Home » Ahn Jae Hyun » Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 12 – 2

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 12 – 2

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 12 – 2, bercerita tentang Ha Won yang akhirnya tahu kalau Young Jin bukan ayah kandungnya, semua itu berkat Ji Woon yang mengambil tes DNA Young Jin dan Ha Won secara diam-diam. Setelah merasa lega kalau Young Jin bukan ayah kandungnya, Ha Won dan Ji Woon jalan-jalan menikmati pemandangan indah. Di kesempatan itulah, Ji Woon kemudian mengungkapkan perasaannya pada Ha Won.

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 12 – 1

Sinopsis Cinderella and Four Knights Episode 12 – 2

sumber konten dan gambar dari tvN

Ha Won pun pergi untuk mencari pakaian untuk Young Jin, namun saat ia kembali. Ha Won melihat Young Jin yang sedang menggeledah tasnya. Setelah melihat Young Jin kembali ke tempat duduknya, Ha Won juga kembali ke sana. Young Jin pun mulai membicarakan tentang uang, Ha Won mengatakan kalau ia tidak memiliki uang. Namun Young Jin malah menyuruh Ha Won meminta uang pada cucu dari Ketua Kang yaitu Kang Ji Woon. Young Jin pun memberitahu Ha Won kalau ia pergi kekediaman Haneul dan bertemu dengan Ji Woon. Setelah lama mendengar  apa yang Young Jin katakan tentang Ji Woon, Ha Won pun pergi dengan alasan ingin menanyakannya langsung pada Ji Woon.

Beralih ke Hye Ji yang kini sedang minum d sebuah bar, ia pun teringat dengan ucapan Ji Woon, “Kau hanya terbiasa kalau aku berada di sisimu, bukannya Hyun Min. kau Sungguh berpikir aku bisa mengisi kehampaan dihatimu?” tak lama Joon Soo datang dan duduk di samping Hye Ji. Karena Hye Ji di bilang minum sendiri, Hye Ji pun meminta Joon Soo untuk menemaninya minum. Joon Soo mengetahui kalau Hye Ji mencintai Hyun Min, ia pun bertanya apa ada sesuatu karena sebelumnya Hye Ji tidak pernah melirik pria lain. Joon Soo pun mengatakan apa Hye Ji mau pacaran dengannya setelah Hye Ji tidak ada urusan lagi dengan Hyun Min.

Ternyata dari belakang ada teman Hyun Min yang melihat Joon Soo yang sedang bersama dengan Hye Ji. Ia pun langsung menelepon Hyun Min dan memberitahu kalau Hye Ji sedang minum bersama dengan Joon Soo. Mendengar itu membuat Hyun Min kesal, ia pun mematikan ponselnya.

Di kamarnya, Ji Woon kini sedang memandangi kotak hadiah yang ia beli di minimarket kemarin. Ji Woon pun mengambil ponselnya, ia mengetik pesan untuk Ha Won namun tidak jadi karena ia tahu apa yang sedang Ha Won rasakan sekarang. Tak lama ia mendapat telepon dari seserang, ternyata dia adalah Young Jin.

Hyun Min kini sedang berada di teras, saat melihat Ji Woon keluar. Hyun Min langsung bertanya Ji Woon ingin pergi kemana. Namun Ji Woon tidak memberitahunya, Hyun Min kembali bertanya apa Ji Woon ingin menjemput Hye Ji. Namun sepertinya tidak karena Ji Woon saja tidak mengetahui di mana Hye Ji. Ji Woon pun meminta Hyun Min untuk menghentikan permainan ini, ia juga meleparkan kunci yang Hyun Min berikan padanya. Ji Woon mengatakan kalau Hyun Min memang peduli dengan Hye Ji, maka Hyun Min harus mengurusnya sendiri.

Ha Won berjalan masuk ke kediaman Haneul, tepat pada saat itu Ji Woon keluar dan langsung menghampiri Ha Won. Ji Woon bertanya apa tadi Ha Won pergi menemui ayahnya, namun Ha Won tidak menjawabnya ia hanya diam saja.

“Apa kau kasihan padaku? Katanya kau memberikan uang pada Ahjussi itu. Kau tahu… Kau pernah cerita padaku soal apa yang terjadi padamu setahun yang lalu, ‘kan? Dan berkata bahwa kita dalam situasi yang sama. Kupikir kita seperjuangan menderita karena hal yang sama, tapi… sepertinya aku  sudah berlebihan.” Ucap Ha Won.

“Apa maksudnya itu?” tanya Ji Woon.

“Aku tidak seberuntung dirimu dan lahir dalam keluarga kaya, seperti kau. Aku juga tidak bisa mengeluh tentang situasiku. Sudah cukup sulit bagiku melalui ini semua setiap hari. Dan aku benci diriku sendiri karena berpikiran….”Bagaimana aku harus menjalani hidupkujika Ahjussi itu memang ayahku?”… karena itulah hal pertama yang selalu kupikirkan. Tapi, kenapa kau malah membuat posisiku lebih menyedihkan?” tanya Ha Won.

“Eun Ha Won. Bukan begitu maksudku. kau tahu sendiri itu.” ucap Ji Woon.

“Tidak… Aku tidak tahu.” Ucap Ha Won ingin pergi namun di tahan oleh Ji Woon. “ Jangan ikut campur lagi dalam urusan hidupku.” Tambahnya lalu pergi meninggalkan Ji Woon.

Ternyata saat Young Jin menelepon Ji Woon, Young Jin meminta Ji Woon untuk membelikannya sebuah apartemen di seoul dengan biaya sewa yang lunas, agar dia bisa tinggal bersama dengan Ha Won. Ji Woon bertanya apa Ha Won mengetahui Young Jin meminta hal seperti itu padanya, dan Young Jin mengiyakannya. Ji Woon pun meminta Young Jin untuk menemuinya besok di tempat kerja Young Jin.

Ha Won kini sudah berada di kamarnya, ia sedang memegang kalung pemberikan ibunya. “Ibu… Apa yang harus kulakukan? Apa Ibu sungguh  mencintai orang seperti dia?” tanya Ha Won sendiri.

Keesokannya, saat Young Jin sedang berkumpul-kumpul dengan para rekan kerjanya. Ia mentraktir semua teman kerjanya. Ternyata Ji Woon ada di sana, ia memperhatikan Young Jin. Young Jin mengatakan kalau ia mendapat sponsor yang bagus. Kini semua pekerja itu sudah selesai beristirahat, mereka kembali berkerja. Setelah semuanya pergi, Ji Woon datang ia mengambil wadah minum bekas Young Jin tadi.

Ha Won pergi kesuatu tempat, sebelum masuk ke dalam. Ia melihat buku tabungannya yang bertuliskan terget untuk masuk ke universitas. Ternyata ia ingin mengambil semua uangnya, ia teringat dengan perkataan Young Jin yang mengatakan kalau dirinya tidak memiliki cukup uang.

Kini Seo Woo sedang berada di sebuah siaran radio. Mereka kini sedang membicarakan tentang comeback Seo Woo dengan lagu yangberisikan tentang cinta. Saat di tanya apa lagu itu untuk cinta pertamanya, Seo Woo membenarkannya. Penyiar itu pun bertanya seperti apa cinta pertama Seo Woo. Seo Woo mengatakan kalau cinta pertamanya sudah pergi sekarang karena ia sangat bodoh dalam urusan cinta. Penyiar itu pun bertanya siapa wanita itu.

“Dia cenderung suka main tangan dan bukan dengan perkataannya. Dia menggunakan sampel kosmetik selama tiga hari berturut-turut. Dan dia selalu saja pakai baju olahraga. Tapi ketika dia memakai dress,  dia terlihat sangat cantik. Dan… ketika seorang pria seperti aku menyatakan perasaannya untuknya… matanya tidak berkedip. Dia tipe wanita seperti itu.” jawab Seo Woo.

“Aku tidak tahu siapa itu, tapi aku sangat iri padanya!” ucap penyiar itu.

Diluar Yoo Na sedang memperagakan cara dia nanti bertemu dengan Seo Woo. tak lama Seo Woo keluar dan para fans nya langsung mendekati Seo Woo dan menabrak-nabrak Yoo Na. Ternyata di sana juga ada Ja Young, Yoo Na bertemu dengan Ja Young dan memanggilnya Ja Mong. Ja Young mengatakan kalau ia adalah fansnya Seo Woo, Yoo Na mengatakan kalau Ja Young adalah fans standar rendahan. Mendengar itu membuat Ja Young kesal, Ja Young pun memanggil Seo Woo dengan sebutan oppa. Seo Woo menoleh dan mengnali Ja Young, Ja Young menunjuk Yoo Na sambil mengatakan “Dia kakaknya Eun Ha Won. Kau tahu, Yoo Na. Orang dengan kepribadian busuk.” Ucap Ja Young.

Seo Woo pun mendekati mereka, Seo Woo mengambil buku yang sedang Yoo Na pegang dan menulis sesuatu. Yoo Na terlihat sombong karena Seo Woo melakukan itu, setelah selesai Seo Woo mengembalikan buku itu lalu pergi dan para fans itu mengikuti Yoo Na. Setelah Seo Woo pergi Yoo Na membuka buku itu, ternyata buku itu bertuliskan “Baik-baiklah pada Eun Ha Won” melihat itu membuat Yoo Na marah dan Ja Young tertawa senang. Yoo Na pun merobek kertas itu.

Kini Hyun Min sedang berada di kamarnya, ia sedang memandangi kunci yang Ji Woon berikan padanya tadi. Dan ucapan Ji Woon yang menyuruh Hyun Min untuk mengurus Hye Ji sendiri jika Hyun Min memang peduli padanya.

Hyun Min pun teringat saat dulu ia bermain dengan kakak Hye Ji, mereka sedang berlari-lari sampai di jalan, tepat saat kakak Hye Ji ingin menyebrang, ada sebuah mobil yang menabraknya.

Ha Won kini menemui Young Jin dan memberikan uang tabungannya itu pada Young Jin. Terlihat wajah Young Jin yang terkejut melihat uang sebanyak itu. ternyata tujuan Ha Won memberikan uang itu adalah untuk membayar semua uang Young Jin yang sudah Young Jin pakai untuk membayar biaya kremator ibunya, ia melakukan itu karena Ha Won merasa kalau ia tidak memiliki alasan untuk menerima uang dari Young Jin. Ha Won juga mengatakan kalau ia tidak bisa mengakui Young Jin sebagai ayahnya. Young Jin pun mengatakan kalau siapa yang peduli dengan pengakuian namun mereka memiliki hubungan darah.


loading...

Tak lama terlihat seseorang yang meletakkan sebuah amplop ternyata dia adalah Ji Woon. “Entah kau adalah ayah kandung Ha Won atau tidak, jawabannya ada di amplop ini.” Ucap Ji Woon. Young Jin bertanya apa Ha Won tidak mempercayainya, Ji Woon pun menyarankan apa harus dia yang membukanya. Ha Won mengambil kertas itu dan menyobek-nyobeknya. Ia mengatakan kalau ia mempercayai ibunya, karena ibunya tidak ada menyukai pria seperti Young Jin.

“Ahjussi. Jika uang yang kau butuhkan… kau telah datang ke orang yang salah. Aku tidak punya uang sama sekali. Aku hanya tinggal di Kediaman Haneul karena aku kerja paruh waktu disana. Kita tidak perlu bertemu lagi, ‘kan?” ucap Ha Won.

“Lagipula, tak ada lagi yang bisa kulakukan. Jika bukan karena  kebakaran di apartemen itu…hidupku tidak akan jadi hancur, seperti ini.” Ucap Young Jin. Dan membuat Ha Won dan Ji Woon terhenti.

“Hidupmu hancur? Kau tahu, ada juga orang yang mati pada hari itu, contohnya ibuku! Menurutmu hidupku seperti apa, setelah hari itu? Tapi terlepas dari semua itu… aku tidak pernah berpikir bahwa hidupku telah hancur!  orang yang menghancurkan hidupmu  adalah Ahjussi sendiri.” Ucap Ha Won lalu keluar dari tempat itu.

Dari belakang Ji Woon melihat Ha Won dan mengikutinya, ia tersenyum melihat keberanian Ha Won. Ji Woon pun menarik tangan Ha Won dan mengajak Ha Won untuk jalan-jalan.

Saat Hyun Min keluar dari kamarnya, ia melihat Hye Ji yang sudah rapi. Tak lama ada yang menelepon Hye Ji ternyata orang itu adalah Yoon Soo. Mereka membuat janji di Cafe di perempatan jalan Shinsa-dong. Terlihat sekali Hyun Min yang tidak senang mendengarnya.

Hye Ji duduk di meja yang mana Yoon Soo sudah ada di sana. ternyata mereka ingin berkencan, Joon Soo memastikan pada Hye Ji kalau urusan Hye Ji dengan Hyun Min sudah selesai. Hye Ji mengatakan kalau ia tidak pernah berkencan dengan Hyun Min dan mereka hanya berteman.

“Hanya berteman?” ucap Hyun Min lalu menarik tangan Hye Ji dan mengajak Hye Ji pergi. Joon Soo berdiri dan menanyakan apa yang Hyun Min lakukan. “Pergilah. Bagaimana dengan perempuan yang kaukencani kemarin? Beraninya kau menyelingkuhinya! Pergilah sebelum perempuan  itu menghubungimu.” Ucap Hyun Min.

Joon Soo pun pergi meninggalkan mereka. Hye Ji bertanya kenapa Hyun Min datang ke sana, Hyun Min tidak menjawabnya dan malah mengajak Hye Ji untuk menuju ke mobilnya. Hyun Min pun menyuruh Hye Ji masuk dan segera pergi.

“Kenapa kau seperti ini padaku?” tanya Hye Ji.

“Kenapa kau mau menemui orang seperti dia?” tanya Hyun Min balik.

“Itu tak ada hubungannya denganmu!” jawab Hye Ji.

“Hei. Kalau mau pacaran dengan seseorang, pacarilah orang yang pantas dipacari!” ucap Hyun Min.

“Konyol sekali kau. Kalau kau mau sebaik ini padaku, perlakukan dulu orang lain dengan baik. Dan jika tidak, urusi saja urusanmu sendiri!” ucap Hye Ji.

“Aku juga ingin berhenti  ikut campur. Tapi aku melakukan ini… karena kau jadi menemui pria-pria aneh setelah dicampakkan oleh Kang Ji Woon!” ucap Hyun Min, Hye Ji Pun meminta Hyun Min untuk tidak mengurusi urusannya lalu meminta Hyun Min untuk menurukannya. Setelah mendapat paksaa dari Hye Ji, Hyun Min pun berhenti.

Hyun Min turun lalu masuk kesebuah minimarket. Hye Ji pun ikut keluar, Hyun Min keluar dengan membawa sekaleng soda. Ia membukanya dan langsung meminumnya. Melihat itu Hye Ji bertanya apa yang Hyun Min lakukan. “Aku tidak bisa menyetir sekarang. Kau tahu hukum ‘kan? Dilarang menyetir apabila di bawah pengaruh alkohol.” Ucap Hyun Min lalu masuk ke tempat kursi penumpang.

Saat menejer Seo Woo masuk ke dalam mobil ia mendapat telepon dari repeorter Choi mengenai Seo Woo yang sudah memiliki pacar. Mendengar itu Manajer Seo Woo langsung menentangnya karena Seo Woo memang tidak memiliki pacar. Seo Woo pun bertanya dengan siapa lagi kali ini ia di pasangkan, manajer tidak mengatakan tidak ada, namun jika Seo Woo ketahuan berkencan maka akan tamat riwayatnya. Seo Woo pun mengatakan kalau kapan dia akan pacaran karena ia tidak memiliki waktu untuk melakukan itu.

Manajer agar aneh dengan siaran radio tadi, karena Seo Woo menyinggung tentang cinta pertamanya. Seo Woo pun mengatakan kalau itu hanya bohong, setelah Seo Woo meyakinkan manajernya, barulah manajernya itu percaya.

Ternyata Hye ji tidak pandai mengendarai mobil, ia berkendara dengan sangat lamban. Hyun Min terlihat ketakutan, ia terus saja memegang sabuk pengamannya. Karena Hye Ji sangat lamba dan juga tidak bisa mengendarainya dengan benar. Hyun Min pun bernyanyi, mendengar itu membuat Hye Ji tertawa kecil.

Beralih ke Ji Woon yang kini sedang berada di dalam mobil bersama dengan Ha Won, terlihat sekali Ha Won yang senang di ajak Ji Woon pergi jalan-jalan. Ji Woon bertanya apa Ha Won masih marah, mendengar itu membuat Ha Won kambali diam. Ji Woon pun meminta maaf karena sudah ikut camur, Ha Won juga meminta maaf karena ia sudah keterlaluan pada Ji Woon. “Aku cukup terguncang, seperti yang kau tahu. Aku bingung, dan tidak tahu apa aku harus percaya atau tidak pada orang itu. Aku selalu memikirkannya! Tapi, ketika kau munculdengan amplop itu… Aku tahu jawabanku. Aku tidak perlu mengkonfirmasi fakta yang ada dalam amplop itu. Aku percaya ibuku.” Ucap Ha Won dan Ji Woon memegang kepala Ha Won serta mengelusnya.

Tak lama Ha Won mengatakan kalau itu sangat membosankan, mendengar itu Ji Woon pun menambah kecepadaan berkendaranya. Membuat Ha Won berteriak.

Mereka pun berkeliling di sebuah tempat yang sangat indah, Ha Won mengatakan kalau itu adalah pertama kalinya ada orang yang mengajaknya ketempat seperti itu.

Mereka kini berjalan di hamparan rumpu hijau yang sangat indah. Ji Woon mengatakan kalau itu adakah pertama kalinya ia menemukan orang yang ia pikir cukup mirip dengannya. Ji Woon berfikir kalau ia dan Ha Won sangat mirip dan Ha Won juga berfikiran seperti itu. namun Ji Woon memiliki kepribadian yang sangat aneh.

“Kau tidak berusaha dekat dengan orang lain, tapi kerjaanmu cuma marah saja! Kau mengunci pintu hatimu dan selalu menyuruhku pergi! Kenapa kau selalu menyuruhku pergi?” tanya Ha Won.

“Apa aku seperti itu?” tanya Ji Woon balik.

“Ya! Kau itu seperti tembok yang kuat.” Jawab Ha Won.

Ji Woon pun mengeluarkan sebuah kotak yang ia beli di minimarket kemarin. Ha Won membukanya dan ternyata di sana tidak ada apa pun. Ha Won pun bertanya apa itu.

“Kau tak bisa lihat? Itu perasaanku.” Ucap Ji Woon, Ha Won pun pergi meninggalkan Ji Woon.

“Eun Ha Won! Aku membeli permen waktu hari White Day untuk memberikannya padamu.” Ucap Ji Woon, Ha Won pun bertanya lalu kotak itu apa. “Itu karena…itu meleleh, jadi…” ucap Ji Woon, Ha Won pun terdiam.

“Bukan Hye Ji. Tapi kau. Kaulah pemilik hatiku. Terima kasih. Sudah mau dekat denganku. Tetaplah disitu. Aku akan jadi orang yang lebih dekat kepadamu mulai sekarang.” Ucap Ji Woon lalu mendekati Ha Won dan mencium Ha Won.

bersambung ke sinopsis cinderella and Four Knights episode 13

loading...

Yang banyak dicari

  • sinopsis cinderella and four knights ep 12 part 2
  • sinopsis Cinderella and four knight episode 12 part 2
  • sinopsis Cinderella and 4 knights episode 12
  • Sinopsis cinderella and four knight eps 12

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *