir yang Seo Woo tinggalkan untuk membuat coklat panas. Dengan suasana hati senang, dia menikmati makanan yang Ji Woon belikan. Dia kemudian menikmati coklat panasnya di luar kamar dan dia tak melihat kalau tempat cangkir yang dia gunakan untuk coklat panas tadi muncul tulisan yang bertuliskan kata “Pengakuan”.

Hmmm… itu adalah bentuk pengakuan Seo Woo pada Ha Won.. ya… lagu yang dia tulis dengan judul pengakuan memang lagu untuk Ha Won. Seo Woo sendiri menulisnya di kertas lagunya kalau lagu itu untuk Ha Won. Tak mau terjadi masalah di kemudian hari, Seo Woo pun mencoret nama Ha Won.

Hyun Min minum sendirian di sebuah cafe. Melihat Hyun Min sendirian, seorang wanita menghampirinya dan bertanya kenapa Hyun Min minum banyak sendirian. Hyun Min kemudian bertanya pada wanita itu, apa wanita itu bisa menyukai pria selain dirinya dan si wanita menjawab tidak mungkin. Hyun Min bertanya kenapa… kenapa “dia” melakukan itu pada Hyun Min. Padahal sebelumnya, si dia mengatakan akan selalu bersama Hyun Min, tapi sekarang si dia malah meninggalkannya dan bersama orang lain.

Ntah gak denger apa pura-pura gak ngerti, wanita disampingnya beranggapan kalau “dia” yang Hyun Min sebut adalah dirinya. Dia berkata pada Hyun Min kalau dia tak akan meninggalkan Hyun Min.

“Jangan tinggalkan aku,” ucap Hyun Min tanpa melihat wanita yang ada disampingnya, karena dia memang sedang memikirkan Hye Ji. Tapi si wanita malah mengira kalau Hyun Min mengatakan kalimat itu untuknya.

“Kau, jangan tarik perkataanmu tadi itu ya? Kau harus ingat yang barusan kaukatakan tadi!” ucap si wanita sambil merangkul lengan Hyun Min.

Sudah waktunya bagi Ha Won untuk memeriksakan dirinya ke rumah sakit dan dia melarang Yoon Sung mengantarkannya, karena Ha Won ingin diantarkan oleh orang lain. Siapa yang Ha Won inginkan untuk mengantarkannya? Ternyata orang itu adalah Ji Woon. Namun tak semudah itu meminta Ji Woon mengantarkannya. Ji Woon tetap menjawab tidak mau walau Ha Won berkata tak bisa pergi ke rumah sakit sendirian dengan kaki seperti itu.

Seperti yang sudah diperintahkan Ketua Kang, Yoon Sung mengantarkan Hwa Ja ke tempat pertemuannya. Pertemuan apa yang Hwa Ja lakukan? Ternyata dia hendak menjodohkan Yoon Sung dengan seorang wanita. Wanita itu bernama Kim Hye Na, dia adalah Kepala Seksi Perencanaan Strategi di Ohsung Chemicals. Tentu saja Yoon Sung tak mau, dia bahkan enggan menjabat tangan Hye Na yang sudah di arahkan padanya, Yoon Sung langsung pergi dari tempat pertemuan.

Hwa Ja mengejarnya dan bertanya kenapa dia bersikap seperti itu. Tak kalah marahnya, Yoon Sung bertanya kenapa Hwa Ja melakukan semua itu. Hwa Ja pun mengaku kalau keinginan terakhirnya adalah supaya Yoon Sung menikahi seorang wanita dari keluarga kaya dan memiliki kehidupan yang berkecukupan seperti ibunya. Mendengar itu, Yoon Sung pun bertanya apa itu alasan Hwa Ja memanfaatkan Ketua Kang.

Hwa Ja menjawab kalau dia melakukan semua itu demi Yoon Sung, namun Yoon Sung tak senang, dia meminta Hwa Ja untuk tidak menggunakan dirinya sebagai alasan. Sebelum pergi, Yoon Sung pun berkata kalau mereka harus menganggap apa yang terjadi hari ini tak pernah terjadi, mereka harus melakukan semuanya sesuai dengan rencana sebelumnya. Hmmm…. ternyata Yoon Sung adalah anak Hwa Ja.

Flashback!
Ketua Kang memperkenalkan Hwa Ja dan Yoon Sung, pada Hwa Ja Ketua Kang berkata kalau Yoon Sung sudah dianggapnya seperti anak sendiri. Hwa Ja terlihat tak kaget saat bertemu dengan Yoon Sung, berbeda dengan Yoon Sung yang memperlihatkan ekspresi kagetnya, namun dia tak berkomentar apa-apa.

Saat hanya berdua di mobil, Hwa Ja berkata kalau dia merasa senang anaknya sudah tumbuh menjadi pria yang hebat. Ternyata mereka sudah 12 tahun tidak bertemu. Hwa Ja sendiri tahu kalau mereka akan bertemu lagi suatu hari nanti, tapi dia tak menyangka akan bertemu hari ini.

“Apa kau cukup terkejut?” tanya Hwa Ja.

loading...

“Sepertinya Anda salah orang, Nyonya. Ibuku…sudah meninggal 12 tahun silam,” jawab Yoon Sung dingin.

“Baiklah, kalau begitu. Jika kau sudah lama menghapusku dari ingatanmu… …maka tetaplah terus hidup seperti itu. Aku sama sekali tidak pernah mengungkitmu. Karena aku bilang padanya aku belum pernah menikah.”

“Sepertinya bukan aku saja yang sudah lama… menghapus seseorang dari ingatan mereka.”

“Kumohon bantuanmu. Berpura-puralah seolah kau tidak mengenalku,” pinta Hwa Ja pada Yoon Sung dengan alasan kalau dia ingin merasakan hidup sebagai wanita disia hidupnya.

Flashback End!

Yoon Sung terlihat sedih mengingat semua itu.

Ha Won keluar rumah dan dia melihat Ji Woon sudah menunggunya. Dengan alasan tak bisa membuka pintu karena memakai tongkat dan kaki sakit, Ha Won pun minta dibukakan oleh Ji Woon. Walaupun dengan setengah hati, Ji Woon pun melakukan semua permintaan Ha Won.

Saat Ji Woon dan Ha Won pergi, kita melihat Young Jin sudah berada di sekitar kediaman Haneul. Dia kemudian melihat di ponselnya untuk memastikan kalau wanita yang dia lihat barusan adalah Ha Won. Young Jin kemudian bergumam kalau Ha Won sudah tumbuh besar.

Ha Won sudah berada di rumah sakit dan dokter yang memeriksanya berkata kalau kaki Ha Won sudah sembuh, gips-nya sudah bisa dilepas. Mendengar itu, Ji Woon pun tersenyum karena sekarang ha Won tak bisa menjadikan alasan kakinya yang sakit untuk meminta sesuatu lagi. Dengan ekspresi marah, Ji Woon pun keluar dari ruangan dokter dan Ha Won mengejarnya.

Ha Won kemudian bertanya kenapa Ji Woon marah dan Ji Woon menjawab kalau dia hanya kesal karena orang yang dia pikir sakit, tapi ternyata sudah sembuh dan membuatnya datang ke rumah sakit. Ha Won pun membela diri dengan mengatakan kalau sebelum datang ke rumah sakit, dia memang masih sakit karena gips-nya baru saja di lepas.

“Benarkah? Kalau begitu, pulang ke rumah saja sendiri,” ucap Ji Woon karena Ha Won sudah sembuh jadi dia tak perlu menemani Ha Won kemana-mana.

“Apa kau sekesal itu?” tanya Ha Won kesal. “Apa sulitnya menemaniku kesini?”

“Hei, aku cuma bercanda,” ralat Ji Woon.

“Terserah….Brengsek,” ucap Ha Won dan lari.

Di depan rumah sakit, Ha Won baru menyadari kalau tasnya ada di mobil Ji Woon. Ji Woon sendiri sudah di mobilnya dan mencari Ha Won, karena Ha Won tak bisa pulang tanpa tasnya. Ji Woon menyuruh Ha Won masuk, tapi karena rasa gengsinya, Ha Won menolak. Namun Ji Woon tak setega itu meninggalkan Ha Won sendirian, dia menghentikan mobilnya dan membuka kan pintu mobil untuk Ha Won. Karena sudah dibukakan pintu, Ha Won pun tak mau membuang kesempatan itu, dia langsung masuk mobil dan memasang sabuk pengaman.

Dalam perjalanan pulang, Ha Won menikmati pemandangan yang indah dan udara pepohonan yang sejuk. Saking senangnya, dia terus saja berteriak girang.

Kita beralih pada Hyun Min yang sedang bermain biliard dengan teman-temannya. Dengan kondisi patah hati, Hyun Min malah lebih fokus bermain biliard dan bisa memasukkan semua bola dan tak memberikan kesempatan pada temannya untuk bermain. Tepat disaat itu, ponsel Hyun Min berbunyi namun Hyun Min tak mau mengangkatnya walau ponselnya sudah dua kali berbunyi. Dia bahkan tak melihat siapa yang menelponnya.

Yang menelpon Hyun Min adalah Hye Ji, yang disaat ini sedang menangis kebingungan karena rumahnya disita.

Hmmm… ternyata Ji Woon tak langsung mengajak Ha Won pulang, dia mengajak Ha Won ke sebuah kuil dimana dari tempat itu mereka bisa melihat pemandangan yang indah. Saat ha Won sedang asik melihat pemandangan, Ji Woon langsung mengambil minuman Ha Won.

“Hei, itu ‘kan punyaku,” ucap Ha Won.

“Punyaku sudah habis,” jawab Ji Woon santai dan terus menyedot minuman Ha Won. Melihat Ji Woon minum, Ha Won teringat kembali disaat mereka berdua ciuman. Mengingat hal itu membuat Ha Won kepanasan sendiri.

Melihat ekspresi Ha Won sedikit aneh, Ji Woon pun langsung menariknya mendekat lalu bertanya apa ada sesuatu yang ingin Ha Won katakan padanya. Tepat disaat Ha Won hendak mengatakan apa yang ada di kepalanya, Ji Woon mendapat telepon dari Hye Ji. Setelah mendengar sesuatu dari Hye Ji, Ji Woon langsung berkata kalau dia akan segera kesana.

Dengan ekspresi sedikit tak enak, Ji Woon mengajak Ha Won pulang. Tentu saja itu membuat Ha Won sedikit kesal dan sedih. Di mobil, Ji Woon hanya dia sama, dia hanya menjawab “iya” saat Ha Won bertanya apa Ji Woon mau menemui Hye Ji.

Ha Won lalu minta diturunkan karena dia bisa pulang naik bis, karena Hye Ji sedang menunggu Ji Woon. Walaupun awalnya Ji Woon mau mengantarkan Ha Won pulang duluan, karena Ha Won minta diturunkan, jadi Ji Woon pun menurunkannya. Sebelum Ha Won keluar mobil, Ji Woon meminta maaf padanya.

Di dalam bis, Ha Won tak bisa menahan air matanya.

Ji Woon pergi ke rumah Hye Ji dimana Hye Ji sudah menunggu di depan rumah. Hye Ji berkata kalau rumahnya sudah disita dan akan di jual di lelang penyitaan, sendangkan ayahnya diperiksa di kantor kejaksaan.

“Aku harus bagaimana sekarang?” tanya Hye Ji dan Ji Woon hendak memegang pundak Hye Ji, tapi Hye Ji langsung masuk ke pelukannya.

“Semua akan baik-baik saja,” ucap Ji Woon dan menepuk pundak Hye Ji, dia kemudian mengajak Hye Ji pergi.

Di rumah, Hyun Min sedang melihat-lihat ponselnya, dia melihat panggilan Hye Ji yang tak dia angkat. Dia kemudian berkata kalau sebenarnya dia mau mengangkat kalau saja Hye Ji menelponnya sampai 3x.

Tepat disaat itu, Hyun Min mendapat telepon dari temannya yang berkata kalau Youngshin Konstruksi bangkrut dan itu adalah perusahaan milik keluarga Hye Ji. Mendapat informasi itu, Hyun Min pun langsung mencoba menelpon Hye Ji, tapi nomornya sudah tak aktif.

Hyun Min hendak menemui Hye Ji dan di depan dia bertemu dengan Ha Won yang baru pulang. Tak lama kemudian, Ji Woon pulang bersama Hye Ji. Mereka berempatpun saling berhadapan.

“Hye Ji…untuk sementara ini akan tinggal bersama kita,” ucap Ji Woon dan membuat Ha Won juga Hyun Min terkejut.
Bersambung ke sinopsis Cinderella and Four Knights Epsiode 11

loading...
No Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *